Anda di halaman 1dari 233

MINYAK LEMAK

ANGGOTANYA
KELOMPOK 12
Elphina Rolanda 0806327780
R.R Irma Rosita
Nucky Ornella Asterina 0906552870
Ayu Dwi Sastri 0906555595
Chairunisa Larasati Yusuf 1006659432
Diah Lestari 1006659445
Ela Nurlaela Handayani 1006659451
Erna Pujiningtyas 1006659464
Russel Koyean 10066
Jansen Wijaya 1006683551
Jordan Tanuwijaya 1006683564
Khalisa Nurfajri 1006683570
Letitia Tania 1006683614
Lidya Priscilla 1006683620
Liza Rastiti 10066
Maria Tyas Hapsari 1006683646
Marianne Wiguna 10066
Nikko Yendi Sutrisno 10066
Edberg Andreas 10066


Lipida adalah senyawa berupa ester, asam
lemak dan alkohol
Berdasarkam tipe alkoholnya, ada 3 macam
lipida :
Minyak lemak/ fixed oil/ fatty oil
Lemak (fats)
Malam/lilin (Wax)
MINYAK LEMAK DAN LEMAK
VS
WAX
Minyak lemak dan lemak Alkoholnya
gliserol/ gliserin
Wax alkoholnya bukan gliserol tetapi
alkoholnya mempunyai berat molekul yang
lebih besar dari gliserol.
Contoh : Asetil alkohol
MINYAK LEMAK VS LEMAK
Minyak Lemak Pada temperatur kamar
berwujud cair
Lemak Pada temperatur kamar berwujud
padat atau setengah padat
Gliserida pada hewan berupa lemak (lemak
hewani) dan gliserida pada tumbuhan berupa
minyak (minyak nabati)
Komponen minyak terdiri dari gliserrida yang
memiliki banyak asam lemak tak jenuh
sedangkan komponen lemak memiliki asam
lemak jenuh
MINYAK LEMAK VS LEMAK
Minyak Lemak Lemak
Wujud pada
suhu kamar
Padat Cair
Gliserida Pada tumbuhan
(Minyak)
Pada Hewan
(Padat)
Komponen
asam lemak
Terdiri gliserida yang
memiliki banyak
asam lemak tak
jenuh
Terdiri gliserida
yang memiliki
asam lemak
jenuh
PENGGOLONGAN LIPIDA DAN MINYAK LEMAK
Asam Lemak Jenuh.Contoh : Butirat, Palmitat
Asam Lemak Tak Jenuh. Contoh : Oleat, Linoleat
Berdasarkan Kejenuhannya (Ikatan Rangkap)
Minyak Tidak Mengering (Non-drying Oil)
Minyak Setengah Mengering (Semi-drying Oil)
Minyak Nabati Mengering (Drying Oil)
Berdasarkan Absorbsi O2
Berasal dari tanaman (Minyak nabati)
Berasal dari hewan (Lemak hewani)
Berdasarkan Sumbernya
Minyak Mineral
Minyak Nabati/hewani
Minyak Atsiri
Berdasarkan Kegunaannya
SUMBER
Minyak lemak, lemak dan wax dapat
diperoleh dari tumbuhan dan hewan.
Minyak lemak dan lemak umumnya dari
tumbuhan.
Wax dapat berasal dari hewan maupun
tumbuhan

FUNGSI LIPIDA
Fungsi lipida dalam tumbuhan adalah
sebagai bahan cadangan makanan.
Fungsi lipida pada hewan adalah sebagai
cadangan energi.
Fungsi lipida pada manusia adalah :
Sebagai makanan
Sebagai bahan obat
Untuk Industri
CARA MEMPEROLEH LIPIDA
Lipida yang berasal dari tumbuhan umumnya
diperoleh dengan cara
pemerasan/penekanan/dipres.
Lipida yang berasal dari hewan diperoleh
dengan cara ekstraksi atau dengan
menggunakan uap air panas/

EKSTRAKSI
Minyak lemak dan lemak dari tumbuhan
diperoleh dengan cara pengepakan hidraulik
Minyak yang dibuat dengan cara diperas tanpa
pemanasan disebut minyak perasan dingin
virgin oil atau cold pressed oil.
Minyak yang dibuat dengan cara pemerasan
dengan pemanasan hot pressed oil
Kadang-kadang untuk lipid tertentu diperlukan
ekstraksi dengan pelarut organik. Ini dilakukan
apabila kadar lipida yang terdapat dalam bahan
rendah
Lemak hewan dapat dipisahkan dari jaringan
lain dengan uap air dengan atau tanpa
pengepresan. Bila dilakukan penarikan
dengan gas/ uap air panas, wax dari hewan
akan terpisah bersama-sama uap air,
pemanasan dapat melelehkan lemak dan
pada pendinginan waxnya akan membeku ke
permukaan air sehingga dapat dipisahkan
dengan cara dekantasi.

Untuk memperoleh minyak yang diinginkan
selanjutnya perlu dimurnikan dengan cara
penyaringan dan dilakukan pemutihan
(bleaching) / penghilangan zat warna
misalnya dengan menggunakan ozon
PENYEBARAN
Minyak lemak pada tumbuhan terdapat
dalam berbagai bagian tetapi umumnya
paling banyak terkonsentrasi pada daging
biji / semen.
Bagian biji umumnya terkandung:
Lemak/minyak lemak
Protein
Zat-zat lain (karbohidrat,minyak
atsiri,amilum, dan lain-lain)
Bila dilihat dengan mikroskop, lemak berupa
butir-butir yang tak terbentuk yang disebut
aleuron, dimana lemak tersebut terdispersi
dengan protein.
Bagian tanaman lain yang mengandung
minyak lemak adalah pericarp dari buah,
contohnya pada Oleum Olivarum
STRUKTUR
Struktur kimia minyak lemak dan lemak berupa
gliserida dari asam lemak.
Asam lemak yang membentuk lipida tersebut
dapat berbeda satu sama lain atau dapat juga
sama. Contoh :
Bila asam lemaknya sama, asam palmitat
Palmitin atau tripalmitin.
Bila asam lemaknya asam oleat Olein.
Bila asam lemaknya tidak jenuh Lipida
berupa cairan.
Bila asam lemaknya jenuh Lipida berupa
padatan.
ASAM LEMAK PEMBENTUK MINYAK LEMAK
Kaproat
Kaprilat
Kaprat
Laurat
Myristat
Palmitat

Stearat
Arachidat
Oleat
Linoleat
Rinoleat
Ricinoleat

SIFAT KIMIA MINYAK DAN LEMAK
Esterifikasi
Hidrolisa
Penyabunan
Hidrogenasi
Pembentukan Keton
Absorpsi O2
Sulfatasi

Esterifikasi
Proses esterifikasi bertujuan untuk asam-asam
lemak bebas dari trigliserida,menjadi bentuk
ester. Reaksi esterifikasi dapat dilakukan
melalui reaksi kimia yang disebut interifikasi
atau penukaran ester yang didasarkan pada
prinsip transesterifikasi Fiedel-Craft.


HIDROLISIA
Dalam reaksi hidrolisis, lemak dan minyak akan
diubah menjadi asam-asam lemak bebas dan
gliserol. Reaksi hidrolisis mengakibatkan
kerusakan lemak dan minyak. Ini terjadi karena
terdapat terdapat sejumlah air dalam lemak
dan minyak tersebut

PENYABUNAN
Reaksi ini dilakukan dengan penambhan
sejumlah larutan basa kepada trigliserida. Bila
penyabunan telah lengkap,lapisan air yang
mengandung gliserol dipisahkan dan gliserol
dipulihkan dengan penyulingan.
HIDROGENASI
Proses hidrogenasi bertujuan untuk
menjernihkan ikatan dari rantai karbon asam
lemak pada lemak atau minyak . setelah proses
hidrogenasi selesai , minyak didinginkan dan
katalisator dipisahkan dengan disaring .
Hasilnya adalah minyak yang bersifat plastis
atau keras , tergantung pada derajat
kejenuhan.
PEMBENTUKAN KETON
Keton dihasilkan melalui penguraian dengan
cara hidrolisa ester.


ABSORBSI O2
Bila dilihat sifat minyak lemak/ lemak terhadap O2 di
udara, ada yang dapat mengikat O2 ada yg tidak dapat
mengikat O2.
Berdasarkan sifat absorbsi terhadap O2, minyak lemak
dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Drying Oil
Semi drying oil
Non dry oil (minyak lemak yang sama sekali tidak
mengikat O2 dari udara)
O2 dari udara biasanya menyebabkan jenuhnya ikatan
rangkap dari lemak yang akan merubah sifat fisik minyak
lemak/lemak, akan membentuk lapisan pada luarnya
seperti lilin, Prinsip ini digunakan untuk industri oat.
Minyak lemak yang mengandung asam lemak tidak
jenuh dapat mengikat H+ (hidrogenasi) pada
temperatur kamar.
Apabila minyak lemaknya cair maka akan menjadi
minyak lemak padat atau padat pada temperatur
kamar dan lebih stabil. Misalnya Oleum Cocos.
Hidrogenasi ini dapat dilakukan dengan sengaja yaitu
melalui proses hidrogenasi dengan mengalirkan
hidrogen menggunakan katalisator Nikel (Ni) atau
Paladium (Pd), dengan pemanasan pada suhu 160-
200
o
C.
SULFATASI
Minyak yang disulfatasi (sulfated atau
sulfonated oil) diperoleh dengan mereaksikan
asam sulfat dengan minyak, dibiarkan pada
temperatur rendah dengan pendinginan.
Minyak kemudian dicuci dan dinetralkan.
Bila minyak mengandung etilen, maka molekul
asam akan masuk pada ikatan rangkap.
Untuk minyak terhidrogenasi: grup hidroksil
bereaksi dengan asam membentuk
airterbentuk adalah sulfat dari minyak lemak.
SIFAT LAIN MINYAK LEMAK
Tidak larut dalam air
Berat jenisnya lebih kecil daripada berat jenis
air
Mempunya pemutaran bidang polarisasi
OLEUM RICINI
R.R Irma Rosita

1. Oleum Ricini (M. Jarak), Castor oil/Castor oil Seed
Tanaman asal : Ricinus communis Linne
Familia : Euphorbiaceae
Simplisia : Biji yang sudah masak, dikeringkan (Ricini Semen)
Ciri tanaman : Tanaman berupa tanaman setahun, yang tumbuh pada
iklim sedang, atau pohon yang tingginya sampai 15 m
di daerah tropis. Tanaman bervariasi dalam bentuk
daun, warna, ukuran, dan biji.
Buah berupa buah kapsul kecil terdiri dari 3 ruang,
masing-masing ruang mengandung biji albuminous.
Biji : bentuk bulat telur-elipticus kadang-kadang tertekan (pipih).
Anatropus, panjang 8-18 cm, tebal 4-7,5 cm;
Warna bagian luar bervariasi, keabuan dan coklat, halus,
karunkula keputih-putihan dan ujungnya runcing, terdapat
raphe dan chalaza. Kulit biji tipis, mengkilat; endosperm
besar, putih, berminyak, terdapat dua keping kotiledon
tipis, bagian tengah terdapat kaulikula dan radikula dan
mikropil.
Penyebaran : Tanaman berasal dari India. Diperkebunkan dan secara
ekstensif di India, Amerika Selatan, Afrika, Eropa
Selatan, Indonesia.
Kandungan kimia :
-biji mengandung minyak lemak 45-55%
-20% protein mengandung globulin, albumin, nukleoalbumin,
glikoprotein dan ricin (toksalbumin)
-alkaloid, ricinin
-enzim
-ester yang terdiri dari metil alkohol dan asam ricininic
-gula
-zat pahit
-resin
-gom
Biji jarak mengandung alergen yang dapat menyebabkan alergi pada
individu yang sensitif. Alergen ini merupakan fraksi polisakarida
protein yang tidak toksik. Masalah yang masih harus diteliti
untuk menghilangkan fraksi alergen ini.

Cara pembuatan dengan cara pengepresan menggunakan alat
dekortikator yang dilengkapi roller dan pisau pemotong. Minyak
diekstraksi dengan uap air untuk memecahkan albumin, disaring dan
dilakukan bleaching (pemutihan).
Pengepresan dingin (cold-pressed) secara pengepresan hidrolik
menghasilkan 60% minyak yang berwarna terang, mutu yang baik.
Sisa minyak diekstraksi dengan pelarut menghasilkan warna yang
gelap, mutu rendah proses penyaringan-ektraksi perlu
dikembangkan.

Ciri minyak : Oleum Ricini berwarna kuning pucat atau hampir
tidak berwarna, transparan, dengan bau yang lemah.
Rasa sepat dan biasanya terasa mual.

Kandungan kimia:
Oleum ricini merupakan triricinolein Asam ricinoleat
Juga mengandung isoricinolein, palmitin, dan dihidroksi stearn.
Kandungan kimia yang bersifat cathartica adalah : ricinoleic acid
dan isomernya, yang dihasilkan dalam usus halus karena hidrolisa.

Penggunaan:
-Sebagai cathartica, usual dose 15 ml.
-Industri sabun
-Lubrikan
Preparat :
Hydroxystearin Sulfate atau Sulfated Hydrogenated Castor Oil,
adalah substan yang diperoleh dengan sulfating hidrogenated
castor oil.
Deskripsi : Hydroxystearin Sulfate berwarna kuning coklat muda,
semi-lunak, berbau lemah. Dapat bercampur dengan air,
alkohol gliserin, propilen glikol, minyak lemak, dan
petrolatum.
Bersifat asam terhadap lakmus, pH 6.1-6.5, dan
kelembaban 25%
Penggunaan : digunakan untuk salep yang menyerap air
(hidrofilik), cream, dan pasta

Produk : Riodine, iodinated castor oil.
Soridin, garam natrium dari asam risinoleat.
OLEUM LINI
(LINSEED OIL, FLAXSEED OIL)
Nucky Ornella Asterina
0906552870
TANAMAN ASAL
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Familia : Linaceae
Genus : Linum
Spesies : Linum usitatissimum
Simplisia : Lini semen

Simplisia berupa biji yang sudah
masak dan dikeringkan.

Tanaman merupakan tanaman tahunan yang
tumbuh di semua daerah sedang maupun
daerah tropis. Banyak terdapat di Indonesia.
Hampir seluruh bagian tanaman yang dapat
digunakan :
Batang : dapat mengasilkan serat yang dapat
dijadikan benang untuk bahan pakaian, dll
Kayu : bila dipres menjadi lempengan 2 menjadi
bahan isolasi dan untuk pembuatan kertas
Biji : menghasilkan Oleum Lini, yang digunakan
dalam industri farmasi, sabun, dan cat
Ampas biji : untuk makanan ternak

STANDAR
+ Biji mengandung minyak tak menguap tidak
kurang dari 30% larut dalam eter, tidak lebih
dari 2% yang tidak tersabunkan.
+ Praktis bebas dari amylum, 1 gr serbuk biji Lini
dididihkan dengan 50ml air, disaring, dan
didinginkan.
+ Filtrat ditambah dengan iod, tidak boleh
terbentuk warna lebih dari biru muda.
+ Biji tidak boleh mengandung organik asing atau
biji lainnya lebih dari 2%
KANDUNGAN KIMIA BIJI
Minyak lemak 30-40%
Protein 2%
Sedikit mucilago
CARA PEMBUATAN OLEUM LINI
Biji dari buah yang telah masak dipisahkan
dan dicuci.
Minyak diperoleh dengan cara pengepresan
dengan tekanan hidrolik, kemudia dilakukan
pemanasan.
Deskripsi minyak : Oleum Lini berupa
minyak cair yang berwarna kuning, berbau
khas, dan rasa tidak enak. Bila disimpan di
udara terbuka, cepat menjadi kental dan
warnanya lebih gelap.
CIRI-CIRI OLEUM LINI
Organoleptis: Cairan, berwarna kuning, berbau khas, rasa
tawar.
Bobot jenis: 0,925 - 0,930
Indeks bias: 1,4782 1,485
Bilangan asam > 5,0
Bilangan iodium: 170 194
Bilangan penyabunan: 187 195
Bahan yang tidak tercampurkan tidak boleh lebih dari 1,5%
Larut dalam alkohol
Dapat bercampur dengan terpentin, eter, carbon disulfida,
klorofrom
KANDUNGAN KIMIA OLEUM LINI
Gliserida-gliserida asam lemak yang tidak
jenuh yaitu asam linoleat 15%, asam
linolenat 15%, dan asam isolinoleat 16%
Selain itu juga mengandung, gliserida jenuh
yaitu : miristat, stearat, dan palmitat.
STANDAR OLEUM LINI
+ Minyak lini untuk cat dididihkan dengan pengering,
seperti litharge, yang membentuk garam metal.
Garam ini mempercepat pengeringan minyak. Minyak
ini tidak boleh digunakan untuk obat.
+ Oleum Lini harus bebas dari non-drying oil, mineral,
rosin oil, dan rosin.
+ Asam lemak bebas dalam 10 gr tidak boleh lebih dari
ekivalen 7,5 ml 10 N NaOH.
+ Bahan tidak tersabunkan tidak lebih dari 1,5%;
bilangan penyabunan tidak kurang dari 187 dan tidak
lebih dari 195.
+ Bilangan iod tidak kurang dari 170.
KEGUNAAN OLEUM LINI
Sebagai demucent (emulien)
Sebagai laksan secara oral
Pemakaian luar untuk pelindung pada kulit
yang rusak karena luka bakar, misalnya
Linimentum Calcis atau Carron oil.
CONTOH SEDIAAN
Linimentum Calcis cum Oleo Lini
Melrose Flaxseed Oil
Microgenics Flaxseed Oil
Natures Own 0591 Flaxseed Oil
Thompson Flaxseed Oil
Omepros

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Famili : Oleaceae
Genus : Olea
Spesies : Olea europaea L.
Pohonnya berupa semak yang selalu berwarna
hijau dengan tinggi 8 15 meter. Daun berwarna
hijau keperakan berukuran panjang antara 4 10
cm, lebar 1 3 cm. Memiliki bunga yang berwarna
putih dan buah yang berukuran 1 2, 5 cm.

Kecil, putih, bunga berbulu, dengan sepuluh-
kelopak dan mahkota, dua benang sari dan
stigma bifida. Buah adalah buah
berbiji kecil panjang 1-2,5 cm. Biasanya panen
dilakukan saat buah masih berwarna hijau, atau
ketika buah sudah masak. Ciri buah masak adalah
jika buah tersebut sudah berubah warna menjadi
ungu gelap (untuk jenis zaitun hitam). Sedangkan
buah olive mentah berwarna hijau terang.
Pohon biasanya akan berbunga pada musim semi
dan buahnya mulai bisa dipanen pada akhir musim
gugur sampai musim dingin.

Simplisia: Minyak zaitun diekstrak dari buah matang Olea
Europaea
Penyebaran : Distribusinya meliputi daerah-
daerah iklim panas sampai iklim sedang. Kebanyakan
jenisnya dapat ditemui di Asia dan daerah Laut Tengah
Belakangan, Australia merupakan penghasil terbesar olive oil,
dan diekspor ke kebanyakan negara-negara Asia, Eropa dan
Amerika Utara. Spanyol, Italia dan Turki termasuk penghasil
terbesar dari olive oil.
Pemerian : Cairan, kuning pucat atau kuning kehijauan ; bau
lemah, tidak tengik ; rasa khas, pada suhu rendah sebagian
atau seluruhnya membeku.

KANDUNGAN KIMIA
Asam lemak dari minyak zaitun diklasifikasikan menjadi asam
jenuh (palmitiz, steanic, dll) dan asam tak jenuh (oleat, linoleat,
linolenat). Asam-asam tak jenuh diklasifikasikan lagi menjadi
asam tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Asam oleat
merupakan asam lemak tak jenuh tunggal utama minyak zaitun,
sekitar 60% - 80% dari total asam lemak. Pada
umumnya asam-asam tak jenuh cair sedangkan jenuh
padat. Pada suhu normal,minyak zaitun tetap cair, ini karena
jumlah senyawa tak jenuh yang besar. Pada suhu yang lebih
rendah, di bawah titik beku minyak dapat
membentuk kristal lilin. Ini tidak mengubah kualitas.
Asam lemak lainnya yang terkandung dalam minyak zaitun:
Omega 9 oleat, Omega 6 linoleat dan Omega 3 Linolenat.
Minyak zaitun dari daerah paling
selatan Mediterania cenderung lebih tinggi dalam
asam linolic kemudian pada daerah utara.

Pemalsuan
Di Italia, pemalsuan minyak zaitun dilakukan menggunakan
minyak buang matahari yang dicampur dengan bahan
klorofil industri.
Minyak zaitun diganti minyak biji kapas, tetapi dijual dengan
nama minyak zaitun.
Zat lain:
Tocopherrols: sumber yang sangat baik dari Vitamin E.
Fenol, polifenol, asam fenolat: Memiliki efek antioksidan yang
penting.
Sterol dan terutama B sitosterol: hanya dapat ditemukan
dalam minyak zaitun. Efeknya sangat penting
karena melawan penyerapan usus terhadap
kolesterol makanan.
Hidrokarbon: juga memiliki efek antioksidan
Zat pewarna dalam minyak zaitun adalah:
B-karoten, a-klorofil, B-klorofil; Zat-zat ini sangat berguna
dalam metabolisme, pembaruan sel dan penyembuhan luka.
JENIS-JENIS OLIVE OIL
Berdasarkan cara pengolahannya:
1. Virgin Olive Oil
Minyak zaitun yang diperoleh dari hasil
extract (pengepresan) buah zaitun secara physic
tanpa ada tambahan bahan kimianya.
2. Refined Olive Oil
Minyak zaitun yang dihasilkan, ditambahkan
zat kimia dengan tujuan menetralisasi rasa alami
dan kandungan asamnya.
Berdasarkan tingkatan kualitas, dari yang teratas yaitu:
1. Extra Virgin Olive Oil / EVOO, memiliki kualitas yang
terbaik, dihasilkan dari proses mekanik murni berupa
penekanan / pressing pada buah zaitun. Ekstraksi
dilakukan tanpa zat kimia ataupun energi panas, yang
dapat mempengaruhi kualitas minyak.
2. Virgin Olive Oil / VOO, dihasilkan dari proses mekanik
murni, namun memiliki kualitas sedikit lebih rendah dari
EVOO, disebabkan pressing yang berulang pada proses
ekstraksi.
3. Olive Oil / OO, campuran dari virgin Olive Oil dan
refined Olive Oil, sering disebut dengan Pure Olive Oil
4. Refined Olive Oil, dihasilkan lewat proses pemurnian
kembali (refining methods) dari virgin Olive Oil yang
berkualitas buruk. Proses ini menggunakan arang sebagai
penyaring, juga filter kimia lainnya.

KEGUNAAN
DR Scoot Grandy dari Universitas Texas dan DR Satsoon dari
Universitas California, keduanya mengadakan penelitian
tentang menurunnya jumlah penderita penyakit liver pada
sebuah daerah yang masyarakatnya menjadikan minyak
zaitun sebagai campuran makanan.
Tanggal 21 April 1997 diselenggarakan pertemuan ilmiah di
Roma yang dihadiri pakar medis, mereka mengupas dan
mengeluarkan keputusan penting tentang minyak zaitun,
dalam siaran persnya mereka menegaskan bahwa minyak
zaitun dapat melindungi serangan penyakit arteriole (saluran
darah kecil di hepar/liver dan menghambat naiknya kolesterol
darah), tekanan darah dan diabetes sebagaimana ia
melindungi dari serangan sebagian penyakit kanker.
Minyak zaitun dapat menurunkan tingkat kolesterol LDL dan
meningkatkan kolesterol HDL, tanpa menimbulkan dampak
negatif terhadap kolesterol yang bermanfaat, sehingga organ
hati dan jantung akan terjaga serta rusaknya urat dalam
tubuh.

Prof. Asman dari Universitas Monster, Jerman,
memaparkan bahwa kebiasaan menggunakan
minyak zaitun memberikan peluang cukup besar
untuk dapat melindungi diri dari sejumlah
serangan kanker; kanker usus besar, rahim,
indung telur.
Archieves of Internal Medicine, edisi Agustus 1998
menegaskan bahwa kebiasaan mengkonsumsi
satu sendok makan zaitun setiap hari,
memungkinkan untuk dapat mengurangi terkena
kanker payudara hingga 45%.
Mempunyai efek laksatif ringan, berfungsi sebagai
"pelunak" kotoran, sehingga meringankan gejala
konstipasi.
Takaran yang dianjurkan untuk orang dewasa
adalah 2 sdm untuk setiap harinya


Di bidang kecantikan

Olive Oil telah berabad-abad digunakan untuk memperoleh kecantikan
yang alami.
Sangat baik digunakan sebagai pelembab, melembutkan jaringan kulit,
meregenerasi sel-sel kulit yang rusak, juga digunakan untuk
melembabkan bibir kering dan pecah-pecah.
Dapat digunakan sebagai pengganti krim pencukur untuk pria, karena
sifatnya yang menenangkan dan melembabkan, sehingga mengurangi
iritasi yang mungkin terjadi pada saat pencukuran.
Sekarang, Olive Oil secara luas telah digunakan pada produk-produk
kecantikan seperti sabun dan kosmetik, untuk memperoleh efek
lembab dan halus yang diperlukan terutama untuk jenis kulit kering.
Digunakan untuk melembabkan rambut, bahkan diyakini dapat
membantu pertumbuhan rambut dan mengobati ketombe serta
kerontokan.
Di bidang kuliner,
Olive Oil digunakan untuk salad dressing, campuran untuk mengolah
kue, untuk menumis bahkan menggoreng
Chairunisa Larasati Yusuf
1006659432
OLEUM ARACHIDIS
Tanaman asal : Arachis hypogeal (L) (Kacang
tanah)
Nama lain : Minyak kacang, Peanut oil,
Arachis Oil
Taksonomi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dikotiledon
Ordo : Polipetales
Famili : Leguminosae
Genus : Arachis
Species : Hypogaea
Simplisia : Diambil dari buah yang masak
atau dari biji

OLEUM ARACHIDIS
Ciri-ciri tumbuhan :
a) Biji : terdiri dari dua keping dan lembaga, yang terbungkus
kulit biji.
b) Bunga : Bunga berbentuk kupu-kupu, berwarna kuning
atau kuning kemerahan.
c) Akar : mempunyai akar tunggang. Pada akar tumbuh bintil-
bintil akar atau nodul, berisi bakteri Rhyzobium japonicum.
d) Batang :
Tegak : tinggi 50 cm tinggi
Menjalar : Panjang 150cm
e) Buah :berbentuk polong terdapat di dalam tanah, berisi 1 4
biji,

Penyeberan :dari Brasil , banyak dikultivasi di bagian Selatan
Amerika Serikat , Cina, dan negara-negara semi-tropis lainnya.

OLEUM ARACHIDIS
Perolehan:
1. Kupas kulit kacang tanah, kemudian bijinya
dijemur sampai kering berkadar air 5 %.
2. Hancurkan biji kacang tanah menjadi
potongan-potongan kasar agar
memudahkan pengepresan.
3. Kukus hancuran biji kacang tanah.
4. Lakukan pengepresan hancuran biji
kacang tanah hasil pengukusan dalam alat
pres hidrolik atau ekspeler sampai keluar
minyaknya.
5. Tampung minyak, kemudian disaring untuk
memperoleh minyak murni.

Ciri-ciri minyak:
Minyak yang rasanya halus, kuning muda, hampir
hampir tak berbau. Berat jenis 0,915 0,922. Indeks bias
1,4694 1, 4725.
OLEUM ARACHIDIS
Kandungan Kimia:
Gliserida dari asam
oleat
Linoleat
Asam palmitat
Asam hipogeat
Asam lignoserat
Asam arakidat




Kegunaan :
Margarin
Mayones
Minyak goreng
Sabun
Pencuci muka
Pelarut Injeksi
Obat asma
Campuran
pembuatan adrenalin

OLEUM ARACHIDIS
Pemurnian Minyak Kacang
Minyak kacang tanah didiamkan selama
semalam, kemudian disaring dengan kain saring
rapat (3 lapis). Setelah itu minyak dipanaskan
pada suhu 1500 C selama 15 menit. Selama
pemanasan dilakukan pengadukan.
Setelah pemanasan, minyak didiamkan lagi
selama semalam. Endapan yang terbentuk
dibuang, kemudian disaring lagi dengan kain
saring rapat (3 lapis). Hasil yang diperoleh
adalah minyak kacang tanah yang dapat
disimpan lama.

SOYBEAN OIL
Diah Lestari
1006659445
KEDELAI
Kingdom : Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Leguminosae
Genus : Glycine(L.)Merr.
Spesies :
Glycine max
Glycine soja
Kedelai adalah salah satu tanaman polong-
polongan yang menjadi bahan dasar banyak
makanan.

Glycine max (disebut kedelai putih, yang
bijinya bisa berwarna kuning, agak putih,
atau hijau) merupakan tanaman asli daerah
Asia subtropik seperti RRC dan Jepang
selatan.

Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam)
merupakan tanaman tropis asli Asia .

Kedelai merupakan dikotil semusim dengan
percabangan sedikit, sistem perakaran akar
tunggang, dan batang berkambium.
SIMPLISIA BERUPA BIJI CIRI KHUSUS-
Tanaman : berupa semak setahun, daun trifoliatus, berambut,
bunga berwarna biru muda sampai violet, buah mengandung 2-5
biji.

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak
mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak di antara
keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji
(hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah.
Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang
bundar atau bulat agak pipih.

KANDUNGAN KIMIA
Kedelai merupakan sumber protein nabati

35% karbohidrat
50% protein
20% minyak lemak
Enzim urease
Kandungan Kedelai (100 gr.) - Protein 34,9 gram - Kalori 331 kal
- Lemak 18,1 gram - Hidrat Arang 34,8 gram - Kalsium 227 mg -
Fosfor 585 mg - Besi 8 mg - Vitamin A 110 SI - Vitamin B1 1,07
mg - Air 7,5 gram

KEGUNAAN
Minyak kedelai membantu menghadang masuknya paparan
sinar matahari secara langsung, dan polusi asap rokok pada
kulit. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi seperti
vitamin E dan vitamin B kompleks
lilin, sabun, vernis, cat, semir
Bijinya untuk makanan penderita diabetes
lem, plastik, larutan yang berbusa, dan serat tekstil sintesis
biodiesel dan bahan bakar pada musim panas (summer fuel)
Nilai gizi asam lemak esensial dalam minyak dapat mencegah
timbulnya athero-sclerosis atau penymbatan pembuluh darah
digunakan untuk pembuatan minyak salad, minyak goreng
(cooking oil) serta untuk segala keperluan pangan
CARA PENGUMPULAN
a) Pemungutan dengan cara mencabut

Pada tanah ringan dan berpasir, proses pencabutan akan lebih
mudah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang
batang pokok, tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan
cabang yang berbuah

b) Pemungutan dengan cara memotong

Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit
yang cukup tajam. Pemungutan dengan cara memotong bisa
meningkatkan kesuburan tanah, pada tanah yang keras,
pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan.
SOY BEAN MEAL
Soy bean meal : biji glysin soya yang dihilangkan
lemaknya digunakan untuk mendeteksi nitrogen-urea
dalam serum darah dengan aksi enzimatik dari urease
dalam soy bean meal.

Papaic mencernakan soy meal dan berguna untuk
medium kultur bakteriologi
SOY BEAN OIL
Diperoleh secara tekanan, jarang diperoleh melebihi 10%
minyak.
Minyak mengandung asam linoleat 50% atau lebih.
Merupakan dry oil (mempunyai sifat dapat mengering jika
kena oksidasi, dan akan berubah menjadi lapisan tebal,
bersifat kental dan membentuk sejenis selaput jika
dibiarkan di udara terbuka) kurang baik untuk minyak
makanan.
Digunakan untuk industri vernis
SOY BEAN CAKE
Ampas minyak setelah dipres merupakan makanan yang
bernilai gizi tinggi.

Mengandung sejumlah besar protein, minyak, juga 5% abu
dan sebagian besar terdiri dari kalium dan fosfor.
Kacang kedelai sebagai sumber lecitin yang dipisahkan
dari minyak lemak.
Lecitin merupakan bahan yang berguna untuk mengontrol
metabolisme lemak dan kolesterol.
Sebelum ekstrasi,
bersihkan biji dengan
alat berikut, lalu biji
dihancurkan suhu
sekitar 74-79
o
c
selama 30-60 menit
lalu di ekstrasi.
Setelah itu dilakukan
pemurnian dari zat
pengotor
oleh : Ela Nurlaela Handayani
1006659451

OLEUM GOSSYPII SEMINIS
(COTTONSEED OIL)
adalah fixed oil yang dimurnikan, yang
diekstraksi dari biji Gossypium hirsutum,
dan spesies Gossypium lainnya.
Organoleptis :
Warna kuning pucat atau kuning, tidak
berbau, dengan rasa hambar, mirip rasa
kacang.



OLEUM GOSSYPII SEMINIS
(COTTONSEED OIL)



GOSSYPIUM HERBACEUM





Taksonomi Gossypium herbaceum

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Gossypium
Species : Gossypium herbaceum

Bagian yang digunakan : biji (semen)

Daerah penyebaran : Amerika dan Asia



Semak tahunan atau satu tahunan, tinggi 1-1.5
meter dengan sedikit cabang.
Batang tebal dan kaku, ranting dan daun muda
biasanya berambut sebagian.
Panjang mahkota 3.5-5 cm, kuning atau putih
dengan bagian tengah gelap.
Buah kapsul, membulat, panjang 2-3.5 cm,
berjanggut, permukaan lembut atau bergigi
dangkal, dengan sedikit kelenjar minyak.
Biji berwarna putih

DESKRIPSI GOSSYPIUM HERBACEUM
GOSSYPIUM HERBACEUM
Taksonomi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Gossypium
Species : Gossypium hirsutum

Bagian yang dipakai : biji
Kandungan minyak : 15-36 %


GOSSYPIUM HIRSUTUM

Semak tahunan atau satu tahunan
Tinggi pohon 1-3 meter
Mahkota biasanya berwarna kuning pucat
hingga putih, jarang dengan bagian tengah
keunguan
Biji bulat telur, panjang 3,5 - 5 cm, berwarna
hitam sampai coklat dengan warna putih
atau karatan.

DESKRIPSI GOSSYPIUM HIRSUTUM
Asia Tenggara
China Selatan
Amerika Tengah
Bagian Utara Amerika Selatan

DAERAH PENYEBARAN GOSSYPIUM HIRSUTUM
Asam linoleat (45%)
Asam oleat (30%)
Asam palmitat (20%)
Asam miristat (3%)
Asam stearat dan arakidonat (masing-masing
1%)

KANDUNGAN COTTONSEED OIL
linoleat
arakidonat
CH
3
(CH
2
)
7
CH =

CH(CH
2
)
7
COOH oleat
palmitat
stearat
Biji kapas setelah dipisahkan dari serat,
dikupas dan dibersihkan.
Kukus dan dipress pada tekanan sekitar
1500 pon untuk menghasilkan sekitar 30
persen minyak
Minyak yang diperoleh keruh dan berwarna
kemerahan, lalu disempurnakan dengan
penyaringan dan penghilangan warna.

CARA PEMBUATAN COTTONSEED OIL
Kegunaannya sama dengan olive oil,yaitu:
Pelarut
Pelunak
Industri sabun
digunakan dalam sediaan obat gosok.
Karena mengandung asam lemak tak jenuh
yang yang tinggi, cottonseed oil juga digunakan
dalam kontrol diet pada penderita
hypercholesterolemia.


KEGUNAAN COTTONSEED OIL
KLASIFIKASI
Tanaman asal :
Sesamum indicum L. dan
Sesamum orientale

Filum : Spermatophyta
Divisi : Angiospremae
Sub-divisi : Dicotyledone
Ordo : Pedaliales
Famili : Pedaliaceae
Genus : Sesamum
Spesies : Sesamum
indicum L. & Sesamum
orientale

Gambar 1. Sesamum indicum L.
MORFOLOGI :

Batang : bulat, segiempat tergantung jenis.
Daun tunggal, berbentuk lidah memanjang,
berambut, ujung dan pangkal runcing, tepi
bergerigi, panjang 5 - 20 cm, lebar 1,5 - 4 cm,
pertulangan menyirip, berwarna hijau.
Bunga tumbuh dari ketiak daun, biasanya tiga
namun hanya satu yang biasanya berkembang
baik.
Akar tunggang banyak cabang sering bersimbiosis
dengan mikoriza VA (vesikular-arbuskular).
Tinggi bervariasi dari 60 hingga 120cm, bahkan
dapat mencapai 2 - 3 meter.


Gambar 2. Sesamum indicum L.
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
Berdasarkan FI 3 hal 461, berikut monografi-monografi
Oleum Sesami
Pemerian cairan : kuning pucat, bau lemah, rasa
tawar, tidak membeku pada suhu 0 derajat.
Kelarutan : sukar larut dalam etanol (95%),
mudah larut dalam kloroform P, dalam eter P dan eter
minyak tanah P.
Identifikasi : kocok 1ml dengan larutan 100mg
gula dalam 10 ml asam klorida P selama 30 menit.
Lapisan asam menjadi merah muda jika dibiarkan
berubah menjadi asam.
Indeks bias : 1,472 sampai 1,476
Bobot jenis : 0,916 sampai 0,921
Bilangan iodium : 103 sampai 116
Bilangan penyabunan : 188 sampai 195
Simplisia : biji wijen (sesame seed)
Bijinya lembut dan dapat berwarna putih,
kuning, coklat kemerahan atau hitam.
Bersifat dikotiledon, albumin, dan
oleagin.
Penyebaran : Tanaman ini berasal dari
Asia Selatan dan Asia Timur contohnya
di India dan juga terdapat di dataran
tinggi Jawa. Saat ini, kedua varietas
tanaman ini tumbuh hampir di semua
daerah tropis dan hangat, contohnya
India, Asia Kecil, China, Burma, Yunani,
Mesir, Brazil, dan bagian selatan
Amerika Utara.

GAMBAR
Gambar 3. Biji wijen
Gambar 4. Minyak wijen
Kandungan kimia :
1. Mengandung 50 60 % minyak lemak, yaitu
sesamin dan sesamolin
2. Setelah minyak diekstraksi, sisanya mengandung
35 50 % protein yang kaya akan triptofan dan
metionin
3. Lapisan luar biji kaya akan kalsium (1,3 %) dan
sumber mineral

Kandungan gizi dalam 100 gr biji wijen :
568 kalori
19,3 gr protein
151 gr lemak
8,1 gr karbohidrat
1,125 mg vitamin B
5,8 gr air


KEGUNAAN
Daun wijen bisa dijadikan obat sakit kepala
(kepanasan/kelelahan). Caranya, lembutkan daun tanaman
wijen, lalu dipakai sebagai pilis di kepala.
Jika daunnya diremas-remas sedikit dengan air, maka akan
mengeluarkan lendir. Larutan tersebut bisa menyembuhkan
kolera, disentri, diare, radang selaput lendir hidung dan
tenggorokan.
Daun wijen bisa mengobati anyang-anyangan/gangguan
saluran kencing. Caranya, 1 2 lembar daun wijen diremas-
remas bersama 1 gelas air matang, kemudian diminum. Bila
memakai daun wijen kering, bisa diseduh dengan air
mendidih.
Remasan daun wijen dengan sedikit air bermanfaat memacu
pertumbuhan rambut baru dan mencegah kerontokan. Untuk
meredakan demam, daun wijen yang dilembutkan bisa
dipakai sebagai tapal di dahi, pelipis kiri dan kanan.


SESAME OIL ( MINYAK WIJEN)
Merupakan minyak
lemak yang didapatkan
dari ekstraksi biji
Sesamum indicum L..
Mengandung unsur
yang cocok sebagai
antioksidan.
Minyak wijen diproses
dari biji wijen
hitam/putih kaya dg
kandungan protein,
vitamin, dan mineral.

Gambar 4. Minyak Wijen
Minyak wijen didapatkan dengan
menghancurkan dan menekan biji wijen
yang telah diekstraksi. Minyak wijen
mengandung 902 kalori dan 100 gr lemak.

CARA PEMBUATAN
Disangrai Digiling
Dipres Dijernihkan
KANDUNGAN KIMIA MINYAK WIJEN
Mengandung senyawa asam lemak
esensial, Minyak wijen kaya asam lemak
tak jenuh, khususnya asam oleat (Omega-
9) dan asam linoleat (Omega-6) yg
bermanfaat bagi kesehatan jantung dan
meningkatkan (high density
lipoprotein/HDL), tokoferol dan lecithin
yang berkasiat u/ pencegahan penyakit
jantung, kolesterol, kanker
Mengandung asam stearat, asam
palmitat, kholin, folin, globulin, sesamin,
dan arginin


KANDUNGAN KIMIA MINYAK WIJEN
Mengandung dua senyawa kimia khas, yaitu
sesamin dan sesamol (antioksidan potensial)
berguna mencegah tekanan darah tinggi dan
meningkatkan pasokan Vitamin E
Wijen pun kaya akan unsur seng (Zn), mangan
(Mn), dan kalsium (Ca) yang bermanfaat
merangsang pertumbuhan jaringan kolagen gusi
serta membantu melindungi tulang di sekitar gigi
dan gusi

Minyak wijen kaya akan asam
lemak tak jenuh tunggal
(Monounsaturated fatty
acids=MUFAs) dan ganda
(Polyunsaturated fatty acids
(PUFAs) yang dapat menurunkan
kadar kolesterol darah. Minyak
wijen juga memiliki kadar asam
lemak jenuh (saturated fatty
acids=SFAs) rendah.
PUFA, sesamin dan sesamol
dalam minyak wijen bermanfaat
menurunan tekanan darah tinggi.

SIFAT-SIFAT MINYAK WIJEN

Berwarna kuning keemasan, jernih, hapir
tidak berwarna
Beraroma lembut
Tidak larut dalam alkohol
Minyak ini memiliki kesetimbangan yang
tinggi dan ketahanan dari kerusakan dan
oksidasi
Keuntungan : minyak ini pada temperatur
tinggi tidak terbakar secepat minyak lain,
memiliki antioksida yang disebut SESAMOL.
Minyak wijen memiliki 87 % lemak tidak
jenuh yang 41 %-nya merupakan asam
linoleat.

MANFAAT KESEHATAN
Minyak wijen digunakan sebagai obat untuk mengurangi
gangguan kulit seperti eksim, psoriasis, dan penyakit kulit lainnya.
Kandungan antioksidan minyak wijen dapat berkhasiat
menetralisir tekanan darah serta menjaga tingkat kolesterol serta
tekanan jantung.
Merangsang pertumbuhan, menguatkan daya pikir, bersifat
antioksidan dan melawan rasa terbakar, meningkatkan produksi
ASI
Bahan baku pembuatan minyak gosok, salep dan plester luka,
obat batuk dan reumatik
Menyembuhkan aneka penyakit degeneratif, seperti jantung,
kolesterol, kanker, sulit tidur, dan tekanan darah tinggi.


KEGUNAAN
Minyaknya yang berkualitas rendah bisa dipakai untuk
membuat cat, sabun, minyak pelicin dan lilin. Ampasnya
untuk makanan ternak.
Ada dua jenis minyak wijen :
Native oil tidak tahan pada suhu tinggi (aroma hilang,
mengurangi kelezatan) untuk saus salad dan masakan yang
diolah pada suhu di bawah titik didih
Refined oil tahan pada suhu tinggi, harga lebih murah,
sebagai pembuatan mentega
KEGUNAAN

Antitusif dan antireumatik
Laksativum
Tonikum
Menjadi preparasi dalam pembuatan
Iodinol dan Brominol dimana
digunakan untuk pemakaian luar dan
subkutan
Jansen Wijaya Jap - 1006683551
PERSIC OIL
Definisi : terdiri dari 2 substansi minyak
lemak identik yang tidak berwarna
Terdiri dari:
1. Peach-kernel oil
2. Apricot-kernel oil
PEACH KERNEL OIL
KLASIFIKASI
Tanaman Asal : Prunus persica Sieb et. Zucc
Familia : Rosaceae
Simplisia : Kernel
Tanaman : tingginya 5,5 m ada yang 8 m,
tumbuh di iklim hangat, berbunga lavender
dengan warna pink, berdaun panjang dan
berwarna hijau bermanik-manik
CONT
Kandungan Kimia : Vitamin A,B dan E, HCN
Ciri minyak : ringan, non-greasy
Penyebaran : berasal dari Cina, dan
disebarkan di daerah Amerika, seperti
California dan Utah

KEGUNAAN
1. Aromaterapi
2. Bahan kosmetik
3. Melembutkan dan melembabkan kulit
4. Hipo-alergenik kepada kulit yang sensitif
5. Ketika dibuat sediaan dekokta berfungsi untuk
melancarkan peredaran darah dan
menghilangkan konstipasi
6. Meringankan sakit ketika menstruasi
7. Ketika dikombinasikan dengan Rhubarb,
digunakan untuk mengobati appendisitis akut

PEMALSUAN
Karena mirip dengan minyak sayur, maka
biasanya dimasukkan minyak sayur yang
membahayakan kulit berminyak dan
menimbulkan banyak jerawat

PRUNUS PERSICA SIEB ET. ZUCC
APRICOT KERNEL OIL
KLASIFIKASI
Tanaman Asal : Prunus Armeniaca Linne
Familia : Rosaceae
Simplisia : Kernel
Penyebaran : berasal dari Spanyol dan
dikultivasi di daerah Mediterania dan
California
KANDUNGAN KIMIA
Amygdalin, Asam Linoleat, Asam Oleat, Vitamin
A,E
100 gram apricot kernel oil mengandung:
* Kalori : 883
o Kalori dari Lemak : 100%
* Total Lemak : 100 g
o Lemak Jenuh : 6.3 g
o Lemak Tak Jenuh (mono) : 60 g
o Lemak Tak Jenuh (poli) : 29.3 g
* Vitamins
o Vitamin E: 4 mg (13% DV)

KEGUNAAN
1. Perawatan kulit
2. Meringankan iritasi/radang kulit
3. Emulgator yang baik
4. Sebagai minyak yang digunakan untuk pijat
biasanya di muka
5. Flavoring-agent pada masakan Itali
6. Anti-asthmatic

CONT
7. Carrier oil (dicampur dengan minyak lain
supaya menyebar dan biasanya merupakan
campuran minyak untuk aromatheraphy)
8. Supplement diet
9. Mengobati eksim, gatal, scabies and psoriasis
10. Pada produk perawatan bibir berfungsi untuk
menjaga keindahan bibir baik dari luar maupun
dalam
11. Perawatan rambut-memberi nutrisi pada kulit
kepala

CARA PEMBUATAN
Apricot dan Peach kernel oil diterapkan sistem
cold-pressed oil untuk menjaga nilai nutrisi dari
minyak tersebut juga mempunyai rasa kompleks
yang banyak karena belum terkena panas.
Setelah minyak keluar, didekantasi dan difiltrasi.
Pengolahan berbeda di setiap daerah. Di
Amerika Serikat, tidak menerapkan sistem
cold-pressed, tetapi ketika ditekan kernelnya,
diambil minyak dengan warna yang cerah
PRUNUS ARMENIACA LINNE
Oleh Jordan Ricky Tanuwijaya (1006683564)
OLEUM COCOS
MINYAK KELAPA (COCONUT OIL)
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Subfamili: Arecoideae
Bangsa: Cocoeae
Genus: Cocos
Spesies: C. nucifera
Nama binomial: Cocos
nucifera L
TANAMAN ASAL
Asal tanaman ini masih menjadi perdebatan, banyak yang menyatakan
berasal dari Indo-Pasifik baik di sekitar Melanesia dan Malesia atau
Samudera Hindia, juga ada yang berpendapat berasal dari barat laut
Amerika Selatan; saat ini sudah tersebar di seluruh daerah tropika
Secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m
Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1000 m dari permukaan laut,
namun akan mengalami pelambatan pertumbuhan
Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang
Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif
pada lahan berpasir pantai
Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak
Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, warna daun hijau
kekuningan
Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea;
terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu,
CIRI DAN PENYEBARAN TANAMAN
Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau bahkan lebih,
berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp
berupa serat yang berlignin (sabut), melindungi bagian endokarp
yang keras (batok) dan kedap air; endokarp melindungi biji yang
hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam
endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak
enzim, dan fasa padatannya mengendap pada dinding endokarp
ketika buah menua; embrio kecil dan baru membesar ketika buah
siap untuk berkecambah
Simplisia : biji
Famili : Arecaceae
Kandungan kimia : sejumlah kecil asam oleat;
gliserida kadang-kadang disebut coconin (cocinate
gliserin), yang merupakan campuran dari beberapa
gliserida, terutama Laurin, ester gliserin dari asam
laurat; myristin; palmitin; stearin; gliserida dari caproic,
caprinic, dan asam kaprilat
Kandungan minyak : 65 68%
Komposis asam lemak : Laurat (43-53%)
Miristat (15-21%)
Palmitat (7-11%)
Kaprilat (5-10%)
Kaproat (5-10%)
Oleat (6-8%)
Stearat (2-4 %)






Warnanya kuning pucat - putih, rasa hambar, dan
bau spesifik
Dapat membentuk sabun, keras dan putih, yang tidak
diendapkan oleh garam
Bentuk cair pada suhu 28 - 30 C
Bentuk semisolid pada suhu 20 C
Ketika melebur akan menjadi kekuningan dan
transparan
Membeku lagi pada suhu 14 - 23 C
Dapat mempertahankan keadaan cairnya berhari
hari, setelah dipanaskan pada suhu 240 C

CIRI MINYAK
Minyak kelapa merupakan minyak yang
dihasilkan dari daging buah kelapa. Secara
umum pembuatan minyak kelapa terbagi
menjadi 3 macam yaitu:
1. Cara basah
2. Cara kering
3. Cara ekstraksi pelarut
CARA PEMBUATAN
a. Cara Basah Tradisional.
Pada cara ini, mula-mula dilakukan ekstraksi santan dari kelapa parut. Kemudian
santan dipanaskan untuk menguapkan air dan menggumpalkan bagian bukan minyak
yang disebut blondo. Blondo ini dipisahkan dari minyak. Terakhir, blondo diperas
untuk mengeluarkan sisa minyak.
b. Cara Basah Fermentasi.
Pada cara basah fermentasi, santan didiamkan untuk memisahkan skim dari krim.
Selanjutnya krim difermentasi untuk memudahkan penggumpalan bagian bukan
minyak (terutama protein) dari minyak pada waktu pemanasan. Mikroba yang
berkembang selama fermentasi, terutama mikroba penghasil asam. Asam yang
dihasilkan menyebabkan protein santan mengalami penggumpalan dan mudah
dipisahkan pada saat pemanasan.
c. Cara Basah Lava Process.
Pada cara ini, santan diberi perlakuan sentrifugasi agar terjadi pemisahan skim dari
krim. Selanjutnya krim diasamkan dengan menambahkan asam asetat, sitrat, atau
HCl sampai pH 4. Setelah itu dipanaskan dan diperlakukan seperti cara basah
tradisional atau cara basah fermentasi. Skim santan diolah menjadi konsentrat
protein berupa butiran atau tepung.
d. Cara Basah Kraussmaffei Process.
Pada cara basah ini, santan diberi perlakuan sentrifugasi, sehingga terjadi
pemisahan skim dari krim. Selanjutnya krim dipanaskan untuk menggumpalkan
padatannya. Setelah itu diberi perlakuan sentrifugasi sehingga minyak dapat
dipisahkan dari gumpalan padatan. Padatan hasil sentrifugasi dipisahkan dari minyak
dan dipres untuk mengeluarkan sisa minyaknya. Selanjutnya, minyak disaring untuk
menghilangkan kotoran dan padatan. Skim santan diolah menjadi tepung kelapa dan
madu kelapa.

1. CARA BASAH
Terlebih dahulu daging buah kelapa dibuat dalam bentuk
kopra, daging buah kelapa dibuat menjadi kering dengan cara
dijemur pada terik matahari atau dikeringkan melalui oven.
Adapun langkah-langkah pembuatan minyak kelapa dengan cara
kering adalah sebagai berikut
1. Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk kasar.
2. Serbuk kopra dipanaskan, kemudian dipres sehingga
mengeluarkan minyak. Ampas yang dihasilkan masih mengandung
minyak. Ampas digiling sampai halus, kemudian dipanaskan dan
dipres untuk mengeluarkan minyaknya.
3. Minyak yang terkumpul diendapkan dan disaring.
4. Minyak hasil penyaringan diberi perlakuan berikut:
Penambahan senyawa alkali (KOH atau NaOH) untuk netralisasi
(menghilangkan asam lemak bebas).
Penambahan bahan penyerap (absorben) warna, biasanya
menggunakan arang aktif agar dihasilkan minyak yang jernih dan
bening.
Pengaliran uap air panas ke dalam minyak untuk menguapkan dan
menghilangkan senyawa-senyawa yang menyebabkan bau yang
tidak dikehendaki.
5. Minyak yang telah bersih, jernih, dan tidak berbau dikemas di
dalam kotak kaleng, botol plastik atau botol kaca.
2. CARA KERING
Untuk membuat minyak dengan cara ekstraksi pelarut, daging buah kelapa juga
dibuat dalam bentuk kopra. Prinsip dari cara ini yaitu menggunakan pelarut
yang dapat melarutkan minyak. Adapun karakteristik pelarut yang digunakan
untuk ekstraksi minyak kelapa diantaranya bertitik didih rendah, mudah
menguap, tidak berinteraksi secara kimia dengan minyak dan residunya tidak
beracun. Urutan dari proses ekstraksi minyak kelapa dengan menggunakan
bahan pelarut yaitu:
1. Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk.
2. Serbuk kopra ditempatkan pada ruang ekstraksi, sedangkan pelarut pada
ruang penguapan. Kemudian pelarut dipanaskan sampai menguap. Uap pelarut
akan naik ke ruang kondensasi. Kondensat (uap pelarut yang mencair) akan
mengalir ke ruang ekstraksi dan melarutkan lemak serbuk kopra. Jika ruang
ekstraksi telah penuh dengan pelarut, pelarut yang mengandung minyak akan
mengalir (jatuh) dengan sendirinya menuju ruang penguapan semula.
3. Di ruang penguapan, pelarut yang mengandung minyak akan menguap,
sedangkan minyak tetap berada di ruang penguapan. Proses berlangsung terus
menerus sampai 3 jam.
4. Pelarut yang mengandung minyak diuapkan. Uap yang terkondensasi pada
kondensat tidak dikembalikan lagi ke ruang penguapan, tapi dialirkan ke tempat
penampungan pelarut. Pelarut ini dapat digunakan lagi untuk ekstraksi.
penguapan ini dilakukan sampai diperkirakan tidak ada lagi residu pelarut pada
minyak.
5. Selanjutnya, minyak dapat diberi perlakuan netralisasi, pemutihan dan
penghilangan bau.

3. CARA EKSTRAKSI PELARUT
Kegunaan : pembuatan lilin, salad dressing,
minyak makan, basis pasta, pembuatan
sabun, pelembab kulit, perawatan rambut,
bahan bakar, pelumas mesin, antibiotik, anti
jamur, anti bakteri, mencegah penyakit
jantung (tingkat kolesterol tinggi dan tekanan
darah tinggi; dengan asam laurat), mencegah
obesitas (asam lemak pendek dan
menengah), baik untuk pencernaan dan
kekebalan tubuh (sifat antibakteri, antijamur,
antivirus), dll
Pemalsuan : Dicampur dengan minyak lain
yang harganya lebih murah, yaitu minyak
nabati seperti jagung dan bunga matahari

Oleh : Khalisa Nurfajri
1006683570
Oleum Maydis
Oleum Maydis
Nama tanaman asal:
Zea mays Linne
Familia:
Graminae/Poaceae
Simplisia: embrio
Pemerian : Cairan
warna kuning muda
sampai kuning emas,
bau dan rasa lemah
khas



TANAMAN ASAL
Zea mays Linn atau biasa disebut
dengan Indian corn adalah tumbuhan
dengan buah yang berwarna kuning atau
hijau dan memiliki rambut seperti benang-
benang.
Tinggi pohon jagung sekitar 150 mm.
Buahnya tidak berbau, memiliki rasa
manis, serta mengandung bahan-bahan
seperti maizena, resin, dll.
Oleum Maydis
Berupa cairan transparan berwarna kuning
dan memiliki bau khusus seperti cornmeal
Oleum maydis memiliki nilai komersial yang
tinggi dan digunakan sebagai minyak untuk
salad
Dalam pembuatan obat gosok kualitasnya
setara dengan minyak zaitun

KANDUNGAN KIMIA
Gliserida (Utama)
Stearat
Linoleat
Oleat
Palmitat
KHASIAT
Zat tambahan
Pelarut untuk injeksi
Pengganti minyak lemak bagi pasien
yang tinggi kadar kolesterolnya
Bahan baku
sabun,margarin,insektisida
CARA PEMBUATAN
Minyak lemak diperoleh dari embrio,
kemudian dimurnikan
CARA PENYIMPANAN
Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh,
terlindung dari cahaya.
CHAULMOOGRA OIL
Letitia Tania
1006683614
Sinonim :
Hydnocarpus Oil.
Kalaw Tree Oil.
Leprosy Oil.

Tanaman Asal :
- Taraktogenos kurzii King
- Hydnocarpus wightiana Blume
- Hydnocarpus antelmintica Pierre

Habitat :
Burma, India, China
TARAKTOGENOS KURZII KING
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violates
Famili : Flacourtiaceae
Genus : Taraktogenos
Spesies : Taraktogenos kurzii King
Habitat : Pohon, tegak, tinggi 5-20m
Batang : Bulat, berkayu, keras, bercabang, cokelat
kotor
Daun : Tunggal, berselang, tersebar, bulat telur,
ujung dan pangkal runcing, tepi rata,
panjang 15-30 cm, lebar 5-10 cm,
hijau
Bunga : Majemuk, bentuk payung, berbulu, di
ketiak daun, berkelamin satu, kelopak
bunga terdiri dari tiga sampai empat, tebal,
berbulu, panjang 8-10 mm, mahkota enam
sampai delapan, berlepasan atau
berlekatan, putih kehijauan
Buah : buni, bulat, kuning kecoklatan
Biji : bulat panjang, kuning kecoklatan
Akar : tunggang, kuning kecoklatan

MORFOLOGI
Nama daerah
Sumatera : Becampaih (Palembang)
Jawa : Kandar Lutung (Sunda)
Luteng (Jawa Tengah)
Sulawesi : Wanute (Minahasa)

Simplisia
Biji dari buah Taraktogenos kurzii
Khasiat
Biji Taraktogenos kurzii berkhasiat
sebagai obat lepra. Untuk obat lepra
dipakai minyak dari 1 biji Taraktogenous
kurzii, dioleskan pada tempat yang sakit.

Kandungan kimia
Biji dan daun Taraktogenos kurzii King
mengandung saponin, flavonoida dan
polifenol
HYDNOCARPUS WIGHTIANA BLUME
HYDNOCARPUS ANTHELMINTICA
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Malpighiales
Family : Achariaceae
Genus : Hydnocarpus
Spesies : Hydnocarpus wightiana Blume
Hydnocarpus anthelmintica
Morfologi
Tinggi pohon dapat mencapai 10 meter atau
lebih. Buahnya bsar dan bulat. Berbiji
banyak, angular dan melekat pada daging
buah
Waktu berbunga : April Juni

Simplisia
Biji dari buah yang masak

Kandungan kimia
Biji mengandung lipid dalam
konsentrasi 40-55%, glukosida (glukosa
dan hydnocyanic acid).
Deskripsi

Chaulmoogra oil mempunyai suhu lebur 42
0
C
(107.6
0
F), tidak larut dalam air, sebagian terlarut
dalam alkohol dan larut dalam ether, chloroform,
carbon disulphide, dan benzene

Berwarna kuning atau kuning kecoklatan

Minyak ini berasal dari biji tanaman Taraktogenos
kurzii dan Hydnocarpus anthelmintica.


Cara memperoleh :

Kulit biji (seperti kerang) dipisahkan
terlebih dahulu dari biji (kernel). Kemudian
kernel diberi tekanan hidrolik (dipress)
sehingga menghasilkan minyak dan
ampas. Kemudian pisahkan ketiga bagian
tersebut, kulit biji, minyak dan ampas.
Maka kita dapatkan Chaulmoogra oil.
Kandungan kimia :

Chaulmoogric acid (C
18
H
32
O
2

)
Hydnocarpic acid (C
16
H
28
O
2

)
Taraktogenic acid
Isogadoleic acid

Pada umumnya pemberian minyak ini
dengan cara dioleskan (pemakaian luar),
terkadang diberikan secara injeksi.

Emulsi minyak inti biji chaulmoogra dapat
diberikan secara oral, tetapi perlu
diperhatikan karena bersifat sangat toksik.

Jangan menggunakan Chaulmoogra oil
ketika sedang hamil ataupun pada masa
menyusui.
PEMBERIAN SECARA INJEKSI
Penggunaan :
Spesifik untuk peyakit yang disebabkan
karena bakteri Mycobacterium leprae dan
Mycobacterium tuberculosis
Digunakan secara empirik untuk penyakit
reumatik, proriasis (penyakit kulit yang
kronis)
Mengobati luka memar, keseleo, dan
berbagai reaksi inflamasi di kulit lainnya
Penyakit kudis, impetigo (penyakit kulit yang
gatal dan menimbulkan bintil-bintil berisi
nanah) dan beberapa penyakit dermatitis.
CONTOH PRODUK :
CROTON OIL
Oleh :
Lidya Priscilla
1006683620
Nama simplisia : Croton tiglium Linn.
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Croton
Spesies : Croton tiglium L.
Metode ektraksi : Cold pressed
metode mekanis dengan panas kurang dari27-32
o
C dengan memproses
bahan dasar sekaligus dalam jumlah besar. Suhu yang rendah
memungkinkan minyak mempertahankan keadaan alaminya.
Bagian tanaman yang digunakan : Biji
Berasal dari : India
Warna : kuning sampai coklat muda
Rasa dan bau : rasa yang tajam dan bau yang tidak enak

KANDUNGAN
Phorbol
Bersifat toksik pada hewan dengan target
utama pada sel membran yang dapat
memicu poliferasi sel sehingga terjadi
peradangan dan memicu sel tunas
(karsinogenik).
Resin 3,4%
Oleat 37%
Linoleat 19%
Arakidat 1,5%
Stearat 0,3%
Palmitat 0,9%
Miristat 7,5%
Format 0,8%
Laurat
Valerat
Butirat

EFEK
Dosis kecil untuk pemakaian dalam, dapat
menyebabkan nyeri perut dan diare.
Pada dosis besar memiliki toksisitas yang
tinggi. Overdosis dapat menyebabkan
peradangan usus, nyeri, muntah, feses
berdarah, dan kematian.
Pada pemakaian luar, dapat menyebabkan
iritasi dan pembengkakan.
KEGUNAAN
Sebagai pencahar, biasanya digunakan untuk
mengobati konstipasi
Dalam pengobatan tradisional Cina, minyak kroton
digunakan sebagai komposisi dalam pembuatan
balsem
Sebagai counter-irritant, yang menyebabkan
peradangan lokal untuk meredakan peradangan pada
jaringan di bawahnya atau yang berdekatan.
Minyak kroton digunakan di laboratorium hewan untuk
mempelajari bagaimana rasa nyeri bekerja, penghilang
rasa sakit, obat anti-inflamasi, dan immunologi.
Sebagai bahan aktif dalam phenol peels untuk
meremajakan kulit.

PUMPKIN SEED OIL
Tanaman asal: Cucurbita moschata

Klasifikasi:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Violales
Famili: Cucurbitaceae (suku labu-labuan)
Genus: Cucurbita
Spesies: Cucurbita moschata Linn



Simplisia : Biji yang masak dan
telah dikeringkan
Nama simplisia : Cucurbitae Semen
Biji diekstraksi dengan ekstraksi soxhlet
untuk mendapatkan miyak murni.

ORGANOLEPTIS
Cucurbitae Semen terdiri atas biji yang berasal dari buah tanama
n
Cucurbitae moshata yang masak dan telah dikeringkan. Tidak
berbau, rasa seperti minyak, warna putih kotor atau putih
kekuningan. Biji berbentuk pipih, bentuk bundar telur sampai bun
darmemanjang, bagian ujung membulat, bagian pangkal runcing,
permukaan biji buram, licin. Pada sebelah menyebelah
permukaan terdapat rusuk yang menebal lebih kurang 1 mm
pada tepi biji dan melintasi bagian sempit dari biji. Panjang biji 12
mm sampai 25 mm, lebar 7 mm sampai 15 mm, tebal di bagian
tengah tidak kurang dari 2 mm. Kulit biji rapuh, mudah dikelupas,
bagian terdalam berwarna kehijauan, berlekatan dengan inti biji,
embrio kecil , terdapat di antara 2 keping biji sempurna, pipih,
cembung, kenyal warna putih dan banyak berisi minyak. Inti biji
tanpa endosperm.

KANDUNGAN KIMIA
Omega-3 46,01 %
Omega-6 27,92 %
air 5,00 %
Asam amino
Iodium
Mineral (Zn,Mg)
Asam linoleat
Asam oleat
Vitamin E
Karotenoid
PENYEBARAN
Tanaman ini dianggap berasal dari Ambon
(Indonesia), kini ditanam di Cina dan di seluruh
kepulauan melayu dan bahkan di negara
lainnya. Di Indonesiabiasanya ditemukan
tumbuh liar di halaman dan di ladang sebagai
tanaman untuk sayur.
Mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup
pada kondisi kering dan panas atau di daerah
yang kurang produktif di Indonesia
KEGUNAAN
Obat pencahar
Obat cacing pita
Mengatasi luka


Buahnya dipakai sebagai obat pencahar dan lunak.
Air perasan buah biasanya dipakai untuk mengobati
luka akibat racun binatang. Sekitar 500-800 buah biji
dalam bentuk benih segar tanpa kulit bisa digunakan
sebagai obat cacing pita untuk orang dewasa.
Kadang-kadang diberikan sebagai emulsi (diminum
beserta obat pencahar), setelah dicampur dengan air.
Pengobatan demikian amatberkhasiat dan aman
tanpa efek sampingan. Bubuk benih halus telah
dipakai dalam schistosomiasis akut (diberikan 3 hari
sekali pada pasien selama sebulan) dan ternyata
penderita berhasil mendapatkan kemajuan sebanyak
75%..
Mencegah Hipertrofi

Labu juga mengandung sejumlah asam amino
penting yang diperlukan kelenjar prostat, yaitu
alanina, glisina dan asam glutamat. Asam amino ini
ditemukan baik di labu merah maupun labu kuning.
Dari berbagai literatur ditemukan asam amino ini
memiliki khasiat bisa mencegah atau mengatasi
hipertrofi atau pembesaran prostat jinak (begin
prostatic hyperplasia) pada kaum pria.


http://www.scribd.com/doc/25263857/Biji-
Labu-Merah-Untuk-Mengobati-Cacing-Pita
http://www.plantamor.com/index.php?plant=4
12
(Elfriza,Fiqih, dkk. 2008. Biji Labu Merah
untuk Mengobati Cacing Pita.Purwokerto:
Univesitas Jendral Soedirman)


CASHEW-NUT OIL
Oleh :
Maria Tyas Hapsari
1006683646
CIRI-CIRI
Minyak yang diperoleh dari lapisan/cangkang
terluar kacang mente/ cashew nut.
Tanaman asal : Anacardium occidentale
Familia : Anacardiaceae
Simplisia : Biji
Kandungan kimia: -
KANDUNGAN KIMIA
Asam Anarkadik (40 50%)
Asam Oleat
Asam Linoleat
Vitamin E
Asam Stearat
Cholesterin

KEGUNAAN
Antifungal
Pelapis pada kayu untuk mencegah rayap
Vermifugal
Obat kanker
Pengobatan ancylostomiasis
pengobatan ruam kuku, borok, prosiasis dan
keracunan makanan
GAMBAR KACANG MENTE/CASHEW NUT
CARA PEMBUATAN
Dengan cara pressing :
Biji-biji kacang mente akan di
press untuk mengekstrak minyak
sayur yang berkualitas tinggi.
sebelum mengalami pressing,
kacang mente akan dibersihkan
dan dimasak dahulu.
Proses ini semuanya dilakukan
oleh tangan karena diperlukan
ketelitian yang tinggi untuk memilih
biji kacang mente yang sesuai.
OLEUM
CACAO
Marianne Wiguna 1006683652
TANAMAN ASAL
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae (Sterculiaceae)
Genus : Theobroma
Spesies : Theobroma cacao
PEMERIAN KAKAO
Pohon tinggi 4-8 m
Daun panjang 10-40 cm lebar 5-20cm
Bunga tumbuh langsung dari batang, 1-2 cm
diameter, warna merah muda
Buah berbentuk lonjong, panjang 15-30 cm
lebar 8-10cm berat 500 g ,ketika masak
berwarna kuning jingga
Biji berjumlah 20-60, biji terangkai pada
plasenta dari pangkal buah, di bagian dalam.
Biji dilindungi salut biji lunak berwarna putih.
Endosperma biji mengandung lemak dengan
kadar yang cukup tinggi.

KANDUNGAN KIMIA BIJI KAKAO
15% pati, 15% protein, 1-4% theobromine,
0,07-0,36% caffeine, o,5% gula, sedikit
tannin
MINYAK
Nama umum : minyak coklat, lemak coklat, cacao
oil
Simplisia : biji
Kandungan minyak 35-50%

Kandungan asam lemak :
Gliserida dari asam oleat 35%, asam stearat 35%,
asam palmitat 26%, asam linoleat 3%

Kegunaan : industri coklat dan permen, industri
farmasi (basis suppositoria), flavouring agent pada
obat, industri kosmetika (lulur coklat)

Pemerian :

1. Warna : putih kekuningan, bau khas coklat,
suhu 30-35
o
C meleleh, padat pada suhu ruang

2. Kelarutan : tidak larut dalam air, sedikit larut
dalam alkohol dingin, larut dalam alkohol murni
panas, klorofom, benzen, petroleum eter

PROSES PENGOLAHAN MINYAK COKLAT
Pemeraman Buah

Pemecahan Buah

Fermentasi

Perendaman dan Pencucian

Pengeringan

Sortasi Biji
A. Pengolahan biji kakao

1. Pemeraman buah
Untuk memperoleh keseragaman kematangan
buah, memudahkan pengeluaran biji dari buah
kakao

2. Pemecahan buah
Menggunakan pemukul kayu atau buah satu
dengan lainnya, dilakukan hati-hati agar biji kakao
tidak rusak

3. Fermentasi
untuk memudahkan melepas zat lendir dari
permukaan kulit biji, menghasilkan biji dengan
mutu dan aroma yang baik, tahan terhadap hama
dan jamur, warna yang cerah dan bersih.

4. Perendaman dan pencucian
Memperbaiki kenampakan biji, warna coklat cerah.

5. Pengeringan
Kandungan air dari 55-60% menjadi 6-7%
Dilakukan dengan menjemur atau dengan mesin
pengering

6. Sortasi biji
untuk memisahkan biji baik dan cacat, kotoran atau benda
asing lainya, dilakukan dengan menggunakan ayakan.
B. Pengolahan minyak coklat

1. Pembersihan biji kakao
Untuk membersihkan biji dari pengotor dengan
pengayak bertingkat, pengisap debu, perangkap logam
dengan sistem magnet

2. Penyangraian
Untuk membentuk aroma dan rasa khas coklat,
memudahkan mengeluarkan lemak dari biji.
3. Pemecahan dan pemisahan kulit
Biji dipecah untuk memisahkan kulit dan inti biji. Pecahan inti
akan tertampung di bawah, pecahan kulit akan terhisap ke
kantong sistem penyaring udara.

4. Alkalisasi
Untuk menetralkan asam-asam bebas, memperbaiki warna
dan
aroma, dapat menggunakan kalium karbonat.

5. Penggilingan
Hasil penggilingan disebut coklat pasta.
6. Pengempaan minyak coklat
a. Inti biji kakao panas dimasukkan ke dalam alat
kempa hidrolis dengan dinding silinder diberi
lubang sebagai penyaring
b. Cairan lemak keluar lewat lubang, inti biji tertahan
dalam silinder
c. Lemak yang diperoleh dipengaruhi suhu inti, kadar
air, ukuran partikel inti biji, tekanan kempa, waktu
pengempaan.

PEMALSUAN
Lemak kako pengganti
Pengganti lemak kakao eqivalen (mempunyai sifat fisik dan
kimia sama dengan kakao)
Pengganti lemak kakao substitusi (hanya sifat fisik yang
mirip lemak kakao). Lemak coklat diganti dengan minyak
yang lebih murah seperti minyak kelapa, minyak kacang
ALAT-ALAT PENGOLAHAN BIJI KAKAO
Mesin Pemecah Buah
Kakao
Peti Fermentasi
Pemeras lendir kakao
Pengering
Sortasi Biji
ALAT-ALAT PENGOLAHAN LEMAK KAKAO
Mesin Sangrai Pemisah Kulit
Pengempa coklat
Adeps Lanae, Wool Fat, Anhydrous Lanolin,
Refined Wool Fat
Edberg Andreas 1006775022
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Order : Artiodactyla
Family : Bovidae
Subfamily : Caprinae
Genus : Ovis
Species : Ovis aries Linne

Simplisia: Wool of the sheep
Kegunaan: water-absorbable base untuk krim dan pasta

Definisi lanolin anhydrous menurut FI IV :

Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak
yang
dimurnikan, diperoleh dari bulu domba Ovis
aries
Linne (Famili Bovidae) yang dibersihkan dan
dihilangkan warna dan baunya.
Mengandung air tidak lebih dari 0,25 %.
Boleh mengandung antioksidan yang sesuai
tidak
lebih dari 0.02 %

CARA PEMBUATAN
Dengan membersihkan lemak yang
diperoleh dari bulu domba. Lemak tersebut
dimurnikan dengan kalsium klorida dah
kemudian dihilangkan airnya dengan
peleburan. Hasil akhir di ekstraksi dengan
aseton dan bahan pelarut selanjutnya
dipisahkan dengan destilasi
PEMERIAN
Lanolin anhidrat berwarna kuning pucat,
Lengket
Berupa bahan seperti lemak
Dengan bau yang khas
Mencair pada suhu 38-44 oC
Lanolin anhidrat cair berwarna jernih atau
hampir jernih berupa cairan berwarna kuning
Kelarutan:
Lanolin anhidrat tidak larut dalam air tapi dapat
larut dalam air dengan jumlah dua kali berat
lanolin, sedikit larut dalam etanol (95%) dingin,
lebih larut dalam etanol (95%) panas dan
sangat larut dalam eter, benzene, dan
kloroform.

Kestabilan dan Syarat Penyimpanan:
Lanolin dapat mengalami autooksidasi selama
dalam penyimpanan.

Kandungan utama Lanolin anhydrous :

- Campuran ester
- Triterpenoid dan alkohol
- Asam lemak

APLIKASI
Lanolin anhidrat selain digunakan dalam formulasi topikal dan
kosmetik :
1. Sebagai basis salep terutama jika ingin dilakukan pencampuran
larutan yang berair
2. Juga sebagai emulsifying agent
3. Meningkatkan absorpsi terhadap zat aktif dan mempertahankan
keseragaman konsistensi salep
4. Lanolin anhydrous digunakan untuk perawatan kulit untuk bayi
dan dewasa, seperti :
- Sunscreen
- Colour cosmetics
- Haircare shaving
- Produk sabun


CONTOH SEDIAAN
Farmakope Indonesia edisi IV :
Minyak ikan adalah minyak lemak hasil destearisasi
sebagian dari minyak lemak hati segar Gadus morrhua Linne
dan spesies lain dari familia Gadidae. Mengandung tidak
kurang dari dari 255 g (850 unit FI) vitamin A dan tidak
kurang dari 2,125 g (85 unit FI) vitamin D per gram
minyak ikan. Minyak ikan dapat ditambahkan penyedap
tunggal atau campuran penyedap yang sesuai tidak lebih
dari 1 %.
Pemerian
Cairan minyak, encer, berbau khas, tidak
tengik, rasa dan bau seperti ikan.
Kelarutan
Sukar larut dalam etanol; mudah larut
dalam eter, dalam kloroform, dalam
karbon disulfida dan dalam etil asetat.
Bobot Jenis
Antara 0,918 dan 0,927
Kandungan Utama: Gliserida tidak jenuh
Kandungan Lain: Klor, Brom, Phosphor, Sulfur
Kandungan vitamin terdapat pada fraksi yang tidak
mengalami penyabunan (untuk mebuat tablet dan kapsul
fraksi yang tidak tersabun harus dipisahkan kemudian
diekstrak dengan pelarut yang sesuai. Ekstrak dicampur
dengan minyak jagung dan dibuat menjadi kapsul atau
dicampur dengan materi padat kemudian dibuat menjadi
tablet.
Minyak ikan di ambil dari ikan segar yang harus segera diolah
setelah ditangkap. Minyak dipisahkan dari hati dengan cara
steam cooking. Uap tekanan rendah dialirkan langsung ke dalam
ketel pemasak (hanya butuh waktu yang cukup singkat). Minyak
akan terpisah dari seluruh air dan jaringan hati. Jika digunakan
hati ikan dengan kualitas yang tinggi dan prosedur yang
terkontrol dengan baik serta kondisi yang bersih maka akan
dihasilkan minyak mentah berwarna kuning terang, dengan bau
dan rasa yang enak.
r
untuk menjaga kestabilan dalam penyimpanan (misal
untuk keperluan perdagangan) maka stearin harus
dikeluarkan dari hati ikan dengan cara didinginkan
sehingga stearin akan terkristalisasi. Untuk
memisahkan kristal stearin dengan minyak yang tidak
membeku cukup dengan menggunakan filter pressing.
Untuk mengawetkan kandungan vitamin alami, minyak
harus disimpan terlindung dari udara dan ditempat
yang sejuk.
Sumber Vitamin A dan Vitamin
D
Vit. A menjaga struktur
jaringan dan untuk
kepentingan fisiologi seperti
penglihatan dan reproduksi.
Vit. D anti rakhitis,
hipokalsemia,
hipoparatiroidisme,
hiperphosphatemia, ricketsia
Orang Dewasa: 1-2 sendok
makan 3 kali sehari
Anak-anak: setengah dosis
dewasa
< 12 tahun: 1 sendok the
pada malam dan pagi hari
jika perut tidak kuat
menahan minyak, makan
garam 1 menit sebelum dan
1 menit sesudah minum
minyak ikan
Iodine terkadang dicampur dengan minyak olahan untuk memalsukan
minyak ikan. Hal ini dapat diidentifikasi dengan menambahkan larutan
amylum dan sedikit tetesan asam sulfat sehingga akan dihasilkan warna
biru dari reaksi antara iodida dan amylum; atau dikocok menggunakan
alkohol yang akan memisahkan iodine.
asam sulfat melengkapi tes untuk mengetahui kandungan empedu
dalam minyak ikan. dengan penambahan asam sulfat pekat, akan
menimbulkan warna ungu-merah. De Jought, (kimiawan Belanda),
menunjukkan bahwa kandungan utama dalam empedu terdapat juga
pada minyak ikan. Jika tidak, berarti minyak tersebut didapatkan bukan
dari hati, tetapi bagian lain dari ikan.
OLEUM AMYGDALARUM
Russell Koyean
1006683860
TATA NAMA
Nama lain : Oleum Amygdalarum (NP V)
( Minyak Buah Badam)
Tanaman asal : Prunus amygdalus var. Amara
(bitter almond oil), Prunus amygdalus var.
Dulcis (sweet almond oil) [tidak ada minyak
atsiri]
Familia : Rosaceae
Simplisia : Biji dari buah masak kering

Sweet almond



Bitter almond
DESKRIPSI
Pohon Almond memiliki tinggi ketika dewasa
5m. Dan karakteristik antara sweet almond dan
bitter almond sangat variatif. Terkecuali untuk
bijinya.
Biji almond (meskipun sebenarnya merupakan
buah berbiji). Pada kedua jenis almond memiliki
bentuk pipih, di satu sisi melonjong di sisi lain
melancip. Sweet almond memiliki panjang 2-3
cm, bitter almond memiliki panjang 1.5-2 cm.
KANDUNGAN KIMIA
Kandungan Kimia :
Minyak atsiri 45%
Protein 25-50%
Glikosida amigdalin 1-3%
Enzim emulsin menguraikan amigdalin
minyak atsiri
Protein lain : Amandin

EKSTRAKSI
Cara ekstraksi.
Perolehan biji. (buah berbiji) : buah berbiji yang
sudah matang bisa dikupas bagian luarnya untuk
didapatkan biji di dalamnya (bagian dalam
pengilingan).
Perolehan minyak almond : digiling, ditempatkan
di tas kanvas di antara lempeng pemanas. Hasil
susut dan penyaringan yang berupa minyak
warna kuning pucat dengan sedikit bau lunak
yang mirip kacang.
CONT
Perolehan minyak atsiri : pada bitter almond
yang sudah diperoleh minyak almondnya,
dimaserasi beberapa jam. Tidak ada minyak
atsiri pada sweet almond karena tidak ada
amygdalin.
Standar : mengandung sebagian besar
benzaldehida, 2-4% HCN. Pemisahan
benzaldehida dan HCN dapat dilakukan dengan
destilasi uap. Dimana hanya terdapat
benzaldehida saja.
KEGUNAAN
Kegunaan :
Sedativum
Obat batuk,
Corrigens,
Amandin dan Emulsin Emulsifying agent
Kegunaan lain
Flavouring agents
Bahan makanan
DAFTAR PUSTAKA
Croton oil." Encyclopdia Britannica. Encyclopdia Britannica Online.
Encyclopdia Britannica Inc., 2011. Web. 23 Nov. 2011.
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/144332/croton-oil
Natures Natural India-Croton oil. 23 Nov. 2011.
http://www.essentialoilexporters.com/croton-oil.html
Damayanti, R. dan Yuningsih. Studi Pendahuluan Pemurnian Ekstrak Biji
Kelamakian (Croton tiglium) Dengan Teknik Solid Phase Extraction
(SPE). Jurnal Bul. Littro. Vol.21 No.2, 2010,184-191.
Jurnal IPB.
http://www.scribd.com/doc/25263857/Biji-Labu-Merah-Untuk-Mengobati-
Cacing-Pita




DAFTAR PUSTAKA
Heyne,K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia III. Jakarta :
Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan.
Dewick, Paul M. 1997. Medicinal Natural Products : A
Biosynthetic Approach. England : john Wiley and Sons Ltd.
http://www.henriettesherbal.com/eclectic/usdisp/taraktogeno
s_oleu.html
http://www.lhncbc.nlm.nih.gov/lhc/docs/published/2003/pub2
003048.pdf
http://www.ehealthme.com/q/oleum+chaulmoograe-side-
effects-drug-interactions
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/108073/chaulm
oogra-oil
DAFTAR PUSTAKA
Brink, M., R. P. Escobin, (Eds.). Plant
Resources of South-East Asia No 17. Fibre
plants. 2003. Leiden: Backhuys Publishers.
Claus,Edward P. Pharmacognosy. 1961.
USA: Lea & Febiger.
Dewick, Paul M. Medicinal Natural Products.
1997. Chichester: John Wiley & Sons.
Wade, A., M. Phil, ed. Martindale: The Extra
Pharmacopoeia. Ed. ke-27. 1977. London:
Pharmaceutical Press.
Hale-White, William. Materia medica,
pharmacy, pharmacology, and therapeutics.
1894. Philadelphia: P. Blakistons son & co.
DAFTAR PUSTAKA

Claus, Edward. 1961.Pharmacognosy Foutrh Edition.
Penerbit LEA & FEBIGER.USA
Zhang, Shao Bing, 2011, Aqueous Enzymatic Extraction of
Oil and Protein Hydrolysates from Roasted Peanut Seeds,
JAOCS, Journal of the American Oil Chemists' Society
http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/summary





DAFTAR PUSTAKA
Sumber :
Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan RI, 1974.
Henrich, Michael. 2004. Fundamentals of Pharmacognosy and Phytoterapy. London :
Churchill Livingstone
Bioversity. 2004. Descriptors for Sesame (Sesamum spp.). UK : Bioversity
International. Style Sheet.
http://books.google.com/books?id=pqeVXpweAcYC&pg=PR9&dq=sesamum+indicum,
+sesame+oil&hl=en&ei=W9_nTMbvDYKovQPQ8MTCCA&sa=X&oi=book_result&ct=re
sult#v=onepage&q=sesamum%20indicum%2C%20sesame%20oil&f=false
Edgar, Ands Louis. 2009. Vegetable Fats and Oils. UK: BiblioBazaar, LCC. Style
Sheet.
http://books.google.com/books?id=k40aKzz_azEC&pg=PA74&dq=sesamum+indicum,+
sesame+oil&hl=en&ei=W9_nTMbvDYKovQPQ8MTCCA&sa=X&oi=book_result&ct=res
ult&resnum=3&ved=0CC8Q6AEwAg#v=onepage&q=sesamum%20indicum%2C%20se
same%20oil&f=false
Winarsi, Hery. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Style Sheet. http://books.google.com/books?id=AlC1KQ2Oaj0C&pg=RA1-
PT128&dq=kandungan+kimia+minyak+wijen&hl=en&ei=tNPoTOjZLInMuAOr_dXCCA&
sa=X&oi=book_result&ct=book-preview-
link&resnum=7&ved=0CEQQuwUwBg#v=onepage&q=kandungan%20kimia%20minya
k%20wijen&f=false


DAFTAR PUSTAKA
http://www.dpi.nsw.gov.au/__data/assets/pdf_file/0003/87168/pf227-Chemistry-
and-quality-of-olive-oil.pdf
http://www.eliman-international.com/jenis-jenis-minyak-zaitun
http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2010/02/100214_italianfakes.shtml
http://www.elolivo-olive-oil.com/Chemical-Composition-of-Olive-Oil-sp-18.html
http://www.ewg.org/skindeep/ingredient/704252/OLEA_EUROPAEA_(OLIVE)_OIL
/
http://www.pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Olea+europaea
http://www.aromatherapies.net/blog/tag/olea-europaea
http://id.wikipedia.org/wiki/Zaitun
http://en.wikipedia.org/wiki/Olive
http://nabilmufti.wordpress.com/2011/06/30/manfaat-buah-dan-minyak-zaitun/
http://images.marthiansite.multiply.com/attachment/0/SXxlYQoKCD8AABkMW2s1/
KARYA%20TULIS%20ILMIAH%20-
%20MARTHIAN%20IVANSIUS.pdf?nmid=180725087
http://plantamor.com/index.php?plant=1901
http://thelivingroom14.blogspot.com/2011/09/olive-oil-minyak-zaitun.html
http://farmasikita.wordpress.com/2009/01/12/pemalsuan-dan-penurunan-mutu-
simplisia/

DAFTAR PUSTAKA
http://www.apricotkerneloil.com
http://www.ehow.com/about_4601969_what-peach-
kernel-oil.html
http://www.wisegeek.com/what-is-apricot-kernel-oil-used-
for.html
http://www.wisegeek.com/what-is-peach-kernel.html
http://www.ehow.com/list_6687137_benefits-apricot-
oil_.html
http://www.ehow.com/list_7544816_uses-apricot-kernel-
oil.html
http://www.newdirectionsaromatics.com/peach-kernel-
carrier-oil-refined-p-1381.html




http://diploma.chemistry.uii.ac.id/index.php?option=com_content&task=
view&id=48&Itemid=119
http://www.minyak-kelapa.com/artikel/manfaat.php
http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/07/manfaat-minyak-kelapa-dan-
khasiatnya.html
http://www.henriettesherbal.com/eclectic/kings/cocos_oleu.html
http://www.halal.wg.ugm.ac.id/berita-16-halal-research-group-
publikasikan-penelitiannya-di-food-chemistry.html
http://apwardhanu.wordpress.com/2009/07/31/teknologi-produksi-
minyak-kelapa/
http://binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com/2009/12/farmakognosi.ht
ml
Claus, Edward P. 1962. Pharmacognosy. Philadelphia: Lea & Febiger


DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
http://www.althp.co.nz/?q=high_country_lanolin_skinc
are_range
Rhemingtons Pharmaceutical Sciences. Hal. 944. C.
Boyd Granberg,PhD.15
th
Ed.
Farmakope Indonesia Edisi IV
http://www.essential7.com/butterswaxes/lanolin.html
http://www.flickr.com/photos/thomasinaknits/3144850
835/sizes/m/in/photostream/
http://www.flickr.com/photos/jakobeep/4405537267/si
zes/m/in/photostream/
DAFTAR PUSTAKA
Dewick, Paul M. 1997. Medicinal Natural Products :
a biosynthetic approach. England : John Wiley and
Sons Ltd.
Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia III.
Jakarta: Koperasi Karyawan Departemen
Kehutanan .
Samuelsson, Gunnar. 1999. Drugs of Natural Origin
ed IV. Stockholm : Swedish Pharmaceutical Press.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1866
1/4/Chapter%20II.pdf
http://www.iccri.net/index.php?option=com_content&
view=article&id=93&Itemid=94