Anda di halaman 1dari 4

(3) Poliklorotrifluoroetilen (PCTFE)

Bahan ini mempunyai sifat tembus cahaya yang lebih baik daripada PTFE. Sifat mekaniknya
sama seperti PTFE. Sangat baik dalam isolasi listrik, tetapi jelek sifat frekuensi tingginya.
Suhu yang digunakan terletak antara -50
0
C sampai -180
0
C. Ketahanan kimianya kurang dari
PTFE, dan mengembang dalam pelarut halide. Kemampuan cetaknya baik.
(4) Polivinilden Fluorida (PVDF)
Bahan ini umumnya transparan dan unggul terhadap ketahanan cuaca, baik untuk penggunaan
di luar maupun tahan terhadap penyinaran. Bahan mudah diproses dan dibentuk menjadi film,
tetapi sifat listriknya pada frekuensi tinggi kurang baik.
4.4 Polimer Termosetting
Polimer thermosetting adalah polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jika
polimer ini dipanaskan, maka tidak dapat meleleh sehingga tidak dapat dibentuk ulang
kembali. Susunan polimer ini bersifat permanen pada bentuk cetak pertama kali (pada saat
pembuatan). Bila polimer ini rusak/pecah, maka tidak dapat disambug atau diperbaiki lagi.
Polimer thermosetting memiliki ikatan-ikatan silang yang mudah dibentuk pada waktu
dipanaskan. Hal ini membuat polimer menjadi kaku dan keras. Semakin banyak ikatan silang
pada polimer ini, maka semakin kaku dan mudah patah. Bila polimer ini dipanaskan untuk
kedua kalinya, maka akan menyebabkan rusak atau lepasnya ikatan silang antar rantai
polimer. Bentuk struktur ikatan silang sebagai berikut.










Sifat polimer thermosetting sebagai berikut.
Keras dan kaku (tidak fleksibel)
Jika dipanaskan akan mengeras
Tidak dapat dibentuk ulang (sukar di daur ulang)
Tidak dapat larut dalam pelarut apapun
Jika dipanaskan akan meleleh
Tahan terhadap asam basa
Mempunyai ikatan silang antar rantai molekul
Contoh plastic thermosetting adalah Bakelit atau asbak, fitting lampu listrik, steker listrik,
peralatan fotografi, radio, dan perekat plywood.
4.3.1 Jenis-Jenis Bahan Plastik Termosetting
a. Fenol Formaldehid
Bahan-bahan thermosetting digunakan secara umum karena adanya polimer dasar dari fenol
dan formaldehid. Penggabungan dua polimerisasi dengan sejumlah reaksi kondensasi. Hasil
polimer murni berwarna putih susu dan lama kelamaan menjadi gelap. Butiran fenolik untuk
dicetak lalu dicampur dengan bahan perwarna untuk mendapatkan warna gelap yang konstan.
Salah satu nama untuk fenolik adalah Bakelit.
Kadang-kadang butiran fenol diberi pengisi (bahan tambahan) yang berkisar antara 50-80%
dari berat seluruhnya untuk meningkatkan kekuatan tumbuk.
Penggunaan fenol formaldehid untuk peralatan listrik, pegangan pintu, dan sebagainya.
Pemakaian sebagai laminasi paling banyak untuk isolasi listrik. Beberapa fenolik resin adalah
cold setting, yaitu lem atau perekat untuk pembuatan plywood dan hardboard.
b. Urea Formaldehid
Urea resin lebih murah dari pada fenolik, warna lebih terang dan macam warna tak terbatas,
di samping itu tidak berbau, tidak ada rasa dan tahan air. Selain sebagai lem yang tahan basah
juga digunakan untuk tutup botol, peralatan makanan, dan sebagainya.
c. Melamin Formaldehid
Bahan ini dihasilkan dengan metode yang sama dan mempunyai sifat yang serupa dengan
fenol formaldehid atau urea formaldehid. Sifat-sifat melamin formaldehid yaitu tidak berbau,
tidak ada rasa, dan macam warna tak terbatas, lebih tahan air, tahan alkali dan tahan panas.
Jenis pemakaiannya yaitu untuk alat-alat makan, peralatan rumah tangga, untuk bagian
larutan, dan sebagainya.
4.5 Bahan Tambahan (Aditif)
4.5.1 Penstabil (Stabilizer)
Stabilizer berfungsi untuk mempertahankan produk plastic dari kerusakan, baik selama
proses, dalam penyimpanan maupun aplikasi produk. Ada 3 jenis bahan penstabil yaitu
penstabil panas (heat stabilizer) penstabil terhadap sinar ultra violet (UV Stabilizer) dan
antioksidan.
UV Stabilizer
UV Stabilizer berfungsi mencegah kerusakan barang plastic akibat pengaruh sinar
matahari. Hal ini dikarenakan sinar matahari mengandung sinar ultra violet dengan
panjang gelombang 3000-4000 A yang mampu memevah sebagian besar senyawa
kimia terutama senyawa organic.
Antioksidan
Antioksidan berfungsi mencegah atau mengurangi kerusakan produk plastic karena
pengaruh oksidasi yang dapat menyebabkan pemutusan rantai polimer. Tanda-tanda
yang terlihat apabila produk plastic rusak adalah:
Polimer menjadi rapuh
Kecepatan alir polimer tidak stabil dan cenderung menjadi lebih tinggi
Sifat kuat tariknya berkurang
Terjadi retak-retak pada permukaan produk
Terjadi perubahan warna
4.5.2 Pewarna (colorant)
Bahan pewarna berfungsi untuk meningkatkan penampilan dan memperbaiki sifat tertentu
dari bahan plastic. Petimbangan yang perlu diambil dalam memilih warna yang sesuai
meliputi:
Aspek yang berkaitan dengan penampilan bahan plastic selama pembuatan produk
Warna, meliputi daya gabung, pengaruh sifat alir pada system dan daya tahan
terhadap panas serta bahan kimia
Aspek yang berkitan dengan produk akhir, antara lain meliputi ketahan terhadap
cuaca, bahan kimia dan solvent.
Colorant dapat diklasifikasikan dalam 2 jenis, yaitu:
1) Dyes
Bahan ini larut dalam bahan plastic sehingga menjadi satu system dan terdispersi
secara merata setelah melalui proses pencampuran. Dyes mempunyai light fastness
dan ketahan panas kurang baik dan dapat mengalami migrasi (bergerak ke
permukaan) sehingga mengurangi daya tarik dan kadang-kadang dapat meracuni kulit.
Penggunaan dyes dalam plastic jumlahnya terbatas.
2) Pigmen
Bahan ini tidak larut dalam bahan plastic tetapi hanya terdispersi di antara rantai
molekul bahan plastic tersebut. Pencampuran bahan tersebut dengan bahan plastic
kadang-kadang memerlukan teknologi dan peralatan khusus. Derajat disperse
pigemen dalam bahan plastic tergantung pada suhu, waktu pencampuran dan alat
pencampur serta ukuran partikel pigmen dan berat molekul bahan plastic.
Pigmen dapat dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu pigmen anorganik dan pigmen
organi. Pigmen anorganik mempunyai molekul yang lebih besar dan luas
permukaannya lebih kecil, permukaannya buram karena menyebarkan sinar. Contoh
pigmen anorganik, titanium dioksida yang memberi warna putih, besi oksida member
warna kuning, coklat, merah danhitam, cadmium yang member warna kuning terang
dan merah, dan lain-lain. Pigmen organic ukuran partikelnya lebih kecil, warna lebih
kuat, dan dispersinya lebih mudah namun harganya lebih mahal.