Anda di halaman 1dari 67

Tugas Beton Prategang| 1

A B C D
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Tinjauan umum
Untuk lebih mendalami masalah konstruksi beton pratekan dan
sesuai dengan petunjuk pembimbing, maka dalam tinjauan perencanaan
konstruksi ini, penulis akan membahas masalah perencanaan tentang :
Konstruksi : beton pratekan, untuk konstruksi bangunan atas. 3
bentang menerus Hollow Beam (30.35 40 30.35)
Sistim : Sistim prategang adalah Post Tensioning, dengan
gelegar cor di tempat (cast in place).
Pengikatan : Pengikatan pratekan (anchorage), adalah dengan sistim
Freyssinet.
Maksud dari tinjauan perencanan konstruksi ini, bukan untuk bahan
koreksi terhadap hasil perencanaan yang sudah dilaksanakan melainkan
untuk membandingkannya dengan analisa penulis, yang dibuat berdasarkan
teori dan kemampuan yang penulis miliki selama ini.

I.2. Dasar-dasar perhitungan
I.2.1 Type flyover
a. 3 bentang menerus Hollow beam (30,35 40 30,35)




b. Potongan melintang Flyover :






Tugas Beton Prategang| 2
I.2.2 Peraturan-peraturan yang dipakai :
1. Peraturan Muatan untuk Jembatan dan Jalan Raya (PMJR) Nomor :
12/1970
2. Peraturan Muatan Indonesia (PMI), tahun 1970
3. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI), tahun 1971

I.2.3 Bahan-bahan
1. Beton : beton klas A

ck
= 400 kg/cm
2

2. Baja prategang : Baja prategang type standard

au
= 17.500 kg/cm
2

3. Baja tulangan : baja tulangan type Deformed bar

y
= 30 kg/mm
2




















Tugas Beton Prategang| 3
BAB II
PERHITUNGAN

II. Perhitungan-perhitungan
II.1 Pembebanan berdasarkan PMJR 1970
1. Beban D terbagi rata perjalur

p = 2,2 t/m
1
, untuk panjang bentang lebih kecil dari 30 m.
Lebar jalur lalu lintas = 12,80 m, terdiri dari :
Jalur lalu lintas = 3 a
1
3,50 = 10,50 m
Shoulder luar = 1,55 m
Shoulder dalam = 0,75 m
= 12,80 m
Untuk parameter lebar :
p =

t/m
1

2. Beban D garis P (untuk selebar 1 jalur).
P = 12 ton (berlaku selebar 5,5 m)
Beban per meter lebar :
P
1
=

ton








Tugas Beton Prategang| 4
Beban hidup per balok, adalah sebagai berikut :
Koefisien kejut


= 1,267
a. Beban D terbagi rata p = 1,222 x 0,629 x 1,30 = 0,999 t/m
1

b. Beban D garis p = 1,222 x 3,429 x 1,30 = 5,447 ton

II.2 Statika Konstruksi
Untuk mencari besaran-besaran reaksi perletakan, gaya lintang
dan momen disuatu tampang, digunakan cara-cara sebagai yang tersebut
di bawah ini :
1. Akibat beban mati (berat sendiri), digunakan method CROSS
2. Akibat beban hidup (muatan D)
Untuk mencari besaran-besaran reaksi perletakan, gaya lintang
dan momen pada suatu tampang akibat beban hidup, dipergunakan garis
pengaruh atas empat perletakan.
Untuk mencari garis pengaruh momen dan gaya lintang disuatu
tampang dipergunakan cara tidak langsung, yaitu dengan bantuan garis
pengaruh rekasi perletakan. Momen Inersia setiap penampang sepanjang
balok adalah sama.

Tugas Beton Prategang| 5
2a Mencari Garis Pengaruh Av.

- Perletakan A dihilangkan dan
dikerjakan GAYA FIKTIF :
Av = 1 , kearah atas


- Mb = Av . L1
= L1


- Mencari Mc akibat Mb = L1
c = 0
( )

()


- Mencari garis elastic bagian BC
dengan method Bidang Momen
sebagai beban.

Tugas Beton Prategang| 6
Luas bidang momen akibat Mb dan Mc
F1 =


F2 =



()
=

( )

Rb 1 =


Rc 1 =


Rb2 =

()

Rc 2 =

()


Mencari garis elastic bagian BC
- Akibat Mb = L1

Y1 =

= Rc1 .

)


Akibat Mc
Mc =


()


Y2 =

* ( )

( )
()

()

( +
=

()
(

()


()
-
Tugas Beton Prategang| 7
=

()
()

)
()
-
=

()
-
Persamaan garis elastis
Y = Y1 + Y2
Y =

,(

) (

)-
=

,(

) -

Untuk : L1 = L3 = 30,35 m
L2 = 40,00 m
Jadi :
Yx =

)

Mencari persamaan garis elastic bagian AB
- Akibat Mb dan Mc


Rb = Rb 1 + Rb
2

=

()


Y1 =

,(

) -
=

)

Tugas Beton Prategang| 8
- Akibat Av = 1.

Y2 =

,( )

-
=

,( )

-
=

)

Persamaan garis Elastis bagian AB.
Y = Y1 + Y2
=

,(

-
=

,(

-
Untuk L1 = L3 = 30,35 m
L2 = 40,00 m
Yx =

)
==============================================
Untuk x = 30.35 m
Y
A
=

()

()

()






Tugas Beton Prategang| 9
Mencari persamaan Garis elastis bagian CD

F =


Rd =


Y =

)
=


()

-
=



()

)
Untuk L1 = L3 = 30.35 m
L2 = 40.00 m
Yx =

)
==============================================
Jadi Persamaan garis pengaruh Av adalah :
Av =


Dimana :

= ordinat garis elastis dibawah beban / tampang


akibat Av = 1

= ordinat garis elastis di A akibat Av = 1


Garis pengaruh Av =

garis elastis akibat Av = 1




Tugas Beton Prategang| 10
Persamaan Umum Garis Pengaruh Av :
- Bagian AB (X dari B A)
Yx =


- Bagian BC ( X dari C B)
Yx =


- Bagian CD (X dari D C)
Yx =



2b Mencari Garis Pengaruh Bv

Bv =








- Mencari Mc akibat Bv = 1

0 =
()

{()

}


Mc =
{()

}
() ()

=
()

() ()








Tugas Beton Prategang| 11
- Mencari garis elastis bagian AC

- Akibat Bv = 1
Z1 =


Z2 =

.
Z3 =

()
=


P =

( )

( )


Ra1 =


Rc1 =



- Membuat persamaan garis elastis bagian AB (Akibat Bv = 1)
Y1 =

)
=

()

)
=

()

()
-

Tugas Beton Prategang| 12
- Membuat persamaan garis elastis bagian BC (akibat Bv = 1)
Y1 =

()


()

}
= ,

()

()
-

- Akibat Mc.

Z1 =
( )

() ()

Z2 =
()()

()()

=
{()

}*+
()()()



Z2 =
()

()

()
( )
Z3 =

()
()

() ()

=
()

()

()

F = (L1+L2)
()

()()

=
()

()

Ra2 =

()

()


- Persamaan garis elastis bagian AB (Akibat Mc).
Y2 =

)
=

()

()

()

()

()

-
=

()

()
. x -
()

()

()





Tugas Beton Prategang| 13
- Persamaan garis elastis bagian BC (akibat Mc)
Y2 =

()

()
( )

()

(()

)
()

()
}
Super posisi garis elastis akibat Bv dan Mc.

- Bagian AB ( X dari A B)
Yx = Y1 + Y2
=


,
()

( )


()

()


()

()

()

-
Untuk : L1 = L3 = 30,35 m
L2 = 40,00 m
Maka :
Yx =

)
==============================

- Mencari

:
X = L1 = 30.35 m


()
- Bagian BC
Yx = Y1 + Y2
=


,
()
()


()

()
(
)
()

() ()
( )

-
Untuk : L1 = L3 = 30,35 m
L2 = 40,00 m
Yx =

)
==============================



Tugas Beton Prategang| 14

- Mencari garis elastis bagian CD
-
Z1 =
()

()()

Z2 =
()

()()


F =


()

()()

Rd =

()

()()


Yx =

()

()()

()

()()

-

Untuk : L1 = L3 = 30.35 m
L2 = 40.00 m
Yx =

)
==============================
Persamaan Umum Garis Pengaruh Bv
- Bagian AB (X dari A B)
Yx =


- Bagian BC (X dari C B)
Yx =


- Bagian CD (X dari D C)
Yx =
(









Tugas Beton Prategang| 15
2c Mencari Garis Pengaruh Momen Di Suatu Tampang


Garis pengaruh momen di tampang P (P diantara A & B)
Mp = Av . P Bila P = 1, dikanan tampang
(tampang P)
Mp = Av . P P (p - x) Bila P = 1, dikiri tampang
(tampang P)
Misal : pada tampang tengah-tengah AB (p = 15,175)
Yx =


(bagian PB X dari B A)
- Garis pengaruh Mp bagian CB (x dari C B)
Yx =


- Garis pengaruh Mp bagian CD (
X
dari D C)
Yx =


Dengan cara yang sama, akan diperoleh persamaan yang lain.

2d Mencari garis pengaruh momen di tampang R
- Bila P = 1, dikanan tampang R, ditinjau bagian kiri :
Mr = Av (L1 + r) + Bv .r (berlku dari R D)
- Bila P = 1, dikiri tampang R, ditinjau bagian kanan
Mr = Dv (L2 + L3 - r) + Bv (L2 - r)
Tugas Beton Prategang| 16
( Berlaku dari R A)
Dimana : garis pengaruh Dv dan Cv, mempunyai bentuk yang
berbalik dengan garis pengaruh Av dan Bv.
Bila : L1 + r = 30.35 + 20 = 50,35 m
Gp. Mr = gp.Av (50,35) + gp.Bv (20)
(berlaku dari R D)
Dengan cara yang sama, maka diperoleh persamaan yang lain.

2e Mencari luas bidang akibat garis pengaruh
Contoh : garis pengaruh Av pada bagian AB
Yx =


(X dari B A)

Bagian Ab ( X dari B A)
0 x L1 = 30.35



F =


=
(


= [


= 26,1822 M
2

Dengan cara yang sama, luas bidang akibat garis pengaruh dapat
dihitung.

L1 = 30,35 m
Tugas Beton Prategang| 17
A B C D
q = 0,26 t/m'
BAB III
PERENCANAAN KONSTRUKSI

III. Perencanaan Kontruksi
III.1. Perencanaan Pendahuluan
Balok pemikul ;









Beban mati yang terdiri dari :
a. Aspal beton = berat air
q
mati = 0.075 . 1.30 . 2.00 + 0.05 .1.30 . 1.00
= 0.26 t/m
1






EI, sepanjang balok adalah tetap = EI
Perhitungan momen dengan metode Cross.
- Kekakuan batang :

= 0.0988 EI

= 0.1000 EI
= 0.1988 EI


Tugas Beton Prategang| 18
A E B
q = 2,171 t/m
'
23,822 tm
BV
- Faktor Distribusi

= 0.497

=


= 0.503
- Momen Primer :

= -
()


= - 29,936 tm
1

= -
()


= - 34,667 tm
1

= - 34,667 tm
1

= + 29,936 tm
1

- 29.936 + 34.667 - 34.667 + 29.936
+ 4.460 + 5.458 - 5.458 - 4.460
- 2.729 + 2.729
+ 1.284 + 1.487 - 1.487 - 1.284
- 0.744 + 0.744
+ 0.370 + 0.428 - 0.428 - 0.370
- 23.822 + 23.822 - 23.822 + 23.822
0.503 0.497
B
BA BC
0.497 0.503
C
CB CD







Av =
()


= 3,159 ton ()
Bv = 4,730 ton ()

Tugas Beton Prategang| 19
A E B
q = 2,171 t/m
'
23,822 tm
AV BV
23,822 tm
M
E
= 3,159.


= 18,001 tm
1






Bv = cv =
()


= 5,200 ton ()
M
F
= 5,200 . 40/2 23,882 . 0,26 . (40/2)
2

= 28,118 tm
1

Catatan : Momen-momen akibat berat aspal beton dan berat air
ini, tidak termasuk dalam M
min
, sebab belum ada pada
waktu penarikan kabel.

b. Berat sendiri balok, yang menghasilkan M
min
= Mbs. Ini belum
dapat dihitung, oleh sebaba itu Mbs ditafsir, yaitu :
Mbs = 0,4 (Mhdp + Mmati)
Momen akibat beban hidup dihitung berdasarkan garis pengaruh.
(ditinjau tengah-tengah bentang AB = titik E).
M
E
maximum bila :
- Beban D terbagi rata diatas AB dan CD
- Beban D terpusat diatas titik E
Ordinat Y
E
= 5,0624 M.

Luas bidang pengaruh = 36,1477 m
2

M
E
= 36,1477 . 1,037 + 5,0624 . 5,648
= 66,0776 tm
1



Tugas Beton Prategang| 20
Maka :
Mbs = 0,4 (Mhdp + Mmati)
= 0,4 (66,0776 + 18,001)
= 33,631 tm
1

Momen total
Mt = Mmati + Mhdp + Mbs
= 18,001 + 66,0776 + 33,631
= 117,710 tm
1

Tinggi balok ditafsir :
h = k Mt (harga k = 10 sampai 14)
diambil k = 13
h =13

= 141,043 cm
diambil h = 140 cm
Gaya prategang Y ditafsir sebagai berikut :
T =


..................... bila

atau :
T =


..................... bila


Sedangkan :


Maka :
T =



= 129.351,648 kg
Perhitungan penampang A
b (dengan tafsiran



=0.33 bk

= 0.33 . 400
= 132 kg/cm
2

Ab =





Tugas Beton Prategang| 21

Dicoba penampang pendahuluan seperti gambar di atas :
Ab = 240 x 240 (

)
= 26.184,07346


Maka =


= 2,6184 x 2,4
= 6,28417


30,35 m
40 m 30,35 m
A B C
D
= 3,450 t/m' q

Momen-momen dihitung dengan method cross.
Momen primer


()


= - 723,56129 tm


()


= + 837,8889 tm

= - 723,56129 tm

= + 837,8889 tm

Tugas Beton Prategang| 22
B C
BA BC CB CD
0,425 0,575 0,575 0,425
- 837,8889 +
723,56129
- 723,56129 +
837,8889
+ 26,
064
+
35,258
- 35,258 - 26,064
- 17,629 +
17,629

+
7,492
+
10,137
- 10,137 - 7,492
- 5,068 +
5,068

+
2,154
+
2,914
- 2,914 - 2,154
- 1,457 - 1,457
+
0,619
+
0,838
+
0,838
+
0,619
- 421,035 +
421,035
- 421,035 +
421,035

15,175 m
15,175 m
A
E
= 3,450 t/m'
B
421,035 tm
Av Bv

Av =

()


= 40,9135 ton ()


Tugas Beton Prategang| 23

= 1.420,9135.


= 205,410



15,175 m
15,175 m
B
F
= 3,450 t/m' q
C 421,035 tm
Bv Cv
421,035 tm

Bv = Cv =

()


= 44,24 ton ()

= 2.894,24.


= 65,4957




Untuk titik E, akibat berat sendiri balok :
Mbs = 205,410


Mt = 12,577 + 66,0776 + 205,410
= 284,0646

=


= 0,72 > 0,25

T =




= 465.006,41 Kg






Tugas Beton Prategang| 24
3.2 Perencanaan Akhir
(Tampa diijinkan tegangan tarik)
3.2.1 Tinjauan Penampang

awal = 0,38 . 500 = 190

akhir = 0,33 . 500 = 165


Sistim prategang : Post tensioning dengan anggapan kehilangan
prategang adalah 15%

Besaran-besaran penampang :
1. Ditinjau penampang E (tengah-tengah bentang AB)
TA
TB
Cb
Ca
Y2
Y1 la
t2
t1

Y1 = Y2 =


= 120 cm
Momen Inersia :
Ib =

. 240 .

- 2 (

)
=

- 2 (

)
= 22944000



T1 = t2=


= 65,2
Tugas Beton Prategang| 25
a. Letak kabel :
ea = t1 +


= 65,2 +


= 82,13 cm (ternyata jauh diluar penampang, maka kabel dinaikkan
dengan mengambil penutup beton = 20 cm)

Ea = 120 20 = 100 cm

b. Perhitungan T dan Ta
Mt = 284,0646 tm
T =


= 417847,9129 kg
Ta =


= 491585,7799 kg

c. Memeriksa kembali Ab
Ab =

)
=

)
= 4436


Atau :

Ab =




=




= 6313

< 9046




Tugas Beton Prategang| 26
d. Perhitungan luas kabel (A)

au = 17500



awal = 0,7 . au

= 0,7 . 17500

= 12250



akhir = 0,6 . au

= 0,6 . 17500

= 10500




A =



= 22,92

(menentukan)

A =



= 22,73







Tugas Beton Prategang| 27
2. Ditinjau penampang pada tumpuan (tumpuan B)
T
T
Cb
Ca
Y1
Y2
la
t1
t2

Y1 = Y2 = 120 cm
I = 18892095


T1 = t2 = 32,1 cm

Mmati = -16,601 tm
Mbs = - 138,066 tm
Mhdp. : Mb maximum akibat beban hidup apabila kedudukan beban-
beban hidup :
- Beban hidup terbagi rata P berada pada daerah AB dan BC.
- Beban hidup garis P berada pada jarak X = 11 m dikiri B (Bagian AB)

Dimana :

= -2,616 m

F = -54,175



maka :

Mhdp = -54,175 . 1,037 2,616 . 5,648 = -70,955 tm
Mt = -16,609 138,066 70,955
= -255,63 tm (ternyata jatuh diluar penampanng, maka kabel dinaikan
dengan mengambil penutup beton adalah 20 cm)


Tugas Beton Prategang| 28
a. Letak kabel :



T =



= 267018 kg

= 32,1 +


= 76,1 cm (ternyata jatuh diluar penampanng, maka kabel dinaikan
dengan mengambil penutup beton adalah 20 cm)

= 65 20 = 45 cm

b. Perhitungan T dan Ta
Mt = 225,63 tm

T =


= 292646 kg

Ta =


= 344289 kg

c. Perhitungan T dan Ta
Ab =

)
=

)
= 2611


atau

Tugas Beton Prategang| 29
Ab =


=



= 4435

< 9046



d. Perhitungan kabel A
A =


= 28,105

(menentukan)
A =



= 27,871



3. Ditinjau penampang F (tengah-tengah bentang BC)
TA
TB
Cb
Ca
Y2
Y1 la
t2
t1

= 65 cm
I = 18892095

= 32,1 cm
Mmati = + 3,704 tm
Mbs = + 31,543 tm

Mhdp :

maximum akibat beban hidup apabila :


- Beban hidup terbagi rata P berada pada daerah BC
- Beban hidup garis P berada diatas tampanng F

Dimana :

= 3,326 m
Luas bidang pengaruh = 33,226


Tugas Beton Prategang| 30
Mhdp = 33,226 . 1,037 + 3,326 . 5,648
= 53,241 tm
Mt = 3,704 + 31,543 + 53,241

a. Letak kabel :


T =



= 104720 kg

= 32,1 +


= 57,7 cm (ternyata jatuh diluar penampanng, maka kabel dinaikan
dengan mengambil penutup beton adalah 20 cm)

= 65 20 = 45 cm

b. Perhitungan T dan Ta
T =


= 292646 kg

Ta =


= 344289 kg

e. Perhitungan T dan Ta

Ab =

)
=

)
= 2611


atau
Tugas Beton Prategang| 31

Ab =


=



= 4435

< 9046



f. Perhitungan kabel A
A =


= 28,105

(menentukan)

A =


= 27,871



Dari tinjauan perhitungan pada ketiga tampang yang tersebut diatas
maka direncanakan:
- Bentuk serta ukuran dari penampang balok beton adalah seperti pada
gambar-gambar perhitungan diatas, dimana:
Aba da = 18082 cm > Ab perlu = 8860 cm
2
(pada tampang B)

- Jumlah tendon:
Dipakai : 3 tendon 12T 12,4 mm
Atotal = 28m 224 cm
2
> Aperlu = 28,105 cm
2
(dipasang dengan jumlah yang sama panjang balok).


III.2.2 Kedudukan Kabel
1 Pengabaran Bidang Momen
a. Akibat berat sendiri
Mmin disini hanya akibat berat sendiri dari balok (tidak termasuk
berat sendiri aspal beton dan berat air, sebab belum ada waktu penarikan
kabel)


Tugas Beton Prategang| 32
b. Akibat beban total
30,35 m
40 m 30,35 m
Mbs = 200,606 tm
Mt = 184,0126
Mt = -440,26 tm
Mbs = -266,022 tm

2. Penggambaran garis teras atas dan bawah serta daerah aman kabel.
2.a. Keadaan awal :
a min
D
Ta

- Pada A a min = 0
- Pada tampang E, a min =


= 64,04 cm

Pada tampang B, a min =


= -62,40 cm
- Pada tampang F, a min =


= 46,62 cm
Tugas Beton Prategang| 33
2.b. Keadaan awal :
a min
D
Ta

- Pada A a min = 0

- Pada tampang E, a min =


= 144,2 cm

- Pada tampang B, a min =


= -144,2 cm

- Pada tampang F, a min =


= 144,2 cm
Tugas Beton Prategang| 34
A F B E
Tb
cgc
Ta
cgs
cgs
cgc

3. Penempatan kabel (terpusat pada Ca)
A E B F
cgc line
cgc line
cgc line
cgc line
cgc line
0,20
0,24
0,80
0,40
0,20
0,80
0,40
0,20
0,80
O3 O1
6,00 18,240 2,00 4,00 4,00 2,00 18,00
X2
X1
X3
l l
O2
l
18,240

Persamaan parabola:
Y
1
= 0,000822 X
2

Y
2
= 0,0011 X
2

Tugas Beton Prategang| 35
Y
1
= 0,000864 X
2

tg = f(x)
maka :
1
= 16
o
84

2
= 44
o
64

3
= 16
o
06

4. Penggambaran garis tekan D (C line)
Gaya tarik kabel P = 824804,40 kg (dianggap merata sepanjang
kabel)
a. Momen primer M
1
(akibat escentrisitas)
P = 824804,40 kg
P
H
= 824804,40 . cos (

)
= 822486,43 kg
M
1
= P
H
. e
1
= e
1
= exentrisitas

-
+
- - -
+ +
14068288 kgcm
26406828 kgcm
26406828 kgcm
26406828 kgcm

b. momen Resultante M
2

Akibat patahan dan lengkungankabel maka akan timbul beban
seperti gambar dibawah dan dari beban tersebut akan timbul momen
M
2
, yang disebut dengan momen resultante.
o Beban yang timbul akibat lengkungan kabel:
Tugas Beton Prategang| 36
6,00 18,35
2,0
8
4,5
25
4
4,5
8
A B C
D
q1 q2
q3 q2 q1
PV
PH.l
PH
PV
PH.l
PH
6,00 18,35
2,0
4

P
H
= P.cos

= 824804,40 . cos (

)
= 822486,42 kg
P
v
= P.sin

= 824804,40 . sin (

)
= 62644,64 kg
M = P
H
. e = 822486,42 . 24

q1 =

= 6808 kg/m
q2 =

= 80266 kg/m
q3 =

= 6063 kg/m

perhitunngan momen M
2
(akbat beban di atas) dipergunakan method
Cross.
Momen primer akibat beban lengkungan kabel.

A
q1 q2
B
X
B
q2
q3 q2
X
6,00 18,35
2,0
4 8
4,5
25
4,5
8

X dari b = A (Bagian AB)
Tugas Beton Prategang| 37
Mba =

()

()


= +406884 kg.m
Bagian BC (X dari B -> C)
Mba =


= - 1804246 kg.m
Mcb = + 1804246 kg.m

A B C D
AB BA BC CB CD DC
- 0,425 0,575 0,575 0,425 -
-140682,82 + 406884
- 100440
- 180444
- 124880
- 180444
- 124880
+ 406884
- 100440
+140682,82
- 60846
+ 1222
+ 66846
+ 1668
+ 66846
+ 1668
- 60846
+ 1222


+ 244
- 824
+ 480
- 824
+ 480

+ 244


+ 102
- 240
+ 128
- 240
+ 128

+ 102


+ 20
- 60
+ 40
- 60
+ 40

+ 20


+ 8
- 20
+ 12
- 20
+ 12

+ 8

Tugas Beton Prategang| 38

+ 2
- 6
+ 2
- 6
+ 2

+ 2

-140682,82 + 248226 + 248226 + 248226 + 248226 -140682,82

- Bagian AB

24,24
E
140682,82 kgm
140682,82 kgm
= 6808 t/m'
= 80266 kg/m'
q1 q2
6,00 18,35
2,0
4

= 0
0 = Av. 30,35 + 140682,82 + 6808 . 26,35 .

80266.4.2
248226
Av = - 42826 kg
Mx = + 140682,82 42826,88. X +

(6808) (x-6)
2
.(6x42,60)
= 24,240


M
E
= + 140682,82 42826,88. 24,240 +

(6808) (x-6)
2
.(6x42,60)
= -226864 kg.m








Tugas Beton Prategang| 39
- Bagian BC

B
q2
q3 q2
C
X
F
Bv
Cv
248226 kgm
248226 kgm
8
4,5
25
4,5
8

= 0
0 = Bv. 40 + 248226 + 80266,4 . 4,48 + 6062 . 25 . 24 80286 . 4. 2 -
248226
Bv = + 86064 kg

M
F
= + 248226 + 86064 . 24,240 80266 . 4 . 22 + 6562

18
= -106226 kg.m

Gambar Bidang Momen (M
2
)
-
+
-
14068282 kg.m
226864 kgcm
24822 kg.m
A
B
E
15,175
15,175


c. Menggambar garis tekan D (C line)
a =

, dari cgs line




Tugas Beton Prategang| 40
pada tumpuan A.
a =

= 0

pada tumpuan E.
a =

= 28,80 cm

pada tumpuan B.
a =

= -19,42 cm

pada tumpuan F.
a =

= 64,04 cm
A B
cgc line
c line
cgs line
a
a

2.3 Pemeriksaan Penampang
1. Ditinjau penampang E (tengah-tengah bentang AB)
Penampang definitive : Ab = 18082 cm
2

A = 46,448 cm
2

=


= 0,0063

Eb = 1000 . 800
= 800000
n =

= 10,40
Tugas Beton Prategang| 41

diambil n = 10
(ib)
2
=

= 4066 cm
2


a. Kehilangan Prategang
1. Kehilangan prategang akibat elastis beton
(Kabel dianggap satu lapis terpusat pada Ca)
- Akibat kabel
Jumlah tendon ; m = 3 buah
.

()

/(


)
= (

()

) (


)
= 240 kg/cm
2


- Akibat deformasi
Karena kabel tidak pada Cb, maka beton pada Ca mengalami
deformasi akibat beban total.
Mt = 268,0242 t.m
Tegangan beton pada titik berat baja Ca (gambar berat baja rata-
rata)


= 83 kg/cm
2

n. b
= 10 . 83 = 830 kg/cm
2


Deformasi menambah prategang, maka akan elastis beton dan
deformasi :
240 440
= -200 kg/cm
2


Tugas Beton Prategang| 42
Prosentase =


= -0,81 %

2. Kehilangan prategang akibat susut

bs diambil = 0,0003

()

)

=

()

)

=

()

)

= 941 kg/cm
2


Prosentase =

x 100%
= 3%

3. Kehilangan prategang akibat rangka beton
Diambil =2,5
kabel dianggap satu lapis pada Ca

( ) (

()

)
( ) (

()

)


( ) (

()

)
( ) (

()

)

kg/cm
2

Presentase =

x 100%
= 3,95 %



a. Kehilangan prategang akibat rangka baja
Tugas Beton Prategang| 43
Akibat rangka baja kehilangan prategang diperkirakan adalah 3%
Jadi total kehilangan prategang adalah akibat :
- Elastis + deformasi = -0,81 %
- Sudut beton = 3 %
- Rangka beton = 3,95 %
- rangka baja = 3 % +
Total = 9,11%
Kehilangan prategang total 9,11% <15 %

b. Perhitungan tegangan-tegangan pada beton
Dalam perhitungan ini dipakai penampang idiil:
At = Ab + (n-1)A
= 12082 + (10-1) 36,448
= 12.410,032 cm
2

Titik berat idiil dari Cb sebesar et, dimana :
et =


= 2,7151 cm

Y
t1
= Y
1
et
= 120 2,7151
= 117,2849 cm

Y
t2
= Y
2
et
= 120 2,7151
= 117,2849 cm

e
at
= ea et
= 90 2,7151
= 87,2849 cm

It = Ib +

. A
Tugas Beton Prategang| 44
= 26684080 +

12082 +

. 36,448
= 26844.674,54 cm

b1. Akibat prategang awal : Ta = 280785 kg
Serat bawah :


= - 73 kg/cm
2

Serat atas :



b2. Akibat berat sendiri : Mbs = 105,358 tm
Serat bawah


= + 36 kg/cm
2



b3. Akibat momen sekunder
M = Ta . a
= 280785 . 16,45
= 4618914 kg.cm
Pada serat bawah


Pada serat atas


= - 16 kg/cm
2

Jadi pada keadaan awal :
Tugas Beton Prategang| 45
Pada serat bawah :
b = -73 + 36 + 14 = -23 kg/cm
2

Pada serat atas :
b = +16 37 16 = -37 kg/cm
2



b4. Akibat prategang akhir : T = 238667 kg
Pada serat bawah :


= -62 kg/cm
2

Pada serat atas :


= +11 kg/cm
2


b5. Akibat beban total Mt = 184,0126 tm
Pada serat bawah :


= +62 kg/cm
2

Pada serat atas :


= -64 kg/cm
2


b6. Akibat momen sekunder
M = T . a = 238667 . 16,45
= 3926072 kg.cm
Pada serat bawah :
Tugas Beton Prategang| 46


= +12 kg/cm
2

Pada serat atas :


= -14 kg/cm
2


Jadi pada keadaan akhir :
Pada serat bawah
b = -62 + 62 + 12
= +12 kg/cm <b = 1,24
= 24,8 kg/cm
2

Pada serat bawah
b = +11 64 14
= -67 kg/cm
2
< 132 kg/cm
2


c. Perhitungan Momen Retak (Mr)
Beton akan retak bila tegangan tarik mencapai bu
bu = b or = 2 .. AASHTO
= 2
= 40 kg/cm
2

bu = (


40 = (


40 = - 48,61 +


Mr = 26117006,78 kg/cm
Mr = 18401260 kg.m
Keamanan terhadap retak =


= 1,46 > 1 (aman terhadap retak)
Tugas Beton Prategang| 47
d. Momen Ultimate (Mu)
*au = 0,87 . au
= 0,87 . 17500
= 15225 kg/cm
2

*bu = 0,6 . bk
= 0,87 . 400
= 240 kg/cm
2

Luas baja prategang : A = 28,224 cm
2





Yu =


(a)


D = be . 0,8 Yu . *bu = (130 . 65) - (

)
= - (65-0,8Yu) 30 *bu
= (4523 1950 + 24Yu) *bu
be =

..(b)


x
be
yu
0,8 yu
d
s'*bu
e'b
ea
Mu
T
D
Mu
Tugas Beton Prategang| 48
Berdasarkan persamaan (a)
Yu =



=

dimasukkan dalam pers. (b)


be =
(

)
(

)

= 67 cm
Yu =

= 33,4 cm
D = 0,8 . Yu . be *
= 0,8 . 33,4 . 67 . 240
= 429657,6 kg

D bekerja pada titik berat bagian tekan, yaitu sejauh X dari sisi atas (dihitung
berdasarkan pendekatan bentuk blok tegangan .. X =

. 0,8 Yu)
X =

. 0,8 Yu
= 0,5 . 0,8 . 33,4
= 13,36 cm
Lengan momen = 130 20 13,36
= 96,64 cm
Mu = D . d
= 429657,6 . 96,64
= 41522110,46 kg.cm
Koefisien beban (
s
) =



= 1,86> 1,5 (sesuai dengan persyaratan PBI 1971)





Tugas Beton Prategang| 49
2. Ditinjau penampang B (diatas tumpuan B)
(penampang defitif adalah sama seperti tampang E)
a. Kehilangan prategang
a1. Kehilangan prategang akibat elastis beton
(jumlah tendom : m = 3 buah)
- Akibat kabel :
= at . nw (

) (

)
= 12250 . 5 . 0,0031 (

) (

)
= 125 kg/cm
2

- Akibat deformasi :
Karena kabel tidak pada Cb, maka beton pada Ca mengalami
deformasi akibat beton total :
Mt = 225,63 . 10
5
kg.cm
Tegangan beton pada titik berat baja Ca (garis berat baja rata-rata)


= 54 kg/cm
2

n . b
= 5 . 54 = 270 kg/cm
2

Deformasi menambah prategang, amak akibat elastis beton dan
deformasi :
125 270 = - 145 kg/cm
2

Prosentase =

x 100%
= - 1,2%





Tugas Beton Prategang| 50
a2. Kehilangan prategang akibat susut beton
diambil = 0,0003


(

)

= 611 kg/cm
Prosentase =

x 100%
= 5 %


a3. Kehilangan prategang akibat rangka beton.
Diambil = 2,5
Kabel dianggap satu lapis pada Ca

( )(

)
( )(

)


( ) (

)
( ) (

)

= 537 kg/cm
2

Prosentase =

x 100%
= 4,4 %


a4. Kehilangan prategang akibat rangkak baja.
Akibat rangkak baja kehilangan prategang diperkirakan adalah
sebesar 3%
Jadi total kehilangan prategang adalah, akibat :
- Elastis + deformasi = -1,2%
- Susut beton = 5,0 %
- Rangkak beton = 4,4%
Tugas Beton Prategang| 51
- Akibat rangkak baja = 3,0%
Total = 11,2 % < 15%

b. perhitungan tegangan-tegangan pada beton
Dalam perhitungan ini dipakai penampang idiil, dengan besaran-
besaran penampang adalah sama seperti pada tampang E diatas
At = 9159 cm
2

Ytl = 64,3 cm
Yt2 = 65,7
Eat = 44,3
It = 1895917 cm
4



b1. Akibat prategang awal : Ta = 344289 kg
- Pada serat atas :
b =


= - 90 kg/cm
2

- Pada serat bawah :
b =


= + 16 kg/cm
2


b2. Akibat berat sendiri : Mbs = 138,066 tm
- Pada serat atas :
b =


= + 47 kg/cm
2

- Pada serat bawah :
b =


= - 48 kg/cm
2
b3. Akibat momen sekunder
Tugas Beton Prategang| 52
M = Ta . a
= 344289 . 15,21
= 5236636 kg.m
- Pada serat atas
b =


= + 17 kg/cm
2

- Pada serat bawah
b =


= - 18 kg/cm
2

Jadi dalam keadaan awal :
- Pada serat atas :
b = - 90 + 47 + 17 = - 26 kg/cm
2

- Pada serat bawah :
b = + 16 48 18 = - 50 kg/cm
2

b4. Akibat prategang akhir
- Pada serat atas :
b =


= - 76 kg/cm
2

- Pada serat bawah :
b =


= + 13 kg/cm
2





b5. Akibat beban total : Mt = 225,63 tm
Tugas Beton Prategang| 53
- Pada Serat atas :
b= +


- Pada Serat bawah :
b= -



b6. Akibat Momen sekunder :
M = T.a
= 292646 . 15,21
= 4451145 kg.cm

- Pada Serat Atas :
b= +


- Pada Serat Bawah :
b= -


Jadi pada keadaan akhir :
- Pada Serat Atas :
b= -


- Pada Serat Bawah :
b= +


(gambar diagram tegangan pada beton dapat dilihat pada lampiran
halaman VI.46)





c. Perhitungan Momen Retak (Mr)
Tugas Beton Prategang| 54
Beton akan retak bila tegangan tarik mencapai bu.
bu

()




Keamanan Terhadap retak



( )













d. Momen Ultimate (Mu)
Tugas Beton Prategang| 55







()


() (

) ( )



()


Berdasarkan persamaan (a)




()


(

)
(


be
yu
0,8 yu
d
s'*bu
e'b
ea
Mu
T
D
Mu
x
Tugas Beton Prategang| 56





D bekerja pada titik berat bagian tekan ,yaitu sejau X dari sisi bawah
(dihitung berdasarkan pendekatan bentuk balok tegangan )









()














III.2.4 Tegangan Geser
a) Perhitungan gaya lintang berdasarkan garis pengaruh
Tugas Beton Prategang| 57
a1. Garis Pengaruh D
A
kanan


Luas Bidang pengaruh :
AB = 5,847 + 6,80 + 1,7 = + 10,974 m
2

CD = 0,844 + 0,422 = + 0,442 m
2
+

F
Total = + 11,396 m
2

Jadi D
A
kanan = + 11,396 .p + 1 . p
= + 11,396 . 1,037 + 1 . 5,648
= + 17,466 ton



a2. Garis pengaruh D
B
kiri




P
DA = Av
P P
A
B
C D
P
P
A B C D
D = AV-1
Bkr
D = AV
Bkr
Tugas Beton Prategang| 58
Luas Bidang pengaruh :
AB = | |


BC = | |

+


F
Total = + 15,486 m
2

D
B
kiri = 15,486 . p + 1 . p
= 15,486 . 1,037 + 5,648
= 21,707 ton


a3. Garis pengaruh D
B
kanan


Luas Bidang pengaruh
AB Av = 5,847 + 6,80 1,70 = + 10,974 m
2

Bv = 20,369 3,847 = + 16,522 m
2

1 = = - 25,35 m
2
+

F = |

|




BC Av = 4,45 1,62 - 14,64 = + 16,786 m
2

Bv = -6,11 + 9,78 + 9,78 = + 13,45 m
2
+
P
P
A B C D
D = AV+BV-1
Bkr
D = AV+BV
Bkr
Tugas Beton Prategang| 59

F =



F
Total = + 2,146 + 14,64 = + 16,786 m
2
Jadi : D
B
kanan = 16,786 .p +1 . p
= 16,786 . 1,037 + 1. 5,648
= 23,055 ton


b. Gaya lintang total (ditinjau D
B
kanan)
D
B
kanan akibat beban hidup = 23,085 ton
D
B
kanan akibat bs (aspal + air) = 3,250 ton
D
B
kanan akibat bs (balok) = 27,1375 ton +
D
B
kanan total = 53,4725 ton

Tegangan geser maximum terjadi pada Cb yang dihitung adalah
sebagai berikut :



{(

)


}
= 191291 cm
3

Ib = 18892095 cm
4

Cb
120
120
Tmax
240
50
Tugas Beton Prategang| 60


(dihitung pada Cb, sesuai dengan diagram tegangan pada tampang B dari
valaman VI.46)



()

.........................sesuia PBI 1971





Maka



Jadi tegangan geser aman ,tulangan sengkangnya anya diberikan praktis
( 10 20).







III.2.5 Penjangkaran
Tugas Beton Prategang| 61
Standar base plat freyssinet,adalah : type 12 T13.



a = 23,7 cm

Luas Plat : F =


= 419 cm
2
(luas bersih)

Diameter Cone joint rata-rata =


Panjang Cone Joint = 20 cm
Gesekan antara Cone joint dengan beton :


Gaya yang ditahan Cone Joint : P =
= 9408 . 12250
= 10003 kg




Gayaper tendom : P = A
a
a

Tugas Beton Prategang| 62


. ( )



Sisa :
= 105245 kg



Dibagian anker diperkenankan tegangan yang diijinkan lebih
tinggi,mengenai hal ini diatur dalam RVB 1967 art. 4.6.5 dan 4.6.6
melihat ruwetnya keadaan tegangan di ujung balok dan belum banyak
cara perhitungan yang meyakinkan,dipandang bijaksana bila diujung
tersebut dipasang penulangan-penulangan extra dan jangan memakai
ukuran-ukuran profil yang minimal dibagian ini,agar dengan demikian
diperoleh extra keamanan.Penting pula memakai beton mutu tinggi di
tempat ini.berdasarkan hasil research oleh Zielinski,J. En Rowe, R,
disebutkan sebagai berikut:
Di belakang anker dapat timbul tegangan tarikyang jauh lebih besar dari
pada yang ditunjukan oleh analisa-analisa seccara teoritis dengan
anggapan bahwa bahan homogen.
Penulangan di daerah anker akanmempertinggi kekuatan mekanisme
anker (beton diujung balok ), penulangannya dapat berupa net baja
melintang atau sepiral-sepiral baja.Penulangan ini ditaruh di daerah X=
0,2 d sampai d dari tumpuan





Perhitungan penulangan di daerah anker berasarkan formula hasil
reaserch oleh Zielinski,J. En Rowe, R, sebagai berikut :
Tugas Beton Prategang| 63
Baja anker 13 mm (disesuaikan dengan di lapangan )
Gaya prategang per tendom P = 115248 kg
Bagian balok yang menerima pra tekan = 23,7 x 23,7 (base plat)

}

* ( ()

()

+


Untuk menghitung luas penulangan cukup di pakai 93% dari t
Maka : 93 % . t = 93 / 100 . 46891
= 43609 kg


Luas tulangan :












a. Bila dipakai tulangan net bersilang,dengan berpotongan 6 :

Tugas Beton Prategang| 64

()



Maka diperlukan

net bersilang


b. Bila memakai tulangan sepiral :
Spiral

()


Jumlah putaran yang diperlukan =


= 23,5 24 putaran

c. Bila :
Dipasang net bersilangan : A = 7,96 cm
2

Sisanya A = 31,2 7,96
= 23,24 cm
2


ditrima sepiral

Jumlah putaran yang diperlukan =





III.2.6 Block Akhir
Distribusi dianggap sebagai berikut:
Tugas Beton Prategang| 65


( )



Gaya Tarik Melintang :
T . z = M ..............................................menurut percobaan z = 0,42 h
T



Untuk menahan T dipasang tulangan sengkag besar :
As


Pada daerah tarik T ini dipasang sengkang berpotongan dua

BAB IV
KESIMPULAN
65
65
a
17,594
49,226
57,907
28
30
7
65
a
h
a
a
M max
d=h
T
D
z
Tugas Beton Prategang| 66

IV. Kesimpulan
Dari hasil perhitungan yang telah kami buat diatas, maka dapat diambil
suatu kesimpulan bahwa :
A. Pada keadaan akhir masih timbul tegangan tarik pada beton, hal mana
disebabkan :
1. Anggapan kami dalam perhitungan bahwa kabel adalah
Concordant (Concordancy of Cable), yaitu C line berimpit
dengan egs line
2. Dengan adanya kabel yang tidak concordant, maka akan timbul
pergeseran C-line dari cgs line sejauh a (lihat halaman VI.39),
hal mana dapat menyebabkan momen Sekunder sebesar Ta.a, pada
keadaan awal dan T . a, pada keadaan akhir.
Momen sekunder yang timbul sesuai dengan perhitungan kami
diatas, baik dalam keadaan awal maupun pada keadaan akhir
adalah membahayakan (menimbulkan pengaruh yang sama dengan
beban luar terhadap balok)
3. Momen sekunder ini belum dapat diperhitungkan pada
perencanaan penampang (Ab dan Aa), karena C-line belum
diketahui.
Sedangkan C-line baru dapat dihitung apabila penampang definitif
(Ab dan Aa definitif) diketahui dan juga jalannya kabel harus
seudah tertentu.
Maka dari itu momen sekunder ini baru dapat diperhitungkan pada
perhitungan tegangan-tegangan yang terjadi pada beton.Sehingga
tegangan yang timbul akibat momen sekunder ini merupakan
tambahan tegangan yang tidak diperhitungkan pda perancanaan
sebelumnya.

B. Untuk dapat memenuhi anggapan diatas (kabel concordant), maka
perlu diadakan Transpormasi Linier, yaitu pemindahan atau pergeseran
kabel (cgs -line) tanpa menyebabkan perubahan C-line.
Tugas Beton Prategang| 67
Seperti diketahui C-line disebabkan oleh beban akibat lengkungan dan
patahan kabel. Sehingga kabel yang concordant mungkin dapat dibuat
dengan menggeser kabel tanpa merubah sudut patahan atau sudut
lengkungan.
Maka bentuk lengkungan kabel tetap, beban pengaruhnya tetap,
sehingga C line tetap.
Dengan transpormasi linier ini dalam perencanaan balok menerus,
dimana kita menginginkan suatu C-line tertentu.
C-line tersebut dapat dihasilkan bermacam-macam posisi kabel dan
diambil yang baik posisinya (untuk memenuhi anggapan dalam
oerhitungan diatas, diambil kedudukan sds line berimpit dengan C-
line = Concordancy of Cable)

C. Dalam perhitungan kami tersebut diatas, tidak diadakan transpormasi
linier dengan alasan :
1. Dengan melihat tegangan-tegangan yang timbul :

<


<


Juga dengan melihat perhitungan :
Keamanan terhadap retak =



2. Melihat bahwa selimut beton (beton deking) cukup tipis pada
daerah tarik (20 cm dari Ca), sehingga tidak mungkin dapat
menggeser kabel lagi.
Maka berdasarkan dua alasan diatas, dalam perhitungan ini kami tidak
mengadakan transpormasi linier kabel.