Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN CASE STUDY 2 BLOK AESTHETIC DENTISTRY 2

Tika Hestiana (G1G009010


SKENARIO KASUS
Seorang wanita berumur 40
tahun datang ke klinik dengan keluhan
nyeri setelah beberapa jam mengalami
kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan
klinis menyatakan bahwa gigi permanen
insisiv sentral kiri maksila mengalami
fraktur mahkota akar dengan pulpa
terbuka, meskipun patahan fraktur
tersebut tertinggal ditempat. Patahan
mahkota telah dihilangkan dan saluran
akar telah diisi dengan gutta-percha dan
resin sealer menggunakan teknik
kondensasi lateral.

ANALISIS KASUS
. Pemeriksaan Subjektif
!. "eluhan #tama $%%&'
merasakan nyeri pada gigi
depan.
(. "eadaan Sakit Sekarang $P)&'
nyeri setelah beberapa jam
mengalami kecelakaan.
*. +iwayat ,ental Sebelumnya
$P,-&' tidak diketahui
4. +iwayat .edis Sebelumnya
$P.-&' tidak diketahui.
/. +iwayat Sosial $S-&' tidak
diketahui.
0. Pemeriksaan 1bjektif
-asil pemeriksaan objektif
intra oral menunjukan bahwa gigi
(! mengalami fraktur mahkota
akar dengan pulpa terbuka.
%. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan radiograf
berupa periapikal dapat sebagai
pilihan dengan tujuan untuk
mengetahui luasnya fraktur dari
gigi tersebut dan keadaan jaringan
periodontal apakah mengalami
pelebaran atau kerusakan.
,. ,iagnosis
,iagnosis dari kasus
tersebut adalah fraktur 2llis kelas
))).
2. +encana Perawatan
+encana perawatan yang
diberikan yaitu pembuatan mahkota
jaket dengan pasak inti logam.
PROSEDUR PERA!ATAN
Prosedur pembuatan pasak inti
logam yaitu'
. Preparasi .ahkota
-al-hal yang perlu
diperhatikan dalam preparasi
mahkota yaitu'
!. .enghilangkan struktur gigi
yang lemah dan
mempertahankan struktur gigi
yang kuat dengan ketebalan sisa
jaringan mahkota minimal !
mm. Pembuatan ferrule pada
mahkota dapat mencegah fraktur
pada saat gigi berfungsi.
(. 0entuk retensi didapatkan
dengan menyisakan *-/ mm
bahan pengisi di bagian apeks.
*. 0entuk resistensi didapatkan
dengan pembuatan ferrule dan
bentuk ovoid 3 groove pada
orifis.
Preparasi pada bagian sisa
mahkota dapat menggunakan
diamond bur tipe cylindrical.
Permukaan atap akar dibagi
menjadi dua bidang bersudut !(0
0
di tengah permukaan akar, setinggi
0,/ 4 ! mm dari margin gingival
$Smith et al., (005&
P26#7S6 081" 2S9-29)% ,269)S9+: ( 9. (0!(3(0!* |
1
da baiknya dilakukan
perpanjangan preparasi pada
dinding aksial mehkota keapikal
untuk memberikan efek ferrule
$7ambar &. Selanjutnya sekeliling
permukaan dibuat bevel
menggunakan bur diamond round
end tapered cylindrical $Smith et
al., (005; <ones and 7rundy, !==(&.
0. Preparasi Saluran kar dan
.engeluarkan 0ahan Pengisi.
!. Preparasi saluran akar
Setelah panjang kerja tercapai,
saluran akar diperlebar
menggunakan peaso reamer/
root canal drill kecepatan
rendah. Panjang kerja pasak
maksimal *34 panjang saluran
akar atau !-( mm lebih panjang
dari mahkota klinis serta
diameter pasak maksimal !3*
diameter saluran akar. 0ila
penampang orifis bulat, maka
dibuat menjadi ovoid, namun
bila diameter penampangnya
kurang dapat dibuatkan kunci
sebagai key lock berupa groove
sedalam !,/ mm guna sebagai
retensi dan resistensi pasak.
Selanjutnya sudut-sudut
dibulatkan.
(. Pembuangan gutta-percha dapat
dilakukan dengan * cara yaitu'
a. "onvensional,dengan
instrumen putar, low speed
menggunakan bur drill
bentuk bulat dengan
diameter lebih kecil daripada
diameter orifice $!-!,( mm&.
b. ,engan instrumen tangan,
yaitu dengan root canal
plugger yang dipanaskan
untuk mengambil gutta perca
sepanjang pasak yang
dikehendaki.
c. "ombinasi, pengambilan
gutta perca dengan plugger
kemudian dilanjutkan
dengan gates glidden drill
dan peeso reamer sepanjang
pasak yang dikehendaki.
Setelah pembuangan gutta-
percha, harus disisakan guttap
sekitar *-/ mm dari apeks $!3*
apeks& $Smith et al., (005;
hmad, (00>&.
*. Pembuatan model pasak dari inlay
wax
%ara pembuatannya adalah'
a. Potong kawat ortodontik sesuai
panjang saluran akar,
bengkokkan kawat ke arah labial
sehingga tidak mengganggu
oklusi.
P26#7S6 081" 2S9-29)% ,269)S9+: ( 9. (0!(3(0!* |
2
b. -asil preparasi saluran akar
dibasahi dengan bahan separasi
$vaseline&.
c. 8apisi kawat dengan inlay wax,
dimulai dari bagian apikal,
dalam keadaan agak lunak
masukkan kedalam saluran akar.
d. Setelah mengeras keluarkan dan
periksa apakah bentuk dan
panjang sesuai dengan panjang
kerja.
e. .asukkan kembali pola malam
kedalam sal. kar, periksa
ketepatan pola malam.
f. Pembuatan pola malam inti, hal
ini dapat dilakukan diluar mulut.
g. .asukkan kedalam saluran akar
dan lihat hubungan proksimal,
hubungan antagonis, inklinasi
dan ketebalan inti.
h. "eluarkan pola malam,kelebihan
kawat diluruskan dan dipotong
untuk pembuatan sprue.
$hmad, (00>&
4. Processing
Setelah pola malam
dikeluarkan dari saluran akar dan
sprue diluruskan dipotong
secukupnya, dilanjutkan dengan
prosedur penanaman model malam
menggunakan gips investment
dalam casting ring. Selanjutnya
prosedur casting alloy dengan
proses laboratorium.
/. Finishing dan polishing
>. )nsersi dan sementasi semen pasak
logam.
0ahan sementasi pasak antara lain'
a. ?inc fosfat, tekhnik pengadukan
('! dengan konsistensi lebih
encer. )ndikasi' anterior dan
posterior.
b. Polikarboksilat.
c. 7)% tipe lutting $@uji ) 3 A))&.
9ahap sementasi'
a. 0ersihkan saluran akar dan post
and core
b. %obakan pasak inti kedalam
saluran akar sampai posisi yang
tepat,
c. Periksa inklinasi dan ruang inti,
apakah sudah tepat dan tersedia
ruangan untuk mahkota. )nti
tidak dipoles hanya dihaluskan.
d. <ika sudah tepat aduk semen
sesuai dengan BP ratio.
KESI"PULAN
Seorang wanita $40 th& datang
dengan keluhan utamanya gigi nyeri
setelah kecelakaan. -asil pemeriksaaan
gigi (! mengalami fraktur 2llis kelas
))). Perawatan yang diberikan dengan
pembuatan crown dengan inti pasak
logam.
DA#TAR PUSTAKA
hmad, )., (00>, Protocols for Predictable
Aesthetic Dental Restoration,
0lackwell Publishing,
-ongkong.
<ones,<.7., 7rundy, <.+. !==(. A olour
Atlas of linical !perative
Dentistry rown " #ridges, (
nd
2d, Bolfe.
Smith, 0.7., 6C-owe, 8eslie, %., (005,
Planning and $aking rown
and #ridges% &th ed% 6ew :ork,
)nforma -ealthcare.
P26#7S6 081" 2S9-29)% ,269)S9+: ( 9. (0!(3(0!* |
3