Anda di halaman 1dari 8

dr.

Galuh Maharani Sukma


PORTOFOLIO KASUS III
SUBJEKTIF
(Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis di poli umum RSUD dr. Andi
Abdurrahman Noor Tanah Bumbu tanggal 3 Maret !"# puku $%#! &'TA(
)asien* N+. ' usia 3, tahun datang ke poli umum RSUD dr. Andi Abdurrahman Noor
Tanah Bumbu dengan keluhan sesak se-ak " hari SMRS. Sesak dirasakan semakin
bertambah se-ak kemarin siang dan disertai dengan bun+i .ngik/ngik0 (mengi(.
Sebelum sesak 1S mengalami batuk kering +ang lama kelamaan men-adi batuk
berdahak. Dahak a2aln+a dapat dikeluarkan* ber2arna putih* namun makin lama
dirasakan dahak semakin bertambah dan sulit dikeluarkan sehingga dada 1S
men-adi terasa berat dan sesak. 1S mengeluhkan sakit kepala dan sulit tidur akibat
sesak +ang dirasakann+a. 1S tidak mengalami keluhan demam* mula* muntah* n+eri
dada* ataupun berdebar/debar. BAB dan BA3 tidak ada kelainan. 1S memiliki
ri2a+at asma se-ak kecil* dan asman+a kambuh apabila berada di udara +ang dingin*
setelah melakukan akti4itas 4isik +ang berat* dan -uga stress5emosi. 6rek2ensi
kekambuhan asma 7" kali tiap bulann+a. Apabila asman+a kambuh 1S biasan+a
datang ke RS atau klinik terdekat untuk diuap dan diberi obat minum untuk beberapa
hari. 1S tidak memiliki alergi terhadap makanan5obat/obatan tertentu. Ri2a+at
hipertensi* diabetes mellitus* ataupun pen+akit lainn+a disangkal. 1S adalah seorang
ibu rumah tangga. A+ah dan nenek 1S -uga merupakan penderita asma.
OBJEKTIF
Dari pemeriksaan 4isik didapatkan
3esadaran % 8ompos mentis (98S ":(
3eadaan umum % Tampak sakit sedang
Tanda/tanda ;ital %
TD % "3!5$! mm<g
Nadi % ""! kali5menit
Suhu % 3,
o
8
)ernapasan % 26 kali/mni!" k#$ira#i mman%an&
Mata % 8on-uncti;a pucat /5/* sclera ikterik /5/* pupil isokor* R8 =5=
<idung % Napas cuping hidung (/(
>eher % )embesaran 39B (/(* pembesaran tiroid (/(
Thora? %
'nspeksi % Bentuk thora? normal* gerak dinding dada simetris pada saat
statis dan dinamis* r!rak#i '!'!('!'! $rna$a#an )*+
)alpasi % @okal 4remitus merata pada seluruh lapang paru
)erkusi % Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi % Suara napas ;esikuler* rh'nki */*" ,h-in& */** bun+i
-antung '/'' regular* murmur (/(* gallop (/(
Abdomen %
'nspeksi % Datar* kelainan kulit dan umbilicus (/(
Auskultasi % Bising usus (=( 3 kali5menit
)alpasi % Supel* n+eri tekan (/(* hepatosplenomegal+ (/(
)erkusi % Timpani diseluruh lapang abdomen
Akstremitas %
Superior % Sianosis /5/* akral hangat =5=* oedem /5/
'n4erior % Sianosis /5/* akral hangat =5=* oedem /5/
ASSESME.T
Asma merupakan pen+akit in4lamasi kronis saluran napas +ang ditandai dengan
mengi episodik* batuk* dan sesak di dada akibat pen+umbatan saluran napas.
Secara umum 4aktor risiko asma dipengaruhi atas 4aktor genetik dan 4aktor
lingkungan.
". 6aktor 9enetik
a. Atopi5alergi
b. <ipereakti;itas bronkus
c. Benis kelamin
d. 1besitas
. 6aktor lingkungan
a. Alergen makanan
b. Alergen obat/obatan tertentu
c. Bahan +ang mengiritasi
d. Akspresi emosi berlebih
e. )olusi udara dari luar dan dalam ruangan
g. A?ercise/induced asthma
h. )erubahan cuaca
Menurut 9'NA ( 9lobal 'nitiati4 4or Astma ( +ang disusun oleh National <eart >ung
and blood 'nstitude Amerika beker-asama dengan &<1* 3lasi4ikasi asma dapat
dibagi men-adi # golongan%
Berat5
ringann+a
Asma
9e-ala 3linik 6ungsi )aru
Asma
'ntermitent
/3ambuhan 7 "?5mgg
/9e-ala asma malam hari 7 ?5bln
/Aksaserbasi han+a sebentar
/Tidak ada ge-ala dan 4ungsi paru
normal diantara kambuhan
/A)A C D!E prediksi
/@ariabilitas A)A 7!E
Asam )ersisten
Ringan
/3ambuhan "/?5mgg tapi 7 "?5hr
/9e-ala asma malam hari C ?5bln
/Aksaserbasi dapat mengganggu
akti;itas
/A)A C D!E prediksi
/@ariabilitas A)A
!E/3!E
Asam )ersisten
Sedang
/3ambuhan 5 sesak na4as tiap hari
/9e-ala asma malam hari C "?5mgg
/Aksaserbasi mengganggu akti;itas dan
tidur
/A)A F!E/D!E
prediksi
/@ariabilitas A)A
C3!E
Asam )ersisten
Berat
/3ambuhan sering
/9e-ala sesak terus menerus
/9e-ala asma malam hari sering
/Akti;itas 4isik terbatas karena asma
/A)A 7F!E prediksi
/@ariabilitas A)A
C3!E
3lasi4ikasi dapat pula berdasarkan berat atau ringann+a serangan%
Asma ditandai dengan 3 kelainan utama pada bronkus +aitu bronkokonstriksi otot
bronkus* in4lamasi mukosa* dan bertambahn+a sekret +ang berada di -alan na4as

Diagnosis asma ditegakkan berdasarkan urutan pemeriksaan berikut%
". Anamnesis
Secara klinis asma diduga bila ada ge-ala mengi* batuk* sesak na4as* dan
ri2a+at pneumonia atau bronkitis +ang berulang. Batuk +ang menetap dan
berulang terutama sesudah pa-anan berbagai Gat tertentu* akti;itas* gangguan
emosi* dan in4eksi ;irus. Batuk pada asma men-adi lebih berat pada malam hari.
Namun kadang/kadang ge-ala asma han+a berupa batuk/batuk kronik. )enting
-uga diketahui dalam anamnesis adalah ge-ala/ge-ala +ang membaik secara
spontan atau dengan bronkodilator dan anti in4lamasi* dan 4aktor/4aktor +ang
dapat mencetuskan asma dan atopi dalam keluarga.
. )emeriksaan 4isik
<asil +ang didapat tergantung stadium serangan* laman+a serangan serta
-enis asman+a. )ada asma +ang ringan dan sedang* tidak ditemukan kelainan
4isik di luar serangan. 3adang/kadang dapat ditemukan pen+akit lain sebagai
pen+akit pen+erta berupa otitis media* kon-ungti;itis* rinitis* polip hidung* sinusitis
atau hiperplasia tonsil.
)ada inspeksi terlihat perna4asan +ang cepat dan sukar* disertai batuk/batuk
paroksismal* dan ekspirium meman-ang. Saat inspirasi terlihat retraksi daerah
supra kla;ikular* suprasternal* epigastrium* dan sela iga. )ada asma kronik*
terlihat bentuk toraks em4isematus* bongkok ke depan* sela iga melebar* dan
diameter anteroposterior toraks bertambah. Saat serangan berat terlihat tanda/
tanda kegelisahan sampai penurunan kesadaran* kesukaran berbicara* takikardi*
penggunaan otot bantu na4as* sianosis* hiperin4lasi* dan pulsus paradoksus.
)ada perkusi terdengar hipersonor di seluruh toraks* terutama bagian ba2ah
posterior. Daerah pekak -antung dan hati mengecil.
)ada auskultasi* a2aln+a terdengar bun+i na4as kasar5mengeras. Bila
pen+akit makin berat* mengi dapat terdengar baik saat ekspirasi maupun
inspirasi. Dalam keadaan normal* 4ase ekspirasi "53/"5 dari 4ase inspirasi. Saat
serangan* 4ase ekspirasi meman-ang. Terdengar -uga ronki kering dan ronki
basah serta suara lendir bila ban+ak sekresi bronkus.
3. U-i 4aal paru
U-i 4aal paru +ang paling sederhana adalah pemeriksaan arus puncak
ekspirasi (A)A( dengan alat Mini Wright Peak Flow Meter. )emeriksaan ini
memiliki arti bila dilakukan secara serial. @ariabilitas nilai A)A sebesar !E atau
lebih antara pagi dan sore merupakan diagnostik asma. )emeriksaan paru +ang
lebih akurat adalah dengan spirometri* +aitu menentukan ;olume ekspirasi paksa
detik pertama (@A)"5@olume Akspirasi )aksa detik pertama( dan rasio @A)"
terhadap kapasitas ;ital paksa (3@)(. Re;ersibilitas asma dapat dilihat dengan
pengukuran 4aal paru (A)A atau @A)"( sebelum dan sesudah pemberian
bronkodilator.
#. )emeriksaan laboratorium
)ada penderita asma sering ditemukan eosino4ilia. U-i kulit dengan alergen
merupakan pemeriksaan diagnostik pada asma alergi. )emeriksaan 'gA spesi4ik
dalam serum -uga berguna dalam diagnostik asma alergi.
:. )emeriksaan radiologi
)emeriksaan 4oto toraks tidak begitu penting untuk diagnosis asma.
)emeriksaan ini berguna untuk men+ingkirkan pen+akit lain +ang mempun+ai
ge-ala mirip asma atau untuk melihat komplikasi pen+akit seperti atelektasis*
pneumotoraks* pneumonia* dan 4raktur iga.
F. U-i pro;okasi bronkus
)emeriksaan ini dilakukan untuk memperlihatkan dan mengukur dera-at
hipereakti;itas bronkus +ang terdapat pada penderita asma. Selain itu -uga
dilakukan bila ada kecurigaan asma namun tidak ditemukan kelainan pada
pemeriksaan 4isik dan 4aal paru. U-i pro;okasi ini dapat dilakukan dengan beban
ker-a* hiper;entilasi isokapnik* udara dingin* maupun dengan inhalasi spesi4ik
atau nonspesi4ik.
,. Analisa gas darah
)emeriksaan ini han+a dilakukan pada asma +ang berat.
Diagnosis banding pada asma meliputi bronkitis kronis* em4isema paru* dan gagal
-antung kiri akut (asma kardial(.
Berikut ini telah disusun tuntunan (guideline( pengobatan +ang relati4 dipakai
diseluruh negara menurut N<>B'* 9'NA* dan &<1 "$$D%
Berat )en+akit )encegahan -angka pan-ang )engobatan mengatasi
serangan
Asma )ersisten
berat
)engobatan setiap hari
'nhalasi steroid
MD'=spacer C"mg5hr atau
Steroid nebulasiC"mg* ?5hr
Bila perlu steroid oral* dosis
kecil* selang sehari*pagi hari
'nhalasi bronkodilator
ker-a singkat
Agonis beta/ atau
ipratropium bromida atao
oral agonis beta/ 3/#?5hr
Asma )ersisten
Sedang
)engobatan setiap hari
'nhalasi steroid
MD'=spacer #!!/D!!mcg5hr
atao Steroid nebulisasi
7"mg5hr
'nhalasi bronkodilator
ker-a singkat
Agonis beta/ atau
ipratropium bromida
Agonis beta/ atau
ipratropium bromida oral
agonis beta/* 3/#?5hr
Asma persisten
Ringan
)engobatan setiap hari
'nhalasi steroid
MD'=spacer !!/#!!mcg5hr
3romoglikat (gunakan
MD'=spacer atau secara
nebulisasi
'nhalasi bronkodilator
ker-a singkat
Agonis beta/ atau
ipratropium bromida
Agonis beta/ atau
ipratropium bromida oral
agonis beta/* 3/#?5hr
Asma
'ntermitten
Tidak dibutuhkan 'nhalasi bronkodilator
ker-a singkat.
Agonis B atau
ipratropium bromid bila
dibutuhkan.
PLA..I.G
/ 1

lt5menit
/ Nebulisasi ;entolin dalam Na8l !*$E (dapat diulang ?(
/ Amino4ilin 3?" tab
/ )rednisone ?" tab
/ Ambro?ol 3?" tab
/ )aracetamol 3?" tab
/ Adukasi ke pasien untuk menghindari 4aktor pencetus asman+a* minum obat +ang
diberikan apabila merasa ge-ala asma akan kambuh* dan dating ke RS5klinik terdekat
apabila ge-ala asma +ang dirasakan semakin berat.
/AFTAR PUSTAKA
1. Rengganis, Iris. 2008. Diagnosis dan Tatalaksana Asma Bronkial dalam
majalah kedokteran Indonesia Volume 58 omor 11, !akarta " De#artemen
Ilmu $en%akit Dalam &' (I diunduh dari htt#"))isjd.#dii.li#i.go.id #ada tanggal
20 *aret 201+.
2. ,undaru -, 200..Asma Bronkial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam !ilid I,
/disi IV re0isi, !akarta" De#artemen Ilmu $en%akit Dalam &'(I, ## 2+51250
2. $ri3e ,A and 4ilson 5*, 1665. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit Buku 1, /disi +, !akarta" $ener7it Buku 'edokteran /89, ## 1::1160
4. NHLBI/WHO Workshop Report. Global Initiative for Asthma.
Global Strategy for Asthma Maagemet a! "re#et$o.
NHLBI %&&'.