Anda di halaman 1dari 13

AUDIT KEUANGAN NEGARA

AUDIT INVESTIGASI
HOW TO CONDUCT A FRAUD
INVESTIGASI
BAGAIMANA CARA MELAKUKAN
INVESTIGASI PENIPUAN
OLEH :
KELOMPOK 3
NORA SUSANTI
ERNIATI SIKUMBANG
( KELAS MANDIRI)

JURUSAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN PEMERINTAHAN


PASCA SARJANA UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG 2011

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN INVESTIGASI PENIPUAN

Arthur P. Murphy, Esq. dan Quinn H. Vandenberg

PENDAHULUAN
Audit Investigasi
Merupakan bagian dari manajemen control yang dilaksanakan oleh bagian internal audit
disamping audit lainnya seperti audit keuangan dan audit kepatuhan.
Dalam pemeriksaan dan sifat pemeriksaannya atau mengikuti kaidah atau metodologi audit
internal, audit investigasi lebih dikenal dengan fraud audit atau pemeriksaan kecurangan.
Fraud audit adalah kombinasi aspek audit forensik atau investigasi forensik atau uji
menyeluruh semua materi pemeriksaan dengan teknik internal kontrol dalam tata cara
internal audit.
Pemeriksaan investigatif merupakan pemeriksaan dengan tujuan tertentu dengan prosedur
eksaminasi. Pemeriksaan investigatif dilakukan berdasarkan informasi awal yang bersumber
dari internal maupun eksternal BPK. Berdasarkan Pasal 13 UU No. 15 Tahun 2004,
pemeriksa dapat melaksanakan pemeriksaan investigatif guna mengungkap adanya indikasi
kerugian negara/daerah dan/atau unsur pidana.
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) Pernyataan Standar Pemeriksaan (PSP)
06 dan 07, menyatakan bahwa tujuan tersebut di atas dicapai dengan cara mendeteksi
terjadinya penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan, kecurangan
(fraud), serta ketidakpatutan (abuse). Penyimpangan dari ketentuan peraturan perundangundangan tersebut adalah penyimpangan yang mengandung unsur pidana yang terkait
dengan hal yang diperiksa.
Pemeriksaan investigatif yang dilakukan berdasarkan Pasal 13 UU No. 15 Tahun 2004
adalah pemeriksaan investigatif terkait dengan tindak pidana yang terjadi dalam
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, seperti tindak pidana korupsi, tindak
pidana di bidang perpajakan, tindak pidana di bidang perbankan atau tindak pidana di pasar
modal.
Pemeriksaan investigatif bersifat reaktif
Pemeriksaan investigatif bersifat reaktif, yakni pemeriksaan yang dilakukan sesudah
ditemukannya indikasi awal adanya penyimpangan. Penyimpangan merupakan definisi yang
dipakai sebagai payung dari berbagai macam white-collar crime, seperti penyalahgunaan

aset, suap, korupsi, pencucian uang, penghindaran pajak, serta fraudulent statements.
Pemeriksaan investigatif merupakan pemeriksaan lanjutan dari auditing, auditing yang
lebih khusus dan mendalam, yang menuju pada pengungkapan penyimpangan.
Tujuan pemeriksaan investigatif
Tujuan pemeriksaan investigatif sesuai dengan Pasal 13 UU No. 15 Tahun 2004 adalah
pemeriksaan

yang

dilaksanakan

guna

mengungkap

adanya

indikasi

kerugian

Negara/Daerah dan/atau unsur pidana.


Garis besar langkah pemeriksaan investigatif
Secara garis besar langkah langkah pemeriksaan investigatif sebagai berikut:
a. Menganalisis data yang tersedia. Kegiatan ini dilakukan pada tahapan pra pemeriksaan
investigatif.
b. Mengembangkan

hipotesis.

Kegiatan

ini

dilakukan

pada

tahapan

persiapan

pemeriksaan.
c. Menguji dan memperbaiki hipotesis. Kegiatan ini dilakukan pada tahapan pelaksanaan
pemeriksaan.
Empat hal penyebab terjadinya penyimpangan
1. motivasi (motivation),
2. adanya kesempatan (opportunity),
3. rasionalisasi (rationalisation),
4. serta adanya kemampuan (capability).
Prinsip Pemeriksaan Investigatif
Sesuai Pasal 8 ayat (4) UU No. 15 Tahun 2006 laporan pemeriksaan investigatif yang
dilakukan oleh BPK dijadikan dasar penyidikan oleh pejabat penyidik yang berwenang
sesuai dengan peraturan perundangundangan. Oleh karena itu pelaksanaan pemeriksaan
memerlukan penerapan kecerdasan, pertimbangan yang sehat dan pengalaman, serta
pemahaman terhadap ketentuan perundangundangan dan prinsip prinsip pemeriksaan
investigatif guna pemecahan masalah yang dihadapi.
Prinsip-prinsip pemeriksaan investigatif
Beberapa prinsip dalam melakukan pemeriksaan yang perlu diperhatikan adalah:
a. Pemeriksaan harus dilandasi praktik-praktik terbaik yang diakui, dengan cara
membandingkan antar praktik yang ada dengan merujuk kepada yang terbaik pada saat
itu. Upaya ini dilakukan terus menerus untuk mencari solusi terbaik.

b. Pemeriksaan investigatif adalah upaya mencari kebenaran, dengan memperhatikan


keadilan dan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangundangan yang
berlaku.
c. Kegiatan pemeriksaan termasuk pengumpulan buktibukti dengan prinsip kehati-hatian
sehingga bukti tersebut dapat diterima di pengadilan.
d. Pastikan bahwa seluruh dokumentasi dalam keadaan aman, terlindungi dan diberi
indeks dan jejak pemeriksaan tersedia. Hal ini diperlukan jika digunakan sebagai
referensi atas penyidikan kasus di kemudian hari.
e. Pastikan bahwa pemeriksa investigatif mengerti hak-hak asasi pegawai dan senantiasa
menghormatinya guna menghindari kemungkinan penuntutan dari yang bersangkutan.
f.

Semakin

dekat

selang

waktu

antara

terjadinya

penyimpangan

dengan

saat

meresponnya, maka kemungkinan peluang penyimpangan dapat terungkap semakin


besar.
g. Pelaksanaan pemeriksaan harus dapat mengumpulkan faktafakta sehingga bukti yang
diperoleh dapat memberikan kesimpulan sendiri, yaitu telah terjadi penyimpangan dan
pihak yang diindikasikan terlibat teridentifikasi.
h. Informasi diperoleh dari hasil wawancara dengan saksi akan dipengaruhi oleh
kelemahan manusia. Sepanjang diperlukan, konfirmasi kembali dilakukan pada setiap
pernyataan dan keterangan yang diberikan oleh saksi.
i.

Jawaban yang benar akan diperoleh jika pertanyaan yang diajukan cukup jumlahnya dan
pertanyaan tersebut disampaikan kepada orang yang juga cukup jumlahnya.

j.

Karena informasi sangat penting dalam pemeriksaan investigatif, maka segala


kemungkinan upaya untuk memperoleh informasi harus dipertimbangkan.

Peraturan terkait pemeriksaan investigatif


Peraturan yang terkait dengan pelaksanaan pemeriksaan investigatif, antara lain:
1. Pasal 13 UU No. 15 Tahun 2004 yang mengatur kewenangan BPK untuk melakukan
pemeriksaan investigatif.
2. Pasal 10, Pasal 24 ayat (1), (2), (4) UU No.15 Tahun 2004 jo. Pasal 9 ayat (1) huruf b, c,
dan d UU No. 15 Tahun 2006 yang mengatur kewenangan meminta informasi atau
dokumen.
3. Pasal 10 huruf d, Pasal 11, Pasal 24 ayat (3) UU No. 15 Tahun 2004 yang mengatur
permintaan keterangan dan pemanggilan.
4. Pasal 11 huruf c UU No. 15 Tahun 2006 yang mengatur pemberian keterangan ahli
tentang kerugian negara dalam proses peradilan.
5. Pasal 16 ayat (3) dan Pasal 17 ayat (5) UU No. 15 Tahun 2004 yang mengatur laporan
hasil pemeriksaan.

6. Pasal 25 ayat (1), (2), dan Pasal 26 ayat (1) UU No. 15 Tahun 2004 yang mengatur
tentang sanksi pidana bagi pemeriksa yang melanggar UU No. 15 Tahun 2004 dan UU
No. 15 Tahun 2006.
Perspektif kerugian negara
Perspektif kerugian negara menurut:
1. UU No. 31 Tahun 1999 dan UU No. 20 Tahun 2001, kerugian keuangan negara
adalah yang disebabkan karena perbuatan melawan hukum atau tindakan
menyalahgunakan kewenangan/ kesempatan/ sarana yang ada pada seseorang
karena jabatan atau kedudukannya.
2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendahaan Negara, menyatakan bahwa
pengertian kerugian negara/daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan
barang, yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum
baik sengaja maupun lalai
Sasaran dan ruang lingkup pemeriksaan
Sasaran

pemeriksaan

investigatif

BPK

adalah

kasus

yang

berindikasi

kerugian

negara/daerah dan/atau unsur pidana. Ruang lingkup pemeriksaan investigatif adalah


TPKKN pada seluruh entitas pemeriksaan BPK, meliputi pengungkapan fakta dan proses
kejadian, sebab dan akibat, dan menentukan pihakpihak yang diindikasikan terlibat dan
atau bertanggung jawab atas TPKKN pada: unit organisasi Pemerintah Pusat, Pemerintah
Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Negara, Badan
Layanan Umum, Badan Usaha Milik Daerah, dan lembaga atau badan lain yang mengelola
keuangan Negara.
Untuk memperoleh kualitas hasil pemeriksaan yang setara dengan hasil penyelidikan, maka
pemeriksaan investigatif BPK dilaksanakan dengan tahap sebagai berikut::
1. Pra Pemeriksaan,
Proses pra pemeriksaan meliputi: mengadministrasikan informasi awal, memahami
informasi awal, menganalisis informasi awal, mengevaluasi informasi awal, dan
keputusan melaksanakan pemeriksaan investigatif.
Pra pemeriksaan bertujuan untuk menetapkan adanya alasan (predikasi) yang cukup
kuat dan akurat sehingga pemeriksaan investigatif dapat dilaksanakan secara obyektif
dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dua hal penting yang harus dicermati dalam pra pemeriksaan yaitu penelahaan
terhadap substansi informasi dan proses penanganan informasi awal.

2. Persiapan Pemeriksaan,
Persiapan Pemeriksaan Investigatif bertujuan agar pelaksanaan pemeriksaan investigatif
berjalan efisien dan efektif serta mencapai tujuan. Kegiatan dalam persiapan
pemeriksaan mencakup: 1) pengembangan hipotesis, 2) penyusunan program
pemeriksaan investigatif, 3) penentuan kebutuhan sumber daya, dan 4) penerbitan surat
tugas.
3. Pelaksanaan Pemeriksaan,
Pelaksanaan Pemeriksaan Investigatif meliputi kegiatan: pembicaraan pendahuluan,
pengumpulan bukti pemeriksaan berdasarkan hipotesa, analisis dan evaluasi bukti
pemeriksaan, pemaparan tim pemeriksa di lingkungan BPK, pemaparan tim pemeriksa
kepada instansi yang berwenang, dan pembicaraan akhir.
4. Pelaporan Pemeriksaan.
Tujuan pelaporan pemeriksaan investigatif adalah dijadikan dasar penyidikan oleh
pejabat penyidik yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pelaporan pemeriksaan agar mempertimbangkan prinsip pelaporan; susunan laporan;
reviu dan tanda tangan laporan. Prinsip pelaporan pemeriksaan investigatif harus akurat,
jelas, tidak memihak, relevan, dan tepat waktu.

Audit investigasi adalah sebuah pekerjaan profesional atau expert works. Oleh karena itu,
seorang fraud auditor harus mempunyai pengetahuan yang cukup, dan selayaknya seorang
fraud auditor adalah seorang auditor yang telah diakui kecakapannya dengan mengantongi
CFE (Certified Fraud Examiner) yang dikeluarkan Instute of Internal Auditor (IIA) melalui
tahapan penguasaan yang telah dipersyaratakan secara internasional.
Setiap hari kita pasti mendengar dan melihat dari berita surat kabar maupun dari media
televisi dengan dugaan penipuan di kegiatan suatu perusahaan. Dan ini merupakan
tanggung jawab HRD disetiap perusahaan untuk mendidik SDM mengidentifikasi penipuan,
dan keterampilan apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan menyelidiki dugaan
penipuan?
Penipuan dapat berupa:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

penipuan laporan keuangan


penipuan keuangan,
penyimpangan akuntansi,
pelanggaran Lingkungan
perawatan kesehatan,
Penyalahgunaan asset.

Dibeberapa Negara telah menetapkan peraturan terutama dinegara bagian untuk mencegah
terjadinya penipuan dan menangani penipuan di tempat kerja, ada banyak contoh dimana
penyelidikan internal sangat diperlukan. Pengusaha bisa dan berhasil melakukan
pengawasan internal investigasi. Tujuan artikel ini adalah untuk menginstruksikan manajer
SDM tentang isu-isu potensial dan penyelidikan terhadap froud

PEMBAHASAN / RINGKASAN ARTIKEL


MEKANIKA DARI INVESTIGASI PENIPUAN
Sebelum isu penipuan muncul, pengusaha dan sumber daya manusia manajer dapat
mencoba untuk mencegah atau sangat berkemungkinan mengurangi penipuan kerja jika
isu-isu tertentu dibahas sejak dini. Pendidikan, pelatihan, dan kebijakan tertulis dan prosedur
menangani penipuan internal adalah : seperangkat sistemik yang dapat digunakan
perusahaan untuk mencegah atau mencegah penipuan internal.
Ada 12 pertanyaan yang umumnya merupakan tahapan yang berbeda dalam investigasi
internal fraud dan akan memfasilitasi HR profesional untuk mengevaluasi dugaan penipuan.
1. Jika perusahaan melakukan internal investigasi? Perusahaan melakukan sendiri
penyelidkan dan membuat laporan tertulis
2. Berapakah jumlah dan pervasiveness penipuan? Dengan asumsi perusahaan
memutuskan untuk melakukan penyelidikan, penyidik harus terus berlanjut, ruang lingkup,
dan kelangsungan hidup dalam melakukan penyelidikan internal.
(1) Waktu: penyelidikan penipuan harus cepat dan tepat.
(2) Lingkup: jika dugaan kecurangan melibatkan karyawan tingkat tinggi , penyidik harus
mendapatkan dukungan dari tingkat eksekutif puncak untuk melakukan investigasi dan
memiliki otoritas penuh untuk mewawancarai orang-orang tingkat tinggi
(3) Viabilitas: keseriusan, durasi, dan frekuensi

dari penipuan yang mungkin akan

membantu dalam menentukan apakah internal penyelidikan dapat menguasai dan cepat
mengungkap dan berurusan dengan penipuan. Mengatasi masalah ini akan memberikan
penyidik yang jelas gambaran tingkat penipuan di perusahaan dan mungkin diperlukan
perlindungan

3.Siapa yang melakukan investigasi?

manajer HR semakin sering dipanggil untuk melakukan in-house investigasi. Pertanyaan


apakah akan dibawa dalam penegakan hukum, badan regulasi, tim eksternal audit , sebuah
hukum perdata perusahaan, atau menangani masalah secara in-house adalah salah satu
yang terbuka. penyelidikan dilakukan secara in-house di bawah pengawasan dari Manajer
SDM, memberikan manfaat yaitu:
(1) pengetahuan tinggi tentang bisnis perusahaan, karyawan, dan prosedur;
(2) peningkatan kontrol atas penyelidikan serta mungkin dihasilkan publisitas,
(3) tanpa filter memandang sejauh mana penipuan itu. maka kelemahan untuk menjaga
penyelidikan di rumah mungkin meliputi:
(1) kurangnya pengacara-klien mempunyai hak istimewa,
(2) kurangnya pelatihan dalam melaksanakan penyelidikan penipuan;
(3) kurang objektivitas daripada eksternal investigasi;
(4) mungkin konflik antara perusahaan kesejahteraan dan manajemen kewajiban
profesional, (5) mungkin loyalitas isu antara peneliti dan karyawan dan kurangnya support
4. Siapa yang melakukan kecurangan ?

Jika kerugikan bersifat internal, perusahaan dapat menangani masalah melalui penargetan
pelaku dan berurusan dengan pelaku secara tepat, definitif, dan cepat. Jika yang
membahayakan adalah eksternal - yaitu vendor, pemasok, pelanggan, atau pemegang
saham-perusahaan harus menganalisis bagaimana untuk memperbaiki situasi saat ini
dengan pihak-pihak luar. Dalam situasi ini, saran luar harus dicari, dan penyidik dan majikan
harus menyadari bahwa dalam perusahaan-perusahaan umumnya yang bertanggung jawab
atas penipuan yang dilakukan adalah pimpinan direktur, karyawan, dan agen.
.5 Seharusnya karyawan mengetahui bahwa perilaku tertentu curang atau menentang
kebijakan perusahaan ?
Dalam menjawab pertanyaan ini, perusahaan harus memeriksa kebijakan dan prosedur,
pendidikan dan pelatihan tentang penipuan di tempat kerja dan komitmen luarnya untuk
mencegah penipuan internal. Jawaban atas pertanyaan ini penting kemudian di dalam
proses penyelidikan ketika perusahaan harus memutuskan apa yang harus dilakukan
dengan karyawan yang ditemukan telah terlibat dalam tindakan penipuan baik terhadap
perusahaan atau terhadap entitas eksternal.

6. Apa tujuan investigasi?


sumber eksternal (pemasok, vendor, dll), kecurigaan dari uppermanagement, atau keluhan
dari seorang karyawan, seseorang dalam manajemen menyadari bahwa mungkin ada
penipuan terjadi di perusahaan. perusahaan menyadari bahwa tujuan investigasi adalah :
(1) menemukan penipuan atau tidak penipuan
(2) menemukan penipuan dan mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab
7. Bagaimana Penyidik mendokumentasikan Investigasi ?
Dokumentasi membuktikan bahwa perusahaan serius menanggapi pengaduan dan
mengadakan penyelidikan. Dokumentasi harus dilakukan dengan benar agar tidak
menimbulkan komplikasi. Dokumentasi wawancara harus spesifik sesuai dengan fakta
kasus. Secara khusus, sebelum wawancara, penyidik harus memutuskan apakah
membuat catatan, dan kemudian mengadakan wawancara awal terhadap mereka,
atau menandai wawancara sebuah pernyataan tertulis dalam rangka mendukung
tuduhan dan mencegah kemungkinan masalah di masa depan dengan cerita tidak
konsisten.
8. Bagaimana melakukan wawancara ?
Penyelidik awalnya harus menginformasikan kepada karyawan mengapa penyelidikan
dilakukan dan apa yang sedang terjadi untuk didiskusikan dalam wawancara. Dan
diharapkan mereka bisa menjaga kerahasiaan dari apa yang diwawancarai. Selama
wawancara berlangsung harus difokuskan pada siapa, apa, dimana, kapan dan berbagai
pertanyaan yang menggambarkan dugaan penipuan yang dilakukan. Dalam hal ini, bahasa
komunikasi yang digunakan harus baik sehingga mendorong karyawan untuk berbicara
dengan jujur dan tidak terkesan menuduh.
9. Apa yang terjadi bila karyawan tidak ingin bekerja sama?
Secara umum, setiap karyawan bertugas untuk bekerjasama dan dituntut loyalitas kepada
majikan. Tugas ini mewajibkan seorang karyawan untuk mematuhi petunjuk dari majikan
selama penyelidikan internal selama mereka masih mengarah pada kewajaran. Mau atau
tidak benar karyawan harus ditangani dengan segera. Namun demikian, hak karyawan tetap
harus dihargai jika mereka meminta dihadirkannya pengacara sebagai pendamping mereka.

10. Bagaimana mengevaluasi temuan penyelidikan?

Kesimpulan dari penyelidikan akan menghasilkan temuan penipuan, tidak ada penipuan,
atau kesimpulan tidak ada. Tidak peduli apa temuan penyidik , penyidik harus berhati-hati
untuk mendukung setiap temuan dengan fakta. investigasi:
a. Menilai kemungkinan tindak pidana atau pelanggaran
b. Review kebijakan-kebijakan perusahaan dan prosedur untuk memastikan bahwa
mereka menutupi dugaan pelanggaran.
c. Tentukan apakah kejahatan adalah sejarah atau berlangsung.
d. isu yang berhubungan dengan intervensi pemerintah, pemegang saham derivatif
cocok, dan tindakan-tindakan pihak ketiga.
e. Tentukan apakah laporan akhir harus ditulis.
f.

Pertimbangkan apa langkah yang harus diambil untuk mendisiplinkan karyawan atau
mengakhiri karyawan.

g. isu public relations dan kemungkinan mengungkapkan penipuan yang sesuai dengan
badan regulator atau agency kriminal
11 Untuk siapakah laporan Investigator?
Pelaporan ke pembuat keputusan - yakni akuntansi, kepala divisi, presiden, dll - adalah
penting untuk melakukan penyelidikan penipuan. Investigator harus memastikan kepada
siapa laporan tersebut dia berikan yang akan mengambil tindakan berdasarkan temuan
penyelidikan dan konsisten dengan kebijakan perusahaan dan prosedur. Sama seperti
kecepatan itu penting selama internal fraud investigasi, kecepatan dan akurasi sangat
penting ketika melaporkan kepada pengambil-keputusan.
12. Bagaimana menangani pemutusan aktual ?
Setelah penyidikan selesai, jika ditentukan bahwa penipuan yang dilakukan oleh karyawan,
karyawan dapat dihentikan segera. Karyawan harus diberitahu secara jelas dan ringkas
alasan pemutusan. Dalam menginformasikan pegawai alasan pemberhentian, majikan, jika
memungkinkan, harus link apapun penipuan yang dilakukan karyawan dengan salah satu
perusahaan khusus dari kebijakan dan prosedur. Hal ini akan memungkinkan majikan untuk
menginformasikan karyawan bahwa penghentian merupakan

menanggapi pelanggaran

kebijakan dan prosedur perusahaan sebagai gantinya suatu perbuatan curang terdefinisi.
Mengambil pendekatan ini mengurangi kemungkinan jatuh ke dalam perangkap definisi
hukum penipuan dan meminimalkan resiko .

Apa yang harus diketahui Penyidik tentang hukum Whistleblower


Baru-baru ini, isu perlindungan whistleblower telah banyak menjadi berita utama nasional.
Sejak kesadaran karyawan meningkat secara konsisten bahwa mereka dilindungi kategori
perlindungan whistleblower, manajer HR juga harus sadar akan perubahan perlindungan
whistleblower dalam rangka untuk mengobati karyawan dengan memperhatikan mereka
sesuai hak dan melindungi sendiri. Status Whistleblower mungkin bisa mempengaruhi
tahapan yang berbeda dari proses penyidikan internal fraud
- Termasuk keputusan untuk memberhentikan karyawan. Ketika majikan melepaskan
karyawan karena tindakan penipuan, karyawan mungkin mengklaim bahwa alasan
sebenarnya pemutusan bukanlah diduga penipuan, namun karena kenyataan bahwa
karyawan sebuah whistleblower. Jika majikan memiliki fakta kuat untuk mendukung dugaan
penipuan dan telah konsisten dalam menerapkan debit sebagai hukuman, majikan harus
atas dasar yang aman untuk mengakhiri karyawan. Meskipun ini tidak dapat mencegah
karyawan dari membawa tindakan, itu harus menempatkan majikan pada posisinya.
Bahkan dengan fakta-fakta untuk mendukung dugaan penipuan dan konsisten
penerapan disiplin untuk bertindak curang dalam perusahaan, majikan harus melanjutkan
dengan hati-hati jika:
(1) karyawan membuat dugaan tempat kerja atau eksternal penipuan baik kepada atasan,
seorang pemerintah atau lembaga regulator, atau kanan badan pidana sebelum terminasi;
(2) karyawan mengklaim bahwa ada paksaan untuk melakukan penipuan,
atau (3) karyawan terhalang dari mengungkapkan penipuan melalui ancaman pemecatan
oleh perusahaan.
Dengan demikian, selama wawancara, majikan harus memastikan bahwa harapan
perusahaan terhadap kerahasiaan pada karyawan tidak sampai mengancam atau
melecehkan karyawan dari berpotensi membuat pengungkapan menurut sebuah undangundang whistleblower. Pengusaha juga harus menyadari undang-undang

perlindungan

whistleblower di negara masing-masing. Sedangkan aturan umum kontrak kerja adalah


bahwa seorang karyawan dapat diberhentikan pada setiap waktu, beberapa negara
melindungi karyawan di bawah kebijakan publik pengecualian atau hukum skema.
Terakhir, pengusaha harus menyadari bahwa berbagai peraturan lembaga yang mengadopsi
aturan dan peraturan untuk melaksanakan standar whistleblower UU's perlindungan. Satu

secara

khusus,

Keselamatan

Kerja

dan

Kesehatan

Administration

(OSHA),

KESIMPULAN
Perusahaan harus menghadapi kenyataan penipuan tempat kerja. Tanggung jawab hukum
Sebuah perusahaan/lembaga semakin ditentukan oleh 'persyaratan peraturan yang berbeda
pada pemerintah/ lembaga. Pada kilas pertama, melakukan investigasi penipuan ditempat
kerja tampaknya menakutkan, tetapi dalam kenyataannya, hanya sedikit berbeda dari
investigasi tempat kerja yang lain . Seperti semua investigasi, persiapan, dokumentasi,
temuan kredibilitas, dan melakukan penyelidikan secara adil dan tidak memihak adalah
karakteristik penting penyelidikan menyeluruh dan sukses.
KONDISI YANG TERJADI DI INDONESIA
Secara hukum, UU tentang Audit Investigasi ini sudah ada di Indonesia dan pada dasarnya
langkah-langkah yang akan diambil dalam tahap melakukan investtigasi juga sudah hampir
sama.
Dari beberapa penjelasan dari artikel diatas, kemungkinan terjadinya kecurangan bisa saja
terjadi dimana saja. Hal ini juga dialami di negara kita. Dan memang seperti yang telah
dijelaskan dalam artikel, kemungkinan kecurangan dalam perusahaan bisa terdeteksi
karena kemampuan manajemen atau HRD yang tanggap . Namun kemampuan tersebut
mungkin belum bisa dimiliki oleh semua manajer terutama bagi perusahaan-perusahaan
yang berskala kecil.
Biasanya kecurangan baru diketahui setelah terjadi penipuan, penyalahgunaan asset atau
bahkan kehilangan asset setelah karyawan yang melakukannya berulang-ulang kali berbuat
atau bahkan mungkin dari pengaduan konsumen. Pengendalian interen yang dianggap baik
pun terkadang juga luput untuk melihat peristiwa tersebut. Peristiwa peristiwa yang sudah
mulai terdeteksi terjadinya korupsi yang merugikan negara sudah mulai terungkap berkat
adanya pemeriksaan Investigasi oleh BPK yang kemudian ditindaklanjuti oleh ranah hukum.
Sebagai contoh kasus penggelapan dana nasabah city bank yang terjadi terakhir ini oleh
karyawannya Melinda Doe. Penipuan ini baru diketahui setelah adanya aduan dari nasabah
yang merasa dananya berkurang dari rekeningnya.
Padahal untuk sebuah bank yang berskala cukup besar seperti city bank, semestinya dari
awal sudah bisa terdeteksi oleh pihak HRD bank dengan kecurigaan perilaku dan
performance Melinda Doe yang cukup mencolok dari karyawan lainnya. Peristiwa ini baru

terungkap setelah ada pengaduan dari nasabah dan baru kemudian di bawa ke ranah
hukum
Lain halnya pada perusahaan kecil, bahkan ada pemilik perusahaan yang cenderung
memiliki kecurigaan terhadap karyawannya, namun tanpa melakukan penyelidikan langsung
memberhentikan karyawan sehingga hak-hak karyawan tidak diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA :
Arthur P. Murphy, Esq. and Quinn H. Vandenberg. Magazine Fraud.
September-October 2003.
BPK-RI. Petunjuk Teknis Pemeriksaan Investigasi Atas Indikasi Tindakan
Pidana Korupsi yang Mengakibatkan Kerugian Negara/Daerah. 2008
BPK-RI. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. 2007
Blog. Bank Basri. Audit Investigasi. 2005

Anda mungkin juga menyukai