Anda di halaman 1dari 94

1

BAB
Organisasi/Lembaga/Institusi
Pelayanan Kesehatan


Disampaikan Pada Kuliah di

Universitas Gajah Mada
Sekolah Vokasi
Program D3
Rekam Medis

Oleh:
Purwoko, SE., MM

BAB 2
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat
atau wadah dimana orang-orang berkumpul,
bekerjasama secara rasional dan sistematis,
terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali,
dalam memanfaatkan sumber daya :
1. Money (uang)
2. Material (material/bahan)
3. Machine (mesin)
4. Method (metode)
5. Environmant (lingkungan)
6. Infrastructure (Sarana-parasarana),
7. Data dan lain sebagainya yang digunakan secara
efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

2
Pengertian oganisasi menurut beberapa ahli.
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang
melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer
mengejar tujuan bersama. (Stoner)
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama.(James D. Mooney)
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih. (Chester I. Bernard)
Organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat
dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh
individu secara sendiri-sendiri. (James L. Gibson, 1986)
Organization is the form of every human, association for the
assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap
bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan
bersama.(James D Mooney)

3
Organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur
dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam
mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat
dan wadah saja. (Drs. Malayu S.P Hasibuan)
Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau
lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or
more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang
sama. (Chester L Bernard (1938)
Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun
dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai
tujuan bersama. (Organization is a collection people, arranged
into groups, working together to achieve some common
objectives). (Paul Preston dan Thomas Zimmerer)
organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata
hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi
yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama
mencapai tujuan tertentu. (Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro)

4
Motivsasi orang berorganisasi
Kelompok atau organisasi sering dipakai untuk
memecahkan masalah-masalah.
Mencegah kesepian dan kerenggangan
Kelompok dapat memberikan bantuan pada saat
kesusahan / menjumpai masalah
Kelompok dapat memberikan tujuan dan nilai hidup
yang lebih baik, perilaku, dan kesetaraan kelompok
Kelompok sosial , kerja dan bermacam-macam
kelompok lainnya memberikan prestige, status dan
pengakuan.

5
Macam Orgnisasi Berdasar Tujuan
Organisasi Niaga
Organisasi Sosial
Organisasi Regional dan Internasional

6
Orgnisasi Niaga
Pengertian
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan
utamanya mencari keuntungan.
Macam-macam Organisasi Niaga:
Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Komanditer (CV)?
Firma (FA)?
Koperasi
Join Ventura
Trus
Kontel
Holding Company

7
1. Badan Usaha /Perseorangan /Individu
Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh
satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin
dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa
adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan
perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi,
memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi
teknologi sederhana.
Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso
keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.
Ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
Relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
Sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
Keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
Jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
Sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan

8
2. Perusahaan/Badan Usaha Persekutuan/ Partnership
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang
atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan
bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah firma dan
persekutuan komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan
membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.
a. Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang
atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata
tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
ciri dan sifat firma :
Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan
harta pribadi.
Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota
yang lainnya.
Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
Mudah memperoleh kredit usaha

9
b. Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap
CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan
dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan
bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di
antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha
secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya
hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta
pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan
cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal
disebut sekutu pasif.
Ciri dan sifat cv :
Sulit untuk menarik modal yang telah disetor
Modal besar karena didirikan banyak pihak
Mudah mendapatkan kridit pinjaman
Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada
yang pasif tinggal menunggu keuntungan
Relatif mudah untuk didirikan
Kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu

10
3. Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat
Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum
resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya
berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan
yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin
perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk
menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan
sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan
lainnya.
Ciri dan sifat PT :
Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
Modal dan ukuran perusahaan besar.
Kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham.
Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham.
Kepemilikan mudah berpindah tangan.
Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai.
Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen.
Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham.
Sulit untuk membubarkan PT.
Pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden

11
Organisasi Sosial
Pengertian
Organisasi Sosial adalah organisasi yang
dibentuk oleh anggota masyarakat Jalur
pembentukan organisasi Kemasyarakatan
Macam Jalur Organisasi Sosial:
Jalur Keagamaan.
Jalur Profesi.
Jalur Kepemudaan.
Jalur Kemahasiswaan.
Jalur Kepartaian & Kekaryaan.

12
Organisasi Regional & International
Pengertian
Organisasi Regional adalah organisasi yang luas
wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-
anggotanya meliputi negara di dunia.
Macam-macam organisasi internasional
UN = United Nation = PBB (1945)
UNICEF = United Nations International Childrens
Emergency Fund (1946), namun namanya diganti
setelah thn 1953 menjadi: United Nations Childrens
Fund.
UNCHR = United Nations Commission on Human Rights
(2006)


13
Macam macam orgnisasi Internasional:
UNHCR = Uited Nations High Commissioner for Refugees
(14 Desember 1950)
UNDPR = The United Nations Division for Palestinian Rights
(2 Desember 1977)
UNSCOP = The United Nations Special Committee on
Palestine (May 1947, oleh 11 negara)
WHO = World Health Organization (7 April 1948)
IMF = International Monetary Fund (Juli 1944, 180 negara)
UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization (16 November 1945)
NATO = North Atlantic Treaty Organisation (4 April 1949)
NGO = Non-Governmental Organizations .Dalam bahasa
Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat LSM, yg
didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat oleh
pemerintah.


14
Macam macam orgnisasi Internasional:
GREENPEACE (40 negara, dari Europe, State of America,
Asia, Africa dan Pacific, semenjak 1971).
AMNESTY International (1961, memiliki sekitar 2,2 juta
anggota, dari 150 negara, organisasi yg membantu
menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi
manusia)
WWF = the World Wildlife Fund (1985, Memiliki hampir 5
juta pendukung, distribusi dari lima benua, memiliki
perkantoran/perwakilan di 90 negara).
G8 = Group of Eight, kelompok negara termaju di dunia.
Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian dimasuki oleh
Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania
Raya, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut
dalam seluruh acara), serta Uni Eropa.
15
Macam Macam Orgnisasi Internasional:
EU = The European Union (27 negara anggota, 1 november
1993)
DANIDA = Danish International Development Assistance
(Organisasi yg memberikan bantuan kepada negara2 miskin,
pengungsi, bencana alam)
ICRC = International Committee of the Red Cross (1863) =
Palang Merah, gerakan bantuan kemanusiaan saat bencana
alam atau peperangan.
OPEC = Organization of the Petroleum Exporting Countries
(1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
ASEAN = Association of Southeast Asian Nations =
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) (
Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor
Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan
masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)

16
Perum / Perusahaan Umum
Perusahaan umum atau disingkat perum
adalah perusahaan unit bisnis negara yang
seluruh modal dan kepemilikan dikuasai oleh
pemerintah dengan tujuan untuk memberikan
penyediaan barang dan jasa publik yang baik
demi melayani masyarakat umum serta
mengejar keuntungan berdasarkan prinsip
pengolahan perusahaan.Organ Perum yaitu
dewan pengawas, menteri dan direksi.Contoh
perum / perusahaan umum yakni : Perum
Peruri / PNRI (Percetakan Negara RI), Perum
Perhutani, Perum Damri, Perum Pegadaian, dll.

17
KOPERASI
Bagi masyarakat Indonesia koperasi sudah tidak asing
lagi, karena kita sudah merasakan jasa Koperasi dalam
rangka keluar dari kesulitan hutang lintah darat. Secara
harfiah Kpoerasi yang berasal dari bahasa Inggris
Coperation terdiri dari dua suku kata : Co berarti bersama
dan operation berarti bekerja. Jadi koperasi berarti
bekerja sama, sehingga setiap bentuk yang bekerja sama
selalu disebut dengan koperasi.
Pengertian pokok tentang Koperasi : Merupakan
perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang
mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati
bersama secara adil.
Pengawasan dilakukan oleh anggota.
Mempunyai sifat saling tolong menolong.
18
YAYASAN
Yayasan adalah suatu badan hukum yang
mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial,
keagamaan dan kemanusiaan, didirikan
dengan memperhatikan persyaratan formal
yang ditentukan dalam undang-undang. Di
Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-
Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16
Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat paripurna
DPR pada tanggal 7 September 2004
menyetujui undang-undang ini, dan Presiden RI
Megawati Soekarnoputri mengesahkannya
pada tanggal 6 Oktober 2004.

19
Orgnisasi Pelayanan Kesehatan?
Apakah organisasi

NIAGA ?

SOSIAL ?

REGIONAL/INTERNASIONAL ?
20
Organisasi Pelayanan Kesehatan
UU No.9 Tahun 1990 tentang Pokok-Pokok
Kesehatan: Setiap warga negara berhak
memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya. -> menjadi dasar penyelenggaraan
kegiatan layanan kesehatan untuk:
1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit
2. Pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan
pemulihan kesehatan
3. Penerangan dan pendidikan kesehatan kepada
masyarakat
Organisasi Pelayanan Kesehatan adalah Lembaga
atau institusi yang harus berbadan hukum

21
Visi Dan Misi Indonesia Sehat 2015
Visi Indonesia Sehat 2015
Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang
ditandai penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku hidup
sehat,memiliki kemampuan untukmenjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat yang setinggi-
tingginya di seluruh Republik Indonesia
Misi Indonesia Sehat 2015
1.Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan
2.Mendorong kemandirian masyarakt untuk hidup sehat
3.Memelihara dan meningkatkan pelayana kesehatan yang bermutu,
merata dan terjangkau.
4.Memelihara dan meninkatkan kesehatn individu, keluarga dan
masyarakat dan lingkungannya.
Dasar pembangunan kesehatan Indonesia
Dasar pembangunan kesehatan landasan idiil pembangunan nasional
adalah pancasila, sedangkan landasan konstitusional adalah
Undang0Undang Dasar 1945
22
Visi dan Misi Pembanguanan Kesehatan
Tahun 2010-2014
Visi
Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan
Misi
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui
pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan
masyarakat madani.
Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin
tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata
bermutu dan berkeadilan
Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya
kesehatan
Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik


23
Strategi Pebangunan Kesehatan Nasional Th 10-14
Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat
madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerja sama nasional
dan global.
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau,
bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti; dengan pengutamaan
pada upaya promotif dan preventif.
Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan, terutama untuk
mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional.
Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan
yang merata dan bermutu.
Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat
dan alat kesehatan serta menjamin keamanan, khasiat, keman-
faatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan.
Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan
berdayaguna dan berhasilguna untuk memantapkan desentralisasi
kesehatan yang bertanggungjawab.
24
Nilai-nnilai Pembangunan Nasional
Tahun 2010-2014
Pro Rakyat
Inklusif
Responsif
Efektif
Bersih

25
Pemahaman & Ruang Lingkup Organisasi
Kesehatan
Bahwa organisasi pelayanan kesehatan
mempuyai pengaruh yang sangat besar
terhadap kehidupan bermasyarakat di
Indonesia. Implikasinya adalah timbulnya
kebutuhan akan pengelolaan organisasi
pelayanan kesehatan. Yang mempunyai
tugas dan fungsi menjadi salah satu agent
of public service bagi sebuah masyarakat.
26
Tujuan Organisasi Kesehatan
Tujuan Umum: Medorong peningkatan status
kesehatan masyarakat secara mandiri, terpadu
dan mampu berdaya saing antar individu,
keluarga masyarakat serta bangsa dalam
kondisi lingkungan yang kondusif dan sehat
Tujuan Khusus:
1. Terwujudnya penyelenggaraan sistem kesehatan
dalam organisasi kesehatan yang mencakup
pembangunan kesehatan, sistem pelayanan
kesehatan dan sistem informasi kesehatan secara
tepat, cepat dan akurat.
27
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu,merata dan terjangkau oleh semua lapisan
masyarakat dengan penggunaan obat yang
rasional.
3. Meningkatkan kemampuan dan kemandirian in-
dividu, keluarga serta masyarakat dalam
pemeliharaan kesehatan, status gizi pencegahan
dan pemutusan rantai penularan penyakit.
4. Meningkatkan pemakaian sarana sanitasi kese-
hatan da pembangunan yang berwawasan lingku-
ngan.
5. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan
petugas dalam membentuk tenaga kesehatan yang
profesional.
6. Menjalin Kemitraan lintas sektor, LSM/Lembaga
masyarakat maupun Pemda dan lain sebagainya.
28
Sumber Pembiayaan
Masyarakat pengguna jasa (diri sendiri atau melalui
pihak ketiga / asuransi/)
Pemerintah (anggaran pemerintah)
Penyandang dana
JKN (Penerima Bantuan Iuran/PBI dan Non PBI)
29
Pertanggungjawaban
RS milik negara bertanggungjawab kepada
pemerintahan daerah/pusat atau badan yang
membawahinya
RS Swasta bertanggungjawab kepada badan yang
menaunginya (Yayasan/PT/Perseorangan)
Pengelolaan Organisasi Pelayanan
Kesehatan
Perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan
seluruh kegiatan dalam organisasi.
Mekanisme pertanggungjawaban.
Perkembangan teknologi dan budaya,
kompetisi meningkat, mutu/kualitas meningkat,
sehingga organisasi/perusahaan dituntut dalam
pengelolaan sumber daya lebih bermutu dan
profesional, data dan informasinya akurat, tepat
dan cepat dalam memberikan layanan dan
berorientasi kepada pelanggan (customer).
30
Perusahaan baik sosial maupun komersial,
profit oriented maupun non profit oriented,
termasuk pengelolaan RS, maka diperlukan
pertanggung-jawaban pengelolaannya,
khususnya dalam bidang akuntansinya:
Dari transaksi, pencatatan, penggolongan,
pengikhtisaran, laporan keuangan, analisa
dan interprestasi yang bermanfaat bagi
pemakai informasi (laporan keuangan)
tersebut sehingga pemakai dapat mengambil
keputasan yang cepat, tepat,akurat serta
benar.
Sehingga setiap jenis usaha (perusahaan) baik
jasa, manufaktur, dagang, sosial dll, perlu
dilakukan penataan kembali tentang Standar
Akuntansi Keuangan (SAK).

31
Pelaku Pelayan Kesehatan
Pelaku pelayanan Kesehatan dalam Peraturan
Pemerintah (PP) No. 32 tahun 1996 Bab1,
pasal 1, ayat 1 Tenaga kesehatan adalah
setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan
dan atau ketrampilan melalui jenis pendidikan
tertentu di bidang kesehatan, sehingga orang
tersebut mempunyai kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan.


32
Pelaku Kesehatan antara lain:
1. Dokter adalah orang yang bertugas
menyembuhkan orang-orang sakit (tetapi tidak
semua orang yang menyembuhkan penyakit
bisa disebut dokter), untuk menjadi dokter
harus melalui pendidikan dan pelatihan
(memperoleh gelar dalam bidang kedokteran)
Bidang-bidang dokter: dokter umum, dokter
spesialis/sub spesialis, dokter bedah, dokter gigi.
Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan
diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu
dengan melalui pendidikan dokter spesialis.

33
2. Perawat (nurse bahasa latin dari kata nutrix
= merawat/memelihara) adalah seorang yan
berperan dalam merawat / memelihara,
membantu dan melindungi seorang dari sakit,
injuri serta proses penuaan. Perawat
profesional adalah perawat yang bertanggung
jawab dan berwenang untuk memberikan
pelayanan keperawatan secara mandiri dan
atau berkolaborasi dengan tenaga kesehatan
lain sesuai dengan kewenangannya (Dekkes
RI, 2002).

34
3. Ahli Gizi /Nutrisionis adalah seorang yang diberi
tugas, tanggungjawab dan wewenang penuh oleh
pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan
teknis fungsional di bidang pelayanan gizi, makanan
serta dietetik, baik di masyarakat, RS dan unit
kesehatan lainnya (Direktorat Gizi Deparemen
Kesehatan RI, 2003).
Dietisien adalah seorang nutrisionis yang telah
mendalami pengetahuan dan ketrampilan dietetik,
baik melalui pendidikan formal maupn pengalaman
kerja dengan masa kerja minimal satu tahun , atau
yang mendapat sertifikasi dari Persatuan Ahli Gizi
Indonesia (PERSAGI) dan bekerja di unit pelayanan
yang menyelenggarakan terapi dietetik ((Direktorat
Gizi Departemen Kesehatan RI, 2003).


35
3. Ahli Peralatan Kedokteran, berperan
membantu dokter maupun perawat dalam
memfungsikan alat-alat kedokteran, baik
dalam pengadaan, penggunaan maupun
pemeliharaan
4. Manajemen adalah pengelola pelayanan
kesehatan , baik di RS, Puskesmas, Klinik
Praktek Dokter bersama, praktik bidan,
maupun apotek.
36
Rumah Sakit
Sifat dan karakter RS
Rumah sakit adalah bagian integral dari satu
organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi
menyediakan pelayanan kesehatan paripurna,
kuratif dan preventif kepada masyarakat , serta
pelayanan rawat jalan yang diberikannya guna
menjangkau keluarga di rumah. Rumah Sakit
juga merupakan pusat pendidikan dan latihan
tenaga kesehatan serta pusat penelitian bio-
medik. (WHO Technical Report Series No.
122/1957)
37
Pengelompokan RS
1. Berdasar klasifikasi: RS Pemerintah
(komunitas) dan Non pemerintah (non
komunitas).
2. Berdasar kepemilikan: RS pemerintah
nonfederal, RS Non pemerintah nirlaba, RS
yang dimiliki investor dan RS milik pemerintah
daerah.
3. Berdasar rata-rata lama tinggal: RS jangka
pendek dan jangka panjang menginap < 30
hari = singkat , rata-rata nasional LOS < 7 hari;
menginap > 30 hari = lama;

38
4. Berdasar jumlah tempat tidur: 6-24 TT; 25-49 TT;
50-99TT; 100-199TT; 200-299TT; 300-399TT;
400-499TT; dan >500 TT.
5. Berdasar Akreditasi: RS terakreditasi dan
nonakreditasi.
6. Berdasar pendidikan : RS pendidikan dan RS
Non pendidikan.
7. Berdasar integrasi vertikal atau konsep
regionalisasi: RS pusat layanan pertama
(memberikan layanan komprehensif mendasar
dan terus menerus), layanan kedua
(memberikan pelayanan kesempurnaan dan
ketrampilan) dan layanan ketiga (fasilitas
khusus dengan teknologi tinggi).
39
Tujuan Organisasi /Rumah Sakit
Pembangunan rumah sakit diatur atau
dipengaruhi oleh perundang-undangan,
tujuannya menyelenggarakan pelayanan
kesehatan dan terjangkau oleh masyaakat,
memberikan pendidikan dan penyuluhan
melakukan penyelidikan dan penelitian.
Berubahnya penekanan dari pelayanan pasien
inap ke pasien rawat jalan dan kemajuan
teknologi kedokteran , maka tujuan RS harus
didukung oleh faslitas penunjang dengan
berteknologi tinggi dan terintegrasi .
40
Modal
UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan
daerah dan UU No. 33 Tahun 2004 tentang
perimbangan keuangan antara pusat dan
daerah, berpengaruh terhadap pelaksanaan
pembangunan (termasuk pembangunan
kesehatan).
Pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan usaha periode laporan,
meliputi : laporan alokasi dana, laporan pendapatan,
laporan pengeluaran ke Pemerintah Daerah
setempat
41
Struktur Organisasi (Contoh)
42
Siklus Aktivitas RS
Secara minimal siklus aktivitas RS :
1. Menyelenggarakan pemeriksaan, pengobatan,
dan perawatan kepada masyarakat umum
2. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan
tenaga medis , ahli dan para medis baik yang
diselenggarakan sendiri maupun bersama
dengan instansi lainnya.
3. Mengadakan dan melakukan pelatihan
43
Puskesmas
(Pusat Kesehatan Masyarakat)
Sifat dan Karakteristik Puskesmas, memberi-
kan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat:
1. Pelayanan kesehatan dasar -> prevenif
2. Pembinaan peran serta masyarakat
3. Pengembangan upaya kesehatan : Puskesmas
Pembantu, Polindes (Poliklinik Desa)
Tujuan Organisasi :
Memberikan pelayanan kesehatan secara menyelu-ruh
dan terpadu, diterima dan dijangkau oleh ma-
syarakat, mengikutsertakan peran aktif masyara-kat,
dengan teknologi tepat guna, biaya pemerintah
44
Modal
Modal dari Pemerintah - APBD.
Pertanggungjawaban
Bertanggungjawab penuh untuk melaporkan ke
pemerintah pusat dan daerah melalui SP2TP
(Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu
Puskesmas dengan tujuan:
Tujuan umum
Semua data tentang hasil kegiatan Puskesmas
dan data lainnya yang berkaitan serta pelaporan
ke jenjang yang lebih tinggi

45
Tujuan Khusus
1. Tercatatnya semua data hasil kegiatan
Puskesmas
2. Dilaporkannya data ke jenjang yang lebih tinggi
3. Terolahnya data menjadi informasi di
Puskesmas
4. Diperolehnya kesamaan pengertian SP2TP
5. Tertatanya mekanisme pencatatan di
Puskesmas
6. Tertatanya alur data dari Puskemas sampai
pusat.
7. Mantapnya pelaksanaan SP2TP.

46
Jenis Form Isi Data
Laporan
Bulanan
LB1 Data Kesakitan
LB2 Data Obat-obatan
LB3 Gizi, KIA, Immu, P2M
LB4 Kegiatan Puskesmas
Laporan
bulanan
Sintinel
LB15 Data Penyakit yang dapat dicegah dengan
Immunisasi (PD3I), ISPA, dan Diare,
(khusus untuk Puekesmas Sintine l
(ditunjuk)
LB25 Data KIA, Gizi Tetanus Neo, PAK, khusus
untuk Puskesmas dengan TT
Laporan
Tahunan
LT1 Data dasar Puskesmas
LT2 Data Kepegawaian
LT3 Data Peralatan
47
Struktur Organisasi
1. Kepala Puskesmas (Dokter Umum)
2. Tata Usaha
3. Subsie Perawatan dan Pengobatan
4. Subsie KIA KB (Kesehatan Ibu dan Anak-
Keluarga Berencana)
5. Subsie P2M (Pencegahan Penyakit Menular).
6. Subsie Kesling (Kesehatan Lingkungan
7. Subsie PKM (Pendidikan kesehatan
Masyarakat
48
49
Kepala Puskesmas
KIA
KB
Gizi
Pemb,
Dukun
Kl
Bersalin
Tata Usaha
Subsie
KIA-KB
Subsie
Kesling
Subsie
P2M
Subsie
PKM
R. Terpadu
Keuangan
Admisnistrasit
BP
Umum
Laborato
-ium
Obat
Subsie
Pengoba-
tan dan
Perawatan
Immunisasi
Pencegahan
Penyakit
dengan
immunisasi
Penyakit yang
disebarkan
binatang
(Rabies,
Malaria, kusta
Kesling
UKS
UKGS
PHN
PKM
Pelayanan Puskesmas
1. Pemeriksaan kesehatan
2. Pengobatan penyakit
3. Penyuluhan kesehatan
4. Perawatan kesehatan
Berada di setiap tingkat kecamatan dengan pustu
(puskemas pembantu) di tingkat desa dan
puskesmas keliling (pusling) dan biaya pelayanan
terjangkau oleh masyarakat.
Siklus Aktivitas Puskesmas

50
Pemerik
saan
Pengo-
batan
Penyulu
han
Pera-
watan
Perencanaan (P1)
Tahapan Perencanaan Tingkat Puskesmas
51
Tahap
Persiapan
Tahap
Analisis
Situasi
Tahap
Penyusunan
Rencana
Usulan
Kegiatan
(RUK)
Tahap
Penyusunan
Rencana
Pelaksana-
an Kegiatan
POA :
1. Rincian Kegiatan
2. Volume Kegiatan
3. Lokasi
Pelaksanaan
4. Tenaga
Pelaksana
5. Sumber biaya
6. Penjadwalan
1. Perumusan dan
penyeb ab
masalah
2. Perumasan
pendekatan
pemecahan
masalah
3. RUK
data dan informasi
untuk mengetahui
masalah
operasional (tidak
tercapainya target
pelayanan)
Puskesmas yang
perlu dipecahkan
Persiapan sumber
daya yang terlibat
dalam
perencanaan ,
melalui
pertemuan,
pembahasan dan
pelatihan sesuai
keperluan
Pergerakan Pelaksanan (P2)
Penggalangan kerjasama dalam tim
Penggalangan kerjasama lintas sektoral
Rapat Kerja Bulanan Puskesmas
Rapat kerja Triwulan Lintas sektoral

Pengawasan, Pengendalian dan Penelitian (P3)
SK Mentri No. 63/Menkes/II/1981, berlaku Sistem
Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas,
untuk pelaksanan yang baik diperlukan : data dan
informasi untuk perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, pengawasan, pengendalian dan
penilaian penampilan/kinerja puskesmas
52
Organisasi Kesehatan lainnya :
1. Poliklinik/Praktik Dokter Bersama
2. Praktek Dokter Perseorangan
3. Apotek
4. Balai Pengobatan
5. Klinik-klinik kesehatan lainnya
6. dll
53
54
Rumah Sakit /Hospital
Sifat Rumah Sakit
Sosial dan kemanusiaan (murni)
Sosial /kemanusiaan dan
komersial/bisnis (campuran)
Komersial bisnis (murni)
55
Karakteristik Rumah Sakit Umum
Meningkatnya kebutuhan masyarakat
akan pelayanan kesehatan, manajemen
RS dituntut profesional, walau sumber
daya terbatas, tetap harus efektif dan
efisien.
Sulitnya meramalkan kebutuhan
pelayanan kesehatan baik jenis, jumlah
dan mutu layanan, disisi lain RS harus
siap melayani, maka mau tidak mau, siap
tidak siap mau dan siap melayani dengan
profesional dan baik
Dengan ciri tersebut, juga masih dituntut
untuk memberikan pertanggungjawaban
pelayanan dan laporan keuangan yang
layak (memadai) dan dapat
dipertanggungjawabkan: unit cost,
transparansi cost untuk asuransi (klaim),
RS dituntut ada fungsi sosial dan
pertanggungjawaban sosial.
RS juga mempunyai hak untuk menerima
bantuan/sumbangan dari para donatur,
sebagai mediator donatur untuk diberikan
kepada penerima pelayanan kesehatan
oleh RS

56
57
Karakteristik Rumah Sakit Perjan
1.Bedasarkan peraturan perundang-
undangan RS Perjan memiliki
karakteristik:
Berfungsi sosial, profesional dan etis dengan
pengelolaan ekonomis tidak semata-mata
mencari keuntungan.
Merupakan BUMN, sehingga ada tugas dan
wewenang dalam pelayanan: pendidikan,
penelitian dll untuk meningkatkan derajat
kesehatan dan lebih berorientasi pada
kepentingan masyarakat.

Untuk mendukung pelayanan, dapat
menerima bantuan dan menerima
pembayaran jasa pelayanan serta menerima
hasil kerjasama dengan pihak lain yang
terkait . Penerimaan jasa bukan merupakan
penerimaan negara bukan pajak,
Berhak menerima hibah sesuai ketentuan
undang-2, menerima pinjaman dari lembaga
keuangan dalam negeri dan luar negeri atas
persetujuan MenKeu. Dan kerajasama
dengan lembaga lain,
Kekayaan RS Perjan adalah kekayaan
negara,
Modal tidak terbagi atas saham-2

58
59
2. Organisasi nirlaba menurut SAK:
Sumber daya entitas berasal dari penyumbang
yang tidak mengharapkan pembayaran kembali.
Menghasilkan barang/jasa , bertujuan tanpa
memupuk laba, jika ada laba tidak dibagikan
kepada pendiri /pemilik entitas.
Tidak ada kepemilikan, kepemilikan tdk dapat
dijual belikan, dialihkan atau ditebus kembali
3. RS perjan memiliki karakteristik serupa
dengan organisasi nirlaba yang ditentukan
dalam SAK, oleh karena itu laporan keuangan
RS perjan sebaiknya mengikuti pelaporan
organisasi nirlaba
60
Tujuan adanya Standar atau Pedoman Akuntansi
Keuangan untuk Oganisasi Nirlaba / RS
Membantu pengguna dalam menyusun laporan
keuangan agar sesuai dengan tujuannya.
Menciptakan keseragaman dalam penerapan
perlakuan akuntansi dan penyajian laporan
keuangan, shg menciptakan daya banding
diantara laporan keuangan RS
Menjadi acuan minimum yang harus dipenuhi
RS, dalam menyusun laporan keuangan,
namun tetap memberikan kebebasan untuk
memberikan informasi yang relevan bagi
pengguna laporan keuangan, sesuai kondisi
masing-masing RS
61
Ruang Lingkup Standar atau Pedoman
Akuntansi Keuangan untuk Oganisasi
Nirlaba / RS
Berlaku untuk laporan keuangan yang
disajikan dan disusun oleh RS.
Dapat dijadikan acuan bagi RS pusat dan
daerah serta RS yang berorientasi sosial
/ nirlaba
62
Produk
Sesuatu yang dapat untuk memenuhi /
memuaskan kebutuhan
Inti produk, bagian dari produk yang
langsung memenuhi / memuaskan
kebutuhan
Kemasan, yang membentuk image dari
produk
Pelengkap, untuk menambah
kepercayaan
63
Macam Produk
Produk barang:
1. Berbentuk : dapat dilihat dan dapat diraba /
dipegang (fisik), Misal : mobil, komputer dll
2. Tidak berbentuk (non fisik) tetapi bisa
berbentuk (outputnya), misal: program
komputer (ada bentuknya dalam bentuk
modul program)
Produk Jasa
Adalah produk yang tidak kelihatan secara
fisik, tetapi bisa dirasakan, misal: Jasa
kesehatan, Jasa Konsultan dll

64
Produk Rumah Sakit
Produk Utama adalah jasa pelayanan
kesehatan, antara lain:
Jasa Pelayanan yang diberikan oleh petugas
kesehatan di RS kepada pasien (orang sakit),
misal: jasa dokter, jasa perawat, jasa
apoteker, jasa fisioterapi, jasa rehabilitasi
medik, jasa ahli gizi dll.
Produk pendukung adalah produk yang bisa
berupa jasa dan barang yang diberikan oleh RS
Jasa pelayanan yan diberikan oleh petugas
non kesehatan: misalnya informasi, keamanan,
kebersihan, parkir, transportasi dll
Barang, misal obat, alat bantu kesehatan dll.
Produk Jasa Kesehatan


Inti
Kemasan
Pelengkap
Kegiatan ekstra
mural, sosial,
individual
Dokter, Perawat,
Tenaga medis
lainnya, Tindakan
Medik, Asuhan
Keperawatan
SDM lain,
lingkungan, Fisik,
Peralatan,
prosedur/sistem
65
66
Paradigma
Rumah Sakit Zieken Huis
Pengobatan
Pelayanan Medis
Rumah Sehat Hospital
Hospitality
Rumah Sehat Hospital yang Holistik
Pelayanan intra mural
Pelayanan extra mural
67
Pelayanan
Dalam arti sebagai Produk? Atau
Dalam arti sebagai proses Transaksi?

Pemahaman ini penting sebagai dasar dalam
membahas:
Kualitas produk
Kapasitas dan proses produksi
Kepuasan pelanggan
68
Hospital Business
Core Business
Usaha jasa pelayanan utama /pokok dari
rumah sakit
Supporting Business
Usaha jasa pelayanan pendukung dari
pelayanan utama rumah sakit
General Service Business
Usaha jasa pelayanan umum RS untuk
kelancaran pelayanan utama dan pendukung
69
Hospital Core Business
Pelayanan jasa medis (dokter)
Pelayanan jasa para medis (perawat)
Pelayanan jasa perawatan inap
Pelayanan jasa perawatan intensif
Pelayanan jasa perawatan jalan (klinik
/poliklinik
Pelayanan jasa perawatan gawat darurat
Pelayanan lainnya
dll
70
Hospital Supporting Business
Pelayanan jasa Radiologi
Pelayanan jasa Laboratorium
Pelayanan jasa Rehabilitasi Medik (fisioterapi dll)
Pelayanan jasa Tata Boga (Gizi)
Pelayanan Jasa Konsultasi Psikologi
Pelayanan jasa Rekam Medik (Administrasi Medis)
Pelayanan jasa administrasi keuangan dan umum
Pelayanan jasa lainnya (transportasi, kesehatan
lingkungan, cucian, parkir dll) Pelayanan jasa Farmasi

Business Process
71
Customer
Pasien
Pengunjung
Supporting
Business (SB)
Laborat
Radiologi
Farmasi
Rehab
Medik
dst
Process
Input
Customer
Pasien
Pengunjung

Core Business
(CB)
Rajal
IGD
IBS
Irna
IRI
dll


General
Service (GS)
Rekam
Medis
Akuntansi
dan Keu
Marketing
SDM
dll
Output
72
Proses /Alur Pelayanan

Pasien
Keluarga
Pasien.
Pendaftaran
Rekam Medik
Petugas Daftar
Admisi
Klinik
Perawat
Dokter
Instalasi Penunjang
Radiologi, Laborat
Rehab Medik, Inst.
Gizi dll
Perawatan Inap
Perawat,
Dokter, dll
Kasir/Bank
Pembayaran
Jasa pelayanan
Pasien
Pulang
Contoh

73

74

75

76

77
78
Rumah Sakit
Sama Dengan
Hotel ?
Restoran ?

Etika RS
Adalah etika terapan (applied ethics) atau
etika praktis (practical ethics), yaitu moralitas
atau etika umum yang diterapkan pada isu-isu
praktis , seperti perlakuan terhadap etnis
minoritas, keadilan untuk kaum perempuan,
penggunaan hewan untuk bahan makanan
dan penelitian, pelestarian lingkungan hidup,
aborsi, eutanesia dan kewajiban bagi yang
mampu untuk membantu yang tidak mampu
79
Hal-hal yang bukan Etika (what ehics is not)
menurut Peter Singer:
Etika bukan seperangkat larangan khusus yang
berhubungan dengan perilaku seksual.
Etika bukan sistem yang ideal, luhur dan baik
daam teori namun tidak ada gunanya dalam
praktik.
Etika bukan sesuatu yang hanya dapat
dipahami dalam kontek agama.
Etika bukan sesuatu ang relatif atau subyektif
80
Koponen-komponen etika RS
Isu-isu Etika Administratif
1. Terkait dengan kepemimpinan dan manajemen RS
2. Terkait dengan privasi (kerahasiaan tentang
pasien)
3. Persetujuan tindakan medis (informed concent)
4. Berhubungan dengan faktor-faktor keuangan.
Isu-isu Etika Biomedis
Menyangkut persepsi dan perilaku profesional serta
institusional terhadap hidup dan kesehatan manusia
sejak sebelum lahir , saat-saat sejak lahir, pertum-
buhan, ketika terjadi sakit /cedera, menjadi tua
sampai menjelang akhir hidup, mati dan bahkan
beberapa waktu setelah itu.

81
Isu-isu Etika Biomedis
Isu-isu etika Biomedis yang lahir dari dampak
revolusi biomedis sejak tahun 1960-an
(International Association of Bioethics
mendefinisikan Bioetika adalah tentang isu-isu
etis, sosial. Hukum, serta isu-isu lain yang
timbul dalam pelayanan kesehatan dan ilmu-
ilmu biologi
Isu-isu etika medis Tradisional dikenal sejak
ribuah tahun, lebih banyak menyangkut hubu-
ngan individual (contoh interaksi terapeutik an-
tara dokter dan pasien malpraktek
82
Isu-isu Bioetika
Terkait dengan kegiatan rekayasa genetik,
teknologi reproduksi, eksperimen medis,
donasi dan transplatasi organ, penggantian
kelamin, eutanasia, isu-isu pada akhir hidup,
kloning tereupatik, dan kloning reproduktif,
Isu-isu Etika Medis
Masalah etika medis tradisonal dalam pelayanan
medis di RS lebih banyak dikaitkan dengan
kemungkinan terjadinya malpraktek, etika ini diartikan
sebagai kewajiban dan tanggung jawab, didasarkan
pada ketentuan hukum (perdata, Pidana, Tata Usaha
Negara atau pada norma-norma etika.

83
Malpraktek
Istilah hukum, yang berarti kesalahan dalam
menjalankan profesi, misalnya dokter dinayatakan salah
menjalankan profesi jika: tidak memeriksa, tidak
membuat penilaian, tidak melakukan tindakan, atau
tidak menghindari tindakan tertentu.
Etika diartikan sebagai kewajiban dan tanggunjawab:
1. Etika RS adalah etika institusi
2. Direktur RS (eksekutif puncak) sebagai penanggung
jawab moral dan etika institusi (RS).
3. Etika medis berhubungan dengan hidup dan
kesehatan (yang dimaksud pasien, staf, karyawan
RS dan masyarakat).
84
4. Masalah etika RS timbul bila terjadi pelanggaran
thdp azas-azas etika (umum) dan Kode Etik RS.
5. Azas-Azas etika yang diterapkan RS (etika Praktis):
a. RS Berbuat kebaikan dan tidak menimbulkan
mudharat/cedera (nonmaleficience) pada pasien,
staf dan karyawan dan masyarakat umum serta
lingkungan hidup (sumpah hipprokrates 23 abad
yang lalu; ajaran Islam: Amar maaruf nahi
mungkar; ajaran Hindu : nonmaleficence adalah
Ahimsa).
b. Azas menghormati manusia (respect for persons)-
pasien, staf dan karyawan serta masyarakat umum..
c. Azas keadilan (justice): keadilan sosial, keadilan
ekonomi, dan perlakuan yang fair terhadap
pasien, staf dan karyawan serta masyarakat umum.
85
Pemecahan masalah Etika RS
1. Memecahkan struktur masalah ke dalam komponen-
komponennya, menganalisis, hingga akar masalah
ditemukan
2. Menganalisis lebih dalam (root caouse analysis)
tentang akar masalah yang ditemukan.
3. Menetapkan beberapa alternatif pemecahan akar
masalah.
4. Memilih alternatif situasional terbaik untuk
pemecahan masalah.
5. Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya
pemecahan masalah yang sudah dilaksanakan.
6. Melakukan tindakan koreksi jika masalah terulang .
86
Organisasi Kesehatan Dari Aspek
Akuntansi
Definisi Akuntansi:
Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran,
pencatatan dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari
suatu organisasi, yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka
pengambilan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang
memerlukan. Pengertian ini juga dapat melingkupi penganalisaan
atas laporan yang dihasilkan oleh akuntansi tersebut (American
Accounting Association, 1966) .

Akuntansi adalah kegiatan jasa yang berfungsi menyediakan
informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang
ekonomi organisasi, agar berguna dalam pengambilan keputusan
ekonomis dalam membuat pilihan yang nalar diantara pelbagai
alternatif arah tindakan (Accounting Principles Board.1970)
87
Dari Pengertian tersebut maka:
Akuntansi adalah menyediakan informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan.
Informasi merupakan input yang
dipertimbangkan dalam pengambilan
keputusan , khususnya ekonomi yang rasional.
Informasi keuangan yang dihasilkan akuntansi
juga merupakan salah satu parameter
keberhasilan organisasi kesehatan dalam
pengelolaan organisasi yang semakin tinggi
tingkat persaingannya.
88
Akuntansi dan Perencanaan Anggaran
Pada Organisasi Pelayanan Kesehatan
Organisasi pelayanan kesehatan sebagaimana
organisasi pada umumnya dalam pengelolaannya
perlu informasi akuntansi/keuangan sebagai dasar
untuk pengambilan keputusan.
Akuntansi dan perencanaan anggaran adalah bagian
dari proses perencanaan organisasi dalam menyusun
perencanaan-program anggaran- pelaksanaan-
evaluasi. Artinya akuntansi sebagai dasar untuk
membuat perencanaan dan anggaran sekaligus
setelah pelaksanaan sebagai alat evaluasi terhadap
pertenggungjawaban pelaksanaan anggaran.


89
Tujuan Akuntansi Pada Organisasi
Kesehatan
Pengendalian Pengelolaan : Memberikan informasi
yang diperlukan untuk mengelola organisasi secara
tepat, efisien dan ekonomis menyangkut kegiatan dan
alokasi sumber daya yang dipercayakan organisasi
Akuntablitas : Memberikan informasi yang memung-
kinkan pengelola organisasi untuk melaporkan pelak-
sanaan tanggung jawab pengelolaan secara tepat dan
efektif beserta penggunaan sumber daya yang
menjadi wewenangnya, disamping memungkinkan
pengelola organisasi untuk melaporkan ke publik atau
lembaga penaung atas hasil operasi organisasi
90
Manfaat dan Kegunanaan Akuntansi
Kesehatan
Sebagai salah satu pedoman pengambilan keputusan
(mengelola dan mengalokasikan sumber daya); untuk
menentukan biaya program/kegiatan beserta
kelayakannya; untuk menetapkan biaya operasioal
yang akan dibebankan ke masyarakat sasarannya
dan biaya standar serta harga yang akan dibebankan
ke organisasai kesehatan ybs.
Membantu pemilihan & peningkatan pelayanan yang
efektif dan efisien , meringankan penganggaran,
penyususn laporan keuangan untuk laporan
pertanggungjawaban ke penaung/publik.
91
Akuntansi - Perencanaan Anggaan dan
Rekam Medis
92
Akuntansi/Acaountacy
Pencatatan/perekaman transaksi (dapat
dinilai dengan Uang) yang terjadi dalam
suatu usaha/organisasi/ perusahaan
Rekam Medis
Pencatatan/perekaman pelayanan
medis pasien-pasien
Informasi /Laporan Keuangan Informasi /Laporan Pel.Medis:
User / Pengguna Laporan/Informasi
Dasar Penyusunan dan evaluasi
Perencanaan Anggaran
93
Tugas
1. Apa yang Saudara ketahui tentang organisasi
pelayanan kesehatan : Puskesmas , RS Umum,
RS Pusat, RS Perjan. jelaskan dengan singkat
2. Buatlah struktur organaisasi pelayanan kesehatan
Puskesmas , Rumah Sakit
3. Buatlah Proses Bisnis untuk Puskesmas , Rumah
Sakit
4. Buatlah alur pelayanan di suatu Klinik/Balai
Pengobatan, Puskesmas, Rumah

94