Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH AIK

TENTANG SHADAQAH , ZAKAT dan INFAQ





Oleh :
GILANG MAULANA SYARIF
201110300511008
3 A
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2011/2012
Istilah Shadaqah, Zakat dan Infaq menunjuk kepada satu pengertian yaitu sesuatu yang dikeluarkan.
Zakat, Infaq dan Shadaqah memiliki persamaan dalam peranannya memberikan kontribusi yang
signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Adapun perbedaannya yaitu zakat hukumnya wajib sedangkan
infaq dan Shadaqah hukumnya sunnah. Atau Zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib
dikeluarkan, sementara Infaq dan Shadaqah adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib
dikeluarkan. Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut Infaq dan Shadaqah. Zakat
ditentukan nisabnya sedangkan Infaq dan Shadaqah tidak memiliki batas, Zakat ditentukan siapa saja
yang berhak menerimanya sedangkan Infaq boleh diberikan kepada siapa saja.

PENGERTIAN SHADAQAH , ZAKAT , DAN INFAQ

1. Shadaqah
Shadaqah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang
benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi syariat shadaqah makna asalnya adalahtahqiqu
syai'in bisyai'i, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu. Sikapnya sukarela dan tidak terikat
pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau
pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang
miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak
terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi
orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk
kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakan Al-Qur'an untuk
mencakup segala jenis sumbangan. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh
jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuk non materi,
misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta, memberikan senyuman dan wajah
yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnya pada istri.

Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat
digunakan didalam Al-Qur'an dan Sunnah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan
sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah
sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab
zakat di tentukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan yang
menyumbang.
Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya.
Hanya saja shadaqoh mempunyai makna yang lebih luas lagi dibanding infaq. Jika infaq berkaitan dengan
materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga hal yang bersifat nonmateriil.
Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan : "jika tidak mampu bersedekah
dengan harta, maka membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan
kegiatan amar maruf nahi munkar adakah sedekah".
Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang
kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda : "Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap
takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma'ruf adalah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan
menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". (HR. Muslim)

2. Zakat
Zakat secara bahasa (lughat), berarti : tumbuh, berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula
berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10).
Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak.
Allah SWT berfirman : "Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka". (QS : At-Taubah : 103)
Sedangkan menurut terminologi syari'ah (istilah syara') zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban
atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.
Zakat juga berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah dan waktu suatu kekayaan atau harta yang
wajib diserahkan dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umat Islam untuk umat Islam.
Atau Zakat adalah nama dari sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu (nishab) yang
diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan
persyaratan tertentu pula (QS. 9:103 dan QS. 30:39)
Ulama' Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentu dan harta
tertentu untuk orang tertentu yang telah ditentukan oleh Syari' karena Allah.
Demikian halnya menurut mazhab Imam Syafi'i zakat adalah sebuah ungkapan keluarnya harta atau tubuh
sesuai dengan secara khusus. Sedangkian menurut mazhab Imam Hambali, zakat ialah hak yang wajib
dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula, yaitu kelompok yang disyaratkan
dalam Al-Qur'an. Zakat mempunyai fungsi yang jelas untuk menyucikan atau membersihkan harta dan
jiwa pemberinya.


MACAM-MACAM ZAKAT DAN CARA MENGHITUNGNYA
Zakat Profesi/Penghasilan
Zakat Profesi/Penghasilan adalah zakat yg dikeluarkan dari hasil profesi seseorang, baik dokter, arsitek,
notaris, ulama/dai, artis, karyawan, guru, pegawai swasta/negeri/bumn/bumd, pengacara, hakim, akuntan,
advokat, perawat, TNI/POLRI, LSM, wiraswasta, aktivis MLM dan lainnya.
Nishab sebesar 5 wasaq atau setara dengan 653 kg bahan pangan pokok yg (siap di konsumsi ) seperti
kurma, gandum, beras dan biji jagung. Besar zakat profesi yaitu sebesar 2,5%. Jika standar harga beras/kg
sebesar Rp5.000/kg, nilai nishab sekitar Rp3.265.000.
Contoh :
Bapak Ahmad adalah seorang karyawan sebuah berusahaan swasta. Setiap awal bulan ia mendapat gaji
dari perusahaan tersebut ( take home pay ) sebesar Rp6.000.000,-. Karena besar gaji Bapak Ahmad sudah
memenuhi nishab, maka Bapak Ahmad wajib mengeluarkan zakat dengan perhitungan Rp6000.000 x
2,5% = Rp150.000,-
Zakat Emas/Perak
Nisab emas 85 gram, sedangkan nisab perak 595 gram. Besar atau kadar zakatnya sebesar 2,5%. Haul
satu tahun. Ketentuan Zakat emas/perak:
1. Emas/perak yg dikeluarkan zakatnya adalah emas/perak yg tidak dipakai.
2. Emas/perak yg dipakai secara wajar dan tidak berlebihan tidak dikeluarkan zakatnya.
Emas yg wajib dikeluarkan zakatnya = (Total emas yg dimiliki emas yg dipakai) x 2,5% .
Pembayarannya dapat dikeluarkan dengan nilai uang yg setara dengan harga emas saat itu.
Contoh :
Ibu Siska mempunyai emas sebanyak 150 gram, yg biasa dipakai sebanyak 40 gram, sisanya disimpan.
Asumsi harga emas 1 gr untuk saat ini sebesar Rp300.000,- karena sudah mencapai nishab, maka zakat
yang harus dikeluarkan adalah ( 150 40 ) x 2,5% =2,75 gram. Atau setara dengan 2,75 x 300.000 =
Rp825.000,-
Zakat Tabungan
Uang simpanan yang telah mengendap selama 1 (satu) tahun dan mencapai nilai minimal (nishab) setara
85 gr emas, asumsi harga emas 1 gr untuk saat ini sebesar Rp300.000, wajib dikeluarkan zakatnya 2,5%,
dengan perhitungan : (saldo akhir tahun + Bagi hasil ) x 2,5% = Zakat Tabungan. Apabila di bank
konvensional, bunga bank tidak dihitung sebagai harta yang dizakatkan. Sedang bagi hasil di bank
syariah, juga dihitung sebagai harta yg dizakatkan.
Contoh :
Saldo tabungan akhir tahun Bapak Andi sebesar Rp50 jt, dengan (50.000.000 + 600.000) x 2,5% = Rp
1.265.000,- Maka bapak Andi wajib mengeluarkan zakat tabungan sebesar Rp1.265.000,-
Zakat Investasi
Zakat Investasi adalah zakat yg dikenakan terhadap harta yg diperoleh dari hasil investasi. Contoh
bangunan atau kendaraan yg disewakan. Zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan, sedangkan
modal tidak dikenakan zakat. Besar zakat yg dikeluarkan adalah 5% untuk penghasilan kotor dan 10%
untuk penghasilan bersih.
Contoh :
Hj. Nurul adalah seorang yg kaya raya, ia memiliki rumah kontrakan berjumlah 20 rumah, dengan tarif
berbulannya seharga Rp300.000/rumah. Setiap bulannya Hj. Nurul mengeluarkan Rp500.000,- untuk
biaya perawatan seluruh rumah kontrakannya. Apakah Hj. Nurul termasuk yg wajib membayar zakat?
berapakah zakatnya?
Penghasilan dari rumah kontrakan dianalogikan dengan zakat pertanian atau hasil tani, yaitu nishabnya
senilai 653 kg beras dengan tarif 5% dari bruto dan 10% dari netto. Setiap bulannya Hj. Nurul memiliki
penghasilan sebanyak 20 x 300.000 = Rp6.000.000,-
ada dua cara dalam menghitung zakatnya
- Bruto : hasil investasi x 5% = Zakat Investasi
Rp6000.0005% =Rp300.000,- jadi zakatnya Rp300.000,-
- Netto = (hasil investasi biaya yg dikeluarkan)x10% = Zakat investasi
(6000.000 500.000 ) x10% = 550.000, jadi zakatnya rp550.000,-
Zakat Perniagaan
Zakat perniagaan adalah zakat yg dikenakan pada harta perniagaan. Dalam sebuah hadits Rasulullah
SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yg kami persiapkan untuk berdagang
(HR. Abu Daud)
Ketentuan :
- Berjalan 1 tahun (haul)
- Nishab senilai 85 gr emas
- Besar zakat 2,5%
- Dapat dibayar dengan uang atau barang
- Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan.
Cara Penghitungan :
(modal diputar + keuntungan+Piutang yg dapat dicairkan ) (hutang+kerugian) x 2,5%
Contoh :
Ibu Arina seorang pedagang kelontong, walaupun tokonya tidak begitu besar ia memiliki aset ( modal )
sebanyak Rp20.000.000,- setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp1000.000,- dari
toko yg ia buka setiap hari. Usaha yang ia mulai pada bulan Januari 2007 tersebut, setelah berjalan 1
tahun, pada bulan tersebut ia mempunyai piutang yg dapat dicairkan sebesar Rp3000.000,- dan hutang yg
harus ia bayar pada bulan tersebut sebesar Rp3100.000,- Berapakah zakat niaga ibu Arina?
Zakat dagang dianalogikan kepada zakat emas, nishabnya adalah 85gr emas dan mencapail haul dengan
tarif 2,5%.
- Aset atau modal yg dimiliki Rp20.000.000,-
- Keuntungan setiap bulan :
Rp1000.000,- selama 1 tahun = 1000.00012 = 12.000.000
- Piutang sejumlah Rp3000.000
- Hutang sejumlah Rp3100.000
- Asumsi harga emas saat itu Rp300.000/gram
Penghitungan zakatnya adalah :
{(Modal + untung + piutang) (hutang)}x2,5% = Zakat Perniagaan
{(20.000.000 + 12.000.000 + 3.000.000) (3.100.000)}x2,5% = Rp797.500,- jadi zakatnya adalah
797.500,-

3. Infaq
Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu.
Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan
untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal
nishab.
Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia
di saat lapang maupun sempit (QS. 3:134)
Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun.
Misalnya, untuk kedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya (QS. 2:215)
Infaq adalah pengeluaran sukarela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak
yang ia kehendakinya. Allah memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta,
berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.
Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda : ada malaikat yang senantiasa berdo'a setiap pagi dan
sore : "Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : "Ya Allah
jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran". (HR. Bukhori)

Perbedaannya juga dapat dicermati antara lain yaitu :
Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja.
Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang
boleh menerima.
Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi).

HIKMAH YANG DIDAPAT DARI ZAKAT , INFAQ , DAN SHADAQAH diantaranya :
1. Untuk membersihkan jiwa bagi pelakunya (muzzaki). Karena karakter manusia itu adalah kikir, maka
dengan zakat diupayakan sifat tidak terpuji itu akan hilang.
2. Untuk membersihka harta.
Karena dalam Islam, setiap harta yang diperoleh itu tidak boleh habis dibelanjakan. Allah titipkan
sebagian hak orang miskin di dalamnya, seperti yang disampaikan dalam surat At Taubah ayat 103:
"Ambillah zakat dari mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka".

3. Melipat gandakan Rejeki
Infaq dan sedekah tidak akan mengurangi harta, justru sebaliknya, sedekah akan melipatgandakan rejeki
sebesar 10 kali lipat, sesuai firman Allah sebagai berikut :
" Barang siapa berbuat kebaikan mendapatkan sepuluh kali lipat amalnya " (Qs. Al-An'am [6]:160)
Allah mempunyai cara tersendiri untuk membalas amal kebaikan yang dilakukan hamba-Nya, dalam surat
Al-Baqarah ayat 261 diterangkan " Perumpamaan orang yang menginfakkan
hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada
seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan
Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi maha mengetahui.

4. Mengikis sifat Bakhil
Islam mengajarkan umat agar memiliki kepekaan dan kepedulian sosial dan menghilangkan sifat bakhil
atau kikir.

5. Membersihkan Harta
Manusia tidak lepas dari kesalahan, dimungkinkan ada harta kita yang tercampur dengan sesuatu yang
haram atau subhat. Infak dan sedekah salah satu cara untuk membersihkan harta kita.

6. Menolak musibah
Setiap orang sudah ditentukan kapan akan kena musibah dalam kehidupannya. Menurut Rasulallah, ada
amalan yang dapat menolak musibah yaitu amalan sedekah. Dalam hadis Rasulallah " Musibah tidak akan
mengiringi sedekah. Biasakanlah sedekah setiap hari saat akan mulai aktivitas. Kita tidak akan tahu apa
yang akan terjadi pada diri kita dalam hari ini.

7. Membantu orang lemah mememuhi kebutuhan yang mendesak
Pembayaran zakat bersifat periodik dan wajib sedangkan infak dan sedekah bersifat insedentil artinya
setiap saat seseorang dapat melakukan sedekah untuk memenuhi
kebutuhan orang-orang yang lemah.

Sumber : http://gerakaninfaq.blogspot.com
http://tamankahuripan.org/index.php?option=com_content&view=article&id=50:hikmah-infaq-dan-
sedekah&catid=28:zakat&Itemid=44
sumber : newsletter pkpu Edisi 9 /Agustus 2010 / ramadhan 1431H