Anda di halaman 1dari 18

Oleh :

Dr. Sukesi, MM




DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
Latar belakang diperlukannya pengelolaan
barang milik daerah adalah :
Reformasi bidang keuangan negara termasuk
didalamnya mencakup bidang pengelolaan
barang milik / kekayaan negara yang diatur
dalam UU No.1 /2004, dinyatakan bahwa
pemerintah wajib melakukan pengamanan
terhadap barang milik daerah.


Belum lengkapnya data mengenai
jumlah, nilai, kondisi dan status
kepemilikannya.
Belum tersedianya database yang akurat
dalam rangka Penyusunan Neraca
Pemerintah.
Pengaturan yang ada belum memadai
dan terpisah-pisah.
Kurang adanya persamaan persepsi
dalam hal pengelolaan barang milik
negara / daerah.

Memberikan pemahaman umum mengenai
pengelolaan barang milik daerah.
Memberikan pemahaman, pengetahuan dan
ketrampilan mengenai penatausahaan barang
daerah mencakup : pembukuan,
inventarisasi, dan pelaporan.
a. Kejelasan status atas kepemilikan barang
milik daerah
b. Inventarisasi kekayaan daerah dan masa
pakai barang milik daerah
c. Optimalisasi pengunaan dan pemanfaatan
untuk peningkatan PAD
d. Antisipasi kondisi barang milik daerah
dalam fungsi pelayanan publik
e. Sebagai dasar Penyusunan Neraca
f. Memenuhi kewajiban untuk melaporkan
kondisi dan nilai barang milik daerah secara
berkala
g. Pengelolaan barang milik daerah dapat
meningkatkan akuntabilitas, manajemen
layanan dan efisiensi keuangan


Dasar hukum pengelolaan Barang Milik
Daerah
Manfaat Pengelolaan Barang Milik Daerah
Pengertian Asset dan Barang Milik Daerah
Penatausahaan Pengelolaan Barang Milik
Daerah terdiri dari
Pembukuan,
Inventarisasi,
Pelaporan
UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara
UU No. 1/ 2004 tentang Perbendaharaan
Negara.
PP No. 6/2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah.
PP No.38/2008 tentang Perubahan atas
PP No.6/2006.
Permendagri No.13/2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Permendagri No.17/2007 tentang
Pedoman teknis Pengelolaan Barang Milik
Daerah
UU No.54/2010 Tentang Pengadaan Barang
Dan Jasa

Pengertian Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang
dimiliki dari kegiatan ekonomi di masa
lalu yang memberi manfaat ekonomi atau
keuntungan sosial di masa yang akan
datang, memiliki nilai ekonomis,
termasuk sumber yang diperlukan untuk
pelayanan publik dan sumber yang
dipertahankan sehubungan dengan nilai
sejarah atau budaya.
Aset Daerah mencakup :
Aset Lancar : Kas, Uang di Bank, Piutang,
Persediaan, Investasi jangka pendek
Aset Tetap : Tanah, Bangunan, Gedung, Jalan,
Irigasi dan Jaringan, Mesin dan Peralatan
Aset Tetap Lainnya : Konstruksi dalam pengerjaan
Aset LainnyaTak Berwujud : Tagihan penjualan
angsuran, Kemitraan dengan pihak ketiga
Pengertian Barang Daerah
Barang Milik Daerah merupakan bagian
dari aset pemerintah Daerah yang
berwujud. Barang Milik Daerah tercakup
dalam aset lancar dan aset tetap,
meliputi (Pasal 3 Pemendagri 17/2007) :
- barang yang dibeli atau diperoleh atas
beban APBD
- barang yang berasal dari perolehan
lainnya yang sah

-Barang yang diperoleh dari
hibah/sumbangan atau yang sejenis
-Barang yang diperoleh sebagai
pelaksanaan dari perjanjian/kontrak
- Barang yang diperoleh berdasarkan
ketentuan Undang-Undang atau
- Barang yang diperoleh berdasarkan
putusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap

Merupakan rangkaian kegiatan dan
tindakan terhadap barang daerah meliputi
penjualan barang melalui pelelangan dan
pengecualiannya, perencanaan
kebutuhan, tata cara penggunaan,
pengadaan, penerimaan, penyimpanan
dan penyaluran, pemanfaatan,
pemeliharaan, penatausahaan, penilaian,
penghapusan, pemindahtanganan.
Rumusan tersebut merupakan siklus
minimal atas seluruh mata rantai siklus
pengelolaan barang milik negara /daerah

1. Landasan Filosofi
Hakekat BMD merupakan salah satu unsur
penting penyelenggaraan pemerintahan
dalam kerangka NKRI untuk mencapai
tujuan dan cita-cita berbangsa dan
bernegara sebagaimana diamanatkan dalam
Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu,
pengelolaan BMD perlu dilakukan dengan
mendasarkan pada peraturan perundang-
undangan yang berlaku untuk menjamin
tercapainya cita-cita dan tujuan dimaksud.
2. Landasan Operasional
Landasan Operasional Pengelolaan BMD
lebih berkaitan dengan kewenangan
institusi atau Lembaga Pengelola /
Pengguna Barang Milik Daerah
3. Landasan Yuridis
Acuan dasar dalam BMN/D tertuang dalam
UU No.17/2003 dan UU No.1/2004,
khususnya Ban VII pasal 42 s/d pasal 50
4. Landasan Sosiologis
Rasa ikut memiliki masyarakat terhadap BMD
merupakan wujud kepercayaan kepada
pemerintah antara lain diwujudkan dalam
bentuk keterlibatannya dalam merawat dan
mengamankan BMD dengan baik. Pengaturan
yang memadai mengenai pengelolaan BMD
antara lain diharapkan dapat meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam pengamanan
dan optimalisasi pendayagunaan BMD dengan
selau mendasarkan pada kaidah-kaidah yang
berlaku.