Anda di halaman 1dari 5

TUGAS EKONOMI PERTANIAN

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN


PERTANIAN


Oleh:
Nama :Raras Paramasari
NIM :13101


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014


a. Pengertian kebijakan pertanian
Kebijakan pertanian adalah serangkaian tindakan yang telah, sedang dan akan
dilaksanakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Tujuan kebijakan pertanian
1. Memajukan pertanian
2. Mengusahakan agar pertanian mjd lbh produktif
3. Meningkatnya produksi & efisiensi produksi
4. Tingkat pendapatan petani meningkat
5. Tingkat kesejahteraan petani & masyarakat meningkat

c. Cakupan kebijakan pemerintah di bidang pertanian
1. Kebijakan harga
2. Kebijakan perdagangan
3. Kebijakan subsidi
4. Kebijakan struktural
5. Kebijakan pengaturan
6. Kebijakan fasilitas
7. Kebijakan intervensi

d. Kebijakan harga
Kebijakan ini merupakan salah satu kebijakan yang terpenting di banyak negara dan
biasanya digabung dengan kebijakan pendapatan sehingga disebut kebijakan harga dan
pendapatan (price and economic policy).
Tujuan dari kebijakan harga adalah:
1. stabilitas harga hasil-hasil pertanian terutama pada tingkat petani
2. meningkatkan pendapatan petani melalui pebaikan dasar tukar (term of trade)
3. memberikan arah dan petunjuk pada jumlah produksi.

Kebijakan harga di Indonesia terutama ditekankan pada tujuan pertama yaitu
Stabilitas harga hasil-hasil pertanian dalam keadaan harga-harga umum yang stabil berarti
pula terjadi kestabilan pendapatan. Tujuan yang kedua banyak sekali dilaksanakan pada hasil-
hasil pertanian di negara-negara yang sudah maju dengan alasan pokok pendapatan rata-rata
sektor pertanian terlau rendah dibandingkan dengan penghasilan di luar sektor pertanian.
Tujuan kebijakan yang ketiga dalam praktek sering dilaksanakan oleh negara-negara yang
sudah maju bersamaan dengan tujuan kedua yaitu dalam bentuk pembatasan jumlah produksi
dengan pembayaran kompensasi.
e. Kebijakan perdagangan
Kebijakan perdagangan merupakan suatu pembatasan yang diberlakukan pada impor
dan ekspor suatu komoditas. Untuk impor, dg pemberlakuan tarif impor dan kuota impor
untuk membatasi jumlah yang diimpor dan meningkatkan harga domestik di atas harga dunia.
Untuk ekspor, dg pajak ekspor dan kuota ekspor untuk membatasi barang yang di ekspor dan
mengkonsdisikan harga domestik yang lebih rendah dari harga dunia. Tujuannya
memperlancar atau menghambat pemasaran komoditi dari suatu wilayah ke wilayah yang
lain.
f. Kebijakan subsidi
Kebijakan subsidi berpengaruh pada penurunan biaya produksi & peningkatan
penawaran. Contohnya subsidi bagi petani, misalnya subsidi pupuk, subsidi bagi agroindustri,
misal subsidi minyak tanah atau BBM.
g. Kebijakan struktural
Kebijakan struktural dalam pertanian dimaksudkan untuk memperbaiki strukutur
produksi misalnya luas pemilikan tanah, pengenalan dan pengusahaan alat-alat pertanian
yang baru dan perbaikan prasarana pertanian pada umumnya baik prasarana fisik maupun
sosial ekonomi.
Tujuan dari kebijakan struktural:
1. Perbaikan prasarana pertanian
2. Pengenalan teknologi pertanian
3. Penyuluhan pertanian
4. Pengusahaan alat-alat pertanian
Dalam kenyataannya pelaksanaan kebijakan harga, pemasaran dan struktural tidak
dapat dipisahkan, dan ketiganya saling melengkapi.
h. Kebijakan pengaturan
Kebijakan pengaturan merupakan Pelaksanaan kekuatan kebijaksanaan pemerintah
dgn menggunakan UU, peraturan, ketetapan yg berkenaan dgn perekonomian & niaga.
Tujuan dari kebijakan pengaturan:
1. Menjaga keselamatan industri dalam negeri
2. Perlindungan kepentingan produsen dan konsumen
3. Menciptakan kondisi perdagangan efektif & lancar
4. Meningkatkan pendapatan pemerintah

i. Kebijakan fasilitas
Program dari kebijakan fasilitas:
1. Investasi & kredit
2. Pengadaan fasilitas penyimpanan
3. Layanan informasi & berita pasar
4. Penelitian tataniaga
5. Pendidikan & penyuluhan tataniaga

j. Kebijakan intervensi
Kebijakan intervensi merupakan Pemerintah ikut secara langsung dalam masalah
masalah pemasaran barang-barang yang dianggap penting bagi kesejahteraan penduduk.
Tujuan : melindungi produsen & konsumen

k. Kebijakan pertanian saat ini
Persoalan yang dihadapi oleh petani baik yang berhubungan langsung dengan
produksi dan pemasaran hasil-hasil pertaniannya maupun yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari. Selain merupakan usaha, bagi si petani pertanian juga merupakan bagian dari
hidupnya, bahkan suatu cara hidup (way of live), sehingga tidak hanya aspek ekonomi saja
tetapi aspek-aspek sosial dan kebudayaan, aspek kepercayaan dan keagamaan serta aspek-
aspek tradisi semuanya memegang peranan penting dalam tindakan-tindakan petani.
Namun demikian dari segi ekonomi pertanian, berhasil tidaknya produksi petani dan
tingkat harga yang diterima oleh petani untuk hasil produksinya merupakan faktor yang
sangat mempengaruhi perilaku dan kehidupan petani. Perbedaan yang jelas antara
persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang ekonomi
pertanian adalah jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para
pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Jarak waktu ini sering pula
disebut gestation period, yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam
bidang industri. Di dalam bidang industri, sekali produksi telah berjalan maka penerimaan
dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Dalam
bidang pertanian tidak demikian kecuali bagi para nelayan penangkap ikan yang dapat
menerima hasil setiap hari sehabis ia menjual ikannya. Jadi ciri khas kehidupan petani
adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. Pendapatan petani
hanya diterima setiap musim panen, sedangkan pengeluaran harus diadakan setiap hari,
setiap minggu atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen
tiba.

Anda mungkin juga menyukai