Anda di halaman 1dari 35

Standarisasi atau pembakuan adalah penetapan dan/atau

penyesuaian bentuk, ukuran dan kualitas sebagai pedoman untuk


melakukan pekerjaan. Standarisasi ditetapkan oleh instansi atau
lembaga yang berwenang.
Standarisasi bertujuan untuk :
Menjamin mutu/kualitas peralatan karena telah melalui proses
pengujian
Mencapai keseragaman mengenai :
Ukuran
Bentuk
Mutu
Cara menggambar
Cara kerja
Standar : segala sesuatu yang telah diperjanjikan dan diterima
untuk dipergunakan sebagai patokan dalam menentukan sesuatu.
Standarisasi ini dimaksudkan untuk menetapkan standar peralatan
SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk sistem
tenaga listrik.
Tujuannya untuk memberikan pedoman yang terarah dan seragam
dalam penerapan standar peralatan SCADA sistem tenaga listrik
yang mengutamakan mutu, keandalan dan ekonomi.
Standar ini merupakan acuan dalam pembangunan sistem SCADA baru,
pengembangan sistem SCADA yang telah ada, dan penggantian sistem
SCADA. Standar ini bukan merupakan spesifikasi teknis.
Standar SCADA SPLN tahun 2007 ini merupakan pengganti dari Pola
SCADA SPLN No. 109 Tahun 1996, dalam rangka mengikuti
perkembangan teknologi SCADA.
1. S3.001 Peralatan SCADA sistem tenaga listrik
2. S4.001 Pengujian sistem SCADA
3. S5.001 Teleinformasi data untuk operasi jaringan tenaga listrik
4. S5.002 Teleinformasi data untuk pemeliharaan instalasi STL
5. S6.001 Perencanaan dan pembangunan sistem SCADA
6. S7.001 Operasi dan pemeliharaan sistem SCADA
Standar ini menjelaskan mengenai master station, komunikasi dan
remote station yang terdiri dari enam bagian, yaitu:
Standar ini mencakup definisi, perangkat keras, perangkat lunak,
kebutuhan teleinformasi data, pengujian, kinerja, kajian kelayakan dalam
pembangunan, operasi dan pemeliharaan yang memiliki hubungan
dengan sistem SCADA.
Standar ini dapat menjadi pedoman dalam setiap perencanaan,
pembangunan, operasi dan pemeliharaan sistem SCADA di PT PLN
(Persero) secara nasional.
a. National Control Center, disingkat NCC;
Pusat kendali yang terhubung dengan beberapa inter regional
control center.
b. Inter Regional Control Center, disingkat IRCC;
Pusat kendali yang terhubung dengan beberapa regional
control center.
c. Regional Control Center, disingkat RCC;
Pusat kendali jaringan transmisi tegangan tinggi.
d. Inter Distribution Control Center, disingkat IDCC;
Pusat kendali yang terhubung dengan beberapa distribution
control center.
e. Distribution Control Center, disingkat DCC.
Pusat kendali jaringan distribusi.
Standar ini, berlaku untuk sistem SCADA:
NCC, IRCC, RCC, IDCC dan DCC
Konfigurasi master station dibedakan menjadi beberapa level
berdasarkan tingkatan perangkat keras, perangkat lunak, dan lingkup
supervisi sistem kelistrikan.
Konfigurasi master station berdasarkan tingkatan perangkat keras
dibedan menjadi 2, yaitu:
a. Konfigurasi master station transmisi (RCC atau IRCC) dibedakan
menjadi 5 level
b. Konfigurasi master station distribusi (DCC atau IDCC) dibagi atas 3
level
Referensi mengenai tingkatan perangkat lunak yang diaplikasikan pada
RCC dan IRCC berdasarkan masing-masing level master station
Workstation dispatcher & enjiner (1 set)
Server SCADA, data historikal, sub sistem komunikasi (1 set redundant)
GPS (1 set redundant)
Switch 10/100 Mbps Ethernet LAN
Projection multimedia (1 set)
Level 1
Switch 100 megabit ethernet LAN
Printer laser (2 buah)
Gateway atau Router+Firewall (1 set)
Level 2
Workstation dispatcher (2 set)
Workstation enjiner & update database (1 set)
Server SCADA dan data historikal (1 set redundant)
GPS (1 set redundant)
Projection multimedia (1 set)
Switch 10/100 Mbps
Ethernet LAN
Server sub sistem komunikasi (1 set redundant)
Switch 100 Mbps ethernet LAN
Workstation di luar control center
Static display
Printer laser (2 2et)
Gateway atau Router+Firewall (1 set)
Kinerja SCADA, Operasi (1 set)
Offline database server (1 set)
Level 3
Workstation dispatcher (2 set)
Workstation enjiner & update database (1 set)
Server SCADA dan EMS (1 set redundant)
GPS (1 set redundant)
Server data historikal dan update database (1 set redundant)
Projection multimedia (1 set)
Switch 10/100 Mbps Ethernet LAN
Server sub sistem komunikasi (1 set redundant)
Switch 100 Mbps ethernet LAN
Workstation di luar control center
Static display
Printer laser
Gateway atau Router+Firewall (1 set)
Kinerja SCADA, Operasi (1 set)
Offline database server (1 set)
Server EMS (1 set redundant)
Level 4
Server kontroller (1 set)
Layar tayang
Server frekuensi (1 set)
Monitoring frekuensi (2 set)
Workstation DTS (2 set)
Server DTS (1 set redundant)
Level 5
Level 1
Workstation dispatcher & enjiner (1 set)
Server SCADA, data historikal, sub sistem komunikasi (1 set redundant)
GPS (1 set redundant)
Projection multimedia (1 set)
Switch 10/100 Mbps Ethernet LAN
Switch 100 Mbps Ethernet LAN
Printer laser
Gateway atau Router+Firewall (1 set)
Level 2
Workstation dispatcher (2 set)
Workstation enjiner & update database (1 set)
Server SCADA dan data historikal (1 set redundant)
GPS (1 set redundant)
Projection multimedia (1 set)
Switch 10/100 Mbps Ethernet LAN
Server sub sistem komunikasi (1 set redundant)
Switch 100 Mbps ethernet LAN
Workstation di luar control center
Static display
Printer laser
Gateway atau Router+Firewall (1 set)
Kinerja SCADA, Operasi (1 set)
Offline database server (1 set)
Server SCADA (1 set redundant)
Server DMS (1 set redundant)
Level 3
Persyaratan umum
Peralatan yang terpasang di master station harus mempunyai
syarat sebagai berikut:
a. Keamanan, keandalan, dan ketersediaan sistem
komputer;
b. Kemudahan, kelangsungan, dan keakuratan pengiriman,
penyimpanan, dan pemrosesan data;
c. Kebutuhan dan kapabilitas sistem komputer;
d. Kemudahan untuk dioperasikan dan dipelihara;
e. Kemampuan untuk dikembangkan.
Master station yang dibangun harus mempunyai kapasitas
minimum Input/Output (I/O) sebanyak 3 kali dari jumlah I/O yang
terpasang.
Kinerja master station dapat diukur dengan menguji kapasitas
maksimum sesuai spesifikasi dimana peak-nya tidak boleh
melebihi 50% dari RAM, tidak boleh melebihi 50% dari kemampuan
CPU, dan tidak boleh melebihi 40% dari kapasitas LAN.
Response time paling lambat dari telesignaling 3 detik,
telemetering 10 detik, remote control 6 detik mulai dari eksekusi
remote sampai dengan perubahan status di master station, remote
tap changer 20 detik, dan remote LFC 4 detik.
Urutan prioritas informasi SCADA mulai dari tingkatan
yang tertinggi sampai dengan tingkatan yang terendah
adalah:
Operating system untuk server dan workstation
menggunakan UNIX, Linux, atau Windows. Untuk
keputusan pemilihan agar mengambil referensi dari
berbagai sumber dengan memperhatikan faktor keamanan
dan keandalan.
a. Telecontrolling;
b. Telesignalling;
c. Telemetering;
d. Pulse akumulator.
Untuk membantu dispatcher dalam memantau frekuensi sistem saat
terjadi jaringan terpisah (separated network), maka dilakukan
pengukuran frekuensi langsung ke pembangkit melalui link komunikasi
tersendiri.
Akuisisi frekuensi
Sinkronisasi waktu
Untuk membangun analisa sistem tentang urutan waktu dari kejadian-
kejadian di sistem tenaga listrik bersama dengan tindakan-tindakan
operasional yang dilakukan oleh dispatcher, maka diperlukan sinkronisasi
waktu diantara master station yang berkaitan kerja atau antara master
station dengan remote station, dengan mengacu pada waktu standar.
Pelaksanaan sinkronisasi waktu tersebut dilakukan dengan
menggunakan sarana GPS (Global Positioning System) dan dilakukan
setiap 30 menit.
Simbol dan warna
Simbol dan warna diperlukan untuk penyajian diagram sistem tenaga
listrik pada Layar Tayang di semua control center. Simbol dan warna
untuk tiap jenis dan kondisi peralatan bersifat informatif dan dipilih
sedemikian rupa sehingga jenis dan kondisi peralatan tersebut mudah
dikenal oleh dispatcher control center. Simbol-simbol yang digunakan
mengacu pada SNI 04-7021.1.1-2004,
link komunikasi
remote station
konsentrator
remote station
RCC/DCC
IRCC/IDCC
Perangkat keras
Perangkat keras di Master Station adalah:
a. Server (SCADA, EMS/DMS, DTS, data historikal, sub sistem
komunikasi, dan offline database);
b. Workstation;
c. Monitor;
d. Printer laser hitam putih dan printer berwarna;
e. Static display;
f. Global Position System (GPS);
g. Layar tayang;
h. Switch;
i. Router;
j. Local Area Network;
k. Storage.
Server
Server untuk kebutuhan Master Station terdiri dari:
a. Server SCADA, berfungsi sebagai pengolah dan penyimpan
semua data informasi yang diperoleh dari sub sistem komunikasi
untuk dikirimkan kepada server yang lain sesuai dengan
kebutuhan.
b. Server Historikal, berfungsi sebagai penyimpan semua data dan
informasi baik yang dinamis maupun statis serta semua
perubahan informasi yang didapat dari server SCADA maupun
server EMS/DMS.
c. Server EMS/DMS, berfungsi sebagai pengolah data dari server
SCADA, server historikal, dan data snapshot dikombinasikan
dengan logikal data yang ada di server EMS/DMS untuk
menjalankan aplikasi kelistrikan baik secara real time maupun
study.
Server DTS, berfungsi untuk menjalankan aplikasi training
baik berupa simulasi maupun modelling sesuai dengan
kebutuhan dispatcher.

Offline Database Server, merupakan server yang menyimpan
data historikal dalam jangka waktu lama, menjadi sumber
data untuk perhitungan kinerja, perhitungan availability,
pelaporan dan data statistik.

Sub Sistem Komunikasi, adalah server yang berfungsi
sebagai kontrol komunikasi keRTU/remote station dengan
model polling serta sinkronisasi yang ditentukan sesuai
dengan kebutuhan.
Model polling yang dapat diterapkan adalah:
Active Reply
Sampling Reply
Intelligent Reply, merupakan jawaban dari broadcast polling jika
mengalami perubahan saja.
Active Reply, RTU/remote station secara aktif menyampaikan
informasi jika terjadi perubahan tanpa menunggu polling.
Sampling Reply, polling yang dilakukan terhadap masing-masing
RTU/remote station untuk mendapat jawaban langsung.
Model Polling
Intelligent Reply
Workstation
Workstation yang digunakan terbagi menjadi:
a. Workstation Dispatcher;
b. Workstation Enjiner;
c. Workstation DTS;
d. Workstation di luar control center.
Ketersediaan kinerja workstation secara individual minimal 99,75%.
Monitor
Jumlah monitor untuk setiap workstation dispatcher minimal
sebanyak dua buah dengan ukuran minimal 20 inchi.
Kedua monitor merupakan satu sistem yang dikendalikan dengan
satu keyboard dan satu mouse.
Static display
Static display terdiri dari satu buah komputer beserta satu sampai
tiga LCD yang bertujuan untuk menampilkan waktu dan atau
besaran listrik.
Global positioning system (GPS)
GPS dipasang satu set redundant dan berfungsi menerima sinyal
pewaktuan dari satelit yang kemudian dijadikan sebagai acuan
waktu.
Layar tayang
Layar Tayang dapat menampilkan:
a. Jaringan yang menjadi daerah tanggung jawabnya;
b. Single Line Diagram;
c. Topologi jaringan;
d. Status peralatan, waktu, dan besaran listrik;
Switch
Jenis switch terdiri dari:
a. Switch untuk Fast Ethernet LAN;
b. Switch untuk Gigabit Ethernet LAN;
c. Switch untuk remote station dengan protokol IEC 60870-5-104.
Switch dilengkapi dengan perangkat lunak firewall untuk keperluan
keamanan jaringan. Jenis switch yang akan terpasang disesuaikan
dengan level master station.
Router
Router berfungsi sebagai komunikasi antar control center
menggunakan protocol ICCP.
Local area network (LAN)
LAN berfungsi untuk menghubungkan peralatan di master station
dan memiliki kecepatan data 100 Mbps atau 1 Gbps.
Database SCADA
Database konfigurasi SCADA harus memiliki konsistensi data
yang tinggi serta mudah untuk diupdate dan divalidasi oleh
enjiner.
Poin yang sama pada database SCADA tidak dapat diupdate
oleh lebih dari satu orang enjiner pada saat bersamaan.
Database SCADA hanya dapat diupdate oleh enjiner yang
memiliki hak akses dan hanya dapat dilakukan pada workstation
yang telah mendapat otorisasi.
Database SCADA juga dilengkapi dengan fasilitas export dan
import database antar server dalam satu master station. Hasil
export menggunakan format data yang mudah diakses oleh
aplikasi-aplikasi office yang dijual dipasaran atau aplikasi open
source office.
Disturbance chronology data collection
Disturbance chronology data collection adalah aplikasi pada master
station yang bertujuan untuk menyimpan nilai pengukuran dan status
pada saat terjadi gangguan, sebelum gangguan, dan sesudah
gangguan. Nilai pengukuran dan status tersebut dapat ditampilkan
dalam bentuk tabel dan trending data serta dapat melakukan
rekonstruksi analisa gangguan.
Single line diagram (SLD)
SLD menampilkan gambar substation, jaringan transmisi, dan
jaringan distribusi yang dilengkapi dengan fungsi telesignal,
telemetering, dan remote control. Gambar SLD mengacu pada SPLN
S5.001.
Alarm limit pengukuran
Alarm limit pengukuran merupakan batas nilai pengukuran
di sekitar nilai nominal. Alarm limit pengukuran dibagi
menjadi:
a. Upper limit, merupakan batas atas nilai pengukuran;
b. Lower limit, merupakan batas bawah nilai pengukuran.
Alarm limit pengukuran digunakan untuk memberikan
peringatan kepada dispatcher jika nilai pengukuran keluar
dari batas yang ditentukan.
Offline database
Offline database merupakan database khusus yang berfungsi untuk
menyimpan data historikal pada server tersendiri. Dengan adanya
offline database, data historikal dapat disimpan minimal selama satu
tahun. Pengambilan data offline database tidak boleh mengganggu
kinerja database SCADA.
Security jaringan SCADA
Firewall
Firewall berfungsi untuk membatasi komunikasi data antar
komputer berdasarkan IP address. Firewall harus dikonfigurasi
menjadi komunikasi data satu arah dari LAN real time menuju LAN
offline.
Access control
Access control bertujuan untuk mengatur komunikasi data antar
komputer berdasarkan user id dan password pengguna.
Perangkat lunak berdasarkan konfigurasi master station dibedakan antara
perangkat lunak untuk fungsi transmisi (RCC dan IRCC) dengan perangkat lunak
untuk fungsi distribusi (DCC dan IDCC).
Perangkat lunak RCC dan IRCC
Perangkat lunak DCC dan IDCC
Implementasi fungsi DMS dan DTS pada distribusi tergantung pada
kesiapan infrastruktur dan pemeliharaan data yang konsisten.
1. Carilah jurnal atau makalah tentang perkembangan
dan penggunaan Supervisory Control And Data
Acquisition (SCADA) DALAM BIDANG SISTEM
TENAGA LISTRIK.
2. Tugas dikumpulkan dalam bentuk file yang
dikirimkan lewat email ke:
haryudosubuh@gmail.com
3. Tugas dikumpulkan terakhir tanggal 29 April 2014
jam 23.59 WIB, bukti pengiriman email dikumpulkan
pada hari Rabu, 30 April 2014 jam 17.00 17.30 WIB
(waktu kuliah)
4. PERHATIAN makalah yang sama tidak dikoreksi