Anda di halaman 1dari 4

DERMATITIS NUMULARIS

PENDAHULUAN
Dermatitis merupakan peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon
terhadap pengaruh faktor eksogen dan atau faktor endogen, yang menimbulkan klinis berupa
efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan
gatal yang cenderung residif dan menjadi kronis.

Dermatitis numularis sendiri berasal dari
bahasa Latin yaitu kata nummus yang berarti coin, dan kata dermatitis yang berarti suatu
ekzem, kata-kata yang umum untuk menggambarkan suatu peradangan pada kulit.
DEFENISI
Dermatitis numularis atau yang biasa disebut ekzem numular atau ekzem
discoid merupakan suatu peradangan berupa lesi berbentuk mata uang (coin) atau agak
lonjong, berbatas tegas, dengan efloresensi atau lesi awal berupa papul disertai vesikel
(papulovesikel), biasanya mudah pecah sehingga basah (oozing) dan biasanya menyerang
daerah ekstremitas.

EPIDEMIOLOGI
Dermatitis numularis biasanya terjadi pada orang dewasa, lebih sering pada pria
dibandingkan paada wanita. Usia puncak awitan pada kedua jenis kelamin antara 55 dan 65
tahun; pada wanita usia puncak terjadi juga pada usia 15 sampai 25 tahun. Dermatitis
numularis tidak biasa ditemukan pada anak, bila ada timbulnya jarang pada usia sebelum satu
tahun; umumnya kejadian meningkat seiring dengan meningkatnya usia.
Prevalensi dermatitis numularis di Amerika Serikat adalah 2 dari 1000 orang dan
insiden internasional dianggap sama seperti Amerika Serikat. Tidak ada perbedaan ras pada
penyakit ini.


ETIOLOGI
Penyebabnya sampai saat ini belum diketahui. Kemungkinan suatu varian dermatitis
atopik dibantah, karena kadar IgE masih dalam batas normal. Diduga infeksi ikut berperan
pada dermatitis numularis dengan ditemukannya peningkatan koloni Staphylococcus dan
Micrococcus di tempat kelainan walaupun secara klinis tidak ditemukan tanda infeksi.
Timbulnya dermatitis numularis apakah melalui mekanisme hipersensitifitas terhadap bakteri
atau karena infeksi bakteri tersebut, belum diketahui dengan jelas. Eksaserbasi terjadi bila
koloni bakteri meningkat di atas 10 juta kuman/cm
2
.
Dermatitis kontak mungkin ikut memegang peranan pada berbagai kasus dermatitis
numularis, misalnya alergi terhadap nikel, krom, kobal, demikian pula iritasi dengan wol dan
sabun. Trauma fisis dan kimiawi mungkin juga berperan, terutama bila terjadi di tangan;
dapat pula pada bekas cedera lama atau jaringan parut. Pada sejumlah kasus, stres emosional
dan minuman yang mengandung alkohol dapat menyebabkan timbulnya eksaserbasi.
Lingkungan dengan kelembaban rendah dapat pula memicu kekambuhan.
Dermatitis pada orang dewasa tidak berhubungan dengan gangguan atopi. Pada anak,
lesi numularis terjadi pada dermatitis atopik.

PATOFISIOLOGI
Patofisiologi tentang dermatitis numularis ini belum diketahui dengan pasti, tetapi
pada kulit penderita dermatitis numularis cenderung kering, hidrasi stratum korneum,rendah.
Peneliti mengemukakan hipotesa bahwa pelepasan histamine dan mediator inflamasi lainnya
dari sel mast yang kemudian berinteraksi dengan serat-saraf-C yang dapat menimbulkan
gatal. Pada penderita dermatitis numularis, substansi P dan kalsitosin serat peptide meningkat
pada daerah lesi dibandingkan pada non lesi. Neuropeptida ini dapat menstimulasi pelepasan
sitokin lainnya sehingga memicu timbulnya inflamasi. Hal ini menunjukkan bahwa
neuropeptide berpotensi pada mekanisme proses degranulasi sel mast.


Peneliti lain telah menunjukkan bahwa adanya sel mast pada dermis dari pasien
dermatitis numularis menunjukkan aktivitas enzim chymase, mengakibatkan menurunnya
kemampuan menguraikan neuropeptide dan protein. Disregulasi ini dapat menyebabkan
menurunnya kemampuan enzim untuk menekan proses inflamasi.
GEJALA KLINIS
Keluhan penderita dermatitis numularis dapat berupa gatal yang kadang sangat hebat,
sehingga dapat mengganggu. Lesi akut berupa vesikel dan papulovesikel (0,3 - 1,0 cm),
kemudian membesar dengan cara berkonfluensi atau meluas ke samping, membentuk satu
lesi karakteristik seperti uang logam (coin), eritematosa, sedikit edematosa, dan berbatas
tegas. Lambat laun vesikel pecah terjadi eksudasi, kemudian mengering menjadi krusta
kekuningan. Ukuran lesi bisa mencapai garis tengah 5 cm atau lebih, jumlah lesi dapat hanya
satu, dapat pula banyak dan tersebar, bilateral atau simetris dengan ukuran bervariasi dari
miliar sampai numular, bahkan plakat. Tempat predileksi biasanya terdapat di tungkai bawah,
badan, lengan termasuk punggung tangan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Gambaran Histopatologi
Pada lesi akut ditemukan spongiosis, vesikel intraepidermal, sebukan sel radang
limfosit dan makrofag di sekitar pembuluh darah. Lesi kronis ditemukan akantosis teratur,
hipergranulosis dan hiperkeratosis, mungkin juga spongiosis ringan. Dermis bagian atas
fibrosis, sebukan limfosit dan makrofag di sekitar pembuluh darah.

DIAGNOSIS
Diagnosis dermatitis numularis didasarkan atas gambaran klinis dengan timbulnya lesi
yang berbentuk papulovesikel yang bergabung membentuk satu bulatan seperti mata uang
(coin), dan terasa gatal yang timbul pada daerah predileksi. Gambaran histopatologi juga bisa
membantu dalam menegakkan diagnosa.

DIAGNOSA BANDING
1.
Dermatitis kontak
2.
Dermatitis atopik
3.
Neurodermatitis sirkumskripta
4.
Dermatomikosis

PENATALAKSANAAN
Sedapat-dapatnya mencari penyebab atau faktor yang memprovokasi. Bila kulit
kering, diberi pelembab atau emolien. Secara topikal lesi dapat diobati dengan obat
antiinflamasi, misalnya preparat ter, glukokortikoid, takrolimus, atau pimekrolimus. Bila lesi
masih eksudatif, sebaiknya dikompres dahulu misalnya dengan larutan permanganas kalikus
1:10.000.
Kalau ditemukan infeksi bakterial, diberikan antibiotik secara sistemik. Kortikosteroid
sistemik hanya diberikan pada kasus yang berat dan refrakter, dalam jangka pendek. Pruritus
dapat diobati dengan antihistamin golongan H1, misalnya hidroksisilin HCl.

PROGNOSIS
Dari suatu pengamatan sejumlah penderita yang diikuti selama berbagai interval
sampai dua tahun, didapati bahwa 22% sembuh, 25% pernah sembuh untuk beberapa minggu
sampai tahun, 53% tidak pernah bebas dari lesi kecuali masih dalam pengobatan.