Anda di halaman 1dari 25

0

Laporan Praktikum
Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam Aki Zuur



Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Praktikum Kimia
yang dibimbing oleh Dr. H. Sutrisno, M.Si








Oleh
Off. A/ Kelas B
Donna Novita Sari 120331540728





UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
Desember 2013
1

Tema Percobaan 1

1. JUDUL/TEMA:
Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam Aki Zuur.

2. LATAR BELAKANG:
Dalam keadaan murni, cairan asam sulfat (H
2
SO
4
) tidak berwarna dan
memiliki viskositas tinggi (Housecroft dan Sharpe, 2005: 459). Didalam air,
asam sulfat (H
2
SO
4
) merupakan asam kuat menurut persamaan reaksi (1).
Didalam larutan encer, asam sulfat (H
2
SO
4
) dapat mengalami reaksi
netralisasi dengan basa (contoh: KOH), sesuai dengan persamaan (2)
H
2
SO
4
(aq) + H
2
O(l) [H
3
O]
+
(aq) + [HSO
4
-
](aq)

(1)
H
2
SO
4
(aq) + 2KOH(aq) K
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)

(2)
Housecroft dan Sharpe, 2005: 460
Asam sulfat (H
2
SO
4
) merupakan jenis asam kuat yang umum
digunakan dalam produk kimia rumah tangga . Produk rumah tangga yang
mengandung asam sulfat antara lain pembersih toilet, pembersih logam,
cairan baterai pada automotif, amunisi dan pupuk, serta air aki pada
automotif. Salah satu produk yang mengandung asam sulfat (H
2
SO
4
) adalah
aki Zuur.
Aki Zuur berisi cairan asam sulfat (H
2
SO
4
). Konsentrasi asam sulfat
dalam air aki Zuur ini dalam keadaan encer dan kandungannya di pasaran
berbeda-beda. Umumnya, konsentrasi asam sulfat dalam aki Zuur adalah
sebesar 30% dengan berat jenis sebesar 1,28 Kg/L dan pelarut 100% air
murni. Asam sulfat bersifat korosif, jika kontak dengan kulit akan
menyebabkan gatal-gatal, jika kontak dengan mata dapat menyebabkan iritasi
mata, serta gangguan lain pada tubuh. Bahaya H
2
SO
4
terhadap kesehatan
tergantung pada konsentrasi larutannya, < 10% bersifat iritan dan >10%
bersifat korosif (Anonim, 2010).
Penentuan konsentrasi asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur dilakukan
dengan metode titrimetri yang merupakan cara analisis kuantitatif yang
didasarkan pada prinsip stoikiometri reaksi kimia (Ibnu, 2005:90). Metode
titrimetri yang dilakukan, didasarkan pada prinsip netralisasi yaitu asidi-
alkalimetri. Pada praktikum yang dilakukan, terjadi reaksi netralisasi antara
analit (titer) asam sulfat (H
2
SO
4
) yang dititrasi dengan titran NaOH yang telah
diketahui konsentrasinya menurut persamaan (3) berikut:
H
2
SO
4
(aq) + 2NaOH(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)

(3)
Penentuan titik akhir titrasi atau titik ekivalen dilakukan dengan
penambahan indikator, metode titrasi potensiometri, dan metode titrasi
konduktometri. Titik akhir titrasi yang dilakukan dengan penambahan
indikator (konvensional) ditentukan saat warna indikator asam-basa
mengalami perubahan warna. Titik akhir titrasi yang dilakukan dengan metode
titrasi potensiometri ditentukan pada titik saat terjadi perubahan harga E dan
pH yang menyolok. Titik akhir titrasi yang dilakukan dengan metode titrasi
konduktometri ditentukan saat terjadi perubahan konduktivitas yang relatif
besar yaitu setelah terjadi penurunan konduktivitas, kemudian terjadi kenaikan
kembali (Soebagio, 2003: 149-164). Dari titik akhir titrasi yang telah diketahui,
dapat ditentukan konsentrasi H
2
SO
4
dalam aki Zuur.

3. RUMUSAN MASALAH:
1. Berapakah konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki Zuur yang
dianalisis menggunakan metode titrasi asidi-alkalimetri (konvensional)?
2

2. Berapakah konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki Zuur yang
dianalisis menggunakan metode titrasi potensiometri?
3. Berapakah konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki Zuur yang
dianalisis menggunakan metode titrasi konduktometri?

4. TUJUAN PEMECAHAN MASALAH:
1. Untuk mengetahui konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki
Zuur yang dianalisis menggunakan metode titrasi asidi-alkalimetri
(konvensional).
2. Untuk mengetahui konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki
Zuur yang dianalisis menggunakan metode titrasi potensiometri.
3. Untuk mengetahui konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki
Zuur yang dianalisis menggunakan metode titrasi konduktometri.

5. RENCANA ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN:
(a) Alat:
pH meter 1 buah Pipet volum 10 mL 1 buah
Konduktometer 1 buah Pipet tetes 4 buah
Magnetik stirer 1 buah Batang pengaduk 1 buah
Buret 50 mL 1 buah Gelas Arloji 1 buah
Erlenmeyer 250 mL 4 buah Statif + klem 1 buah
Beaker glass 100 mL 2 buah Corong 1 buah
Labu ukur 100 mL 4 buah Termometer 1 buah
Labu ukur 250 mL 1 buah Neraca analitik 1 buah
(b) Bahan:
Larutan Air Aki Zuur 50 mL
NaOH 1 M 2 g
H
2
C
2
O
4
.2H
2
O 1,26 g
Indikator pp 1 mL
Aquades 2 L

6. METODE : Titrasi Asidi-Alkalimetri (konvensional), Potensiometri, dan
Konduktometri

7. LANGKAH PERCOBAAN:
a. Pembuatan larutan asam oksalat 0,01 M sebanyak 100 mL
Padatan H
2
C
2
O
4
.2H
2
O ditimbang dengan teliti sebesar 0,126 g.
Diletakkan dalam beaker glass 100 mL dan dilarutkan dengan 50 mL
aquades.
Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL, kemudian ditambahkan aquades
hingga 100 mL.
Dikocok hingga homogen.
b. Pembuatan larutan NaOH 0,01 M sebanyak 500 mL
Padatan NaOH ditimbang dengan teliti seberat 0,4 g.
Dimasukkan dalam beaker glass 100 mL dan dilarutkan dengan 50 mL
aquades.
Dipindahkan dalam labu ukur 500 mL, ditambahkan aquades hingga 500
mL.
Dikocok hingga homogen.

3


c. Standarisasi larutan NaOH 0,01 M dengan larutan standar primer asam
oksalat 0,01 M menggunakan Metode Titrasi Asidi-Alkalimetri
(konvensional)
5 mL larutan asam oksalat dimbil dengan menggunakan pipet volum 5 mL,
kemudian dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 mL.
Ditambahkan 3 tetes indikator phenoftalein ke dalam Erlenmeyer.
Buret 50 mL dengan dicuci aquades, kemudian dicuci kembali dengan
larutan NaOH 0,01 M.
Larutan NaOH 0,01 M dimasukkan ke dalam buret dan dicatat volume awal
larutan NaOH.
Larutan asam oksalat dititrasi dengan larutan NaOH sebagai titran hingga
warna larutan asam oksalat berubah menjadi merah muda.
Volume NaOH yang digunakan untuk titrasi dicatat dalam Tabel 1.
Langkah a-f diulang dan cek perubahan pH yang terjadi hingga perubahan
pH konstan.
2NaOH(aq) + H
2
C
2
O
4
(aq) Na
2
C
2
O
4
(aq) +4H
2
O(l)
d. Preparasi Sampel (H
2
SO
4
dalam Aki Zuur)
1) Pengenceran sampel tahap I (Pengenceran 10X)
10 mL sampel diambil menggunakan pipet volume.
Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
Ditambahkan aquades sampai tanda batas.
Dikocok hingga homogen.
2) Pengenceran sampel tahap II (Pengenceran 1000X)
1 mL sampel yang telah diencerkan 10X diambil menggunakan pipet
volume.
Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
Ditambahkan aquades sampai tanda batas.
Dikocok hingga homogen.
e. Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam air Aki dengan Metode Titrasi
Asidi-Alkalimetri (Konvensional)
Buret 50 mL di cuci dengan aquades, kemudian dicuci kembali dengan
larutan NaOH standar.
Isi buret dengan larutan NaOH standar sampai tanda batas 50 mL.
Volume awal titran dicatat dalam Tabel 2.
10 mL sampel hasil pengenceran 1000X dimasukkan kedalam Erlenmeyer
250 mL.
Ditambahkan 3 tetes indikator pp.
Sampel dititrasi dengan NaOH standar hingga larutan berubah warna dari
tidak berwarna menjadi berwarna merah muda dan warna yang terbentuk
stabil.
Volume akhir titran dicatat dan dihitung volume titran yang terpakai serta
dicatat dalam Tabel 2.
Ulangi titrasi hingga diperoleh dua data titrasi.
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
f. Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam air Aki dengan Metode Titrasi
Potensiometri.
pH meter disiapkan dan dikalibrasi dengan larutan buffer pH 7.
Buret dicuci dengan sedikit larutan NaOH standar.
4

Masukkan larutan NaOH ke dalam buret sampai tanda batas 0 mL.
10 mL sampel yang telah diencerkan 1000X dimasukkan ke dalam beaker
glass 250 mL yang telah berisi magnetic stirrer.
Beaker glass diletakkan di atas stirrer.
Elektroda dicelupkan kedalam larutan sampel.
Sampel dititrasi dengan penambahan 0,5 mL larutan NaOH standar, dan
aduk menggunakan stirrer.
pH yang terukur tiap penambahan 0,5 mL larutan NaOH standar dicatat
pada Tabel 3.
Titrasi dihentikan saat perubahan pH konstan atau tidak ada perubahan
nilai pH.
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) +2 H
2
O(l)

g. Penentuan Konsentra si Asam Sulfat dalam air Aki dengan Metode
Titrasi Konduktometri
10 mL sampel 1000X pengenceran dimasukkan kedalam Erlenmeyer 100
mL.
Dipindahkan ke dalam beaker glass 250 mL.
Diletakkan di atas magnetic stirrer.
Sel konduktometer yang telah dikalibrasi, dicelupkan ke dalam larutan
sampel 1000X pengenceran.
larutan NaOH ke dimasukkan dalam mikroburet.
Ujung mikroburet dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi sampel
1000X pengenceran.
Tombol cond pada konduktometer ditekan dan dicatat nilai konduktansi
pada display. Volume NaOH = 0 mL.
Tombol stand by ditekan setiap selesai pembacaan pada display.
NaOH dialirkan dengan menekan tombol Go tetes demi tetes.
Nilai konduktansi dicatat pada Tabel 4.
NaOH dialirkan hingga nilai konduktansi asam sulfat mengalami
peningkatan.
Kurva titrasi digambarkan (diplotkan antara volume titran yang
ditambahkan dan nilai konduktansi), tentukan titik ekivalen dari kurva yang
diperoleh.
Konsentrasi dan pH dari larutan asam asam sulfat ditentukan.
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) +2 H
2
O(l)

8. Hasil Pengamatan, Analisis dan Pembahasan
a. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan percobaan penentuan konsentrasi konsentrasi H
2
SO
4

dalam Aki Zuur dapat dilihat pada tabel 8.a
Tabel 8.a. Hasil Pengamatan Percobaan Penentuan Konsentrasi H
2
SO
4
dalam
Aki Zuur
No. Perlakuan Hasil Pengamatan
Pembuatan larutan asam oksalat 0,01 M sebanyak 100 mL
1. Padatan H
2
C
2
O
4
.2H
2
O ditimbang dengan
teliti 0,126 g.
Serbuk putih
2. Diletakkan dalam beaker glass 100 mL dan
dilarutkan dengan 50 mL aquades.
1. Serbuk putih (padatan
H
2
C
2
O
4
.2H
2
O) larut
2. Larutan tidak berwarna
3. Dipindahkan dalam labu ukur 100 mL, Larutan tidak berwarna
5

kemudian ditambahkan aquades hingga
100 mL, dan kocok hingga homogen
Pembuatan larutan NaOH 0,01 M sebanyak 500 mL
1. Padatan NaOH ditimbang dengan teliti
seberat 0,4 g.
Kepingan putih
2. Dimasukkan dalam beaker glass 100 mL
dan dilarutkan dengan 50 mL aquades.
1. Kepingan putih (padatan
NaOH) larut
2. Larutan tidak berwarna
3. Dipindahkan dalam labu ukur 500 mL,
ditambahkan aquades hingga 500 mL
kemudian dikocok hingga homogen.
Larutan tidak berwarna
Standarisasi larutan NaOH 0,01 M dengan larutan standar primer asam oksalat
0,01 M menggunakan Metode Titrasi Asidi-Alkalimetri (konvensional)
1. 5 mL larutan asam oksalat dimbil dengan
menggunakan pipet volum 5 mL,
kemudian dimasukkan ke dalam
Erlenmeyer 250 mL.
Larutan asam oksalat dalam
erlenmeyer 250 mL.
Larutan tidak berwarna
2. Ditambahkan 3 tetes indikator
phenoftalein ke dalam Erlenmeyer.
Larutan tidak berwarna
3. Buret 50 mL dengan dicuci aquades,
kemudian dicuci kembali dengan larutan
NaOH 0,01 M.
Buret 50 mL kosong, siap
digunakan
4. Larutan NaOH 0,01 M dimasukkan ke
dalam buret dan dicatat volume awal
larutan NaOH.
Buret 50 mL berisi 50 mL NaOH
5. Larutan asam oksalat dititrasi dengan
larutan NaOH sebagai titran hingga warna
larutan asam oksalat berubah menjadi
merah muda.

Larutan berwarna merah muda
bening
6. Volume NaOH yang digunakan untuk
titrasi dicatat dalam Tabel 1.
Tabel 1

Titrasi
1
Titrasi
2
Volume awal NaOH
pada buret (mL)
0 5,3
Volume akhir NaOH
pada buret (mL)
5,3 10,8
Volume larutan
NaOH yang
digunakan untuk
titrasi (mL)
5,3 5,5
Rata-rata volume
larutan NaOH yang
digunakan untuk
titrasi (mL)
5,4
7. Langkah a-f diulang dan cek perubahan
6

pH yang terjadi hingga perubahan pH
konstan.
Preparasi Sampel (H
2
SO
4
dalam Aki Zuur)
1. Pengenceran sampel tahap I
(Pengenceran 10X)
10 mL sampel diambil menggunakan
pipet volume.
Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
Ditambahkan aquades sampai tanda
batas, kemudian dikocok hingga
homogen.
Larutan berwarna kuning gelap
2. Pengenceran sampel tahap II
(Pengenceran 1000X)
1 mL sampel yang telah diencerkan 10X
diambil menggunakan pipet volume.
Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
Ditambahkan aquades sampai tanda
batas, kemudian dikocok hingga
homogen.
Larutan berwarna kuning muda
bening

Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam air Aki dengan Metode Titrasi Asidi-
Alkalimetri (Konvensional)
1. Buret 50 mL di cuci dengan aquades,
kemudian dicuci kembali dengan larutan
NaOH standar.
Isi buret dengan larutan NaOH standar
sampai tanda batas 50 mL.
Volume awal titran dicatat dalam Tabel 2.
50 mL Larutan NaOH dalam
Buret 50 mL
Larutan NaOH tidak berwarna
2. 10 mL sampel hasil pengenceran 1000X
dimasukkan kedalam Erlenmeyer 250 mL,
kemudian ditambahkan 3 tetes indikator pp.
Larutan tidak berwarna

3. Sampel dititrasi dengan NaOH standar
hingga larutan berubah dari kuning muda
bening menjadi berwarna merah muda dan
warna yang terbentuk stabil.

Titrasi 1 Titrasi 2
7

4. Volume akhir titran dicatat dan dihitung
volume titran yang terpakai serta dicatat
dalam Tabel 2.
Ulangi titrasi hingga diperoleh dua data
titrasi.
Tabel 2

Titrasi
1
Titrasi
2
Volume awal NaOH
pada buret (mL)
0 8,2
Volume akhir NaOH
pada buret (mL)
8,2 16,2
Volume larutan
NaOH yang
digunakan untuk
titrasi (mL)
8,2 8
Rata-rata volume
larutan NaOH yang
digunakan untuk
titrasi (mL)
8,1
Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam air Aki dengan Metode Titrasi
Potensiometri
1. pH meter disiapkan dan dikalibrasi
dengan larutan buffer pH 7.
Buret dicuci dengan sedikit larutan
NaOH standar.
Masukkan larutan NaOH ke dalam buret
sampai tanda batas 0 mL.
50 mL NaOH yang telah
terstandarisasi dalam buret
Larutan NaOH tidak berwarna


2. 10 mL sampel yang telah diencerkan
1000X dimasukkan ke dalam beaker
glass 250 mL yang telah berisi magnetic
stirrer.
Beaker glass diletakkan di atas stirrer.
Elektroda dicelupkan kedalam larutan
sampel.
Rangkaian alat titrasi pada titrasi
potensiometri sebagai berikut:

3. Sampel dititrasi dengan penambahan
0,5 mL larutan NaOH standar, dan aduk
menggunakan stirrer.
pH yang terukur tiap penambahan 0,5
mL larutan NaOH standar dicatat pada
Tabel 3.
Titrasi dihentikan saat perubahan pH
konstan atau tidak ada perubahan nilai
pH.
Titrasi dihentikan saat pH konstan
pada pH 10,7

8

Tabel 3. Disertakan dalam
lampiran
Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam air Aki dengan Metode Titrasi
Konduktometri
Titrasi konduktometri tidak dilaksanakan
karena keterbatasan alat


b. Analisis
1. Perhitungan Konsentrasi NaOH
Jumlah mol H
2
C
2
O
4
= [H
2
C
2
O
4
] X volume H
2
C
2
O
4

= 0,01 M X 5 mL
= 0,05 mmol
a. Persamaan reaksi pada proses standarisasi
2NaOH(aq) + H
2
C
2
O
4
(aq) Na
2
C
2
O
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Berdasakan persamaan reaksi pada proses standarisasi, pada saat titik
ekivalen terjadi:
0,05 mmol H
2
C
2
O
4
akan habis bereaksi dengan 0,1 mmol NaOH
Terjadi perubahan warna indikaor phenolphtalein dari tidak berwarna
menjadi berwarna merah muda
Konsentrasi NaOH dapat ditentukan sebagai berikut:
[a]
01 mmol a
olume a yang dibutukan untuk titrasi

Data yang diperoleh saat titik ekivalen tercapai (perubahan warna
indikator phenolphtalein)
Titrasi 1 Titrasi 2
Volume awal NaOH pada buret (mL) 0 5,3
Volume akhir NaOH pada buret (mL) 5,3 10,8
Volume larutan NaOH yang digunakan
untuk titrasi (mL)
5,3 5,5
Rata-rata volume larutan NaOH yang
digunakan untuk titrasi (mL)
5,4

b. Dari data yang diperoleh, maka dapat ditentukan konsentrasi NaOH
yang telah destandarisasi sesuai dengan perhitungan sebagai berikut:
[a] = 01 mmol a
54 m

= 0,01 M
Jadi, konsentrasi NaOH setelah standarisasi adalah 0,01 M.

2. Perhitungan konsentrasi H
2
SO
4
dengan metode titrasi Asidi-Alkalimetri
(Konvensional)
a. Persamaan reaksi yang terjadi selama proses titrasi adalah sebagai
berikut:
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
b. Pada saat titik ekivalen:
Perbandingan mol NaOH : H
2
SO
4
adalah 2 : 1
Konsentrasi NaOH yang telah terstandarisasi adalah 0,01 M
Data yang diperoleh saat titik ekivalen tercapai (perubahan warna
indikator phenolphtalein)


9

Titrasi 1 Titrasi 2
Volume awal NaOH pada buret (mL) 0 8,2
Volume akhir NaOH pada buret
(mL)
8,2 16,2
Volume larutan NaOH yang
digunakan untuk titrasi (mL)
8,2 8
Rata-rata volume larutan NaOH
yang digunakan untuk titrasi (mL)
8,1
Jumlah mol NaOH terstandarisasi:
Jumlah mol NaOH = [NaOH] X NaOH
= 0,01 M X 8,1 mL
= 0,148 mmol
c. Konsentrasi H
2
SO
4
pengenceran 1000X
Jika NaOH yang digunakan sebesar 0,081 mmol, maka jumlah mol
H
2
SO
4
pada saat titik ekivalen adalah 0,0405 mmol, sehingga
konsentrasi H
2
SO
4
setelah pengenceran 1000X dapat ditentukan
sebagai berikut:
[
2

4
]
1000
= 00405 mmol
2

4
10 m

= 0,00405 M
d. Konsentrasi H
2
SO
4
dalam aki Zuur
[
2

4
] = [
2

4
]
1000
1000
= 000405 1000
= 4,05 M
e. Kadar H
2
SO
4
dalam 10 mL aki Zuur
Kadar (g) H
2
SO
4
= M X Mr H
2
SO
4
X V
= 4,05 mol/L X 98 g/mol X 0,01 L
= 3,969 g
3. Perhitungan konsentrasi H
2
SO
4
dengan metode titrasi Potensiometri
a. Persamaan reaksi yang terjadi selama proses titrasi adalah sebagai
berikut:
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
b. Pada saat titik ekivalen:
Perbandingan mol NaOH : H
2
SO
4
adalah 2 : 1
Konsentrasi NaOH yang telah terstandarisasi adalah 0,01 M
Data yang diperoleh saat titik ekivalen tercapai (saat terjadi
perubahan pH paling besar). Berdasarkan data hasil titrasi (lampiran)
maka dibuat kurva titrasi Volume NaOH vs pH dan turunannya yaitu
Volume NaOH vs p/ untuk menentukan titik ekivalen.








10

Gambar 1. Kurva titrasi Potensiometri penentuan konsentrasi H
2
SO
4



Gambar 2. Kurva titrasi Potensiometri penentuan konsentrasi H
2
SO
4



Dari kurva yang telah dibuat, dapat dilihat jika titik ekivalen pada
percobaan potensiometri 1 dan 2 bernilai sama yaitu, titik ekivalen
terjadi saat penambahan 8 mL NaOH.
Jumlah mol NaOH terstandarisasi:
Jumlah mol NaOH = [NaOH] X NaOH
= 0,01 M X 8 mL
= 0,08 mmol
c. Konsentrasi H
2
SO
4
pengenceran 1000X
Jika NaOH yang digunakan sebesar 0,08 mmol, maka jumlah mol
H
2
SO
4
pada saat titik ekivalen adalah 0,04 mmol, sehingga konsentrasi
H
2
SO
4
setelah pengenceran 1000X dapat ditentukan sebagai berikut:
0
2
4
6
8
10
12
0 2 4 6 8 10 12 14
p
H

Volume NaOH yang Digunakan (mL)
Kurva Titrasi Potensiometri Penentuan
Konsentrasi H
2
SO
4
"Volume NaOH vs pH"
Data
Potensiometri 1
Data
Potensiometri 2
Data
Potensiometri 1
8, 8.4
Data
Potensiometri 2
8, 7.2
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
0 2 4 6 8 10 12 14

p
H
/

V

Volume NaOH yang Digunakan (mL)
Kurva Titrasi Potensiometri Penentuan Konsentrasi H
2
SO
4

"Volume NaOH vs pH/V"
Data
Potensiometri 1
Data
Potensiometri 2
11

[
2

4
]
1000
= 004 mmol
2

4
10 m

= 0,004 M
d. Konsentrasi H
2
SO
4
dalam aki Zuur
[
2

4
] = [
2

4
]
1000
1000
= 0004 1000
= 4 M
e. Kadar H
2
SO
4
dalam 10 mL aki Zuur
Kadar (g) H
2
SO
4
= M X Mr H
2
SO
4
X V
= 4 mol/L X 98 g/mol X 0,01 L
= 3,92 g
c. Pembahasan
Penentuan konsentrasi asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur melalui
beberapa tahap. Tahap pertama yaitu pembuatan larutan standard primer dan
larutan standard sekunder. Standard primer yang digunakan adalah larutan
asam oksalat dan standard sekundernya adalah larutan NaOH, pemilihan
larutan standar ini dikarenakan aki Zuur bersifat asam, karena terdiri dari
asam sulfat (H
2
SO
4
). Pembuatan larutan standard primer berfungsi untuk
menstandarisasi atau memastikan konsentrasi larutan tertentu yang
konsentrasinya sulit diperoleh apabila pembuatan larutannya secara
langsung. Standard primer yang digunakan adalah larutan Asam oksalat 0,01
M yang dibuat dengan cara melarutkan 0,126 gram H
2
C
2
O
4
.2H
2
O dengan 50
mL aquades dalam beaker glass lalu dipindahkan kedalam labu ukur 100 mL
dan ditambahkan aquades hingga tanda batas.
Pemilihan asam oksalat hidrat sebagai standard primer dikarenakan
memenuhi persyaratan dalam pembuatan larutan standard primer yaitu dapat
diperoleh dalam keadaan murni dan rumus struktur yang pasti (H
2
C
2
O
4
.2H
2
O),
beratnya tak berubah saat penimbangan (non-higroskopis), mempunyai
massa molekul relatif dan berat ekivalen yang tinggi (126 g/eq) sehingga
dapat meminimalkan kesalahan saat penimbangan (Effendi, 2008: 76).
Pembuatan larutan standard sekunder NaOH 0,01 M dengan cara
melarutkan 0,4 gram padatan NaOH dengan 50 mL aquades dalam beaker
glass lalu dipindahkan kedalam labu ukur 500 mL dan ditambahkan aquades
hingga tanda batas. Pemilihan NaOH sebagai standard sekunder dikarenakan
NaOH tidak mudah diperoleh dalam bentuk murni karena bersifat higroskopis
dan bereaksi dengan CO
2
di udara (Effendi, 2008: 76).
Untuk membuktikan konsentrasi larutan NaOH yang telah dibuat
adalah 0,1 M maka dilakukan standarisasi menggunakan larutan standar
primer. Hal ini dilakukan dengan cara mengambil 5 mL H
2
C
2
O
4
0,01 M,
dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 mL dan ditambahkan 3 tetes indikator
fenolftalein (pp). Selanjutnya di titrasi dengan menggunakan larutan NaOH
yang telah dibuat. Mencatat volume NaOH yang dibutuhkan saat larutan
H
2
C
2
O
4
+ indikator fenolftalein (pp) berubah dari larutan tidak berwarna
menjadi merah muda (titik akhir titrasi).
Pada percobaan diperoleh titik akhir titrasi, volume rata-rata NaOH
yang dibutuhkan adalah 5,4 mL. Dari hasil analisis data titrasi, diperoleh
konsentrasi NaOH sebesar 0,018 M.
Pemilihan indikator fenolftalein (pp) dikarenakan pada saat pencapaian
titik ekuivalen asam oksalat habis bereaksi dengan NaOH dan menghasilkan
garam a
2

4
sehingga dalam air akan terhidrolisis sebagian dan bersifat
basa. pH larutan garam yang terbentuk ditentukan berdasarkan rumus
12

hidrolisis asam lemah-basa kuat, sehingga besar pH lebih dari 7 dan pH ini
berada pada rentang pH indikator fenolftalein (pp) yaitu 8,2-10,0.
Tahap ke dua yaitu penentuan konsentrasi asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam
aki Zuur. Mula-mula asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur diencerkan sebanyak
1000 kali. Selanjutnya mentitrasi asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur dengan
dua metode titrasi yakni titrasi konvensional dan titrasi potensiometri. Pada
titrasi konvensional 10 mL asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur ditambahkan 3
tetes indikator fenolftalein (pp) kemudian dititrasi dengan larutan standard
NaOH. Penambahan indikator fenolftalein (pp) pada asam sulfat (H
2
SO
4
)
dalam aki Zuur sebelum ditambahkan NaOH berfungsi untuk mengetahui titik
akhir titrasi yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna yakni dari
larutan yang tidak berwarna berubah menjadi warna merah muda. Dari hasil
percobaan titik akhir titrasi terjadi pada saat penambahan NaOH sebanyak
8,2 mL (percobaan ke-1) dan 8 mL (percobaan ke-2). Sehingga didapat
volume rata-rata yang diperlukan dalam titrasi ini 8,1 M. Dengan persamaan
reaksi:
2NaOH(aq) + H
2
C
2
O
4
(aq) Na
2
C
2
O
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Alasan pemilihan indikator fenolftalein (pp) adalah pada titik ekivalen
titrasi antara H
2
SO
4
dan NaOH maka pH larutan adalah sama dengan 7, dan
di titik ekivalen (mol titran dan mol titer adalah sama) belum bisa dideteksi
oleh indikator. Ketika ditambah 1 tetes titran pH akan berubah secara drastis,
dan masuk range indikator. Pada saat masuk darah indikator tersebut disebut
titik akhir titrasi, sehingga indikator fenolftalein (pp) cocok digunakan karena
bekerja pada rentang pH 8,2 10,0.
Metode ke dua yang digunakan untuk menentukan konsentrasi asam
sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur adalah metode potensiometri. Pada metode
potensiometri 10 mL larutan asam sulfat (H
2
SO
4
) dalam aki Zuur yang telah
diencerkan dengan 1000 kali dimasukkan ke dalam beaker glass 100 mL dan
ditambah magnetik stirerr. Tujuan penggunaan magnetik stirerr untuk
menghomogenkan larutan sehingga pH yang didapat mewakili pH larutan.
Kemudian dititrasi dengan larutan standard NaOH dan pH diukur dengan
menggunakan pH meter setiap penambahan 0,5 mL titran. Titrasi dihentikan
saat pH larutan hasil titrasi konstan, dan dicatat volume NaOH yang
dibutuhkan. Titik ekuivalen ditentukan pada pH sebelum terjadinya
peningkatan pH secara tajam, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pH
secara tajam menandakan asam sulfat dalam aki Zuur telah habis bereaksi
dengan NaOH. Karena mol NaOH yang tersisa maka larutan pun akan
bersifat basa sehingga memiliki harga pH yang tinggi, hal ini menyatakan
bahwa larutan telah lewat titik ekivalen. Titik ekivalen terjadi pada
penambahan 8 mL NaOH dengan nilai pH pada percobaan 1 sebesar 7,1 dan
percobaan 2 sebesar 7,7,sehingga rata-rata nilai pH yang dicapai adalah 7,4.
Data hasil titrasi dengan metode potensiometri dapat dilihat pada tabel 3 pada
lampiran dan grafik dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2 pada analisis
dan lampiran.

9. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
1. Konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki Zuur yang
dianalisis menggunakan metode titrasi asidi-alkalimetri (konvensional)
adalah 4,05 M
2. Konsentrasi asam sulfat yang terkandung dalam aki Zuur yang
dianalisis menggunakan metode Potensiometri adalah 4 M

13

Saran
1. Dalam menentukan kadar asam sulfat yang terkandung dalam aki Zuur,
lebih baik menggunakan metode potensiometri karena titik ekivalen
dapat ditentutkan dengan lebih tepat.

10. Daftar Pustaka
Anonim. 2010. Asam Kuat Dalam Rumah Tangga_edit.doc, (Online), (http://
ik.pom.go.id/wp-content/uploads/2011/11/AsamKuatdalamRumahTangga.
pdf, diakses 1 Desember 2013).
Effendi. 2008. A-Level Chemistry for Senior High School Students Based
on KTSP and Cambridge Curriculum Volume 2B. Malang:
Bayumedia.
Ham, M. 2012. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
Housecroft, C.E., Sharpe, A.G. 2005. Inorganic Chemistry 2
nd
dition. Gosport:
Ashford Colour Press Ltd.
Ibnu, M.S., Budiasih, E., Widarti, H. R., Munzil. 2005. Kimia Analitik I. Malang:
UM PRESS
Soebagio, Budiasih, E., Ibnu, M.S., Widarti, H. R., & Munzil. 2003. Kimia Analitik
II. Malang: UM PRESS













14


Lampiran
I. Data Hasil Pengamatan
1. Tabel 1 (Data titrasi standarisasi NaOH)
Titrasi 1 Titrasi 2
Volume awal NaOH pada buret (mL) 0 5,3
Volume akhir NaOH pada buret (mL) 5,3 10,8
Volume larutan NaOH yang digunakan untuk titrasi
(mL)
5,3 5,5
Rata-rata volume larutan NaOH yang digunakan untuk
titrasi (mL)
5,4

2. Tabel 2 (Data titrasi asam sulfat (H2SO4) dalam aki Zuur
menggunakan metode titrasi Asidi-Alkalimetri (konvensional))
Titrasi 1 Titrasi 2
Volume awal NaOH pada buret (mL) 0 8,2
Volume akhir NaOH pada buret (mL) 8,2 16,2
Volume larutan NaOH yang digunakan untuk titrasi
(mL)
8,2 8
Rata-rata volume larutan NaOH yang digunakan untuk
titrasi (mL)
8,1

3. Tabel 3 (Data titrasi asam sulfat (H2SO4) dalam aki Zuur
menggunakan metode titrasi Potensiometri)
Data Potensiometri ke 1
No. VolumeNaOH (mL) pH p p/
1 0 2,3 0 0 0
2 0,5 2,3 0,5 0 0
3 1 2,3 0,5 0 0
4 1,5 2,3 0,5 0 0
5 2 2,3 0,5 0 0
6 2,5 2,4 0,5 0,1 0,2
7 3 2,4 0,5 0 0
8 3,5 2,4 0,5 0 0
9 4 2,5 0,5 0,1 0,2
10 4,5 2,5 0,5 0 0
11 5 2,6 0,5 0,1 0,2
12 5,5 2,6 0,5 0 0
13 6 2,7 0,5 0,1 0,2
14 6,5 2,9 0,5 0,2
0,4
15 7 3,1 0,5 0,2 0,4
16 7,5 3,5 0,5 0,4 0,8
17 8 7,7 0,5 4,2 8,4
18 8,5 9,6 0,5 1,9 3,8
19 9 10,1 0,5 0,5 1
Titik ekivalen
15

20 9,5 10,3 0,5 0,2 0,4
21 10 10,5 0,5 0,2 0,4
22 10,5 10,6 0,5 0,1 0,2
23 11 10,7 0,5 0,1 0,2
24 11,5 10,7 0,5 0 0
25 12 10,7 0,5 0 0

Data Potensiometri ke 2
No. Volume NaOH (mL) pH p p/
1 0 2,3 0 0 0
2 0,5 2,3 0,5 0 0
3 1 2,3 0,5 0 0
4 1,5 2,3 0,5 0 0
5 2 2,3 0,5 0 0
6 2,5 2,3 0,5 0 0
7 3 2,3 0,5 0 0
8 3,5 2,4 0,5 0,1 0,2
9 4 2,4 0,5 0 0
10 4,5 2,5 0,5 0,1 0,2
11 5 2,6 0,5 0,1 0,2
12 5,5 2,6 0,5 0 0
13 6 2,7 0,5 0,1 0,2
14 6,5 2,8 0,5 0,1 0,2
15 7 3 0,5 0,2
0,4
16 7,5 3,5 0,5 0,5 1
17 8 7,1 0,5 3,6 7,2
18 8,5 9,5 0,5 2,4 4,8
19 9 10,1 0,5 0,6 1,2
20 9,5 10,4 0,5 0,3 0,6
21 10 10,5 0,5 0,1 0,2
22 10,5 10,7 0,5 0,2 0,4
23 11 10,7 0,5 0 0
24 11,5 10,7 0,5 0 0
25 12 10,7 0,5 0 0













Titik ekivalen
16



4. Gambar 1



5. Gambar 2








0
2
4
6
8
10
12
0 5 10 15
p
H

Volume NaOH yang Digunakan (mL)
Kurva Titrasi Potensiometri Penentuan
Konsentrasi H
2
SO
4
"Volume NaOH vs pH"
Data
Potensiometri 1
Data
Potensiometri 2
Data
Potensiometri
1 8, 8.4
Data
Potensiometri
2 8, 7.2
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
0 5 10 15

p
H
/

V

Volume NaOH yang Digunakan (mL)
Kurva Titrasi Potensiometri Penentuan
Konsentrasi H
2
SO
4
"Volume NaOH vs
pH/V" Data
Potensiometri 1
Data
Potensiometri 2
17



II. Jadwal Praktikum
Tema : Penetapan Konsentrasi Asam dan/atau Basa
Judul praktikum : Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dalam Aki Zuur
Tujuan praktikum :1. Mengetahui konsentrasi asam sulfat yang terkandung
dalam akiZuur yang dianalisis menggunakan metode
titrasi alkalimetri.
2. Mengetahui konsentrasi asam sulfat yang terkandung
dalam akiZuur yang dianalisis menggunakan metode
titrasi potensiometri.
3. Mengetahui konsentrasi asam sulfat yang terkandung
dalam akiZuur yang dianalisismenggunakan metode
titrasi konduktometri.
Hari/Tanggal Kegiatan Pratikum
Rabu,
11Desember 2013
- Mempersiapkan alat dan bahan percobaan

Kamis,
12 Desember 2013
- Membuat larutan asam oksalat 0,01 M sebanyak 100
mL
- Membuat larutan NaOH 0,01 M sebanyak 500 mL
- Melakukan standardisasi larutan NaOH 0,01 M
dengan larutan standar primer asam oksalat 0,01 M
dengan metode titrasi asidi-alkalimetri dengan
sampel asam oksalat sebanyak 5 mL
- Melakukan preparasi sampel aki Zuur dengan
melakukan 1000x pengenceran
- Menentukan konsentrasi asam sulfat dalam air aki
dengan metode titrasi asidi-alkalimetri dengan
sampel aki Zuur yang telah diencerkan 1000x
sebanyak 10 mL
- menentukan konsentrasi asam sulfat dalam air aki
dengan metode titrasi potensiometri dengan sampel
aki Zuur yang telah diencerkan 1000x sebanyak 10
mL
- Menentukan konsentrasi asam sulfat dalam air aki
dengan metode titrasi konduktometri tidak dapat
dilakukan karena alat yang digunakan tidak tersedia







18


III. Diagram Alir Langkah Kerja Praktikum
1. Membuat Larutan H
2
C
2
O
4
.2H
2
O 0,01 M
Perhitungan: M
r
H
2
C
2
O
4
.2H
2
O = 126 g/mol
Volume H
2
C
2
O
4
.2H
2
O = 100 mL = 0,1 L
Mol H
2
C
2
O
4
.2H
2
O

= V x M H
2
C
2
O
4
.2H
2
O


= 0,1 L x 0,1 M
= 0,01 mol
Massa H
2
C
2
O
4
.2H
2
O

= mol H
2
C
2
O
4
.2H
2
O

x M
r
H
2
C
2
O
4
.2H
2
O

= 0,01 mol x 126 g/mol
= 0,126 g











2. Membuat Larutan NaOH 0,01 M
Perhitungan: M
r
NaOH = 40 g/mol
Volume NaOH = 500 mL = 0,5 L
mol NaOH = V x M NaOH
= 0,5 L x 0,01 M
= 0,005 mol
massa NaOH = mol NaOH x Mr NaOH
= 0,005 mol x 40 g/mol
= 0,2 g

















0,126 g Kristal
H
2
C
2
O
4
.2H
2
O
Larutan Asam Oksalat
100 mL Larutan Asam Oksalat 0,01
M
dimasukkan dalam beaker glass 100 mL
dilarutkan dengan 50 mL aquades
dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL
tambahkan aquades hingga 100 mL
kocok hingga homogen
dimasukkan dalam beakes glass 100 mL
dilarutkan dengan 50 mL aquades
dimasukkan dalam labu ukur 500 mL
0,2 g NaOH
Larutan NaOH
500 mL Larutan NaOH 0,01 M
tambahkan aquades hingga 500 mL
kocok hingga homogen
19


3. Standardisasi Larutan NaOH dengan Larutan Standar Primer Asam
Oksalat 0,1 M dengan Metode Titrasi Alkalimetri
















Tabel 1. Standardisasi Larutan NaOH dengan Larutan Standar Primer Asam
Oksalat 1 M dengan Metode Titrasi Alkalimetri

No.
Volume asam
oksalat 0,1 M
(mL)
Volume NaOH
0,1 M (mL)
1. 5
2. 5

Perhitungan:
Jumlah mol H
2
C
2
O
4
= [H
2
C
2
O
4
] X volume H
2
C
2
O
4

= 0,01 M X 5 mL
= 0,05 mmol
Reaksi Selama Proses Standarisasi
2NaOH(aq) + H
2
C
2
O
4
(aq) Na
2
C
2
O
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Berdasakan persamaan reaksi pada proses standarisasi, pada saat titik ekivalen
0,05 mmol H
2
C
2
O
4
akan habis bereaksi dengan 0,1 mmol NaOH, sehingga
konsentrasi NaOH dapat ditentukan sebagai berikut:
[a]
01 mmol a
olume a yang dibutukan untuk titrasi


4. Preparasi Sampel
- Pengenceran sampel tahap I




diambil dengan menggunakan pipet volume 10 mL
dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
ditambahkan dengan aquades sampai tanda batas.
dikocok hingga homogen.
10 mL sampel
100 mL sampel dengan pengenceran 10 x
titrasi diulangi sebanyak dua kali dan cek perubahan pH
yang terjadi hingga perubahan pH konstan

ditambahkan 3 tetes indikator PP
dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M hingga warna larutan asam oksalat
berubah menjadi berwarna merah muda
Campuran larutan H
2
C
2
O
4
0,01 M
dan larutan NaOH
Larutan campuran
dicatat volume NaOH yang digunakan untuk titrasi dalam tabel 1
10 mL larutan asam oksalat dalam erlenmeyer 250 mL
Larutan campuran pH konstan
20

- Pengenceran sampel tahap II

Perhitungan:
Sampel yang digunakan adalah aki Zuur kemasan 1 L yang mengandung 30%
H
2
SO
4
, dengan massa jenis 1,28 g/mL
Dalam tiap 1000 mL larutan aki Zuur, terdapat 300 mL H
2
SO
4
dan 700 mL H
2
O,
maka massa H
2
SO
4
dalam aki Zuur dapat ditentukan sebagai berikut:
= massa
2

4
volume
2

4

12
g
m

=
massa
2

4
30 m

massa
2

4
= 12
g
m
30 m
= 384 gram
Massa H
2
SO
4
yang didapatkan, kemudian dirubah dalam satuan mol sesuai
dengan perhitungan berikut:
mol
2

4
=
massa
2

4


=
34 gram

gram
mol


= 3,918 mol
Jumlah mol H
2
SO
4
yang didapatkan, kemudian dirubah dalam Molaritas sesuai
dengan perhitungan berikut:
[
2

4
] =
mol
2

4
volume
2

4


=
31 mol
1


= 31
mol


= 3,918 M
Reaksi netralisasi H
2
SO
4
menggunakan NaOH dapat ditulis sebagai berikut:
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Berdasarkan reaksi netralisasi diatas, pada titik ekivalen 0,002 mol NaOH akan
habis bereaksi dengan 0,001 mol H
2
SO
4
, namun didalam aki Zuur, H
2
SO
4
yang
terkandung berjumlah 3,198 mol, sehingga perlu dilakukan pengenceran 1000
kali hingga mendapatkan H
2
SO
4
0,0039 mol.






diambil dengan menggunakan pipet volume 1 mL
dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
ditambahkan dengan aquades sampai tanda batas.
dikocok hingga homogen.
1 mL sampel dengan pengenceran 10 x

100 mL sampel dengan pengenceran 1000 x
21

5. Penentuan Konsetrasi Asam Sulfat dalam Air Aki Zuur dengan Metode
Titrasi Alkalimetri













Tabel 2. Tabel Volume NaOH yang dibutuhkan untuk Penentuan Konsentrasi
Asam Sulfat dengan Metode Titrasi Alkalimetri
Titrasi 1 Titrasi 2
Volume awal NaOH pada buret (mL)
Volume akhir NaOH pada buret (mL)
Volume larutan NaOH yang
digunakan untuk titrasi (mL)

Rata-rata volume larutan NaOH yang
digunakan untuk titrasi (mL)


Perhitungan:
Persamaan reaksi yang terjadi selama proses titrasi adalah sebagai berikut:
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Pada saat titik ekivalen:
1. Perbandingan mol NaOH : H
2
SO
4
adalah 2 : 1
2. Jika NaOH yang digunakan sebesar 0,1 mmol, maka jumlah mol H
2
SO
4

pada saat titik ekivalen adalah 0,05 mmol, sehingga konsentrasi H
2
SO
4

setelah pengenceran 1000X dapat ditentukan sebagai berikut:
[
2

4
]
1000

0005 mmol
2

4
olume
2

4
yang dibutukan untuk titrasi

3. Konsentrasi H
2
SO
4
aki Zuur ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut
[
2

4
] [
2

4
]
1000
1000
Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat diketahui konsentrasi asam sulfat
dalam air Aki Zuur dengan menggunakan metode titrasi alkalimetri.






volume akhir titran dalam buret dicatat
volume titran yang terpakai dihitung dan dicatat dalam Tabel 2
titrasi diulangi hingga diperoleh tiga data titrasi
Larutan berwarna merah muda
Data titrasi
10 mL sampel yang telah diencerkan 1000X dalam Erlenmeyer 250 mL
ditambahkan 3 tetes indicator PP
dittrasi dengan NaOH standar hingga larutan berubah warna dari tidak
berwarna menjadi berwarna merah muda dan warna yang terbentuk stabil
22

dikalibrasi dengan larutan buffer
pH 7

Buat kurva titrasi p/ versus volume titran
Tentukan titik ekuivalen
Hitung nilai konsentrasi asam Sulfat

dititrasi lagi dan cek perubahan pH dengan pH meter hingga perubahan
pH konstan

Campuran larutan asam Sulfat
dan larutan NaOH
Larutan campuran
diaduk
dicatat pH yang terukur tiap penambahan 0,5 mL NaOH pada Tabel 3
pH meter
Larutan campuran pH konstan
dimasukkan ke dalam beaker glass 100 mL
diletakkan beaker glass di atas magnetic stirrer
dititrasi dengan penambahan 0,5 mL larutan NaOH
10 mL sampel encer
M Asam Sulfat
6. Penentuan Konsetrasi Asam Sulfat dalam Air Aki Zuur dengan Metode
Titrasi Potensiometri






















Tabel 3. Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dengan Metode Titrasi
Potensiometri
No.
Volume NaOH
0,5 M (mL)
pH No.
Volume NaOH
0,5 M (mL)
pH
1. 0,5 16. 8
2. 1 17. 8,5
3. 1,5 18. 9
4. 2 19. 9,5
5. 2,5 20. 10
6. 3 21. 10,5
7. 3,5 22. 11
8. 4 23. 11,5
9. 4,5 24. 12
10. 5 25. 12,5
11. 5,5 26. 13
12. 6 27. 13,5
13. 6,5 28. 14
14. 7 29. 14,5
15. 7,5 30. 15



23

Perhitungan:
Persamaan reaksi yang terjadi selama proses titrasi adalah sebagai berikut:
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Pada saat titik ekivalen:
1. Perbandingan mol NaOH : H
2
SO
4
adalah 2 : 1
2. Jika NaOH yang digunakan sebesar 0,1 mol, maka jumlah mol H
2
SO
4
pada
saat titik ekivalen adalah 0,05 mol, sehingga konsentrasi H
2
SO
4
setelah
pengenceran 1000X dapat ditentukan sebagai berikut:
[
2

4
]
1000

005 mmol
2

4
olume
2

4
yang dibutukan untuk titrasi

3. Konsentrasi H
2
SO
4
aki Zuur ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut
[
2

4
] [
2

4
]
1000
1000
Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat diketahui konsentrasi asam sulfat dalam
air Aki Zuur dengan menggunakan metode titrasi potensiometri.
7. Penentuan Konsetrasi Asam Sulfat dalam Air Aki Zuur dengan Metode
Titrasi Konduktometri


























Tabel 4. Penentuan Konsentrasi Asam Sulfat dengan Metode Titrasi
Konduktometri
No.
Volume NaOH
0,5 M (mL)
pH No.
Volume NaOH
0,5 M (mL)
pH
1. 0,5 13. 6,5
2. 1 14. 7
3. 1,5 15. 7,5
nilai konduktansi tiap penambahan titran dicatat.
titrasi dilakukan hingga diperoleh nilai konduktansi
mengalami peningkatan
diaduk dengan magnetic stirrer
tombol cond pada konduktometri ditekan
nilai konduktansi (volume NaOH= 0 mL) dicatat
tombol stand by setela pembacaan nilai konduktansi selesai ditekan
Campuran larutan asam Sulfat
dan larutan NaOH
Larutan campuran dengan titik akhir titrasi
dimasukkan dalam mikroburet
titran dialirkan dengan tekan
tombol Go tetes demi tetes
Konsentrasi larutan Asam Sulfat
10 mL sampel encer dalam beaker glass 250 mL
Larutan asam Sulfat + 0 mL NaOH
tombol stand by ditekan
sel konduktometer diangkat dari beaker glass, bilas dengan
aquades, keringkan dengan tisu.
kurva titrasi volum titran vs nilai konduktansi.
konsentrasi larutan asam sulfat dihitung.
NaOH
24

4. 2 16. 8
5. 2,5 17. 8,5
6. 3 18. 9
7. 3,5 19. 9,5
8. 4 20. 10
9. 4,5 21. 10,5
10. 5 22. 11
11. 5,5 23. 11,5
12. 6 24. 12


Perhitungan:
Persamaan reaksi yang terjadi selama proses titrasi adalah sebagai berikut:
2NaOH(aq) + H
2
SO
4
(aq) Na
2
SO
4
(aq) + 2H
2
O(l)
Pada saat titik ekivalen:
1. Perbandingan mol NaOH : H
2
SO
4
adalah 2 : 1
2. Jika NaOH yang digunakan sebesar 0,1 mol, maka jumlah mol H
2
SO
4
pada
saat titik ekivalen adalah 0,05 mol, sehingga konsentrasi H
2
SO
4
setelah
pengenceran 1000X dapat ditentukan sebagai berikut:
[
2

4
]
1000

005 mmol
2

4
olume
2

4
yang dibutukan untuk titrasi

3. Konsentrasi H
2
SO
4
aki Zuur ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut
[
2

4
] [
2

4
]
1000
1000
Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat diketahui konsentrasi asam sulfat
dalam air Aki Zuur dengan menggunakan metode titrasi konduktometri.