Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN


Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan
berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang
disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari
jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung. Sistem peredaran darah atau
sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari
sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis).
Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh
organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan
kiri. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.
Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari
kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu
jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. Posisi jantung
terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma
thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.
Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh dimana pada saat
memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Selain itu otot jantung juga
mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.







2


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Anatomi Jantung dan Pembuluh Darah
A. Jantung
Jantung terletak didalam rongga mediastinum dari ronga dada (toraks) diantara
kedua paru. Selaput yang melapisi jantung disebut perikardium yang terdiri atas 2
lapisan:
Perikardium parietalis, yaitu lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan
selaput paru.
Perikardium viseralis, yaitu lapisan permukaan dari jantung itu sendiri yang
juga disebut epikardium.
Diantara kedua lapisan tersebut terdapat cairan perikardium sebagai pelumas
yang berfungsi mengurangi gesekan akibat gerak jantung saat memompa.


1. Bentuk serta Ukuran Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler.
Dibentuk oleh organ muscular, apex dan basis cordis, atrium dan ventrikel.
Panjang: 12 cm, lebar: 8-9 cm, tebal: 6 cm ( sebesar kepalan tangan).
Berat: 7-15 ons.
Terletak di antara kedua paru-paru, di tengah dada, bertumpu pada
diaphagma thoracis, 5 cm di atas processus xiphoideus.
2. Lapisan Jantung
Perikardium, terdiri dari fibrosa dan serosa, merupakan lapisan terluar.
Miokardium, terdiri dari otot jantung, merupakan lapisan paling tebal.
Endokardium, lapisan paling dalam., tersusun dari lapisan endotelium.
3

3. Ruang dalam Jantung
2 atrium (kanan dan kiri) dinding otot tipis, tekanan rendah. Dipisahkan
oleh septum interatriorum.
Atrium kanan berfungsi sebagai penampungan darah yang rendah
oksigen dari seluruh tubuh. Darah tersebut mengalir melalui vena kava
superior, vena kava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari
jantung sendiri. Dari atrium kanan kemudian darah di pompakan ke
ventrikel kanan.
Atrium kiri menerima darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru
melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah dialirkan ke ventrikel
kiri.
2 ventrikel (kanan dan kiri) didnding otot tebal, tekanan tinggi. Dipisahkan
oleh septum inter-ventrikulorum.
Ventrikel kanan, menerima darah dari atrium kanan yang kemudian
dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis.
Ventrikel kiri, menerima darah dari atrium kiri kemudian
memompakannya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh orifisium atrioventrikuler.
Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup
AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral) sedangkan
katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid.
1) Katup Trikuspid
Berada di antara atrium kanan dan ventrikel kanan.
Mengalirkan darah dari atrium kanan menuju ventrikel kanan.
Mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan.
Terdiri dari tiga daun katup.
2) Katup Pulmonal
Terdiri dari 3 daun katup.
Mengalirkan darah dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
3) Katup Bicuspid
Terdiri dari dua daun katup.
Mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri.
4) Katup Aorta
Terdiri dari tiga daun katup.
Mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

B. Pembuluh Darah
Saluran khusus untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh mulai dari jantung
dan segera kembali ke jantung.
Elastis.
Sistem pembuluh terdiri dari tiga jenis yaitu arteri, kapiler dan vena.

1) Arteri dan arteriola
Arteri berdiameter besar, berdinding tebal dan elastis.
Membawa darah keluar dari jantung ke bagian tubuh lainnya dan
membawa darah yang dideoksigenasi, kecuali arteri pulmonalis.
Katup hanya pada pemulaan keluar dari jantung
Menunjukkan adanya tempat untuk mendengarkan denyut jantung
4

Pembuluh darah arteri yang terbesar adalah aorta (yang keluar dari
ventrikel sinistra) dan arteri pulmonalis (yang keluar dari ventrikel
dekstra).
Arteri-arteri kecil dinamakan sebagai arteriola yang selanjutnya menjadi
kapiler.
2) Aorta
Merupakan saluran darah yang terbesar dalam tubuh.
Aorta membawa darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke seluruh
tubuh
3) Arteri Coronaria
Merupakan saluran yang membawa oksigen dan nutrisi pada jaringan otot
jantung.
4) Arteri Pulmonalis
Merupakan saluran yang membawa darah kurang oksigen dari ventrikel kanan
ke paru-paru.
5) Vena dan Venula
Berfungsi mengalirkan darah kembali menuju ke jantung.
Memiliki dinding yang lebih tipis, serta jaringan otot polos dan jaringan
ikat sedikit.
Membawa darah kotor (sisa metabolisme dan CO2), kecuali vena
pulmonalis
Jaringannya kurang elastis
Mempunyai katup-katup sepanjang jalan yang mengarah ke jantung
Tidak menunjukkan adanya tempat mendengar denyut jantung.
Pembuluh darah vena yang ukurannya besar adalah vena kava dan vena
pulmonalis.
Cabang dari vena disebut venolus/ venula yang selanjutnya menjadi
kapiler.
6) Vena cava superior
Vena dari kepala dan dari tubuh bagian atas menuju ke vena cava yang
berakhir pada atrium kanan
7) Vena cava inferior
Vena dari kaki dan tubuh bagian bawah menuju ke vana cava yang berakhir
pada atrium kanan
8) Vena pulmonalis
Merupakan saluran yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke
atrium kiri.
9) Kapiler
Merupakan pembuluh darah yang sangat halus yang menghubungkan
arteriola dengan venula.
Dindingnya tipis memungkinkan pertukaran zat-zat nutrisi dan zat-zat lain
(seperti oksigen dan karbon dioksida) antara darah dan sel-sel tubuh.
Disebut juga pembuluh rambut
Terdiri dari sel-sel endotel
Diameter kira-kira 0,008 mm
Fungsi kapiler:
a. Alat penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena
b. Tempat terjadinya pertukaran zat-zat antara darah dan cairan
jaringan
5

c. Menyerap zat makanan yang terdapat di usus
d. Menyaring darah yang terdapat di ginjal

Sirkulasi Pulmonar
Truncus pulmonar: arteri yang keluar dari ventrikel kanan, kemudian
bercabang jadi dua
Arteri pulmonalis dextra: cabang dari truncus pulmonar yang menuju paru
sebelah kanan
Arteri pulmonalis sinistra: cabang dari truncus pulmonar yang menuju paru
sebelah kiri
Vena pulmonalis dextra: vena dari paru kanan menuju ke atrium kiri
Vena pulmonalis sinistra: vena dari paru kiri menuju ke atrium kiri
Aorta
Aorta ascenden: aorta yang berjalan lupus keatas (dari ventrikel kiri)
A. Coronaria sinistra: cabang dari aorta ascenden, mengairi darah ke jantung
kiri
A. Coronaria dextra: cabang dari aorta ascenden, mengairi darah ke jantung
kanan
Arcus Aorta: bagian dari aorta yang melengkung (diatas aorta ascenden),
keluar tiga cabang:
1. A. Brakiosefalika
2. A. Karotis comunis sinistra
3. A. Subklavia sinistra
Aorta Toraksika
A. Pericardial: menuju perikardium
A. Bronkial: menuju bronkus
A. Esofagial: menuju esofagus
A. Intercostalis: menuju ruang antar costa
A. Frenika
Aorta Abdominalis
A. Seliaka: bercabang tiga:
1. A. Gastrika sinistra: menuju lambung
2. A. Splenika: menuju limpa
3. A. Hepatika komunis: menuju hati
A. Mesenterika superior: menuju mesenterium usus
A. Suprarenalis: menuju glandula suprarenal
A. Renalis: menuju ginjal
A. Testikularis: menuju testis
A. Mesenterica inferior: menuju mesenterium usus
A. Lumbalis: menuju area pinggang
A. Sacralis: menuju area sacrum
Arteri Iliaca Komunis Dextra dan Sinistra
A. Iliaca interna A. Pudenda interna: menuju alat kelamin
A. Iliaca eksterna A. Femoralis: menuju paha
A. Poplitea: menuju belakang lutut
A. Tibialis posterior et anterior: menuju tungkai bawah
Vena Kepala, Otak, Leher
V. Jugularis eksterna
6

V. jugularis interna
V. Aksilaris: dari ketiak
V. Brakialis: dari lengan atas
V. Radialis: dari lengan bawah searah ibu jari
V. Ulnaris: dari lengan bawah searah kelingking
V. Sefalika
V. Basilika
V. Medial kubiti
Vena Thorax
V. Brakiosefalika
V. Azigos
V. Hemiazigos
Vena Abdomen Et Pelvis
V. Cava Inferior
Sistem Portal hepatik, terdiri:
V. Splenikus
V. Mesenterica superior
V. Porta hepatik
Vena Ekstremitas Inferior
V. Iliaca eksterna
V. femoralis
V. Poplitea
V. Tibialis posterior et anterior
V. Peronea
V. Superfisialis
V. Sefanus

Perbedaan Arteri dan Vena
NO Arteri Vena
1. Tempatnya agak ke dalam
(tersembunyi)
Tempatnya dekat permukaan tubuh (tampak
kebiru-biruan)
2. Dinding pembuluh tebal, kuat dan
elastis
Dinding pembuluh tipis, tidak elastis

3. Aliran darah berasal dari jantung Aliran darah menuju ke jantung
4. Denyut terasa Denyut tidak terasa
5 Katup hanya di satu tempat dekat
jantung
Ktup terdapat di sepanjang pembuluh
6. Jika terjadi luka, darah memancar Jika terjadi luka, darah tidak memancar
7. Membawa darah bersih Membawa darah kotor

7



2.2 Sistem Peredaran Darah di Jantung
Sistem peredaran darah adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan
zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menjaga stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari
homeostasis). Ada tiga jenis sistem peredaran darah:
1. Tanpa sistem peredaran darah
2. Sistem peredaran darah terbuka
3. Sistem peredaran darah tertutup
Sistem peredaran darah yang juga merupakan bagian dari kinerja jantung dan
jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin
kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan
mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. Pertama, darah mengangkut
oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan. Kedua,
yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari
saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengkonsumsi, sesuai dengan
kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah
(seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ
ekskresi (ginjal dan usus besar) juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel
kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Sistem
peredaran ini dibedakan menjadi:
1. Sistem peredaran darah kecil (sistem peredaran paru-paru)
Merupakan sistem peredaran yang membawa darah dari jantung ke paru-paru kembali
lagi ke jantung. Pada peristiwa ini terjadi difusi gas di paru-paru, yang mengubah
darah yang banyak mengandung CO2 dari jantung menjadi O2 setelah keluar dari
paru-paru. Mekanisme aliran darah sebagai berikut:
8

Ventrikel kanan jantung > Arteri pulmonalis > paru-paru > vena pulmonalis >
atrium kiri jantung
2. Sistem peredaran darah besar (peredaran darah sistemik)
Merupakan sistem peredaran darah yang membawa darah yang membawa darah dari
jantung ke seluruh tubuh. Darah yang keluar dari jantung banyak mengandung
oksigen. Mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kiri > aorta > arteri superior dan inferior > sel / jaringan tubuh > vena
cava inferior dan superior > atrium kanan jantung
3. Sistem peredaran portal merupakan sistem peredaran darah yang menuju ke alat-alat
pencernaan menuju ke hati, sebelum kembali ke jantung. pembuluh darah portal
berwarna coklat karena banyak mengandung nutrient.

Pasokan Darah ke Jantung
Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume
darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel. Suatu sistem arteri dan vena
(sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium
dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam
atrium kanan. Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari
aorta, vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan
mengembalikan darah ke dalam atrium kanan. Sebagian besar darah mengalir ke
dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya
(selama diastol ventrikuler).

Cara Kerja Jantung
Sistem sirkulasi memiliki 3 komponen:
1. Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah
agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh.
2. Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari
jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung
3. Darah yang berfungsi sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa
oksigen dan nutrisi
Darah berjalan melalui sistim sirkulasi ke dan dari jantung melalui 2 lengkung
vaskuler (pembuluh darah) yang terpisah. Sirkulasi paru terdiri atas lengkung tertutup
pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan paru. Sirkulasi sistemik
terdiri atas pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan sistim organ.
Walaupun secara anatomis jantung adalah satu organ, sisi kanan dan kiri jantung
berfungsi sebagai dua pompa yang terpisah. Jantung terbagi atas separuh kanan dan
kiri serta memiliki empat ruang, bilik bagian atas dan bawah di kedua belahannya.
Bilik bagian atas disebut dengan atrium yang menerima darah yang kembali ke
jantung dan memindahkannya ke bilik bawah, yaitu ventrikel yang berfungsi
memompa darah dari jantung.
Pembuluh yang mengembalikan darah dari jaringan ke atrium disebut dengan
vena, dan pembuluh yang mengangkut darah menjauhi ventrikel dan menuju ke
jaringan disebut dengan arteri. Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum atau
sekat, yaitu suatu partisi otot kontinu yang mencegah percampuran darah dari kedua
sisi jantung. Pemisahan ini sangat penting karena separuh jantung janan menerima
dan memompa darah beroksigen rendah sedangkan sisi jantung sebelah kiri
memompa darah beroksigen tinggi.
9



Perjalanan Darah dalam Sistem Sirkulasi
Jantung berfungsi sebagai pompa ganda. Darah yang kembali dari sirkulasi
sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal
sebagai vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh,
telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan oksigen
tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel kanan, yang
memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan demikian, sisi kanan
jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi paru. Di dalam paru, darah
akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium
kiri melalui vena pulmonalis.
Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke
dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus
sistim tubuh kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O2
ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri
adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan
tubuh.
Sirkulasi sistemik memompa darah ke berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak,
dan semuanya. Jadi darah yang keluar dari ventrikel kiri tersebar sehingga masing-
masing bagian tubuh menerima darah segar. Darah arteri yang sama tidak mengalir
dari jaringan ke jaringan. Jaringan akan mengambil O2 dari darah dan
menggunakannya untuk menghasilkan energi. Dalam prosesnya, sel-sel jaringan akan
membentuk CO2 sebagai produk buangan atau produk sisa yang ditambahkan ke
dalam darah. Darah yang sekarang kekurangan O2 dan mengandung CO2 berlebih
akan kembali ke sisi kanan jantung. Selesailah satu siklus dan terus menerus berulang
siklus yang sama setiap saat.

10



Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume
darah yang beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan memiliki
volume yang sama dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi
kiri jantung.
Sirkulasi paru adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi rendah,
sedangkan sirkulasi sistemik adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi yang
tinggi. Oleh karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam
jumlah yang sama, sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa
volume darah yang sama ke dalam sistim dengan resistensi tinggi. Dengan demikian
otot jantung di sisi kiri jauh lebih tebal daripada otot di sisi kanan sehingga sisi kiri
adalah pompa yang lebih kuat.
Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke
atrium ke ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah
mengalir satu arah. Katup jantung terletak sedemikian rupa sehingga mereke
membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan gradien tekanan. Gradien
tekanan ke arah depan mendorong katup terbuka sedangkan gradien tekanan ke arah
belakang mendorong katup menutup.
Dua katup jantung yaitu katup atrioventrikel (AV) terletak di antara atrim dan
ventrikel kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan katup trikuspid karena
11

memiliki tiga daun katup sedangkan katup AV kiri sering disebut dengan katup
bikuspid atau katup mitral karena terdiri atas dua daun katup. Katup-katup ini
mengijinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel
(ketika tekanan atrium lebih rendah dari tekanan ventrikel), namun secara alami
mencegah aliran darah kembali dari ventrikel ke atrium ketika pengosongan ventrikel
atau ventrikel sedang memompa.
Dua katup jantung lainnya yaitu katup aorta dan katup pulmonalis terletak
pada sambungan dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut
dengan katup semilunaris karena terdiri dari tiga daun katup yang masing-masing
mirip dengan kantung mirip bulan-separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan
di ventrikel kanan dan kiri melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis selama
ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya. Katup ini akan tertutup apabila
ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri
pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah aliran balik dari arteri ke ventrikel.
Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena namun hal ini tidak
menjadi masalah. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu karena tekanan atrium
biasanya tidak jauh lebih besar dari tekanan vena serta tempat vena kava memasuki
atrium biasanya tertekan selama atrium berkontraksi.
Proses Mekanisme Siklus Jantung
Jantung secara berselang-seling berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung
dan berelaksasi untuk mengisi darah. Siklus jantung terdiri atas periode sistol
(kontraksi dan pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung). Atrium
dan ventrikel mengalami siklus sistol dan diastol terpisah. Kontraksi terjadi akibat
penyebaran eksitasi (mekanisme listrik jantung) ke seluruh jantung. Sedangkan
relaksasi timbul setelah repolarisasi atau tahapan relaksasi otot jantung.
Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut
secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan
karena jantung memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna
berkontraksi atau memompa dan berelaksasi.
Potensial aksi ini dicetuskan oleh nodus-nodus pacemaker yang terdapat di
jantung dan dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+, dan Ca++.
Gangguan terhadap kadar elektrolit tersebut di dalam tubuh dapat mengganggu
mekanisme aliran listrik jantung. Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung
menyebar ke jaringan di sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan-cairan tubuh.
Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai permukaan tubuh dan dapat dideteksi
menggunakan alat khusus. Rekaman aliran listrik jantung disebut dengan
elektrokardiogram atau EKG. EKG adalah rekaman mengenai aktivitas listrik di
cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang mencapai permukaan
tubuh. Jadi EKG bukanlah rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya.
Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses
spesifik di jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut
jantung yang abnormal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini
disebabkan karena aktivitas listrik akan memicu aktivitas mekanis sehingga kelainan
pola listrik biasanya akan disertai dengan kelainan mekanis atau otot jantung sendiri.

2.3 Fisiologi Jantung
Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan interna dan lingkungan
eksterna tubuh
12

Sistem ini membawa nutrien, gas ke semua sel, jaringan, organ dan sistem
organ serta membawa produk akhir metabolik dari sel ke luar tubuh
Komponen Sistem Sirkulasi
Sistem cardiovaskuler yang terdiri jantung, pembuluh darah dan darah
Sistem limfatik yang terdiri pembuluh limfe, dan nodus limfe yang terletak
pada pembuluh limfe yang besar
Sistem pembentuk dan penyimpan darah yang terdiri limfe, hati, sumsum
tulang, kelenjar timus
Fungsi Sistem Sirkulasi
Transport: makanan, gas, hormon, mineral, enzim, sisa metabolisme.
Mempertahankan suhu tubuh dengan cara vasokontriksi dan vasodilatasi
Perlindungan melalui sistem imun dan pembekuan darah
Buffering, protein darah merupakan sisten buffer yang mempertahankan pH
darah
Macam Sirkulasi
Sirkuit pulmoner: ventrikel kanan arteri pulmonal paru vena
pulmonal atrium kiri, fungsi menerima darah penuh CO2 menjadi darah
penuh O2 (teroksigenasi)
Sirkulasi sistemik: ventrikel kiri aorta semua sel vena atrium
kanan, sebagai transport nutrien, O2 dan zat lain
Aliran bypass janin melalui jantung:
Sebelum lahir, darah tidak perlu lewat sirkulasi pulmonal yang belum
berfungsi, tetapi darah teroksigenasi dari umbilikus langsung dimasukan dari
atrium kiri menuju atrium kanan melalui lubang yang disebut: foramen ovale
Saat lahir, paru sudah berfungsi, foramen ovale ditutup jika masih lubang
menimbulkan penyakit: Defek septum interatrium
Darah teroksigenasi yang belum melintasi foramen ovale pada janin, mengalir
ke ventrikel kanan. Darah ini kemudian dibelokan dari trunkus pulmonar
menuju aorta melalui duktus arteriosus. Ductus ini menutup setelah lahir dan
meninggalkan sisa: ligamentum arteriosus. Jika lintasan ini tidak menutup
akan menimbulkan defek jantung yang disebut: Ductus arteriosus paten
Sistem Pengaturan Jantung
Serabut Purkinje: serabut otot jantung khusus yang mampu menghantarkan
impuls 5x lebih cepat. Serabut tsb memungkinkan atrium berkontraksi
bersamaan yang diikuti oleh kontraksi ventrikel
Nodus Sinoatrial (Nodus SA)
Lokasi: dinding posterior atrium kanan dibawah pembukaan vena cava
superior

Nodus SA melepas impuls 72 x/menit, dipengaruhi oleh saraf simpatis dan
parasimpatis, berfungsi mengatur frekuensi kontraksi irama sehingga disebut:
pemacu jantung
Nodus Atrioventrikuler (Nodus A-V)
Lokasi: dinding posterior atrium kanan
Nodus A-V menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah atrium
selesai sebelum terjadi kontraksi ventrikuler

Berkas A-V (berkas His)
13

Adalah sekelompok serabut Purkinje yang berasal dari nodus A-V dan
membawa impuls di sepanjang septum interventrikuler menuju ventrikel, lalu
bercabang menjadi berkas kanan dan kiri
Berkas kanan menuju ventrikel kanan, sedang berkas kiri menuju ventrikel kiri
Abnormalitas Hantaran
Irama Jantung Abnormal (Aritmia): disebabkan ketidakteraturan nodus S-A
dan nodus A-V atau gangguan sistem hantaran
Blok jantung: gangguan pada hantaran sehingga sebagian atau semua impuls
tidak mencapai ventrikel jantung berdenyut dengan irama sendiri

Blok jantung parsial: atrium berdenyut normal, frekuensi hantaran yang
melalui nodus A-V melambat mengakibaatkan ventrikel hanya berkontraksi
sekali setelah atrium kontraksi ke 2, 3 atau 4
Blok jantung komplet: atrium berdenyut normal, tetapi ventrikel berdenyut
sendiri dengan frekuensi: 20 40 x/menit

Blok jantung diatasi dengan memasang alat pacu jantung buatan yang
dipasang dibawah kulit
Fokus Ektopik: adalah defek hantaran yang menyebabkan denyut abnormal
Kontraksi Ventrikular Premature atau ekstra sistole
Geletar (flutter) dan fibrilasi: kontraksi cepat dan tidak terkoordinasi baik pada
ventrikel maupun atrium

Flutter jika frekuensi: 200 300 x/menit, jika lebih disebut fibrilasi
Fibrilasi atrial tidak mengancam kehidupan, sedang fibrilasi ventrikel akan
menyebabkan kematian
Siklus Jantung
Jantung berkontraksi disebut Sistole, jantung relaksasi disebut Diastole
Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah
Tekanan darah normal sitole 120 mmHg, diastole 80 mmHg
Bunyi Jantung
Jantung berkontraksi disebut Sistole, jantung relaksasi disebut Diastole
Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah
Tekanan darah normal sitole 120 mmHg, diastole 80 mmHg
Frekuensi Jantung
Frekuensi normal: 60 100 denyut/menit, rata-rata: 75 x/menit siklus
jantung berlangsung selama 0,8 detik, sistole 0,5 detik dan diastole 0,3 detik
Takikardi: peningkatan frekuensi jantung > 100 x/menit
Bradikardi: penurunan frekuensi jantung < 60 x/menit
Curah Jantung
Curah jantung adalah volume darah yang dipompa jantung per menit. Rata-
rata: 5 liter/menit
Perhitungan curah jantung: frekuensi x isi sekuncup
Faktor yang mempengaruhi:
a. Aktivitas berat meningkat 25 35 l/mnt
b. Aliran balik vena ke jantung
Faktor memperbesar aliran darah vena:
a. Pompa otot rangka
b. Pernafasan (tekanan negatif rongga dada saat inspirasi)
14

c. Reservoir vena (limpa, hati dan pembuluh darah besar)
d. Gaya gravitasi
Faktor memperlambat aliran darah vena:
a. Perubahan posisi tubuh
b. Tekanan darah abnormal vena: hemoragi, vulome darah rendah
c. Tekanan darah tinggi: semakin besar tahanan yang varus dihadapi
ventrikel yang berkontraksi, semakin sedikit curah jantungnya
Faktor lain:
a. Meningkatkan hormon medular adrenal: epinefrin dan norepinefrin
b. Ion: K, Na, Ca dalam darah
c. Usia dan ukuran tubuh
d. Penyakit kardiovaskuler: aterosklerosis, jantung jantung iskemik,
infark miokardial, penyakit katup



Denyut Nadi
Denyut arteri adalah gelombang tekanan yang merambat 6 9 m per detik,
sekitar 15 x lebih cepat dari darah
Denyut dapat dirasakan pada arteri yang dekat kulit (arteri radialis pada
pergelangan)
Dua bunyi jantung sebanding dengan satu denyut arteri
Frekuensi denyut memberikan informasi mengenai; kerja jantung, pembuluh
darah dan sirkulasi




15

a. Arteri Radialis di sebelah depan pergelangan tangan


b. Arteri Temporalis di atas tulang temporal


c. Arteri dorsalis pedis di belokan mata kaki

2.4 Ion Esensial yang Mempengaruhi Kerja Jantung
1) Pengaruh Ion Kalium (K)
Kelebihan Kalium dalam cairan ekstrasel menyebabkan jantung menjadi sangat
dilatasi dan lemas serta frekuensi jantung lambat. Kalium dalam jumlah yang sangat
besar juga dapat menghambat hantaran impuls jantung dari atrium ke ventrikel
melalui berkas A-V. Peningkatan konsentrasi kalium hanya 8-12 mEq/1liter 2
sampai 3 kali normal biasanya akan menyebabkan kelemahan jantung sedemikian
16

rupa sehingga akan menyebabkan kematian.Semua pengaruh kelebihan kalium ini
disebabkan oleh pengurangan negativitas potensial membran istirahat akibat
konsentrasi kalium yang tinggi dalam ekstrasel. Waktu potensial membran menurun,
intensitas potensial aksi juga berkurang, yang membuat kontraksi jantung secara
progresif makin lemah, karena kekuatan potensial aksi sangat menentukan kekuatan
kontraksi.
2) Pengaruh Ion Kalsium (Ca)
Kelebihan ion kalsium menyebabkan efek yang hampir berlawanan dengan efek ion
kalium, menyebabkan jantung berkontraksi spastik. Hal ini disebabkan oleh efek
langsung ion kalsium untuk merangsang proses kontraksi.Sebaliknya, defisiensi ion
kalsium menyebabkan jantung lemas.Perubahan ion kalsium selama kehidupan
jarang cukup banyak untuk mengubah fungsi jantung, pengurangan konsentrasi ion
kalsium yang besar biasanya akan mematikan orang, karena tetani yang timbul
sebelumnya akan mempengaruhi jantung dengan bermakna, dan peningakatan
konsentrasi ion kalsium sampai tingkat yang akan mempengaruhi jantung dengan
bermakna hampir tidak pernah terjadi karena ion kalsium diendapkan dalam tulang
atau kadang-kadang di smbarang tempat dalam jaringan tubuh sebagai garam
kalsium yang tidak larut sebelum tingkat tesebut dicapai.
3) Pengaruh Ion Natrium (Na)
Kelebihan ion natrium menekan fungsi jantung, suatu efek yang sama seperti ion
kalium,tetapi dengan alasan yang berbeda sama sekali. Ion natrium bersaing dengan
ion kalsium pada beberapa tempat yang tidak diketahui pada proses kontraksi otot
sedemikian rupa sehingga makin besar konsentrasi ion natrium dalam cairan
ekstrasel makin kurang efektivitas ion kalsium menyebabkan kontraksi bila terdapat
potensil aksi. Akan tetapi, dipandang dari segi praktisnya, konsentrasi ion natrium
dalam cairan ekstrasel mungkin tidak pernah cukup tinggi meskipun dalam keadaan
patologis yang berat, untuk menyebabkan perubahan kekuatan otot jantung yang
bermakna.Akan tetapi, konsentrasi natrium yang sangat rendah, seperti yang
terdapat pada introksikasi air, sering menyebabkan kematian karena fibrilasi
jantung.
4) Pengaruh Suhu pada Jantung
Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan frekuensi jantung makin besar,
sedangkan penurunan suhu akan mengurangi frekuensi. Hal ini terjadi akibat
peningkatan permeablitas (kemampuan menyaring) membran otot terhadap berbagai
ion. Peningkatan suhu yang lama akan melelahkan jantung dan kelemahan jantung.

2.5 Tekanan Darah
Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri
darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan
darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut - 120 /80
mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan
jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat
jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Saat yang paling
baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk
atau berbaring.
17

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan
anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada
dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi
pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam
satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur
malam hari.
Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang
itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-
kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat
istirahat.
Tekanan sistolik
Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot
jantung.
[1]
Istilah ini secara khusus digunakan untuk merujuk pada tekanan arterial
maksimum saat terjadi kontraksi pada lobus ventrikular kiri dari jantung. Rentang
waktu terjadinya kontraksi disebut systole.
Pada format penulisan angka tekanan darah, umumnya, tekanan sistolik
merupakan angka pertama. Sebagai contoh, tekanan darah pada angka 120/80
menunjukkan tekanan sistolik pada nilai 120 mmHg.
Tekanan diastolik
Tekanan diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung tidak sedang
berkonstraksi atau beristirahat. Pada kurva denyut jantung, tekanan diastolik adalah
tekanan darah yang digambarkan pada rentang di antara grafik denyut jantung.


Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat
dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka
artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas
pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau
18

berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua
(90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan
disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.
Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda
duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu
dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan
tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan
antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.
Memeriksa Tekanan Darah
Saat memeriksa tekanan darah, ada dua angka yang biasanya disebut misalnya
120/80.
Sistolik : Angka pertama (120) yaitu tekanan darah sistolik, yaitu tekanan saat
jantung berdenyut atau berdetak (sistol). Sering disebut tekanan atas.
Diastolik : Angka pertama (800) yaitu tekanan darah diastolik, yaitu tekanan
saat jantung beristirahat di antara saat pemompaan. Sering disebut tekanan
bawah.
Setelah mengetahui tekanan darah, untuk mengetahui apakah tekanan darah
Anda termasuk rendah, normal atau tinggi, berikut ini penggolongan tekanan darah
berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan
diastolik:

Faktor yang mempengaruhi tekanan darah
Faktor Makanan
Garam
Meskipun tak bisa ditampik bahwa ada begitu banyak perbedaan pendapat soal
peran garam dalam menaikkan tekanan darah, tidak terbantahkan bahwa
banyaknya konsumsi dan tekanan darah sangat berhubungan. Fakta
membuktikan bahwa beberapa orang sangat sensitif terhadap garam dan
mengonsumsi garam bisa membuat orang-orang ini terserang penyakit darah
tinggi dan jantung koroner. Karena tingkat kensensitifan orang berbeda,
19

waspada akan asupan garam bisa menjauhkan Anda dari tekanan darah tinggi
dan penyakit jantung.
Kafein
Kafein yang banyak terdapat dalam teh dan kopi dapat meningkatkan detak
jantung dan tekanan darah seketika. Namun, efek dari mengonsumsi kafein
bersifat sementara. Efek jangka panjangnya justru mengejutkan. Dalam studi
lebih lanjut disebutkan bahwa kaitan antara kafein dengan tekanan darah
tinggi hanya berlangsung dalam situasi tertentu. Dan menariknya, ternyata
orang-orang yang mengonsumsi kafein dalam jangka panjang justru memiliki
resiko tekanan darah tinggi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang
mengonsumsi kafein sedikit dan tidak tentu. Orang yang mengonsumsi kafein
lebih banyak, kebal terhadap efek jangka pendek kafein.
Alkohol
Memang benar bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang dianjurkan
akan berefek baik terhadap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Alkohol akan membuat pembuluh darah elastis dan mengubah cara pembuluh
darah untuk menanggapi "stres" yang dibawa oleh hormon-hormon. Namun,
jika berlebihan, meskipun memiliki efek yang persis sama tetapi akan
meningkatkan kekakuan pembuluh darah, meningkatkan metabolisme stres,
dan akhirnya membuat jantung bekerja terus.
Asam folat
Asam folat ditemukan banyak di roti, sereal, dan tepung. Ada bukti kuat
bahwa asam folat menurunkan tekanan darah dan mencegah timbulnya
tekanan darah tinggi bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat yakni 800
mg/hari. Efek positif dari Asam folat ditunjukkan dengan baik oleh kaum
wanita.
Potasium
Konsumsi potasium yang kurang dalam masa diet dapat menyebabkan tekanan
darah tinggi dan penyakit stroke. Potasium bekerja dengan mengubah
pembuluh darah menanggapi pesan kimia tertentu dan merilekskan pembuluh
darah. Potasium atau kalium yang cukup dalam sehari berjumlah 40mEq/hari.
Kelebihan kalium juga berakibat tidak baik pada tubuh. Maka, segera
konsultasikan ke dokter jika Anda ingin mengambil suplemen kalium
tambahan.
Magnesium
Penelitian tentang efek magnesium terhadap tekanan darah belum lengkap.
Bukti sementara menunjukkan bahwa diet yang kaya magnesium dapat
menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi. Namun, belum ada penelitian
yang memadai bahwa kurangnya konsumsi magnesium dapat meningkatkan
resiko darah tinggi.
Vitamin D
Vitamin D bukan hanya baik untuk tulang tetapi juga kesehatan jantung Anda.
Vitamin D diperlukan untuk membantu mengontrol tingkat kalsium dan
memberikan kontribusi dalam pengaturan tekanan darah. Namun demikian,
tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin D tambahan sebab banyak bahan
makanan yang mengandung vitamin D.
20

Faktor Patologis
a. Posisi tubuh : Baroresepsor akan merespon saaat tekanan darah turun dan
berusaha menstabilkan tekanan darah.
b. Aktivitas fisik : Aktivitas fisik membutuhkan energi sehingga butuh aliran
yang lebih cepat untuk suplai O2 dan nutrisi (tekanan darah naik).
c. Temperatur : menggunakan sistem renin-angiontensin-vasokontriksi perifer.
d. Usia : semakin bertambah umur semakin tinggi tekan darah (berkurangnya
elastisitas pembuluh darah).
e. Jenis kelamin : Wanita cenderung memiliki tekanan darah rendah karena
komposisi tubuhnya yang lebih banyak lemak sehingga butuh O2 lebih untuk
pembakaran.
f. Emosi : Emosi Akan menaikan tekanan darah karena pusat pengatur emosi
akan menset baroresepsor untuk menaikan tekanan darah.
Faktor Fisiologis
1. Pengembalian darah melalui vena/jumlah darah yang kembali ke jantung melalui
vena. Jika darah yang kembali menurun, otot jantung tidak akan terdistensi,
kekuatan ventrikular pada fase sistolik akan menurun dan tekanan darah akan
menurun. Hal ini bisa disebabkan oleh perdarahan berat. Pada keadaan tidur atau
berbaring dimana tubuh dalam keadaan posisi horizontal, pengembalian darah ke
jantung melalui vena bisa dipertahankan dengan mudah. Tapi, ketika berdiri aliran
darah vena kembali ke jantung mengalami tahanan lain, yaitu gravitasi. Tedapat
tiga mekanisme membantu pengembalian darah melalui vena, yakni konstriksi
vena, pompa otot rangka, dan pompa respirasi.
2. Frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung. Secara umum, apabila frekuensi dan
kekuatan kontraksi jantung meningkat, tekanan darah ikut meningkat. Inilah yang
terjadi saat exercise. Akan tetapi, apabila jantung berdetak terlalu kencang,
ventrikel tidak akan terisi sepenuhnya diantara detakan, sehingga curah jantung
dan tekanan darah akan menurun.
3. Resistensi perifer. Yaitu resisitensi dari pembuluh darah bagi aliran darah. Arteri
dan vena biasanya sedikit terkonstriksi, sehingga tekanan darah diastol normal.
4. Elastisitas arteri besar. Saat ventrikel kanan berkontraksi, darah yang memasuki
arteri besar akan membuat dinding arteri berdistensi. Dinding arteri bersifat elastis
dan dapat menyerap sebagain gaya yang dihasilkan aliran darah. Elastisitas ini
menyebabkan tekanan diastol yang meningkat dan sistol yang menurun. Saat
ventrikel kiri berelaksasi, dinding arteri juga akan kembali ke ukuran awal,
sehingga tekanan diastol tetap berada di batas normal.
5. Viskositas darah. Viskositas darah normal bergantung pada keberadaan sel darah
merah dan protein plasma, terutama albumin. Kadar sel darah merah yang terlalu
tinggi pada seseorang, sehingga menyebabkan peningkatan viskositas darah dan
tekanan darah, sangatlah jarang, akan tetapi masih dapat terjadi pada kondisi
polisitemia vena dan perokok berat. Kekurangan sel darah merah, seperti pada
kondisi anemia, akan menyebabkan kondisi berbalik dari sebelumnya. Pada saat
kekurangan, mekanisme penjaga tekanan darah seperti vasokonstriksi akan terjadi
untuk mempertahankan tekanan darah normal.
6. Kehilangan darah. Kehilangan darah dalam jumlah kecil, seperti saat donor darah,
akan menyebabkan penurunan tekanan darah sementara, yang akan langsung
dikompensasi dengan peningkatan tekanan darah dan peningkatan vasokonstriksi.
Akan tetapi, setelah perdarahan berat, mekanisme kompensasi ini takkan cukup
untuk mempertahankan tekanan darah normal dan aliran darah ke otak. Walaupun
seseorang dapat selamat dari kehilangan 50% dari total darah tubuh, kemungkinan
21

terjadinya cedera otak meningkat karena banyaknya darah yang hilang dan tidak
dapat diganti segera.
7. Hormon. Beberapa hormon memiliki efek terhadap tekanan darah. Contohnya,
pada saat stress, medula kelenjar adrenal akan menyekresikan norepinefrin dan
epinefrin, yang keduanya akan menyebabkan vasokonstriksi sehingga
meningkatkan tekanan darah. Selain dari vasokonstriksi, epinefrin juga berfungsi
meningkatkan heart rate dan gaya kontraksi. Hormon lain yang berperan adalah
ADH yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis posterior saat tubuh mengalami
kekurangan cairan. ADH akan meningkatkan reabsorpsi cairan pada ginjal
sehingga tekanan darah tidak akan semakin turun. Hormon lain, aldosteron,
memiliki efek serupa pada ginjal, dimana aldosteron akan mempromosikan
reabsorpsi Na+, lalu air akan mengikuti ion Na+ ke darah.






































22

BAB III
PENUTUP


3.1 Simpulan
Dari pembahasan makalah berjudul Simtem Kardiovaskuler di atas, dapat
disimpulkan bahwa sistem kardiovaskuler terdiri dari tiga bagian utama yaitu jantung,
darah dan pembuluh darah, yang mana dari ketiga bagian itu saling berkaitan satu
sama lain. Bagian pertama adalah jantung. Jantung adalah sebuah rongga, rongga
organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama
yang berulang. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem
peredaran darah. Darah mempunyai peranan dalam tubuh sangatlah vital. Salah satu
fungsi darah bagi tubuh adalah darah melalui plasma darah akan mengedarkan sari
makanan ke seluruh bagian tubuh. Sel darah merah akan mengangkut oksigen ke
seluruh tubuh. Bagian yang terakhir adalah pembuluh darah, Ada tiga macam
pembuluh darah: arteria, vena, dan kapiler. Arteria membawa darah dari jantung dan
mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya. Arteri
yang kecil disebut arteriola, persatuan cabang-cabang disebut anastomosis. Vena
adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung; banyak diantaranya yang
mempunyai katup. Vena yang terkecil disebut venula, vena yang lebih besar atau
muara-muaranya, bergabung membentuk vena yang lebih besar lagi, yang biasanya
membentuk satu hubungan dengan yang lain menjadi plexus venosus. Vena yang
keluar dari gastrointestinal tidak langsung menuju ke jantung tetapi bersatu
membentuk vena porta. Kapiler adalah pembuluh yang sangat kecil dan
menghubungkan arteriola dengan venula
3.2 Saran
Dari makalah yang berjudul Sistem Kardiovaskuler semoga bermanfaat
bagi pembacanya. Pengetahuan mengenai kardiovaskuler hendaknya dimiliki oleh
semua orang. Dengan pengetahuan yang dimiliki diharapkan orang tersebut akan
dapat menjaga kesehatannya. Pengetahuan yang diberikan harus mudah dipahami dan
tepat sasaran.



23

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Paul D. 1996. Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta : EGC.
Kimball, J. W. 1983. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
http://chagagi.blogspot.com/p/sistem-peredaran-darah-cara-kerja.html
http://anfis-mariapoppy.blogspot.com/2011/01/kardiovaskuler_01.html
http://obat-generik-jaya.blogspot.com/2012/06/pengaruh-ion-pada-fungsi-jantung.html
http://mangfebri.blogspot.com/2011/04/faktor-yang-mempengaruhi-tekanan-darah.html
id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah