Anda di halaman 1dari 27

LENSA DAN ALAT OPTIK

PERTEMUAN 06-07(OFC)
Matakuliah : K0252 / Fisika
Dasar II
Tahun : 2007


Bina Nusantara
1. FOKUS LENSA (RUMUS PEMBUAT LENSA)
Benda bening yang terdiri atas dua permukaan pantul dan atau per- . mukaan bias
disebut lensa . Suatu benda yang diletakkan didepan . permukaan pertama menyebabkan terjadinya
bayangan oleh permu . kaan pertama dan bayangan yang terbentuk menjadi benda untuk . permukaan
kedua dan oleh pembiasan permukaan ke dua terbentuk . lah bayangan dari benda .
Lensa Tipis
Lensa yang ketebalannya dapat diabaikan, hingga posisi vertex . dari ke dua
permukaannya dapat dianggap berimpit.
Lensa tipis Lensa tebal

sumbu utama sumbu utama V V


3
Bina Nusantara
Hubungan jarak benda(d
0
) jarak bayangan (d
i
)
D ABL = muka gelombang
s = sumber cahaya EFG = muka gelombang

S C
2
C
1
P
R
2
R
1

n
l
= index bias lensa
n
udara
= 1
Menurut azas Fermat
AD + DE = n
l
BF
Untuk sinar-sinar paraxial :
AD HO , DE OI dan HO + OI n
l
BF atau
HO + BO + OF + FI = n
l
(BO + OF)
HB + FI = (n
l
= 1) (BO + OF) ..(01)
4
H B O F I
A E
L G
n
;l

Bina Nusantara
HB ,FI , BO dan OF adalah jarak tali busur dengan busurnya
sebagaimana tergambar .

A (JH) (HB) = (AH) (AC)
J B atau
(2R - x) x = h
2

C
Dalam keadaan x kecil maka :
h
2
2Rx atau x h
2
/2R .. (02)
Karena lensa tipis maka BO dan FO kecil HB dan FI kecil
maka :

5
R
H x
h
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
( )
2 2 2 2
1 2
1
2 2 2 2
l
AH AH DO DO
n
SB FP BC FC
| |
+ = |
|
\ .
Bina Nusantara
Untuk sinar-sinar paraxial : AH DO dan SB = d
0
= d
1
,
FP = d
I
= d
2
, BC
1
= R
1
dan FC
2
= R
2
maka
(03)
Apabila lensa berada dalam medium dengan index bias n
m
,
persamaan (03) menjadi :
(04)


R
1
dan R
2
adalah jejari permukaan cembung dan cekung
d
0
dan d
i
adalah jarak benda dan bayangan
Persamaan ini disebut rumus pembuat lensa
( )
0 1 2
1 1 1 1
1
l
i
n
d d R R
| |
+ =
|
\ .
6
0 1 2
1 1 1 1
l m
i m
n n
d d n R R
| || |
+ =
| |
\ . \ .
Bina Nusantara
Persamaan Gauss
Apabila dalam persamaan (04) d
0
maka ;
dan apabila d
i
maka :
Dalam keadaan f
0
= f
i
= f maka
..(05)
1 2
1 1 1
l m
i m
n n
f n R R
| || |
=
| |
\ . \ .
7
0 1 2
1 1 1
l m
m
n n
f n R R
| || |
=
| |
\ . \ .
1 2
1 1 1
l m
m
n n
f n R R
| || |
=
| |
\ . \ .
Bina Nusantara
8
Dengan demikian persamaan (04) menjadi :

(06)







Perbesaran lensa tipis :

(07)

0
1 1 1

i
persamaan Gauss untuk lensa
d d f
+ =
y
i

d
0

d
i

f
i

C
2

C
1

y
0

f
0

R
2

R
1

i 0
0 0
= ; y , y
i i
y d
m tinggi bayangan tinggi benda
y d
= = =
Bina Nusantara
9


* Rumus Newton untuk lensa
X
0
X
i
= f
2
(08)

X
0
= jarak benda ke titik fokus pertama
X
i
= jarak bayangan ke titik fokus kedua





Perjanjian tanda untuk lensa :
(1). y
0
, y
i
(+) positif di atas sumbu utama
(2). X
0
positif (+) sebelah kiri F
0

(3). X
i
positif (+) debelah kanan F
i

X
0

X
i

f
f
Bina Nusantara
Gabungan lensa tipis
Apabila dua lensa tipis digabung dan keduanya terpisah sebesar
d cm maka panjang fokus ekivalennya adalah :

(09)

Contoh soal 1 :
Sebuah sumber cahaya titik terletak pada sumbu utama dan . berada 30 cm dari lensa
plan-konvex . Jejari kelengkungan lensa . adalah 5 cmLensa dicelupkan dalam air , . n
air
= 1.33 .
Index bias . lensa , n
1
= 1.5 .Tentukanlah letak bayangan : : . (a). Bila
sumber cahaya sepihak permukaan lensa yang datar . (b). Bila sumber cahaya sepihak
dengan permukaan cembung . lensa
10
2 1 2 1
1 1 1
f f
d
f f f
+ =
Bina Nusantara
Jawaban :
(a). R
1
= , R
2
= 5 cm


Bayangan bersifat maya dan terletak di sebelah kiri lensa
(b).



Bayangan bersifat maya dan terletak di sebelah kiri lensa ,
sama seperti pada (a)


1
1 1 1.5 1.33 1 1
128.71
30 1.33 5
i
d cm
d

| || |
+ = =
| |

\ .\ .
11
1
1 1 1.5 1.33 1 1
128.71
30 1.33 5
i
d cm
d

| || |
+ = =
| |

\ .\ .
Bina Nusantara
Contoh 2 :
Sinar-sinar dari suatu lensa memusat ke arah titik P (lihat gambar)
Berapa tebal (t) kaca yang index biasnya 1.5 agar bayangan
terbentuk pada titik P* .


P P*

t

Jawaban :
Ujung kiri kaca ; n = 1 , n
2
= 1.5
Jarak benda d
11
dari permukaan pertama

12
6

Bina Nusantara



Jarak bayangan oleh permukaan pertama :



Untuk permukaan kanan :
n
1
= 1.5 ; n
2
= 1 , R =
Jarak benda untuk permukaan ke dua :
d
12
= ( d
11
t) = ( 8.8125 t) , d
22
= 6 t



( ) ( )
( )
( ) 11
11
1.5 1.0
1 1.5
47
''
8
1
6'' ''
8
d
d
| |
+ = =
|

\ .
13
( )
( )
21
21
1.5 1.0
1 1.5
8.8125''
47
8
d
d
| |
+ = =
|

\ .
( )
( ) 1.0 1.5
1.5 1
t 0.375
8.8125 6
inch
t t
| |
+ = =
|

\ .
Bina Nusantara
Soal latihan :
1. Sebuah obyek diletakkan 10 ft didepan lensa sebuah kamera .
Bayangannya jelas pada film yang berada 6 inch dibelakang lensa
Sebuah platkaca tebal 0.5 inch dengan index bias 1.5 disisipkan
di antara lensa dan film seperti tergambar
film





a).Tentukan posisi bayangan yang baru [Jawaban : 0.167film ]
b).Pada jarak berapa suatu obyek harus diletakkan didepan lensa
agar bayangan tepat jatuh pada film [Jawaban : 23.4 ft]
14
4
6

Bina Nusantara
2. Dua lensa konvergen berfokus f
1
=20 cm dan f
2
= 25 cm
diletakkan terpisah sejauh 20 cm .Suatu benda diletakkan
sejauh 60 cm didepan lensa pertama . Tentukan :
a). Letak bayangannya {Jawaban : 7.14 cm , }
b). Perbesaran total [Jawaban : 0.357 terbalik ]
c). Gambarkan jalannya berkas cahaya dalam sistem tersebut.

15
Bina Nusantara
16
2. METODA GRAFIS
Pembentukan bayangan secara grafis didasarkan pada sifat-sinar . utama dari lensa.
. (1). Sinar-sinar datang sejajar sumbu akan dibiaskan melalui titik . fokus kedua (F
I
)
. (2). Sinar-sinar datang melalui titik pusat lensa akan diteruskan tanpa . mengalami pembiasan .
(3). Sinar-sinar datang melalui titik fokus utama akan dibiaskan . sejajar sumbu,
. (4). Sinar-sinar datang sejajar dengan sinar yang melewati pusat . lensa akan
dibiaskan pada bidang focus ( bidang melewati titik . focus dan tegak lurus sumbu )
Lensa konvergen (positif) dan lensa divergen (negatif )
Lensa konvergen (positif)
Lensa dengan panjang fokus positif yang bersifat mengumpulkan
cahaya
Bina Nusantara






Lensa Divergen
Lensa dengan panjang fokus fokus negatif , dan bersifat menye- . barkan sinar.
17
Bina Nusantara
Sinar-sinar datang yang sejajar dengan sinar yang melalui . pusat lensa .
bidang fokus


sumbu utama








18
Bina Nusantara
3. ALAT OPTIK
(1). Mata
Mata terdiri atas : lensa mata , diafgrama dan retina. Agar
tampak jelas, bayangan haruslah tepat di retina.
Titik dekat
Jarak terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas. Umum
nya titik dekat bertambah dengan bertambahnya usia.
Titik jauh
Jarak terjauh yang masih dapat dilihat dengan
jelas, Titik jauh mata normal di tak terhingga.
Cacat mata
a.Terang Jauh ( Presbiopik )
Titik dekat lebih jauh dari titik dekat mata normal . Untuk
dapat melihat objek pada jarak baca normal (25 cm)
digunakan lensa positif , yang berfungsi menempatkan
bayangan di titik dekat mata.
19
Bina Nusantara
b. Terang Dekat ( miopik ) .
Titik jauh terletak pada jarak berhingga ; Untuk cacat mata . ini dapat menggunakan
lensa negatif, agar bayangan dari . benda di tak terhingga tepat di titik jauh mata
miopik.
(2). Kaca pembesar(loupe) .
Berupa sebuah lensa konvergen, yang diletakkan di dekat . mata. Benda diletakkan di
titik fokus lensa, sehingga . bayangan semu terletak di tak terhingga.

lensa mata




20
25 cm

Bina Nusantara
Jalannya sinar dengan pertolongan loupe dan mata tak
berakomodasi , benda sekan-akan di tak terhingga

lensa


f
lensa
mata

Perbesaran loupe : m = * / ..(10)
atau M = 25/f ..(11)
Kemampuan perbesaran dengan loupe sangat terbatas , yaitu
sekitar 2 sampai 3 kali dikarenakan oleh aberasi sferis .
Perbesaran ini dapat diperbaiki sedikit dengan mendekatkan lensa
ke mata dan mengatur akomodasi mata (lihat gambar berikut).
21
*
Bina Nusantara



h
F
lensa

d
1

d
2
mata






(12)

2
1 2 1 2
1
1
1 1 1 1 1 1
= ; 25 cm
1 1 1 25 1
=
25 25
d
d d f d f d
d f
d f f
+ = =
+
+ = (
22
*
*
f
1
* 1 1 25
25 1
25
25
h
d
M M
h
f f
u
u
| |
= = = + = +
|
\ .
Bina Nusantara
(3). Mikroskop
Berfungsi untuk melihat benda-benda sangat kecil. Terdiri
atas dua lensa konvergen, yang disebut sebagai lensa
objektif (dekat benda ) dan lensa
Obyek berada diluar fokus lensa obyektif ,sedangkan
bayangan berimpit dengan titilk fokus lensa okuler.
Perbesaran mikroskop :

..(13)

X* = jarak antara F
0
* dan F
0C

f
1
= panjang fokus obyektif
f
OC
= panjang fokus okuler
23
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
OC
f f
X
M
25 *
1
Bina Nusantara
lensa okuler
lensa obyektif

obyek

bayangan


bayangan imajiner



Skema : Jalan berkas sinar (Mikroskop)

24
mata
Bina Nusantara
(4) Teleskop
Teleskop digunakan untuk melihat benda-benda yang letaknya
jauh .baik yang berukuran besar maupun yang sulit diamati
dengan mata biasa telanjang .Prinsip kerjanya adalah
mendekatkan benda kepada pengamat .
mata






Skema : Jalan berkas sinar (Teleskop)
25
F
ob

F
oC

F
oC

h

*
Bina Nusantara
Perbesaran sudut :

(14)

f
ob
= panjang fokus lensa obyektif
f
oc
= panjang fokus lemsa okuler








*
ob
ob oc
f
M
f
u
u
= =
26
Bina Nusantara
27