Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Angka harapan hidup di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat.
Hal itu berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia)
dibanding jumlah penduduk secara keseluruhan. Kantor Kementerian
Koordinator Kesejahteraan Rakyat (KESRA) melaporkan jika tahun !"#$ usia
harapan hidup (%HH) &'' tahun dan jumlah lansia (.""#.&)* orang (&)&+)
maka pada tahun '$$, menjadi !" juta orang (#"$+) dan %HH juga
meningkat (,,' tahun). -ada tahun '$!$ perkiraan penduduk lansia di
Indonesia akan mencapai '*" juta atau "(( + dan %HH sekitar ,() tahun.
Sepuluh tahun kemudian atau pada '$'$ perkiraan penduduk lansia di
Indonesia mencapai '## juta atau !!*) + dengan %HH sekitar (!! tahun.
-enurunan .ungsi tubuh akan menurun seiring bertambahnya umur
seseorang. Hal itu membuat lansia sangat identik dengan menurunnya daya
tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. /eberapa perubahan
dapat terjadi pada saluran cerna atas akibat proses penuaan terutama pada
ketahanan mukosa lambung. Kadar asam lambung lansia biasanya mengalami
penuruna hingga #&+. -enurunan tersebut akan membuat lansia rentan
menderita penyakit.
0ansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung
dari penyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia semakin
banyak jenis obat yang diperlukan. /anyaknya jenis obat akan menimbulkan
masalah antara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan
kebingungan dalam menggunakan atau cara minum obat. 1isamping itu dapat
meningkatkan resiko e.ek samping obat atau interaksi obat.
1ispepsia atau sakit maag adalah sekumpulan gejala (sindrom) yang
terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium mual muntah
kembung rasa penuh atau cepat kenyang dan sering bersenda2a. Kondisi
tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia. 3ika tidak diantisipasi dengan
1
deteksi dini dan tindakan yang tepat maka dapat berakibat .atal bagi lansia.
4leh karena itu peningkatan jumlah penduduk lansia harus diimbangi dengan
peningkatan pelayanan kesehatan. Harapannya agar terjadi peningkatan
kualitas hidup lansia dan memperkecil resiko lansia yang menderita penyakit
salah satunya adalah dispepsia.
B. Rumusan masalah
!. Apa de.inisi etiologi mani.estasi dan komplikasi dispepsia5
'. /agaimana pato.isiologi (path2ay) dan pemeriksaan penunjang dispepsia5
*. Apa saja pengkajian yang perlu dilakukan pada pasien lansia dengan
dispepsia5
). Apa diagnosa yang sering muncul pada pasien lansia dengan dispepsia5
&. Inter6ensi apa saja yang dapat diterapkan pada pasien lansia dengan
dispepsia5
C. Tujuan
!. %ntuk mengetahui de.inisi etiologi mani.estasi dan komplikasi dispepsia.
'. %ntuk mengetahui path2ay dan pemeriksaan penunjang dispepsia.
*. %ntuk mengetahui pengkajian yang perlu dilakukan pada pasien lansia
dengan dispepsia.
). %ntuk mengetahui diagnosa yang sering muncul pada pasien lansia dengan
dispepsia
&. %ntuk mengetahui inter6ensi apa saja yang dapat diterapkan pada pasien
lansia dengan dispepsia.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. De!n!s!
1ispepsia berasal dari bahasa 7unani (1ys) berarti sulit dan -epse
berarti pencernaan. 1ispepsia merupakan kumpulan keluhan8gejala klinisyang
terdiri dari rasa tidak enak8sakit di perut bagian atas yang menetap atau
mengalamikekambuhan. Keluhan re.luks gastroeso.agus klasik berupa rasa
panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung kini tidak lagi
termasuk dispepsia. -engertian dispepsia terbagi dua yaitu 9
!. 1ispepsia organik bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai
penyebabnya.Sindroma dispepsi organik terdapat kelainan yang nyata
terhadap organ tubuh misalnyatukak (luka) lambung usus dua belas jari
radang pankreas radang empedu dan lain:lain.
'. 1ispepsia nonorganik atau dispepsia .ungsional atau dispesia nonulkus
(1;%) bila tidak jelas penyebabnya. 1ispepsi .ungsional tanpa disertai
kelainan atau gangguan struktur organberdasarkan pemeriksaan klinis
laboratorium radiologi dan endoskopi (teropong saluranpencernaan).
1ispepsia atau sakit maag adalah sekumpulan gejala (sindrom) yang
terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium mual muntah
kembung rasa penuh atau cepat kenyang dan sering bersenda2a. /iasanya
berhubungan dengan pola makan yang tidak teratur makanan yang pedas
asam minuman bersoda kopi obat:obatan tertentu ataupun kondisi
emosional tertentu misalnya stress (<iba2a '$$,).
1ispepsia merupakan kumpulan keluhan8gejala klinis yang terdiri dari
rasa tidak enak8sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami
kekambuhan keluhan re.luks gastroeso.agus klasik berupa rasa panas di dada
(heartburn) dan regurgitasi asam lambung kini tidak lagi termasuk dispepsia
(=ansjoer A edisi III '$$$).
3
1ispepsia merupakan kumpulan keluhan8gejala klinis (sindrom) yang
terdiri dari rasa tidak enak8sakit diperut bagian atas yang dapat pula disertai
dengan keluhan lain perasaan panas di dada daerah jantung (heartburn)
regurgitasi kembung perut terasa penuh cepat kenyang senda2a anoreksia
mual muntah dan beberapa keluhan lainnya (<arpadji Sar2ono et all !"",
hal. ',)
B. Et!"l"g!
/eberapa perubahan dapat terjadi pada saluran cerna atas akibat proses
penuaan terutama pada ketahanan mukosa lambung (<iba2a '$$,). Kadar
asam lambung lansia biasanya mengalami penuruna hingga #&+.
1ispepsia dapat disebabkan oleh kelainan organik yaitu 9
a. >angguan penyakit dalam lumen saluran cerna9 tukak gaster atau
duodenum gastritis tumor in.eksi bakteri Helicobacter pylori.
>ambar !. In.eksi bakteri H. Pylori
b. 4bat:obatan9 anti in.lamasi non steroid (4AI;S) aspirin beberapa jenis
antibiotik digitalis teo.ilin dan sebagainya.
c. -enyakit pada hati pankreas maupun pada sistem bilier seperti hepatitis
pankreatitis kolesistitis kronik.
4
d. -enyakit sistemik seperti diabetes melitus penyakit tiroid penyakit jantung
koroner.
1ispepsia .ungsional dibagi * yaitu 9
a. 1ispepsia mirip ulkus bila gejala yang dominan adalah nyeri ulu hati.
b. 1ispepsia mirip dismotilitas bila gejala dominan adalah kembung mual
cepat kenyang.
c. 1ispepsia non:spesi.ik yaitu bila gejalanya tidak sesuai dengan dispepsia
mirip ulkus maupun dispepsia mirip dismotilitis.
-eranan pemakaian 4AI;S dan in.eksi H. Pylori sangat besar pada
kasus:kasus dengan kelainan organik (-anchmatia '$!$).
C. Man!estas! #l!n!s
a. ;yeri perut (abdominal discomfort),
b. Rasa perih di ulu hati
c. =ual kadang:kadang sampai muntah
d. ;a.su makan berkurang
e. Rasa lekas kenyang
.. -erut kembung
g. Rasa panas di dada dan perut
h. Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba:tiba).
D. Pat"!s!"l"g!
-erubahan pola makan yang tidak teratur obat:obatan yang tidak jelas
?at:?at seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi keji2aan stres
pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong
kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan
antara dinding:dinding lambung kondisi demikian dapat mengakibatkan
peningkatan produksi H@0 yang akan merangsang terjadinya kondisi asam
pada lambung sehingga rangsangan di medulla oblongata memba2a impuls
muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan.
5
Path$a%
E. #"m&l!kas!
-enderita sindroma dispepsia selama bertahun:tahun dapat memicu
adanya komplikasi yang tidak ringan. Salah satunya komplikasi dispepsia yaitu
luka di dinding lambung yang dalam atau melebar tergantung berapa lama
lambung terpapar oleh asam lambung. /ila keadaan dispepsia ini terus terjadi
luka akan semakin dalam dan dapat menimbulkan komplikasi pendarahan
6
DISPEPSIA
Respon mukosa lambung
Eks.eliasi
(-engelupasan)
N%er!
N%er! e&!gastr!um b'(
!r!tas! &( muk"sa lambung
-erangsangan sara.
simpatis ;A
(;er6us Aagus)
B -roduksi H@0 di
lambung
=ual muntah
anoreksia
Nutr!s! kurang (ar!
kebutuhan
Merokok
Stress
Kopi C alkohol
Sel epitel kolumner (:)
prduksinya
H@0 kontak dengan
mukosa gaster
DISPEPSIA
)ungs!"nal
6aso dilatasi mukosa gaster
D!s&e&s!a *rgan!k
#e+emasan b'(
&erubahan status
kesehatan
Perubahan
kese!mbngan +a!ran
, elektr"l!t b'(
a(an%a mual,
muntah
saluran cerna yang ditandai dengan terjadinya muntah darah di mana
merupakan pertanda yang timbul belakangan. A2alnya penderita pasti akan
mengalami buang air besar ber2arna hitam terlebih dulu yang artinya sudah
ada perdarahan a2al. Dapi komplikasi yang paling dikuatirkan adalah
terjadinya kanker lambung yang mengharuskan penderitanya melakukan
operasi.
). Pemer!ksaan Penunjang
-emeriksaan penunjang harus bias menyingkirkan kelainan serius
terutama kanker lambung sekaligus menegakkan diagnosis bila mungkin.
Sebagian pasien memiliki resiko kanker yang rendah dan dianjurkan untuk
terapi empiris tanpa endoskopi.
a. Des 1arah
Hitung darah lengkap dan 0E1 normal membantu menyingkirkan
kelainan serius. Hasil tes serologi positi. untuk Helicobacter pylori
menunjukkan ulkus peptikum namun belum menyingkirkan keganasan
saluran pencernaan.
b. Endoskopi (esofago-gastro-duodenoskopi)
Endoskopi adalah tes de.initi6e untuk eso.agitis penyakit epitellium
/arret dan ulkus peptikum. /iopsi antrum untuk tes ureumse untuk
H.pylori (tes @04) (1a6ey-atrick '$$,).
Endoskopi adalah pemeriksaan terbaik masa kini untuk
menyingkirkan kausa organic pada pasien dispepsia. ;amun pemeriksaan
H. pylori merupakan pendekatan berman.aat pada penanganan kasus
dispepsia baru. -emeriksaan endoskopi diindikasikan terutama pada pasien
dengan keluhan yang muncul pertama kali pada usia tua atau pasien dengan
tanda alarm seperti penurunan berat badan muntah dis.agia atau
perdarahan yang diduga sangat mungkin terdapat penyakit struktural.
-emeriksaan endoskopi adalah aman pada usia lanjut dengan
kemungkinan komplikasi serupa dengan pasien muda. Menurut Tytgat GN
endoskopi direkomendasikan sebagai in6estigasi pertama pada e6aluasi
penderita dispepsia dan sangat penting untuk dapat mengklasi.ikasikan
7
keadaan pasien apakah dispepsia organik atau .ungsional. 1engan
endoskopi dapat dilakukan biopsy mukosa untuk mengetahui keadaan
patologis mukosa lambung (<iba2a I 1e2a ;yoman '$$,).
c. 1-0 9 Anemia mengarahkan keganasan
d. E>1 9 Dumor -%1 penilaian eso.agitis
(-ierce.A.>race C ;eil.R./orley '$$,)
e. 1ianjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium termasuk hitung
darah lengkap laju endap darah amylase lipase pro.il kimia dan
pemeriksaan o6um dan parasit pada tinja. 3ika terdapat emesis atau
pengeluaran darah le2at saluran cerna maka dianjurkan untuk melakukan
pemeriksaan barium pada saluran cerna bgian atas (Sch2art? = <illiam
'$$)).
-. Pemer!ksaan )!s!k
Anamnesis dan pemeriksaan .isik pada pasien dyspepsia yang belum
diin6estigasi terutama hasrus ditujukan untuk mencari kemungkinan adanya
kelainan organik sebagai kausa dispepsia. -asien dispepsia dengan alarm
symptoms kemungkinan besar didasari kelainan organik. =enurut <iba2a
('$$,) yang termasuk keluhan alarm adalah9
1. 1is.agia
2. -enurunan /erat /adan (!eig"t loss)
3. /ukti perdarahan saluran cerna ("ematemesis, melena, "ematoc"e#ia,
anemia defisiensi besi,atau fecal occult blood)
4. Danda obstruksi saluran cerna atas (muntah cepat penuh).
-asien dengan alarm symptoms perlu dilakukan endoskopi segera untuk
menyingkirkan penyakit tukak peptic dengan komplikasinya >ER1
(gastroesophageal re.luE disease) atau keganasan.

H. Pen+egahan
8
-ola makan yang normal dan teratur pilih makanan yang seimbang
dengan kebutuhan dan jad2al makan yang teratur sebaiknya tidak
mengkonsumsi makanan yang berkadar asam tinggi cabai alkohol dan
pantang rokok bila harus makan obat karena sesuatu penyakit misalnya sakit
kepala gunakan obat secara 2ajar dan tidak mengganggu .ungsi lambung.
I. Asuhan #e&era$atan
Pengkaj!an
.. B!"(ata
a. Identitas -asien 9 nama umur jenis kelamin suku 8 bangsa agama
pekerjaan pendidikan alamat.
b. Identitas penanggung ja2ab 9 nama umur jenis kelamin agama
pekerjaan hubungan dengan pasien alamat.
/. #eluhan Utama
0. R!$a%at #esehatan
a. Ri2ayat kesehatan sekarang
b. Ri2ayat kesehatan yang lalu
c. Ri2ayat kesehatan keluarga
1. #ea(aan Umum
a. Dingkat kecemasan
b. Danda:tanda 6ital 9 tekanan darah suhu nadi dan respirasi.
c. -enampilan umum 9 lemah atau tidak
2. Pemer!ksaan
a. Kulit 9 2arna kulit dan tekstur kulit.
b. Kuku 9 keadaan kuku dan 2arna kuku.
c. Kepala 9 bentuk kepala kelainan keadaan rambut dan kulit kepala.
d. =ata 9 sklera konjungti6a re.lek cahaya pupil dan kelainan.
e. Hidung 9 .ungsi penciuman bentuk serumen kelainan.
.. Delinga 9 .ungsi pendengaran bentuk dan keadaan telinga.
g. =ulut 9 .unsi pengecapan kebersihan gigi dan kelainan bibir.
h. 1ada dan paru:paru 9 bentuk dan .rekuensi napas.
i. Abdomen 9 ;yeri tekanan
9
j. >enitalia 9 keadaan rectum
k. Kekuatan otot 9 re.lek bisep trisep patella dan babyn sky.
3. As&ek Ps!k"4S"s!al4S&!r!tual
a. Aspek -sikologis
b. Aspek Sosial
c. Aspek Spritual
5. Akt!6!tas Da!l% L!6!ng
N" 7en!s
Akt!6!tas
Saat Sehat'
D! Rumah
Saat Sak!t'
D! RS
!. =inum
3enis air minum
Frekuensi
Kesulitan
'. -ersonal hygiene
Frekuensi mandi
Sikat gigi
Frekuensi keramas
* Eliminasi
A. Eliminasi .ecal
<arna urine
Konsistensi urine
Kelainan
/. Euminasi urine
<arna urine
Konsintensi urine
Kelainan
) Istirahat 8 tidur
=ulai tidur
0amanya tidur
Sering terjaga
8. Datar Penunjang
a. -emeriksaan diagnostic
10
N" Tanggal 7en!s
Pemer!ksaan
Has!l N!la!
N"rmal
b. -rogram terapi
N" Har!9 Tanggal Nama *bat D"s!s :ang D!ber!kan
D!agn"sa
=enurut Inayah ('$$)) bah2a diagnosa kepera2atan yang la?im timbul
pada klien dengan dispepsia antara lain 9
a. ;yeri epigastrium berhubungan dengan iritasi pada mukosa lambung.
b. ;utrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan rasa tidak enak setelah
makan anoreksia.
c. -erubahan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan adanya
mual muntah.
d. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatannya.
Ren+ana (an !nter6ens! ke&era$atan
a. ;yeri epigastrium berhubungan dengan iritasi pada mukosa lambung.
Tujuan 9 Derjadinya penurunan atau hilangnya rasa nyeri
11
#r!ter!a Has!l 9 klien melaporkan terjadinya penurunan atau hilangnya ras
nyeri.
Inter6ens! Ras!"nal
!. Kaji tingkat nyeri beratnya (skala $:
!$)
'. /erikan istirahat dengan posisi
semi.o2ler
*. Anjurkan klien untuk menghindari
makanan yang dapat meningkatkan
kerja asam lambung.
). Anjurkan klien untuk tetap mengatur
2aktu makannya
&. 4bser6asi DDA tiap ') jam
,. 1iskusikan dan ajarkan teknik
relaksasi
(. Kolaborasi dengan pemberian obat
analgesik
!. /erguna dalam penga2asan ke.ekti.an
obat kemajuan penyembuhan
'. 1engan posisi semi:.o2ler dapat
menghilangkan tegangan abdomen
yang bertambah dengan posisi telentang
*. 1apat menghilangkan nyeri akut8hebat
dan menurunkan akti6itas peristaltik

). =encegah terjadinya perih pada ulu
hati8epigastrium.
&. Sebagai indikator untuk melanjutkan
inter6ensi berikutnya.
,. =engurangi rasa nyeri atau dapat
terkontrol
(. =enghilangkan rasa nyeri dan
mempermudah kerjasama dengan
inter6ensi terapi lain
b. ;utrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan rasa tidak enak setelah
makan anoreksia.
Tujuan 9 =enunjukkan peningkatan berat badan mencapai rentang yang
diharapkan indi6idu.
12
#r!ter!a Has!l 9 menyatakan pemahaman kebutuhan nutrisi
Inter6ens! Ras!"nal
!. -antau dan dokumentasikan dan
haluaran tiap jam secara adekuat
'. Dimbang // klien
*. /erikan makanan sedikit tapi sering
). @atat status nutrisi paasien9 turgor kulit
timbang berat badan integritas mukosa
mulut kemampuan menelan adanya
bising usus ri2ayat mual8rnuntah atau
diare.
&. Kaji pola diet klien yang disukai8tidak
disukai.
,. =onitor intake dan output secara
periodik.
(. @atat adanya anoreksia mual muntah
dan tetapkan jika ada hubungannya
dengan medikasi. A2asi .rekuensi
6olume konsistensi /uang Air /esar
(/A/).
!. %ntuk mengidenti.ikasi indikasi atau
perkembangan dari hasil yang diharapkan
'. =embantu menentukan keseimbangan
cairan yang tepat
*. =eminimalkan anoreksia dan mengurangi
iritasi gaster
). /erguna dalam mende.inisikan derajat
masalah dan inter6ensi yang tepat /erguna
dalam penga2asan ke.ekti.an obat
kemajuan penyembuhan.
&. =embantu inter6ensi kebutuhan yang
spesi.ik meningkatkan intake diet klien.
,. =engukur kee.ekti.an nutrisi dan cairan
(. 1apat menentukan jenis diet dan
mengidenti.ikasi pemecahan masalah
untuk meningkatkan intake nutrisi.
c. -erubahan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan adanya
mual muntah.
Tujuan 9 menyatakan pemahaman .aktor penyebab dan prilaku yang perlu
untuk memperbaiki de.isit cairan.
#r!ter!a Has!l 9 mempertahankan8menunjukkan perubaan keseimbangan
cairan dibuktikan stabil membran mukosa lembab turgor kulit baik.
13
Inter6ens! Ras!"nal
!. A2asi tekanan darah dan nadi
pengisian kapiler status membran
mukosa turgor kulit.
'. A2asi jumlah dan tipe masukan cairan
ukur haluaran urine dengan akurat.
*. 1iskusikan strategi untuk
menghentikan muntah dan penggunaan
laksati.8diuretik.
). Identi.ikasi rencana untuk
meningkatkan8mempertahankan
keseimbangan cairan optimal
misalnya 9 jad2al masukan cairan.
&. /erikan8a2asi hiperalimentasi IA
!. Indikator keadekuatan 6olume sirkulasi
peri.er dan hidrasi seluler.
'. Klien tidak mengkomsumsi cairan sama
sekali mengakibatkan dehidrasi atau
mengganti cairan untuk masukan kalori
yang berdampak pada keseimbangan
elektrolit.
*. =embantu klien menerima perasaan
bah2a akibat muntah dan atau
penggunaan laksati.8diuretik mencegah
kehilangan cairan lanjut.
). =elibatkan klien dalam rencana untuk
memperbaiki keseimbangan untuk
berhasil.
&. Dindakan daruat untuk memperbaiki
ketidak seimbangan cairan elektroli
d. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.
Tujuan 9 =endemonstrasikan koping yang positi. dan mengungkapkan
penurunan kecemasan.
#r!ter!a Has!l 9 menyatakan pemahaman tentang penyakitnya.
Inter6ens! Ras!"nal
14
!. Kaji tingkat kecemasan.
'. /erikan dorongan dan berikan 2aktu
untuk mengungkapkan pikiran dan
dengarkan semua keluhannya.
*. 3elaskan semua prosedur dan
pengobatan.
). /erikan dorongan spiritual
!. =engetahui sejauh mana tingkat
kecemasan yang dirasakan oleh klien
sehingga memudahkan dlam tindakan
selanjutnya.
'. Klien merasa ada yang memperhatikan
sehingga klien merasa aman dalam segala
hal tundakan yang diberikan.
*. Klien memahami dan mengerti tentang
prosedur sehingga mau bekejasama dalam
pera2atannya.
). /ah2a segala tindakan yang diberikan
untuk proses penyembuhan penyakitnya
masih ada yang berkuasa
menyembuhkannya yaitu Duhan 7ang
=aha Esa.
15
BAB III
PENUTUP
A. #es!m&ulan
1ispepsia atau sakit maag adalah sekumpulan gejala (sindrom) yang terdiri
dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium mual muntah kembung
rasa penuh atau cepat kenyang dan sering bersenda2a.
Etiologi dari dispepsia karena kelainan organik yaitu gangguan atau
penyakit dalam lumen saluran cerna obat:obatan -enyakit pada hati
pankreas maupun pada sistem bilier seperti hepatitis pankreatitis
kolesistitis kronik serta penyakit sistemik
=ani.estasi klinis dari dispepsia yaitu9
a. ;yeri perut (abdominal discomfort),
b. Rasa perih di ulu hati
c. =ual kadang:kadang sampai muntah
d. ;a.su makan berkurang
e. Rasa lekas kenyang
.. -erut kembung
g. Rasa panas di dada dan perut
h. Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba:tiba).
-ato.isiologi dari dispepsia yaitu adanya perubahan pola makan yang tidak
teratur obat:obatan yang tidak jelas ?at:?at seperti nikotin dan alkohol serta
adanya kondisi keji2aan stres pemasukan makanan menjadi kurang
sehingga lambung akan kosong dan mengakibatkan erosi pada lambung
akibat gesekan antara dinding:dinding lambung sehingga peningkatan
produksi H@0 akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung dan
rangsangan di medulla oblongata memba2a impuls muntah sehingga intake
tidak adekuat baik makanan maupun cairan.
Komplikasi dari dispepsia yaitu luka di dinding lambung yang dalam atau
melebar tergantung berapa lama lambung terpapar oleh asam lambung dan
kanker lambung.
16
-emeriksaan penunjang dari dispepsia yaitu dengan tes darah endoskopi
(esofago-gastro-duodenoskopi) 1-0 E>1 serta dianjurkan untuk
melakukan pemeriksaan laboratorium termasuk hitung darah lengkap laju
endap darah amylase lipase pro.il kimia dan pemeriksaan o6um dan
parasit pada tinja.
-emeriksaan penunjang dari dispepsia yaitu ditujukan untuk mencari
kemungkinan adanya kelainan organik sebagai kausa dispepsia.
1iagnosa dari dispepsia yaitu 9
a. ;yeri epigastrium berhubungan dengan iritasi pada mukosa lambung.
b. ;utrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan rasa tidak enak
setelah makan anoreksia.
c. -erubahan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan
adanya mual muntah.
b. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatannya.
B. Saran
!. %ntuk Institusi
Sebagai sekolah yang bergerak di bidang kesehatan hendaknya
dapat memberi pendidikan yang lebih baik lagi kepada sis2anya dalam
praktik pelayanan kesehatan dan menyediakan buku:buku penunjang
sebagai acuan dalam melakukan asuhan kepera2atan.
'. %ntuk Keluarga
1alam proses asuhan kepera2atan sangat diperlukan kerja sama
keluarga dan pasien itu sendiri guna memperoleh data yang bermutu untuk
menentukan tindakan sehingga memperoleh hasil yang diharapkan.
17