Anda di halaman 1dari 39

PENATALAKSANAAN

PENYAKIT GERIATRI
Bambang Joni Karjono
Sub Bagian / Instalasi Geriatri
Bagian / SMF Ilmu Penyakit Dalam
FK UNDIP / Paviliun Lanjut Usia Prof R Boedhi Darmojo
RSUP Dr Kariadi
Semarang
2011
VIVAnews. Jum'at, 8 April 2011, 06:17 WIB Pria Kekar Tertua di Dunia, 92 Tahun
PENDAHULUAN
Bureau of the Census United State of America, 1993 :
penduduk lansia di Indonesia dari tahun 1990 sampai
dengan 2025 akan meningkat 414%, tertinggi di dunia

Kondisi kesehatan lansia tidak dapat disamakan dengan
dewasa muda karena berbagai kekhasan yang ada pada
lansia karena proses penuaan.
butuh peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang mampu
memberikan pelayanan / pengelolaan bagi lansia,
termasuk dokter.

jumlah dokter ahli geriatri sampai sekarang sangat
terbatas
Dokter dan penyedia layanan kesehatan lain perlu tahu
bagaimana berpartisipasi, memimpin dan mengelola sistem
kesehatan bagi kualitas penyediaan dan pelayanan geriatrik
yang efisien.

Pertanyaannya, apa saja pengetahuan / kompetensi tentang
pengelolaan lansia yang harus diketahui oleh dokter agar
dapat memberikan pelayanan / pengelolaan yang baik pada
lansia?

Dua masalah yang harus dihadapi dokter dalam pelayanan
lansia, harus mencegah atau mengobati penyakit pada
lansia dan juga harus berusaha untuk mempertahankan
kekuatan dan kemandiriannya
Perubahan akibat penuaan pada Lansia
Jenis Morfologi Fungsi
Keseluruhan Penurunan tinggi (kompresi tulang
belakang dan postur tubuh bungkuk
sekunder untuk kyphosis meningkat)
Penurunan berat badan (setelah usia
80 dalam studi longitudinal)
Peningkatan rasio massa tubuh-lemak
Penurunan air total tubuh
Kulit Peningkatan kerutan
Atrofi dari kelenjar keringat
Jenis Morfologi Fungsi
Kardiovaskular Pemanjangan dan berkelok-keloknya,
aorta dan arteri
kolagen, elastin berkurang, kekakuan
pembuluh darah
ketebalan intimal
Disfungsi sel endotel
Peningkatan fibrosis media arteri
Sclerosis katup jantung
Kolagen, perubahan elastin,
tebal dinding ventrikel kiri
Ketersediaan kalsium intraselular yang
lama
Hipertrofi atrium kiri
Kerentanan terhadap aritmia atrium
Jumlah sel pacu jantung di sinoatrial
node
Sensitivitas terhadap stimulasi
reseptor -adrenergik
Penurunan output jantung saat
olahraga
Penurunan denyut jantung
respon arteri terhadap stres
Penurunan kesesuaian pembuluh
darah perifer
Mengganggu pengisian ventrikel
kiri secara pasif
Disfungsi diastolik
Meningkatkan aterosklerosis
Hipertensi sistolik
Risiko penyakit pembuluh darah
Kemampuan untuk
meningkatkan denyut jantung
pada respon latihan
Gangguan kemampuan untuk
denyut jantung dan
kontraktilitas pada latihan
Jenis Morfologi Fungsi
Ginjal Meningkatnya jumlah glomeruli
abnormal
Fibrosis interstisial
Penurunan bersihan kreatinin
Penurunan aliran darah ginjal
Penurunan osmolalitas urin
maksimum
Lung dan
sistem
pernapasan
Penurunan elastisitas
Penurunan aktivitas silia
Penurunan kapasitas vital paksa
dan volume ekspirasi paksa
Penurunan penyerapan oksigen
maksimal
Penurunan refleks batuk
Saluran
pencernaan
Penurunan asam klorida
Kurang tunas rasa
Memperlambat motilitas usus
Kerangka Penurunan besar otot
Motor melambat ringan
Lordosis ringan dan pembatasan
gerakan pada leher dan punggung
Osteoartritis
Hilangnya struktur tulang
Depresi dari Achilles tendon
refleks
Jenis Morfologi Fungsi
Mata Arcus senilis
Penurunan ukuran pupil
Pertumbuhan lensa
Kerusakan akomodasi
Hyperopia
Penurunan ketajaman
Penurunan sensitivitas warna
Penurunan persepsi kedalaman
Berkurangnya kemampuan untuk
melihat ke atas
Pendengaran Perubahan degeneratif ossicles
Peningkatan gangguan pada tuba
estachius
Atrofi dari meatus auditori eksternal
Atrofi sel-sel rambut koklea
Kehilangan pendengaran neuron
Penurunan persepsi pada
frekuensi tinggi
Penurunan diskriminasi nada
Penurunan ketajaman
pendengaran, terutama untuk
bahasa lisan
Sistem
kekebalan
Penurunan aktivitas sel T
Jenis Morfologi Fungsi
Saraf Penurunan berat otak
Penurunan jumlah sel kortikal
Peningkatan respon motor
Lambat kinerja psikomotor
Penurunan kinerja intelektual
Penurunan kompleks belajar
Penurunan jam tidur
Penurunan jam dari pergerakan
mata cepat (REM) tidur
Penurunan sensasi getaran
Berayun ringan pada uji Romberg
Kelenjar
endokrin
Penurunan triiodo-thyronine (T3)
Penurunan bebas (tidak terikat)
testosterone
Peningkatan insulin
Peningkatan norepinefrin
Peningkatan parathormon
Peningkatan vasopresin
Karakteristik penampilan penyakit pada dewasa & lansia
Parameter Dewasa Lansia
Etiologi Eksogen
Jelas, nyata
Spesifik, tunggal
Baru terjadi
Endogen
Tersembunyi
Kumulatif / multipel
Telah lama terjadi
Peningkatan bahaya iatrogenik
(secara medis menginduksi
morbiditas dan / atau kematian)
Awitan gejala Jelas sekali (florid) Insidious / kronik
Perjalanan
penyakit
Self limiting
Memberi kekebalan
Kronik / menahun, progresif,
menyebabkan cacat lama sebelum
terjadi kematian
Sebabkan lebih rentan terhadap
penyakit lan
Variasi gejala Kecil Besar, aneka ragam bentuk
Samar-samar dan halus
Atipik
Dilaporkan
Kita mengenal istilah sindrom geriatrik untuk mengenali dan
melakukan pengkajian (assessment) terhadap penyakit
pada lanjut usia.

Secara umum, sindrom didefinisikan sebagai sekelompok
tanda dan gejala yang terjadi bersama-sama dan
mencirikan abnormalitas tertentu atau agregat gejala dan
tanda-tanda yang terkait dengan proses penyakit yang
bersama-sama merupakan gambaran dari penyakit.

Sindrom Geriatric, mengacu pada kondisi kesehatan
multifaktorial, akumulasi efek impairement pada beberapa
sistem menyebabkan lansia rentan. Dengan demikian,
geriatrik menggunakan istilah sindrom untuk menekankan
beberapa penyebab pada sebuah kesatuan manifestasi.
Entitas Etiologi patogenesis Presentasi Gejala
Penyakit
Diketahui Diketahui Diketahui, tapi
bervariasi dalam
presentasinya
Sindrom 1
Tak diketahui Tak diketahui
sekumpulan tanda-
tanda pasti
Sindrom 2
Tak diketahui Diketahui
sekumpulan tanda-
tanda pasti
Sindrom 3
Diketahui Tak diketahui
sekumpulan tanda-
tanda pasti
Entitas Etiologi patogenesis Presentasi
gejala
Sindrom
geriatri
Faktor etiologi
multipel
Interaksi jalur
pathogenetis
Kesatuan
manifestasi
Skema konseptual representasi dari kondisi klinis oleh
istilah penyakit, ''sindrom'', dan '' sindrom geriatri,''
Sharon K. Inouye, Stephanie Studenski, Mary E. Tinetti, George A. Kuchel. Geriatric Syndromes: Clinical, Research, and Policy Implications of a Core
Geriatric ConceptJ Am Geriatr Soc 55:780791, 2007.
Sebuah model konseptual penyatuan menunjukkan bahwa
faktor risiko bersama dapat menyebabkan sindrom geriatri,
yang pada gilirannya menyebabkan kelemahan, dengan
mekanisme umpan balik meningkatkan adanya faktor risiko
bersama dan sindrom geriatrik.
Sharon K. Inouye, Stephanie Studenski, Mary E. Tinetti, George A. Kuchel. Geriatric Syndromes: Clinical, Research, and Policy Implications of a Core
Geriatric ConceptJ Am Geriatr Soc 55:780791, 2007.
Berbagai sindrom untuk mengenali presentasi penyakit
pada lansia :
Cape et al, The O complex :
Fall Confusion
Incontinence Iatrogenic disorders
Impaired homeostasis

Coni, Weber and Davidson, The Big Three :
Intelectual failure
Instability / Immobility
Incontinence
Solomon et al, The 14 I :
Immobility Isolation Impaction
Instability Impotence Iatrogenic
Insomnia Imuno-defficiency Intelectual impairment
Incontinence Infection Impecunity
Inanition Impairment of vision, smell, hearing etc.

Broclehurst, Allen et al, The Geriatric Giatns :
Cerebral syndromes Bone disease and fracture
Fall Autonomic disorders
Incontinence Confusion and dementia
Pressure sores (decubitus)
Contoh Tampilan Kegawatan Penyakit pada Geriatri
Etiologi umum dan serius delirium pada pasien lansia
Penyakit SSP utama Cerebrovascular accident
Acute or chronic subdural hematoma
Encephalitis
Meningitis
Seizures
Nonconvulsive status epilepticus
Postictal state
Hypertensive encephalopathy
Penyakit sistemis Infections
Pneumonia
Urinary tract infections
Skin and soft tissue infections
Penyakit sistemis Cardiopulmonary disorders
Acute myocardial infarction
Congestive heart failure
Arrhythmia
Cardiogenic shock
Acute or chronic respiratory failure
Hypoxia
Hypercarbia
Uremia
Hepatic encephalopathy
Fluid or electrolyte abnormalities
Dehydration
Hypernatremia
Hypoglycemia
Hyper- or hypocalcemia
Obat-obatan Anticholinergic medications
Antihistamines
Antiemetics
Antiparkinsonian medications
Antispasmodics (gastrointestinal)
Withdrawal Alcohol
Sedativehypnotics
Scott T. Wilber. Altered Mental Status in Older Emergency Department Patients. Emerg Med Clin N Am 24 (2006) 299316
Penatalaksanaan Penyakit pada Geriatri
11 prinsip-prinsip penting :
1) peran dokter sebagai integrator dari model biopsikososial-
spiritual;

2) kesinambungan pelayanan;

3) memperkuat keluarga dan rumah;

4) kemampuan komunikasi yang baik;

5) membangun hubungan dokter-pasien yang sehat;

6) kebutuhan untuk penilaian dan evaluasi yang tepat;

Keterangan :

Gejala/tanda

Penyakit

Penurunan fungsional/anatomik
Sosial-ekonomi/
lingkungan
Perbedaan skematik penderita dewasa dan lanjut usia
MODEL MEDIK
MODEL GERIATRIK
(BIO-PSIKO-SOSIAL)
7) pencegahan dan perawatan kesehatan;

8) pengobatan cerdas dengan perhatian untuk membuat
keputusan etis;

9) kolaborasi interprofessional;

10 ) menghormati manfaat dan nilai individu usia, dan

11) perawatan penuh kasih.
W Reichel CA, JE Scherger. Essential Principles In The Care of The Elderly. In: C Arenson JB-W, K Brummel-smith, JG. Obrien, MH Palmer, W Reichel,
Editors. Clinical Aspects of Aging. Sixth Ed. Cambridge. Cambridge University press. 2009: 1-13.
Dokter umum dapat meneruskan tanggung jawab untuk
perawatan lansia, tidak hanya dalam pencegahan dan
menunda onset dan perkembangan penyakit, tetapi juga
dalam menunda kecacatan dan mengurangi handicap.

Untuk menjadikan lansia sukses harus memadukan berbagai
unsur
Penuaan berhasil atau
sehat. Penuaan sukses
didasarkan pada
pemeliharaan fungsi
mental dan fisik,
menghindari penyakit, dan
menikmati hidup
Timiras PS. Comparative Aging, Geriatric Functional
Assessment, Aging and Disease. In: Timiras PS,
editor. Physiological Basis of Aging and Geriatrics.
Fourth ed. New York: Informa Healthcare USA, Inc.;
2007.
SPIDER MODEL
Prof R. Boedhi Darmojo
Tekanan darah

Merokok

Dyslipidemia

Makanan kurang baik

Gula darah

Kepribadian/ Stres


Aktifitas fisik kurang

Alkohol

Lingkungan

Kesehatan gi-lut
Penyakit jantung

Stroke

Hipertensi

Dementia


Diabetes Mellitus

Kanker

Osteoporosis

Penyakit Liver


Gagal ginjal

Penyakit sal. nafas
CORE
FAKTOR RISIKO
PENYAKIT DEGENERATIF
Penelitian mekanistik menyangkut patofisiologi sindrom geriatrik kompleks multifaktorial akan memerlukan pengembangan model
konseptual baru. Model linear tradisional (A) telah terbukti sangat efektif untuk penemuan pathophysiologi mekanisme yang relevan dalam
kondisi seperti kesalahan metabolisme bawaan, namun tidak cukup menangkap sifat multifaktorial dari sindrom geriatrik.Peneliti kanker
mengembangkan model konsentris (B) sebagai alat merancang pengobatan kanker yang lebih efektif dengan menargetkan beberapa jalur
onkogenik yang berbeda. Pendekatan ini juga mungkin tidak cocok untuk sindrom geriatri, karena intervensi hanya menargetkan satu
faktor risiko akan mengatasi hanya sebagian kecil dari keseluruhan risiko untuk kondisi seperti itu, sedangkan resiko intervensi farmasi
multikomponen yang tidak terfokus dapat menyebabkan efek samping terkait dengan polifarmasi geriatri. Model konsentris interaktif (C)
diusulkan sebagai sarana menyatukan kebutuhan penelitian mekanistik dengan kompleksitas kondisi multifaktorial dengan fokus pada
jalur yang terkait sinergisme faktor risiko, sehingga menawarkan lokus untuk desain target intervensi.
Sharon K. Inouye, Stephanie Studenski, Mary E. Tinetti, George A. Kuchel. Geriatric Syndromes: Clinical, Research, and Policy Implications of a Core
Geriatric ConceptJ Am Geriatr Soc 55:780791, 2007.
Viral respiaratory infection
(mild)
Atrial fibrilation
Chest infection
Pulmonary oedema
(stroke, AMI, etc)
DEATH
Toxic confusion
Incontinence
Falls & immobility
Complicated bed fastness
Permanent disability
Embolus
Fracture femur
contracture
Pressure sore
DEATH
Kamal, Brocklehurst. 1983
Kathryn E. Brogan, K-L. Catherine Jen.
Nutrition In The Elderly. In : Peter A.
Lichtenberg Ed. Handbook Of
Assessment In Clinical Gerontology. 2
nd

Ed. New York. Elsevier Inc. 2010 : 357 -
380
Rekomendasi Nutrisi untuk Lansia Amerika
Gambar 3.
Pyramid
dimodifikasi
untuk Lansia.
Lingkaran setan kerapuhan energik.
Linda P. Fried , Jeremy D. Walston, Luigi Ferrucci. Frailty. In : Jeffrey B. Halter, Joseph G. Ouslander, Mary E. Tinetti, Stephanie Studenski, Kevin P. High,
Sanjay Asthana, William R. Hazzard. Eds.6
th
ed. 2009 :631-645
Sebuah lingkaran setan dari kerapuhan, akibat dari energetika dysregulated
serta fungsi fisiologis berubah, secara intra-dan antar sistem.
Linda P. Fried , Jeremy D. Walston, Luigi Ferrucci. Frailty. In : Jeffrey B. Halter, Joseph G. Ouslander, Mary E. Tinetti, Stephanie Studenski, Kevin P. High,
Sanjay Asthana, William R. Hazzard. Eds.6
th
ed. 2009 :631-645
UNTUK MENUJU HARI TUA YANG BERGUNA
SEJAHTERA BAHAGIA
Kami ajak anda untuk menjalankan tindakan-tindakan
sebagai berikut :

B erat badan berlebihan supaya dihindari / dikurangi
A turlah makanan hingga seimbang
H indari faktor-faktor risiko Penyakit Degeneratif (Penyakit
Jantung Koroner, Penyakit Gula, dsb )
A gar terus berguna dengan mempunyai kegiatan / hobby
yang bermanfaat
G erak badan teratur wajib terus dilakukan
I man dan taqwa ditingkatkan, hindari dan tangkal situasi
yang menegangkan
A wasi kesehatan dengan memeriksakan badan
secara periodik

B ERAT BADAN BERLEBIHAN SUPAYA DIHINDARI
A TURLAH MAKANAN HINGGA SEIMBANG
Data asuransi obesitas/overweight > cepat mati
Sebab obesitas / overweight - kalori >
- lemak >
- kurang gerak badan
Obesitas / overweight PJK, DM, Hipertensi, dsb
Obesitas ( BMI 30 ), Overweight ( BMI = 25 - 30 )(BMI = )
Capailah / pertahankan BB Ideal
Jumlah kalori kegiatan fisik
Lemak hewani, lemak jenuh dikurangi
Protein tetap diperlukan ( tempe & tahu )
Banyak buah, sayur ( yang berwarna )
Cukup vitamin ( A, B, C, E, dsb )
Cukup mineral ( Ca, Fe, Zn dsb )
BB (Kg)
(TB)
2
(meter)

H INDARI FAKTOR RISIKO PENYAKIT DEGENERATIF
Penyakit degeneratif banyak ditemukan pada lansia
Penyakit degeneratif : kardiovaskuler, serebrovaskuler,
Diabetes Mellitus, Osteoporosis, Kanker, dsb
Awas : penyakit-penyakit ini mulai pada pre-senilis
Perbaiki : - gaya hidup (yang salah)
- cara makan (yang salah)
Stop merokok
Stop alkohol
Kontrol : Hipertensi, DM, BB, dsb.
A GAR TERUS BERGUNA DENGAN MEMPUNYAI :
Kegiatan & hobby yg bermanfaat perlu utk gairah hidup
mempersiapkan diri menghadapi Pension Stress
Post Power Syndrome
Keakraban hidup dalam keluarga
Silaturahmi / Komunikasi dng teman sebaya
Rekreasi bersama / Reuni
Tetap menambah ilmu dng teratur membaca, dsb
G ERAK BADAN TERATUR WAJIB TERUS DILAKUKAN
Gerak badan paling baik untuk lansia ( isotonik )
- jalan-jalan
- renang
- senam
Brisk walking lebih baik daripada jogging
Olah raga jangan utk menang-menangan (games) (tenis, dansa)
Olah raga utk kesehatan
Olah raga otak juga perlu dilakukan
Lansia aspek kehidupan fisik , mental/spiritual gedachten
sfeer menciut
Mendekatkan diri pada tuhan
Kehidupan antar anggota keluarga yg harmonis/bahagia
Hindari/tangkal stres dng cara-cara : beribadah, olahraga,
rekreasi, lagu tenang / gamelan, menekuni hobby, dsb
I MAN & TAQWA TINGKATKAN HINDARI & TANGKAL
STRESS
A WASI KESEHATAN DENGAN PERIKSA
BADAN SECARA TERATUR
The Periodical Health Inventory & Consultation is the
keystone of the arc of geriatric medicine (Steiglitz, 54)
Lakukan sejak masa presenilis
Check-up badan tiap tahun (dapat tiap 3-6 bulan
menurut kelainan penyakit yang ditemukan)
Bila sakit berobatlah secara teratur
Penyakit / kelainan dapat ditemukan sedini mungkin
pengobatan lebih berhasil.
RINGKASAN
Penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia dari tahun 1990
sampai dengan 2025 akan meningkat tertinggi di dunia.

Kondisi kesehatan lansia tidak dapat disamakan dengan
dewasa muda.

Dua masalah yang harus dihadapi dokter dalam pelayanan
lansia, harus mencegah atau mengobati penyakit pada
lansia dan juga harus berusaha untuk mempertahankan
kekuatan dan kemandiriannya.
Berbagai perubahan karena penuaan, sering menimbulkan
penampilan penyakit pada lansia menjadi tidak sama
dengan dewasa muda. Oleh karena itu kita mengenal istilah
sindrom geriatrik untuk mengenali dan melakukan
pengkajian (assessment) terhadap penyakit pada lanjut usia.

Untuk menjadikan lansia yang sukses harus memadukan
berbagai unsur seperti pemeliharaan fungsi mental dan fisik,
menghindari penyakit, dan menikmati hidup.
Timiras PS. Comparative Aging, Geriatric Functional Assessment, Aging and Disease. In: Timiras PS, editor. Physiological Basis of Aging and Geriatrics. Fourth
ed. New York: Informa Healthcare USA, Inc.; 2007.
Kathryn E. Brogan, K-L. Catherine Jen. Nutrition In The Elderly. In : Peter A. Lichtenberg Ed. Handbook Of Assessment In Clinical Gerontology. 2
nd
Ed. New York.
Elsevier Inc. 2010 : 357 - 380