Anda di halaman 1dari 10

1

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DI


LINGKUNGAN KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PADANG

Muhammad Edo
1
,

Yunilma
2
, Daniati
2

1.2
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta
E-mail: muhammadedo120491@yahoo.co.id

ABSTRACT

Tax is country income source which used to pay government outcome and national
development. I t is very necessary tax compliance frequency to apply it. This research aims
to find out what factors which affect tax compliance in Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Padang. I n this research, reseacher used primer data such as quesioner,which shares to
personal obligation tax. This research was done though convenience sampling method. The
sample on this research took place on Kantor Pelayanan Pajak Pratama Padang. I t shared
100 quesioners, but only 76 sheets were able to be proceed. Data analysis was done by using
multiple regression analysis by using SPSS.
The research result prove that now people awareness of paying tax, perception of
tax system effectiveness which affect tax compliance, mean while what factors in affect tax
compliance are knowledge ang understand of tax laws, the quality of service tax authorities,
tax penalties, tax compliance.

Keywords: Awareness of paying tax, knowledge and understanding of tax laws, perception
of the effectiveness of the tax system, the quality of service tax authorities, tax
penalties, tax compliance


Pendahuluan

Dalam menjalankan pemerintahan
dan pembangunan, pemerintah
membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Dana tersebut dikumpulkan dari segenap
potensi sumber daya yang dimiliki suatu
negara, baik berupa hasil kekayaan alam
maupun iuran dari masyarakat. Sumber
penerimaan negara yang digunakan untuk
membiayai pengeluaran pemerintah dan
pembangunan nasional salah satunya
adalah pajak. Saat ini pajak merupakan
sumber utama dana penerimaan dalam
negeri sebagai mana tertuang dalam
Anggaran Pendapatan Belanja Negara
(APBN).
Menurut Undang-Undang Nomor
28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum
Dan Tata Cara Perpajakan, menyebutkan
bahwa wajib pajak merupakan orang
pribadi atau badan meliputi pembayar
pajak, pemotong pajak, dan pemungut
pajak yang mempunyai hak dan kewajiban
perpajakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan perpajakan.
Salah satu bentuk reaksi masyarakat dapat
dilihat dari kepatuhan wajib pajak untuk
membayar pajaknya. Kepatuhan membayar
pajak merupakan suatu nilai yang rela
dikontribusikan oleh seseorang (yang telah
ditetapkan dengan peraturan) yang
digunakan untuk membiayai pengeluaran
umum negara dengan tidak mendapat

2

kontribusi secara langsung (Rantum dan
Priyono, 2009).
Beberapa fenomena-fenomena kasus
yang terjadi dalam dunia perpajakan
Indonesia belakangan ini membuat
masyarakat dan wajib pajak khawatir untuk
membayar pajak. Kondisi tersebut dapat
mempengaruhi kepatuhan wajib pajak
karena wajib pajak tidak ingin pajak yang
telah dibayarkan disalahgunakan oleh
aparat pajak itu sendiri, oleh karena itu
beberapa masyarakat dan wajib pajak
berusaha menghindari pajak.
Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Pratama Padang merupakan salah satu
Kantor Pelayanan Pajak yang terletak di
kota Padang. Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Padang mengalami peningkatan
jumlah wajib pajak orang pribadi yang
terdaftar dan wajib pajak efektif pada tiga
tahun terakhir, dari tahun 2009 sampai
tahun 2011.
Berbagai penelitian terdahulu
menyatakan persamaan dan perbedaan
hasil penelitian. Beberapa penelitian
mengenai kewajiban perpajakan telah
dilakukan oleh Widayati dan Nurlis (2010),
menemukan bahwa tidak adanya pengaruh
yang signifikan dari faktor kesadaran
membayar pajak dengan kepatuhan wajib
pajak untuk membayar pajak. Sedangkan
faktor pengetahuan dan pemahaman
tentang peraturan pajak berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak untuk
membayar pajak. Sementara, hasil
penelitian yang dilakukan Jatmiko (2006),
Santi (2012), dan Arum (2012)
menunjukkan adanya pengaruh yang
positif dan signifikan dari kesadaran
membayar pajak dengan kepatuhan
membayar pajak. Sedangkan menurut
penelitian Utami (2012) kesadaran
pembayaran pajak, pengetahuan dan
pemahaman peraturan pajak, persepsi atas
efektifitas sistem perpajakan berpengaruh
positif terhadap kepatuhan wajib pajak tapi
kualitas pelayanan hanya berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak.
Dalam uraian di atas, peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian
tentang Kesadaran membayar
pajak, Pengetahuan dan pemahaman
akan peraturan perpajakan,
Persepsi atas efektifitas sistem
perpajakan, Kualitas pelayanan
fiskus, dan Sanksi perpajakan
terhadap kepatuhan wajib pajak di
lingkungan Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Padang

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
yang telah dipaparkan di atas, maka
penulis merumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah kesadaran membayar pajak
berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak?
2. Apakah pengetahuan dan pemahaman
tentang peraturan pajak berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak?

3

3. Apakah persepsi atas efektifitas sistem
perpajakan berpengaruh terhadap
kepatuhan wajib pajak?
4. Apakah kualitas pelayanan fiskus
berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak?
5. Apakah sanksi perpajakan berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak?

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membuktikan secara empiris tentang:
1. Pengaruh kesadaran membayar pajak
terhadap kepatuhan wajib pajak.
2. Pengaruh pengetahuan dan pemahaman
tentang peraturan pajak terhadap
kepatuhan wajib pajak.
3. Pengaruh persepsi atas efektifitas
sistem perpajakan terhadap kepatuhan
wajib pajak.
4. Pengaruh kualitas pelayanan fiskus
terhadap kepatuhan wajib pajak.
5. Pengaruh sanksi perpajakan terhadap
kepatuhan wajib pajak.

Manfaat Penelitian
1. Bagi akademisi untuk menyediakan
informasi yang mungkin diperlukan
untuk peneliti faktor-faktor yang
mempengaruhi kepatuhan wajib pajak
dalam memenuhi kewajiban
perpajakannya dimasa yang akan
datang.
2. Bagi praktisi Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Padang dapat memberikan
masukan mengenai tindakan yang
dapat diambil Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Padang untuk mengetahui
penyebab ketersediaan wajib pajak
orang pribadi yang dilayaninya dalam
memenuhi kewajiban perpajakannya.
3. Bagi penulis menambah ilmu pada
penelitian tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi kepatuhan wajib pajak
dalam memenuhi kewajiban
perpajakannya.

Landasan Teori dan Pengembangan
Hipotesis
Kepatuhan wajib pajak
Secara umum arti patuh adalah taat
pada aturan seperti yang tercantum dalam
kamus bahasa Indonesia. Sehingga arti dari
kepatuhan adalah ketaatan dalam
menjalankan aturan-aturan yang telah
berlaku. Menurut Rustiyaningsih (2011)
kepatuhan wajib pajak diartikan sebagai
suatu keadaan yang mana wajib pajak
patuh dan mempunyai kesadaraan dalam
memenuhi kewajiban perpajakan.

Kesadaran Membayar Pajak
Kesadaran adalah keadaan seseorang
mengetahui atau mengerti, sedangkan
perpajakan adalah perihal pajak. Sehingga
kesadaran perpajakan adalah keadaan
mengetahui atau mengerti perihal pajak.
Dalam penelitian Widayati dan Nurlis
(2010) kesadaran tidak berpengaruh

4

signifikan terhadap kemauan untuk
membayar pajak. Sedangkan Anggraeni
(2011) mengemukakan semakin
meningkatnya kemauan membayar pajak
dipengaruhi oleh kesadaran membayar
pajak. Hal ini disebabkan karena wajib
pajak didorong oleh adanya penerapan
kebijakan Sunset Policy yang dilakukan.
Sedangkan menurut Utami (2012) juga
mengemukakan bahwa kesadaran
membayar pajak berpengaruh positif
terhadap kepatuhan membayar pajak.
H
1
: Kesadaran membayar pajak
berpengaruh terhadap
kepatuhan wajib pajak

Pengetahuan dan pemahaman tentang
peraturan perpajakan

Pengetahuan dan pemahaman
tentang peraturan perpajakan merupakan
penalaran dan penangkapan makna tentang
peraturan perpajakan. Masyarakat
hendaknya memiliki pengetahuan dan
pemahaman tentang peraturan peraturan
perpajakan, karena untuk memenuhi
kewajiban perpajakannya, pembayar pajak
harus mengetahui tentang pajak terlebih
dahulu.
Penelitian Utami (2012)
menunjukkan hasil pengetahuan dan
pemahaman tentang peraturan perpajakan
berpengaruh positif terhadap kepatuhan
membayar pajak.
H
2
: Pengetahuan dan pemahaman tentang
peraturan perpajakan berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak.

Pengaruh Persepsi atas Efektifitas
Sistem Perpajakan
Persepsi dapat dinyatakan sebagai
suatu proses pengorganisasian,
pengintepretasian terhadap stimulus oleh
organisasi atau individu sehingga
merupakan suatu yang berarti dan
merupakan aktivitas integrated dalam diri
individu. Sedangkan efektifitas memiliki
pengertian suatu pengukuran yang
menyatakan seberapa jauh target (kualitas,
kuantitas dan waktu) telah tercapai
(Widayati dan Nurlis, 2010).
Penelitian Yulianawati (2011)
mengemukakan semakin tinggi persepsi
efektifitas sistem perpajakan maka akan
semakin tinggi kemauan membayar pajak,
sedangkan hasil penelitian Utami (2012)
menyatakan persepsi atas efektifitas sistem
perpajakan berpengaruh positif terhadap
kepatuhan wajib pajak.
H
3
: Persepsi atas efektifitas sistem
perpajakan berpengaruh terhadap
kepatuhan wajib pajak.

Kualitas Pelayanan Fiskus
Pelayanan fiskus dapat diartikan
sebagai cara petugas pajak dalam
membantu mengurus atau menyiapkan
segala kebutuhan yang diperlukan wajib
pajak. Pelayanan fiskus sangat

5

berpengaruh terhadap wajib pajak dalam
membayar pajaknya. Pelayanan fiskus
yang baik, dapat mendorong seseorang
untuk memenuhi kewajiban pajaknya salah
satunya adalah membayar pajaknya. Hal
ini didukung oleh hasil riset Utami (2012)
yang mengemukakan bahwa kualitas
pelayanan fiskus berpengaruh terhadap
kepatuhan membayar pajak.
H
4
: Kualitas pelayanan fiskus
berpengaruh terhadap kepatuhan
wajib pajak.

Sanksi Perpajakan

Sanksi pajak dibuat dengan tujuan
agar wajib pajak takut untuk melanggar
undang-undang perpajakan. Wajib pajak
akan mematuhi pembayaran pajaknya bila
memandang bahwa sanksi akan lebih
banyak merugikannya (Jatmiko,
2006).Sanksi pajak merupakan jaminan
bahwa ketentuan peraturan perundang-
undangan perpajakan (norma perpajakan)
akan dituruti/dipatuhi/ditaati, dengan kata
lain sanksi perpajakan merupakan alat
pencegah agar wajib pajak tidak melanggar
norma perpajakan Mardiasmo (2006)
dalam Muliari dan Setiawan (2010).
Rustyaningsih (2011) menyatakan
bahwa sanksi perpajakan diberikan kepada
wajib pajak agar wajib pajak mempunyai
kesadaran patuh terhadap kewajiban pajak.
Sedangkan menurut penelitian Arum
(2012) sanksi pajak berpengaruh positif
terhadap kepatuhan wajib pajak.
H
5
: Sanksi perpajakan berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak
Gambar Kerangka Penelitian





















Kesadaran Membayar Pajak
X
1


Pengetahuan dan Pemahaman
Peraturan Perpajakan
X
2


Persepsi atas Efektifitas
Sistem Perpajakan
X
3


Kualitas Pelayanan Fiskus
X
4

Sanksi Perpajakan
X
5

Kepatuhan Wajib Pajak
Y


6

Metodologi Penelitian
Populasi Dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini
adalah wajib pajak orang pribadi yang
terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Padang. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah dengan menggunakan
Convenience Sampling yaitu dimana
pengambilan sampel berdasarkan
kesesuaian dengan ketentuan atau
persyaratan sampel dari populasi tertentu
yang paling mudah dijangkau atau
didapatkan, misalnya yang terdekat dengan
tempat peneliti berdomisili (Uma, 2006).
Responden yang digunakan adalah 100
orang dari jumlah populasi wajib pajak
orang pribadi yang terdaftar di Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Padang.

Hasil Penelitian dan Pembahasan
Demografi Responden
Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer yang
diberikan kepada wajib pajak yang
terdaftar di lingkungan Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Padang. Dengan jumlah
kuesioner sebanyak 100 lembar, jumlah
kuesioner yang kembali 80 lembar dan
jumlah kuesioner yang dapat di olah 76
lembar. Berdasarkan karakteristik
responden yaitu bahwa yang menjawab
kuesioner tersebut dilihat dari umur adalah
umur 25 sampai 35 tahun sebanyak 28
responden (36,8%). Umur 36 sampai 45
sebanyak 37 responden (48,7%) umur 46
sampai 55 sebanyak 11 responden (14,5%).
Umur 56 keatas 0 responden (0%). Dilihat
dari gender jumlah pria sebanyak 39
responden (51,3%), dan wanita sebanyak
37 responden (48,7%). Sedangkan dilihat
dari latar belakang pendidikan responden
terakhir jumlah SLTA/D1/D2/D3 sebanyak
61 responden (80,3%), diatas S1 sebanyak
15 responden (19,7%).

Pengujian dan Pembahasan Hipotesis
Hasil Uji t
Untuk membuktikan pengaruh
kesadaran membayar pajak (X
1
),
pengetahuan dan pemahaman akan
peraturan perpajakan (X
2
), persepsi yang
baik atas efektifitas sistem perpajakan (X
3
),
kualitas pelayanan fiskus (X
4
) dan sanksi
perpajakan (X
5
) terhadap kepatuhan wajib
pajak (Y) secara parsial maka dilakukan
pengujian t-statistik.







7


Hasil Uji Hipotesis
Variabel
Koefisien
Regresi
Alpha t-sig Keterangan
Konstanta 5,787 0,091
Kesadaran Membayar Pajak 0,445 0,05 0,028 H
1
Diterima
Pengetahuan dan Pemahaman akan
Peraturan Perpajakan
0,233 0,05 0,072 H
2
Ditolak
Persepsi atas Efektifitas Sistem
Perpajakan
0,568 0,05 0,016 H
3
Diterima
Kualitas Pelayanan Fiskus 0,172 0,05 0,244 H
4
Ditolak
Sanksi Perpajakan 0,092 0,05 0,626 H
5
Ditolak

Dari tabel diatas terlihat bahwa variabel
penelitian yang digunakan memiliki
koefisien regresi yang dapat dibuat
kedalam persamaan regresi linear berganda
seperti yang terlihat dibawah ini:
Y= 5,787 + 0,445X1 + 0,233X2 +0,568X3
+ 0,172X4 + 0,092X5

Hasil Pengujian Hipotesis
Hipotesis pertama kesadaran
membayar pajak (X
1
) berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak dengan
tingkat signifikansi 0,028 sedangkan
tingkat alpha yang digunakan adalah 5 %
(0,05). Dengan demikian nilai signifikansi
0,028 < 0,05 maka dapat disimpulkan
bahwa hipotesis pertama (H1) diterima.
Hipotesis kedua yaitu pengetahuan
dan pemahaman akan peraturan perpajakan
(X
2
) tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak dengan
tingkat signifikansi 0,072 sedangkan
tingkat alpha yang digunakan adalah 5 %
(0,05) dengan demikian, karena 0,072 >
0,05 maka dapat disimpulkan bahwa
hipotesis kedua ( H2) ditolak.

Hipotesis ketiga yaitu persepsi atas
efektifitas sistem perpajakan (X
3
)
berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak dengan tingkat signifikansi 0,016
sedangkan tingkat alpha yang digunakan
adalah 5 % (0,05). Dengan demikian,
karena 0,016 < 0,05 maka dapat di
simpulkan bahwa hipotesi ketiga (H3)
diterima.
Hipotesis keempat yaitu kualitas
pelayanan fiskus (X
4
) terhadap kepatuhan
wajib pajak dengan melihat signifikan
0,244 sedangkan tingkat alpha yang
digunakan adalah 5 % (0,05). Dengan
demikian , karena 0,244 > 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa hipotesis keempat (H4)
ditolak.
Hipotesis kelima yaitu sanksi
perpajakan (X5) tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
dengan tingkat signifikan 0,626 sedangkan
tingkat alpha yang digunakan adalah 5 %
(0,05). Dengan demikian, karena 0,626 >
0,05 maka dapat disimpulkan bahwa
hipotesis kelima ( H5) ditolak.


8

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
kesadaran membayar pajak dan persepsi
atas efektifitas sistem perpajakan
berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak. Sedangkan pengetahuan dan
pemahaman akan peraturan perpajakan,
kualitas pelayanan fiskus, sanksi
perpajakan tidak berpengaruh terhadap
kepatuhan wajib pajak.

Saran
Beberapa saran untuk peneliti
selanjutnya :
1. Memperluas sampel penelitian
atau menggunakan sampel yang
lebih banyak atau yang lebih
luas cakupannya sehingga dapat
mewakili lebih banyak dari
populasi.
2. Memastikan respoden yang
akan dipilih benar-benar tepat
untuk dijadikan sebagai sampel,
agar hasil penelitian yang
didapat lebih akurat dan dalam
penyebaran kuesioner
disebarkan lebih banyak
sehingga dapat mengantisipasi
kemungkinan sedikitnya
kuesioner yang dapat diolah.
3. Menambah beberapa variabel
yang mungkin berpengaruh
terhadap kepatuhan wajib pajak.
misalnya tingkat kepercayaan
terhadap sistem pemerintahan
dan hukum. Diharapkan model
penelitian selanjutnya akan
menjadi lebih baik dari
penelitian ini.


























9

Daftar Pustaka
Santi, Anisa Nurmala. 2012. Analisis
Pengaruh Kesadaran
Perpajakan, Sikap Rasional,
Lingkungan, Sanksi Denda dan
Sikap Fiskus Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak.
Universitas Diponegoro.

Arum, Harjanti Puspa. 2012.
Pengaruh Kesadaran Wajib
Pajak, Pelayanan Fiskus Dan
Sanksi Pajak Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak Orang
Pribadi Yang Melakukan
Kegiatan Usaha Dan
Pekerjaan Bebas (Studi
Diwilayah KPP Pratama
Cilacap).

Ghozali,Imam. 2011. Aplikasi Analisis
Multivariate Dengan Program
SPSS.Semarang: Badan
Penerbit Universitas
Diponegoro.

Handayani, Sapti Wuri. 2012. Faktor-
faktor Yang Mempengaruhi
Kemauan Membayar Pajak
Wajib Orang Pribadi Yang
Melakukan Pekerjaan Bebas.
Simposium Nasional
Akuntansi 15.

Jatmiko, Agus Nugroho, 2006.
Pengaruh Sikap Wajib Pajak
pada Pelaksanaan Sanksi
Denda, Pelayanan Fiskus, dan
Kesadaran Perpajakan
Terhadap Kepatuhan Wajib
Pajak Studi Empiris Terhadap
Wajib Pajak Orang Pribadi di
Kota Semarang. Unisversitas
Diponegoro: Tesis Megister
Akuntansi.

Muliari dan Setiawan 2010. Pengaruh
Persepsi Tentang Sanksi
Perpajakan dan Kesadaran
Wajib Pajak Pada Kepatuhan
Pelaporan Wajib Pajak Orang
Pribadi di Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Denpasar
Timur

Nugroho, Agus. 2006. Pengaruh Sikap
Wajib Pajak pada Pelaksanaan
Sanksi Denda, Pelayanan
Fiskus dan Kesadaran
Perpajakan terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak (Studi
Empiris terhadap Wajib Pajak
Orang Pribadi di Kota
Semarang)

Pancawati, Nila. 2011. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi
Kepatuhan Membayar Pajak.


10

Rantum dan Priyono. 2009. Dampak
Program Sunset Policy
terhadap Faktor-faktor yang
mempengaruhi Kemauan
Membayar Pajak

Rustiyaningsih, S.2011. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi
Kepatuhan Wajib Pajak, Widya
Warta No.2 tahun XXXV.

Santi, Anisa Nurmala. 2012. Analisis
Pengaruh Kesadaran
Perpajakan, Sikap Rasional,
Lingkungan, Sanksi Denda dan
Sikap Fiskus Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak.
Universitas Diponegoro

Undang-Undang Nomor 28 Tahun
2007, Perubahan ketiga atas
Undang-Undang No.6 Tahun
1983 tentang Ketentuan Umum
Dan Tata Cara Perpajakan.

Uma Sekaran. 2006. Metode
Penelitian Bisnis. Salemba
Empat. Jakarta.

Utami, Sri Riski 2012. Pengaruh
Faktor-Faktor Eksternal
Terhadap Tingkat Kepatuhan
Wajib Pajak Di Lingkungan
Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Serang. Simposium
Nasional Akuntansi 15.

Widayati dan Nurlis. 2010. Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi
Kemauan Untuk Membayar
Pajak Wajib Pajak Orang
Pribadi yang Melakukan
Pekerjaan Bebas (Studi kasus
pada KPP Pratama Gambir
Tiga), Simposium Nasional
Akuntansi 13.

Yulianawati, Nila, 2011. Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi
Kemauan Membayar Pajak.
.