Anda di halaman 1dari 32

II.

Reaksi-Reaksi Senyawa Aromatik


1. Pendahuluan
Pada bab ini kita akan berfokus pada reaksi, melihat hubungan antara struktur dan
kereaktivan pada senyawa aromatik. Hubungan ini sangat penting sebagai landasan
untuk memahami aktivitas molekul-molekul hayati maupun obat, uga sebagai
landasan untuk mempelaari sintesis obat.
Reaksi yang paling banyak teradi pada senyawa aromatik ialah substitusi
elektro!lik aromatik. Pada reaksi ini elektro!l bereaksi dengan "in"in aromatik dan
menggantikan satu atom hidrogen. Reaksi substitusi elektro!lik aromatik dapat disebut
berdasarkan substituen yang dimasukkan, misalnya halogenasi, nitrasi, sulfonasi,
hidroksilasi, aklilasi dan asilasi.
2. Substitusi Elektroflik Aromatik: Brominasi
Pada bab ini kita akan berfokus pada reaksi, melihat hubungan antara struktur dan
kereaktivan pada senyawa aromatik. Hubungan ini sangat penting sebagai landasan
untuk memahami "ara kera berbagai molekul hayati dan obat, serta landasan untuk
mempelaari sintesis obat.
Ingatkah anda pada reaksi pada mekanisme reaksi adisi alkena# $ila gambaran
mekanisme di bawah ini belum dapat mengingatkan anda, silahkan ba"a ulang bab
alkena.
Reaksi substitusi elektro!lik aromatik dimulai dengan "ara yang hampir sama,
tetapi dengan beberapa perbedaan. Perbedaan pertama, ben%ena lebih stabil
dibanding alkena, sehingga kurang reaktif terhadap elektro!l. &leh karena itu $r
'
harus
dipolarisasi dengan (e$r
)
sehingga didapat (e$r
*

$r
+
yang bereaksi bagaikan $r
+
. Satu
elektron akan mengikat $r
+
sehingga didapat %at antara karbokation tidak aromatik
yang memiliki tiga bentuk resonansi.
22
Perhatikan perbandingan reaksi elektro!l dengan alkena dan ben%ena pada
diagram energi berikut ,-ambar ./. Reaksi ben%ena lebih lambat karena energi yang
dibutuhkan untuk memulai reaksi ,-
0
/ lebih besar.
-ambar . Perbandingan reaksi elektro!l dengan alkena dan ben%ena
Perbedaan kedua adalah pada apa yang teradi setelah terbentuk karbokation
,-ambar '/. 1i sini tidak teradi adisi $r

tetapi teradi eliminasi H


+
dari karbon yang
mengikat $r. 2adi reaksi substitusi ini berlangsung melalui dua tahap3 pertama adisi
elektro!l yang berlangsung lambat, tahap kedua eliminasi H
+
yang berlangsung "epat
,spontan/.
23
-ambar ' 4ekanisme brominasi elektro!lik pada ben%ena
4engapa yang teradi adalah eliminasi H+ dan bukan adisi $r-# 2awabnya terlihat
pada diagram energi berikut ini ,-ambar )/. Seandainya teradi adisi maka energi
stabilisasi resonansi akan hilang dan se"ara keseluruhan reaksinya endergonik
,menyerap energi/, Sebalinya bila teradi eliminasi maka kestabilan "in"in aromatik
dipertahankan dan se"ara keseluruhan reaksinya eksergonik ,melepas energi/.
-ambar ) 1iagram energi brominasi ben%ena
Soal latihan 1
4onobrominasi toluena menghasilkan "ampuran tiga ma"am bromotoluena.
-ambarlah struktur tiga produk tersebut dan beri nama.
3. Reaksi-Reaksi Substitusi Elektroflik Lainnya
Selain brominasi ada banyak reaksi substitusi elektro!lik lainnya. Reaksi-reaksi ini
teradi melalui mekanisme yang sama.
).. 5lorinasi Aromatik
5lorinasi ben%ena dapat dilakukan dengan "ara yang sama dengan brominasi,
dengan menggunakan 6l
'
sebagai pereaksi dan (e6l
)
sebagai katalis. Reaksi ini banyak
digunakan dalam sintesis obat, misalnya pada pembuatan dia%epam ,7alium/.
).' Iodinasi Aromatik
Pada reaksi iodinasi biasanya digunakan %at pengoksidasi seperti hidrogen
peroksida atau garam-garam tembaga seperti 6u6l
'
.
24
8ubuh kita uga melakukan reaksi halogenasi, misalnya pada sintesis tiroksina,
suatu hormon tiroid yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan dan metabolisme.
8ahap pertama sintesis ini ialah reaksi iodinasi asam amino tirosina oleh en%im tiroid
peroksidase, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
).) 9itrasi Aromatik
9itrasi "in"in aromatik dapat dilakukan dengan "ampuran asam nitrat dan asam
sulfat pekat. :lektro!l pada reaksi ini ialah ion nitronium yang terbentuk melalui
protonasi asam nitrat yang diikuti dengan lepasnya molekul air.
-ambar * 4ekanisme nitrasi elektro!lik aromatik
Reaksi nitrasi aromatik penting dalam pembuatan berbagai senyawa obat di
industri, karena gugus nitro dapat diubah menadi gugus amino melalui reaksi reduksi.
25
).* Sulfonasi Aromatik
Sulfonasi aromatik dilakukan dengan asam sulfat berasap, yakni "ampuran H
'
S&
*
dan S&
)
. :lektro!l dalam reaksi ini ialah HS&
)
+
atau S&
)
. Perhatikan bahwa reaksi ini
berlangsung reversibel tergantung pada kondisi reaksi. 1alam suasana asam kuat
"enderung teradi sulfonasi, pada suasana asam en"er panas "enderung teradi
desulfonasi.
-ambar ; 4ekanisme sulfonasi elektro!lik aromatik
Seperti nitrasi, sulfonasi uga penting dalam pembuatan senyawa obat. Sebagai
"ontoh, salah satu tahapan kun"i pada pembuatan sulfanilamida adalah reaksi
sulfonasi aromatik. Sulfanilamida adalah suatu antibiotik yang hingga saat ini masih
digunakan pada pengobatan meningitis dan infeksi saluran ken"ing.
).* Hidroksilasi Aromatik
Hidoksilasi langsung suatu "in"in aromatik menghasilkan suatu fenol sangat sulit
dilakukan di laboratorium, karena kita tidak dapat membuat &H
+
di laboratorium.
Reaksi ini la%im teradi pada proses biologis, misalnya pada hidroksilasi p-
hidroksifenilasetat menadi ),*-dihidroksifenilasetat. Reaksi ini dikatalisis oleh en%im p-
hidroksifenilasetat-)-hidroksilase dan memerlukan oksigen molekuler serta koen%im
<avin adenin dinukleotida ,(A1H
'
/.
26
4ekanisme reaksi ini tertera pada -ambar = ,halaman berikut/. (A1H
'
bereaksi
dengan &
'
membentuk (A1 hidroperoksida ,R&-&H/, selanutnya mengalami protonasi
menghasilkan oksigen elektro!lik ,R&-&H + H
+
R&H + &H
+
/.
Soal latihan 2
$erapa ma"am produk yang dapat teradi pada klorinasi o->ilena ,o-
dimetilben%ena/, m->ilena, dan p->ilena#
Soal latihan 3
$ila ben%ena di"ampur dengan 1
'
S&
*
, perlahan-lahan deuterium menggantikan
seluruh hidrogen dari "in"in aromatik. 2elaskan.
-ambar = 4ekanisme hidroksilasi elektro!lik
. Alkilasi dan Asilasi !in"in Aromatik: Reaksi #riedel-!ra$ts
*.. Alkilasi (riedel-6rafts
27
Salah satu reaksi substitusi elektro!lik aromatik yang paling bermanfaat ialah
alkilasi (riedel-6rafts. Sebagai elektro!l ialah karbokation yang terbentuk dari alkil
halida dan Al6l
)
. Perhatikan mekanismenya pada -ambar ?.
Reaksi ini hanya bisa berlangsung dengan alkil halida. Aril halida dan vinil halida
tidak dapat bereaksi karena energi karbokation aril dan vinil terlalu tinggi.
-ambar ? 4ekianisme alkilasi (riedel-6rafts
5eterbatasan yang kedua, reaksi ini tidak dapat berlangsung pada "in"in aromatik
yang tersubstitusi oleh gugus penarik elektron yang kuat, misalnya gugus karbonil
,6@&/ atau gugus amino ,-9H
'
, 9HR, -9R
'
/.
-ambar A 5eterbatasan reaksi (riedel-6rafts
5eterbatasan yang ketiga, reaksi sulit dihentikan setelah satu substitusi. Substituen
pertama memudahkan teradinya substitusi berikutnya, sehingga teradi polisubstitusi.
28
Pengaruh substituen yang sudah ada terhadap reaksi substitusi elektro!lik akan kita
bahas belakangan.
Selain itu, kadang-kadang uga teradi penataan ulang karbokation, yang dapat
teradi melalui geseran alkil atau hidrida. Sebagai "ontoh perhatikan reaksi berikut ini.
*.' Asilasi (riedel-6rafts
$ila ben%ena direaksikan dengan asil klorida ,R6&6l/ dengan adanya Al6l), maka
gugus asil akan mensubstitusi salah satu hidrogen dari "in"in. Sebagai "ontoh, reaksi
ben%ena dengan asetil klorida menghasilkan asetofenon.
4ekanisme asilasi (riedel-6rafts mirip dengan reaksi alkilasi (riedel-6rafts,
demikian uga keterbatasan yang berhubungan dengan substrat aromatik. $ertindak
sebagai elektro!l ialah kation asil yang terstabilkan oleh interaksi antara orbital kosong
dari atom karbon dengan pasangan elektron bebas dari oksigen. 5arena adanya
stabilisasi ini maka pada asilasi tidak teradi penataan ulang karbokation.
29
-ambar B 4ekanisme asilasi friedel-6rafts
Reaksi asilasi hanya dapat menghasilkan produk monoasilasi karena produk asilasi
,asilben%ena/ kurang reaktif dibanding bahan awal ,ben%ena/. Pengaruh ini uga akan
kita bahas belakangan.
Reaksi alkilasi aromatik banyak teradi dalam sistem biologis. :lektro!l karbokation
biasanya terbentuk dari disosiasi organodifosfat. 1isosiasi ini dibantu oleh
terbentuknya kompleks dengan kation logam divalen ,misalnya 4g
'+
/ untuk
menetralkan muatan.
6ontoh reaksi alkilasi (riedel-6raft dalam sistem biologis misalnya sintesis
!lokuinon ,atau vitamin 5
.
/ yang merupakan faktor pembekuan darah pada manusia.
Silahkan "ermati reaksi ini pada -ambar .C.
30
-ambar .C $iosintesis (ilokuinon ,7itamin 5
.
/
!ontoh soal: %eramalkan &roduk &enataan ulan' karbokation
Reaksi (riedel-6rafts antara ben%ena dengan '-kloro-)-metilbutana dengan adanya
Al6l
)
teradi dengan penataan ulang karbokation. -ambarkan struktur produknya.
Strate'i
8ahap pertama reaksi (riedel-6rafts ialah pembentukan karbokation. 5arbokation
ini dapat mengalami penataan ulang melalui geseran hidrida atau geseran alkil.
-ambarlah struktur karbokation, kemudian periksalah apakah geseran hidrida atau
geseran alkil akan meningkatkan kestabilan karbokation itu. Pada soal ini,
karbokation yang terbentuk ialah karbokation sekunderD geseran hidrida akan
menghasilkan karbokation tersier yang lebih stabil. -unakan karbokation tersier ini
untuk menyelesaikan reaksi (riedel-6rafts.
31
(a)aban
Soal latihan
4anakah di antara alkil halida berikut ini yang mengalami reaksi (riedel-6rafts
tanpa penataan ulang# 2elaskan awaban Anda.
,a/ 6H
)
6H
'
6l ,b/ 6H
)
6H
'
6H,6l/6H
)
,"/ 6H
)
6H
'
6H
'
6l
,d/ ,6H
)
/
)
66H
'
6l ,e/ 5lorosikloheksana
Soal latihan *
Apakah produk utama monosubstitusi dari reaksi (riedel-6rafts antara ben%ena
dengan .-kloro-'-metilpropana dengan adanya Al6l
)
#
Soal latihan +
8unukkan asil klorida yang dapat digunakan untuk membuat asilben%ena di bawah
ini dari bahan awal ben%ena.
*. Pen'aruh Substituen &ada !in"in Aromatik ,ersubstitusi
Apa yang teradi bila kita melakukan reaksi pada ben%ena yang sudah memiliki
substituen# Substituen yang sudah ada pada "in"in memiliki dua pengaruh3
Substituen mempengaruhi kereaktivan "in"in aromatik, menadikan lebih reaktif
atau kurang reaktif dibanding ben%ena. 6ontohnya, pada reaksi nitrasi ben%ena,
substituen E&H membuat "in"in .CCC kali lebih reaktif dibanding ben%ena,
sedangkan substituen E9&' membuat "in"in .C uta kali kurang reaktif dibanding
ben%ena.
Substituen mempengaruhi orientasi reaksi3 sifat substituen yang sudah ada
menentukan posisi substitusi berikutnya. Ada substituen yang mengarahkan
substitusi berikutnya ke posisi orto dan para, ada pula yang mengarahkan ke posisi
meta. Fihat 8abel ..
,abel 1 -rientasi .itrasi &ada Ben/ena ,ersubstitusi
32
Substituen dapat dikelompokkan dalam tiga golongan, yaitu aktivator pengarah
orto dan para, deaktivator pengarah orto dan para, serta deaktivator pengarah meta.
8idak ada aktivator pengarah meta. Perhatikan korelasi antara pengarahan orientasi
dan pengaruh substituen terhadap kereaktivan ben%ena. Seluruh pengarah meta
bersifat deaktivator, sedang sebagian besar pengarah orto dan para bersifat aktivator.
Perhatikan pula keunikan halogen, yakni pengarah orto dan para tetapi memiliki sifat
deaktivator lemah.
Substituen mempengaruhi kereaktivan ben%ena karena adanya efek induksi dan
efek resonansi. :fek induksi ialah tarikan atau sumbangan elektron melalui ikatan
sigma karena adanya perbedaan keelektronegatifan. -ugus penarik elektron misalnya
halogen, hidroksi, karbonil, siano dan nitro. 1i antara gugus-gugus tersebut yang
efeknya paling kuat ialah halogen dan hidroksil karena atom elektronegatif langsung
terikat pada "in"in ben%ena. -ugus alkil merupakan penyumbang elektron karena
dapat menyumbangkan elektron melalui hiperkonugasi. GIngat kembali bagaimana
gugus alkil menstabilkan alkena melalui hiperkonugasiH.
33
:fek resonansi ialah tarikan atau sumbangan elektron melalui ikatan , yaitu
melalui tumpangsuh orbital p dari gugus dengan orbital p dari ben%ena. Sebagai
"ontoh, gugus karbonil, siano dan nitro menarik elektron pi dari ben%ena melalui egek
resonansi sehingga meninggalkan muatan positif pada "in"in. -ugus penarik elektron
mempunyai rumus umum EI@J dengan J lebih elektronegatif daripada I.
Sebaliknya, gugus halogen, hidroksil, alkoksil ,-&R/ dan amino menyumbangkan
elektron melalui resonansi, meninggalkan muatan negatif pada "in"in. -ugus
penyumbang elektron ini memiliki rumus umum EI3 ,atom I mempunyai pasangan
elektron bebas yang siap disumbangkan ke "in"in/.
34
:fek induksi dan efek resonansi tidak selalu bekera dengan arah yang sama.
Sebagai "ontoh, gugus halogen, hidroksi, alkoksi dan amino se"ara induksi merupakan
penarik elektron karena keelektronegatifan atom halogen, oksigen dan nitrogen. 8etapi
gugus-gugus tersebut se"ara resonansi merupakan pendorong elektron karena atom
halogen, oksigen dan nitrogen memiliki pasangan elektron bebas yang dapat
disumbangkan melalui resonansi. $ila ada dua efek yang bertentangan arah, maka
yang menang adalah efek yang lebih kuat.
!ontoh soal: %eramalkan &roduk reaksi substitusi elektroflik aromatik
Ramalkan produk utama sulfonasi toluena.
Strate'i:
Periksa substituen yang ada pada "in"in, kemudian tentukan apakah substituen
tersebut merupakan pengarah orto dan para ataukan pengarah meta. 4enurut
-ambar .. gugus alkil adalah pengarah oro dan para. 4aka produk reaksi sulfonasi
toluena ialah "ampuran asam o-toluensulfonat dan asam p-toluensulfonat.
(a)aban:
Soal latihan 0
-ambarlah struktur resonansi dari nitroben%ena untuk menunukkan bahwa gugus
nitro adalah penarik elektron melalui resonansi.
Soal latihan 1
-ambarlah struktur resonansi dari kloroben%ena untuk menunukkan bahwa gugus
kloro adalah penyumbang elektron melalui resonansi.
Soal latihan 2
Ramalkan produk utama reaksi-reaksi berikut ini.
,a/ nitrasi bromoben%ena ,b/ brominasi nitroben%ena
,"/ klorinasi fenol ,"/ brominasi anilina
35
+. Pen3elasan untuk Pen'aruh Substituen
+.1 Akti4asi dan deakti4asi "in"in aromatik
Apa yang menyebabkan suatu gugus berperan sebagai aktivator atau dekativator#
6iri umum semua gugus aktivator ialah bahwa gugus tersebut menyumbangkan
elektron ke "in"in, akibatnya "in"in menadi lebih kaya elektron, sehingga %at antara
karbokation terstabilkan dan energi aktivasi untuk pembentukan karbokation tersebut
menadi lebih rendah. Hidroksil, alkoksil dan amino merupakan gugus aktivator karena
efek penyumbangan elektron melalui resonansi lebih kuat daripada efek penarikan
elektron melalui induksi. -ugus alkil bersifat aktivator karena dapat menyumbangkan
elektron melalui efek induksi.
Sebaliknya, "iri umum semua gugus deaktivator ialah bahwa gugus tersebut
menarik elektron dari "in"in, akibatnya "in"in menadi lebih miskin elektron,
mengurangi kestabilan %at antara karbokation dan meningkatkan energi aktivasi untuk
pembentukan karbokation tersebut. 5arbonil, siano dan nitro merupakan gugus-gugus
deaktivator karena menarik elektron melalui dua efek3 induksi dan resonansi. Halogen
merupakan deaktivator karena efek penarikan elektron melalui induksi lebih kuat
dibanding peyumbangan elektron melalui resonansi.
-ambar .' memperbandingkan peta potensial ben%ena dengan ben%aldehida,
kloroben%ena dan fenol. 6in"in lebih positif ,kuning-hiau/ bila ada gugus penarik
elektron ,misalnya E6H& atau E6l/, lebih nagatif ,merah/ bila ada gugus penyumbang
elektron ,misalnya E&H/. Periksalah buku asli untuk melihat warna pada gambar.
36
-ambar .' Peta potensial elektrostatik ben%ena dan ben%ena tersubstitusi
Soal latihan 15
Krutkan senyawa-senyawa pada setiap kelompok di bawah ini menurut
kereaktivannya terhadap substitusi elektro!lik.
,a/ 9itroben%ena, fenol, teluena, ben%ena
,b/ (enol, ben%ena, kloroben%ena, asam ben%oat
,"/ $en%ena, bromoben%ena, ben%aldehida, anilina
Soal latihan 11
-unakan gambar pada halaman )' bawah untuk menelaskan mengapa alkilasi
(riedel-6rafts sering menghasilkan polisubstitusi sedangkan asilasi (iredel-6raft
menghasilkan produk tunggal.
Soal latihan 12
Perhatikan peta potensial elektrostatik ,tri<uorometil/ben%ena ,6
=
H
;
6(
)
/ di bawah
ini ,lihat warna pada buku asli/. $ila dibandingkan dengan toluena, apakah
,tri<uorometil/ben%ena lebih reaktif atau kurang reaktif terhadap substititusi
elektro!lik# 2elaskan.
+.2 Akti4ator &en'arah orto- dan &ara-: 'u'us alkil
$aik untuk aktivator maupun deaktivator, efek induksi dan resonansi
bertanggungawab terhadap arah masuknya substituen. Sebagai "ontoh, gugus alkil
memiliki efek penyumbangan elektron melalui induksi dan merupakan pengarah orto-
dan para-. Hasil nitrasi toluena disaikan pada -ambar .).
37
-ambar .) Senyawa antara katbokation pada nitrasi toluena
Seperti tampak pada -ambar .), nitrasi dapat teradi pada semua posisi, yakni
orto, meta dan para terhadap gugus metil, menghasilkan tiga ma"am %at antara
karbokation. Semua karbokation mengalami stabilisasi oleh resonansi, tetapi zat
antara orto dan para lebih terstabilkan dibanding zat antara meta. Substitusi pada
posisi orto dan para, resonansi dapat menghasilkan muatan positif pada atom karbon
yang mengikat gugus alkil. 5arbokation tersier ini paling terstabilkan oleh efek induksi
dari gugus metil. :nergi %at antara orto dan para ini lebih rendah dibanding %at antara
meta, sehingga %at antara orto dan para lebih "epat terbentuk.
+.3 Akti4ator &en'arah orto- dan &ara-: -6 dan .6
2
-ugus-gugus hidroksil, alkoksil dan amino uga merupakan aktivator pengarah orto
dan para, tetapi "ara keranya berbeda dengan gugus alkil. -ugus-gugus ini memiliki
efek penyumbangan elektron melalui resonansi yang lebih kuat daripada efek
penarikan elektron melalui induksi. Seperti tampak pada -ambar .*, semua
karbokation terstabilkan oleh resonansi, tetapi pada substitusi orto dan para terdapat
bentuk resonansi yang muatan postifnya terstabilkan oleh sumbangan pasangan
elektron bebas dari oksigen. Substitusi pada posisi meta tidak menghasilkan stabilisasi
sema"am itu.
38
-ambar .* Jat antara karbokation pada nitrasi fenol
Soal latihan 13
8erhadap substitusi elektro!lik, asetanilida kurang reaktif dibanding anilina.
2elaskan.
+. 7eakti4ator &en'arah orto- dan &ara-: 6alo'en
Halogen merupakan gugus deaktivator karena efek penarikan elektron melalui
induksi lebih kuat daripada efek penyumbangan elektron melalui resonansi. 4eskipun
efek resonansinya lemah, efek penyumbangan elektron ini dialami dan menstabilkan
karbokation pada %at antara substitusi posisi orto dan para ,lihat -ambar .;/.
39
-ambar .; Jat antara karbokation pada nitrasi kloroben%ena
+.* 7eakti4ator &en'arah meta-
-ugus pengarah meta ,misalnya E6H&/ bekera melalui kombinasi efek tarikan
elektron melalui induksi dan resonansi yang saling memperkuat dan terasa paling kuat
pada posisi orto dan para. Akibatnya %at antara substitusi orto dan para lebih tidak
stabil, sehingga reaksi substitusi lebih disukai teradi pada posisi meta ,-ambar .=/.
-ambar .= Jat antara karbokation pada klorinasi ben%aldehida
40
Soal latihan 1
-ambarlah struktur-struktur resonansi %at antara reaksi elektro!l pada posisi orto,
meta dan para dari nitroben%ena. Jat antara mana yang paling stabil#
+.+ Rin'kasan e$ek substituen &ada substitusi elektroflik aromatik
Ringkasan efek substituen pada reaksi substitusi elektro!lik aromatik disaikan
pada 8abel '.
,abel 2 Pen'aruh Substituen &ada Substitusi Elektroflik Aromatik
0. Ben/ena ,risubstitusi: Pen''abun'an Pen'aruh Substituen
Substitusi elektro!lik pada ben%ena tersubstitusi ganda uga diarahkan oleh efek
induksi dan resonansi. 1alam hal ini kita harus memikirkan gabungan efek dari dua
gugus fungsi yang berbeda. Pada prakteknya hal ini tidak sesulit yang dibayangkan.
$iasanya tiga aturan berikut ini dapat digunakan.
./ $ila efek pengarahan dari dua gugus saling memperkuat, maka arah substitusi
sangat elas. 6ontohnya pada p-nitrotoluena, gugus metil dan gugus nitro
mengarahkan substitusi berikutnya ke posisi yang sama ,orto terhadap metil @
meta terhadap nitro/. 5arena itu reaksi ini menghasilkan produk tunggal.
'/ $ila efek pengarahan dari dua gugus saling berlawanan, maka gugus aktivator
yang lebih kuat akan mendominasi pengaruh, tetapi seringkali dihasilkan "ampuran
produk. 6ontohnya nitrasi p-metilfenol menghasilkan produk utama *-metil-'-
nitrofenol karena E&H merupakan aktivator yang lebih kuat dibanding E6H
)
.
)/ Substitusi arang teradi pada posisi di antara dua gugus pada ben%ena meta-
disubstitusi karena pada posisi ini halangan ruang terlalu besar.
41
!ontoh soal: %eramalkan &roduk reaksi substitusi &ada ben/ena
tersubstitusi 'anda
Ramalkan produk reaksi brominasi asam p-metilben%oat.
Strate'i:
Periksa dua gugus yang terikat pada "in"in, tentukan pengarahan dari masing-
masing gugus, kemudian bila perlu tentukan gugus mana yang merupakan
aktivator lebih kuat. Pada soal ini gugus karboksil merupakan pengarah meta,
sedangkan gugus metil merupakan pengarah orto dan para. 5edua gugus
mengarahkan substitusi ke posisi yang sama, menghasilkan asam )-bromo-*-
metilben%oat
(a)aban:
Soal latihan 1*
Pada senyawa-senaawa berikut ini pada posisi mana akan teradi substitusi
elektro!lik aromatik#
Soal latihan 1+
8unukkan produk utama bila senyawa-senyawa berikut ini direaksikan dengan ,i/
6H
)
6H
'
6l, Al6l
)
dan ,ii/ H9&
)
, H
'
S&
*
.
1. Substitusi .ukleoflik Aromatik
Reaksi substitusi nukleo!lik aromatik hanya dapat teradi pada "in"in aromatik
yang memiliki gugus penarik elektron yang kuat. 4isalnya ',*,=-trinitrokloroben%ena
42
dapat bereaksi dengan 9a&H berair pada suhu kamar menghasilkan ',*,=-trinitrofenol.
2adi, nukleo!l &H

menggantikan 6l

.
$agaimana reaksi ini teradi# Reaksi tidak mungkin berlangsung melalui
mekanisme S
9
. karena aril kation yang terbentuk sangat tidak stabil. Reaksi uga tidak
mungkin berlangsung melalui mekanisme S
9
' karena nukleo!l tidak dapat menyerang
dari arah LbelakangM karena adanya halangan ruang oleh "in"inD selain itu inversi
Nalden uga tidak mungkin teradi pada karbon "in"in aromatik.
Reaksi substitusi nukleo!lik aromatik berlangsung melalui mekanisme
sebagaimana tampak pada -ambar .?. Pertama nukleo!l mengadisi aril halida yang
miskin elektron, membentuk %at antara bermuatan negatif yang terstabilkan oleh
resonansi. Pada tahap selanutnya ion halida dieliminasi.
43
-ambar .? 4ekanisme reaksi substitusi nukleo!lik aromatik
Reaksi substitusi elektro!lik aromatik hanya teradi bila pada "in"in terdapat gugus
penarik elektron pada posisi orto atau para terhadap gugus pergi. Sebagaimana
terlihat pada -ambar .A, hanya gugus penarik elektron pada posisi orto dan para
yang dapat menstabilkan %at antara anion melalui resonansi. Sebaliknyha gugus
penarik elektron pada posisi meta tidak dapat menstabilkan anion tersebut. 5arena itu
m-kloronitroben%ena tidak bereaksi dengan &H

.
-ambar .A Substitusi nukleo!lik aromatik pada nitrokloroben%ena
Perhatikan perbedaan antara substitusi elektro!lik aromatik dan substitusi
nukleo!lik aromatik. Reaksi substitusi elektro!lik aromatik dipermudah oleh gugus
penyumbang elektron yang menstabilkan %at antara karbokation, sedangkan reaksi
substitusi nukleo!lik aromatik dipermudah oleh gugus penarik elektron yang
menstabilkan %at antara karbanion. -ugus penarik elektron ,nitro, karbonil, siano, dll/.
yang merupakan deaktivator pada reaksi substitusi elektro!lik aromatik, merupakan
aktivator pada reaksi substitusi nukleo!lik aromatik. -ugus penarik elektron tersebut
berperan sebagai pengarah meta pada substitusi elektro!lik aromatik, tetapi berperan
sebagai pengarah orto dan para pada substitusi nukleo!lik aromatik. Pada substitusi
elektro!lik aromatik yang diganti adalah hidrogen, sedangkan pada substitusi
nukleo!lik aromatik yang diganti adalah suatu gugus pergi ,biasanya ion halida/.
Soal latihan 10
Herbisida oksi<uorfen dibuat dengan reaksi antara suatu fenol dan suatu aril
<uorida. 8ulislah mekanisme reaksinya.
44
2. Ben/una
Fa%imnya haloben%ena tidak bereaksi dengan nukleo!l. 9amun pada suhu dan
tekanan tinggi reaksi dapat teradi, seperti "ontoh di bawah ini.
Reaksi ini berlangsung melalui %at antara ben%una, yang terbentuk melalui
eliminasi H6l dari kloroben%ena. $en%una sangat reaktif sehingga tidak dapat diisolasi.
$en%una bereaksi dengan air membentuk fenol.
Seperti tampak pada -ambar .B, ikatan rangkap tiga pada ben%una berbeda
dengan pada alkuna. Pada alkuna ikatan rangkap tiga teradi pada karbon
berhibridisasi sp, sedangkan pada alkuna atom karbon berhibridisasi sp
2
. Ikatan
rangkap tiga pada alkuna memiliki dua ikatan yang terbentuk dari tumpangsuh
orbital p-p, sedangkan pada ben%una satu ikatan berasal dari tumpangsuh orbital p-p
dan satu lagi berasal dari tumpangsuh sp
2
-sp
2
. Ikatan yang berasal dari tumpangsuh
sp
2
-sp
2
ini sangat lemah.
Soal latihan 11
Reaksi p-bromotoluena dengan 9a&H pada )CC O6 menghasilkan dua produk,
tetapi reaksi m-bromotoluena menghasilkan tiga produk. 2elaskan.
15. -ksidasi Senya)a Aromatik
15.1 -ksidasi rantai sam&in' alkilben/ena
45
$erbeda dengan alkena, "in"in ben%ena tidak bereaksi dengan oksidator kuat
seperti 54n&
*
dan 9a
'
6r
'
&
?
. 8etapi adanya "in"in aromatik menyebabkan rantai
samping mudah dioksidasi menadi gugus karboksil. 2adi, alkilben%ena diubah menadi
suatu asam ben%oat, seperti "on"oh di bawah ini. 4ekanisme reaksi ini terlalu rumit,
tetapi elas melibatkan ikatan 6-H dari atom 6 yang terikat pada "in"in aromatik.
Reaksi tidak teradi bila tidak ada H ben%ilik.
&ksidasi rantai samping uga teradi pada proses biosintesis di dalam tubuh.
Sebagai "ontoh, neurotransmiter norepinefrin disintesis dari dopamin melalui reaksi
hidroksilasi ben%ilik yang dikatalisis oleh en%im dopamin -monooksigenase. Reaksi
teradi melalui mekanisme radikal.
Soal latihan 12
Produk apakah yang terbentuk bila senyawa-senyawa berikut ini dioksidasi dengan
54n&
*
#
15.2 Brominasi rantai sam&in' alkilben/ena
$rominasi pada posisi ben%ilik teradi bila alkilben%ena direaksikan dengan N-
bromosuksinimida ,9$S/, seperti "ontoh di bawah ini. Reaksi ini menggunakan ben%oil
peroksida sebagai inisiator radikal.
Reaksi ini berlangsung melalui mekanisme radikal. Fepasnya atom hidrogen
ben%ilik akan menghasilkan %at antara radikal ben%ilik yang kemudian bereaksi dengan
$r
'
, menghasilkan produk dan $r radikal yang kembali bereaksi ,meneruskan reaksi
rantai/.
46
Reaksi hanya berlangsung pada posisi ben%ilik karena %at antara radikal ben%ilik
terstabilkan oleh resonansi. Pada -ambar 'C terlihat bagaimana radikal ini terstabilkan
melalui tumpangsuh orbital p dari dari radikal ben%ilik dengan orbital dari "in"in.
-ambar 'C Stabilisasi radikal ben%ilik
Soal latihan 25
Ruuklah data pada 8abel ;.) buku &rgani" 6hemistry 4"4urry edisi ? halaman
.;=. $erapa besar ,dalam k2Pmol/ radikal ben%il lebih stabil dibanding radikal alkil
primer# $agaimana kestabilan radikal ben%il dibanding radikal alil#
Soal latihan 21
Stirena, alkenilben%ena paling sederhana, adalah bahan untuk pembuatan plastik.
Senyawa ini dibuat melalui dehidrogenasi katalitik dari etilben%ena. $agaimana anda
bisa membuat stirena dari bahan awal ben%ena melalui reaksi-reaksi yang sudah anda
pelaari#
11. Reduksi Senya)a Aromatik
11.1 6idro'enasi katalitik "in"in aromatik
Pada kondisi hidrogenasi katalitik yang biasa digunakan untuk menghidrogenasi
alkena, "in"in aromatik tidak bereaksi. &leh karena itu alkena bisa dihidrogenasi
se"ara selektif seperti "ontoh di bawah ini.
6in"in aromatik dapat dihidrogenasi bila digunakan katalis platinum dan tekanan
tinggi, atau digunakan katalis yang lebih efektif seperti rhodium dalam karbon.
47
11.2 Reduksi aril alkil keton
Sebagaimana "in"in aromatik mengaktifkan hidrogen ben%ilik terhadap oksidasi,
"in"in aromatik uga mengaktifkan karbonil yang terikat langsung pada "in"in. &leh
karena itu, alkil aril keton yang dibuat dengan asilasi (iredl-6rafts dapat diubah
menadi alkilben%ena melalui hidrogenasi katalitik menggunakan katalis paladium.
Soal latihan 22
$agaimana anda membuat difenilmetana ,Ph
'
6H
'
/ dari bahan awal ben%ena dan
asil klorida#
12. Soal-Soal Latihan
48
49
50
51
52
S:FA4A8 $:FA2AR
53