Anda di halaman 1dari 12

Waktu Hilang, Impian

Melayang
Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati
supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya
menetapi kesabaran (QS. Al-Ashr 1-3)



.

.
.
,

''Ada dua nikmat yang bisa menipu kebanyakan manusia,
sehat dan waktu luang,'' (pesan Rasulullah SAW kepada Abu
Dzar Al-Ghifari) Sehat dan waktu luang menenggelamkan
manusia dalam kubangan rutinitas keseharian yang
menumbuhkan benih-benih cinta dunia.
DALIL NAQLI TENTANG UMUR
Al-quran menggunakan dua istilah, sinn (usia) dan
umur.
Usia disebut sinn, yang berarti juga gigi karena gigi
menandai usia.
umur, yang seakar dengan kata ma'mur (makmur),
mengandung arti kesinambungan atau ketinggian.
Tingkatkan kualitas umur ibadah mahdhoh dan
ghoiru mahdhoh
"Ada dua berkat yang banyak orang kehilangan:.
(Mereka) kesehatan dan waktu luang untuk
melakukan hal yang baik"(Bukhari 8 / 421)
Ada tujuh poin rahasia manajemen waktu Nabi Muhammad.
1. shalat fardhu sebagai ajang membentuk watak dan
tonggak ritme hidup.
2. berpola pikir investasi, anti-manajemen waktu instan
instan = malas dalam berproses.
3. terus produktif, jangan biarkan waktu terbuang percuma.
4. gunakan aji mumpung.
5. jauhi sikap menunda-nunda.
6. cepat, tapi jangan tergesa-gesa
7. rutin melakukan evaluasi.

Tips-tips
1. USE TO-DO LIST Menguasai daftar hal-hal yang harus dilakukan
2. Buat rencana SMART
3. Atur Prioritas
4. Pendelegasian atau pelimpahan wewenang
5. Learn to say NO
6. Perfeksionisme membutuhkan waktu
7. Kenali waktu dimana kita menjadi bisa menjadi lebih produktif
8. BREAK IT UPBagi tugas yang panjang dalam kegiatan yang lebih kecil
9. START NOW Tidak menunda
10. Hindari hal2 yang dapat mengalihkan perhatian
11. Jangan lupa diri sendiri!!! THE PAUSE THAT REFRESHES
12. Analisa dimana kita menghabiskan waktu kita OPTIMALKAN
13. Sediakan waktu untuk rencana atau sitkon yang tak terduga
Tak ada satu manusia pun yang mampu memprediksi
berapa umurnya. Oleh sebab itu, yang mampu
dilakukan oleh tiap diri adalah bagaimana mengukir
kebaikan sebagai prasasti yang tertoreh dalam sejarah
hidupnya. (M Subhi-Ibrahim)