Anda di halaman 1dari 6

Elemen Transposabel

Transposable Genetic Element


Transposon adalah kemampuan materi genetik untuk berpindah posisi.
Ketika element dari materi genetik mengalami perpindahan dari satu lokasi
ke lokasi yang lain, akan bisa terjadi kemungkinan kromosom rusak atau
terjadi mutasi gen.
Transposon memiliki 3 kategori utama jika ditinjau dari bagaimana cara
materi genetik tersebut bertransposisi.
1. Kategori cut-and-paste transposition
Kategori yang pertama yakni penarikan atau pengambilan posisi
materi genetik pada suatu kromosom dan menyisipkannya ke dalam
posisi lain. Penarikan dan penyisipan materi genetik tersebut
dikatalisis oleh enzim yang disebut transposase, yang biasanya
dihasilkan oleh materi itu sendiri. Kejadian seperti ini biasa disebut
dengan cut-and-paste transposition. Dengan kata lain pemotongan
posisi dari suatu genom dan disisipkan pada posisi yang lain dengan
bantuan enzim yang dihasilkan oleh genom itu sendiri dan disebut
dengan transpoase.
2. Kategori Transposons Replikatif
Transposisi terjadi di anatara elemen dan sebuah tempat materi
genetik hasil penyisipan yang memiliki potensial.Selama interaksi
ini, elemen mengalami replikasi dan materi gebetik tadi disalin dan
disisipkan dalam tempat yang lain. Dengan kata lain yakni
penyalinan materi genetik yang terjadi selama proses transposisi.
3. Kategori Retroposons
Retrotransposon menghasilkan molekul-molekul RNA yang dapat
mentranskip menjadi molekul-molekul DNA yang kemudian akan
disisipkan ke dalam posisi genomik yang baru.

Transposable element in bacteria
Ada 3 jenis utama dalam transposons bakteri :
1. Insertion sequences (IS) adalah elemen urutan sisipan yang
merupakan unsur genetik yang mampu menyisip ke tempat baru
pada replikon yang sama maupun berbeda. IS tidak dapat
mereplikasi dirinya sendiri. Urutan dari kelompok IS sederhana
biasanya hanya mengandung gen tunggal yang mengkode satu
enzim, transposase, yang penting untuk transposisi elemen IS.
2. Transposon adalah unsur genetik yang mengandung beberapa kpb
DNA, termasuk nformasi yang diperlukan untuk migrasi dari satu
lokus genetik ke lokus genetik lain, terutama untuk fungsi khusus
misalnya resistensi terhadap antibiotik.
3. Tn3 merupakan elemen dari kelompok transposons yang memiliki
ulangan ujung terbalik sepanjang 38-40 pasang nukleotid, lebih
besar daripada elemen IS dan biasanya mengandung gen yang
dibutuhkan untuk transposisi. Transposisi pada Tn3 berlangsung
dalam dua tahap. Tahap pertama adalah transposase memediasi
penggabungan antara dua molokul sehingga membentuk struktur
yang disebut cointegrate. Selama proses ini, transposon mengalami
replikasi dan masing-masing membentuk sambungan
pada cointegrate. Pada tahap kedua, pengkode tnpR memutuskan
mediasi rekombinasi pada lokasi yang spesifik antara dua Tn3
elemen. tahapan ini muncul pada urutan di Tn3 yang disebut res,
lokasi resolusi, dan menyebabkan timbulnya dua molekul, masing-
masing dengan kopian dari transposon.
Pada intinya ketiga jenis transpososn ini dibedakan berdasarkan
ukuran dan strukturnya.
Cut-and-Paste Transposons in Eukaryotes
Para ahli genetika menemukan berbagai jenis transposon
di eukariota. Unsur-unsur ini bervariasi dalam ukuran, struktur, dan
perilaku. transposon eukariotik yang bergerak oleh mekanisme cut-and-
paste, yaitu semua elemen ini telah diulang sampai pada bagian akhir
kemudian menciptakan duplikasi situs target ketika mereka masukkan ke
dalam molekul DNA. Beberapa menyandikan transposase yang
mengkatalisis gerakan dari elemen satu posisi ke yang lainnya. Elemen
transposabel ditemukan dengan menganalisa ketidakstabilan genetik pada
jagung,
Elemen Ac dan Ds di Jagung
The Ac dan Ds elemen dalam jagung ditemukan oleh ilmuwan
Amerika Barbara McClintock. Melalui analisis genetik, McClintock
menunjukkan bahwa kegiatan ini elemen bertanggung jawab atas belang dan
bercak biji jagung. McClintock menemukan Ac dan Ds elemen dengan
mempelajari kerusakan kromosom. Dia menggunakan penanda genetik yang
mengontrol warna biji jagung untuk mendeteksi peristiwa kerusakan. Ketika
penanda tertentu hilang, McClintock disimpulkan bahwa segmen kromosom
yang itu terletak juga telah hilang, merupakan indikasi bahwa peristiwa
kerusakan telah terjadi. Hilangnya penanda terdeteksi oleh perubahan
dalam warna aleuron, lapisan terluar dari endosperm triploid biji jagung.
McClintock memberi nama faktor yang menyebabkan kerusakan
ini Ds (disosiasi). Ds diaktifkan oleh faktor lain yang disebut Ac (aktivator).
Dua faktor inilah yang menyebabkan ketidakstabilan
Baik Ac maupun Ds adalah bagian dari elemen transposabel. Elemen
ini secara struktur saling terhubung dan dapat memasuki lokasi berbeda
pada kromosom. Ketika salah satu dari elemen ini masuk atau berada dekat
sebuah gen, fungsi dari gen tersebut telah berubah. Bahkan fungsi dari gen
tersebut bisa benar-benar hilang. Oleh karena itu, McClintock
menyebut Ac dan Ds sebagai elemen pengontrol.

Retrotransposon dan Retrovirus
1. Retrotransposon ialah suatu element yang menghalangi terjadinya
transposable element , dengan kata lain retrotransposon menghalangi
terjadinya transposable elemen RNA yang akan di transkripsi ke
dalam elemen DNA.
2. Retrotransposon ini terdapat atau disebabkan karena adanya
retrovirus. Genom dari virus ini memiliki rantai tunggal- RNA.
Ketika virus ini menjangkit atau menginfeksi inang, RNA tersebut
tersalin menjadi rantai ganda-DNA.

Transposable Elements in Humans
Genom manusia dihuni oleh beragam susunan dari elemen transposabel
yang catatannya secara kolektif untuk 44 persen dari seluruh DNA manusia.
Dengan urutan genom manusia, dapat diketahui pentingnya elemen
transposable.Yaitu 44 persen dari DNA manusia berasal dari elemen transposable,
termasuk unsur-unsur retroviruslike (8 persen ), retroposons (33 persen), dan
mekanisme cut-dan-paste (3 persen).
Transposon Cut-and-paste merupakan komponen kecil dari genom
manusia. Urutan DNA telah mengidentifikasi dua elemen yang jauh terkait dengan
elemen Ac / Ds jagung, serta beberapa jenis lain dari unsur-unsur. Semua bukti
yang tersedia menunjukkan bahwa jenis transposon telah tidak aktif selama
bertahun- jutaan tahun.
Genom manusia mengandung empat jenis dasar elemen transposabel:
LINEs, SINEs, retroviruslike elemen, dan cut-dan-paste transposon. L1 LINE dan
Alu SINE yang aktif; transposon manusia lainnya muncul tidak aktif.
The Genetic and Evolutionary Significance of Transposable Elements

1. Transposon sebagai mutagen
Secara langsung mutasi seringkali disebabkan oleh hasil dari
aktivitas transposable element. Transposon adalah unsur intrinsik mutagen
yang alami. Genom yang dihasilkan selalu melakukan mutasi gen dan
menghancurkan kromosom.

2. Transormasi genetik dengan Transposon
Transposons dapat digunakan untuk memindahkan gen yang berbeda
dari satu tempat ke tempat yang lain dalam satu genom, hasilnya gene
tersebut menjadi transposon cargo. Transposon bisa jadi dapat
memindahkan gen dari satu organisme ke organisme lain yaitu dengan
mentransform DNA dari organisme tersebut.

3. Transposon dan susunan genom
Transposon dapat memiliki fungsi crossing over. Persilangan antara
transposon yang berpasangan dapat membentuk pementukan kembali
kromosom yang hancur (berantakan).

Pertanyaan:
1. Bagaimana dapat dua transposon dalam keluarga yang sama mengalami
delesi DNA di antara kromosom mereka?
2. Faktor apa yang harus ada pada jagung untuk memobilisasi elemen Ds
agar dapat dimasukkan ke dalam lengan kromosom?

Jawaban:
1. Dua transposon harus berada di orientasi yang sama. Pasangan antara
transposon diikuti oleh rekombinasi akan pemotongan kromosom.
2. Sebuah elemen Ds digerakkan ketika transposase yang
dikodekan oleh elemen Ac bertindak di atasnya. Sebuah elemen Ac
harus ada di suatu tempat dalam genom jagung.

TRANSPOSABLE ELEMENT

Rangkuman
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Genetika I
yang dibina oleh Bapak Duran Corebrima



oleh
Alifah Cholifah 120341421964
Dianti Wulandari 120341421941













UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
Januari 2014