Anda di halaman 1dari 6

HUKUM BACAAN TAJWID

MAD DAN WAQAF



A. ORIENTASI PEMBELAJARAN

B. MATERI PEMBELAJARAN
Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang
Muslim, kita harus bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, karena membaca
Al-Qur'an merupakan suatu ibadah. Agar terhindar dari kesalahan, kita harus
mempelajarinya sesuai dengan ilmu tajwid.

Mari! Kita pelajari dengan seksama tentang hukum bacaan Mad dan Waqaf
berikut ini.
1. Hukum Bacaan Mad
a. Pengertian Mad
mad ialah memanjangkan bunyi huruf (bacaan) karena di dalamnya
terdapat salah satu huruf mad. Adapun huruf mad ada tiga macam, yaitu: a.
Alif b. wau c. ya.
Penjelasan :
a) Huruf Alif () menjadi huruf mad, apabila huruf alif tidak berharakat dan
huruf sebelumnya berharakat fathah.

( )

(
Contoh :

b) huruf wau sukun (

) menjadi mad, apabila wau sukun dan huruf


sebelumnya berharakat dhamah.

(
Contoh :
c) huruf ya sukun (

) menjadi huruf mad, apabila huruf ya sukun dan


huruf sebelumnya berharakat kasrah.

(
Contoh :
b. Macam-macam Mad
Mad dalam ilmu tajwid secara garis besar dibagi menjadi dua macam,
yaitu: a. Mad Thabii (mad asli), seperti penjelasan dan contoh di atas. b. mad
Fari yang akan dijelaskan kemudian.
Cara membaca Mad Thabii adalah dengan memanjangkan bacaan dua
harakat atau satu alif. Harakat adalah gerakan bilangan atau ketukan irama
yang sedang, seperti not-not dalam lagu.
Sekarang kita membicarakan Mad Fari. Mad Fari adalah mad yang
merupakan tambahan dari Mad Thabii yang disebabkan oleh Hamzah,
sukun, waqaf, tasydid, dan sebab-sebab lain yang berfungsi membedakan
panjang atau pendeknya suatu bacaan.
Mad Fari terbagi menjadi 13 macam, yaitu sebagai berikut.
a) Mad Wajib Muttasil
Mad Wajib Muttasil adalah pemanjangan suara, karena ada huruf mad
asli bertemu dengan Hamzah dalam satu kalimat. Dibaca 5 harakat apabila
wasal (terus), dan dibaca 6 harakat ketika waqaf (berhenti).
Contoh :

( )

b) Mad J aiz Munfasil


Mad Jaiz Munfasil adalah pemanjangan suara karena adanya huruf
mad asli bertemu dengan Hamzah dalam kalimat terpisah. Dibaca 2-5
harakat.
Contoh :
)

c) Mad Arid Lissukun


Mad Arid Lissukun adalah pemanjangan suara karena adanya mad
asli diikuti oleh huruf yang dimatikan karena waqaf di akhir ayat. Dibaca
panjang 2-6 harakat.
Contoh :

d) Mad Badal
Mad badal adalah pemanjangan suara karena adanya Hamzah bertemu
dengan mad asli yang biasa berupa Hamzah dengan harakat fathah tegak.
Dibaca panjang 2 harakat.
Contoh :

e) Mad I wad
Mad Iwad adalah pemanjangan suara karena huruf yang bertanwin
fathah diwaqafkan. Dibaca panjang 2 harakat, terkecuali pada (ta
marbuthah), karena bila diwaqafkan menjadi ha sukun.
Contoh :

dibaca

dibaca

f) Mad Lazim Mutsaqal Kalimi


Mad Lazim Mutsaqal Kalimi adalah pemanjangan suara karena adanya
huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kalimat.dibaca
panjang 6 harakat dengan nada menekan.
Contoh :

g) Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi


Mad Lazim Mukhaffaf Kalimi adalah pemanjangan suara karena
adanya mad badal bertemu dengan huruf mati (huruf berharakat sukun).
Dibaca 6 harakat.
Contoh :
)

h) Mad Lazim Harfi Musyaba Mutsaqal


Mad Lazim Harfi Musyaba Mutsaqal adalah pemanjangan suara yang
terdapat pada huruf-huruf permulaan surah-surah yang bertasydid. Dibaca
panjang 6 harakat. Cara membacanya sesuai dengan nama asal dari
masing-masing huruf tersebut.
Hurufnya ada delapan, yaitu:
Huruf-huruf tersebut dikumpulkan dalam kalimat


Contoh :


i) Mad Lazim Harfi Musyaba Mukhaffaf
Mad Lazim Harfi Musyaba Mukhaffaf adalah pemanjangan suara
yang terdapat pada huruf-huruf permulaan surah-surah yang tidak
bertasydid. Dibaca panjang 2 harakat.
Huruf-hurufnya ada lima, yaitu:
Huruf-huruf tersebut dikumpulkan dalam kalimat


Contoh :
j) Mad Layyin
Mad Layyin adalah pemanjangan suara karena melakukan waqaf pada
huruf yang sebelumnya ada wau atau ya sukun dengan didahului harakat
fathah. Dibaca panjang 2-6 harakat.
Contoh :

k) Mad Shilah
Mad Shilah dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1) Mad Shilah Qashirah
Mad Shilah Qashirah adalah pemanjangan suara karena adanya
ha berharakat dhamir bertemu selain Hamzah biasanya dhamah
dibalik. Dibaca panjang 2 harakat.
Contoh :
)(

)(

2) Mad Shilah Thawilah


Mad Shilah Thawilah adalah pemanjangan suara karena adanya
ha berharakat dhamir bertemu dengan Hamzah dalam kalimat
terpisah. Dibaca panjang 2-5 harakat.
Contoh :

) (

l) Mad Farqu
Mad Farqu adalah pemanjangan suara karena adanya mad asli dengan
diikuti oleh huruf dimatikan karena waqaf. dibaca panjang 2-6 harakat.
Contoh :

)(

m) Mad Tamkin
Mad Tamkin adalah pemanjangan suara karena adanya huruf yang
bertasydid setelah mad bacal. Dibaca panjang 6 harakat.
Contoh :

c. Mempraktekkan Bacaan Mad


Setelah kamu mempelajari materi tentang mad dengan baik, praktekkan
bacaan mad tersebut ke dalam ayat-ayat pilihan dengan memperhatikan
tahapan-tahapan berikut.
a) Pelajari dan pahami kembali bacaan mad yang telah dijelaskan oleh
gurumu.
b) Bukalah Surah AL-Qadr.
c) Bacalah terlebih dahulu sesuai tajwidnya dengan benar.
d) Kelompokkan macam-macam bacaan mad yang terdapat pada Surah AL-
Qadr ke dalam tabel penerapan bacaan mad di bawah ini.

Tabel Penerapan Bacaan Mad
No. Bacaan Ayat Panjang Harakat Nama Mad Keterangan








2.
C. OLAH KARAKTER PEBELAJAR
D. TUGAS PEMBELAJARAN
E. LEMBAR KERJA SISWA (LKS)