Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Agama Islam yang berdasarkan al-Quran dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi
kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan
juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja
ini, Rasulullah SAW bersabda:
!"# $%&' ()*+ ,-./0 1&23 45 678' ()*+ "7)490 1&2
:;ekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk
akhiratmu seakan-akan kamu mati bes<k=> ?@A
Balam ungkapan lain dikatakan juga, :Cangan di atas lebih baik dari pada tangan di baDah,
Eemikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Eukmin yang kuat lebih baik dari pada
mukslim yang lemah= Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja=> Fyatanya kita kebanyakan
bersikap dan bertingkah laku justru berlaDanan dengan ungkapan-ungkapan tadi=
Gadahal dalam situasi gl<balisasi saat ini, kita dituntut untuk menunjukkan et<s kerja yang
tidak hanya rajin, gigih, setia, akan tetapi senantiasa menyeimbangkan dengan nilai-nilai
Islami yang tentunya tidak b<leh melampaui rel-rel yang telah ditetapkan al-Quran dan as-
Sunnah=
B. Rumusan Masalah
;erdasarkan latar belakang masalah di atas maka pemakalah merumskan masalah yang akan di
bahas dalam makalah ini antara lain sebagai berikut:
@= Apa Redaksi Hadist mengenai Ht<s Ierja Se<rang EuslimJ
K= ;agaimana Genjelasan Eengenai Hadist Ht<s IerjaJ
L= ;agaimana Aspek M aspek pekerjaan dalam IslamJ
N= ;agaimana Oiri MOiri et<s kerja dalam IslamJ
P= ;agaimana Oiri etika Ierja dalam IslamJ
C. Tujuan
1
Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenihi persyaratan Qeadership
AdRanOe Craining SQACT Gelajar Islam Ind<nesia di Sumatra ;arat serta untuk menambah
pengetahuan kita semua dalam memahami et<s kerja yang sesungguhnya dalam islam=
BAB 2
PEMBAHASAN
I. Reaks! Ha!s
"##$ %##&' (%##)* +,- .$ /0 12304 56789 :; <1,=> ?&,- @ 4 +,A @ 4 BC=D EF <EF ?G- @4 4 HID J%9%K HL M N9 30
?OGP9 >4 ?&6O&Q 4304 BRS9 :M
Abu hurairah r=a berkata: Rasulullah SAW bersabda: :Uika sese<rang itu pergi menOari kayu,
lalu di angkat seikat kayu di atas punggungnya Syakni untuk di jual di pasarT maka itu lebih
baik baginya daripada minta kepada sese<rang baik di beri atau di t<lak> SH=R ;ukhari dan
EuslimT
2
II. Penjelasan Ha!s tentang EtTs Uerja
Ht<s kerja ialah suatu sikap jiDa sese<rang untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan
perhatian yang penuh= Eaka pekerjaaan itu akan terlaksana dengan sempurna Dalaupun
banyak kendala yang harus diatasi, baik karena m<tiRasi kebutuhan atau karena tanggung
jaDab yang tinggi=
Hth<s berasal dari bahasa Vunani yang berarti sikap, kepribadian, Datak, karakter serta
keyakinan atas sesuatu= Sikap ini tidak saja dimiliki <leh indiRidu, tetapi juga <leh kel<mp<k
bahkan masyarakat= Hth<s dibentuk <leh berbagai kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem
nilai yang diyakininya=
Bari kata et<s ini dikenal pula kata etika yang hamper mendekati pada pengertian akhlak atau
nilai-nilai yang berkaitan dengan baik buruk m<ral sehingga dalam et<s tersebut terkandung
gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan sesuati seOara <ptimal lebih baik dan
bahkan berupaya untuk menOapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin=
Ht<s kerja se<rang muslim adalah semangat untuk menapaki jalan lurus, dalam hal mengambil
keputusan pun, para pemimpin harus memegang amanah terutama para hakim= Hakim
berlandaskan pada et<s jalan lurus tersebut sebagaimana BaDud ketika ia diminta untuk
memutuskan perkara yang adil dan harus didasarkan pada nilai-nilai kebenaran, maka berilah
keputusan ShukumlahT di antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari
kebenaran dan tunjuklah SpimpinlahT kami ke jalan yang lurus SQS= Ash Shaad : KKT
III. AsVek Pekerjaan alam Islam
Aspek pekerjaan dalam Islam meliputi empat hal yaitu :
aW Memenuh! keXutuhan sen!r!
Islam sangat menekankan kemandirian bagi pengikutnya= Se<rang muslim harus mampu hidup
dari hasil keringatnya sendiri, tidak bergantung pada <rang lain= Hal ini diantaranya terOermin
dalah hadist berikut :
HYR##9 1##Z ?##,[0M 1230M \'R9 :; <1,=> ?&,- @4 +,A @4 BC=D B]F <B]F ?G- @4 HID ^4CO_4 "L %&L/_4 @4 3[- HLM "-
.(C##OG$ >M (C##6-M`a]##G_4 BR##S9 :M "##$ ?##_ %b ##&' `?)c> ])L @4 de&Q `])O&[&Q (%)* +,- 5
f
60 "$ .f $/8L HYR&Q `E[g_4
hD]i[_4 (4>D=
Bari Abu Abdillah yaitu aW-Xubair bin al-ADDam r=a=, katanya: :Rasulullah s=a=D= bersabda:
:FisOayalah jikalau sese<rang dari engkau semua itu mengambil tali-talinya M untuk mengikat
M lalu ia datang di gunung, kemudian ia datang kembali M di negerinya M dengan membaDa
3
seb<ngk<kan kayu bakar di atas punggungnya, lalu menjualnya,kemudian dengan Oara
sedemikian itu Allah menahan Dajahnya M yakni diOukupi kebutuhannya, maka hal yang
semaOam itu adalah lebih baik baginya daripada meminta-minta sesuatu pada <rang-<rang,
baik mereka itu suka memberinya atau men<laknya=> SRiDayat ;ukhariT
Rasullullah memberikan O<nt<h kemandirian yang luar biasa, sebagai pemimpin nabi dan
pimpinan umat Islam beliau tak segan menjahit bajunya sendiri, beliau juga seringkali turun
langsung ke medan jihad, mengangkat batu, membuat parit, dan melakukan pekerjaan-
pekerjaan lainnya=
Gara sahabat juga memberikan O<nt<h bagaimana mereka bersikap mandiri, selama sesuatu itu
bisa dia kerjakan sendiri maka dia tidak akan meminta t<l<ng <rang lain untuk
mengerjakannya= Y<nt<hnya, ketika mereka menaiki unta dan ada barangnya yang jatuh maka
mereka akan mengambilnya sendiri tidak meminta t<l<ng lain=
XW Memenuh! keXutuhan keluarga
;ekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang menjadi tanggungannya adalah keDajian
bagi se<rang muslim, hal ini bisa dilihat dari hadist berikut :
(%FM> 12]8_4 ?88A> j>4j CLM> 3P0M (4>D klCm9 "$ n&o9 :M ]
p
PZq r%P_]L +s2 k<t1,=> ?&,- @4 +,AW@4 BC=D B]F
u]O_4 "L >%P- "L4 @43[- N930 "$ H[K\_4=
Rasulullah saD bersabada, :Yukuplah sese<rang dianggap berd<sa jika ia menelantarkan
<rang-<rang yang menjadi tanggung jaDabnya>= SHR= Ahmad, Abu Baud dan al-HakimT
EenginfaZkan harta bagi keluarga adalah hal yang harus diutamakan, baru kemudian pada
lingkungan terdekat, dan kemudian lingkungan yang lebih luas=
vW UeVent!ngan seluruh makhluk
Gekerjaan yang dilakukan sese<rang bisa menjadi sebuah amal jariyah baginya, sebagaimana
disebutkan dalam hadist berikut :
.##P&)L >M :]##Swq >M %##&x ?G$ E2R&Q ]-Dy zD/9 >M ]=%{ a%|9 1,S$ "$ ]$ k < 1,=> ?&,- @4 +,A H[G_4 B]F }wM "-
.F3A ?L ?_ :]2 ~q
Bari Anas, Rasulullah saD bersabda, :Cidaklah se<rang mukmin menanam tanaman, atau
menabur benih, lalu burung atau manusia atau heDan pun makan darinya keOuali pasti bernilai
sedekah baginya>= SHR ;ukhariT
4
Balam era m<dern ini banyak sekali pekerjaan kita yang bisa bernilai sebagai amal jariyah=
Eisalnya kita membuat aplikasi atau tekhn<l<gi yang berguna bagi umat manusia= Iarenanya
umat Islam harus Oerdas agar bisa menghasilkan pekerjaan-pekerjaan yang bernilai amal
jariyah=
W Bekerja seXaga! uju Venghargaan terhaaV Vekerjaan !tu sen!r!
Islam sangat menghargai pekerjaan, bahkan seandainya kiamat sudah dekat dan kita yakin
tidak akan pernah menikmati hasil dari pekerjaan kita, kita tetap diperintahkan untuk bekerja
sebagai Dujud penghargaan terhadap pekerjaan itu sendiri= Hal ini bisa dilihat dari hadist
berikut :
:M z]67##=4 :##Q .,&##SQ 1230M 39 HQ > .-]S_4 $]F :q k < B]F 1,=> ?&,- @4 +,A H[G_4 "- ?G- @4 HID }wM "-
])=%|&,Q ])=%|9 +70 ^CmY ~ k
Bari Anas RA, dari Rasulullah saD, beliau bersabda, :Uika hari kiamat terjadi, sedang di
tanganmu terdapat bibit tanaman, jika ia bisa duduk hingga dapat menanamnya, maka
tanamlah : SHR ;ukhari dan EuslimT=?LA
I. C!r! C!r! EtTs Uerja Islam!
Ban dalam batas-batas tertentu, Oiri-Oiri et<s kerja islami dan Oiri-Oiri et<s kerja tinggi pada
umumnya banyak keserupaannya, utamanya pada dataran lahiriahnya= Yiri-Oiri tersebut antara
lain :
a. Ba!k an Bermanaat
Islam hanya memerintahkan atau menganjurkan pekerjaan yang baik dan bermanfaat bagi
kemanusiaan, agar setiap pekerjaan mampu memberi nilai tambah dan mengangkat derajat
manusia baik seOara indiRidu maupun kel<mp<k=
X. UemantaVan atau Verevtness
Iualitas kerja yang mantap atau perfeOt merupakan sifat pekerjaan Cuhan SbaOa: RabbaniT,
kemudian menjadi kualitas pekerjaan yang islami yang berarti pekerjaan menOapai standar
ideal seOara teknis= [ntuk itu, diperlukan dukungan pengetahuan dan skill yang <ptimal=
Balam k<nteks ini, Islam meDajibkan umatnya agar terus menambah atau mengembangkan
ilmunya dan tetap berlatih=
v. Uerja Ueras Tekun an Ureat!.
5
Ierja keras, yang dalam Islam diistilahkan dengan mujahadah dalam maknanya yang luas
seperti yang didefinisikan <leh [lama adalah >istifragh ma fil Dusi>, yakni mengerahkan
segenap daya dan kemampuan yang ada dalam merealisasikan setiap pekerjaan yang baik=
Bapat juga diartikan sebagai m<bilisasi serta <ptimalisasi sumber daya= Sebab, sesungguhnya
Allah SWC telah menyediakan fasilitas segala sumber daya yang diperlukan, tinggal peran
manusia sendiri dalam mem<bilisasi serta mendaya gunakannya seOara <ptimal, dalam rangka
melaksanakan apa yang Allah ridhai=
. BerkTmVet!s! an TTlTngmenTlTng
Al-Quran dalam beberapa ayatnya menyerukan persaingan dalam kualitas amal shalih= Gesan
persaingan ini kita dapati dalam beberapa ungkapan Qurani yang bersifat :amar> atau
perintah, seperti :fastabiZul khairat> Smaka, berl<mba-l<mbalah kamu sekalian dalam
kebaikan= \leh karena dasar semangat dalam k<mpetisi islami adalah ketaatan kepada Allah
dan ibadah serta amal shalih, maka Dajah persaingan itu tidaklah seram] saling mengalahkan
atau meng<rbankan= Akan tetapi, untuk saling membantu StaaDunT=
e. Xjekt! tujurW
Sikap ini dalam Islam diistilahkan dengan shidiZ, artinya mempunyai kejujuran dan selalu
melandasi uOapan, keyakinan dan amal perbuatan dengan nilai-nilai yang benar dalam Islam=
Cidak ada k<ntradiksi antara realita dilapangan dengan k<nsep kerja yang ada= Balam dunia
kerja dan usaha kejujuran ditampilakan dalam bentuk kesungguhan dan ketepatan, baik
ketepatan Daktu, janji, pelayanan, mengakui kekurangan, dan kekurangan tersebut diperbaiki
seOara terus-menerus, serta menjauhi dari berbuat b<h<ng atau menipu
. D!s!Vl!n atau UTnsekuen
Selanjutnya sehubungan dengan Oiri-Oiri et<s kerja tinggi yang berhubungan dengan sikap
m<ral yaitu disiplin dan k<nsekuen, atau dalam Islam disebut dengan amanah= Sikap
bertanggungjaDab terhadap amanah merupakan salah satu bentuk akhlaZ bermasyarakat seOara
umum, dalam k<nteks ini adalah dunia kerja= Allah memerintahkan untuk menepati janji
adalah bagian dari dasar pentingnya sikap amanah=Uanji atau uZud dalam ayat tersebut
menOakup seluruh hubungan, baik dengan Cuhan, diri sendiri, <rang lain dan alam semesta,
atau bisa dikatakan menOakup seluruh Dilayah tanggung jaDab m<ral dan s<sial manusia=
[ntuk menepati amanah tersebut dituntut kedisiplinan yang sungguh-sungguh terutama yang
berhubungan dengan Daktu serta kualitas suatu pekerjaan yang semestinya dipenuhi=
6
g. UTns!sten an Ist!amah
IstiZamah dalam kebaikan ditampilkan dalam keteguhan dan kesabaran sehingga
menghasilkan sesuatu yang maksimal= IstiZamah merupakan hasil dari suatu pr<ses yang
dilakukan seOara terus-menerus= Gr<ses itu akan menumbuh-kembangkan suatu sistem yang
baik, jujur dan terbuka, dan sebaliknya keburukan dan ketidakjujuran akan tereduksi seOara
nyata= \rang atau lembaga yang istiZamah dalam kebaikan akan mendapatkan ketenangan dan
sekaligus akan mendapatkan s<lusi daris segala pers<alan yang ada= Inilah janji Allah kepada
hamba-Fya yang k<nsisten^istiZamah=
h. Pervaa !r! an Ueman!r!an
Sesungguhnya daya in<Rasi dan kreatiRitas hanyalah terdapat pada jiDa yang merdeka, karena
jiDa yang terjajah akan terpuruk dalam penjara nafsunya sendiri, sehingga dia tidak pernah
mampu mengaktualisasikan aset dan kemampuan serta p<tensi ilahiyah yang ia miliki yang
sungguh sangat besar nilainya= Semangat berusaha dengan jerih payah diri sendiri merupakan
hal sangat mulia p<sisi keberhasilannya dalam usaha pekerjaan=
!. E!s!en an Hemat
Agama Islam sangat menghargai harta dan kekayaan= Uika <rang mengatakan bahDa agama
Islam membenOi harta, adalah tidak benar= Vang dibenOi itu ialah mempergunakan harta atau
menOari harta dan mengumpulkannya untuk jalan-jalan yang tidak mendatangkan maslahat,
atau tidak pada tempatnya, serta tidak sesuai dengan ketentuan agama, akal yang sehat dan _urf
Skebiasaan yang baikT= Bemi kemaslahatan harta tersebut, maka sangat dianjurkan untuk
berperilaku hemat dan efisien dalam pemanfaatannya, agar hasil yang diOapai juga maksimal=
Famun sifat hemat di sini tidak sampai kepada kerendahan sifat yaitu kikir atau bakhil=
Sebagian ulama membatasi sikap hemat yang dibenarkan kepada perilaku yang berada antara
sifat b<r<s dan kikir, maksudnya hemat itu berada di tengah kedua sifat tersebut= Iedua sifat
tersebut akan berdampak negatif dalam kerja dan kehidupan, serta tidak memiliki kemanfaatan
sedikit pun, padahal Islam melarang ses<rang untuk berlaku yang tidak bermanfaat=?NA
j. Et!ka Uerja alam Islam
Balam memilih sese<rang ketika akan diserahkan tugas, rasulullah melakukannya dengan
selektif= Biantaranya dilihat dari segi keahlian, keutamaan SimanT dan kedalaman ilmunya=
;eliau senantiasa mengajak mereka agar itZ<n dalam bekerja= Sebagaimana dalam aDal tulisan
7
ini dikatakan bahDa banyak ayat al-Quran menyatakan kata-kata iman yang diikuti <leh amal
saleh yang <rientasinya kerja dengan muatan ketaZDaan=
Gandangan Islam tentang pekerjaan perlu kiranya diperjelas dengan usaha sedalam-dalamnya=
Sabda Fabi SAW yang amat terkenal bahDa nilai-nilai suatu bentuk kerja tergantung pada niat
pelakunya= Balam sebuah hadits diriDayatkan <leh ;ukhari dan Euslim, Rasulullah bersabda
bahDa :sesungguhnya SnilaiT pekerjaan itu tergantung pada apa yang diniatkan=> SHR= ;ukhari
dan EuslimT=
Cinggi rendahnya nilai kerja itu diper<leh sese<rang tergantung dari tinggi rendahnya niat=
Fiat juga merupakan d<r<ngan batin bagi sese<rang untuk mengerjakan atau tidak
mengerjakan sesuatu= Filai suatu pekerjaan tergantung kepada niat pelakunya yang tergambar
pada firman Allah SWC agar kita tidak membatalkan sedekah Samal kebajikanT dan menyebut-
nyebutnya sehingga mengakibatkan penerima merasa tersakiti hatinya=?PA
K`N= Hai <rang-<rang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan SpahalaT sedekahmu
dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti Sperasaan si penerimaT, seperti <rang yang
menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Bia tidak beriman kepada Allah dan
hari kemudian= Eaka perumpamaan <rang itu seperti batu liOin yang di atasnya ada tanah,
kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Bia bersih Stidak bertanahT= mereka
tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan] dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada <rang-<rang yang kafir=?`A
Ieterkaitan ayat-ayat di atas memberikan pengertian bahDa taZDa merupakan dasar utama
kerja, apapun bentuk dan jenis pekerjaan, maka taZDa merupakan petunjuknya= Eemisahkan
antara taZDa dengan iman berarti menguOilkan Islam dan aspek kehidupan dan membiarkan
kerja berjalan pada Dilayah kemashlahatannya sendiri= ;ukan kaitannya dalam pembangunan
indiRidu, kepatuhan kepada Allah SWC serta pengembangan umat manusia=
Gerlu kiranya dijelaskan disini bahDa kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan
didalamnya, <leh karenanya kerja merupakan bukti adanya iman dan bar<meter bagi pahala
dan siksa= Hendaknya setiap pekerjaan disampung mempunyai tujuan akhir berupa upah atau
imbalan, namun harus mempunyai tujuan utama, yaitu memper<leh keridhaan Allah SWC=
Grinsip inilah yang harus dipegang teguh <leh umat Islam sehingga hasil pekerjaan mereka
bermutu dan m<numental sepanjang Waman=
Uika bekerja menuntut adanya sikap baik budi, jujur dan amanah, kesesuaian upah serta tidak
diperb<lehkan menipu, merampas, mengabaikan sesuatu dan semena-mena, pekerjaan harus
8
mempunyai k<mitmen terhadap agamanya, memiliki m<tiRasi untuk menjalankan seperti
bersungguh-sungguh dalam bekerja dan selalu memperbaiki muamalahnya= Bisamping itu
mereka harus mengembangkan etika yang berhubungan dengan masalah kerja menjadi suatu
tradisi kerja didasarkan pada prinsip-prinsip Islam=?aA
Adapun hal-hal yang penting tentang etika kerja yang harus diperhatikan adalah sebagai
berikut :
Adanya keterkaitan indiRidu terhadap Allah, kesadaran bahDa Allah melihat, meng<ntr<l
dalam k<ndisi apapun dan akan menghisab seluruh amal perbuatan seOara adil kelak di akhirat=
Iesadaran inilah yang menuntut indiRidu untuk bersikap Oermat dan bersungguh-sungguh
dalam bekerja, berusaha keras memper<leh keridhaan Allah dan mempunyai hubungan baik
dengan relasinya= Balam sebuah hadis rasulullah bersabda, :sebaik-baiknya pekerjaan adalah
usaha se<rang pekerja yang dilakukannya seOara tulus=> SHR HambaliT
;erusaha dengan Oara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan= birman Allah SWC : :Hai
<rang-<rang yang beriman, makanlah di antara reWki yang baik-baik yang kami berikan
kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Fya kamu menyembah=>
Sal-;aZarah: @aKT
Bilarang memaksakan sese<rang, alat-alat pr<duksi atau binatang dalam bekerja, semua harus
dipekerjakan seOara pr<fessi<nal dan Dajar=
Islam tidak memb<lehkan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan
minuman keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah=
Gr<fessi<nalisme yaitu kemampuan untuk memahami dan melakukan pekerjaan sesuai dengan
prinsip-prinsip keahlian= Gekerja tidak Oukup hanya memegang teguh sifat amanah, kuat dan
kreatif serta bertaZDa tetapi dia juga mengerti dan benar-benar menguasai pekerjaannya=
Canpa pr<fessi<nalisme suatu pekerjaan akan mengalami kerusakan dan kebangkrutan juga
menyebabkan menurunnya pr<duktiRitas bahkan sampai kepada kesemrautan manajemen serta
kerusakan alat-alat pr<duksi?cA
BAB
9
PENUTUP
Ues!mVulan
Ht<s kerja merupakan semangat untuk bekerja= ;ekerja itu sendiri merupakan melakukan
usaha kegiatan untuk menOapai tujuan= Adapun hadist mengenai et<s kerja diantaranya: Hadist
mengenai pekerjaan yang paling baik, larangan meminta-minta= Adapun pekerjaan yang paling
baik adalah sese<rang yang bekerja dengan tangannya sendiri dan apabila berdagang ataupun
berjualan yang bersih= Adapun pekerjaan yang kurang disukai Allah SWC ataupun dilarang
adalah meminta-minta atau mengemis=
Htika kerja dalam Islam yang perlu diperhatikan adalah
Adanya keterkaitan indiRidu terhadap Allah sehingga menuntut indiRidu untuk bersikap
Oermat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha keras memper<leh keridhaan Allah
dan mempunyai hubungan baik dengan relasinya=
;erusaha dengan Oara yang halal dalam seluruh jenis pekerjaan=
Cidak memaksakan sese<rang, alat-alat pr<duksi atau binatang dalam bekerja, semua harus
dipekerjakan seOara pr<fessi<nal dan Dajar=
Cidak melakukan pekerjaan yang mendurhakai Allah yang ada kaitannya dengan minuman
keras, riba dan hal-hal lain yang diharamkan Allah=
Gr<fessi<nalisme dalam setiap pekerjaan=
Seruan akan et<s kerja dalam Islam sebenarnya sudah banyak diungkapkan brebagai ayat Al
Quran atau diuraikan hadis= Iini saatnya menyadari makna al ihsan itu sehingga dari kesadaran
yang berdasarkan pengetahuan itu akan lahir sebuah budaya yang melihat pekerjaan sebagai
manifestasi pengabdian kepada Allah SWC=
Datar Pustaka
http:^^pintania=D<rdpress=O<m^et<s-kerja-dalam-islam^
http:^^s<eharn<ismail=D<rdpress=O<m^Kd@K^@@^K@^makalah-hadist-tentang-et<s-kerja-dalam-islam^
10
http:^^naDarlikepii=bl<gsp<t=O<m^Kd@K^de^et<s-kerja-dalam-kemandirian-ummat-islam=html
mujihadinca=bl<gsp<t=O<m^Kd@L^dK^makalah-et<s-kerja=html
http:^^fadlyknight=D<rdpress=O<m^Kd@@^@d^d`^et<s-kerja-m<ral-pembangunan-dalam-islam^
http:^^adityaaP=D<rdpress=O<m^JsfO<nt<hgmakalahgpend=gagamagislam
11