Anda di halaman 1dari 2

CONGEK

Bagaimana gejalanya?
Congek / otitis media supuratif kronik adalah infeksi lama (lebih dari 2 bulan) pada
telinga tengah, terjadi akibat adanya lubang pada gendang telinga. Nyeri jarang
dijumpai, tetapi sering disertai dengan keluarnya cairan. Cairan ini mungkin encer/
kental, bening/ nanah, dan berbau khas.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain gejala komplikasi yang lebih serius seperti
ketulian, nyeri kepala hebat, serta demam disertai kejang. Bisa juga ditemukan bisul
di belakang telinga yang menandakan penyebaran infeksi ke tulang di sekitar telinga.

Apakah menular? Bagaimana caranya? Dan apa saja faktor resikonya?
Otitis media atau congek ini adalah salah satu penyakit menular dan oleh karena
sebagian besar otitis media didahului oleh infeksi pernapasan atas, maka metode
penularan adalah sama seperti pada infeksi pernapasan tersebut.
Adapun faktor resiko dari penyakit ini adalah sebagai berikut:
a. Abnormalitas anatomi: celah langit-langit mulut biasanya disebut dengan sumbing
b. Musim dingin
c. Hipertrofi adenoid (pembesaran tonsil)
d. Down syndrome
e. Infeksi saluran napas pernapasan di keluarga
f. Ras kulit putih
g. Menderita infeksi pertama pada usia muda

Bagaimana cara mencegah congek?
1. Hati-hati saat membuang ingusCara Mencegah Congek
Membuang ingus terlalu keras bisa membuat gendang telinga tertarik dan pecah.
Cara buang ingus yang benar adalah bergantian dengan kekuatan yang tidak
dipaksakan.
2. Bagi anak, hindari mengedot sambil tidur
Pada anak yang mengedot sambil tidur, dalam posisi tertentu terjadi yang
namanya refluks di mana kuman dari tenggorok tersedot masuk ke telinga.
Karena saluran tuba Eustachius yang menghubungkan antara telinga dan
tenggorok masih pendek dan lebar. Maka dari itu, latihlah sejak dini anak yang
masih mengedot untuk melakukannya dalam keadaan posisi duduk atau setengah
duduk.
3. Bila telinga sedang terluka, hindari berenang Cara Mencegah Congek
Jika memiliki luka di telinga, janganlah berenang. Jamur bisa bekembang di
telinga jika ada luka. Oleh sebab itu bagi orang yang gendang telinganya sudah
pecah dan sudah terkena congek, tidak boleh berenang. Begitu juga dengan air
yang masuk ke hidung, kalau ada infeksi sinusitis, bisa jadi congek.
4. Jadikan suatu kebiasaan untuk memeriksakan ke dokter THT
Dengan rutin melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi, maka apapun yang
sedang terjadi pada telinga dapat secepatnya ditangani.

Apa yang harus dilakukan bila sudah menderita congek?
Langkah pertama tentu berkonsultasi dengan dokter. Bila sesuai dengan otitis media
supuratif kronik, maka dokter perlu memastikan apakah sudah terjadi komplikasi.
Terapi congek seringkali memerlukan waktu lama dan harus berulang-ulang.
Biasanya akan diberikan obat tetes telinga dan obat minum untuk mengurangi infeksi.
Apabila telinga tetap berair lebih dari 3 bulan terus menerus setelah diobati dengan
teratur, biasanya diperlukan tindakan operasi untuk membersihkan infeksi pada
telinga bagian tengah tersebut.
Pada gendang telinga robek yang tidak terlalu besar bisa dilalukan operasi penutupan
gendang telinga, setelah infeksi sembuh. Infeksi telinga yang sudah lama dan
berulang biasanya gendang telinga sudah tidak ada lagi, umumnya sulit untuk
dilakukan penutupan gendang telinga.

Bagaimana cara menjaga kesehatan telinga?
1. Mengorek telinga dengan benarra Mencegah Congek
Bersihkanlah daun telinga dengan cotton buds, jangan liang telinganya. Serumen di
sekitar liang telinga masih dibutuhkan untuk melindungi telinga. Termasuk
mengangkat debu-debu dari luar supaya tidak masuk telinga. Apalagi, kotoran telinga
punya self cleaning sendiri. Kalau pendengaran terganggu dengan serumen yang
sangat menumpuk, datanglah ke dokter THT. Cari apa yang menjadi penyebabnya.
Jika ada keluhan telinga gatal atau sakit, segera cari penyebabnya. Hindari mengobati
sendiri dengan jari, cotton buds, atau benda-benda lain.
2. Telinga harus kering Cara Mencegah Congek
Gendang telinga yang sobek bisa menutup, dengan catatan harus selalu kering alias
tidak boleh berair. Kalau pun luka, tidak boleh berair.
3. Rutin memeriksakan telinga ke dokter
Memberikan perhatian dengan melakukan perawatan merupakan langkah yang
dianjurkan, selain sebagai pencegahan agar tidak muncul permasalahan juga untuk
memberikan penanganan secepat mungkin bila ada hal kejanggalan sekecil apapun.
Perhatikan infeksi-infeksi di daerah seputar THT seperti amandel yang selalu
bermasalah, sakit tenggorok yang berulang, dan sinusitis. Pada anak-anak sebaiknya
rutin ke dokter THT 6-12 bulan sekali dan untuk dewasa, bila tidak ada kelainan
anatomi dan telinganya sehat, cukup setahun sekali. Cara Mencegah Congek