Anda di halaman 1dari 22

ARTIKEL ILMU BAHAN MAKANAN

COKLAT



Disusun oleh :
Nama : Intan Permata Sari
NIM : 22030111120006




Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro

COKLAT
A. Sejarah Coklat
Kata coklat berasal dari xocoatl(bahasa suku Aztec) yang berarti minuman
pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah
mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Cortes kemudian
membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528, dan oleh orang-orang Spanyol
minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Coklat
kemudian menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan
pabrik coklat di Massachusetts, Amerika Serikat.
Pengembangan tanaman coklat bertujuan meningkatkan ekspor sehingga pada
gilirannya devisa Negara akan meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan
konsumsi dalam negeri. Coklat di Indonesia merupakan salah satu komoditas
ekspor non-migas yang semakin penting dengan membaiknya harga coklat
dipasaran dunia. Peningkatan produksi 28% dapat meningkatkan nilai ekspor
sebesar 130%.

B. Kandungan Coklat
Coklat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina
dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-
kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut
ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat
menurunkan tekanan darah
[6]
. Cokelat hitam akhir-akhir ini banyak mendapatkan
promosi karena menguntungkan kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah sedang,
termasuk kandungan anti oksidannya yang dapat mengurangi pembentukan radikal
bebas dalam tubuh.
- Kandungan Gizi Coklat
coklat bubuk mungkin menjadi makanan super yang berikutnya berkat
kandungan antioksidan yang tinggi.Para peneliti menemukan aktivitas antioksidan
dark chocolate dan bubuk kakao itu setara atau bahkan lebih tinggi daripada yang
ditemukan di beberapa buah super baik itu dalam bentuk serbuk atau jus,
termasuk berry Acai, blueberry, cranberry, dan delima.
Antioksidan adalah kelompok senyawa yang dikenal untuk melawan
kerusakan akibat stres oksidatif pada sel-sel dalam. Dua kelompok antioksidan
pada khususnya, polifenol dan flavonol, yang ditemukan di berbagai buah-
buahan dan biji-bijian, telah menjadi fokus dari banyak penelitian karena efek
mereka yang sangat berpotensi terhadap kesehatan. Makanan dan buah tinggi
antioksidan ini telah dijuluki sebagai makanan super atau buah super oleh
media.
Kakao atau biji kakao bukanlah jenis kacang-kacangan tetapi benih-
benih dari buah pohon kakao Theobroma. Benih dikeringkan dan kemudian
diolah untuk menghasilkan bubuk kakao. Dark chocolate umumnya memiliki
persentase yang lebih tinggi kadar kakaonya dari coklat susu.
Perbandingan komposisi antioksidan kakao, Aktivitas antioksidan dari bubuk
kakao lebih tinggi daripada semua bubuk buah lainnya.
- Antioksidan dalam dark chocolate
Para peneliti juga melihat kadar antioksidan per 40 gram (1.4 ons) coklat gelap
(mengandung 60% -63% kakao) dan bubuk kakao vs jus buah super. Jus buah
termasuk Acai, blueberry, cranberry, dan jus delima dengan komposisi 100%.
Aktivitas antioksidan total coklat gelap per porsi secara signifikan lebih tinggi
daripada jus buah super kecuali untuk jus buah delima. Ukuran melayani khas
untuk jus buah satu cangkir.
Kandungan polifenol total per porsi tertinggi untuk coklat gelap di sekitar 1.000
miligram per porsi. Ini jauh lebih tinggi daripada jus buah kecuali jus buah
delima.
Dark chocolate juga memiliki kandungan flavonol total per porsi di lebih dari
500 miligram, diikuti oleh minuman kakao sekitar 400. Semua jus buah super
memiliki kurang dari 200 miligram per porsi dari jenis antioksidan ini.
Para peneliti mengatakan hal ini penting untuk dicatat bahwa serbuk kakao,
minuman coklat, dan dark chocolate yang digunakan dalam penelitian ini
mengandung kakao alam atau non-alkalized. Alkalisasi adalah proses yang
digunakan untuk melembutkan rasa coklat, tetapi juga menghancurkan senyawa
polifenol.
Sebagian besar cokelat panas campuran mengandung kakao alkalized, sehingga
hanya sedikit atau bahkan tidak mengandung antioksidan.
Perlu juga diperhatikan bahwa jumlah kalori dan gram lemak per porsi cokelat
jauh lebih tinggi daripada jus buah.

C. Komposisi Coklat
Pohon kakao umumnya tumbuh di daerah tropis dan iklim hangat lembab.
Kebanyakan biji kakao berasal dari Afrika Barat terutama Ghana, Pantai Gading,
dan Nigeria merupakan produsen terbesar. Biji Cokelat di Indonesia berasal dari
pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Proses pembuatan cokelat yang bervariasi akan menghasilkan produk
cokelat yang bervariasi pula. Cokelat hitam (dark chocolate) memiliki antioksidan
yang lebih besar dibandingkan dengan cokelat susu (milk chocolate) atau cokelat
putih (white chocolate).
Cokelat diolah dari biji buah tanaman kakao yang sudah mengalami
perlakuan khusus, yaitu fermentasi. Buah kakao mua-mula dipecah dengan
menggunakan batang kayu. Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari
agar biji kakao tidak memar sehingga kualitasnya terjamin baik. Biji yang masih
dibungkus lender ini kemudian di fermentasikan untuk memunculkan aroma khas
dari cokelat pada proses pengolahan selanjutnya.
Proses fermentasi ini amat kompleks karena melibatkan mikroba tertentu
seperti bakteri asam laktat, asam asetat dan yeast. Gunanya untuk memacu reaksi-
reaksi enzimatis dalam merangsang pembentukan senyawa flavonoid yang
bermanfaat bagi kesehatan. Secara komersial, derajat fermentasi biji kakao ditandai
dengan perubahan warna pada kotiledonnya.

D. Komponen Nutrisi Coklat
Secara garis besar, cokelat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14%, dan
protein 9%. Protein cokelat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan
tyrosin. Meski cokelat mengandung lemak tinggi namun relative tidak mudah
tengik karena cokelat mengandung 6% polifenol, yang berfungsi sebagai
antioksidan pencegah tengik. Cokelat mengandung berbagai macam gula, pati,
protein sayuran, kalium, magnesium, kalsium, natrium, zat besi, krom, berbagai
macam vitamin (A, B1 tiamin, B2 riboflavin, D dan E), serta kafein dan
phenyletilamin.
Produk cokelat cukup beraneka ragam, misal cokelat susu yang merupakan
adonan cokelat manis, butter, gula, dan susu. Selain itu ada cokelat pahit yang
merupakan cokelat alami dan mengandung 43% padatan cokelat. Cokelat jenis ini
biasanya ditemukan pada beberapa produk cokelat batangan.
Bahan dasar yang dibutuhkan untuk memproduksi biji kakao coklat, cocoa
liquor lain gula,pemanis, cocoa butter, lemak mentega (minyak), susu bubuk,
susu remah dan emulsifier.

E. Jenis-jenis Coklat
- Couverture
Couverture adalah jenis cokelat terbaik. Cokelat ini murni dengan persentase
lemak kakaonya yang tinggi, sehingga menghasilkan flavor yang sangat
baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk cokelat buatan tangan.
Sebelum digunakan, cokelat jenis ini melalui proses temper (dilelehkan)
terlebih dahulu.



- Coklat Tawar
Cokelat jenis ini baik digunakan untuk kue, cake, dan aneka makanan ringan
lainnya. Persentase massa kakao bervariasi, antara 30-70 persen. Semakin
tinggi konsentrasi massa kakao, semakin baik flavor-nya.

- Coklat Susu
Jenis cokelat yang satu ini merupakan campuran gula, kakao, cokelat cair,
susu, dan vanila. Cokelat jenis ini paling banyak dikonsumsi. Massa
kakaonya cukup rendah, hanya 20 persen dan rasanya lebih manis
dibandingkan cokelat tawar. Cokelat satu ini pasti disukai anak-anak karena
bisa langsung disantap dengan rasa yang manis. Kandungan susunya
membuat rasa menjadi lebih lembut. Jika Anda hendak membuat kue,
cokelat jenis ini bukanlah pilihan yang baik. Selain kandungan cokelatnya
relatif sedikit, cokelat ini mudah hangus bila dilelehkan.


- Coklat Putih
Cokelat yang umumnya berwarna putih ini tidak mengandung massa kakao
yang tinggi. Selain dikonsumsi langsung, cokelat putih kerap digunakan
untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili yang
tidak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya
dimasak secara hati-hati.
6




- Kakao
Produk cokelat satu ini terbuat dari massa kakao setelah lemak kakaonya
dipisahkan. Produk ini sangat mudah diolah dan ekonomis. Bisa didapati di
warung-warung sekitar tempat tinggal Anda.


- Coklat Cair
Cokelat cair merupakan produk minuman yang mengandung massa kakao
dan mengandung kadar gula tinggi. Kadar gulanya, disebut-sebut sebagai
biang keladi meningkatnya berat badan.




F. Produksi dan Konsumsi

1. Produksi
Coklat telah dikenal di Indonesia sejak tahun 1560 tetapi baru komoditi
yang penting sejak tahun 1951. Jenis coklat yang ditanam saat ini sebagian besar
adalah jenis Criollo atau flavor Cocoa. Produksi coklat Indonesia dihasilkan
perkebunan besar Negara dan swasta yang terdapat didaerah Sumatera Utara dan
Jawa Timur, selain itu juga produksi yang berasal dari perkebunan rakyat yang
tersebar di daerah-daerah, Maluku, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Irian
Jaya.

Hingga saat ini pengembangan jenis coklat Indonesia sebagian besar
ditunjukkan pada jenis Bulk/Hibrida. Jenis ini agak tahan lamadibandingkan
dengan jenis Fine/Flavour Cocoa.
Negara-negara penghasil coklat terbesar di dunia ada lah Pantai Gading, Brasilia,
Ghana, Nigeria, dan Equador. Produksi coklat dunia pada periode tahun 1980-1983
memperlihatkan adanyapeningkatan rata-rata 3,4% pertahun. Sedangkan
sumbangan produksi Indonesia terhadap total produksi dunia hanya 1,2%.
Berdasarkan kenyataan, perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi coklat.
2. Luas Areal
Untuk mendorong peningkatan penerimaan devisa Negara maka
pemerintah mengalihkan perhatian serius terhadap peningkatan dan pengembangan
komoditi coklat. Usaha yang dilaksanakan adalah perluasan, rehabilitas,
intensifikasi dan diversifikasi, pemerintah merencanakan mengadakan perluasan
tanaman coklet rata-rata 4,92% per tahun.
Porsi areal tanman coklat perkebunan besar Negara dan perkebunan besar
swasta terhadap total areal perkebunan coklat secaa nasional semakin menurun.
Perkebunan besar Negara mengalami penurunan, dari 48% tahun 1992 menjadi
30,6% pada tahun 1986.
3. Konsumsi
Konsumsi coklat dunia dalam decade terakhir rata-rata adalah 1.500.000 ton
per tahun. Konsumsi coklat tersebut menunjukkan kecenderungan yang terus
meningkat. Dengan adanya kemunduran yang dialami oleh Negara-negara
penghasil coklat lainny, maka peluang untuk memasarkan coklat Indonesia di
pasaran internasional masih cukup besar.

4. Sistematika
Coklat merupakan tanaman yang menumbuhkan bungan dari batang atau
cabang. Tanaman ini digolongkan kedalam kelompok tanaman caulifloris. Adapun
sistematikannya menurut klasifikasi botanis sebagai berikut.
Divisio : Spermatophyta
Klas : Dicotyledon
Ordo : Malvales
Famili : Sterculiceae
Genus : Theobroma
Spesies : Theobroma Cacao



G. Bagian-bagian Tanaman
1. Akar
Akar coklat adalah akar tunggang (radix primaria). Pertumbuhan akarcoklat
bisa sampai 8 meter ke arah samping dan 15 meter ke arah bawah. Coklat yang
diperbanyak secara vegetated pada awal pertumbuhannya tidak menumbuhkan
akar tunggang, melainkan akar-akar serabut yang banyak jumlahnya. Setelah
dewasa tanaman tersebut menumbuhkan dua akar yang menyerupai akar
tunggang.

2. Batang
Coklat dapat tumbuh sampai ketinggian 8-10 meter dari pangkal batangnya pada
permukaan tanah. Tanaman coklat punya kecenderungan tumbuh lebih pendek
bila ditanam tanpa pohon pelindung. Letak cabang-cabang primer tumbuh
disebut jorquette. Ketinggian jorquette yang ideal adalah 1,2-1,5 mater agar
tanaman dapat menghasilkan tajuk yang baik dan seimbang. Pada tanaman
coklat yang diperbanyak secara vegetative tidak didapati korquette. Cabang-
cabang primer pangkal betang dekat permukaan tanah sehingga ketinggian
tanaman relative rendah dari tanaman coklat asal biji.
2



3. Daun
Daun coklat terdiri atas tangkai daun dan helai daun. Panjang daun berkisar 25-
34 cm dengan lebar 9-12 cm. Daun yang tumbuh pada ujung-ujung tunas
biasanya berwarna merah dan disebut flush, permukaannya seperti sutera.
Setelah dewasa, warna daun akan berubah menjadi hijau dan permukaannya
kasar. Kedudukan daun coklat pada cabang primer maupun sekunder terdiri atas
dua tipe, masing-masing 3/8 dan . Kedudukan daun 3/8 didapati pada cabang
ortotrop dan kedudukan didapatu pada cabang plagiotrop.


4. Bunga
Jumlah coklat bunga mencapai 5000-12000 bunga per pohon per tahun, tapi
jumlah buah yang dihasilkan hanya berkisar satu persen saja.
Bunga coklat tergolong bunga sempurna, terdiri atas daun kelopak (calyx)
sebanyak 5 helai dan benang sari (androecium) sejumlah 10 helai. Diameter
bunga 1,5 cm. Bunga disangga oleh tangkai bunga panjangnya 2-4 cm. Tangkai
bunga tersebut tumbuh bantalan buunga pada batang atau cabang.
5. Buah
Buah coklat berupa buah buni yang daging bijinya sangat lunak. Kulit buah
mempunyai 10 alur dan tebalnya 1-2 cm. Pada waktu muda, biji menempel pada
bagian dalam kuliat buah , tetapi jika buah telah matang maka biji akan
melepaskan dirinya dari kulit buah. Buah yang demikian akan berbunyi bila
digoncang. Jumlah bunga yang menjadi buah sampai matang dan jumlah biji
didalam buah serta berat biji merupakan factor-faktor yang menentukan
produksi.


H. Lemak Coklat
Cocoa butter pada dasarnya adalah lemak alami dari
kacang kakao tetapi definisi di beberapa negara membatasi ke lemak alami yang
diperoleh dari sumur-menanam nibkakao (kotiledon) dengan menekan hidrolik
atau peras.
The U.S. Food and Drug Administration telah didefinisikan mentega
kakao sebagai "lemak yang dapat dimakan yang diperoleh dari biji kakao suara
(Theobroma cacao atau spesies erat terkait) sebelum atau setelah
pemanggangan.".
Biaya yang sangat tinggi cocoa butter juga telah
meningkatkan kemungkinan metode yang lebih canggih productins. Sangat
mungkin bahwa perusahaan yang tekan cocoa butteruntuk mereka gunakan
sendiri memiliki pandangan yang berbeda dari orang-orang yang
membuat mentega kakao untuk dijual atau mereka yang
membeli mentega kakao di pasar terbuka.
3

Cocoa butter menunjukkan sistem kristalisasi sangat
kompleks sebagai akibat darigliserida ini berbeda. Ini adalah polimorfik, yang
berarti akan mengkristal dalam berbagai bentuk sesuai dengan bagaimana lemak
cair yang dipadatkan.
cocoa butter memiliki harta berharga kontraksi pada solidifikasi, yang
memungkinkan pencetakan blok coklat dan bar ke konpeksi yang
menarik ditampilkan dalam toko-toko. kontraksi yang tepat tergantung pada
pembibitan yang benar dari lemak
cair atautempering cokelat. Pemadatan mentega kakao atau cokelat
untuk membawa kontraksi ini.dan juga untuk memberikan kristal padat halus
yang akan terus memuaskan tanpa perubahan
warna (mekar lemak), tergantung pada produksi bentuk polimorfik stabil
lemak selama pendinginan dan pengaturan.

I. Hama dan Penyakit
Hama
1. Helopeltis sp (Hemiptera, Miridae)
Ada tiga factor yang menentukan serangan helopeltis sp yaitu
cahayamatahari, kelembapan, dan arus angin dibawah tajuk. Helopeltis sp
menyenangi lingkungan lembap, tapi hama ini tidak tahan angin yang kuat.
Cahaya matahari langsung selalu dihindarinya dan serangga hama ini
menyenangi tempat-tempat terlindung pada areal coklat.


` Pada fase nimfa ukurannya 8 mm, berwarna kuning. Bila telah dewasa
berwarna kuning kecoklatan. Panjang telur 1,2 mm dan lebar 0,7 mm, berwarna
putih dan berbentuk lonjong seperti pisang. Telur di letakkan pada tangkai daun,
ranting, maupun pangkal buah. Lama hidup sejak telur sampai dewasa adalah 3-
5 minggu. Fase larva berlangsung selama 11-12 hari, pada ketinggian tempat
250 mmdari permukaan laut. Helopeltis sp mampu bertelur pada temperatur 24-
27,5C dengan kelembapan 75% sebanyak 40-250 butir di bulan-bulan kering
dan 50-300 butir di bulan-bulan basah.
Tanaman pelindung Accasua decurens, Albizzia chinensis, dan
Theroprosia sp juga merupakan tanaman inang Helopeltis sp lainnya.
Serangan Helopeltis sp bersifat menusuk dan mengisap, terutama pada
buah pentil (cherelle) dan pucuk-pucuk muda. Pada pucuk muda
serangannyamengakibatkan daun-daun muda melengkung, tumbuh kecil, dan
berwarna kehitaman. Dalam pengamatan sepintas gejala itu tampak seperti
akibat angin yang terlalu kencang.

2. Zeuzera sp (Lepidoptera, Cossidae)
Hama ini dikenal dengan sebutab nama red branch borer. Serangan
Zeuzera sp menyebabkan daun mengalami nekrosis dan pucuk pada tanaman
dewasa akan mati.
Mempunyai ukuran panjang 4 cm dan 2,5 cm lebar dengan warna
domonan merah. Telur diletakkan pada celah kulit kayu. Telur berwarna kuning
ungu dan bila hendak menetas berubah warna menjadi kuning kehitaman.
Penyebarannya dibantu oleh parasut yang dibuat sendiri. Pada waktu
menyebar persentase kematiannya cukup tinggi dengan siklus hidup 4-5
minggu.
2


Pengendalian serangan hama penggerak ini dapat dilakukan dengan
memotong cabang terserang sepanjang 30 cm dari lubang tempat masuknya.
Cabang dikumpulkan kemudian dibakar. Penggunaan insektisida organoklorin
atau organofosfat sistemik pada lubang yang digerek dapat membunuh ulat.

Penyakit
1. Vascular Streak Dieback (VSD)
Penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) yang disebabkan oleh
Oncobasidium theobromae hanya didapatkan di wilayah penanaman cokelat di
Asia Tenggara dan Melanesia. Pada habitat asli tanaman coklat Amerika
Selatan Oncobasidium theobromae ini tidak didapati.
Penyakit VSD pada coklat ditandai dengan munculnya klorosis pada
daun ke-2 dan ke-3 dibawah flush. Daun ini menunjukkan warna kuning
dengan bercak-bercak hijau. Gejala klorosis ini sama dengan klorosis yang
disebabkan defisiensi kalsium. Daun kemudian rontok dan kulit cabang di
sekitar bekas kedudukan daun membengkak dan kasar, lentisel juga
membengkak. Pucuk menjadi mati dan kadang-kadang dari dekat bekas
kedudukan daun tumbuh tunas-tunas yang juga mengalami kematian. Sejak
terkena infeksi Vascular Streak Dieback sampai gugurnya daun biasanya
berlangsung 5 bulan, tapi tanaman pembibitan dapat mencapai beberapa
minggu saja.

2. Phytopthora sp
Penyakit Phytoptora sp di areal pertanaman coklat menyebabkan
kerugian yang cukup besar pada daerah-daerah beriklim rendah bercurah hujan
tinggi atau yang memiliki iklim tipe B (menurut standar smith dan ferguson).
Penurunan produksi akibat Phytopthora sp bisa mencapai 10-20 persen. Infeksi
Phytopthora sp dapat terjadi pada daun, tunas, batang, akar, bunga, tetapi infeksi
pada buah, khususnya buah pentil (cherelle) merupakan infeksi yang
menimbulkan kerugian yang berarti.
Infeksi Phytopthora sp dapat langsung terjadi antar buah melalui
percikan air hujan dari permukaan tanah, serangga atau vertebrata. Biji di dalam
buah akan rusak selang 15 hari setelah terinfeksi.

Penyebaran Phytopthora sp banyak dibantu oleh keadaan lingkungan
yang lembap dan adanya sarasah di permukaan tanah. Buah yang membusuk
pada pohon juga mendorong infeksi pada buah lain yang berdekatan. Usaha
pengendalian Phytopthora sp dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida
antara lain, Dithane M-45 atau Menzate 6 masing-masing 800 gram dan 400
gram per ha. Bisa juga menggunakan Ridomil (0,75 kg) dicampur dngan Cuprox
(2,24 gram) per 100 liter air untuk tiap ha.


J. Pembibitan
Untuk pembibitan benih coklat harus bebas dari pulp yang melekat.
Sebab, pulp akan menyebabkan tumbuhnya jamur dan serangan semut yang
mengakibatkan biji busuk. Cara membuang pulp adalah dengan menggosok biji
dengan abu dapur atau dengan pasir. Namun, dengan cara ini resiko kerusakan
kulit biji menjadi lebih besar.
Cara lain dapat dilakukan dengan merendam biji selama 20 menit di
dalam air kapur (25 gram setiap 1 liter air).
K. Pemupukan
Setelah tanaman coklat berumur 2 bula, baru dilaksanakan pemupukan.
Sisa pemangkasan dan kulit buah coklat dalam tanah juga merupakan sumber
hara bagi tanaman cokelat. Kulit buah cokelat pada tanaman menghasilkan (TM)
mengandung nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan kalsium setara dengan
urea, RP, MoP, dan kieserite yang dibutuhkan tanaman cokelat. Pupuk yang
digunakan setelah hasil analisis tanah dan analisis daun atau secara umum
adalahurea dan Za (sebagai sumber N:nitrogen), TSP (sebagai sumber fosfor),
dan KCL (sebagai sumber kalium).
2

Selain pupuk buatan dapat juga digunakan pupuk organic yaitu pupuk
kandang, pupuk kompos, guano atau pupuk hijau. Menurut Tumpal (1989) dapat
pemberian pupuk majemuk untuk tanaman belum menghasilkan (TBM) adalah
sebagai berikut :
Dosis Pemberian Pupuk Majemuk Untuk TBM
Umur
(bulan)
Pupuk (gram per tanaman)
Urea TSP MoP
Kies
2
20 20 10 10
6
20 20 10 10
10
30 30 15 15
14
40 40 20 20
18
40 40 60 20
22
40 40 60 20









Tabel Taksiran Produksi Tanaman Cokelat
Umur Tanam
(Tahun)
Volume Produksi Biji Cokelat Kering
(kg)
IV
V
VI
VII
VIII
IX-XIV
XV-XIX
250
500
600
800
900
1.000
850










Tabel Taksiran Tanaman Cokelat Per Ha.

Umur Tanam Volume Produksi Cokelat Nilai
(Tahun) (kg) (Rp)
V 250 375.000,00
VI 500 750.000,00
VII 600 900.000,00
VIII 800 1.200.000,00
IX 900 1.250.000,00
X-XV 1000 9.000.000,00
XVI-XX 850 6.375.000,00
Jumlah 19.950.000,00







KAJIAN PUSTAKA
1. Sugiharti, Ir. Endang. 2006. Budidaya Kakao. Bandung. Jembar
2. Riyadi, Slamet. 2008. Budidaya, pengolahan dan pemasaran Coklat. Jakarta.
Penebar Swadaya.
3. Minifie, Ph.D., Bernard W. 1999. Chocolate, cocoa, and confectionery : science
and technology third edition. Gaithersburg, Maryland. As Aspen Publication
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat
5. http://blog-artikel.com/index.php/kandungan-gizi-dalam-dark-chocolate.html
6. http://im-chocolate.blogspot.com/2009/07/komposisi-gizi-cokelat.html
7. http://uchihajaka.blogspot.com/2010/02/jenis-jenis-coklat-dan-manfaatnya.html