Anda di halaman 1dari 1

Hipertensi pada keadaan lain

Hipertensi pada usia lanjutDalam rekomendasi penatalaksanaan hipertensi yang kesemuanya didadasarkan
atasbukti penelitian (evidence based) antara lain dikeluarkan oleh
The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation
and Treatment of High Blood Presure(JNC-7), World Health Organization/International Society
of Hypertension (WHO-ISH),
definisiuntuk semua hipertensi sama untuk semua golongan umur. Pengobatan juga didasarkan bukanatas umur
akan tetapi pada tingkat tekanan darah dan adanya resiko kardiovaskular yang adapada pasien.
Hipertensi sistolik terisolasi (HST) didefinisikan sebagai TDS 140mmHg dengan TDD
<90 mmHg. Keadaan ini diakibatkan oleh kehilangan elastisitas arteri karena proses menua.Kekauan aorta akan
meningkatkan TDS dan pengurangan volume aorta,yang pada akhirnya akanmenurunkan TDD. Semakin besar
perbedaan TDS dan TDD atau tekanan nadi(pulsepressure),semakin besar risiko komplikasi kardiovaskular.
Tekanan nadi yang meningkat padausia lanjut dengan HST berkaitan dengan besarnya kerusakan yang terjadi
pada organtarget;jantung,otak dan ginjal. pada usia lanjut tekanan darah sistolik (TDS) lebih berkaitandengan
prognosis komplikasi KV dibandingkan tekanan darah diastolik(TDD).Pengelolaan hipertensi pada usia
lanjutPengelolaan hipertensi pada dasarnya sama pada setiap tingkatan usia. Direkomendasikanagar tekanan darah
dapat mencapai dari 140/90 mmHg. Pada usia lanjut penurunan berat badan(pada obesitas) dan me ngurangi
asupan garam amat penting dalam pengelolaan hipertensi.selainitu dianjurkan melakukan latihan atau aktivitas
fisik secara teratur dan menghentikan konsumsialkohol. National Institute for Health and Clinical Excellence
(NICE/BHS 2006)merekomendasikan untuk memulai intervensi medikamentosa antihipertensi bila: tekanan
darahdiatas 160/100mmHg;atau hipertensi sistolik terisolasi (TDS>160mmg);atau tekanan darah>140mmHg dan
disertai: risiko kardiovaskular (+);atau kerusakan organ target;atau resikokardiovaskular (dalam) 10 tahun minimal
20%.Analisis meta yang besar juga menyimpulkan bahwa diuretik,penghambat beta ,ACEI,dan antagonis
kalsium menghasilkan penurunan morbiditas dan mortalitas yang sama.Pengecualiannya adalah bahwa pada
nefropati diabetik atau non diabetes pengobatan denganACEI atau ARB harus dipergunakan sebagai pilihan
utama.Untuk mencapai sasaran pengobatan diperlukan kombinasi 2 obat atau lebih. Apabilasasaran TDS
tercapai,biasanya TDD juga akan menurun. Secara umum penggunaan obathipertensi,diuretik,ACEI, dan
antagonis kalsium mempunyai efek klinis yang sama