Anda di halaman 1dari 12

UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH BIOLOGI dan LINGKUNGAN


SISTEM PERNAPASAN




Nama : Wiwih Hasim
NIM : 2011340033
Kelas : 2 PMP (ekstensi)

TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS SAHID JAKARTA
2011







DAFTAR ISI


Daftar Isi ............................................................................................................................................ i
BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang ......................................................................................................................... 1
BAB II. Pembahasan Sistem Pernapasan Pada Manusia
A. Pengertian dan Fungsi .............................................................................................................. 2
B. Struktur atau Saluran Histologi Pernapasan ............................................................................. 3
C. Gangguan Pernapasan .............................................................................................................. 7
BAB III. Penutup
A. Kesimpulan .............................................................................................................................. 9
B. Saran ......................................................................................................................................... 9
Daftar Pustaka .................................................................................................................................... 10
















BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Suatu organisme atau mahluk hidup memiliki bermacam-macam sistem jaringan atau organ
dalam tubuhnya, dimana sistem tersebut memiliki fungsi dan peranan serta manfaat tertentu bagi
mahluk hidup. Salah satu sistem yang ada pada suatu organisme yaitu sistem pernapasan. Sistem
pernapasan ini sendiri memiliki fungsi dan peranan yang sangat struktural dan terkoordinir.
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis, istilah pernapasan yang lazim
digunakan mencakup dua proses yaitu pernapasan luar (eksterna) merupakan penyerapan O2 dan
pengeluaran CO2 dari tubuh secarah keseluruhan serta dalam pernapasan dalam (interna) merupakan
penggunaan O2 dan pembentukan CO2 oleh sel sel serta pertukaran gas (paru) dan sebuah pompa
ventilasi paru. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukan udara (inspirasi) dan
pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam
yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
Semua sel hidup membutuhkan suplai oksigen yang konstan supaya dapat mempertahankan
metabolism. Oksigen yang terdapat di udara akan masuk kedalam system aspirasi. Selanjutnya di
gunakan metabolism oleh jaringan dan pada saat yang sama karbondioksida dan uap air akan
dikeluarkan
Dalam ilmu histologi, sistem pernapasan akan dibahas secara detail bahkan sampai
anatominya, sehingga kita bisa mengetahui organ dan saluran apa saja yang ikut berperanan dalam
menyalurkan oksigen (O2) yang kita hirup.












BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI
1. Pengertian
Sistem pernapasan merupakan sistem yang berfungsi untuk mengabsorbsi oksigen dan
mengeluarkan karbondioksida dalam tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan homeostasis.
Fungsi ini disebut sebagai respirasi. Sistem pernapasan dimulai dari rongga hidung/mulut hingga ke
alveolus, di mana pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan pembuluh
darah.
Respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbondioksida
hingga penggunaan energi di dalam tubuh.Sistem respirasi atau sistem pernafasan mencakup semua
proses pertukaran gas yang terjadi antara atmosfir melalui rongga hidung faring laring trakea
bronkus paru-paru alveolus sel-sel melalui dinding kapiler darah.
Sistem pernapasan biasanya dibagi menjadi 2 daerah utama:
Bagian konduksi, meliputi rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan
bronkiolus terminalis
Bagian respirasi, meliputi bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris dan alveolus.
Sebagian besar bagian konduksi dilapisi epitel respirasi, yaitu epitel bertingkat silindris
bersilia dengan sel goblet. Dengan menggunakan mikroskop elektron dapat dilihat ada 5 macam sel
epitel respirasi yaitu sel silindris bersilia, sel goblet mukosa, sel sikat (brush cells), sel basal, dan sel
granul kecil.
2. Fungsi Sistem Pernapasan
Setiap sistem yang ada dalam tubuh manusia khususnya, tentunya memiliki peranan dan
fungsinya masing-masing. Sistem pernapasan pun demikian, Sistem ini juga mempunyai fungsi
tersendiri bagi tubuh yang sudah terkoordinir oleh saluran dan organ tertentu sesuai perintah otak.
Fungsi sistem pernapasan itu sendiri antara lain sebagai berikut:
Sebagai sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas




Sistem pernapasan digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi
pertukaran gas.
Berfungsi untuk mengabsorbsi oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dalam tubuh yang
bertujuan untuk mempertahankan homeostasis (Respirasi).

B. STRUKTUR ATAU SALURAN HISTOLOGI PERNAPASAN
1. Saluran Sistem Pernapasan atau Respirasi
Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O) yang dibutuhkan tubuh untuk
metabolisme sel dan karbondioksida (CO) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan
dari tubuh melalui paru. Sistem respirasi terdiri dari:
Saluran nafas bagian atas. Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung
dan dilembabkan.
Saluran nafas bagian bawah. Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian
atas ke alveoli
Alveoli : terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2
Sirkulasi paru. Pembuluh darah arteri menuju paru, sedangkan pembuluh darah vena
meninggalkan paru.
Paru : terdiri dari : a. Saluran nafas bagian bawah, b. Alveoli, c. Sirkulasi paru
Rongga Pleura. Terbentuk dari dua selaput serosa, yang meluputi dinding dalam rongga dada
yang disebut pleura parietalis, dan yang meliputi paru atau pleura veseralis
Rongga dan dinding dada. Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas
dalam proses respirasi.
2. Organ-organ sistem pernafasan
Organ-organ sistem pernapasan pada manusia meliputi hidung, faring, laring, trakea, paru-
paru (bronkus,brokiolus dan alveolus). Berikut penjelasannya :
2.1 Hidung
Struktur berongga yang disebut dengan rongga hidung (cavum nasalis). Memiliki rambut
pendek dan tebal untuk menyaring udara dan menangkap kotoran yang masuk bersama udara.
Rongga hidung terdiri atas vestibulum dan fosa nasalis. Pada vestibulum di sekitar nares
terdapat kelenjar sebasea dan vibrisa (bulu hidung). Epitel di dalam vestibulum merupakan epitel
respirasi sebelum memasuki fosa nasalis. Pada fosa nasalis (cavum nasi) yang dibagi dua oleh septum
nasi pada garis medial, terdapat konka (superior, media, inferior) pada masing-masing dinding




lateralnya. Konka media dan inferior ditutupi oleh epitel respirasi, sedangkan konka superior ditutupi
oleh epitel olfaktorius yang khusus untuk fungsi menghidu/membaui. Epitel olfaktorius tersebut
terdiri atas sel penyokong/sel sustentakuler, sel olfaktorius (neuron bipolar dengan dendrit yang
melebar di permukaan epitel olfaktorius dan bersilia, berfungsi sebagai reseptor dan memiliki akson
yang bersinaps dengan neuron olfaktorius otak), sel basal (berbentuk piramid) dan kelenjar Bowman
pada lamina propria. Kelenjar Bowman menghasilkan sekret yang membersihkan silia sel olfaktorius
sehingga memudahkan akses neuron untuk membaui zat-zat. Adanya vibrisa, konka dan vaskularisasi
yang khas pada rongga hidung membuat setiap udara yang masuk mengalami pembersihan,
pelembapan dan penghangatan sebelum masuk lebih jauh.
2.2 Faring
Tempat persimpangan antara saluran pernapasan pada bagian depan (anterior) dan saluran
pencernaan pada bagian belakang (posterior). Nasofaring dilapisi oleh epitel respirasi pada bagian
yang berkontak dengan palatum mole, sedangkan orofaring dilapisi epitel tipe skuamosa/gepeng.
2. 3 Laring
Laring atau tekak (jakun) terdapat di bagian belakang (posterior) faring. Organ ini terdiri atas
9 susunan tulang rawan (kartilago) yang berbentuk kotak. Laring merupakan bagian yang
menghubungkan faring dengan trakea. Pada lamina propria laring terdapat tulang rawan hialin dan
elastin yang berfungsi sebagai katup yang mencegah masuknya makanan dan sebagai alat penghasil
suara pada fungsi fonasi. Epiglotis merupakan juluran dari tepian laring, meluas ke faring dan
memiliki permukaan lingual dan laringeal. Bagian lingual dan apikal epiglotis ditutupi oleh epitel
gepeng berlapis, sedangkan permukaan laringeal ditutupi oleh epitel respirasi bertingkat bersilindris
bersilia. Di bawah epitel terdapat kelenjar campuran mukosa dan serosa.
Di bawah epiglotis, mukosanya membentuk dua lipatan yang meluas ke dalam lumen laring:
pasangan lipatan atas membentuk pita suara palsu (plika vestibularis) yang terdiri dari epitel respirasi
dan kelenjar serosa, serta di lipatan bawah membentuk pita suara sejati yang terdiri dari epitel berlapis
gepeng, ligamentum vokalis (serat elastin) dan muskulus vokalis (otot rangka). Otot muskulus vokalis
akan membantu terbentuknya suara dengan frekuensi yang berbeda-beda.

2.4 Trakea
Mendorong keluar debu-debu dan bakeri dengan gerakan silia-silia di trakea. Permukaan
trakea dilapisi oleh epitel respirasi. Terdapat kelenjar serosa pada lamina propria dan tulang rawan
hialin berbentuk C (tapal kuda), yang mana ujung bebasnya berada di bagian posterior trakea. Cairan




mukosa yang dihasilkan oleh sel goblet dan sel kelenjar membentuk lapisan yang memungkinkan
pergerakan silia untuk mendorong partikel asing. Sedangkan tulang rawan hialin berfungsi untuk
menjaga lumen trakea tetap terbuka. Pada ujung terbuka (ujung bebas) tulang rawan hialin yang
berbentuk tapal kuda tersebut terdapat ligamentum fibroelastis dan berkas otot polos yang
memungkinkan pengaturan lumen dan mencegah distensi berlebihan.
2.5 Paru-Paru (Pulmo)
Paru-paru pada manusia terdapat sepasang yang menempati sebagian besar dalam cavum
thoracis. Kedua paru-paru dibungkus oleh pleura yang terdiri atas 2 lapisan yang saling berhubungan
sebagai pleura visceralis dan pleura parietalis.
Stuktur Paru-Paru (Pulmo)
Unit fungsional dalam paru-paru disebut lobulus primerius yang meliputi semua struktur
mulai bronchiolus terminalis, bronchiolus respiratorius, ductus alveolaris, atrium, saccus alveolaris,
dan alveoli bersama-sama dengan pembuluh darah, limfe, serabut syaraf, dan jarinmgan pengikat.
Lobulus di daerah perifer paru-paruberbentuk pyramidal atau kerucut didasar perifer, sedangkan
untuk mengisi celah-celah diantaranya terdapat lobuli berbentuk tidak teratur dengan dasar menuju ke
sentral.
Cabang terakhir bronchiolus dalamlobulus biasanya disebut bronchiolus terminalis. Kesatuan
paru-paru yang diurus oleh bronchiolus terminalis disebut acinus. Bronchiolus Respiratorius Memiliki
diameter sekitar 0.5mm. saluran ini mula-mula dibatasi oleh epitel silindris selapis bercilia tanpa sel
piala, kemudian epitelnya berganti dengan epitel kuboid selapis tanpa cilia.
Di bawah sel epitel terdapat jaringan ikat kolagen yang berisi anyaman sel-sel otot polos dan
serbut elastis. Dalam dindingnya sudah tidak terdapat lagi cartilago. Pada dinding bronchiolus
respiratorius tidak ditemukan kelenjar. Disana-sini terdapat penonjolan dinding sebagai alveolus
dengan sebagian epitelnya melanjutkan diri. Karena adanya alveoli pada dinding bronchiolus inilah
maka saluran tersebut dinamakan bronchiolus respiratorius
2.5.1 Bronkus
Bronkus terdiri dari dua bagian yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Mukosa bronkus secara
struktural mirip dengan mukosa trakea, dengan lamina propria yang mengandung kelenjar serosa ,
serat elastin, limfosit dan sel otot polos. Tulang rawan pada bronkus lebih tidak teratur dibandingkan
pada trakea; pada bagian bronkus yang lebih besar, cincin tulang rawan mengelilingi seluruh lumen,
dan sejalan dengan mengecilnya garis tengah bronkus, cincin tulang rawan digantikan oleh pulau-
pulau tulang rawan hialin.




2.5.2 Bronkiolus
Percabangan bronkus yang banyak mengandung otot polos. Bronkiolus tidak memiliki tulang
rawan dan kelenjar pada mukosanya. Lamina propria mengandung otot polos dan serat elastin. Pada
segmen awal hanya terdapat sebaran sel goblet dalam epitel. Pada bronkiolus yang lebih besar,
epitelnya adalah epitel bertingkat silindris bersilia, yang makin memendek dan makin sederhana
sampai menjadi epitel selapis silindris bersilia atau selapis kuboid pada bronkiolus terminalis yang
lebih kecil. Terdapat sel Clara pada epitel bronkiolus terminalis, yaitu sel tidak bersilia yang memiliki
granul sekretori dan mensekresikan protein yang bersifat protektif. Terdapat juga badan neuroepitel
yang kemungkinan berfungsi sebagai kemoreseptor.
2.5.3 Alveolus
dikelilingi kapiler-kapiler darah yang dibatasi oleh membran alveoli-kapiler tempat terjadinya
pertukaran O2 dan CO2 atau pernapasan eksternal. Alveolus merupakan struktur berongga tempat
pertukaran gas oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah. Septum interalveolar memisahkan
dua alveolus yang berdekatan, septum tersebut terdiri atas 2 lapis epitel gepeng tipis dengan kapiler,
fibroblas, serat elastin, retikulin, matriks dan sel jaringan ikat.
Terdapat sel alveolus tipe 1 yang melapisi 97% permukaan alveolus, fungsinya untuk
membentuk sawar dengan ketebalan yang dapat dilalui gas dengan mudah. Sitoplasmanya
mengandung banyak vesikel pinositotik yang berperan dalam penggantian surfaktan (yang dihasilkan
oleh sel alveolus tipe 2) dan pembuangan partikel kontaminan kecil. Antara sel alveolus tipe 1
dihubungkan oleh desmosom dan taut kedap yang mencegah perembesan cairan dari jaringan ke
ruang udara.
Sel alveolus tipe 2 tersebar di antara sel alveolus tipe 1, keduanya saling melekat melalui taut
kedap dan desmosom. Sel tipe 2 tersebut berada di atas membran basal, berbentuk kuboid dan dapat
bermitosis untuk mengganti dirinya sendiri dan sel tipe 1. Sel tipe 2 ini memiliki ciri mengandung
badan lamela yang berfungsi menghasilkan surfaktan paru yang menurunkan tegangan alveolus paru.
3. Mekanisme pernapasan
Mekanisme sistem pernapasan dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas
ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan yakni pernapasan dada dan perut.
3.1 Pernapasan Dada (Costal Breathing).
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Otot antar tulang
rusuk luar berkontraksi atau mengerut, Tulang rusuk terangkat ke atas, Rongga dada membesar yang
mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.




Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
3.1.1 Fase Inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada
membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar
sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
3.1.2 Fase Ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk
ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai
akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara
dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
3.2 Pernapasan Perut (Diaphragmatic Breathing)
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Otot difragma pada
perut mengalami kontraksi, Diafragma datar, Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan
tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
3.2.1 Fase Inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada
membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar
sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
3.2.2 Fase Ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi
semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai
akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara
dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar (Ekternal) yaitu pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara yang terjadi
di sekitar alveoli.
2. Respirasi Dalam (Internal) yaitu pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.








C. GANGGUAN PADA SISTEM PERNAPASAN
Gangguan pada sistem pernapasan dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :
karena terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh (asfiksi). Atau
keracunan gas-gas berbahaya.
Pneumonia. terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau
Pneumokokus
Polip, Amandel, dan Adenoid. disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh
kelenjar limfa
Radang; peradangan pada rongga hidung bagian atas (Sinusitis), peradangan pada bronkus
(Bronkitis), serta radang pada pleura (Pleuritis)
TBC kerusakan pada paru-paru akibat terinfeksi Mycobacterium tuber culosis



















BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembahasan yang uraikan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain :
Sistem pernapasan merupakan sistem yang berfungsi untuk mengabsorbsi oksigen dan mengeluarkan
karbondioksida dalam tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan homeostasis. Fungsi ini disebut
sebagai respirasi. Sistem pernapasan dimulai dari rongga hidung/mulut hingga ke alveolus, di mana
pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan pembuluh darah.
Sistem Pernapasan atau Respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen (O2),
pengeluaran karbondioksida (CO2) hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Sistem respirasi itu
sendiri mencakup semua proses pertukaran gas yang terjadi antara atmosfir melalui rongga hidung
faring laring trakea bronkus paru-paru alveolus sel-sel melalui dinding kapiler
darah.
Organ-organ sistem pernapasan meliputi hidung, faring, laring, trakea, Paru-paru atau pulmo yang
terdiri dari bronkus, brokiolus dan alveolus.
Mekanisme Pernapasan meliputi Pernapasan dada atau costal breathing dan Pernapasan perut atau
diaphragmatic breathing yang melalui masing-masing dua fase yaitu fase inspirasi dan ekspirasi yang
melibatkan pernapasan eksternal (luar) dan pernapasan internal (dalam).
Gangguan pada sistem pernapasan bisa disebabkan karena terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel
atau jaringan tubuh (asfiksi) atau keracunan gas-gas berbahaya.
B. SARAN
Agar tidak terjadi gangguan pada sistem pernapasan kita, hindarilah polusi udara dan gas-gas beracun,
serta rawatlah paru-paru (pulmo) agar tetap bersih, karena Paru-paru mudah sekali terserang penyakit
infeksi sehingga menimbulkan kerusakan jaringannya.









DAFTAR PUSTAKA

1. www.google.com Kategori : Sistem Pernapasan
2. www.google.com Kategori : Pengertian Sistem Pernapasan
3. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi Dasar Teks & Atlas. 10th ed. Jakarta: EGC; 2007. p. 335-
54. www.eksiklopediabebas.com
4. Kuehnel. Color Atlas of Cytology, Histology, and Microscopic Anatomy. 4th ed Stuttgart:
Thieme; 2003. p. 340-51. www.eksiklopedia bebas.com
5. www.eksiklopedia bebas.com Sistem Pernapasan Pernapasan dada & perut
6. www.eksiklopediabebas.com Histologi Sistem respirasi Organ pernapasan Mekanisme
pernapasan

Anda mungkin juga menyukai