Anda di halaman 1dari 8

II.

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN


5.1 Analisis Data
F = m.g
F = 4R . cincin jari jari R ;
R 4
F

m 0,37052
m 10 2,95 3,14 4
cm 2,95 3,14 4 R 4
2


a. Cairan Murni
Aquades
F = 10,5 mN
= 10,5 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
28,33
s
Kg
10 2,833
m 0,37052
s
Kg.m
10 10,5

m 0,37052
N 10 10,5
R 4
F



Kloroform
F = 5 mN
= 5 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
13,49
s
Kg
10 1,349
m 0,37052
s
Kg.m
10 5

m 0,37052
N 10 5
R 4
F



Minyak Goreng
F = 7 mN
= 7 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
89 , 18
s
Kg
10 889 , 1
m 0,37052
s
Kg.m
10 7

m 0,37052
N 10 7
R 4
F



b. Campuran Detergen
Detergen 0,05%
F = 8 mN
= 8 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
59 , 21
s
Kg
10 159 , 2
m 0,37052
s
Kg.m
10 8

m 0,37052
N 10 8
R 4
F



Detergen 0,1%
F = 7 mN
= 7 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
18,89
s
Kg
10 1,889
m 0,37052
s
Kg.m
10 7
m 0,37052
N 10 7
4
F



Detergen 0,15%
F = 6, 5 mN
= 6,5 x 10
-3
N
2 2
3
2
3
3
54 , 17 10 754 , 1
37052 , 0
.
10 5 , 6
37052 , 0
10 5 , 6
4


s
gram
s
Kg
m
s
m Kg
m
N
R
F


Detergen 0,20%
F = 6 mN
= 6 x 10
-3
N
2 2
3
2
3
3
19 , 16 10 619 , 1
37052 , 0
.
10 6
37052 , 0
10 6
4


s
gram
s
Kg
m
s
m Kg
m
N
R
F


Detergen 0,25%
F = 5,5 mN
= 5,5 x 10
-3
N
2 2
3
2
3
3
84 , 14 10 484 , 1
37052 , 0
.
10 5 , 5
37052 , 0
10 5 , 5
4


s
gram
s
Kg
m
s
m Kg
m
N
R
F




c. Campuran Air dan kloroform
F = 9 mN
F = 9 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
29 , 24
s
Kg
10 429 , 2
m 0,37052
s
Kg.m
10 9

m 0,37052
N 10 9
R 4
F



d. Campuran Air dan minyak
F = 10 mN
= 10 x 10
-3
N
2 2
2
2
3
3
s
gram
26,98
s
Kg
10 2,698
m 0,37052
s
Kg.m
10 10
m 0,37052
N 10 10
4
F



e. Campuran air- minyak goreng- detergen
F = 5 mN
= 5 x 10
-3
mN
2 2
2
2
3
3
s
gram
49 , 13
s
Kg
10 1,349
m 0,37052
s
Kg.m
10 5
m 0,37052
N 10 5
4
F



f. Campuran air- kloroform- detergen
F = 6 mN
= 6 x 10
-3
mN
2 2
2
2
3
3
s
gram
19 , 16
s
Kg
10 1,619
m 0,37052
s
Kg.m
10 6
m 0,37052
N 10 6
4
F



5.2 Pembahasan
Data hasil perhitungan di atas kemudian disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Nilai tegangan permukaan pada hasil percobaan
Campuran Tegangan Permukaan (gram/s
-2
)
Aquades 28,33
Kloroform 13,49
Minyak goreng 18,89
Campuran detergen 0,05% 21,59
Campuran detergen 0,10% 18,89
Campuran detergen 0,15% 17,54
Air + kloroform 24,29
Air + minyak 26,98
Air-minyak- detergen 13,49
Air- kloroform-detergen 16,19


Dalam percobaan penentuan tegangan permukaan atau antar muka ini digunakan
metode tensiometer Du-Nouy Prinsip dari metode du-nouy ini adalah gaya yang diperlukan
untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding
dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Keberadaan zat
terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama
molekul zat yang berada pada permukaan cairan yang berbentuk lapisan monomolekular atau
disebut dengan molekul surfaktan. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai dari tegangan
permukaan () cairan murni dan campuran. Dalam hal ini nilai tegangan permukaan cairan
murni dan campuran tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh
kekuatan gaya tarik antara molekul-molekulnya. Tegangan permukaan berbanding lurus
dengan besarnya gaya tarik antar molekul, dimana tegangan permukaan akan semakin besar
seiring dengan semakin besarnya gaya tarik antar permukaannya.
Tegangan permukaan suatu cairan terjadi akibat molekul-molekul dalam suatu cairan
ditarik ke segala arah oleh gaya tarik antar molekul, dan tidak ada kecenderungan untuk
ditarik ke arah tertentu. Oleh karena itu, gaya tarik menarik antar molekul ini cenderung
menarik molekul-molekul ke dalam cairan dan menyebabkan tegangan permukaan menegang
seperti lapisan tipis elastis. Ukuran gaya elastis pada permukaan cairan tersebut disebut
dengan tegangan permukaan. Selain itu, tegangan permukaan juga dipengaruhi oleh luas
permukaan cairan.
Dari percobaan yang telah dilakukan, diperoleh gaya yang diperlukan untuk
mengangkat cincin platinum saja adalah 15 mN. Berdasarkan percobaan pengukuran
tegangan permukaan terhadap cairan murni diperoleh tegangan permukaan air/udara sebesar
28,33 g/s
2
dimana gaya yang diperlukan sebesar 10,5 mN. Tegangan permukaan cairan murni
kloroform/udara adalah 13,49 g/s
2
dan gaya yang diperlukan untuk mengangkat cincin
sebesar 5 mN. Tegangan permukaan minyak goreng/udara adalah 18,89 g/s
2
dengan gaya
yang diperlukan untuk mengangkat cincin sebesar 7 mN.
Berdasarkan nilai yang diperoleh, maka dapat ditentukan besar tegangan permukaan
aquades/udara adalah yang paling besar, diikuti oleh minyak goreng/udara dan yang terakhir
adalah kloroform/udara. Tegangan permukaan suatu cairan berbanding terbalik dengan luas
permukaan cairan. Luas permukaan air lebih kecil daripada luas permukaan dari minyak dan
kloroform. Pada molekul air terdapat perbedaan keelektonegatifan yang besar antara atom O
dan atom H penyusun air, dimana perbedaan kelektronegatifan tersebut menyebabkan adanya
momen dipol yang besar, sehingga air bersifat sangat polar. Adanya momen dipol tersebut
menyebabkan ikatan/interaksi antara molekul-molekul air sangat kuat (ikatan hidrogen)
sehingga luas permukaan air kecil.
Molekul minyak memiliki rantai karbon yang terikat pada gugus karboksilat. Rantai
hidrokarbon minyak menyebabkan minyak memiliki sifat tidak polar sedangkan gugus
karboksilat yang terikat pada rantai tersebut memiliki sifat polar mengingat gugus karboksilat
terdiri dari atom O yang memiliki keelektronegatifan besar. Dalam minyak, atom O akan
membentuk ikatan hidrogen dengan atom H dari gugus karboksilat pada molekul minyak
lainya. Namun, besarnya interaksi ini tidaklah lebih besar daripada interaksi yang terjadi pada
air. Hal tersebut dikarenakan gugus karboksilat mengikat rantai hidrokarbon panjang yang
bersifat non polar, dimana interaksi gugus karboksilat tersebut akan direduksi oleh adanya
rantai hidrokarbon tersebut melalui rintangan sterik. Hal tersebut menyebabkan luas
permukaan minyak lebih besar dari air.
Kloroform memiliki tegangan permukaan terkecil atau memiliki luas permukaan
terbesar diantara cairan lainya. Hal tersebut dikarenakan pada molekul kloroform terdapat
tiga buah atom Cl dan sebuah atom H yang terikat pada sebuah atom H. Adanya tiga buah
atom Cl yang memiliki keelektronegatifan besar tersebut menyebabkan momen dipol yang
terbentuk sangat kecil. Selain itu, dengan adanya tiga buah atom Cl yang terikat pada atom C
menyebabkan secara keseluruhan distribusi elektron pada molekul kloroform berbentuk bola
(terpusat) sehingga tidak memungkinkan terjadi interaksi. Tidak terjadinya interaksi tersebut
dikarenakan tidak adanya perbedaan dipol pada molekul kloroform, sehingga menyebabkan
luas permukaannya besar.
Pada percobaan selanjutnya dilakukan pengukuran tegangan permukaan campuran
detergen dengan berbagai konsentrasi, meliputi 0,05% ; 0,10% ; 0,15%. ; 0,20% dan 0,25%
Dari hasil pengukuran diperoleh untuk campuran detergen 0,05% memiliki tegangan
permukaan 21,59 g/s
2
dengan gaya yang diperlukan untuk mengangkat cincin adalah 8 mN.
campuran detergen 0,10% memiliki tegangan permukaan 18,89 g/s
2
dengan gaya yang
diperlukan untuk mengangkat cincin adalah 7 mN. Untuk campuran detergen 0,15% memiliki
tegangan permukaan 17,54 g/s
2
dengan gaya yang diperlukan untuk mengangkat cincin
adalah 6,5 mN. Untuk campuran detergen 0,20% memiliki tegangan permukaan 16,19 g/s
2

dengan gaya yang diperlukan untuk mengangakat cincin adalah 6 mN. Sedangkan untuk
campuran detergen 0,25% memiliki tegangan permukaan 14,84 g/s
2
dengan gaya yang
diperlukan untuk mengangkat cincin adalah 5,5 mN Dari hasil di atas, diketahui bahwa
semakin besar konsentrasi detergen, maka semakin kecil tegangan permukaan atau dengan
kata lain semakin besar luas permukaannya. Hal tersebut dikarenakan pada detergen
mengandung senyawa (surfaktan) yang bersifat emulsifier. Senyawa yang dimaksud
merupakan senyawa yang terdiri dari gugus fungsi (kepala) dan ekor (rantai). Jika senyawa
ini ditambahkan ke dalam air, maka ikatan hidrogen akan rusak. Rusaknya ikatan hidrogen
diakibatkan oleh adanya rantai nonpolar (ekor) yang menyebabkan adanya rintangan sterik
sehingga jarak atom H dan atom O menjauh dan akhirnya ikatan hidrogen putus. Oleh karena
itu, luas permukaan akan semakin besar atau dengan kata lain tegangan permukaan semakin
kecil dengan semakin banyak penambahan detergen.
Pengukuran selanjutnya dilakukan terhadap campuran antara kloroform dengan
aquades dan campuran antara air (aquades) dengan minyak goreng. Campuran air-minyak
dan air-kloroform memerlukan gaya masing-masing sebesar 10 mN dan 9 mN. Tegangan
permukaan campuran air-minyak goreng adalah 26,98 g/s
2
sedangkan tegangan permukaan
air-kloroform sebesar 24,29 g/s
2
. Jika dibandingkan dengan tegangan permukaan air
murni/udara, maka tegangan permukaan campuran cairan-cairan tersebut adalah lebih kecil
daripada zat murninya. Hal ini disebabkan karena pengukuran tegangan permukaan dilakukan
pada perbatasan antara dua lapisan yang terbentuk dari campuran air dan kloroform serta
perbatasan antara dua lapisan yang terbentuk dari campuran air dan minyak. Molekul-
molekul kloroform dan minyak yang tersebar dalam air ini akan mengganggu daya tarik antar
molekul-molekul air, dalam hal ini adalah ikatan hidrogen antara air itu sendiri. Dengan
demikian, gaya tarik molekul air dengan campurannya (kloroform dan minyak) akan menjadi
lebih lemah dibandingkan dengan air murni sehingga luas permukaan campuran air dengan
kloroform dan air dengan minyak akan menjadi lebih besar dan tegangan permukaan akan
lebih kecil.
Pengukuran selanjutnya dilakukan terhadap campuran antara air- minyak- detergen
dengan air-kloroform-detergen. Campuran air-minyak-detergen memerlukan gaya sebesar
5mN. Sedangkan campuran air-kloroform-detergen memrlukan gaya sebesar 6mN. Jika
dibandingkan dengan tegangan permukaan campuran air-minyak dan air-kloroform, maka
tegangan permukaan campuran tersebut lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh penambahan
detergen pada air yang berminyak mengakibatkan butiran-butiran detergen akan hancur dan
memenuhi bagian permukaan sehingga luas permukaan bertambah dan tegangan permukaan
kecil. Pada campuran air-kloroform-detergen memiliki tegangan permukaan lebih besar dari
campuran air-minyak-detergen. Hal ini disebabkan karena penambahan kloroform yang
memiliki sifat non polar dapat berinteraksi secara van der Waals dengan gugus hidrofobik
dari molekul detergen yang akan meningkatkan tegangan permukaan. Penambahan
kloroform mencegah pembentukan misel sehingga permukaan cairan menjadi lebih kaku.
III. SIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa simpulan
sebagai berikut.
1. Besarnya tegangan permukaan dari cairan murni yaitu air = 268,33 gram/s
-2
, kloroform =
13,49 gram/s
-2
dan minyak = 18,89 gram/s
-2
. Sedangkan tegangan permukaan dari
campuran yaitu detergen dengan konsentrasi 0,05% = 21,59 gram/s
-2
, konsentrasi 0,10%
= 18,89 gram/s
-2
, konsentrasi 0,15% = 17,54 gram/s
-2
, konsentrasi 0,20% = 16,19 gram/s
-
2
, dan konsentrasi 0,25% = 14,84 gram/s
-2
. Campuran minyak dan air = 26,98 gram/s
-2

serta campuran kloroform dan air = 24,29 gram/s
-2
. Campuran air-minyak-detergen =
13,49 gram/s
-2
, dan campuran air-kloroform-detergen 16,19 gram/s
-2
.
2. Penambahan surface active agent (surfaktan) ke dalam air dapat mengurangi tegangan
permukaan () air, dimana semakin besar konsentrasi surfaktan yang digunakan maka
tegangan permukaan air akan semakin kecil. Detergen dalam air akan membentuk misel
yang bersifat polar sehingga akan menarik molekul air yang juga bersifat polar (prinsip
like dissolve like), dimana molekul air yang semula terakumulasi banyak pada
permukaan akan tertarik ke dalam misel. Hal ini selanjutnya menyebabkan tegangan
permukaan air berkurang.