Anda di halaman 1dari 14

PENDAMPINGAN KELUARGA KKN PPM UNUD

PERIODE IX TAHUN 2014



DESA/KELURAHAN : SELULUNG
KECAMATAN : KINTAMANI
KABUPATEN : BANGLI
NAMA : GLORIA WIIBOWO
NIM : 1101305048
FAKULTAS : SASTRA DAN BUDAYA










LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
UNIVERSITAS UDAYANA
2014
BAB I
GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN

1.1 Profil Keluarga Dampingan
Program Pendampingan Keluarga (PPK) adalah progam unggulan yang
dikembangkan sebagai muatan lokal dalam pelaksanaan progam KKN PPM di
Universitas Udayana. Program ini bertujuan unutuk membantu pemberdayaan
keluarga melalui penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang wirausaha
pendidikan dan keterampilan KB dan kesehatan serta pembinaan lingkungan hidup
untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera. Dengan adanya hal ini
mahasiswa diharapkan dapat menigkatkan kepedulian dan kemampuannya untuk
mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga melalui bantuan penyusunan
rencana dan pendampingan pada pelaksaan program yang inovativ dan kreatif
melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama masyarakat dan lembaga pedesaan
lainnya.
Pada periode KKN PPN angkatan IX kali ini dilaksanakan di Dusun Mesahan,
Desa Selulung. Keluarga yang didampingi dalam laporan ini adalah keluarga
Bapak I Nengah Rai. Untuk lebih jelasnya identitas anggota keluarga dapat dilihat
pada tabel dibawah ini :
No. Nama Hubungan
dengan
KK
Umur JK Pendidikan Status Pekerjaan
1. I Nengah Rai Suami 37thn L SD/Sederajat Kawin Buruh
2. Ni Ketut
Sukra
Istri 36thn P SD/Sederajat Kawin Buruh
3. Gede Putu
Ardana
Anak Ke-
1
18thn L SD/Sederajat Belum
kawin
Buruh
4. Ni Komang
Parniti
Anak Ke-
2
4thn P - Belum
kawin
-

Keluarga Bapak I Nengah Rai terdiri dari 4 anggota keluarga. Ia memiliki dua
orang anak. Anak pertama merupakan seorang laki-laki berusia 18 tahun bernama
Gede Putu Ardana. Saat ini Gede membantu orang tuanya dengan bekerja menjadi
buruh tani. Keadaan ekonomi memaksa Gede tidak melanjutkan pendidikannya
seperti remaja seusianya. Gede adalah tamatan SD seperti kedua orang tuanya.
Gede memiliki seorang adik perempuan yang bernama Ni Komang Parniti. Di
usianya yang masih balita ini. Komang selalu ikut kemanapun ibunya pergi,
termasuk bekerja diladang. Ibu Komang dan Gede, yang merupakan istri Bapak I
Nengah Rai bernama Ni Ketut Sukra.hanya memiliki selisih umur satu tahun
dengan Bapak I Nengah Rai yaitu 36 tahun dan 37 tahun. Saat ini mereka hanya
bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya.
1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan
1.2.1 Pendapatan Keluarga
Keluarga Bapak I Nengah Rai merupakan keluarga yang
tergolong ekonomi rendah karena hasil pendapatan mereka sehari-
harinya hanya tergantung dari hasil bertani. Bapak I Nengah Rai yang
dibantu dengan istri dan anak sulungnya mendapatkan upah 80ribu
perharinya.
1.2.2 Pengeluaran Keluarga
a. Kebutuhan sehari-hari
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya yang
harus dikeluarkan Bapak I Nengah Rai yaitu sekitar 40ribu
rupiah/hari. Pengeluaran tersebut meliputi pengeluaran untuk
makan dirinya, istrinya, kedua anaknya, pakan ayam, minyak
tanah, janur dan pamor. Sedangkan untuk listrik dan keperluan
MCK, dana yang dikeluarkan keluarga Bapak I Nengah Rai
adalah sekitar 50ribu rupiah/bulannya. Untuk kebutuhan air,
Bapak I Nengah Rai tidak membayar sepeserpun karna air
sudah tersedia gratis walaupun harus naik-turun lereng untuk
memperolehnya.
b. Kesehatan
Keluarga Bapak I Nengah Rai merupakan keluarga
yang terbilang memiliki kondisi kesehatan yang baik dan tidak
pernah mengalami sakit yang begitu berarti. Hanya sakit ringan
seperi batuk atau pilek. Pengobatan yang dilakukan pun hanya
dengan obat tradisional yang dibuat sendiri tanpa pergi ke
puskesmas.
c. Pendidikan
Keluarga Bapak I Nengah Rai tidak memiliki
pengeluaran di bidang pendidikan karena tidak mampu
membayar uang sekolah anak pertamanya yang seharusnya
mengenyam pendidkan SMA saat ini. Sedangkan anak kedua
mereka masih berusia 4tahun.
d. Sosial
Dalam hal sosial pengeluaran keluarga Bapak I Nengah
Rai sebagian besar untuk acara di banjar seperti upacara adat
dan ada pula iuran wajib, iuran suka duka dan iuran sukarela
jika ada warga yang sakit, meninggal, dll.
e. Keagamaan
dalam hal keagamaan keluaga Bapak I Nengah Rai
memuat banten atau sesajen unuk keperluan persembahyangan
di rumahnya setiap hari. Apabila ada upacara besar seperti
Galungan dan Kuningan, keluarga Bapak I Nengah Rai hanya
merayakannya dengan cara yang sangat sederhana. Tergantung
dari rejeki yang didapatkan sebelumnya.



BAB II
IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH

2.1 Permasalahan Keluarga
Permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Bapak I Nengah Rai adalah
perekonomian yang rendah serta lingkungan yang kurang bersih dan aman. Dengan
perekonomian yang rendah keluarga ini sulit memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Pendidikanpun menjadi terhalang karna sulitan dalam membayar uang SPP,
seragam, buku, dll. Keluarga ini memiliki balita yang masih sangat bergantung
pada perhatian orang tuanya. Anak tersebut tidak boleh dibiarkan berjalan-jalan
sendirian tanpa diawasi oleh orang tuanya dikarenakan lingkungan perumahannya
yang berbahaya. Namun disisi lain, selalu membawa si balita ke ladang akan
memberatkan orang tua dalam menyelesaikan pekerjaannya.
2.2 Masalah Prioritas
a. Masalah perekonomian keluarga
Masalah perekonomian keluarga Bapak I Nengah Rai cukup sulit.
Meskipun Bapak I Nengah Rai tidak sendirian dalam menjadi tulang
punggung keluarga, tetap saja upah yang didapatkannya dari bertani dengan
istri dan anaknya belum tentu seimbang dengan pengeluaran bulanannya.
Mereka hanya dapat bekerja jika mendapat panggilan untuk bertani. Kadang
panggilan tersebut datang 3 kali dalam seminggu. Karna bertani merupakan
pekerjaan yang sangat bergantung pada musim dan cuaca. Hal ini
menyebabkan pendapatan mereka pun tidak menentu tiap bulannya.
b. Masalah kesehatan
Keluarga Bapak I Nengah Rai termasuk keluarga miskin namun belum
memiliki JKBM. Mereka hanya mengandalkan pengobatan dengan obat-obat
tradisional atau membiarkan sakit ringannya sembuh dengan sendirinya.
Walaupun tidak ada anggota keluarga yang pernah sakit parah dan belum
pernah periksa ke puskesmas, memiliki JKBM sangatlah penting untuk
jaminan kesehatan mereka. Kurangnya pengetahuan tentang petingnya
menjaga kesehatan dan manfaat JKBM juga menjadi masalah yang harus
diketahui oleh keluarga Bapak I Nengah Rai. Membuat dan mengurus JKBM
tidaklah sesulit yang diperkirakan meraka.
c. Masalah Lingkungan
Keluarga Bapak I Nengah Rai adalah keluarga yang perekonomiannya
berada di bawah garis kemiskinan atau keluarga pra-sejahtera. Keluarga ini
tinggal di Dusun Mesahan di sebuah rumah yang sangat sederhana. Jalan
untuk menuju rumahnya terbilang cukup ekstrim. Setiap harinya mereka harus
menuruni dan menaiki lereng curam yang dapat membahayakan nyawa mereka
sewaktu-waktu. Keluarga Bapak I Nengah Rai pun sebenarnya baru tinggal di
rumah yang letaknya dibawah lereng terjal selama 4 tahun. Sebelumnya
mereka memiliki rumah di pinggir jalan Dusun Mesahan sama seperti
penduduk yang lain. Namun setelah rumahnya dilanda longsor. Mereka
terpaksa pindah di bawah jalan. Dengan bantuan pemerintah merekapun dapat
membangun rumah baru disana.
d. Masalah pendidikan
Bapak I Nengah Rai dan istrinya Ni Ketut Sukra hanya dapat
menyelesaikan pendidikannya di tingkat SD. Begitu Pula anak Sulungnya.
Gede tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena kesulitan perekonomian
yang dialami keluarganya. Gede juga tidak berhasrat untuk kembali ke sekolah
karena lebih memilih untuk membantu kedua orang tuanya mencari uang. Hal
ini sangat disayangkan karna pendidikan rendah yang didapatkan keluarga
mereka menjadi penghalang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.





BAB III
USULAN PENSOLUSIAN MASALAH

3.1 Program
Dari empat permasalahan yang diprioritaskan terdapat beberapa kegiatan yang
dilakukan selama kegiatan KK Dampingan KKN-PPM. Kegiatan tersebut terdiri
dari :
a. Memberikan sedikit tambahan ide bisnis mengenai pemanfaatan benda yang
ada disekitaran rumah kelarga Bapak I Nengah Rai seperti pengolahan sampah
dan pupuk kompos sehingga menjadikannya bernilai ekonomis, serta
pengembangbiakan ayam.
b. Menjelaskan kepada pihak keluarga Bapak I Nengah Rai mengenai pentingnya
menjaga kesehatan dan membujuknya untuk segera membuat JKBM.
c. Menyarankan untuk membuat pagar bambu sebagai pengaman sekaligus
pembatas halaman rumah dengan lereng. Juga menyarankan pencangkulan
jalan menuju rumah keluarga tersebut agar tidak terlalu curam dan licin.
d. Memberikan pengertian bahwa betapa pentingnya pendidikan untuk
menunjang ekonomi keluarga. Dengan hal ini diharapkan dapat memberikan
dukungan kepada anak bungsu keluarga Bapak I Nengah Rai untuk masuk SD
hingga tahap pendidikan selanjutnya dan menyesaikannya dengan baik.
3.2 Jadwal Kegiatan
Dari program KK Dampingan, telah dibuat suatu agenda kegiatan dimana
diharapkan agar kegiatan-kegiatan selama pendampingan dapat berjalan dengan
terstruktur dan terjadwal. Agenda kegiatan pada tabel yaitu Agenda Kegiatan KK
Dampingan telah disusun berdasarkan hasil dari kegiatan selama mendampingi
keluarga Bapak I Nengah Rai. Dalam tabel terdapat hari/tanggal, waktu, masalah,
beserta kegiatan yang telah dilaksanakan.
Berikut ini adalah tabel yang memaparkan agenda kegiatan pendamping
selama mengikuti program KK Dampingan ini.
Nama KK Dampingan : I Nengah Rai
Nama Kepala Dusun : NI Wayan Kariawan
Lokasi : Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli
No Hari/Tanggal Waktu Agenda Kegiatan
1. 7 Agt 2014 Pk. 17.00-18.00
WITA
Mencari tempat
tinggal KK dampingan
Berkunjung ke rumah
Kadus Mesahan untuk
menunjukkan rumah KK
dampingan
2 8 Agt 2014 Pk. 17.00-19.00
WITA
Perkenalan dengan
KK dampingan
Berbincang-bincang
dengan KK dampingan
sekaligus sosialisasi
program
3 10 Agt 2014 Pk. 13.00-16.00
WITA
Pendataan profil KK
dampingan
Berbincang-bincang dan
mencatat profil KK
dampingan
4 11 Agt 2014 Pk. 14.00-17.00
WITA
Mengidentifikasi
permasalahan KK
dampingan
Berbincang-bincang
dengan KK dampingan
mengenai masalah yang
sedang dihadapi
5 13 Agt 2014 Pk. 10.00-11.00
WITA
Mengidentifikasi
pendapatan KK
dampingan
Membantu KK
dampingan memasak
untuk makan siang
6 14 Agt 2014 Pk. 13.00-14.00
WITA
Mengikuti kegiatan
KK dampingan
Bermain dengan dan
mengajar mewarnai anak
bungsu KK dampingan
7 15 Agt 2014 Pk. 15.00-18.00
WITA
Pendekatan dengan
KK dampingan
Berkumpul dan
benbincang-bincang
8 17 Agt 2014 Pk. 16.00-19.00
WITA
Mengenal kehidupan
KK dampingan
Mengenal KK dampingan
lebih jauh dengan
mendengarkan kisahnya
dari masa lampau hingga
sekarang
9 18 Agt 2014 Pk. 15.00-18.00
WITA
Mencari solusi untuk
masalah keluarga
Membicarakan mengenai
solusi yang dihadapi KK
dampingan
10 19 Agt 2014 Pk. 14.00-17.00
WITA
Memberikan
sumbangan
Memberikan bantuan
sumbangan sembako dan
berbincang-bincang
11 20 Agt 2014 Pk. 17.00-19.00
WITA
Berkunjung ke rumah
KK dampingan
Berbincang-bincang
mengenai perilaku hidup
sehat
12 21 Agt 2014 Pk. 17.00-19.00
WITA
Berkunjung ke rumah
KK dampingan
Membantu KK
dampingan
membersihkan rumah dan
pekarangannya
13 23 Agt 2014 Pk. 17.00-19.00
WITA
Memberikan informasi
terkait acara
pelayanan kesehatan
masyarakat di desa
Mengajak dan
mengingatkan keluarga
KK dampingan untuk
menghadiri pelayanan
kesehatan masyarakat
yang diadakan di
wantilan desa pada
tanggal 29 Agt 2014
14 24 Agt 2014 Pk. 17.00-18.00
WITA
Pemberian kenang-
kenangan
Memberikan dan
menanam tanaman
TOGA di pekarangan
rumah KK dampingan
sebagai kenang-kenangan
yang dapat dimanfaatkan
15 25 Agt 2014 Pk. 17.00-18.00
WITA
Perpisahan Berpamitan dan berfoto
bersama keluaga KK
dampingan


BAB IV
PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

4.1 Waktu
Pelaksanaan kegiatan KK dampingan dilakukan selama masa kegiatan KKN
PPM Universitas Udayana yaitu dari tanggal 7 Agustus 2014 hingga tanggal 25
Agustus 2014. Waktu kunjungan yang dilakukan menyesuaikan dengan program-
program lain dalam kegiatan KKN PPM Universitas Udayana dimana kunjungan
dilakukan sebanyak 15 kali. Dalam setiap kunjungan mahasiswa pendamping
berusaha membantu mengatasi maalah yang dihadapi KK dampingan.
4.2 Lokasi
Lokasi kegiatan KK dampingan dilakukan di rumah Bapak I Nengah Rai di
Banjar/Dusun Mesahan, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Pembagian KK dampingan telah disesuaikan dengan adat dan arahan dari kepala
dusun setempat.
4.3 Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan KK dampingan dilakukan selama satu bulan yaitu
selama berlangsungnya kegiatan KKN PPM Universitas Udayana dengan tujuan
untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan membantu untuk memberikan solusi
maupun bantuan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dalam laporan ini telah
dilakukan kunjungan dan pendekatan sebanyak 15 kali dalam tempo waktu satu
bulan masa kegiatan KKN PPM Universitas Udayana.





BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Dari hasil pembahasan di atas, kesimpulan yang didapat antara lain :
a. Keluarga Bapak I Nengah Rai adalah keluarga miskin. Penghasilan yang
didapatnya tidak menentu setiap bulannya sehingga tidak sebanding dengan
pengeluaran keluarga sehari-hari.
b. Masalah kesehatan yang dialami keluaga Bapak I Nengah Rai adalah tidak
memiliki jaminan kesehatan berupa ASKES atau JKBM.
c. Penataan pekarangan rumah yang baik sangat diperlukan agar rumah yang
ditempati dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman dan bermanfaat
bagi keluarga.
d. Kesulitan ekonomi dan tidak adanya keinginan untuk meneruskan sekolah
membuat rendahnya tingkat pendidikan dalam keluarga Bapak I Nengah Rai
5.2 Rekomendasi
Dari pengamatan yang didapatkan di lapangan, rekomendasi yang dapat
diberikan antara lain adalah memberikan sedikit tambahan ide bisnis mengenai
pemanfaatan benda yang ada disekitaran rumah kelarga Bapak I Nengah Rai
seperti pengolahan sampah dan pupuk kompos sehingga menjadikannya bernilai
ekonomis, serta pengembangbiakan ayam. Mengenai masalah kesehatan
rekomendasi yang dilakukan adalah menjelaskan kepada pihak keluarga Bapak I
Nengah Rai mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan membujuknya untuk
segera membuat JKBM. Serta menyarankan untuk membuat pagar bambu sebagai
pengaman sekaligus pembatas halaman rumah dengan lereng. Juga menyarankan
pencangkulan jalan menuju rumah keluarga tersebut agar tidak terlalu curam dan
licin. Selain itu memberikan pengertian bahwa betapa pentingnya pendidikan untuk
menunjang ekonomi keluarga. Dengan hal ini diharapkan dapat memberikan
dukungan untuk anak bungsu keluarga Bapak I Nengah Rai untuk masuk SD
hingga tahap pendidikan selanjutkan dan menyeselaikannya dengan baik.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai