Anda di halaman 1dari 2

TUGAS SOSIOLOGI KEDOKTERAN GIGI PDG GENAP PERTEMUAN KE-1

RABU, 10 SEPTEMBER 2014



NAMA : RENAISSA PRITHASURI DARAJATI
NIM : 14/362539/KG/9848


1. Mendefinisikan sosiologi kesehatan
2. Memaparkan ciri-ciri sosiologi kesehatan
3. Memaparkan fungsi dari sosiologi kesehatan
Jawaban :
1. Definisi Sosiologi kesehatan
Istilah sosiologi secara terminologis merupakan gabungan dari dua kata yang berasal
dari bahasa Yunani, yaitu socius dan logos. Kata socius berarti kawan, berkawan, atau
bermasyarakat. Sedangkan kata logos berarti pembicaraan mengenai sesuatu, atau
dapat juga diartikan sebagai ilmu. Jadi, secara harfiah sosiologi dapat diartikan ilmu
tentang masyarakat. Objek yang dipelajari dalam sosiologi adalah manusia,
khususnya manusia sebangai makhluk bermasyarakat.
Sosiologi merupakan suatu disiplin ilmu yang secara sistematis mempelajari kelakuan
sosial manusia berkenaan dengan pola-pola dan interaksi antara individu dan
kelompok.
Ilmu sosiologi memiliki cakupan yang sangat luas. Oleh karena itu, sosiologi masih
dibagi-bagi lagi menjadi beberapa sub disiplin ilmu. Salah satunya sosiologi
kesehatan.
Sosiologi kesehatan adalah sub disiplin ilmu sosiologi terapan yang mempelajari
faktor-faktor sosial yang yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Tidak hanya
mengkaji aspek fisik kesehatan masyarakat, sosiologi kesehatan juga mengkaji
aspek non fisik dalam kesehatan masyarakat (aspek perilaku) yang meliputi
perilaku kesehatan pada masyarakat, social value, pengaruh nilai dan norma sosial
terhadap kesehatan, serta interaksi yang terjadi baik antar tenaga medis, maupun
antara masyarakat dan tenaga medis.
Berbeda dengan sosiologi kedokteran yang lebih menekankan pada aspek fisik berupa
factor-faktor sosial dalam etiologi, prevalensi, dan interpretasi suatu penyakit.

2. Ciri-ciri Sosiologi Kesehatan
a. Empiris
Sosiologi berdasarkan hasil sebuah observasi dan bukti-bukti yang dapat diuji
secara faktual (dapat dilihat, ditimbang, diukur, dan diperiksa ketelitiannya oleh
pengamat lain)
b. Rasional
Kajian sosiologi dapat diterima akal sehat dan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah.
c. Teoretis
Sosiologi berusaha menyusun hasil observasi yang menjelaskan hubungan sebab
akibat sehingga menjadi sebuah teori.
d. Kumulatif
Teori-teori dalam sosiologi berasal dari teori-teori yang telah ada sebelumnya.
Dan teori-teori yang baru digunakan untuk memperbaiki, mengembangkan, dan
melengkapi teori-teori sebelumnya.
e. Non etis
Sosiologi tidak mengkaji baik buruknya suatu fenomena, namun berusaha
melakukan penjelasan analitis terhadap suatu peristiwa. Dan tidak memiliki
standardisasi tertentu.
f. Abstrak
Sosiologi mengkaji bentuk-bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat,
bukan wujudnya secara konkrit.
g. Bersifat umum
Sosiologi mengkaji prinsip dan hukum umum dalam interaksi sesame manusia.
h. Kategoris
Sosiologi mengkaji apa yang terjadi saat ini, bukan yang seharusnya terjadi.

3. Fungsi Sosiologi kesehatan
Sosiologi kesehatan bermanfaat untuk mengetahui susunan masyarakat serta
proses-proses yang terjadi di dalamnya sehingga dapat menentukan kebijakan yang
tepat sasaran dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam proses pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur dan sistem
pelayanan kesehatan, sosiologi berperan pada tahap perencanaan, yaitu dengan
mengetahui kondisi kesehatan masyarakat dan stratifikasi sosial-ekonomi masyarakat.
Kemudian pada tahap pelaksanaan, sosiologi berperan dalam identifikasi kebutuhan
dan permasalahan kesehatan masyarakat, kekuatan sosial dalam masyarakat, dan
pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi. Selanjutnya, pada tahap evaluasi
sosiologi kesehatan berperan untuk meninjau dan menilai berjalannya proses
pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan, serta menentukan perbaikan dan
pengembangan di masa yang akan datang.





Referensi:
Materi kuliah sosiologi KG Rabu, 10 September 2014
Sudarma, Momon (2008) Sosiologi untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika