Anda di halaman 1dari 2

Gigi geligi dapat dibersihkan cukup baik untuk mencegah penyakit dan menjaga

kebersihan mulut dengan cara penggunaan yang tepat dari jenis sikat gigi maupun dental
floss yang baik. Sikat gigi dan dental floss harus memiliki karakteristik yang diperlukan
untuk fungsinya masing-masing. Fungsi penting yang diberikan sikat gigi, dengan
penggunaan yang tepat adalah untuk mengeluarkan dan membuang material mikroskopik
yang masuk dan yang berada dalam gingival crevicular, sampai batas dimana dapat diakses
dengan penggunaan sikat gigi.
Ada 2 jenis sikat gigi, manual dan elektrik. Bila dilihat dari umur pasien 20 tahun dan
sudah cukup dewasa untuk memahami edukasi dari dokter gigi disarankan memilih manual
saja.
Tangkai dan kepala sikat gigi harus didesain dengan baik agar seluruh bagian gigi
dapat terjangkau dan dibersihkan serta harus mudah digunakan. Tangkai berbentuk lurus
lebih dapat digunakan dengan baik dan efektif dibanding bentuk yang lain.
Bahan bulu sikat gigi dengan ujung bulat mengores gingiva dengan lebih lembut
dibanding bulu berujung runcing. Disarankan untuk menggunakan sikat gigi dengan ujung
yang tidak memiliki kekuatan menggores yang tinggi agar tidak melukai gingiva daat
menyikat gigi. Bulu sukat gigi dapat dibuat secara alami dan artifisial. Namun yang banyak di
pasaran adalah yang atifisial yaitu dari nilon karena bahan nilon ini seragam ukurannya,
terdapat dalam berbagai diameter, tidak terbelah, resistensinya tinggi terhadap abrasi
pemakaian, dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.. Diameter dari bulu sikat yang
dujual di pasaran berkisar 0,2 mm untuk sikat gigi soft, 0,3 mm untuk medium dan 0,4 mm
untuk hard. Meskipun penelitian tentang kekerasan sikat gigi ini belum disimpulkan secara
pasti dan banyak yang saling bertentangan.
Bulu sikat yang lebih soft lebih fleksibel, ramping sehingga lebih mudah mencapai
bawah margin gingiva bila memakai teknik sikat gigi sulkus dan mencapai daerah proksimal
yang lebih jauh. Pemakaian bulu sikat keras dihubungkan dengan resesi gingiva, namun hal
ini dipengaruhi juga oleh penggunaan pasta gigi yang abrasif. Sikat gigi dengan kekuatan
penuh sebenarnya tidak perlu dan justru dapat menimblkan resesi gingiva, defek servikal dan
ulserasi gingiva.

Rekomendasi:
Pemakaian sikat gigi manual berbahan nilon dengan bulu sikat yang halus (soft)dapat
membersihkan dengan tepat dan cenderung tidak menebabkan trauma gigi an gingiva,
Sikat gigi harus diganti secara periodik, menurut saran ADA sekita 3-4 bulan sekali

Bass, Charles C. 1994. The Optimum Characteristics of Toothbrushes for Personal
Oral Hygiene. Article of School of Medicine. Tulane University of Louisiana, New Orleans,
Los Angeles, United States of America.
Newman, Michael G, et al., 2012. Carranzas Clinical Periodontology. St. Louis:
Elsevier