Anda di halaman 1dari 19

A.

PENDAHULUAN
Bagaimanakah posisi manusia sebagai rakyat dan warga negara di dalam
sebuah negara ?. Dalam sebuah negara, rakyat harus tunduk dan patuh pada
kekuasaan negara. Berdasarkan hubungannya dengan daerah tertentu di dalam
suatu negara, rakyat dapat dibedakan menjadi penduduk dan bukan penduduk.
Sedangkan berdasarkan hubungannya dengan pemerinatah negar, rakyat dapat
dibedakan menjadi warga negara dan bukan warga negara. Rakyat dalam jumlah
besar yang merupakan kupulan masyarakat yang membentuk negara disebut
bangsa.
Apa itu bangsa ? Dalam arti sosiologis, bangsa termasuk kelompok
paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan senasib
sepenanggungan dalam suatu negara. Untuk mempertahankan identitas siatu
bangsa dan kedaulatan suatu negara, setiap warga negara harus memiliki sikap
nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
B. MAKNA MANUSIA BANGSA
DAN NEGARA
Makna Manusia
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang telah
diberikan akal, pikiran, perasaan, dan keyakinan sehingga ia mampu membedakan
antara yang baik dan buruk, yang benar dna yang salah. Makna manusia dalam
kehidupan nyata, dapat dibedakan antara lain sebagai makhluk individu dan makhluk
sosial.

Makna Bangsa
Suatu komunitas manusia yang mendiami wilayah tertentu dimana mereka
mempunyai latar belakang sejarah yang sama serta bertekat membangun masa
depan bersama.

Beberapa definisi bangsa menurut para ahli, yaitu :
Hans Kohn ( Jerman )
Bangsa adalah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bagsa
merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak.
Otto Bauer ( Jerman )
Bangsa adalah Kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter.
Karakteristik tubuh karena adanya kesamaan nasib.
Jalobsen dan Lipman
Bangsa adalah suatu kesatuan budaya ( cultural unity ) dan kesatuan politik (
political unity )

Makna Negara
Organisasi masyarakat yang tertinggi yang didalamnya terdapat kekuasaan
dan berdiam pada suatu wilayah tertentu yang memiliki cita-cita dan tekad yang
sama.
Beberapa definisi negara menurut para ahli, yaitu :
George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami
wilayah tertentu.
G.W.F. Hegel
Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sentesis dari
kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.
Mr. Kranenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena adanya kehendak dari
suatu golongan atau bangsa.


C. UNSUR-UNSUR SUATU
NEGARA
Suatu negara dapat terbentuk apabila memenuhi minimal unsur-unsur
konstitutif. Unsur konstitutif merupakan syarat mutlak yang harus ada untuk
mendirikan negara, yakni berupa adanya rakyat, wolayah, dan pemerintah yang
berdaulat. Adapun unsur lain yang tidak mutlak ( formalitas untuk memperlancar
dalam tata pergaulan internasional ) yang dapat dipenuhi setelah negara tersetut
berdiri, adalah pengakuan dari negara lain ( unsur deklaratif).


Berikut penjabarannya.
Unsur-unsur Pembentuk Suatu Negara, yaitu :
Rakyat
Wilayah
Pemerintah yang berdaulat
Pengakuan dari negara lain
( Definisinya )
Rakyat adalah semua orang yang ada dalam wilayah suatu negara dan tunduk serta
patuh pada peraturan dalam negara tersebut.
Tambahan :
Penduduk adalah orang-orang yang berdomisili secara tetap dalam suatu wilayah
untuk jangka waktu yang lama.
Bukan penduduk adalah mereka yang menetap di suatu negara hanya untuk sementara
atau dalam kurun waktu yang singkat.
Warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum tertentu merupakan anggota
dari suatu negara, dengan status kewarganegaraan warga negara asli atau warga
negara keturunan asing.
Bukan warga negara adalah Mereka yang berada si suatu negara tetapi secara hukum
tidak menjadi anggota negara yang bersangkutan, namun tuduk pada pemerintah di
mana mereka berada.

Wilayah adalah suatu tempat atau daerah yang didiami oleh orang-orang dalam
jumlah yang banyak.
Tambahan : Wilayah terbagi atas 4, yaitu :
Darat ( Alamiah, Buatan, dan Geografi),
Laut ( Teritorial, Zee, Laut Zona bersebelahan, dan Laut Zona Continend),
Udara ( Teori Udara Bebas dan Teori Negara Berdaulat Di Udara), dan
Ekstra-teritorial ( Wilayah suatu negara yang berada di wilayah negara itu).

Pemerintah yang berdaulat adalah pemerintah yang berkuasa atas segenap bangsa,
negara dan rakyatnya.
( Catatan )
1. Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi dari suatu negara yang berlaku bagi semua
wilayahnya maupun bagi rakyatnya.
2. Kedaulatan kedalam adalah Pemerintah memepunyai kekuasaan mengatur organisasi
negara sesuai dengan perundangan yang berlaku.
3. Kedaulatan keluar adalah Pemerintah berkuasa bebas tidak tunduk pada kekuasaan
lain.



Pengakuan dari negara lain adalah (deklaratif) meskipun bukan merupakan unsur
pembentukkan (kostitutif) namun dalam tata hubungan internasional sangat
diperlukan. Sebab dalam tata hubungan internasional status sebagai negara mereka
merupakan prasyarat yang harus dipenuhi.
Tambahan, Suatu negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan dari negara lain
karena beberapa pertimbangan berikut ini :
Adanya kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya baik karena ancaman dari dalam
(kudeta) maupun karena intervensi dri negara lai.
Ketentuan hukum alam yang tidak bisa dielakkan bahwa suatu negara tidak dapat
bertahan hidup tanpa bantuan dan kerja sama dengan bangsa lain. Ketergantungan
terhadap bangsa-bangsa lain itu sangat nyata, misalnya dalam memecahkan masalah-
masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, pertahanan, dan keamanan.

D. SIFAT HAKIKAT NEGARA
Menurut Prof. Miriam Budiardjo ( 1984 ), sifat hakikat negara mencangkup hal-
hal berikut, yaitu :
Sifat Memaksa
Negara memiliki sifat memaksa, dalam arti mempunyai kekuatan fisik secara
legal.
Sifat Monopoli
Negara mempunyai sifat monopoli, yaitu dalam menetapkan tujuan bersama
mayarakat. Misalnya, negara daat mengatakan bahwa aliran kepercayaan atau partai
politik tertentu dilarang karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat.
Sifat Mencakup Semua ( all-embracing )
Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang
tanpa kecuali. Hal itu perlu, sebab kalau seseorang dibiarkan berada di luar ruang
lingkup aktivitas negara. Maka usaha negara ke arah tercapainya masyarakat yang
dicita-citakan akan gagal.

DAPAT DILIHAT DARI 3 SUDUT PANDAN
Pendekatan Faktual

Pendekatan Teoritis

Berdasarkan Proses Pertumbuhan

Pendekatan Faktual
Occupatie ( Pendudukan )
Cessie ( Penyerahan )
Accessie ( Penaikan )
Fusi ( Peleburan )
Proklamation
Innovation ( Pembentukan Baru )
Anexatie ( Pencaplokan )
Separatism ( Pemisahaan )

Pendekatan Teoritis
Teori Ketuhanan
Teori Kekuasaan
Teori Perjanjian Masyarakat
Teori Hukum Alam

Pendekatan Proses Pertumbuhan
Secara Primer
Suku Persekutuan Masyarakat
Kerajaan
Negara Nasional
Negara Demokrasi
Secara Sikunder
Negara sudah ada sebelumnya, namun karena adanya revolusi, intervensi dan
penaklukan maka timbulah negara yang mengantikan negara yang telah ada tersebut.


E. FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA

Fungsi Negara
Sebagai Sbabilisator, yaitu menjaga ketertiban untuk mencapai
tujuan bersama dan mencegah berbagai bentrokan dan perselisihan
dalam masyarakat.
Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Mengusahakan pertahanan untuk menangkal kemungkinan serangan
dari luar.
Menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan
peradilan.

Fungsi atau Tugas Negara Secara Umum
Tugas Esensial ( Mempertahankan negara sebagai organisasi politik
yang berdaulat )
Tugas Fakultatif ( Meningkatkan kesejahteraan umum, baik moral,
intelektual, sosial maupun ekonomi.

Tujuan Negara
TUJUAN NEGARA adalah untuk menciptakan kesejahteraan,
ketertiban dan ketenteraman semua rakyat yang menjadi
bagiannya.

F. SIKAP SEMANGAT KEBANGSAAN

Nasionalisme
Paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara dengan
mewujudkan suatu identitas bersama untuk sekelompok manusia
Prinsip Kebersaaan
Prinsip Persatuan Dan kesatuan
Prinsip Demokrasi/demokratis

Patriotisme
Sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan
negara sebagai perwujudan semangat nasionalisme.
Pada masa darurat
Pada masa damai

Penerapan Semangat Kebangsaan
Pebahasan tentang patriotisme, tidak dapat dipisahkan dengan nasionalisme,
karena keduanya merupakan perwujudan semangat kebangsaan.
Keteladanan
Pewarisan
Ketokohan



































OLEH : KELOMPOK 1
NAMA : 1. BELLA MELINDA
2. DINDA SYAFITRILLAH
3. EGI PERDANA PUTRA
4. GITA SUCI
5. RESI ARISTA
6. YUYUN DESTRI PARAMITA

Guru pembimbing : rika s.pd

PEMERINTAH KABUPATEN EMPAT LAWANG
DINAS PENDIDIKAN
SMp NEGERI 1 unggul EMPAT LAWANG
TAHUN AJARAN 2014/2015



















Tempat pembelian produk bahan baku bakso di dalam Indonesia













Tempat membeli bahan baku minuman didalam Indonesia















Menu makanan minuman produk di dalam Indonesia












Minuman produk di dalam Indonesia













Makanan produk bakso di dalam Indonesia












Makanan produk Mie Ayam di dalam Indonesia













Lucky sedang memakan Mie Ayam












Dirga sedang meminum Es Sop Buah













Kelompok II. Sedang memakan Produk Bahan Baku didalam Indonesia












Kelompok II. Memakan Produk Bahan Baku didalam Indonesia secara bersama
















KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Pendidikan Kewarganegaraan.

Penulisan ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas
Pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. Dalam keliping ini kami merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan
yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Akhirnya saya sebagai penulis berharap semoga Allah memberikan pahala yang setimpal
pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai
ibadah, Amiin Yaa RobbalAlamiin.


Tebing Tinggi, September 2014
Penyusun















KATA PENGANTAR


Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang masih memberikan nafas
kehidupan, sehingga saya dapat menyelesaikan pembuatan Keliping ini. Keliping ini dibuat
untuk memenuhi salah satu tugas Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Dalam keliping ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki.
Akhirnya saya sampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap keliping ini, dan penulis
berharap semoga keliping ini bermanfaat bagi diri saya sendiri dan khususnya pembaca pada
umumnya.

Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya keliping ini.
Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat saya harapkan
dari para pembaca guna peningkatan pembuatan Keliping pada tugas yang lain dan pada waktu
mendatang.

Tebing Tinggi, September 2014
Penyusun































Keadaan di depan rumahnya
















Keadaan nenek yang kami bantu

Keadaan Dapur


Keadaan Samping rumahnya


Dinda dan Bella sedang Menyapu

Egi sedang membersihkan kelambu

Kelompok 1 sedang membersihkan Dapur

Yuyun sedang memberikan beras kepada nenek yang kami bantu

Kelompok 1 berfose dengan nenek yang mereka bantu

Yuyun dan Bella sedang menyapu dapur