Anda di halaman 1dari 3

Refraksi (pembiasan) dan Refleksi (pemantulan) dari seismic bodywave

MUKA GELOMBANG DAN SINAR (RAYS)


Pulsa atau riak gelombang seismik merambat dari sumber getar kearah luar. Jika
merambat pada media yang homogen seperti batuan maka gelombang akan merambat
kesegala arah, sehingga akan membentuk muka gelombang (wavefront) yang berbentuk
lingakaran.

Sedangkan sinar seismik atau seismic ray adalah garis yang menggambarkan
lintasan perjalanan energi seismik. Pada medium isotropik, maka garis lintasan tersebut
(raypath) akan tegak lurus terhadap muka gelombang.


Gambar.1 Wave fronts dan rays

KONVERSI GELOMBANG
Ketika gelombang sampai pada bidang batas dua materi yang mempunyai cepat
rambat gelombang yang berbeda, gelombang akan terpisah menjadi gelombang yang
terpantul atau refleksi, dan gelombang yang lewat atau terrefraksi memotong bidang
batas.
Gelombang asal yang sampai pada bidang batas disebut sebagai gelombang
datang (incident wave). Pada bidang batas, gelombang ini dikonversi menjadi gelombang
P dan gelombang S yang terefleksi dan terefraksi dalam arah yang berbeda.

Rays
A).
Bidang batas
I
n
c
id
e
n
t
P P
a
n
t
u
l
a
n

S
V
P
a
n
t
u
l
a
n

P
P
e
m
b
ia
s
a
n
P
P
e
m
b
ia
s
a
n

S
V

Gambar 2. Konversi gelombang pada bidang batas antara 2 lapisan batuan

HUKUM SNELLIUS
Untuk memudahkan pembelajaran hubungan antara arah gelombang datang dan
arah gelombang refraksi maupun refleksi, kebanyakan ahli geofisika menggambarkan
garis, yaitu garis yang tegak lurus dengan bidang batas dan mengukur sudut gelombang
datang dan gelombang refraksi maupun refleksi dari garis tersebut. Yang kemudian
dikenal dengan sudut I untuk sudut datang dan sudut r untuk gelombang refraksi atau
refleksi. Dan dalam kecepatan gelombang akan didapat rumus:



REFRAKSI KRITIS
Gelombang refraksi kritis dihasilkan oleh gelombang datang yang sampai
kebidang batas dengan sudut sebesar sudut kritis (i
c
). Pada saat terjadi refraksi kritis, sin r
= sin 90
0
= 1.

Sehingga hukum snellius menjadi:
Sin i
c
= V
1
/V
2
Refraksi kritis hanya terjadi jika gelombang refraksi lebih cepat dibandingkan gelombang
datang.

Refraksi Pada Lapisan Tunggal

REFRAKSI KRITIS
Gelombang refraksi kritis dihasilkan oleh gelombang datang yang sampai kebidang batas
dengan sudut sebesar sudut kritis (i
c
). Pada saat terjadi refraksi kritis, sin r = sin 90
0
= 1.
Sesuai dengan prinsip Huygens dan Fermat, gelombang refraksi kritis yang merambat
dengan kecepatan V
2
sepanjang bidang batas material yang lebih dalam akan
menghasilkan gelombang yang terbiaskan kembali ketas. Hal ini yang menyebabkan
gelombang refraksi kritis yang berasl dari sumber S oleh R yang muncul dari bidang
batas lapisan yang lebih dalam. Bidang batas ini yang disebut sebagai refraktor kerana
pada bidang ini seismic terefraksikan.

KURVA TRAVEL TIME
Untuk dapat menghitung nilai V1, V2, dan h1, maka setelah diperoleh seismogram segera
dibuat travel time curve (kurva waktu tempuh) dengan memplotkan waktu tempuh
gelombang versus jarak antara sumber getar dengan alat penerima / geofon.

MENGHITUNG KECEPATAN GELOMBANG
Adapun langkah-langkah untuk menghitung V1 dan V2 pada survey seismic refraksi
adalah:
1. Letakkan sumber energy dan geophone sepanjang lintasan permukaan.
2. Rekam seismogram
3. Ukur waktu dari first arrivals masing-masing seismic trace.
4. Plot waktu grafik sebagai sumbu y dan jara geophone ke sumber sebagai sumbu-x
5. Buat persamaan garis lurus yang melewati titik-titik dalam kurva t-x.
6. Menghitung kemiringan atau slope dari garis lurus dan menghitung kecepatan
masing-masing lapisan yang merupakan kebalikan dari slope tersebut.

MENGHITUNG KETEBALAN LAPISAN
- Menggunakan crossing distance X
c

)
1/2