Anda di halaman 1dari 8

19

BAB III
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI VITAMIN B
12

(CYANOCOBALAMIN) PERORAL DAN INTRAMUSKULAR PADA
GERIATRI DENGAN ANEMIA MEGALOBLASTIK DARI SEGI
ISLAM.

3.1 Vitamin B
12

Vitamin B
12
(cyanocabalamin) adalah mikronutrien yang penting
untuk pematangan sel darah merah, menunjang fungsi sistem saraf. ( Bussey,
Lynn Ann, Rothfels dan Peter, 2003).
Dari segi Islam, vitamin B
12
adalah zat yang dibutuhkan tubuh tidak
hanya dalam jumlah yang banyak tetapi dari sumber yang halal dan baik. Hal
ini sebagaimana telah dijelaskan dalam Kitab Al-Quran surah Al-Maidah (5)
ayat 88. Allah SWT bersabda,




Artinya : Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah
Telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu
beriman kepada-Nya



20

Semua makanan yang dikonsumsi mengandung vitamin. Sebagai umat Islam
seharusnya dapat memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi dengan
selalu memperhatikan makanannya. Allah SWT memerintah manusia untuk
selalu memperhatikan makanannya, seperti firman Allah SWT


"Maka seharusnya manusia memperhatikan makanannya" (QS Abasa (80) :
24).
3.2. Anemia Megalobastik Pada Geriatri
Anemia megaloblastik disebabkan karena kekurangan asam folat
atau vitamin B
12
yang menyebabkan gangguan hematologi dengan
gambaran darah khas terdiri dari, eritrosit oval besar, hipersegmentasi
neutrofil dan trombosit normal besar. (Herndon, 2012).
Lansia yang menderita anemia megaloblastik akan mengalami
gejala gastrointestinal seperti, anorexia, konstipasi, diare, nyeri abdomen,
kehilangan berat badan, dan glositis. Perubahan neurologis dapat terjadi
pada tahap kronik seperti, ataksia, demensia, gangguan psikiatri, gangguan
memori, dan perubahan gait. (Antoinette M. Kuzminski, Eric J. Del
Giacco, Robert H. Allen, Sally P. Stabler and John Lindenbaum, 2013).
Gejala gejala tersebut menyebabkan penderita tidak mampu
menjalankan ibadah dengan sempurna. Syariat Islam dibangun di atas
ajaran yang mudah dan ringan. Allah SWT memberikan keringanan bagi

21

hamba yang memiliki kesulitan dalam menjalankan ibadah agar mereka
dapat melaksanakan ibadah tanpa mengalami kesulitan.


Allah SWT berfirman Qs. Al-Baqarah 286











Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang
berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum
kami.

Dalam ayat lain, Allah Taala berfirman,


Maka bertakwalah kamu kepada Allah SWT menurut kesanggupanmu
(At Taghabun:16).

Allah SWT juga memberikan petunjuk bagi umat manusia yang
tidak mampu menjalankan ibadah terutama shalat. Para ulama sepakat
bahwa bagi yang tidak mampu berdiri, maka diperbolehkan shalat dengan
posisi duduk. Jika tidak mampu duduk, shalat dengan posisi berbaring
miring dengan wajah menghadap kiblat, dan dianjurkan memiringkan

22

"

( "

)
Bahwa Allah yang menurunkan penyakit dan obat, serta menjadikan
setiap penyakit obatnya, berobatlah, dan jangan berobat dengan yang
haram
tubuh ke kanan. Jika tidak mampu shalat sambil berbaring miring, maka
terlentang.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW,






Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu maka shalatlah sambil
duduk. Jika tidak mampu, shalatlah sambil berbaring miring. Jika tidak
mampu, shalatlah sambil berbaring terlentang (HR. Abudaud).


3.3 Terapi Oral dan Intramuskular Pada Geriatri Dengan Anemia
Megaloblastik.

Hukum berobat adalah sunah. Telah diriwayatkan dalam Hadist
yang menyebutkan tentang perlunya berobat. (Dr. H. Zuhroni. MA.,
2007).







23

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu
Hurairah bahwasanya Nabi bersabda,


Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya
Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah dia berkata bahwa Nabi
bersabda,


Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan
penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa
Taala. (HR. Muslim)
Pada tahun 2008, Andres et al melaporkan dalam literaturnya bahwa
dalam praktek klinis, pemberian secara oral masih belum valid apabila
diberikan dalam jangka waktu yang lama karena apabila ditelaah secara
selular dan biokimia tidak ada relasi antara pemberian oral dan defisiensi
vitamin B12 dalam kasus gangguan biokimia sebagai jalur absorbsi vitamin
B12. Kecuali, apabila pemberian oral diberikan pada pasien yang mengalami
kekurangan asupan vitamin B12 dan FCM.
Injeksi intramuskular adalah pekerjaan besar bagi dokter dan
menyakitkan bagi pasien, dimana reaksi yang serius yang mungkin terjadi
namun jarang yaitu pada pasien yang sedang mendapat terapi antikoagulan

24

dan juga cost yang dikeluarkan lebih tinggi karena dokter harus melakukan
home visit untuk memberikan injeksi vitamin B12.
Dibutuhkan sikap profesional dokter untuk melakukan keterampilan
melakukan injeksi, meresepkan dan memberikan edukasi kepada pasien
tentang obat yang diberikan. Nabi juga berfatwa, bahwa dokter atau ahli
pengobatan harus profesional, jika ada seseorang mengaku dan bertindak
sebagai dokter atau sejenisnya padahal bukan, maka jika dalam praktiknya
terjadi kesalahan (mal praktik), ia harus bertanggung jawab atas kelalaiannya
itu. (Dr. H. Zuhroni. MA., 2010).
Siapa saja yang memberi pengobatan padahal ia tidak menguasai
ilmunya, maka ia mesti menanggung (nya) (HR. Ibnu Majah, al-Dar Quthni,
Abu Dawud, al-Nasal, dan al- hakim dari Amr bin Syuaib).

Pemberian oral vitamin B12 dapat menghindari tertularnya penyakit
akibat jarum suntik antar pasien dan tenaga medis dibantungkan dengan
pemberian secara intramuskular. Maka dari itu, perlunya menghindari
penularan penyakit dan karantina. Fatwa Nabi terhadap kesehatan dan
individu juga dapat dilihat dalam sejumlah Hadist yang menganjurkan agar
menjauhkan diri dari pengaruh berbagai penyakit menular, menjauhkan diri
dari zona yang sedang terjangkit wabah virus penyakit berbahaya, seperti al-
Thaun, al-Barash, al- Waba, al-Bala, al- Judzam, dan sejenisnya. Secara
khusus Nabi menganjurkan mohon perlindungan dari berbagai penyakit
tersebut. (Dr. H. Zuhroni, MA., 2007)

25

) (
Agar menghindarkan diri dan lari dari penyakit al- Juzam, bagai lari
dari singa. Nabi berdoa agar dijauhkan dari penyakit penyakit berat,
misalnya :
Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari penyakit al-Barash, gila,
al- Judzam dan buruknya penyakit (HR. Al-Thabarani, Ibnu Hibban, Abu
Dawud, dan Ahmad dari Anas bin Malik).

Al-Thaun adalah wabah penyakit yang bersifat umum, meliputi
berbagai jenis virus yang penularannya melalui udara dan berakibat dapat
menyerang fisik. Kata al-Barash stadium dini diterjemahkan penyakit kusta,
pasiennya disebut al-Abrash. Pada stadium lanjut yang ditandai cacat pada
anggota tubuh disebut al-Judzam, kadang untuk menyebut albinisme, al-
Waba, menurut sebagian ahli bahsa sama dengan at-Thaun, kadang mati
termasuk didalamnya. (Dr. H. Zuhroni, MA., 2010).
Biaya terapi vitamin B
12
oral atau intramuskular tidaklah murah maka,
penting bagi umat manusia untuk meminta kesehatan kepada Allah SWT.
Seperti sabda Nabi Muhammad SAW,
Mintalah kesehatan kepada Allah SWT di dunia dan diakhirat (HR Ahmad al
Turmudzi dan Baazir)









26

Diriwayatkan oleh HR Ahmad Al Turmudzi pada Hadist lainnya
"Mintalah kalian ampunan dan kesehatan, tak ada anugerah yang diberikan
kepada seseorang setelah keyakinan lebih baik dari kesehatan." (HR. al-
Turmudzi).

Berdasarkan ayat diatas, dr. Ahmad Zain, MA menjelaskan bahwa kesehatan
adalah nikmat yang sering diabaikan umat manusia. Kesehatan adalah berkah
dari Allah SWT dan penting bagi umat manusia untuk meminta nikmat sehat
pada-Nya.