Anda di halaman 1dari 158

157 157 157 157 157

Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
155 155 155 155 155
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
1 11 11
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ME N G E N A L ME N G E N A L
ME N G E N A L ME N G E N A L ME N G E N A L
SATWA SATWA
SATWA SATWA
SATWA
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Panduan Lapangan
Anton Ario
2 22 22
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Perpustakaan Nasional:
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Mengenal Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango/Anton Ario
Jakarta/ Conservation International Indonesia
Oktober 2010
156 hlm; 10 x 14 cm
ISBN: 978 - 602 - 8901 - 02 - 4
Diterbitkan pertama kali oleh Conservation International (CI) Indonesia.
Temuan, penafsiran dan kesimpulan yang disajikan dalam publikasi ini adalah milik penulis dan
tidak secara langsung merefleksikan pendapat Conservation International (CI) Indonesia.
This publication has been supported by Conservation International (CI) Indonesia. The findings,
interpretations, and conclusion expressed herein are those of the author and do not necessarily
reflects the view of Conservation International (CI) Indonesia.
Penyusun: Penyusun: Penyusun: Penyusun: Penyusun:
Anton Ario
Sumbar foto:
Conservation International Indonesia_Camera Trap, halaman: 39, 42, 43, 44, 47, 48, 52,
53, 54, 55, 57, 58, 59, 60, 62, 63, 64, 66, 67, 68
Anton Ario-CI: sampul depan dan belakang
Anton Ario-CI, halaman:38, 40, 41, 45, 46, 49, 50, 51, 56, 61, 65, 72, 73, 88, 89, 90,
92, 94, 95, 96, 98, 99, 100,102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113,
114, 115, 116, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126, 127, 128, 129, 130, 131, 132, 133,
134, 135, 136, 137, 138, 140, 141, 142, 143, 144, 145, 146
Jarot Arisona-CI, halaman 69
Asep Hermawan-Volunteer Eagle, halaman 91, 93, 97
Tangguh-TNGGP, halaman 101
Conser vat i on I nt er nat i onal I ndonesi a Conser vat i on I nt er nat i onal I ndonesi a Conser vat i on I nt er nat i onal I ndonesi a Conser vat i on I nt er nat i onal I ndonesi a Conser vat i on I nt er nat i onal I ndonesi a
Jl. Pejaten Barat No 16 A
Kemang, Jakarta 12550, INDONESIA
Phone: (62 21) 7883 8624, 7883 8626, 7883 2564
Fax: (62 21) 780 6723
E-mail: ci-indonesia@conservation .org
www.conservation.or.id
3 33 33
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
I
de awal dalam penyusunan buku ini adalah untuk
mendokumentasikan berbagai hasil penelitian keanekaragaman
hayati khususnya satwa yang hidup di kawasan hutan Bodogol,
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Hasil-hasil
penelitian tersebut sekiranya dapat bermanfaat sebagai bahan
informasi bagi masyarakat yang berkunjung di Pusat Pendidikan
Konservasi Alam Bodogol (PPKAB). Selain itu juga dapat berguna
bagi para interpreter yang berperan sebagai corong informasi
kepada masyarakat yang berkunjung di PPKAB.
Namun seiring dengan kebutuhan yang lebih luas, dan mengingat
keterbatasan informasi mengenai keanekaragaman hayati khususnya
satwa di TNGGP, maka diperlukan pula informasi yang cukup dari
berbagai aspek kehidupan jenis satwa yang tidak hanya di jumpai di
hutan Bodogol saja namun di seluruh kawasaan TNGGP. Hasil-hasil
penelitian satwa yang dilakukan sejak tahun 1998 kini tertuang dalam
bentuk buku panduan lapangan yang dapat berguna bagi semua
pihak.
Buku ini berisi informasi mengenai keanekeragaman jenis satwa
yang hidup di TNGGP khususnya jenis-jenis mamalia, reptil, amfiibi,
burung dan ikan. Disusun secara sederhana agar mudah dipahami
berbagai kalangan, dan juga dilengkapi foto-foto satwa untuk
lebih mudah mengetahuinya di lapangan.
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
4 44 44
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Dipublikasikannya buku panduan lapangan yang berjudul
Mengenal Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,
diharapkan dapat bermanfaat sebagai salah satu informasi penting
untuk rangkaian kegiatan pendidikan dan dapat memperkenalkan
kekayaan hayati khususnya satwa mamalia, burung, reptil, amfibi
dan ikan, kepada masyarakat luas agar tercipta kesadaran untuk
tetap mempertahankan keberadaan satwa-satwa tersebut dalam
hutan alam di kawasan yang berada di jantung Jawa Barat ini.
Ada kemungkinan jenis-jenis satwa yang hidup di Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango terlewati dalam buku ini, Jika ada yang
menemukan informasi baru, apabila terdapat informasi yang
terlewatkan, atau terdapat kesalahan teks maupun
pengidentifikasian, maka masukan dan saran sangat diharapkan
demi kesempurnaan buku ini.
Terima kasih dan selamat membaca,
Penyusun,
Anton Ario
5 55 55
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
UCAPAN TERIMA KASIH UCAPAN TERIMA KASIH UCAPAN TERIMA KASIH UCAPAN TERIMA KASIH UCAPAN TERIMA KASIH
D
engan selesainya penulisan buku panduan lapangan yang
berjudul Mengenal satwa Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
DR. Jatna Supriatna, DR. Herwarsono Soedijo, dan Hermawan
Widjayanto dari Conservation International Indonesia, atas
kesempatan yang diberikan dalam menuangkan segala pikiran
dan kemampuan dalam penulisan buku ini. Rekan-rekan Conser-
vation International Indonesia yang tidak dapat disebutkan satu
persatu. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,
Kepala Bidang Wilayah Bogor, Kepala Resot Bodogol beserta jajaran
Polisi Kehutanan, terima kasih atas bantuan yang diberikan. Rekan-
rekan yang membantu dalam program monitoring flora dan fauna
di Bodogol Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, antara lain:
Asep Hermawan, Suhai, Caca, icas, omay, mulya, Chaerul yang
membantu dalam penelitian Amfibi dan Reptil. Royani, Eryan
Hidayat, Yosep Supardi, Arif, Elan, Adi, Didi, Irvan, Alwan, Eva,
Neng Elis, Supian yang membantu dalam penelitian mamalia dan
burung, Iip Latifah Syaefullah, Supian, Irfan Maulana, Asep
Sumantri, Dede Rahmatullh dan Muhammad Abduh yang
membantu lancarnya kegiatan-kegiatan pengumpulan data di
lapangan. Rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Uni-
versitas Nasional, Institut Pertanian Bogor, Universitas Assafiiyah,
dan Universitas Pakuan atas keterlibatannya dalam program moni-
toring di Bodogol.
6 66 66
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
S
ebagai salah satu taman nasional di Indonesia Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai tiga fungsi pokok
sebagaimana diamanatkan UU No. 5 tahun 1990, yaitu
perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan
keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya dan
pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekositemnya
dalam bentuk penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang
budidaya dan pariwisata alam.
Kawasan TNGGP memiliki luasan 21.975 ha. Walaupun kawasannya
tidak terlalu luas ditinjau dari potensi yang terkandung didalamnya,
TNGGP mampu memenuhi ketiga fungsi pokok taman nasional tersebut.
Nilai-nilai penting yang terkandung di TNGP meliputi potensi
keanekaragaman hayati, perlindungan fungsi hidro-orologi, potensi
pariwisata alam dan lokasi yang strategis. Secara keseluruhan nilai penting
demikian merupakan kesatuan utuh yang mencerminkan sosok TNGGP
sebagai suatu hot spot keanekaragaman hayati dunia.
TNGGP merupakan salah satu kawasan kunci yang memiliki arti penting
bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati yang yang tersisa di ekosistem
hutan pegunungan di Jawa Barat. Kawasan TNGGP dapat menjadi benteng
terakhir dalam pelestarian keanekaragaman hayati khususnya jenis-jenis
yang memiliki tingkat keterancaman yang tinggi. Hal ini ditandai dengan
masih dijumpainya empat jenis satwa yang berstatus terancam punah yaitu
Owa jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comata), Elang Jawa (Spizaetus
bartelsi), dan Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).
KATA SAMBUTAN KATA SAMBUTAN KATA SAMBUTAN KATA SAMBUTAN KATA SAMBUTAN
7 77 77
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Penelitian dan pengkajian mengenai keanekaragaman hayati di
TNGGP telah banyak dilakukan. Beberapa buku seri panduan
mengenai flora TNGGP telah banyak diterbitkan, namun panduan
pengenalan satwa di TNGGP masih sangat terbatas. Diperlukan
informasi mengenai keanekaragaman jenis satwa dalam bentuk buku
panduan lapangan pengenalan jenis-jenis satwa khususnya mamalia,
burung, reptil, ampibi dan ikan. Oleh karena itu, kami selaku pengelola
menyambut baik terbitnya Buku Mengenal Mengenal Mengenal Mengenal Mengenal S SS SSatwa T atwa T atwa T atwa T atwa Taman aman aman aman aman
Nasional Gunung Gede Pangrango Nasional Gunung Gede Pangrango Nasional Gunung Gede Pangrango Nasional Gunung Gede Pangrango Nasional Gunung Gede Pangrango ini.
Pada kesempatan ini, kami sampaikan apresiasi bagi para peneliti di
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang telah memberikan
kontribusi data dan informasi yang tentu berperan penting dalam
upaya konservasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung
Gede Pangrango.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada penyusun dan semua
pihak yang telah membantu terbitnya buku ini. Semoga buku ini dapat
bermanfaat khususnya dalam upaya konservasi satwa di TNGGP, serta
mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.
Cibodas, Juli 2010
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Ir. SUMARTO, MM
NIP. 19610708 198703 1002
8 88 88
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................... 3
Ucapan Terimakasih .................................................... 5
Kata Sambutan ........................................................... 6
Pendahuluan ............................................................. 10
Mengenal Satwa ........................................................ 12
Mamalia .................................................................... 14
Burung ..................................................................... 18
Reptil ........................................................................ 22
Amfibi ....................................................................... 29
Ikan .......................................................................... 32
9 99 99
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Mamalia di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango .. 34
Ordo Insektivora .............................................. 38
Ordo Scandentia ............................................. 43
Ordo Chiroptera .............................................. 49
Ordo Pholidota ................................................ 52
Ordo Artiodactyla ............................................. 53
Ordo Carnivora ................................................ 56
Ordo Primata ................................................... 68
Burung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ... 74
Reptil di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ...... 86
Ordo Squamata .............................................. 88
Amfibi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ..... 117
Ordo Gymnophiona .......................................... 119
Ordo Anura ..................................................... 120
Ikan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ........ 138
Daftar Pustaka ............................................................ 147
1 0 1 0 1 0 1 0 1 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
T
aman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan
salah satu Taman Nasional tertua di Indonesia yang sekaligus
juga merupakan salah satu cagar biosfer yang ditetapkan
oleh UNESCO dari enam cagar biosfer yang ada di Indonesia.
Taman Nasional ini menyimpan kekayaan flora dan fauna tidak
terbatas, yang mendiami hutan pegunungan alami sebagai
perwakilan dari hutan pegunungan hujan tropis di Indonesia.
Berperan sebagai laboratorium alam, taman nasional ini menarik
bagi para peneliti yang ingin mempelajari kehidupan satwa liar
yang hidup didalamnya.
Sebagai kawasan konservasi, TNGGP berperan sebagai media
informasi flora dan fauna bagi masyarakat. Dalam rangka
meningkatkan peran tersebut, Balai TNGGP terus berupaya
mengumpulkan informasi keanekaragaman hayati yang hidup di
dalamnya, melalui kegiatan penelitian, yang bekerjasama dengan
lembaga-lembaga konservasi maupun lembaga akademik.
Sebagai salah satu mitra TNGGP, Conservation International Indo-
nesia sejak 1998 berupaya mengembangkan program-program
penelitian dalam rangka meningkatkan peran taman nasional ini
dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati. Kegiatan
inventarisasi jenis keanekaragaman hayati di TNGGP dan
PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
pemantauan (monitoring) jenis yang menjadi kunci (key species)
dalam ekosistem kawasan menjadi hal penting bagi pengelola
kawasan dalam pengambilan langkah-langkah kebijakan dalam
upaya pengelolaan yang dilakukan terhadap jenis tersebut maupun
habitatnya.
Berbagai penelitian keanekaragaman hayati baik flora dan fauna
telah banyak di lakukan di kawasan TNGGP. Panduan pengenalan
jenis flora yang hidup di TNGGP telah banyak diterbitkan. Namun
panduan pengenalan jenis satwa masih belum banyak ditampilkan.
Hal ini dikarenakan penelitian satwa relatif lebih sulit mengingat
sifat mobilitas satwa liar cenderung lebih tinggi dan sulit untuk
dijumpai.
Kesulitan-kesulitan dalam pengamatan di lapangan adalah
mengetahui secara cepat terhadap jenis-jenis yang ditemukan,
terlebih jenis-jenis tersebut memiliki sifat pergerakan yang cepat
dan cenderung menghindar dari manusia. Oleh karena itu
diperlukan pengetahuan dan informasi dalam bentuk buku
panduan lapangan mengenai kehidupan satwa di TNGGP.
1 2 1 2 1 2 1 2 1 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
S
atwa di dunia menempati ruang hidup sendiri-sendiri. Tersebar
di seluruh muka bumi dari daerah yang dingin dengan sangat
sedikit sinar matahari hingga daerah tropis yang kaya akan
sinar matahari. Berukuran tubuh beragam dari yang berukuran
kecil (mikroskopis) yang tidak dapat diliat dengan mata telanjang
hingga yang berukuran besar. Keanekaragaman satwa banyak
ditemukan di daerah tropis, karena daerah tersebut kaya akan
sumber daya alam pendukung kehidupan satwa tersebut.
Umumnya dunia satwa terbagi menjadi dua kelas utama yaitu
bertulang belakang (vertebrata), artinya satwa dalam golongan ini
memiliki susunan struktur tulang yang lengkap sebagai penyusun
tubuh. dan yang tidak bertulang belakang (invertebarata) seperti
satwa keong, cacing dan lain sebagainya.
Keanekaragaman satwa terdiri dari beberapa kelas seperti mamalia,
aves (burung), reptil, aphibi, ikan, serangga, molusca. Ada yang
berperan sebagai satwa liar maupun satwa peliharaan seperti
unggas (beberapa jenis burung, ayam dan bebek), namun satwa
yang hidup di hutan lebih beragam.
Satwa-satwa yang hidup di hutan tropis saling keterkaitan dan
ketergantungan satu sama lain sehingga membentuk suatu
ekosistem yang komplek. Membentuk rantai makanan yang terdiri
dari produsen, konsumen dan pengurai. Produsen disini berupa
MENGENAL SATWA MENGENAL SATWA MENGENAL SATWA MENGENAL SATWA MENGENAL SATWA
1 3 1 3 1 3 1 3 1 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
tumbuh-tumbuhan, konsumen berupa satwa karnivora maupun
herbivora dan pengurai merupakan satwa berperan sebagai
dekomposer seperti cacing, berbagai jenis serangga daln lain-lain.
Cara hidup satwa terdiri dari dua bentuk, pertama yang umumnya
hidup sendiri (soliter), semi soliter dan membentuk kelompok. Satwa
juga dalam kehidupannya mampu berkembang beradapatasi
terhadap leingkungannya seperti dari jenis makanan, tempat hidup,
pertahanan diri dan waktu aktifitas.
Berdasarkan dari jenis makanannya, satwa dibagi menjadi tiga
yaitu pemakan daging (karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora)
dan pemakan segala (omnivora). Berdasarkan waktu aktivitasnya,
satwa terbagi menjadi tiga bagian yaitu yang aktif pada malam hari
(nokturnal), aktif pada siang hari (diurnal) dan aktif pada siang dan
malam hari (krepaskular).
1 4 1 4 1 4 1 4 1 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
M
amalia merupakan satwa bertulang belakang (vertebrata),
dapat menyusui yang dicirikan dengan adanya kelenjar
susu pada betina. Ada yang hidup di darat adapula
yang di perairan. Ukuran tubuh mamalia juga beragam, dari yang
berukuran kecil hingga yang besar. Mamalia muda sering sulit
diidentifikasi, karena ukuran dan warnanya sering berbeda dengan
yang dewasa. Mamalia muda dari jenis yang berukuran besar
sering terlihat bersama dengan yang dewasa, tetapi dari jenis yang
berukuran lebih kecil, seperti satwa pengerat atau kelelawar, individu
mudanya sering terlihat sendirian. Sebagian besar mamalia
melahirkan, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam
monotremata yang bertelur. Monotremata tidak memilki puting
susu, namun tetap memiliki kelenjar susu.
Ciri-ciri umum satwa mamalia antara lain:
a. Bertulang belakang
b. Badan ditutupi oleh rambut
c. Berdarah panas (suhu badan tetap)
d. Bernafas melalui paru-paru
e. Mamalia betina melahirkan dan menyusukan anak, kecuali
mamalia primitif seperti Platypus dan beberapa jenis di Austra-
lia dan Papua Niugini
f. Kebanyakan jenis memiliki empat tungkai, dua di belakang
dan dua di depan, sayap atau lengan.
g. Mempunyai jantung dengan 4 ruang
MAMALIA MAMALIA MAMALIA MAMALIA MAMALIA
1 5 1 5 1 5 1 5 1 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
h. Mempunyai saraf tunjang
i. Mempunyai cuping telinga
j. Mempunyai kelenjar keringat
Beberapa satwa mamalia agak mirip dengan tipe satwa lainnya.
Meskipun kelelawar dapat terbang, namun tidak dikelompokkan
kedalam satwa burung, karena kelelawar tidak memiliki bulu seperti
burung melainkan rambut, tidak memiliki paruh melainkan gigi
dan dapat melahirkan anak. Begitu juga mamalia yang hidup di
perairan, terkadang paus, lumba-lumba dan pesut sering disamakan
dengan ikan, padahal mereka sesungguhnya adalah mamalia yang
telah kehilangan hampir semua rambut dan tungkai belakangnya,
dan kaki depannya yang diganti oleh sirip. Mamalia laut ini
menghirup udara, melahirkan dan menyusui anaknya. Landak agak
mirip dengan reptilia karena bersisik dan lidahnya panjang, tetapi
sisiknya sebenarnya dibentuk dari rambut-rambut yang
menggumpal.
Jenis-jenis mamalia dibedakan dari berbagai bentuk kehidupannya,
antara lain:
1. Waktu Aktifitas
Berdasarkan waktu aktivitasnya, mamalia terbagi menjadi tiga waktu
yaitu yang aktif pada malam hari (nokturnal) seperti Kukang dan
Tando. Mamalia yang aktif pada siang hari (diurnal), seperti Owa
jawa dan Lutung. Mamalia yang aktif siang maupun malam hari
(krepaskular), seperti Babi hutan.
1 6 1 6 1 6 1 6 1 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
2. Jenis makanan
Berdasarkan dari jenis makanannya, mamalia dibagi menjadi tiga
yaitu mamalia pemakan daging (karnivora) seperti Macan tutul,
Kucing hutan, Musang. Mamalia pemakan tumbuhan (herbivora)
seperti Kijang dan Kancil. Mamalia pemakan segala (omnivora) seperti
Babi hutan.
3. Cara hidup
Cara hidup satwa terdiri dari dua bentuk yaitu yang umumnya
hidup tidak berkelompok (soliter), seperti Macan tutul, dan mamalia
yang hidup berkelompok seperti Monyet ekor panjang. Pada
hakekatnya tidak ada satu mamaliapun yang benar-benar hidup
sendiri (soliter), karena pada saat-saat tertentu akan terjadi peristiwa
hidup dengan tidak sendiri, terutama pada saat-saat saat
berpasangan dan mengasuh anak. Oleh karena adanya
pengecualian tersebut, sehingga biasanya dikatakan sebagai satwa
semi soliter.
4. Tempat Hidup
Mamalia selain hidup di daratan ada juga yang hidup di perairan,
baik perairan tawar maupun laut. Mamalia yang hidup di daratan
(teresterial) juga memiliki tempat hidup masing-masing. Ada yang
sebagian besar hanya di pemukaan tanah seperti Kijang, Kancil.
Ada yang hidup di atas pohon, seperti tupai dan Tando. Selain itu
beberapa satwa mamalia juga menempati relung (niche) masing-
masing, ada yang menempati lubang-lubang pohon, lubang
tanah, lubang di batang pohon dan lain-lain.
1 7 1 7 1 7 1 7 1 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
5. Cara Adaptasi dan Pertahanan Diri
Mamalia sangat baik dalam beradaptasi dengan lingkungan
sekitarnya, dan mampu mengembangkan kemampuan pertahanan
diri sesuai kemampaun masing-masing. Karnivora besar seperti
Macan tutul mengandalkan gigi-gigi taring yang besar dan cakaran
yang kuat untuk melumpuhkan mangsa, Landak yang dapat
mengandalkan rambut-rambut berduri yang tajam untuk
melindungi diri, Trenggiling mampu menggulung tubuhnya apabila
ada bahaya, Sigung yang dapat mengeluarkan gas berbau untuk
mengusir pengganggu.
Mengetahui keberadaan mamal i a Mengetahui keberadaan mamal i a Mengetahui keberadaan mamal i a Mengetahui keberadaan mamal i a Mengetahui keberadaan mamal i a
Mamalia paling mudah dilihat di daerah terbuka. Tempat yang baik
mencarinya adalah di sepanjang sungai-sungai, bukaan hutan,
jalan setapak lebar. Banyak mamalia dapat ditemukan dari bunyi-
bunyi yang ditimbulkan oleh gerakannya, mematahkan dahan-
dahan, atau gemerisik dedaunan. Beberapa jenis memiliki suara
yang khas, termasuk banyak primata, beberapa Bajing dan Kijang.
Jejak yang ditinggalkan seperti tapak, suara, bau urine, kotoran,
cakaran di pohon, merupakan tanda-tanda umum untuk mengetahui
keberadaan mamalia secara tidak langsung di hutan.
1 8 1 8 1 8 1 8 1 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
B
urung adalah satwa bertulang belakang (vertebrata) yang
berkembang biak dengan bertelur. Hampir seluruh tubuhnya
berbulu, dan suhu tubuhnya antara 38
o
-45
o
celcius.
Merupakan satwa yang sangat mengagumkan keanekaragaman
jenis, rupa, dan warnanya. Apalagi beberapa jenis tertentu memiliki
kicauan yang merdu dan enak didengar.
Masing-masing jenis memiliki ukuran dan warna yang berbeda,
tetapi mereka semua mempunyai ciri yang sama yaitu mempunyai
bulu, sepasang sayap, walaupun tidak semua burung dapat
terbang. Selain itu juga mempunyai paruh yang keras sebagai
pengganti gigi sesuai dengan jenis dan makanannya.
Ciri-ciri utama burung antara lain:
a. Badan ditutupi oleh bulu
b. Mempunyai paruh yang tidak bergigi dan dua kepak sayap
c. Mempunyai sisik pada kakinya
d. Bertelur dan telurnya dilindungi oleh cangkang keras
e. Bernafas melalui paru-paru
f. Berdarah panas
Jenis-jenis burung dibedakan berdasarkan ciri-cirinya. Burung yang
memiliki paruh, kaki dan sayap yang berbeda maka makanan dan
habitatnya pun sangat berbeda. Contohnya, burung yang
mempunyai kaki berselaput seperti itik dan angsa, yang
BURUNG BURUNG BURUNG BURUNG BURUNG
1 9 1 9 1 9 1 9 1 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
memungkinkannya bergerak dalam air. Burung pemangsa yang
memiliki sayap lebar dan besar yang berguna untuk terbang
melayang ketika mencari mangsa, paruhnya bengkok dan kuat
serta kakinya dilengkapi dengan cakar tajam untuk mencengkeram
mangsanya, contohnya adalah burung elang dan burung hantu.
Jenis burung yang saat ini diketahui dan merupakan burung terbesar
adalah burung unta dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan berat
150 kg, tetapi burung ini tidak dapat terbang. Sedangkan burung
terkecil yang diketahui saat ini adalah burung kolibri lebah. Burung
kolibri lebah ukurannya hanya sebesar jempol orang dewasa.
Burung berkembang biak dengan bertelur. Cangkang telur keras
karena mengandung kapur. Beberapa jenis burung seperti burung
maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir
yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di
dekat sumber air panas. Burung-burung tersebut membiarkan panas
alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas
bumi menetaskan telur-telur itu, persis seperti yang dilakukan
kebanyakan reptil.
Kebanyakan burung membuat sarang dan menetaskan telur dengan
mengeraminya di sarang. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari
tumpukan rumput, ranting, atau batu, atau sekedar kaisan di tanah
berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak
mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang
membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti
rangkong dan walet.
2 0 2 0 2 0 2 0 2 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-
masing. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat
pasangan, biasanya dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis
tertentu, seperti burung merak, jantannya melakukan semacam
tarian untuk memikat si betina.
Bagi manusia, burung memiliki nilai estetika dan ekonomi yang
tinggi. Warna-warni dan kicauannya yang mengagumkan membuat
manusia senang menjadikan burung sebagai satwa peliharaan
yang ditempatkan dalam sangkar. Berbagai jenis burung tertentu
seperti cendrawasih misalnya, sudah menjadi simbol prestise (gengsi)
bagi sebagian orang kaya dan para pejabat. Di beberapa suku
pedalaman, bulu-bulu burung yang berwarna-warni digunakan
sebagai tanda pangkat kebangsawanan atau sebagai simbol-simbol
dalam upacara religius.
Tingginya nilai ekonomi burung bagi manusia telah menyebabkan
perdagangan satwa tersebut menjadi salah satu bisnis yang sangat
menguntungkan. Hal ini menimbulkan dampak menurunnya
populasi burung di alam, karena semakin tinggi permintaan pasar,
maka semakin banyak burung yang ditangkap dari habitatnya.
Banyak jenis-jenis burung di Indonesia yang terancam punah dan
tidak sedikit yang sudah benar-benar punah.
Berbeda dengan kebanyakan orang, pengamat burung sejatinya
menilai burung lebih dari sekedar emosi gengsi dan kepuasan
pribadi semata. Mengamati burung yang hidup bebas di habitat
alaminya menimbulkan sensasi romantisme tersendiri bagi pengamat
2 1 2 1 2 1 2 1 2 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
burung. Berjalan menembus hutan, mendaki gunung, menyusuri
sungai, pedesaan, sawah dan ladang untuk sekedar mengamati
burung merupakan sebuah petualangan dengan kepuasan yang
tak terkira. Sebuah petualangan yang menimbulkan rasa respek
terhadap alam dan kecintaan terhadap burung.
Rasa cinta seorang pengamat burung tidaklah sama dengan or-
ang yang memelihara burung dalam sangkar. Kecintaan pengamat
burung berpegang pada prinsip mencintai tanpa ingin memiliki.
Seandainyapun jika ada rasa memiliki tidak dengan mengurungnya
dalam sangkar, tetapi dengan membiarkan dan menjaganya untuk
tetap hidup bebas lestari di habitat aslinya. Lebih dari itu, bagi para
pemerhati dan ahli lingkungan, mengamati burung merupakan
salah satu cara untuk membaca perubahan alam (bioindikator).
Keberadaan atau ketiadaan burung tertentu disuatu daerah dapat
menjadi tanda bertambah atau berkurangnya kualitas lingkungan
daerah tersebut.
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
R
eptil merupakan kelompok hewan ectothermic, yaitu hewan
yang suhu tubuhnya sangat tergantung pada suhu
lingkungan di sekitarnya. Reptil membutuhkan sumber panas
dari luar tubuhnya untuk meningkatkan suhu tubuh agar dapat
beraktivitas secara normal. Untuk meningkatkan suhu tubuh hingga
mencapai suhu yang sesuai, biasanya reptil berjemur di bawah
sinar matahari atau menyerap panas dari permukaan batu atau
tanah yang hangat. Sebaliknya untuk menurunkan suhu tubuhnya
atau mengatur suhu tubuhnya agar tetap optimum, reptil biasanya
berlindung di bawah naungan atau mengubah bentuk tubuhnya
untuk mengurangi penguapan. Regulasi suhu tubuh tersebut
sangat ideal bagi reptil yang hidup di daerah tropik namun sangat
tidak menguntungkan bagi reptil di daerah dingin.
Kulit reptil termodifikasi menjadi sisik yang bersifat impermeable
(tidak tembus air) juga sangat penting untuk mengurangi hilangnya
cairan tubuh. Regulasi suhu tubuh dan sisik yang impermeable
memungkinkan bagi reptil teresterial untuk mengkoloni daerah
yang gersang seperti padang pasir.
Reptil berkembang biak dengan bertelur (ovivar). Telur mereka
biasanya ditinggalkan begitu saja oleh induknya dalam lubang
khusus, ditimbun dalam tanah atau dibalik batu. Hanya beberapa
jenis seperti ular phyton dan crocodiles yang melakukan pengasuhan
(parental care), beberapa jenis bahkan mengerami telurnya. Ular
REPTIL REPTIL REPTIL REPTIL REPTIL
2 3 2 3 2 3 2 3 2 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
piton biasanya mengerami telur-telurnya dengan melingkar diantara
telur-telurnya hingga menetas. Induk betina buaya menaruh telur-
telurnya dalam lubang yang telah digalinya, kemudian ditimbun
kembali. Selama menunggu telur-telurnya menetas, induk buaya
betina senantiasa berada disekitar sarang. Menjaga telur-telurnya
dari predator. Ketika telur-telurnya menetas, induk buaya membawa
anak-anaknya ke sungai dengan memasukkan anak-anaknya ke
dalam mulutnya. Beberapa jenis ular tidak bertelur, melainkan
melahirkan anaknya (ovovivipar). Telur-telurnya dierami hingga
menetas di dalam tubuh. Setelah telur menetas, anak-anaknya
keluar dari kloaka (lubang muara tiga saluran: urine, feses, dan
genital)
Beberapa jenis seperti kadal, toke, dan cicak memiliki kemampuan
memutuskan ekornya untuk mengecoh predator. Kemampuan
memutus ekor tersebut dikenal sebagai autotomi. Ekor baru biasanya
segera tumbuh menggantikan ekor yang putus, namun biasanya
ekor baru memiliki warna dan tekstur yang berbeda. Tidak jarang
dijumpai kadal dengan dua atau tiga ekor. Hal tersebut disebabkan
karena ekornya patah atau terluka, namun tidak sampai putus.
Luka tersebut akan sembuh dan ekor baru akan segera tumbuh
dari daerah luka.
Umumnya semua reptil adalah karnivora dan mengkonsumsi
berbagai jenis hewan sebagai pakan atau mangsanya. Kelompok
kadal, cicak dan toke umumnya mengkonsumsi serangga sebagai
pakan, meski ada beberapa kadal bersifat herbivora. Kebanyakan
penyu dan kura-kura herbivora, meski kebanyakan kura-kura Austra-
2 4 2 4 2 4 2 4 2 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
lia karnivora. Ular merupakan karnivora paling efisien dari seluruh
reptil yang ada. Ular melengkapi dirinya dengan taring untuk
membunuh dan beberapa dilengkapi dengan racun yang mematikan.
Kebanyakan ular memakan mamalia kecil hingga yang besar.
Reptil yang hidup saat ini terdiri dari empat ordo, yaitu Crocodilia,
Testudinata, Squamata, dan Rhyncocephalia.
1 . 1 . 1 . 1 . 1 . ORDO CROCODILIA ORDO CROCODILIA ORDO CROCODILIA ORDO CROCODILIA ORDO CROCODILIA, bangsa buaya terdiri dari famili
Aligatoridae (Aligator sp.) dan Crocodylidae (Crocodiles sp.) )) ))
2 . 2 . 2 . 2 . 2 . ORDO TESTUDINA ORDO TESTUDINA ORDO TESTUDINA ORDO TESTUDINA ORDO TESTUDINAT TT TTA AA AA, bangsa penyu dan kura-kura. Terdiri
dari empat famili, dua diantaranya yang umum adalah:
Family Chelonidae; penyu (laut) seperti penyu hijau (Chelo-
nia mydas)
Family Chelidae: kura-kura (terestrial) dan bulus (air tawar)
3 . 3 . 3 . 3 . 3 . ORDO SQUAMATA ORDO SQUAMATA ORDO SQUAMATA ORDO SQUAMATA ORDO SQUAMATA
3.1. SUB ORDO: SERPENTES 3.1. SUB ORDO: SERPENTES 3.1. SUB ORDO: SERPENTES 3.1. SUB ORDO: SERPENTES 3.1. SUB ORDO: SERPENTES (kelompok ular)
F FF FFamili T amili T amili T amili T amili Typhlopidae yphlopidae yphlopidae yphlopidae yphlopidae (ular buta), yaitu kelompok ular kecil
antara 20-75 cm, kepala bulat, tubuh licin dengan seluruh
penampakan tubuh seperti cacing. Mata tereduksi hingga
hanya tampak seperti titik hitam. Tidak berbahaya dan tidak
berbisa. Banyak ditemukan di Australia.
Famili Boidae Famili Boidae Famili Boidae Famili Boidae Famili Boidae, kelompok ular piton. Kelompok ini tidak
memiliki taring bisa dan tidak beracun, namun beberapa
2 5 2 5 2 5 2 5 2 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
memiliki gigi-gigi yang besar. Panjang tubuh bervariasi antara
1-9 m. Kelompok ular Boidae memiliki lebih dari 30 sisik pada
lingkar tubuh tengahnya. Ular-ular Boidae membunuh
mangsanya dengan cara membelitkan tubuhnya yang berotot
hingga mangsanya mati kehabisan nafas dan tulang remuk.
Famili Colubridae Famili Colubridae Famili Colubridae Famili Colubridae Famili Colubridae, jenis-jenis ular yang tidak berbisa hingga
berbisa lemah. Panjang tubuh bervariasi setiap spesiesnya antara
1-2 m. Sebagian besar anggotanya tidak bergigi bisa (aglypha),
hanya sedikit yang memiliki gigi bisa tipe opistoglypha (tipe
gigi bisa lemah). Gigi (taring) opistoglypha berukuran kecil,
susah dibedakan dengan gigi-gigi lain, terletak di rahang atas
bagian tengah. Jumlah sisik lingkar tubuh tengah kurang dari
30 sisik. Ekor umumnya silindris. Kebanyakan ular yang kita
jumpai adalah dari jenis-jenis colubridae.
Famili Elaphidae Famili Elaphidae Famili Elaphidae Famili Elaphidae Famili Elaphidae, semua jenis ular yang tergolong dalam
famili ini merupakan jenis-jenis ular berbisa, mulai dari lemah
hingga kuat. Panjang tubuh bervariasi dari 30 400 cm. Sisik
lingkar tubuh tengahnya antara 15-23 sisik. Memiliki taring
bisa tipe proteroglypha. Tipe proteroglypha adalah gigi (taring)
bisa yang ukurannya tidak terlalu besar terletak di rahang atas
bagian depan. Taring tersebut kaku dan tidak bisa digerakkan.
Di bagian depan taring terdapat lubang saluran tempat bisa di
keluarkan. Ular bertipe gigi seperti ini sangat berbahaya karena
bisanya tergolong racun syaraf (neurotoksin). Beberapa jenis
melahirkan anak, selebihnya bertelur. Termasuk famili elaphidae
adalah ular kobra dan ular welang.
2 6 2 6 2 6 2 6 2 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili Viperidae Famili Viperidae Famili Viperidae Famili Viperidae Famili Viperidae, kelompok jenis-jenis ular berbisa kuat dengan
tipe gigi (taring) bisa solenoglypha dengan bisa bersifat
hemotoksin (racun yang merusak sel darah). Tipe gigi solenoglypha
adalah gigi taring berukuran besar terletak di rahang atas bagian
depan. Gigi taring tersebut dapat di lipat ke belakang ketika
mulut tertutup dan dapat di gerakkan ke depan ketika ular
hendak menyerang mangsanya. Ciri khas ular viperidae adalah
memiliki kepala yang umumnya berbentuk segi tiga. Ular viperidae
umumnya berukuran kecil dan berwarna coklat atau kelabu,
sehingga seringkali sukar untuk dilihat. Termasuk ular viperidae
adalah ular tanah atau ular bandotan puspo atau ular gibuk.
Famili Hydrophidae, Famili Hydrophidae, Famili Hydrophidae, Famili Hydrophidae, Famili Hydrophidae, kelompok jenis-jenis ular laut. Berbeda
dengan ular-ular teresterial yang bentuk tubuhnya gilig, bentuk
tubuh dan ekor ular laut memipih secara vertical (vertically com-
pressed) seperti ikan. Bentuk tubuh dan ekor tersebut merupakan
adaptasi agar dapat bergerak dengan mudah di air. Lubang
hidung (nostril) terletak di bagian atas dan memiliki selaput
penutup yang berguna ketika menyelam. Jenis-jenis ular
Hydrophidae memiliki racun yang sangat kuat dan berbahaya.
Catatan:
1. Kebanyakan ular yang sering dijumpai adalah dari jenis-
jenis ular tidak berbisa dari famili Colubridae dan Boidae.
2. Kecuali kobra, kebanyakan ular bersifat non agresif dan
cenderung menghindar. Bahkan beberapa jenis berbisa
dapat di pegang dengan lembut, namun akan menggigit
ketika pegangan kita terlalu keras.
2 7 2 7 2 7 2 7 2 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Jenis-jenis bisa ular
A. A. A. A. A. Neurotoksi n Neurotoksi n Neurotoksi n Neurotoksi n Neurotoksi n, racun atau bisa syaraf. Racun ini
menyerang sel-sel dan jaringan syaraf. Kematian korban
biasanya disebabkan adanya kelumpuhan di bagian
alat pernapasan dan rusaknya pusat syaraf (otak). Korban
yang digigit ular dengan bisa neurotoksin tidak meresakan
sakit pada bekas gigitan. Itu disebabkan karena sel-sel
syarafnya rusak akibat racun tersebut.
B . B . B . B . B . Hemotoksin, Hemotoksin, Hemotoksin, Hemotoksin, Hemotoksin, racun atau bisa yang menyerang sel-sel
darah dan sistem sirkulasinya. Di dalam hemotoksin
terdapat enzim proteolitic yang mampu memecah pro-
tein darah dan menyebabkan terjadinya penggumpalan
darah. Selain itu juga terdapat enzim hyaluronidase yang
menyebabkan rusaknya jaringan. Korban yang digigit
ular dengan bisa hemotoksin akan merasakan sakit yang
hebat di sekitar luka dan luka menjadi bengkak dan
panas.
C . C . C . C . C . Kardiotoksin Kardiotoksin Kardiotoksin Kardiotoksin Kardiotoksin, racun atau bisa yang menyerang otot
jantung. Bisa ular yang mengandung kardiotoksin akan
segera masuk ke aliran darah dan menuju jantung dan
merusak otot-otot jantung, sehingga korban akan mati
akibat detak jantungnya yang berhenti seketika.
D . D . D . D . D . Myotoksin Myotoksin Myotoksin Myotoksin Myotoksin, racun atau bisa yang menyerang otot-
otot tubuh. Korban yang terkena bisa myotoksin akan
menyebabkan otot-otot tubuhnya kejang.
2 8 2 8 2 8 2 8 2 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Beberapa jenis ular seperti dari famili Elaphidae umumnya memiliki
tipe neurotoksin, tetapi pada kobra dan ular-ular laut selain
neurotoksin juga mempunyai bisa hemotoksin dan kardiotoksin.
Sedangkan famili Viperidae umumnya memiliki bisa hemotoksin.
3. 2. 3. 2. 3. 2. 3. 2. 3. 2. SUB ORDO: LACERTILIA SUB ORDO: LACERTILIA SUB ORDO: LACERTILIA SUB ORDO: LACERTILIA SUB ORDO: LACERTILIA (Kelompok kadal, toke, dan
cicak)
Family Gekkonidae, Family Gekkonidae, Family Gekkonidae, Family Gekkonidae, Family Gekkonidae, kelompok jenis-jenis toke. Reptil
nokturnal yang memiliki kemampuan bersuara. Jari-jari kakinya
berkembang sangat baik dan mampu memanjat atau
bergantung secara vertical pada batang pohon atau tembok
rumah. Contohnya toke dan cicak.
F FF FFamily V amily V amily V amily V amily Varanidae, aranidae, aranidae, aranidae, aranidae, kelompok kadal dengan karakteristik
sisik tubuh tumpul dan kasar. Kepala panjang dan rata dengan
leher yang panjang. Lidah panjang dan bercabang dua, secara
konstan terjulur keluar. Ekornya pajang dan ramping serta
mudah terputus. Jari-jari kakinya berkembang baik dan
dilengkapi dengan cakar. Contohnya biawak.
Famili Agamidae, Famili Agamidae, Famili Agamidae, Famili Agamidae, Famili Agamidae, kelompok cicak terbang dan bunglon.
Ciri-cirinya memiliki sisik tubuh yang kasar dan kadang berduri.
Ekor panjang dan meruncing. Lidah lebar dan basah. Semua
speciesnya diurnal dan bertelur.
Famili Scincidae ( Famili Scincidae ( Famili Scincidae ( Famili Scincidae ( Famili Scincidae (Lacertidae Lacertidae Lacertidae Lacertidae Lacertidae), ), ), ), ), kelompok kadal biasa.
Ciri-cirinya memiliki sisik halus dan mengkilat. Ekor panjang
dan mudah terputus.
2 9 2 9 2 9 2 9 2 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
A
mfibi adalah definisi bagi sekelompok hewan semasa
hidupnya hidup di darat dan di air. Amfibi yang hidup di
dunia terdiri dari tiga bangsa yaitu Caudata, Gymnophiona
dan Anura. Di Indonesia, amfibi hanya dikenal dua genus yaitu
Gymnophiona (cacing berkepala) dan Anura (katak).
Katak mudah dikenal dari tubuhnya yang khas dengan memiliki
empat kaki, leher yang tidak jelas, matanya cenderung besar, dan
tidak memeiliki ekor. Kaki belakang katak lebih panjang daripada
kaki depan, hal ini berfungsi untuk melompat dan sangat efektif
dalam menghindarkan diri dari pemangsa. Pada jari-jari katak
umumnya berbentuk piringan yang pipih, dan kadang-kadang
mempunyai lipatan kulit lateral lebar. Pada kelompok lainnya, ujung
jari tersebut berbentuk gada.
Kaki depan terdiri dari empat jari, namun kaki belakang memiliki
lima jari. Selaput kulit tumbuh di antara jari-jari, ada yang menutup
hampir keseluruhan jari, namun ada yang hanya setengahnya
saja. Selaput ini bervariasi dari tiap jenis. Kulitnya bervariasi dari
halus pada beberapa katak sampai kasar. Dan tertutup oleh tonjolan-
tonjolan berduri, yang biasanya pada kodok.
Amfibi menghuni habitat yang sangat bervariasi, dan tergenang di
bawah permukaan air sampai yang hidup di puncak pohon yang
tinggi. Kebanyakan hidup di kawasan hutan, karena membutuhkan
AMFIBI AMFIBI AMFIBI AMFIBI AMFIBI
3 0 3 0 3 0 3 0 3 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
kelembaban yang cukup untuk untuk melindungi tubuh dari
kekeringan. Beberapa jenis hidup di sekitar sungai dan lainnya
tidak pernah meningalkan air. Jenis yang hidup di luar air biasanya
datang mengunjungi air untuk beberapa periode, paling sedikit
dalam musim berbiak dan selama perkembangbiakan.
Amfibi dapat dikelompokkan menurut pemisahan habitatnya. Habi-
tat pertama selalu berkaitan dengan kegiatan manusia, seperti dekat
pemukiman, persawahan, ladang, sungai, kolam dan danau.
Kategori kedua adalah jenis yang hidup di atas pepohonan.
Kelompok ini terutama termasuk dalam suku katak pohon:
Rhacophoridae. Jenis-jenis yang umum dijupai di dekat aliran sungai
yang mengalir lambat maupun yang deras namun umumnya di
aliran air yang jernih.
Kebanyakan Amfibi melakukan pembuahan di luar tubuh. Telur-
telur katak akan menetas menjadi berudu dan menghabiskan waktu
di air. Biasanya diperlukan waktu sepuluh hari sampai satu bulan
bagi telur untuk menyelesaikan tahap larva sebelum muncul sebagai
seekor katak kecil keluar dari air.
Semua amfibi adalah satwa karnivora. Makanannya terutama terdiri
dari arthropoda, cacing dan larva serangga, terutama untuk jenis
kecil. Jenis yang lebih besar dapat memakan binatang yang lebih
kecil, seperti ikan kecil, udang, kerang, katak kecil atau katak muda,
dan bahkan katak kecil atau ular kecil. Namun, kebanyakan berudu
katak adalah herbivora.
3 1 3 1 3 1 3 1 3 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Amfibi tidak mempunyai alat fisik untuk mempertahankan diri.
Sebagian besar katak mengandalkan kaki belakngnya untuk
melompat dan menghindar dari bahaya. Jenis-jenis dari suku
Megophrydae dan Bufonidae mempunyai kaki yang relatif pendek
sehingga mereka tidak dapat melompat jauh untuk menghindari
bahaya. Untuk menghindari pemangsanya, jenis-jenis Megophrydae
umumnya menyarukan dirinya sesuai dengan habitatnya.
Alat lain yang terbukti sangat efektif adalah kulit beracun. Banyak
jenis Bugonidae dan beberapa jenis Ranidae yang terkenal karena
kelenjar racun kulitnya. Pada Bufonidae, kelenjar-kelenjar tersebut
terletak pada kelenjar parotoid maupun sebagai kelenjar kulit yang
tersebar di permukaan kulit dan tonjolan-tonjolan. Pada beberapa
jenis, kelenjar tersebut kurang terlihat. Ada semacam kepercayaan
bahwa kebanyakan katak itu beracun. Hal ini jelas tidak selalu
benar. Walaupun semua jenis Bufonidae dan beberapa jenis lain
memang beracun, terutama terhadap binatang kecil lain, racun ini
tidak cukup kuat untuk mematikan manusia. Kodok beracun dapat
dengan mudah dikenali dari baunya yang menyengat. Juga
diketahui bahwa kodok beracun umumnya juga lebih mudah
dikenal karena berwarna terang, yang biasanya disebut sebagai
pewarnaan aposematik.
Katak seperti hewan lainnya memiliki kisaran kebutuhan akan faktor-
faktor lingkungan yang spesifik setiap jenisnya. Keberadaan jenis-
jenis katak yang umum dijumpai pada habitat yang terganggu
merupakan indikasi awal bahwa suatu habitat mulai mengalami
gangguan.
3 2 3 2 3 2 3 2 3 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
I
kan merupakan kelompok vertebrata terbesar (terbanyak), yaitu
sekitar 17.000 jenis atau 42,6% dari keseluruhan vertebrata di
dunia yang berjumlah sekitar 37.600 jenis. Secara umum, ikan
dapat diartikan sebagai kelompok vertebrata akuatik poikilotermal
(berdarah dingin) yang memiliki insang untuk bernapas dan bergerak
dalam air dengan bantuan alat berupa sirip.
Distribusi ikan sangat luas, ikan dapat ditemukan hampir di seluruh
bagian dunia mulai dari ketinggian 3800 m di atas permukaan laut
yaitu di pegunungan Andes sampai kedalaman 10 km di Samudera
Pasifik.
Bentuk tubuh ikan umumnya termodifikasi sedemikian rupa sesuai
dengan habitatnya di air. Secara garis besar bentuk-bentuk ikan
yang umum adalah:
a. Depressed: bentuk ikan yang termodifikasi hidup di dasar air
(misalnya ikan sapu-sapu).
b. Compressed: bentuk ikan yang sangat baik untuk berenang
cepat (misalnya ikan salmon).
c. Fusiform: bentuk ikan seperti kapal selam (misal ikan tuna)
d. Truncated: bentuk ikan seperti ikan matahari (Mola).
e. Attenuated: bentuk ikan yang memanjang (misalnya sidat/
belut dan julung-julung), merupakan tipe yang kurang baik
untuk berenang cepat.
IKAN IKAN IKAN IKAN IKAN
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Alat gerak ikan berupa sirip terbagi menjadi dua macam, yaitu sirip
median (tidak berpasangan) dan sirip lateral (berpasangan). Sirip
median terletak di garis tengah tubuh umumnya pada bagian atas
berupa sirip dorsal (pinna dorsalis), bawah berupa sirip anal (pinna
analis), dan ujung posterior berupa sirip caudal/ekor (pinna
caudalis). Sedangkan sirip lateral adalah sirip dada (pinnae pecto-
rales) dan sirip perut (pinnae abdominales).
Berbagai jenis ikan memiliki bentuk dan ukuran sirip sedemikian
rupa, sehingga setiap jenis ikan memiliki pola letak dan jumlah sirip
yang khas, unik dan berbeda-beda satu sama lain sehingga dapat
dijadikan sebagai petunjuk identifikasi jenis.
Berdasarkan habitatnya, secara garis besar ikan dapat dibedakan
atas ikan perairan tawar dan ikan laut. Dari seluruh jenis ikan yang
ada, sebanyak 29,2% merupakan ikan perairan tawar dan 70,8%
merupakan ikan perairan laut.
Seperti hewan lainnya, ikan sangat bergantung pada faktor-faktor
lingkungan baik biotik maupun abiotik untuk bertahan hidup.
Keberadaan dan kelimpahan jenis-jenis ikan tertentu dapat menjadi
indikasi adanya perubahan faktor lingkungan seperti misalnya
masuknya bahan pencemar ke perairan.
3 4 3 4 3 4 3 4 3 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
MAMALIA MAMALIA MAMALIA MAMALIA MAMALIA
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango hingga saat ini di
ketahui terdapat lebih kurang 50 jenis mamalia yang termasuk
dalam 9 bangsa (ordo) dan 19 suku (famili).
Daftar Jenis-Jenis Mamalia di T Daftar Jenis-Jenis Mamalia di T Daftar Jenis-Jenis Mamalia di T Daftar Jenis-Jenis Mamalia di T Daftar Jenis-Jenis Mamalia di Taman Nasional Gunung aman Nasional Gunung aman Nasional Gunung aman Nasional Gunung aman Nasional Gunung
Gede Pangrango Gede Pangrango Gede Pangrango Gede Pangrango Gede Pangrango
No. No. No. No. No. Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
RODENTI A RODENTI A RODENTI A RODENTI A RODENTI A
- Muri dae - Muri dae - Muri dae - Muri dae - Muri dae
1. Rattus tanezumi Japans house rat Tikus rumah
2. Rattus exulans Polynesian rat Tikus Ladang
3. Rattus tiomanicus Malaysian field rat Tikus belukar
4. Mus vulcani Javan mouse Mencit jawa
- Sci uri dae - Sci uri dae - Sci uri dae - Sci uri dae - Sci uri dae
5. Callosciurus notatus Plantain squirrel Bajing kelapa
6. Callosciurus orestes Black-Banded Squirrel Bajing kelabu
7. Ratufa bicolor Black giant squirrel Jelarang hitam
8. Hylopetes bartelsi Javan Flying Squirrel Bajing terbang jawa
9. Dremomys everetti Bornean Mountain Bajing gunung
Ground Squirrel
10. Lariscus insignis Three-strip Ground Bajing tanah bergaris tiga
squirrel
11. Lariscus hosei Four-Strip Ground l Bajing tanah bergaris empat
Squirre
12. Rhinosciurus laticaudatus Shrew-faced Ground Bajing tanah moncong
squirrel runcing
3 5 3 5 3 5 3 5 3 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
- Hystri ci dae - Hystri ci dae - Hystri ci dae - Hystri ci dae - Hystri ci dae
13. Hystric javanica Javan porcupine Landak jawa
DERMOPTERA DERMOPTERA DERMOPTERA DERMOPTERA DERMOPTERA
- Cynocephal i dae - Cynocephal i dae - Cynocephal i dae - Cynocephal i dae - Cynocephal i dae
14. Cynocephalus variegatus Flying Lemur Kubung Malaya
I NSECTI VORA I NSECTI VORA I NSECTI VORA I NSECTI VORA I NSECTI VORA
- Er i nac ei dae - Er i nac ei dae - Er i nac ei dae - Er i nac ei dae - Er i nac ei dae
15. Hylomys suillus Small gymnure Cucurut babi
- Sori ci dae - Sori ci dae - Sori ci dae - Sori ci dae - Sori ci dae
16. Crocidura monticola Sunda shrew Cucurut kecil
17. Crocidura fuliginosa White toothed shrew Curucut gigi putih
baluensis
18. Suncus murinus House shrew Munggis rumah
SCANDENTI A SCANDENTI A SCANDENTI A SCANDENTI A SCANDENTI A
- T - T - T - T - Tupai i dae upai i dae upai i dae upai i dae upai i dae
19. Tupaia javanica Javan tree shrew Tupai kekes
20. Tupaia montana Common Threshrew Tupai Gunung
21. Tupaia dorsalis Striped Threshrew Tupai bergaris
22. Tupaia tana Large Threshrew Tupai tanah
CHI ROPTERA CHI ROPTERA CHI ROPTERA CHI ROPTERA CHI ROPTERA
- Pteropodi dae - Pteropodi dae - Pteropodi dae - Pteropodi dae - Pteropodi dae
23. Chironax melanocephalus Black-capped fruit-bat Bukal kepala-hitam
24. Cynopterus brachyotis Lesser dog-faced Codot krawar
fruit-bat
3 6 3 6 3 6 3 6 3 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
25. C. sphinx Short-nosed fruit-bat Codot barong
26. Eonycteris spelaea Javan-tailess fruit-bat Lalai kembang
27. Macroglossus sobrinus Greater long-tongued Cecadu pisang besar
fruit-bat
PHOLI DOTA PHOLI DOTA PHOLI DOTA PHOLI DOTA PHOLI DOTA
- Mani dae - Mani dae - Mani dae - Mani dae - Mani dae
28. Manis javanica Sunda pangolin Trenggiling
CARNI VORA CARNI VORA CARNI VORA CARNI VORA CARNI VORA
- Mustel i dae - Mustel i dae - Mustel i dae - Mustel i dae - Mustel i dae
29. Amblonyx cinereus Asiatic short-clawed Sero ambrang
otter
30. Martes flavigula Yellow-throated Musang Leher Kuning
marten
31. Melogale orientalis Javan ferred badger Biul
32. Mydaus javanensis Sunda stink-badger Sigung
- Vi ver r i dae - Vi ver r i dae - Vi ver r i dae - Vi ver r i dae - Vi ver r i dae
33. Arctictis binturong Binturong Binturung
34. Arctogalidia trivirgata Small-stripped Musang akar
palm-civet
35. Paradoxurus hermaproditus Common palm-civet Musang luwak
36. Prionodon linsang Banded linsang Linsang
37. Viverricula indica Small indian-civet Musang rase
38. Paguma larvata Masked palm Civet Musang galing
- Herpesti dae - Herpesti dae - Herpesti dae - Herpesti dae - Herpesti dae
39. Hervestes javanicus Javan gold-spotted Garangan jawa
mongoose
- Fel i dae - Fel i dae - Fel i dae - Fel i dae - Fel i dae
40. Panthera pardus melas Leopard Macan tutul /
macan kumbang
3 7 3 7 3 7 3 7 3 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Ordo/ Fami l i / j eni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
41. Prionailurus bengalensis Leopard cat Kucing hutan
- Cani dae - Cani dae - Cani dae - Cani dae - Cani dae
42. Cuon alpinus Asian Wild Dog Ajag/Anjing hutan
ARTI ODACTYLA ARTI ODACTYLA ARTI ODACTYLA ARTI ODACTYLA ARTI ODACTYLA
- Sui dae - Sui dae - Sui dae - Sui dae - Sui dae
43. Sus scrofa (S. vittatus) Will boar Babi celeng
- -- -- T TT TTragul i dae ragul i dae ragul i dae ragul i dae ragul i dae
44. Tragulus javanicus Lesser mouse deer Pelanduk kancil
- Cervi dae - Cervi dae - Cervi dae - Cervi dae - Cervi dae
45. Muntiacus muntjak Barking deer Kijang
PRI MATA PRI MATA PRI MATA PRI MATA PRI MATA
- Lori si dae - Lori si dae - Lori si dae - Lori si dae - Lori si dae
46. Nycticebus javanicus Javan slow loris Kukang jawa
- -- -- Cercopi theci dae Cercopi theci dae Cercopi theci dae Cercopi theci dae Cercopi theci dae
47. Macaca fascicularis Crab-eating macaque Monyet ekor panjang
48. Presbytis comata Grizzled leaf monkey Surili
49. Trachypithecus auratus Ebony leaf monkey Lutung budeng
- Hyl obati dae - Hyl obati dae - Hyl obati dae - Hyl obati dae - Hyl obati dae
50. Hylobates moloch Silvery javan gibbon Owa jawa
3 8 3 8 3 8 3 8 3 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Insectivora Ordo: Insectivora Ordo: Insectivora Ordo: Insectivora Ordo: Insectivora
Famili: Soricidae Famili: Soricidae Famili: Soricidae Famili: Soricidae Famili: Soricidae
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Insectivora
Famili : Soricidae
Marga : Suncus
Jenis : Suncus murinus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Seluruh tubuh dan ekor berwarnah abu-abu
kecoklatan seragam. Ekor gemuk, terutama
pada bagian pangkalnya, meramping pada
ujungnya.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Biasanya terdapat di dalam atau dekat
rumah.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
MUNGGIS RUMAH
House shrew
(Suncus murinus)
3 9 3 9 3 9 3 9 3 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
CURUCUT GIGI PUTIH
White Toothed Shrew
(Crocidura fuliginosa baluensis)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Insectivora
Famili : Soricidae
Marga : Crocidura
Jenis : Crocidura fuliginosa
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas abu-abu kecoklatan tua;
bagian bawah agak lebih pucat. Ekor
kecoklatan, dengan sedikit atau tanpa
rambut panjang.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di daerah pepohonan yang sedikit atau
daerah terbuka, di daerah berumput dan berbatu
serta hutan lumut. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan siang hari (diurnal). Memakan
hewan-hewan artropoda dan cacing tanah.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
4 0 4 0 4 0 4 0 4 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: RODENTIA Ordo: RODENTIA Ordo: RODENTIA Ordo: RODENTIA Ordo: RODENTIA
Famili: Muridae Famili: Muridae Famili: Muridae Famili: Muridae Famili: Muridae
TIKUS RUMAH
Japans House Rat
(Rattus tanezumi)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Muridae
Marga : Rattus
Jenis : Rattus tanezumi
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas beruban halus hingga
kaki, bagian bawah biasanya agak lebih
pucat, coklat dengan dasar abu-abu kusam.
Warna rambut dada dan rambut pada perut
tampak tidak terlalu mencolok warnanya.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup disekitar pemukiman
manusia, perkebunan didekat pemukiman.
Aktif pada malam hari (nokturnal) kadang-
kadang siang hari (diurnal). Makanan meliputi
berbagai tumbuhan dan hewan kecil.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
tersebar luas di Indonesia
4 1 4 1 4 1 4 1 4 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
TIKUS LADANG
Polynesian Rat
(Rattus exulans)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Muridae
Marga : Rattus
Jenis : Rattus exulans
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas coklat, bagian bawah coklat
abu-abu. Ekor juga seluruhnya gelap, atau
gelap diatas dan agak lebih pucat dibawah.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Biasanya hidup di pinggiran hutan, dekat
persawahan hingga pemukiman. Sebagian
besar aktif pada malam hari (nokturnal).
Makanannya adalah tumbuhan dan hewan
kecil.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
tersebar luas di Indonesia
4 2 4 2 4 2 4 2 4 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
TIKUS BELUKAR
Malaysian Field Rat
(Rattus tiomanicus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Muridae
Marga : Rattus
Jenis : Rattus tiomanicus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Jenis ini bercirikan khas pada warna rambut
punggung tampak sangat kontras dengan
warna rambut dada serta perutnya. Rambut
punggungnya berwarna kecoklatan,
sedangkan rambut dada dan rambut perutnya
putih bersih. Panjang tubuhnya sekitar 100-
180 milimeter, ekor 80-110 mm, telapak kaki
belakang 25-34 milimeter.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di semak belukar, antara
daerah pemukiman dan hutan. Biasanya
aktif pada malam hari (nokturnal) dan
sebagian besar hidup di atas permukaan
tanah (teresterial), walaupun sering terlihat
di belukar-belukar pendek. Makanan
meliputi berbagai tumbuhan dan hewan
kecil.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
4 3 4 3 4 3 4 3 4 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: SCANDENTIA Ordo: SCANDENTIA Ordo: SCANDENTIA Ordo: SCANDENTIA Ordo: SCANDENTIA
Famili: Tupaidae Famili: Tupaidae Famili: Tupaidae Famili: Tupaidae Famili: Tupaidae
TUPAI KEKES
Javan Tree Shrew
(Tupaia javanica)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Scandentia
Famili : Tupaidae
Marga : Tupaia
Jenis : Tupaia javanica
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas berwarna hitam, pada
bagian tengah berwarna coklat kekuningan.
Pada bagian tenggorokan hingga perut
berwarna kekuningan. Moncong runcing
dan ekor berwarna hitam.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di pepohonan (arboreal)
terkadang di daratan (teresterial). Aktif pada
siang hari (diurnal). Makanannya berupa
buah-buahan dan serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali dan Sumatera.
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
TUPAI GUNUNG
Common Threshrew
(Tupaia Montana)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Scandentia
Famili : Tupaiidae
Marga : Tupaia
Jenis : Tupaia montana
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Rambut pada tubuh bagian atas berbelang-
belang gelap dan pucat, terdapat bintik halus
dan coklat kemerahan. Biasanya mempunyai
satu garis pucat pada kedua bahu.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Biasa hidup di hutan dari dataran rendah hingga
pegunungan, juga di daerah perkebunan dekat
hutan. Aktif pada siang hari (diurnal) dan pal-
ing sering terlihat aktif disekitar pohon-pohon
tumbang dan dahan-dahan, pada vegetasi
yang sedikit pohonnya atau dipermukaan
tanah. Makanan utamanya adalah serangga
dan artropoda lainnya, dan buah-buahan manis
yang mengandung minyak.
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa,
Sumatera dan Kalimantan
4 5 4 5 4 5 4 5 4 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Sciuridae Famili: Sciuridae Famili: Sciuridae Famili: Sciuridae Famili: Sciuridae
BAJING TERBANG JAWA
Javan Flying Squirrel
(Hylopetes bartelsi)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Sciuridae
Marga : Hylopetes
Jenis : Hylopetes bartelsi
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas coklat kehitaman, bagian
bawahnya berwarna putih, bagian pipi
berwarna abu-abu. Pada bagian tepi
pelebaran kulit berwarna putih.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hanya ditemukan di hutan pegunungan yang
tinggi. Aktif pada siang hari (diurnal).
Makanannya berupa buah-buahan dan
serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa
4 6 4 6 4 6 4 6 4 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
JELARANG HITAM
Black Giant Squirrel
(Ratufa bicolour)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Sciuridae
Marga : Ratufa
Jenis : Ratufa bicolor
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Merupakan bajing pohon terbesar. Pola
warna bervariasi, tetapi tubuh bagian atas
biasanya gelap di tengah dan bagian
bawah pucat. Ekor relatif besar dan panjang
berwarna cerah.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat dihutan dataran rendah hingga
pegunungan. Biasanya muncul dari sarang
setelah fajar dan istirahat malam sebelum
petang (diurnal). Sarangnya berupa
susunan ranting-ranting yang rapi dan agak
bebentuk seperti bola, biasanya dibuat
pada tajuk pohon yang tinggi. Sebagian
besar aktif di pepohonan tinggi, dan turun
ke tanah hanya untk menyeberangi jarak
diantara tajuk-tajuk pohon. Makanan
utamanya adalah biji-bijian, beberapa jenis
dedaunan dan kulit pohon.
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa
dan Sumatera
4 7 4 7 4 7 4 7 4 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BAJING-TANAH BERGARIS-TIGA
Three-strip Ground squirrel
(Lariscus insignis)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Sciuridae
Marga : Lariscus
Jenis : Lariscus insignis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas berwarna coklat dengan
tiga garis hitam disepanjang punggung,
bagian bawah keputih-putihan.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder. Aktif pada siang hari (diurnal)
biasanya aktif di atas permukaan tanah
(teresterial). Makanan meliputi buah-
buahan dan serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
4 8 4 8 4 8 4 8 4 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Hystricidae Famili: Hystricidae Famili: Hystricidae Famili: Hystricidae Famili: Hystricidae
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Rodentia
Famili : Hystricidae
Marga : Hystric
Jenis : Hystric javanica
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna tubuh abu-abu kehitaman dengan
rambut tajam disekujur tubuh terutama
bagian belakang yang lebih panjang,
Rambut keras yang tajam umumnya lebih
ramping. Tidak memiliki jambul, pada
ujung rambut jarum ekor berwarna putih
dan lebih pendek.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya aktif pada malam hari (nokturnal),
makanannya berupa buah-buahan, akar-
akaran dan tunas. Rambut-rambut tajam
pada landak merupakan alat pertahanan
efektif dan akan berdiri apabila ada bahaya
mengancam.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa
LANDAK JAWA
Javan Porcupine
(Hystric javanica)
4 9 4 9 4 9 4 9 4 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Chiroptera Ordo: Chiroptera Ordo: Chiroptera Ordo: Chiroptera Ordo: Chiroptera
Famili: Pteropidae Famili: Pteropidae Famili: Pteropidae Famili: Pteropidae Famili: Pteropidae
CODOT KRAWAR
Lesser Dog Faced Fruit Bat
(Cynopterus brachyotis Muller 1838
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Chiroptera
Famili : Pteropidae
Marga : Cynopterus
Jenis : Cynopterus brachyotis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Umumnya berwarna coklat sampai coklat
kekuningan dengan kerah jingga tua lebih
terang pada jantan dewasa, dan kekuningan
pada betina. Anakan lebih abu-abu dengan
kerah tidak jelas. Tulang-tulang pada telinga
dan sayap biasanya bertepi putih. Dua pasang
gigi seri bawah. Panjang tubuh lebih kurang
berkisar antara 88-90 mm dengan berat badan
antara 30-35 gram.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan dataran rendah hingga pegu-
nungan. Bertengger pada kelompok kecil di
pepohonan, di bawah dedaunan, atau di gua-
gua yang lebih terang. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan tidur pada siang hari. Makanan
utamanya buah-buahan kecil, menghisap
cairan buah dan daging buah yang lunak, tetapi
nektar dan tepung sari juga dimakan.
Berpotensi sebagai penyebar biji yang baik.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan
5 0 5 0 5 0 5 0 5 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
CODOT BARONG
Short-Nosed Fruit-Bat
(Cynopterus sphinx Vahl 1797)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Chiroptera
Famili : Pteropidae
Marga : Cynopterus
Jenis : Cynopterus sphinx
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Jenis ini berukuran lebih besar dari pada
Cynopterus brachyotis. Panjang tubuh lebih
kurang 99 m dengan berat badan 45 gram.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan. Bertengger pada kelompok
kecil pada pepohonan, dibawah dedaunan,
atau di gua-gua dan atap bangunan. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan tidur pada
siang hari. Makanan utamanya buah-
buahan kecil, menghisap cairan buah dan
daging buah yang lunak, tetapi nektar dan
tepung sari juga dimakan.
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa,
Bali, Lombok, Sumatra, Nias, Timor, Selayar
dan Sangiang
5 1 5 1 5 1 5 1 5 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
LALAI KEMBANG
Javan-Tailess Fruit-Bat
(Eonycteris spelaea Dobson, 1871)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Chiroptera
Famili : Pteropidae
Marga : Eonycteris
Jenis : Eonycteris spelaea
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas coklat abu-abu, bagian
bawah agak lebih pucat, kadang terdapat warna
kuning atau jingga di sekeliling leher. Rambut di
tubuh pendek. Moncong memanjang, gigi agak
kecil. Jari kedua tidak bercakar.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Bertengger pada koloni yang besar yang ribut
di gua-gua, sering dalam kegelapan hampir
total. Terbang jauh setiap hari mencari
pepohonan yang sedang berbunah untuk
memakan tepung sari dan nektar. Sebagai
penyerbuk yang penting bagi banyak
pepohonan hutan termasuk durian.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi dan Maluku
5 2 5 2 5 2 5 2 5 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Pholidota Ordo: Pholidota Ordo: Pholidota Ordo: Pholidota Ordo: Pholidota
Famili: Manidae Famili: Manidae Famili: Manidae Famili: Manidae Famili: Manidae
TRENGGILING
Sunda Pangolin
(Manis javanica)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Pholidota
Famili : Manidae
Marga : Manis
Jenis : Manis javanica
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Mamalia khas berwarna kecoklatan,
bersisik, dengan cakar panjang pada kaki
depan. Kepala dan ekor panjang menipis
yang menggantung dibawah tubuh ketika
berjalan diatas tanah. Ekor melingkari tubuh
jika terganggu untuk melindungi bagian
bawah tubuh yang tidak bersisik.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Diketahui terdapat di hutan pegunungan, hutan
sekunder, dan lahan perkebunan. Umumnya
aktif pada malam hari (nokturnal), tidur pada
siang hari di dalam liang bawah tanah. Makanan
terdiri dari semut dan rayap yang diambil dari
sarangnya di pepohonan, diatas tanah atau di
bawah tanah. Sarang serangga di buka dengan
kaki yang bercakar kuat dan isinya dijilat
dengan lidah yang panjang dan lengket.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
endangered species (terancam punah)
5 3 5 3 5 3 5 3 5 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Artiodactyla Ordo: Artiodactyla Ordo: Artiodactyla Ordo: Artiodactyla Ordo: Artiodactyla
Famili: Suide Famili: Suide Famili: Suide Famili: Suide Famili: Suide
BABI CELENG
Wild Boar
(Sus scrofa)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Artiodactyla
Famili : Suidae
Marga : Sus
Jenis : Sus scrofa
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Seluruh tubuh ditutupi rambut berwarna
hitam. Kepala lebih pendek tanpa jenggot
pada rahang bawah, tanpa kutil dan rambut
keras memanjang di atas moncong. Pada
anak warna tubuh terdapat corak garis
berwarna kuni ng kecokl atan yang
memanjang dari leher hingga pangkal ekor.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan. Satwa yang hidup sepenuhnya
di atas permukaan tanah (teresterial) ini, aktif
pada malam hari (nokturnal) namun aktif juga
pada siang hari (diurnal). Makanannya
berupa buah-buahan yang jatuh dilantai
hutan, cacing tanah.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
5 4 5 4 5 4 5 4 5 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Tragulidae Famili: Tragulidae Famili: Tragulidae Famili: Tragulidae Famili: Tragulidae
KANCIL
Lesser Mouse Deer
(Tragulus javanicus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Artiodactyla
Famili : Tragulidae
Marga : Tragulus
Jenis : Tragulus javanicus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas seluruhnya polos
berwarna coklat. Bagian tengah tengkuk
biasanya lebih gelap daripada bagian tubuh
lainnya. Bagian bawah putih kecoklatan
pucat di tengah dan bercak-bercak coklat
tua yang khas pada tenggorokan yang
terlihat dari samping seperti garis putih
tunggal dari dagu sampai dada.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder, kadang memasuki kebun-kebun
dan semak belukar. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan siang hari (diurnal).
Makanannya meliputi buah-buahan yang
jatuh, pucuk-pucuk daun dan jamur.
Beristirahat di tempat yang terlindung di
bawah tajuk hutan.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
Data Deficient.
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Cervidae Famili: Cervidae Famili: Cervidae Famili: Cervidae Famili: Cervidae
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Artiodactyla
Famili : Cervidae
Marga : Muntiacus
Jenis : Muntiacus muntjak
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berwarna coklat kekuningan. Warna
lebih gelap sepanjang garis punggung. Pada
bagian bawah keputih-putihan, atau abu-
abu. Bagian wajah lebih gelap dengan dua
garis memanjang berwarna hitam diatas
mata. Ekor coklat tua diatas, putih dibawah.
Jantan selain bertanduk, juga terpasang
semacam paku kecil di dekat pangkal mulut
dan melengkung tajam di dekat ujungnya.
Anakan biasanya berbintik-bintik putih,
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Satwa yang sepenuhnya hidup di atas
permukaan tanah (teresterial) ini, aktif pada
siang hari (diurnal) dan malam hari (nokturnal).
Makanannya meliputi dedaunan muda,
rumput-rumputan dan buah-buahan yang
jatuh dan biji-bijian.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
KIJANG
Barking Deer
(Muntiacus muntjac)
5 6 5 6 5 6 5 6 5 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Carnivora Ordo: Carnivora Ordo: Carnivora Ordo: Carnivora Ordo: Carnivora
Famili: Mustelidae Famili: Mustelidae Famili: Mustelidae Famili: Mustelidae Famili: Mustelidae
BERANG-BERANG/SERO
Asiatic Short-Clawed Otter
(Amblonyx cinereus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Mustelidae
Marga : Amblonyx
Jenis : Amblonyx cinerea
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh bagian atas coklat tua atau coklat keabu-
abuan, bagian bawah agak lebih pucat. Dagu,
tengkorak, pipi dan kedua sisi leher lebih terang.
Jari hanya sebagian berselaput. Cakar pendek,
tidak memanjang melebihi ujung jari.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Aktif pada siang hari (diurnal). Makanannya
meliputi kepiting, udang-udangan dan
hewan bertubuh lunak (molusca). Terdapat
di beberapa habitat dimana selalu ada air
dan ditumbuhi pepohonan. Jantan dan
betina merupakan pasangan tetap.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
rentan (vulnerable).
5 7 5 7 5 7 5 7 5 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
MUSANG LEHER KUNING
Yellow-Throated Marten
(Martes flavigula)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Mustelidae
Marga : Martes
Jenis : Martes falvigula
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh relatif panjang dan ramping. Tubuh
bagian atas dan dibagian depan berwarna
coklat, dari bagian tengah hingga ekor
berwarna coklat tua atau gelap. Pada dagu,
tenggorokan dan dada kekuningan, keputih-
putihan, dibatasi oleh garis gelap dibelakang
telinga. Ekor panjang dan lentur dan
terkadang menggantung ke bawah, namun
juga dapat tegak keatas pada saat berjalan
maupun berlari.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder, sering memasuki perkebunan
untuk mencari makanan. Aktif terutama pada
siang hari (diurnal), tetapi kadang pada malam
hari (nokturnal). Gesit, bergerak cepat di atas
tanah atau di tajuk pohon. Makanannya
meliputi berbagai mamalia kecil, sarang
lebah dan nektar. Beristirahat dalam lubang
pohon dan pada dahan-dahan besar.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern
5 8 5 8 5 8 5 8 5 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BIUL
Javan Ferret Badger
(Melogale orientalis)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Mustelidae
Marga : Melogale
Jenis : Melogale orientalis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berwarna coklat, pada bagian atas
terutama leher mendekati kepala berwarna
coklat tua. Ciri khasnya adalah adanya garis
putih pada bagian punggung dari kepala
hingga bagian tengah tubuh. Moncong
berwarna putih, pada leher bagian bawah
berwarna putih. Ekor tidak terlalu panjang
dan umumnya berujung putih.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan. Biasa hidup di atas permukaan
tanah (teresterial) dan aktif pada malam hari
(nokturnal). Makanannya berupa cacing dan
mamalia kecil seperti tikus.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Bali.
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
Data Deficient.
5 9 5 9 5 9 5 9 5 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
SIGUNG
Sunda Stink-Badger
(Mydaus javanensis)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Mustelidae
Marga : Mydaus
Jenis : Mydaus javanensis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna tubuh hitam, dengan garis punggung
putih. Panjang garis bervariasi tetapi
biasanya memanjang dari bagian atas
kepala sampai ekor. Moncong panjang.
Sering terdeteksi keberadaanya melalui
baunya yang menyengat hingga beberapa
meter, yang disemprotkan dari kelenjar anal
satwa ini.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi, tetapi lebih
sering di hutan sekunder dan tempat terbuka,
misalnya kebun-kebun yang berdekatan
dengan hutan. Umumnya aktif pada malam
hari (nokturnal) dan dijumpai di atas
permukaan tanah (teresterial). Tidur di dalam
liang dibawah tanah. Makanananya
meliputi cacing tanah dan larva tonggeret,
yang diperoleh dengan menggali tanah
yang lembek menggunakan moncong dan
cakarnya yang panjang.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, , , , , Sumatera, dan kepulauan
Natuna.
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 0 6 0 6 0 6 0 6 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Viverridae Famili: Viverridae Famili: Viverridae Famili: Viverridae Famili: Viverridae
BINTURUNG
Binturong
(Arctictis binturong)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Viverridae
Marga : Arctictis
Jenis : Arctictis binturong
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Seluruh tubuhnya berwarna hitam dengan
rambut berwarna keputih-putihan atau
kemerahan. Rambutnya kasar, panjang dan
lebat terutama di dekat pangkal ekor.
Ekornya dapat digunakan untuk memegang
pada dahan-dahan pohon (prehensil).
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder, terkadang juga memasuki lahan
perkebunan di dekat hutan. Umumya hidup
di pepohonan (arboreal) namun kadang-
kadang juga aktif di atas permukaan tanah
(teresterial). Terutama aktif pada malam hari
(nokturnal). Bergerak perlahan di pepohonan,
menggunakan ekor untuk keseimbangan dan
untuk berpegangan pada dahan-dahan
ketika sedang makan. Makanannya meliputi
buah-buahan masak, terutama buah beringin,
dan satwa mamalia kecil.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
rentan (Vulnarable).
6 1 6 1 6 1 6 1 6 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
MUSANG AKAR
Small-Stripped Palm-Civet
(Arctogalidia trivirgata)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Viverridae
Marga : Arctogalidia
Jenis : Arctogalidia trivirgata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Pola warna tubuh bervariasi dari hijau
sampai keabu-abuan. Warna pada wajah,
telinga dan kaki dan sebagian besar ekor
kehitaman. Biasanya memiliki tiga garis
gelap, tipis atau serangkaian bintik yang
padat berwarna gelap yang meluas ke
sepanjang garis punggung dari leher sampai
pangkal ekor. Umumnya tidak memiliki garis
pucat dibawah hidung.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder. Biasanya aktif pada malam hari
(nokturnal). Aktif di atas pohon (arboreal)
dan jarang turun ke permukaan tanah.
Pergerakannya sangat gesit. Makanannya
meliputi buah-buahan dan satwa mamalia
kecil.
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa
dan Sumatera
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 2 6 2 6 2 6 2 6 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
MUSANG LUWAK
Common Palm-Civet
(Paradoxurus hermaphroditus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Viverridae
Marga : Paradoxurus
Jenis : Paradoxurus Hermaphroditus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna tubuh bagian atas bervariasi dari coklat
hingga abu-abu tua, pada bagian perut lebih
pucat. Umumnya pada bagian sisi tubuh
terdapat bintik-bintik hitam. Warna pada
wajah, kaki dan ekor kecoklatan tua atau
hitam. Biasanya ada tiga garis gelap yang
tidak jelas dan terputus-putus di sepanjang
garis punggung.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder, perkebunan, dan sering terlihat di
dekat pemukiman manusia. Aktif pada
malam hari (nokturnal). Biasanya aktif di
daratan (teresterial) namun juga dapat aktif
di pepohonan (arboreal). Makanannya
meliputi buah-buahan, dedaunan, cacing
tanah dan hewan bertubuh lunak (molusca).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan
Sulawesi
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 3 6 3 6 3 6 3 6 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
MUSANG GALING
Masked Palm-Civet
(Paguma larvata)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Viverridae
Marga : Paguma
Jenis : Paguma larvata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Umumnya tubuh berwarna coklat tua. Pada
bagian ujung ekor berwarna putih. Pada
bagian wajah seperti memakai topeng
berwarna putih dari moncong hingga
belakang mata.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan pegunungan,
namun kadang ke daerah perkebunan untuk
mencari makan. Aktif pada malam hari
(nokturnal), kadang-kadang juga aktif pada
siang hari (diurnal). Beraktifitas di atas
permukaan tanah (teresterial) tapi dapat juga
aktif di pepohonan (arboreal). Makanannya
berupa buah-buahan dan hewan-hewan
kecil.
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa,
Sumatera dan Kalimantan
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 4 6 4 6 4 6 4 6 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
LINGSANG
Banded Linsang
(Prionodon linsang)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Viverridae
Marga : Prionodon
Jenis : Prionodon linsang
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk tubuh kecil, ramping dan seperti
kucing. Warna tubuh keputih-putihan. Pada
tubuh bagian atas terdapat pola bintik-bintik
dan belang-belang coklat tua hingga hitam
tebal hingga pada bagian ekornya. Tidak
seperti pada jenis musang (Viverridae)
lainnya, cakar dapat ditarik kedalam seperti
cakar kucing.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder, perkebunan. Aktif pada malam
hari (nokturnal), aktif di atas permukaan
tanah (teresterial) namun kadang-kadang
di pepohonan (arboreal). Tidur siang hari
pada sarang yang dibuat didalam sebuah
lubang di bawah tanah atau di dalam pohon.
Makanannya meliputi mamalia kecil,
burung, reptilia, dan artropoda.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera.
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 5 6 5 6 5 6 5 6 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
MUSANG RASE
Small Indian-Civet
(Viverricula indica)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Viverridae
Marga : Viverricula
Jenis : Viverricula indica
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk tubuh seperti jenis musang umumnya,
moncong runcing. Warna tubuh abu-abu atau
coklat keputih-putihan dengan corak warna
coklat yang lebih tua di sekujur tubuhnya.
Pada bagian ekor memiliki 6 9 belang hitam
sempurna (seperti cincin) dan ujungnya pucat.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan yang tinggi dan hutan
sekunder, perkebunan. Aktif pada malam
hari (nokturnal) dan biasa hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Makanannya
berupa buah-buahan dan mamalia kecil.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali dan Sumatera
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 6 6 6 6 6 6 6 6 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Herpestidae Famili: Herpestidae Famili: Herpestidae Famili: Herpestidae Famili: Herpestidae
GARANGAN JAWA
Javan Gold-Spotted Mongoose
(Hervestes javanicus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Herpestidae
Marga : Herpestes
Jenis : Herpestes javanicus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna rambut coklat kemerahan, warna kaki
sama dengan warna bagian punggung.
Ekor relatif lebih panjang.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya ditemukan di semak dan lapangan
terbuka, daripada di hutan lebat. Aktif pada
malam hari (nokturnal) namun dapat juga
pada siang hari (diurnal). Biasa hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Makanannya
berupa cacing tanah, hewan bertubuh lunak
(molusca), dan mamalia kecil.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 7 6 7 6 7 6 7 6 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Felidae Famili: Felidae Famili: Felidae Famili: Felidae Famili: Felidae
MACAN TUTUL JAWA
Javan Leopard
(Panthera pardus melas)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Felidae
Marga : Panthera
Jenis : Panthera pardus melas
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Macan tutul memiliki ukuran tubuh yang
bervariasi. Panjang tubuh berkisar antara 90
- 150 cm dengan tinggi berkisar antara 60 -
95 cm. Berat badannya berkisar antara 40 -
60 kg. Perbedaan sub spesies ini selain dari
ukuran tubuh, juga perbedaaan warna dasar
rambut yang menutupi tubuh. Warna tubuh
pucat kecoklatan, kuning terang berikut
dengan tutul-tutul hitam besar-kecil yang
berpola di sekujur tubuhnya. Macan tutul juga
memiliki variasi warna lain yaitu hitam yang
dikenal sebagai Macan kumbang.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Macan tutul dapat hidup dari hutan dataran
rendah hingga dataran tinggi. Aktif pada malam
hari (nokturnal) dan juga siang hari (diurnal).
Umumnya bersifat hidup sendiri (soliter), namun
akan terjadi peristiwa bersamaan antara jantan
dan betina dewasa pada saat musim kawin
dan pengasuhan anak oleh induk betina.
Sebagai satwa karnivora, Macan tutul
umumnya memangsa satwa dari satwa
mamalia seperti, rusa, kijang, kancil, babi.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
hanya ada di pulau Jawa
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
critically endangered (kritis).
6 8 6 8 6 8 6 8 6 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KUCING HUTAN
Leopard cat
(Prionailurus bengalensis)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Carnivora
Famili : Felidae
Marga : Felis
Jenis : Felis bangalensis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berwarna coklat muda hingga keme-
rahan atau kekuningan, dengan bintik-bintik
hitam pada seluruh bagian tubuh bagian atas
termasuk ekor. Ukuran tubuh hampir sama
dengan kucing kampung. Panjang tubuh
berkisar antara 40 43,5 cm, panjang ekor
berkisar antara 17,5 - 22 cm, berat tubuh berkisar
antara 100-115 gram.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di hutan dataran rendah hingga
dataran tinggi. Selain itu juga dapat ditemukan
di sekitar perkebunan. Biasanya aktif pada
malam hari (nokturnal) dan siang hari (diur-
nal), umumnya hidup di atas permukaan tanah
(teresterial), aktif juga di pepohonan kecil
(arboreal) dan merupakan pemanjat yang
tangkas. Didalam hutan biasanya mereka
tinggal di lubang pohon, goa kecil dan
diantara akar pohon. Makanan utama berupa
tikus, tupai, katak, kadal, dan serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, , , , , Bali, , , , , Sumatera dan Kalimantan
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
6 9 6 9 6 9 6 9 6 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Primata Ordo: Primata Ordo: Primata Ordo: Primata Ordo: Primata
Famili: Lorisidae Famili: Lorisidae Famili: Lorisidae Famili: Lorisidae Famili: Lorisidae
KUKANG JAWA
Javan Slow Loris
(Nycticebus javanicus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Primata
Famili : Lorisidae
Marga : Nycticebus
Jenis : Nycticebus javanicus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kukang adalah primata bertubuh kecil, kekar,
ekornya sangat pendek. Semua jari
mempunyai kuku, kecuali jari kedua, yang
memiliki cakar pendek. Pola warna umumnya
coklat abu-abu pucat, dengan garis coklat dari
bagian atas kepala sampai bagian tengah
punggung atau pangkal ekor. Biasanya
memiliki lingkaran berwarna gelap mengeliligi
kedua mata. Rambut halus dan lebat. Mata
memancarkan cahaya kemerahan dengan
jelas apabila terkena cahaya pada malam hari.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan pegunungan dan hutan
sekunder, terkadang di daerah perkebunan.
Aktif pada malam hari (nokturnal) dan biasanya
hidup diatas pohon (arboreal) yang berukuran
kecil hingga yang besar. Makanannya berupa
serangga dan buah-buahan yang berdaging.
Satwa ini dalam pergerakannya dengan
memanjat perlahan-lahan dan hati-hati.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
endangered species (terancam punah)
7 0 7 0 7 0 7 0 7 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Cercopithecidae Famili: Cercopithecidae Famili: Cercopithecidae Famili: Cercopithecidae Famili: Cercopithecidae
MONYET EKOR PANJANG
Crab-Eating Macaque
(Macaca fascicularis)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Primata
Famili : Cercopithecidae
Marga : Macaca
Jenis : Macaca fascicularis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna tubuh coklat abu-abu, bagian
bawah selalu lebih pucat. Jambang pipi
sering mencolok. Bayi kehitaman.
Kelompok sering dapat dideteksi dari
jeritannya, yang umumnya berbunyi
kra.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Dapat hidup dari hutan pesisir hingga
pegunungan, bahkan juga ditemukan
disekitar perkebunan. Aktif secara teratur
dari fajar hingga petang (diurnal). Sering
berpergian dalam kelompok berang-
gotakan 20 hingga 30 ekor atau lebih
terdiri dari 2-4 jantan dewasa. 6 -11
betina dewasa dan selebihnya anakan.
Makanan utamanya adalah buah-
buahan matang dan makanan berupa
hewan termasuk serangga. Terkadang
keradaanya dapat menjadi hama bagi tanaman
komersial.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus least
concern.
7 1 7 1 7 1 7 1 7 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
SURILI
Grizzled Leaf Monkey
(Presbytis comata)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Primata
Famili : Cercopithecidae
Marga : Presbytis
Jenis : Presbytis comata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Umumnya warna tubuh Surili dewasa mulai
dari kepala sampai bagian punggung hitam
atau coklat dan keabuan. Sedangkan warna
rambut jambul dan kepala berwarna hitam.
Rambut yang tumbuh dibawah dagu, dada
dan perut, bagian dalam lengan dan kaki
dan ekor, berwarna putih. Warna kulit muka
dan telinga hitam pekat agak kemerahan.
Anak yang baru lahir berwarna putih dan
memiliki garis hitam mulai dari kepala
hingga bagian ekor.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Surili menempati hutran primer dan sekunder
mulai dari hutan pantai hingga hutan
pegunungan pada ketinggian sekitar 2000
meter diatas permukaan laut. Komposisi
pakan surili terdiri dari daun muda atau kuncup
daun (64%), buah dan biji (14%), bunga 7%,
dan sisanya 15% berbagai jenis makanan
lain seperti serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
Endemik di pulau Jawa khususnya di bagian
Barat.
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
endangered species (terancam punah).
7 2 7 2 7 2 7 2 7 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
LUTUNG BUDENG
Ebony Leaf Monkey
(Trachypithecus auratus)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Primata
Famili : Cercopithecidae
Marga : Trachipitecus
Jenis : Trachipitecus auratus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh seluruhnya gelap, abu-abu metalik.
Wajah abu-abu tua atau hitam. Kelihatan
seluruhnya hitam dalam kondisi di lapangan.
Anakan berwarna jingga terang. Dewasa
berwarna kemerahan.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Terdapat di berbagai hutan dari dataran
rendah hingga pegunungan. Aktif dari pagi
hingga sore hari (diurnal) dan umumnya
hidup di pepohonan (arboreal). Makanan
utama berupa pucuk daun, terkadang juga
memakan buah-buahan dan serangga.
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa,
Sumatera dan Kalimantan.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
vulnerable (rentan)
7 3 7 3 7 3 7 3 7 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Hylobatidae Famili: Hylobatidae Famili: Hylobatidae Famili: Hylobatidae Famili: Hylobatidae
OWA JAWA
Javan Silvery Gibbon
(Hylobates moloch)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Bangsa : Primata
Famili : Hylobatidae
Marga : Hylobates
Jenis : Hylobates moloch
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh Owa jawa seluruhnya ditutupi rambut
yang berwarna kecoklatan sampai keperakan
atau kelabu. Bagian atas kepalanya berwarna
hitam. Muka seluruhya juga berwarna hitam,
dengan alis berwarna abu-abu yang
meneyerupai warna keseluruhan tubuh.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Owa jawa hidup di hutan tropik, mulai dari
dataran rendah, pesisir, hingga pegunungan
pada ketinggian 1.400 meter dpl. Lebih dari
50% bagian yang dimakan berupa buah
deserta bijinya, sisanya dapat berupa bunga,
dan daun muda dan serangga. Owa jawa
hidup berpasangan dalam sistem keluarga
(monogamy). Selain kedua induk, didalam
keluarga juga terdapat 1-2 anak yang belum
mandiri. Masa hamil primata ini antara 197-
210 hari, Umumnya Owa jawa dapat hidup
hingga 35 tahun. Owa jawa hidup di pohon
(arboreal) dan jarang turun ke tanah.
Pergerakan dari pohon yang satu ke pohon
yang lain dengan bergelayutan (brakhiasi).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
endemik pulau Jawa, terutama di Jawa Barat
dan sebagian di Jawa Tengah.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
endangered species (terancam punah).
7 4 7 4 7 4 7 4 7 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BURUNG BURUNG BURUNG BURUNG BURUNG
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diketahui terdapat
lebih kurang 262 jenis burung yang termasuk dalam 48 suku
(famili), seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Daftar Jeni s-Jeni s Burung Di T Daftar Jeni s-Jeni s Burung Di T Daftar Jeni s-Jeni s Burung Di T Daftar Jeni s-Jeni s Burung Di T Daftar Jeni s-Jeni s Burung Di Taman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung
Gede Pangrango Gede Pangrango Gede Pangrango Gede Pangrango Gede Pangrango
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
ACCI PI TRI DAE ACCI PI TRI DAE ACCI PI TRI DAE ACCI PI TRI DAE ACCI PI TRI DAE
1 Accipter trivirgatus Crested Goshawk Elang alap jambul
2 Accipter soloensis Chinese Goshawk Elang alap cina
3 Accipter gularis Japanese Sparrow hawk Elang alap nipon
4 Accipter virgatus Besra Elang alap besar
5 Ictinaetus malayensis Black eagle Elang hitam
6 Pernis ptilorhyncus Oriental Honey-buzzard Sikep madu asia
ALCEDI NI DAEA ALCEDI NI DAEA ALCEDI NI DAEA ALCEDI NI DAEA ALCEDI NI DAEA
7 Alcedo atthis Common Kingfisher Raja udang erasia
8 Alcedo meninting Blue-eared Kingfisher Raja udang meninting
9 Halcyon chloris Collared Kingfisher Cekakak
10 Halcyon cyanoventris Javan Kingfisher Cekakak jawa
ALAUDI DAE ALAUDI DAE ALAUDI DAE ALAUDI DAE ALAUDI DAE
11 Mirafra javanica Australasian Lark Branjangan jawa
ANHI NGI DAE ANHI NGI DAE ANHI NGI DAE ANHI NGI DAE ANHI NGI DAE
12 Anhinga melanogaster Oriental darter Pecuk ular asia
7 5 7 5 7 5 7 5 7 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
APOPI DAE APOPI DAE APOPI DAE APOPI DAE APOPI DAE
13 Collocalia linchii Cave-swiftlet Walet linci
14 Collocalia vulcanorum Vulcano swiflet Walet gunung
15 Collocalia esculenta Linchi swiftlet Walet sapi
16 Collocalia salangana Mossy-nest Swiftlet Walet sarang lumut
17 Collocalia maximus Black-nest Swiftlet Walet sarang hitam
18 Collocalia fuchipagus Edible-nest Swiftlet Walet sarang putih
19 Cypsiurus balasiensis Asian Palm-swift Walet palem asia
20 Hydrochous gigas Waterfall swift Walet raksasa
21 Hemiprocne longipennis Grey-rumped Treeswift Kapinis pohon
22 Apus alfinis Little Swift Kapinis rumah
23 Hirundapus caudacutus White Throated needletail Kapinis jarum Asia
ARDEI DAE ARDEI DAE ARDEI DAE ARDEI DAE ARDEI DAE
24 Ardeola speciosa Javan Pond-Heron Blekok sawah
25 Ixobrychus sinensis Yellow Bittern Bambangan kuning
26 Ixobrychus cinnamomeus Cinnamon Bittern Bambangan merah
BUCEROTI DAE BUCEROTI DAE BUCEROTI DAE BUCEROTI DAE BUCEROTI DAE
27 Aceros undulatus Wreathed Hornbill Julang emas
28 Buceros rhinoceros Rhinoceros Hornbill Rangkong badak
CAMPEPHAGI DAE CAMPEPHAGI DAE CAMPEPHAGI DAE CAMPEPHAGI DAE CAMPEPHAGI DAE
29 Pericrocotus miniatus Sunda minivet Sepah gunung
30 Pericrocotus cinnamomeus Small minivet Sepah kecil
31 Pericrocotus flammeus Scarlet minivet Sepah hutan
32 Lalage nigra Pied Triller Kapasan kemiri
33 Tephrodornis gularis Large Woodshrike Jingjing petulak
CHLOROPSEI DAE CHLOROPSEI DAE CHLOROPSEI DAE CHLOROPSEI DAE CHLOROPSEI DAE
34 Chloropsis cochinchinensis Blue-winged leafbird Burung daun sayap biru
35 Chloropsis sonneratia Greater green leafbird Burung daun besar
7 6 7 6 7 6 7 6 7 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
36 Aegithina tiphia Common Iora Cipoh kacat
CAPRI MULGI DAE CAPRI MULGI DAE CAPRI MULGI DAE CAPRI MULGI DAE CAPRI MULGI DAE
37 Caprimulgus indicus Grey Nightjar Cabak kelabu
38 Caprimulgus macrurus Large-tailed Nightjar Cabak maling
39 Caprimulgus pulchellus Salvadoris Nightjar Cabak gunung
CAPOTONI DAE CAPOTONI DAE CAPOTONI DAE CAPOTONI DAE CAPOTONI DAE
40 Megalaima armillaris Orange-fronted Barbet Takur tohtor
41 Megalaima australis Blue-eared Barbet Takur tenggeret
42 Megalaima lineata Lineated barbet Takur bultok
43 Megalaima corvina Brown-throated barbet Bubut / Bututut
44 Megalaima haemacephala Coppersmith barbet Ungkut-ungkut
45 Megalaima javensis Black-banded barbet Tulung tumpuk
CHARADRI I DAE CHARADRI I DAE CHARADRI I DAE CHARADRI I DAE CHARADRI I DAE
46 Pluvialis fulva Pasific Golden-plover Cerek kernyut
COLUMBI DAE COLUMBI DAE COLUMBI DAE COLUMBI DAE COLUMBI DAE
47 Treron vernans Pink-necked Green Punai gading
Pigeon
48 Treron oxygura Sumatran Green Pigeon Punai salung
49 Treron sphenura Wedge-tailed Green Punai gagak
Pigeon
50 Chalcophaps indica Emerald Dove Delumukan zambrud
51 Ducula aenea Green Imperial Pigeon Pergam hijau
52 Ducula lacernulata Dark-backed Imperial Pergam punggung hitam
Pigeon
53 Geopelia striata Zebra Dove Perkutut jawa
54 Macropygia emiliana Ruddy cuckoo-Dove Uncal buah
55 Macropygia unchall Barred Cuckoo-Dove Uncal loreng
56 Ptilinopus melanospila Black-naped fruit-Dove Walik Kembang
57 Ptilinopus porphyreus Pink-headed fruit-Dove Walik kepala ungu
7 7 7 7 7 7 7 7 7 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
58 Macropygia ruficeps Little Cuckoo-Dove Uncal kouran
59 Streptopelia chinensis Spotted Dove Tekukur biasa
60 Streptopelia bitorquata Island Collared Dove Dederuk jawa
CUCULI DAE CUCULI DAE CUCULI DAE CUCULI DAE CUCULI DAE
61 Cuculus micropterus Indian Cuckoo Kangkok India
62 Cuculus canorus Common Cuckoo Kangkok erasia
63 Cuculus saturatus Oriental Cuckoo Kangkok ranting
64 Cacomantis merulinus Plaintive cuckoo Wiwik kelabu
65 Cacomantis sepulchralis Rusty-breasted cuckoo Wiwik unciung
66 Cacomantis sonneratii Banded Bay Cuckoo Wiwik lurik
67 Centropus bengalensis Lesser coucal Bubut alang-alang
68 Centropus cinencis Grater Coucal Bubut besar
69 Phaenicophacus tristis Green-billed Malkoha Kadalan kera
70 Phaenicophaeus javanicus Red-billed Malkoha Kadalan kembang
71 Surniculus lugubris Drongo Cuckoo Kedasi hitam
72 Eudynamys scolopacea Asian koel Tuwur Asia
CORACI I DAE CORACI I DAE CORACI I DAE CORACI I DAE CORACI I DAE
73 Eurystomus orientalis Dollarbird Tiong lampu biasa
CORVI DAE CORVI DAE CORVI DAE CORVI DAE CORVI DAE
74 Corvus enca Slender billed Crow Gagak hitam
75 Corvus macrorhynchos Large-billed Crow Gagak kampung
76 Cissa thallassina Short-tailed Magpie Ekek Geling
77 Crypsirina temia Racket-tailed Treepie Tangkar cetrong
DI CAEI DAE DI CAEI DAE DI CAEI DAE DI CAEI DAE DI CAEI DAE
78 Dicaeum concolor Plain flowerpecker Cabai polos
79 Dicaeum trochileum Scarlet-headed Cabe Jawa
flowerpecker
80 Dicaeum sanguinolentum Blood-breasted Cabai Gunung
flowerpecker
7 8 7 8 7 8 7 8 7 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
81 Dicaeum trigonostigma Orange-bellied Cabai-bunga api
flowerpecker
82 Prionochilus percussus Crimson-breasted Pentis pelangi
flowerpecker
DI CRURI DAE DI CRURI DAE DI CRURI DAE DI CRURI DAE DI CRURI DAE
83 Dicrurus hottentottus Spangled drongo Srigunting mata putih
84 Dicrurus leucophaeus Ashy drongo Srigunting kelabu
85 Dicrurus macrocercus Black drongo Srigunting hitam
86 Dicrurus paradisius Greater racket-tailed Srigunting batu
drongo
87 Dicrurus annectans Crow-billed drongo Srigunting gagak
88 Drongo remifer Lesser racket-tailed Srigunting kecil
drongo
FRI NGI LLI DAE FRI NGI LLI DAE FRI NGI LLI DAE FRI NGI LLI DAE FRI NGI LLI DAE
89 Serinus estherae Mountain Serin Kenari melayu
FALCONI DAE FALCONI DAE FALCONI DAE FALCONI DAE FALCONI DAE
90 Falco moluccensis Spotted Kestrel Alap-alap sapi
91 Falco severus Oriental Hobby Alap-alap macan
92 Falco peregrinus Peregrine Falcon Alap-alap kawah
93 Microhierax fringillarius Black-thighed Alap-alap capung
Falconet
HI RUNDI NI DAE HI RUNDI NI DAE HI RUNDI NI DAE HI RUNDI NI DAE HI RUNDI NI DAE
94 Artamus leucorhynchus White-breasted Kekep babi
woodswallow
95 Delichon dasypus Asian-house Martin Layang-layang rumah
96 Hirundo tahitica Pacific Swallow Layang-layang biasa
97 Hirundo rustica Barn Swallow Layang-layang batu
98 Hirundo striolata Striated swallow Layang-layang api
7 9 7 9 7 9 7 9 7 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
LANI I DAE LANI I DAE LANI I DAE LANI I DAE LANI I DAE
99 Lanius tigrinus Tiger Shrike Bentet loreng
100 Lanius cristatus Brown Shrike Bentet coklat
101 Lanius schach Long-tailed Shrike Bentet kelabu
MEROPI DAE MEROPI DAE MEROPI DAE MEROPI DAE MEROPI DAE
102 Merops philipinus Blue-tailed Bee-eater Kirik-kirik laut
103 Merops leschenaulti Chestnut-headed Kirik-kirik senja
Bee-eater
MELI PHAGI DAE MELI PHAGI DAE MELI PHAGI DAE MELI PHAGI DAE MELI PHAGI DAE
104 Aethopygia siparaja Crimson Sunbird Burung madu merah
105 Aethopyga temmincki Temmincks Sunbird Burung madu ekor merah
106 Aethopyga eximia White-flanked Sunbird Burung madu gunung
107 Aethopyga mystacalis Scarlet Sunbird Burung madu jawa
108 Anthreptes singalensis Ruby-Cheeked Sunbird Burung madu belukar
109 Anthreptes malacencis Plain-throated Sunbird Burung madu kelapa
110 Nectarinia sperata Purple-throated sunbird Burung madu pengantin
111 Nectarinia jugularis Olive-backed sunbird Burung madu sriganti
MUSCI CAPI DAE MUSCI CAPI DAE MUSCI CAPI DAE MUSCI CAPI DAE MUSCI CAPI DAE
112 Ficedula westermanni Little pied flycatcher Sikatan belang
113 Ficedula mugimaki Mugimaki Flycatcher Sikatan mugimaki
114 Ficedula hyperythra Snowy-browed Flycatcher Sikatan bodoh
115 Eumyias indigo Indigo flycatcher Sikatan ninon
116 Culicicapa ceylonensis Grey-headed flycatcher Sikatan kepala kelabu
117 Muscicapa dauurica Asian Brown Flycatcher Sikatan Bubik
118 Muscicapa ferruginea Ferruginous Flycatcher Sikatan besi
119 Rhypidura leucopygialis Silver-rumped swift Kapinis Jarum kecil
120 Rhypidura javanica Pied fantail Kipasan belang
121 Rhypidura euryura White-bellied Fantail Kipasan bukit
122 Eurylaimus javanicus Banded-Naped Monarch Kehicap ranting
123 Cyornis banyumas Hill Blue Flycatcher Burung cacing
8 0 8 0 8 0 8 0 8 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
124 Hemipus hirundinaceus Black-winged Jingjing batu
flycatcher-shrike
125 Tersiphone paradisi Asian paradise-Flycatcher Seriwang asia
MOTACI LLI DAE MOTACI LLI DAE MOTACI LLI DAE MOTACI LLI DAE MOTACI LLI DAE
126 Motacilla cinerea Grey wagtail Kicuit batu
127 Motacilla flava Yellow Wagtail Kicuit kerbau
128 Dendronanthus indicus Forest Wagtail Kicuit hutan
NECTARI NI I DAE NECTARI NI I DAE NECTARI NI I DAE NECTARI NI I DAE NECTARI NI I DAE
129 Arachnothera longirostra Little spider hunter Pijantung kecil
130 Arachnothera robusta Long-billed Spiderhunter Pijantung besar
ORI OLI DAE ORI OLI DAE ORI OLI DAE ORI OLI DAE ORI OLI DAE
131 Coracina larvata Sunda Cuckoo-Shrike Kepudang sungu Gunung
132 Coracina javensis Javan Cuckoo-Shrike Kepudang sungu jawa
133 Coracina fimbriata Lesser Cuckoo-Shrike Kepudang sungu kecil
134 Oriolus chinensis Black-naped Oriole Kepudang kuduk hitam
135 Oriolus cruentus Black and Crimson Oriole Kepudang dada merah
136 Irena puella Asian Fairy-bluebird Kacembang gadung
137 Platylophus galericulatus Crested Jay Tangkar Ongklet
P PP PPACHY ACHY ACHY ACHY ACHYCEPHALI DAE CEPHALI DAE CEPHALI DAE CEPHALI DAE CEPHALI DAE
138 Pachycephala grisola Mangrove Whistler Kancilan bakau
P PP PPANDI ONI DAE ANDI ONI DAE ANDI ONI DAE ANDI ONI DAE ANDI ONI DAE
139 Elanus caeruleus Black-winged Kite Elang tikus
140 Haliastur indus Brahminy Kite Elang bondol
141 Spilornis cheela Crested Serpent Eagle Elang ular bido
142 Spizaetus bartelsi Javan Hawk Eagle Elang Jawa
143 Spizaetus cirrhatus Changeable Hawk-eagle Elang brontok
144 Pandion haliaetus Osprey Elang tiram
8 1 8 1 8 1 8 1 8 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
P PP PPARI DAE ARI DAE ARI DAE ARI DAE ARI DAE
145 Parus major Great tit Gelatik batu kelabu
PHASI ANI DAE PHASI ANI DAE PHASI ANI DAE PHASI ANI DAE PHASI ANI DAE
146 Arborophila javanica Chestnut-bellied Puyuh Gonggong Jawa
patridge
PI CI DAE PI CI DAE PI CI DAE PI CI DAE PI CI DAE
147 Picus puniceus Crimson winged Pelatuk kumis merah
Woodpecker
148 Picus vittatus Laced woodpecker Pelatuk hijau
149 Picus mentalis Checker-Throated Pelatuk kumis kelabu
Woodpecker
150 Dendrocopos macei Fulvous-Breasted Caladi ulam
woodpecker
151 Dendrocopos moluccensis Sunda woodpecker Caladi tilik
152 Sasia abdormis Rufous piculet Tukik tikus
PI TTI DAE PI TTI DAE PI TTI DAE PI TTI DAE PI TTI DAE
153 Pitta guajana Banded Pitta Paok pancawarna
PLOCEI DAE PLOCEI DAE PLOCEI DAE PLOCEI DAE PLOCEI DAE
154 Lonchura leucogastroides Javan munia Bondol jawa /pipit
155 Lonchura punctulata Scaly-breasted Munia Bondol peking
156 Lonchura maja White-headed Munia Bondol haji
157 Passer montanus Eurasian Tree Sparrow Burung gereja erasia
158 Padda oryzivora Java Sparrow Gelatik jawa
159 Amandava amandava Red Avadavat Pipit benggala
160 Erythrura hiperythra Tawny-breasted Bondol hijau dada merah
Parrot-finch
161 Erythrura prasina Pin-tailed Parrot finch Bondol hijau binglis
8 2 8 2 8 2 8 2 8 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
PODARGI DAE PODARGI DAE PODARGI DAE PODARGI DAE PODARGI DAE
162 Batrachostomus javensis Javan Frogmouth Paruh kodok jawa
PODI CI PEDI DAE PODI CI PEDI DAE PODI CI PEDI DAE PODI CI PEDI DAE PODI CI PEDI DAE
163 Tachybaptus ruficollis Little Grebe Titihan telaga
PSI TTACI DAE PSI TTACI DAE PSI TTACI DAE PSI TTACI DAE PSI TTACI DAE
164 Loriculus pussilus Yellow-throated Serindit Jawa
hanging-Parrot
165 Psittacula alexandri Red-breasted parakeet Betet biasa
PYCNONOTI DAE PYCNONOTI DAE PYCNONOTI DAE PYCNONOTI DAE PYCNONOTI DAE
166 Alophoixus bres Finschs Bulbul Empuloh janggut
167 Pycnonotus aurigaster Sooty-headed bulbul Kutilang
168 Pycnonotus melanisterus Black-crested Bulbul Cucak kuning
169 Pycnonotus zeylanicus Straw-headed Bulbul Cucak rawa
170 Pycnonotus atriceps Black-headed Bulbul Cucak kuricang
171 Pycnonotus bimaculatus Orange-spotted Bulbul Cucak gunung
172 Pycnonotus goiavier Yellow-vented bulbul Cerucuk
173 Pycnonotus plumosus Olive-winged Bulbul Merbah belukar
174 Hypsipetes flavala Ashy Bulbul Brinji kelabu
RALI I DAE RALI I DAE RALI I DAE RALI I DAE RALI I DAE
175 Gallus-Gallus Red Junglefowl Ayam hutan merah
176 Gallus varius Green Junglefowl Ayam hutan hijau
177 Gallirallus striatus Slaty-breasted Rail Mandar padi sintar
178 Gallicrex cinera Watercock Mandar bontod
179 Porzana pusilla Baillons Crake Tikusan kerdil
180 Porzana fusca Ruddy-breasted Crake Tikusan merah
181 Porzana paykullii Band-bellied Crake Tikusan Siberia
182 Porzana cinerea White-browed Crake Tikusan alis putih
183 Amaurornis phoenicurus White breasted Waterhen Kareo padi
8 3 8 3 8 3 8 3 8 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
STRI NGI FORMES STRI NGI FORMES STRI NGI FORMES STRI NGI FORMES STRI NGI FORMES
184 Bubo sumatranus Barred Eagle-Owl Beluk jampuk
185 Ketupa ketupu Buffy Fish-Owl Beluk ketupa
186 Otus angelinae Javan Scops-Owl Celepuk jawa
187 Otus lempiji Sunda Scops-Owl Celepuk reban
188 Tyto alaba Barn Owl Serak jawa
189 Phodilus badius Oriental Bay Owl Serak bukit
190 Strix seloputo Spotted Wood-Owl Kukuk seloputu
191 Strix leptogrammica Brown Wood-Owl Kukuk beluk
192 Glaucidium castanopterum Javan Owlet Beluk watu jawa
SCOL SCOL SCOL SCOL SCOLOP OP OP OP OPACI DAE ACI DAE ACI DAE ACI DAE ACI DAE
193 Tringa glareola Wood Sandpiper Trinil semak
194 Tringa hypoleucos Common Sandpiper Trinil pantai
195 Rostratula benghalensis Grater Painted-snipe Berkik kembang besar
196 Scolopax saturata Rufous Woodcock Berkik gunung merah
197 Gallinago stenura Pintail snipe Berkik ekor lidi
SI L SI L SI L SI L SI LVI I DAE VI I DAE VI I DAE VI I DAE VI I DAE
198 Abroscopus superciliaris Yellow belled Warbler Cikrak bambu
199 Cisticola exilis Golden-headed Cisticola Cici merah
200 Cisticola juncidis Zitting cisticola Cici padi
201 Crocias albonotatus Spotted Crocias Cica matahari
202 Cettia vulcania Sunda Bush-warbler Ceret gunung
203 Phylloscopus borealis Arctic Warbler Cikrak kutub
204 Phylloscopus coronatus Eastern Crowned Warbler Cikrak mahkota
205 Orthotomus sepium Olive-backed tailorbird Cinenen kelabu
206 Orthotomus sutorius Common Tailorbird Cinenen pisang
207 Orthotomus cuculatus Mountain Tailorbird Cinenen gunung
208 Bradypterus seebohmi Russet Bush-Warbler Ceret kuning
209 Prinia familiaris Bar-winged Prinia Prenjak jawa
210 Prinia polychroa Brown prinia Prenjak coklat
211 Prinia flaviventris Yellow-bellied Prinia Prenjak rawa
212 Prinia inornata Plain Prinia Prenjak padi
8 4 8 4 8 4 8 4 8 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
213 Pomatorhinus montanus Chestnut-backed Cica kopi melayu
scimitar-babbler
214 Locustella lanceolata Lanceolated Warbler Kecici lurik
215 Locustella certhiola Pallass Grasshoper- Kecici belalang
Warbler
216 Seicercus grammiceps Sunda Warbler Cikrak muda
217 Tesia superciliaris Javan tesia Tesia jawa
SI TTI DAE SI TTI DAE SI TTI DAE SI TTI DAE SI TTI DAE
218 Sitta azurea Blue nuthatch Munguk loreng
219 Sitta frontalis Velvet-fronted nuthatch Munguk beledu
STRURNI DAE STRURNI DAE STRURNI DAE STRURNI DAE STRURNI DAE
220 Acridotheres javanicus Javan Myna Kerak kerbau
221 Aplonis minor Short-tailed Starling Perling kecil
222 Aplonis panayensis Asian Glossy Starling Perling kumbang
223 Sturnus contra Asian Pied Starling Jalak suren
TI MALI I DAE TI MALI I DAE TI MALI I DAE TI MALI I DAE TI MALI I DAE
224 Alcippe pyrrhoptera Javan Fulvetta Wergan jawa
225 Malacocinla sepiarium Horfields Babbler Pelanduk semak
226 Malacopteron cinerum Scaly-crowned Babbler Asi topi sisik
227 Pellorneum pyrrogenys Temmincks Babbler Pelanduk bukit
228 Pellorneum capistratum Black-capped Babbler Pelanduk topi hitam
229 Stachyris thoracica White-bibbed tree Tepus leher putih
babbler
230 Stachyris gramiceps White-breasted Tepus dada putih
Tree-babbler
231 Stachyris erythroptera Chustnut-winged Babbler Tepus merbah-Sampah
232 Stachyris melanothorax Crescent-Chested Babbler Tepus pipi perak
233 Timalia pileata Chesnut-capped Babbler Tepus gelagah
234 Napothera macrodactyla Large Wren Brencet besar
235 Napothera epilepidota Eyebrowed Wren Brencet berkening
236 Pnoepyga pusilla Pygmy wren babbler Berencet kerdil
8 5 8 5 8 5 8 5 8 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
237 Psaltria exsilis Pygmy tit Cerecet jawa
238 Pteruthius flaviscapis White browed Shrike- Ciu besar
babbler
239 Pteruthius aenobarbus Chesnut fronted Shrike- Ciu kunyit
Babbler
240 Garrulax rufifrons Rufous-fronted laughing Poksai kuda
thrush
TURDI DAE TURDI DAE TURDI DAE TURDI DAE TURDI DAE
241 Zoothera sibirica Siberian Thrush Anis Siberia
242 Zoothera peronii Orange-headed Thrush Anis merah
243 Zoothera andromedae Sunda Thrush Anis hutan
244 Zoothera dauma Scaly Thrush Anis sisik
245 Turdus obscurus Eye-browed Thrush Anis kuning
246 Brachypteryx leucophyrys Lesser Short-wing Cingcoang coklat
247 Brachypteryx montana White-browed Short-wing Cingcoang biru
248 Megalurus palustris Striated Grassbird Cica koreng jawa
249 Cinclidium diana Sunda Blue Robin Cingciong biru
250 Cochoa azurea Javan cochoa Ciung mungkal jawa
251 Macronous flavicollis Grey-faced Tit-babbler Ciung air
252 Macronous gularis Striped Tit-Babbler Ciung air goring
253 Myophonus glaucinus Sunda Whistling Thrush Ciung batu kecil
254 Myophonus caeruleus Blue Whistling Thrush Ciung batu siul
255 Copsychus saularis Oriental magpie robin Kucica
256 Enicurus velatus Lesser forktail Meninting kecil
257 Trichastoma sepiarium Horsfields babbler Kancilan sunda
258 Saxicola caprata Pied Bushchat Decu belang
ZOSTEROPI DAE ZOSTEROPI DAE ZOSTEROPI DAE ZOSTEROPI DAE ZOSTEROPI DAE
259 Zosterops montanus Mountain White-eye Kacamata gunung
260 Zosterops flavus Javan white-eye Kacamata biasa
261 Zosterops palpebrosus Oriental White-eye Burung kacamata biasa
262 Lophozosterops javanicus Javan Grey-throated Opior jawa
White- eye
8 6 8 6 8 6 8 6 8 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
REPTIL REPTIL REPTIL REPTIL REPTIL
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diketahui terdapat
lebih kurang 30 jenis reptil yang termasuk dalam 7 suku (famili)
yang terdiri dari 19 jenis ular (serpentes) dan 11 jenis kadal (Lacertilia),
seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Daftar Jenis-Jenis Reptil di T Daftar Jenis-Jenis Reptil di T Daftar Jenis-Jenis Reptil di T Daftar Jenis-Jenis Reptil di T Daftar Jenis-Jenis Reptil di Taman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede
Pangango Pangango Pangango Pangango Pangango
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
SERPENTES SERPENTES SERPENTES SERPENTES SERPENTES
- Col ubri dae - Col ubri dae - Col ubri dae - Col ubri dae - Col ubri dae
1 Calamaria linnaei Common Red Snake Ular tangkai
2 Calamaria lumbricoidea Variable Reed Snake Ular peliang
3 Calamaria schlegelli Pink Headed Reed Ular alang-alang
Snake
4 Lycodon subcinctus Banded Wolf snake Ular peniru welang
5 Liopeltis baliodeirus Spotted-Ground Snake Ular bintik
6 Elaphe flavolineata Common Racer Snake Ular babi/ular kopi
7 Rhabdophis subminiatus Redneck Keelback Snake Ular picung
8 Ahaetulla prasina Green Vine Snake Ular pucuk
9 Aplopeltura boa Blunt-Headed Tree Snake Ular kepala tumpul
10 Pareas carniatus Slug Snake Ular siput
11 Dendrelaphis pictus Painted Bronze-Back Ular tampar
Snake
- Boi dae - Boi dae - Boi dae - Boi dae - Boi dae
12 Phyton reticulatus Retuculated Phyton Sanca kembang
8 7 8 7 8 7 8 7 8 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
No. No. No. No. No. Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Fami l i /Nama j eni s Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama asi ng Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal Nama l okal
- El api dae - El api dae - El api dae - El api dae - El api dae
13 Naja sputatrix Black Spitting Cobras Ular kobra
14 Ophiopohagus hannah King Cobras Ular anang
15 Bungarus candidus Malayan Krait Snake Ular weling
16 Bungarus fasciatus Banded Krait Snake Ular welang
17 Maticora bivirgata Red Bellied Long Ular cabe besar
Glanded Snake
- Vi per i dae - Vi per i dae - Vi per i dae - Vi per i dae - Vi per i dae
18 Trimeresurus puniceus Flat-Nosed Pit Viper Ular bandotan
19 Agkistrodon rhodostoma Malayan Pit-Viper Ular tanah
LACERTI LI A LACERTI LI A LACERTI LI A LACERTI LI A LACERTI LI A
- Gek k oi dae - Gek k oi dae - Gek k oi dae - Gek k oi dae - Gek k oi dae
20 Hemidactylus frenatus Common House Geckoes Cicak rumah
21 Cosymbotus platyurus Flat Tailed Gecko Cicak hutan
22 Gecko gecko Common Tokay Gecko Tokek
23 Ptychoozon kuhlii Kuhls Flying Gecko Tokek purba
- Agami dae - Agami dae - Agami dae - Agami dae - Agami dae
24 Pseudocalotes Slender Beauty Lizard Bunglon
tympanistriga
25 Bronchocela jubata Slender Agama Bunglon pohon
26 Gonocephalus kuhlii Angle Head Bunglon tanduk
27 Draco volans Flying Dragon Cicak terbang
28 Tachydromus sexlineatus Asian Grass Lizard Orok-orok/kadal pari
- Sc i nc i dae - Sc i nc i dae - Sc i nc i dae - Sc i nc i dae - Sc i nc i dae
29 Mabuya multifasciata East Indian Brown Kadal rumah
Mabuya
30 Sphenomorphus sanctus Kadal pohon
8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Squamata Ordo: Squamata Ordo: Squamata Ordo: Squamata Ordo: Squamata
Famili: Colubridae Famili: Colubridae Famili: Colubridae Famili: Colubridae Famili: Colubridae
ULAR BINTIK
Spotted Ground Snake
(Liopeltis baliodeirus Boie, 1827)
Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i :
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Colubrinae
Marga : Liopeltis
Jenis : Liopeltis baliodeirus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala berbentuk bulat telur (oval), mata dan
anak mata (pupil) terlihat jelas. Warna tubuh
coklat kemerahan, pada bagian punggung
(dorsal) dan sisi tubuh (lateral) terdapat titik-
titik kecil berwarna hitam dengan warna
kuning keputihan ditengahnya yang tersebar
teratur sampai setengah bagian tubuh. Pada
bagian perut (ventral) berwarna oranye.
Bentuk ekor runcing. Panjang kepala berkisar
antara 9 - 12 mm, lebar kepala 6 8,5 mm,
tinggi kepala 5 6 mm, panjang tubuh 250
295 mm, diameter tubuh 6,5 - 7 mm,
panjang ekor 75- 105 mm, diameter ekor 2
- 5 mm, jumlah sisik bagian punggung (dor-
sal) 13, sisik bagian perut (ventral) 129 137,
sisik dibawah ekor (sub caudal) 65 70.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini umum dijumpai di dataran rendah
hutan hujan tropis. Termasuk ular yang aktif
pada siang hari (diurnal) dan umum hidup di
permukaan tanah (teresterial). Makanannya
berupa serangga. Berkembang biak dengan
cara bertelur (ovipar). Tergolong ular tidak
berbisa karena tidak memiliki gigi bisa
(aglypha).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
8 9 8 9 8 9 8 9 8 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR KOPI
Common Racer Snake
(Elaphe flavolineata Schlegel, 1837)
Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i : Kl as i f i kas i :
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Colubrinae
Marga : Elaphe
Jenis : Elaphe flavolineata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala berbentuk bulat telur (oval). Pada
tengkuk, belakang mata dan di atas rahang
terdapat garis putih. Tubuhnya berwarna hitam
kecoklatan, pada bagian punggung (dorsal)
terdapat garis kuning dan titik kecil berwarna
putih yang tersebar teratur sampai setengah
tubuhnya. Pada bagian perut (ventral) tubuh
berwarna putih susu dan bagian bawah ekor
berwarna hitam. Bentuk sisik membulat.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini umumnya hidup di dataran rendah
hutan hujan tropis, daerah pertanian hingga
di sekitar perkampungan. Aktif pada siang
hari (diurnal). Umum hidup di permukaan
tanah (teresterial). Ular ini tergolong ular tidak
berbisa karena tidak memiliki gigi bisa
(aglypha) namun sangat agresif. Makanannya
berupa cicak dan kadal kecil. Berkembang
biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a: pul au
Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
9 0 9 0 9 0 9 0 9 0
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR KEPALA TUMPUL
Blunt-Headed Tree Snake
(Aplopeltura boa Boie, 1828)
Kl ai s f i kas i Kl ai s f i kas i Kl ai s f i kas i Kl ai s f i kas i Kl ai s f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Paretinae
Marga : Aplopeltura
Jenis : Aplopeltura boa
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk kepala hampir segi empat. Bagian
perisai atas kepala berwarna hitam, mata jelas
dan anak mata mata (pupil) bulat menonjol.
Pada bagian rahang atas terdapat warna
oranye. Tubuh berwarna putih susu, tedapat
bercak tubuh berwarna hijau, coklat dan
bintik-bintik hitam (seperti kulit pohon).
Panjang kepala 125 mm, lebar kepala 7 mm,
tinggi kepala 65 mm, panjang tubuh 290 mm,
diameter tubuh 7 mm, panjang ekor 130 mm,
diameter ekor 3 mm.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Habitat ular ini di dataran rendah hingga
pegunungan hutan tropis. Ular ini termasuk aktif
pada malam hari (nokturnal) dan umum hidup
di atas pohon (arboreal). Ular ini sangat
bersahabat dan tidak agresif. Makanannya siput
dan keong. Tergolong ular yang tidak berbisa
karena tidak memiliki gigi bisa (aglypha).
Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Lombok, Sumatera dan
Kalimantan.
9 1 9 1 9 1 9 1 9 1
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR SIPUT
Slug Snake
(Pareas carniatus Boie, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Paretinae
Marga : Pareas
Jenis : Pareas carniatus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk kepala besar, mata jelas dan anak
mata (pupil) bulat. Warna tubuh kelabu dengan
bintik-bintik hitam dan merah. Terdapat garis
merah muda pada bagian punggung (dorsal)
dan terdapat garis-garis hitam vertical pada
bagian sisi tubuhnya sampai ke ekor. Bentuk
sisik bulat dan tipe sisik di bawah perut (sub
caudal) tunggal. Panjang kepala 9 mm, lebar
kepala 45 mm, tinggi kepala 4 mm, panjang
tubuh 105 mm, diameter tubuh 35 mm, panjang
ekor 19 mm, diameter ekor 15 mm.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini umum hidup di dataran rendah hutan
hujan tropis. Ular ini dapat beradaptasi dengan
baik terhadap lingkungannya, sehingga sulit
untuk di temukan. Makanan ular ini adalah
keong dan siput. Aktif pada siang hari (diurnal)
dan umum hidup di atas permukaan tanah
(teresterial). Tergolong ular yang tidak berbisa
karena tidak memiliki gigi bisa (aglypha).
Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
9 2 9 2 9 2 9 2 9 2
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR PELIANG
Variable Reed Snake
(Calamaria lumbricoidea Bioe, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Calamariinae
Marga : Calamaria
Jenis : Calamaria lumbricoidea
Deks r i ps i Deks r i ps i Deks r i ps i Deks r i ps i Deks r i ps i
Bentuk kepala bulat telur (oval) dan pipih.
Terdapat garis horizontal pada bagian loreal
(sisik diantara hidung dan mata). Warna
tubuh coklat dengan pola kawat kasa hitam
dari leher sampai ke ekor. Pada bagian sisi
tubuh (lateral) terdapat titik-titik putih pada
tiap sisik dan membentuk garis di tubuhnya.
Pada bagian perut (ventral) berwarna kuning
dan hitam, pola seperti papan catur tapi tidak
beraturan. Panjang kepala 8 8,5 mm, lebar
kepala 4 4,5 mm, tinggi kepala 3,2 - 4
mm, panjang tubuh 23,2 - 190 mm, diam-
eter tubuh 6,5 - 7 mm, panjang ekor 11 - 20
mm, diameter ekor 4 mm.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini hidup di dataran rendah hutan tropis
dan bahkan ditemukan di kebun-kebun sayur.
Termasuk ular yang aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas permukaan
tanah (teresterial). Makanannya serangga dan
cacing. Tergolong ular yang tidak berbisa
karena tidak memiliki gigi bisa (aglypha).
Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
9 3 9 3 9 3 9 3 9 3
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR ALANG-ALANG
Pink Headed Reed Snake
(Calamaria schlegelli Cuvieri Jan, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Calamariinae
Marga : Calamaria
Jenis : Calamaria schlegelli
Deks r i ps i Deks r i ps i Deks r i ps i Deks r i ps i Deks r i ps i
Bentuk kepala bulat telur (oval) dan pipih.
Warna tubuh biru kehitaman dengan pola
kawat kasa hitam dari leher sampai ke ekor.
Pada bagian sisi tubuh mendekati bagian
perut terdapat garis kuning memanjang dari
leher hingga ekor. Pada bagian perut (ven-
tral) berwarna putih.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini hidup di dataran rendah hutan tropis
dan terkadang dekat hunian manusia.
Termasuk ular yang aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Makanannya
serangga dan cacing. Tergolong ular yang
tidak berbisa karena tidak memiliki gigi bisa
(aglypha). Berkembang biak dengan cara
bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Bali.
9 4 9 4 9 4 9 4 9 4
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR TANGKAI
Common Red Snake
(Calamaria linnae Bioe, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Calamariinae
Marga : Calamaria
Jenis : Calamaria linnae
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna bagian punggung (dorsal) kemerahan
dengan corak kotak-kotak hitam berbentuk
jajaran genjang dengan garis tepi berwarna
terang. Terdapat titik titik kecil pada bagian
belakang tubuh. Warna bagian perut (ventral)
merah. Sisik bagian dubur (anal) tunggal dan
sisik bagian perut (sub caudal) berpasangan.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini umum dijumpai di dataran rendah hutan
tropis. Ular ini termasuk satwa yang aktif pada
malam hari (nokturnal) dan umum hidup di atas
pohon (arboreal). Makanannya berupa serangga
dan cacing. Tergolong ular yang tidak berbisa
karena tidak memiliki gigi bisa (aglypha).
Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Nias, dan Sulawesi.
9 5 9 5 9 5 9 5 9 5
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR TAMPAR
Painted Bronze-Back Snake
(Dendrelaphis pictus Gmelin,1789)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Boiginae
Marga : Dendrelaphis
Jenis : Dendrelaphis pictus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk tubuh ramping. Pada bagian
punggung (dorsal) berwarna coklat kehijauan.
Terdapat garis kuning pada bagian sisi tubuh
(lateral) dan dibawah garis tersebut ada garis
berwarna hitam mendekati bagian perut
(ventral). Terdapat garis hitam dari kepala
melewati mata. Tubuh bagian perut berwarna
kekuningan atau kehijauan. Panjang tubuh
dapat mencapai 120 cm.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini umum dijumpai di dataran rendah
hutan tropis. Ular ini termasuk satwa yang
aktif pada siang hari hari (diurnal) dan umum
hidup di atas pohon (arboreal). Makanannya
berupa katak. Tergolong ular yang tidak
berbisa karena tidak memiliki gigi bisa
(aglypha). Berkembang biak dengan cara
bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok,
Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
9 6 9 6 9 6 9 6 9 6
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR PUCUK
Green Vine Snake
(Ahaetulla prasina Boie, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Boiginae
Marga : Ahaetulla
Jenis : Ahaetulla prasina
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk kepala meruncing, dengan mata jelas
dan anak mata (pupil) bulat. Warna tubuh bagian
punggung (dorsal) berwarna hijau dan bagian
perut (ventral) kuning muda dan terdapat garis
kuning pada sisi bagian sisi tubuh (lateral). Pada
sisik bagian dubur (anal) berpasangan dan sisik
bagian bawah perut (sub caudal ) berpasangan.
Panjang tubuh dapat mencapai 152 cm.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya ular ini hidup didataran rendah
hutan tropis dan daerah perkebunan,
kadang-kadang di temukan di kebun hidup
di atas pohon (arboreal). Makanannya
berupa cacing, tokek dan kadal. Ular ini
tergolong ular berbisa menengah dengan
taring bisa berada di belakang rahang atas
(opistoglypha). Berkembang biak dengan
cara beranak (Vivipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan,
Lombok, Flores, Sumbawa dan Sulawesi.
9 7 9 7 9 7 9 7 9 7
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR PICUNG
Redneck Keelback Snake
(Rhabdophis subminiatus Schlegel, 1837)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Colubridae
Sub familia : Colubrinae
Marga : Rhabdophis
Jenis : Rhabdophis subminiatus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk kepala pada bagian ujung melonjong
dan pipih. Mata bulat dan besar dengan anak
mata (pupil) bulat berwarna hitam. Warna
kepala kelabu dengan bagian tengkuk
berwarna hitam, di belakang warna hitam
tersebut tedapat warna kuning. Badan
langsing, berbentuk agak silindris dan
sedikit memipih, ekor berujung runcing.
Pada bagian belakang mata, terdapat coreng
hitam, berbentuk seperti tanda koma.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan daerah dataran
rendah, dekat daerah perairan. Aktif pada siang
hari (diurnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Makanannya
berupa serangga, cacing. Tergolong ular
berbisa sedang dengan gigi bisa berada di
belakang rahang atas (ophistoglypha).
Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan
9 8 9 8 9 8 9 8 9 8
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Boidae Famili: Boidae Famili: Boidae Famili: Boidae Famili: Boidae
SANCA KEMBANG
Retuculated Phyton
(Phyton reticulatus Schneider, 1801)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Boidae
Sub famili : Phytoninae
Marga : Phyton
Jenis : Phyton reticulatus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Warna tubuh kuning coklat kehitaman
dengan membentuk kotak-kotak yang
menyerupai kembang sehingga orang
banyak menyebutnya dengan ular sanca
kembang. Panjang tubuh dapat mencapai
10 m dan beratnya 200 kg
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan primer maupun
sekunder, sering terlihat di daerah terbuka,
sepanjang aliran sungai. Makanannya
berupa mamalia dari ukuran kecil hingga
besar seperti tikus, burung, ayam, kancil,
kijang. Berkembang biak dengan cara
bertelur (ovipar). Betina dapat bertelur hingga
124 butir dengan telur berbentuk bulat telur
(oval). Anak yang baru menetas memiliki
pajang 60-70 cm. Jenis ular ini merupakan
ular yang tidak berbisa, namun lilitannya
dapat mematikan.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Nias, Maluku,
Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan.
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Elapidae Famili: Elapidae Famili: Elapidae Famili: Elapidae Famili: Elapidae
ULAR WELING
Malayan Krait Snake
(Bungarus candidus Linnaeus,1758)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Elapidae
Sub famili : Bungarinae
Marga : Bungarus
Jenis : Bungarus candidus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala tumpul, agak oval dan berwarna
hitam. Mata berukuran kecil berwarna hitam
dan menjorok ke dalam. Badan ramping dan
ujung ekor meruncing. Warna bagian
punggung (dorsal) hitam berseling putih,
dimana warna hitam dan putih tersebut tidak
sama ukurannya, semakin ke bagian ekor
semakin mengecil. Bagian perut (ventral)
berwarna putih. Panjang tubuh berkisar
antara 1 1,5 m.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum hidup di dataran rendah hingga
pegunungan hutan tropis, juga dapat
ditemukan di sekitar persawahan. Gerakannya
gesit, aktif malam hari (nokturnal) dan umum
hidup di atas permukaan tanah (teresterial).
Jenis makanan ular ini adalah ular kecil, kadal,
katak. Siang hari bersembunyi di lubang-
lubang. Taring bisa tidak terlalu besar. Tergolong
ular berbisa tinggi dengan taring bisa berada
di depan rahang atas (proteroglypha).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi.
100 100 100 100 100
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR WELANG
Banded Krait Snake
(Bungarus fasciatus Scheider 1801)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Elapidae
Sub famili : Bungarinae
Marga : Bungarus
Jenis : Bungarus fasciatus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala tumpul, agak oval dan berwarna
hitam. Mata berukuran kecil berwarna hitam
dan menjorok ke dalam. Badan lebih padat
dengan penampang seperti segitiga dan
ujung ekor tumpul seperti terpotong. Warna
bagian punggung (dorsal) dan bagian peruti
(ventral) terdapat warna hitam dan putih
berseling, dimana warna hitam dan putih
tersebut hampir sama ukurannya. Panjang
tubuh berkisar antara 1, 6 2,0 m.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan dataran rendah,
namun dapat juga hidup pegunungan hutan
tropis. Biasanya ditemukan di liang tanah, di
celah bebatuan dan semak-semak. Aktif
malam hari (nokturnal) dan umum hidup di
atas permukaan tanah (teresterial). Jenis
makanan ular ini adalah ular kecil, kadal, katak.
Siang hari bersembunyi di lubang-lubang.
Taring bisa tidak terlalu besar. Tergolong ular
berbisa tinggi dengan taring bisa berada di
depan rahang atas (proteroglypha).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
101 101 101 101 101
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR CABE BESAR
Red Bellied Long Glanded Snake
(Maticora bivirgata Boie, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Elapidae
Sub familia : Elapinae
Marga : Maticora
Jenis : Maticora bivirgata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala ular ini membulat dan tipis,
berwarna merah menyala dengan mata
kecil berwarna hitam. Badan berbentuk
bulat panjang (silindris) dan ramping,
berwarna biru tua atau hitam kebiru-biruan.
Pada sisi tubuh (lateral) terdapat sebuah
garis berwarna biru muda, dan sebuah garis
hitam membujur di bawahnya. Panjang
tubuh dapat mencapai 1,5 m.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum hidup di dataran rendah, dijumpai di tepi
sungai yang banyak bebatuan, bersembunyi
diantara celah batu, kadang-kadang pada liang
dibawah semak belukar. Umumnya aktif pada
malam hari (nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Makanannya
berupa kadal, katak dan cicak. Tergolong ular
berbisa tinggi dengan gigi bisa berada di depan
rahang atas (proteroglypha). Kelenjar bisa hampir
sepertiga dari panjang tubuh. Berkembang biak
dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan
102 102 102 102 102
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR KOBRA
Black Spitting Cobras
(Naja sputatrix Cantor,1836)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Elapidae
Sub famili : Bungarinae
Marga : Naja
Jenis : Naja sputatrix
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala tumpul dan tebal, dengan sisik
kepala tampak jelas. Mata besar dengan
anak mata (pupil) berwarna hitam. Warna
tubuh bervariasi, ada yang berwarna hitam
legam, coklat kemerahan, keabu-abuan
atau coklat muda. Tubuh gemuk dan ekor
berujung runcing. Panjang maksimum dapat
mencapai 1,6 meter.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini hidup di dataran rendah dan perbukitan
hutan tropis. Dijumpai juga di daerah
perkebunan, pertanian bahkan di perkam-
pungan. Umum aktif pada malam hari
(nokturnal), umum hidup di atas permukaan
tanah (teresterial). Biasanya ditemukan di
bawah tumbuhan semak dan batu atau daerah
cekungan di atas tanah. Makanannya berupa
ular-ular jenis lain dan kadal. Ular ini sangat
agresif dan tergolong ular berbahaya. Tergolong
ular berbisa tinggi dengan taring bisa berada
di depan rahang atas (proteroglypha). Cairan
bisa ular ini dapat disemprotkan keluar dari
taring bisa. Berkembang biak dengan cara
bertelur (ovipar).
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa,
Bali, Lombok, Flores, Sumatera
103 103 103 103 103
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR ANANG
King Cobras
(Ophiophagus hannah Cantor,1836)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Elapidae
Sub famili : Bungarinae
Marga : Ophiophagus
Jenis : Ophiophagus hannah
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Ular ini merupakan ular berbisa terbesar dan
terpanjang di dunia. Ciri khasnya adalah
adanya warna kuning pada bagian lehernya
dan terlihat jelas apabila pada bagian
lehernya dikembangkan. Ular ini juga
ditemukan di Bodogol dengan panjang tubuh
lebih kurang 3 meter.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Ular ini hidup di dataran rendah dan perbukitan
hutan tropis. Umumnya aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas permukaan
tanah (teresterial). Biasanya ditemukan di
bawah tumbuhan semak, bambu, dan batu
atau daerah cekungan di atas tanah.
Makanannya berupa ular-ular jenis lain dan
kadal. Ular ini termasuk ular berbahaya.
Tergolong ular berbisa tinggi dengan taring bisa
berada di depan rahang atas (proteroglypha).
Berbeda dengan ular kobra, bisa pada ular ini
tidak dapat disemprotkan keluar dari taring bisa.
Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
Jawa, Sumatera, Nias, Sulawesi, Kalimantan.
104 104 104 104 104
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Viperidae Famili: Viperidae Famili: Viperidae Famili: Viperidae Famili: Viperidae
ULAR GIBUK/BANDOTAN PUSPO
Flat-Nosed Pit Viper
(Trimeresurus puniceus Kuhl, 1824)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Viperidae
Sub famili : Crotalinae
Marga : Trimeresurus
Jenis : Trimeresurus puniceus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berwarna coklat kemerahan dengan
bercak-bercak gelap dan terdapat corengan
disisi belakang mata. Warna bagian perut
(ventral) coklat dengan sederet titik-titik
kuning. Ekor berwarna kemerahan. Sisik
bagian dubur (anal) tunggal dan sisik bagian
bawah perut (sub caudal) berpasangan.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di dataran rendah hutan tropis, juga
dapat di temukan di daerah pertanian dan
perkebunan. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas pohon
(arboreal). Makanannya berupa tokek,
kadal dan mamalia kecil. Tergolong ular
yang berbisa tinggi dengan taring bisa yang
berada di bagian depan rahang atas
(solenoglypha). Taring bisa ular ini dapat
dilipat sejajar dengan rahang apabila tidak
dipergunakan. Berkembang biak dengan
cara bertelur dan beranak (ovovipar).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, dan kepulauan
Natuna
105 105 105 105 105
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
ULAR TANAH
Malayan Pit-Viper
(Agkistrodon rhodostoma Boie,1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Famili : Viperidae
Sub familia : Crotalinae
Marga : Agkistrodon
Jenis : Agkistrodon rhodostoma
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Kepala bagian atas berwarna coklat tua,
pada kiri dan kanan dibatasi dengan coreng
berwarna putih. Kepala berbentuk segitiga.
Badan berbentuk gemuk dan pendek. Tubuh
berwarna coklat muda hingga tua dengan
corak seperti batik. Terdapat dua baris bintik
yang berbentuk segitiga berselang dikiri
dan kanan bagian punggung (dorsal).
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di dataran rendah hutan tropis, juga
dapat di temukan di daerah pertanian dan
perkebunan. Makanannya berupa tokek,
kadal dan mamalia kecil. Di alam ular ini
sangat sulit dibedakan dengan serasah
dedaunan kering di lantai hutan. Aktif pada
siang hari (diurnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Tergolong ular
yang berbisa tinggi dengan taring bisa yang
berada di bagian depan rahang atas
(solenoglypha). Taring bisa ular ini dapat
dilipat sejajar dengan rahang apabila tidak
dipergunakan. Berkembang biak dengan
cara bertelur (ovipar).
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: pulau Jawa,
Sumatera dan Kalimantan.
106 106 106 106 106
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Scincidae Famili: Scincidae Famili: Scincidae Famili: Scincidae Famili: Scincidae
KADAL RUMAH
East Indian Brown Mabuya
(Mabuya multifasciata Kuhl, 1820)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa: Lacertilia
Famili : Scincidae
Marga : Mabuya
Jenis : Mabuya multifasciata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk badan silindris. Warna tubuh
bervariasi, umumnya coklat dengan bercak
hitam pada bagian punggung (dorsal). Pada
bagian perut (ventral) warna lebih terang.
Telinga dan mata tampak nyata. Memiliki
jari tangan dan kaki masing-masing
berjumlah lima yang juga dilengkapi cakar.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Jenis ini sangat umum dijumpai, tidak hanya
di hutan namun juga di sekitar pemukiman.
Aktif pada siang hari (diurnal) dan
menghabiskan waktu sebagian besar di
daratan (teresterial).
Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: Penyebaran di Indonesia: tersebar
luas di seluruh Indonesia
107 107 107 107 107
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KADAL POHON
(Sphenomorphus sanctus Dumeril &
Bibron, 1839)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Scincidae
Marga : Sphenomorphus
Jenis : Sphenomorphus sanctus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk badan silindris. Warna tubuh bervariasi,
umumnya coklat dengan warna hitam pada
bagian punggung (dorsal). Terdapat garis
berwarna perak pada bagian punggung yang
memanjang dari kepala hingga pangkal ekor.
Pada bagian perut (ventral) warna lebih terang.
Telinga dan mata tampak nyata. Memiliki ekor
yang panjangnya setengah dari panjang
tubuh. Memiliki jari tangan dan kaki masing-
masing berjumlah lima yang juga dilengkapi
cakar.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Jenis ini sangat umum dijumpai di hutan. Aktif
pada siang hari (diurnal) dan menghabiskan
waktu sebagian besar di pohon (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
108 108 108 108 108
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Gekkonidae Famili: Gekkonidae Famili: Gekkonidae Famili: Gekkonidae Famili: Gekkonidae
CICAK RUMAH
Common House Geckoes
(Hemidactylus frenatus Dumeril & Bibron, 1836)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Gekkonidae
Marga : Hemidactylus
Jenis : Hemidactylus frenatus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Badan pipih arah lateral dan bertubuh lunak.
Warna tubuh bervariasi dari berwarna coklat
muda hingga coklat tua. Mata dan telinga
Sangat jelas. Jari-jari tangan dan kaki lebar
dan memilki cakar. Jari-jari hampir setengahnya
berselaput.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hampir setiap orang mengetahui jenis ini
karena umum dijumpai di bangunan-
bangunan pemukiman. Aktif pada malam
hari (nokturnal) dan sering terlihat berada
dekat lampu sambil menunggu mangsa
berupa serangga yang mendekati lampu.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
tersebar luas di seluruh Indonesia
109 109 109 109 109
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
CICAK HUTAN
Flat Tailed Gecko
(Cosymbotus platyurus Schneider, 1790)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Gekkonidae
Marga : Hemidactylus
Jenis : Cosymbotus platyurus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Jenis ini tidak berbeda jauh dengan cicak
rumah. Badan pipih arah lateral. Tubuh
berwarna coklat terang hingga berwarna
gelap hampir menyerupai kulit pohon. Jari-
jari lebar dan bercakar. Jari-jari hampir
setengahnya berselaput.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan primer maupun
sekunder. Makanannya berupa serangga.
Aktif pada malam hari (nokturnal) dan umum
hidup di atas pohon (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
tersebar luas di seluruh Indonesia
110 110 110 110 110
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
TOKEK
Common Tokay Gecko
(Gecko gecko Gray 1825)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Gekkonidae
Marga : Gecko
Jenis : Gecko gecko
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Badan memipih kearah lateral seperti cicak
rumah namun berukuran lebih besar. Tubuh
berwarna abu-abu bercorak bintik-bintik
merah. Gigi tajam (acrodont), jari tidak
berselaput dan berjumlah lima, sisik granu-
lar, telinga (tympanum) terbuka.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Jenis ini umum dijumpai di bangunan
pemukiman. Ciri khas adalah suara yang
dikeluarkan keras dan menandakan
keberadaanya. Aktif pada malam hari
(nokturnal). Makanannya berupa serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
tersebar luas di seluruh Indonesia
111 111 111 111 111
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
TOKEK PURBA
Kuhls Flying Gecko
(Ptychozoon kuhli Boulenger, 1885)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Gekkonidae
Marga : Ptychozoon
Jenis : Ptychozoon kuhli
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berwarna abu-abu dengan corak
coklat tua di punggung dari kepala hingga
ekor. Pada sisi tubuh terdapat pelebaran kulit
begitu juga pada bagian sisi-sisi ekor.
Diantara jari-jari kaki dan tangan berselaput.
Jenis ini sudah sangat jarang di jumpai.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Biasanya keluar pada malam hari (nokturnal).
Belum banyak informasi kehidupan dari jenis
ini.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, kepulauan Mentawai, Sumatera
dan Kalimantan
112 112 112 112 112
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Lacertilidae Famili: Lacertilidae Famili: Lacertilidae Famili: Lacertilidae Famili: Lacertilidae
OROK-OROK/KADAL PARI
Asian Grass Lizard
(Tachydromus sexlineatus Daudin 1802)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Lacertilidae
Marga : Tachydromus
Jenis : Tachydromus sexlineatus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Badan memanjang dan ramping, lidah
bercabang, terdapat sisik di seluruh tubuh.
Warna bagian punggung hitam dengan garis
hitam di bawahnya. Warna hijau kekuningan
terdapat pada bagian sisi tubuh. Ekor berwarna
hitam dan sangat pajang melebihi pajang
tubuh. Sisik punggung berbentuk belah
ketupat. Terdapat lubang pada pangkal paha
yang disebut inguinal khususnya pada yang
jantan.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Biasa hidup di rerumputan dan semak-
semak. Aktif pada siang hari (diurnal) dan
umum hidup di atas permukaan tanah
(teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
113 113 113 113 113
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Agamidae Famili: Agamidae Famili: Agamidae Famili: Agamidae Famili: Agamidae
CICAK TERBANG
Flying Dragon
(Draco volans Linnaeus, 1758)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa: Lacertilia
Famili : Agamidae
Marga : Draco
Jenis : Draco volans
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berwarna coklat, mata dan telinga
jelas. Terdapat pelebaran kulit yang dapat
dikembangkan dan dapat berguna untuk
meluncur. Pada tangan dan kaki memilki
jari-jari berjumlah lima dan dilengkapi
dengan cakar. Pada jantan ada terdapat hook
di bagian leher bawah dan berwarna kuning.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan-hutan primer maupun
sekunder, bahkan juga dijumpai disekitar
pemukiman. Aktif pada siang hari (diurnal) dan
umum hidup di atas pohon (arboreal). Untuk
berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya,
dengan cara meluncur dari satu pohon ke pohon
lainnya dengan mengembangkan lapisan
kulit yang terdapat pada sisi tubuhnya.
Makanannya berupa serangga.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Bali.
114 114 114 114 114
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BUNGLON
Slender Beauty Lizard
(Pseudocalotes tympanistriga Gray, 1831)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa: Lacertilia
Famili : Agamidae
Marga : Pseudocalotes
Jenis : Pseudocalotes tympanistriga
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Sisik pada bagian perut (ventral) lebih besar
dari pada bagian punggung (dorsal).
Umumnya berwarna hijau dengan corak
coklat tua hingga ke ekor. Bentuk mulut
memanjang. Gigi tajam, jari-jari bercakar,
tipe sisik bersusun (imbricata). Telinga
tertutup. Diantara jari tidak berselaput dan
memiliki cakar pada setiap jarinya.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan primer maupun
sekunder, bahkan di sekitar pemukiman.
Aktif pada siang hari (diurnal) dan biasanya
hidup di atas pohon (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
115 115 115 115 115
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BUNGLON POHON
Slender Agama
(Bronchocela jubata Dumeril & Bibron, 1837)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Agamidae
Marga : Bronchocela
Jenis : Bronchocela jubata
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Jenis ini hampir sama dengan Pseudocalotes
tympanistriga, namun yang membedakan
adalah bentuk mulut yang tumpul, terdapat
tonjolan diatas mata dan memiliki sisik-sisik
besar di sepanjang punggung (dorsal), yang
dikenal sebagai sisir crest. Gigi tajam, tipe
sisik bersusun (imbricata). Telinga tertutup.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan primer maupun
sekunder, bahkan di sekitar pemukiman.
Aktif pada siang hari (diurnal) dan biasanya
hidup di atas pohon (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
116 116 116 116 116
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BUNGLON TANDUK
Angle Head
(Gonocephalus kuhlii Schlegel, 1848)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Bangsa : Squamata
Sub bangsa : Lacertilia
Famili : Agamidae
Marga : Gonocephalus
Jenis : Gonocephalus kuhlii
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Jenis ini hampir sama dengan Bronchocela
jubata, namun yang membedakan adalah
warna tubuh lebih berfariasi dan bercorak,
ukuran tubuh lebih besar, bentuk mulut lebih
tumpul, memiliki sisik-sisik yang lebih besar
terutama pada bagian leher bagian atas
yang menyerupai tanduk. Gigi tajam, tipe
sisik bersusun (imbricata). Telinga tertutup.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai di hutan primer maupun
sekunder, bahkan di sekitar pemukiman.
Aktif pada siang hari (diurnal) dan biasanya
hidup di atas pohon (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera
117 117 117 117 117
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
AMFIBI AMFIBI AMFIBI AMFIBI AMFIBI
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diketahui terdapat
lebih kurang 23 jenis amfibi yang termasuk dalam 2 bangsa (ordo)
yaitu Gymnophiona dan Anura, 6 suku (famili), seperti terlihat
pada tabel di bawah ini.
Daftar Jeni s-Jeni s Amfi bi di T Daftar Jeni s-Jeni s Amfi bi di T Daftar Jeni s-Jeni s Amfi bi di T Daftar Jeni s-Jeni s Amfi bi di T Daftar Jeni s-Jeni s Amfi bi di Taman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung aman Nasi onal Gunung
Gede Pangango Gede Pangango Gede Pangango Gede Pangango Gede Pangango
No. No. No. No. No. Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
ORDO: GYMNOPHI ONA ORDO: GYMNOPHI ONA ORDO: GYMNOPHI ONA ORDO: GYMNOPHI ONA ORDO: GYMNOPHI ONA
- I cht yophi i dae - I cht yophi i dae - I cht yophi i dae - I cht yophi i dae - I cht yophi i dae
1 Ichthyophis hypocyaneus Javan Caecillian Sesilia/cacing berkepala
ORDO: ANURA ORDO: ANURA ORDO: ANURA ORDO: ANURA ORDO: ANURA
- Magophr yi dae - Magophr yi dae - Magophr yi dae - Magophr yi dae - Magophr yi dae
2 Leptobrachium hasseltii Hasselts litter frog Katak serasah
3 Megophyris Montana Horned Frog Katak bertanduk
- Buf oni dae - Buf oni dae - Buf oni dae - Buf oni dae - Buf oni dae
4 Leptophryne borbonica Hour Glass Toad Kodok jam pasir
5 Bufo biporcatus Crested Toad Kodo puru hutan
6 Bufo asper River Toad/Rough Toad Kodok budug sungai
7 Bufo melanostictus Asian Toad Kodok budug
8 Leptophryne cruentata Bleeding Toad / Fire Toad Kodok merah
- Myc r ohyl i dae - Myc r ohyl i dae - Myc r ohyl i dae - Myc r ohyl i dae - Myc r ohyl i dae
9 Microhyla achatina Javan Chorus frog Percil jawa
118 118 118 118 118
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
10 Microhyla palmipes Palmated Chorus Frog Percil berselaput
- Rani dae - Rani dae - Rani dae - Rani dae - Rani dae
11 Rana chalconota White-Lipped frog Kongkang kolam
12 Rana hosii Poisonous Rock Frog Kongkang racun
13 Rana nicobariensis Cricket Frog Kongkang jangkrik
14 Rana erythraea Green Paddy Frog Kongkang gading
15 Huia masonii Javan Torrent Frog Kongkang jeram
16 Fejervarya cancrivora Ricefield Frog Katak sawah
17 Fejervarya limnocharis Grass Frog Katak tegalan
18 Limnonectes kuhlii Kuhls Creek Frog Bangkong tuli
19 Limnonectes microdiscus Pygmy Creek Frog Bangkong kerdil
20 Limnonectes macrodon Stone creek frog Bangkong batu
- Rhacophor i dae - Rhacophor i dae - Rhacophor i dae - Rhacophor i dae - Rhacophor i dae
21 Polypedates leucomystax Striped Tree Frog Katak pohon bergaris
22 Rhacophorus javanus Javan Tree Frog Katak pohon jawa
23 Rhacophorus reinwardtii Green Flying Frog Katak pohon hijau
24 Philautus aurifasciatus Gold-Striped Tree Frog Katak pohon emas
No. No. No. No. No. Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
119 119 119 119 119
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Gymnophiona Ordo: Gymnophiona Ordo: Gymnophiona Ordo: Gymnophiona Ordo: Gymnophiona
Famili: Ichthyophiidae Famili: Ichthyophiidae Famili: Ichthyophiidae Famili: Ichthyophiidae Famili: Ichthyophiidae
SESILIA/ CACING BERKEPALA
Javan Caecillian
(Ichthyophis hypocyaneus Boie, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Gymnophiona
Famili : Ichthyophiidae
Marga : Ichthyophis
Jenis: : Ichthyophis hypocyaneus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk tubuh menyerupai cacing dengan
bentuk kepala yang jelas. Mulut lebar dan
mata berukuran kecil namun jelas terlihat.
Panjang tubuh berkisar antara 15-40 cm.
Ekor sangat pendek. Warna tubuh umumnya
coklat dengan garis terang berwarna kuning
diantara kedua sisi tubuh (lateral). Kulit halus
dan licin tanpa sisik, tubuh dipenuhi garis-
garis berbentuk cincin (annuli) namun tidak
terlihat utuh. Terdapat garis menyerupai
kalung diantara kepala dan tubuh.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di tempat-tempat yang lembab, dibawah
dedaunan, batang pohon, batu atau di lubang-
lubang dekat sungai. Biasanya muncul keluar
setelah hujan lebat. Makanannya terdiri dari
cacing, larva serangga.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
endemik pulau Jawa
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
Data Deficient.
120 120 120 120 120
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Ordo: Anura Ordo: Anura Ordo: Anura Ordo: Anura Ordo: Anura
Famili: Bufonidae Famili: Bufonidae Famili: Bufonidae Famili: Bufonidae Famili: Bufonidae
KODOK BUDUK
Asian Toad
(Bufo melanostictus Schneider, 1799)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Bufonidae
Sub famili : Bufoninae
Marga : Bufo
Jenis : Bufo melanostictus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh relatif sedang dengan ukuran jantan
dewasa berkisar antara 55-80 mm, betina
dewasa 65 85 mm. Kelenjar racun
(paratoid) tampak jelas. Tekstur kulit relatif
berkerut dengan bintil-bintil yang jelas.
Warna tubuh umumnya kemerahan, bintil
berwarna hitam atau coklat, dagu umumnya
merah pada yang jantan. Jari-jari kaki
berselaput renang separuhnya.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya berada di sekitar hunian manusia,
tetapi ada juga ditemukan di hutan. Biasanya
bersembunyi dibawah pepohonan besar dan
bebatuan. Aktif pada malam hari (nokturnal)
dan umum hidup di atas permukaan tanah
(teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan
Sulawesi.
121 121 121 121 121
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KODOK BUDUK SUNGAI
River Toad
(Bufo asper Gravenhorst, 1829)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Bufonidae
Sub Famili : Bufoninae
Marga : Bufo
Jenis : Bufo asper
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh relatif besar dengan panjang tubuh
dapat mencapai lebih kurang 20 cm.
Memiliki kelenjar racun (paratoid) yang
tampak jelas. Tekstur kulit kasar dan
berbenjol yang diliputi bintil-bintil berduri.
Warna tubuh umumnya coklat tua, keabu-
abuan dan terlihat kusam. Biasanya memiliki
kulit berwarna hitam pada bagian dagu.
Tangan dan kaki dapat berputar dan Jari-jari
kaki berselaput renang sampai ke ujung jari.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum hidup di hutan dataran rendah
hingga pegunungan. Biasanya hidup
disepanjang tepi sungai, bersembunyi
dibawah bebatuan. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Pada saat
musim kawin, jantan akan memangggil
betina dari tepi sungai terutama pada saat
bulan purnama.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan
Sulawesi.
122 122 122 122 122
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KODOK JAM PASIR
Hour Glass Toad
(Leptophryne borbonica Kuhl & van Hasselt, 1827)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Bufonidae
Sub famili : Adenominae
Marga : Leptophryne
Jenis : Leptophryne borbonica
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Berukuran relatif kecil, ukuran jantan dewasa
berkisar antara 20-30 mm, betina dewasa
berkisar antara 25-40 mm. Tekstur kulit kasar
dan berkeriput. Tidak memiliki kelenjar racun
(paratoid) yang jelas. Warna tubuh coklat
keabuan. Pada bagian leher dan kaki
berwarna kecoklatan. Pada pangkal paha
berwarna merah. Pada bagian perut (ventral)
dari pinggang ke ujung jari kaki berwarna
merah. Kadang-kadang terdapat tanda segitiga
hitam dibelakang mata. Umum terdapat tanda
seperti jam pasir pada bagian punggung.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan dataran rendah
hingga pegunungan dengan ketinggian
berkisar antara 600 hingga 1500 m di atas
permukaan laut (dpl). Biasanya hidup di
daerah yang basah atau air yang jernih dan
berarus lambat. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Meskipun
berukuran kecil, namun jenis ini dapat
mengeluarkan suara yang cukup keras.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
123 123 123 123 123
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KODOK MERAH
Bleeding Toad / Fire Toad
(Leptophryne cruentata Tschudi, 1838)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Bufonidae
Sub famili : Adenominae
Marga : Leptophryne
Jenis : Leptophryne cruentata
Deskripsi
Jenis ini berukuran kecil dan ramping. Ukuran
tubuh jantan dewasa berkisar 20-30 mm dan
betina dewasa 25-40 mm. Tekstur kulit tertutup
oleh bintil berupa butir kecil-kecil. Ujung jari
tangan dan kaki agak membengkak. Warna
tubuh coklat kehitaman dengan sedikit bercak-
bercak berwarna merah dan kuning.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan pegunungan. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan hidup di
atas permukaan tanah (teresterial). Biasanya
hidup di tepian sungai-sungai kecil atau
sungai yang mengalir lambat. Kini jenis ini
sangat jarang di jumpai keberadaannya di
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Dalam daftar IUCN, jenis ini berstatus kritis
(critically endangered).
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
endemik pulau Jawa.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
critically endangered (kritis).
124 124 124 124 124
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Megophryidae Famili: Megophryidae Famili: Megophryidae Famili: Megophryidae Famili: Megophryidae
KATAK SERASAH
Hasselts litter frog
(Leptobrachium hasseltii Tschudi, 1838)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Megophryidae
Sub famili : Leptobrachiinae
Marga : Leptobrachium
Jenis : Leptobrachium hasseltii
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Memiliki kepala yang besar, lebih besar
dari tubuh dan cenderung membulat. Mata
cenderung besar dan melotot. Ujung jari
bulat, ibu jari berselaput pada dasarnya.
Ukuran jantan dapat mencapai 60 mm dan
betina 70 mm. Tekstur kulit halus. Warna
punggung kehitaman dengan bercak-bercak
bulat telur atau bulat yang lebih gelap.
Permukaan perut keputih-putihan dengan
bercak hitam. Jenis yang masih muda
berwarna kebiru-biruan.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan dataran rendah
hingga pegunungan. Biasanya dijumpai di
serasah lantai hutan. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Madura, dan pulau
Kangean.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
125 125 125 125 125
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KATAK BERTANDUK
Horned Frog
(Megophrys montana Kuhl & van Hasselt 1822)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Megophryidae
Sub famili : Leptobrachiinae
Marga : Megophrys
Jenis : Megophrys montana
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Berukuran besar, kepala dan tubuh terlihat
kekar, moncong meruncing. Ciri utama
adalah adanya tonjolan di atas mata yang
menyerupai tanduk. Betina dapat mencapai
90 mm dan jantan sedikit lebih kecil. Pada
jenis yang masih muda berwarna merah
bata, namun yang tua berwarna coklat
kemerahan sampai coklat tua.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum dijumpai hutan pegunungan,
kamuflase dengan sempurna diantara serasah
dedauan sehingga sulit untuk ditemukan. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan umum hidup
di atas permukaan tanah (teresterial). Biasanya
diam tanpa bergerak apabila tidak tersentuh.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera (Sumatera Barat).
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
126 126 126 126 126
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Microhylidae Famili: Microhylidae Famili: Microhylidae Famili: Microhylidae Famili: Microhylidae
PERCIL JAWA
Javan Chorus frog
(Microhyla achatina Tschudi, 1838)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Microhylidae
Sub famili : Microhylinae
Marga : Microhyla
Jenis : Microhyla achatina
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Berukuran kecil dengan mulut menyempit, dan
mata berukuran kecil. Sepasang garis gelap
berada di punggung. Jari-jari berselaput renang.
Ukuran jantan 20 mm dan betina 25 mm. Tekstur
kulit halus tanpa berbintil. Warna coklat
kekuningan dengan garis-garis kehitaman,
dan pada bagian sisi tubuh terlihat lebih gelap.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan dataran rendah
hingga pegunungan, terkadang juga di
dekat hunian manusia. Makanannya berupa
semut dan rayap. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial). Meskipun
berukuran kecil, namun mampu menge-
luarkan suara yang besar.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
endemik pulau Jawa.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
127 127 127 127 127
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
PERCIL BERSELAPUT
Palmated Chorus Frog
(Microhyla palmipes Boulenger, 1897)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Microhylidae
Sub famili : Microhylinae
Marga : Microhyla
Jenis : Microhyla palmipes
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Jenis katak berukuran kecil dengan kepala
dan mulut kecil, ukuran tubuh kurang lebih
18 mm. Jari tangan dan kaki membesar pada
ujungnya. Warna kecoklatan dengan pola
kepala anak panah ganda, pada bagian sisi
tubuh (lateral) berwarna kehitaman. Dua
pertiga atau tiga perempat dari jari kakinya
berselaput renang. Tekstur kulit halus tanpa
berbintil.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan pegunungan hingga mencapai
ketinggian 1500 m diatas permukaan laut
dan dijumpai di daerah rerumputan. Makanan
berupa semut dan rayap. Aktif pada malam
hari (nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Sumatera dan pulau Nias
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
128 128 128 128 128
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Ranidae Famili: Ranidae Famili: Ranidae Famili: Ranidae Famili: Ranidae
KONGKANG KOLAM
White-Lipped frog
(Rana chalconota Schlegel, 1837)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub famili : Raninae
Marga : Rana
Jenis : Rana chalconota
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Berukuran kecil hingga sedang. Kaki panjang
dan ramping, berselaput sepenuhnya
hingga ke ujung jari. Jari-jari tangan dan
kaki melebar dengan jelas. jantan berkisar
antara 30-40 mm dan betina 45-65 mm.
Tekstur kulit kasar dan relatif tertutup
seluruhnya oleh bintil-bintil yang sangat
halus menyerupai kertas pasir. Warna
biasanya coklat kekuningan. Bercak hitam
selalu terdapat pada kebanyakan jenis ini
yang tersebar di seluruh bagian punggung.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Jenis ini hidup dari dataran rendah hingga
pegunungan dengan ketinggian 1200 m
diatas permukaan laut. Kadang-kadang juga
dijumpai di dekat hunian manusia. Umumnya
berada dekat air seperti di kolam dan di sekitar
aliran sungai, sering juga berada di atas
tumbuhan yang berada di sekitar air. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan umum hidup
di atas permukaan tanah (teresterial). Jenis
ini sangat berlimpah di Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
129 129 129 129 129
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KONGKANG RACUN
Poisonous Rock Frog
(Rana hosii Boulenger, 1891)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub familia : Raninae
Marga : Rana
Jenis : Rana hosii
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Bentuk tubuh ramping, berukuran sedang
hingga besar. Ukuran jantan dewasa
berkisar antara 45-65 mm dan betina dewasa
85-100 mm. Umumnya berwarna hijau. Kaki
belakang panjang dan ramping, jari-jari
tangan terdapat piringan datar yang jelas,
jari kaki berselaput hingga ke bagian dasar.
Tekstur kulit berbintil halus tanpa ada bintil-
bintil yang lebih menonjol, permukaan
bawah licin dan memiliki kelenjar racun
yang berbau.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umumnya hidup di hutan dataran rendah
hingga pegunungan yang mencapai 1100
m diatas permukaan laut. Biasa ditemukan
di genangan seperti danau, kolam dan
sekitar aliran sungai. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum hidup di atas pohon
(arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan.
130 130 130 130 130
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KONGKANG JERAM
Javan Torrent Frog
(Huia masonii Boulenger, 1884)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub familia : Raninae
Marga : Huia
Jenis : Huia masonii
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Berukuran sedang, jantan berukuran 30 mm
dan betina berukuran 50 mm. Kaki ramping
dan sangat panjang dibandingkan kaki
katak lainnya. Pada Jari-jari tangan dan
kaki memiliki piringan yang lebar. Tekstur
kulit halus dan berbintil. Tubuh berwarna
coklat hingga coklat tua dengan bintik
marmer hitam yang jelas. Pada sisi kepala
berwarna hitam di sekeliling lubang telinga.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Selalu dekat sungai yang berarus deras.
Selama bulan purnama jantan akan tinggal
diantara rerumputan tidak jauh dari tepian
sungai. Aktif pada malam hari (nokturnal) dan
umum hidup di atas permukaan tanah
(teresterial), terkadang dijumpai berada di
atas pepohonan dan bebatuan di tepi sungai.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
endemik pulau Jawa
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
vulnerable (rentan)
131 131 131 131 131
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KATAK SAWAH
Ricefield Frog
(Fejervarya cancrivora Gravenhorst, 1829
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub famili : Dicroglossinae
Marga : Fejervarya
Jenis : Fejervarya cancrivora
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Katak berukuran besar dengan lipatan-lipatan
atau bintil-bintil memanjang paralel dengan
sumbu tubuh. Ukuran tubuh berkisar antara
100-120 mm. Tekstur kulit kasar, tertutup oleh
bintil-bintil atau lipatan-lipatan memanjang
dan menipis. Berwarna seperti warna lumpur
yang kotor dengan bercak-bercak tidak simetris
berwarna gelap. Pada bagian punggung
terdapat warna putih yang memanjang dari
ujung mulut hingga belakang tubuh.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Banyak di jumpai di sawah-sawah. Jarang
ditemukan di tepi sungai. Aktif pada malam
hari (nokturnal) dan umum hidup di atas
permukaan tanah (teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
132 132 132 132 132
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KATAK TEGALAN
Grass Frog
(Fejervarya limnocharis Boie, 1835)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub familia: Dicroglossinae
Marga : Fejervarya
Jenis : Fejervarya limnocharis
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Berukuran relatif kecil, kepala runcing dan
pendek, jari kaki setengah berselaput, tepat
sampai ruas terakhir. Ukuran jantan 50 mm
dan betina 60 mm. Tekstur kulit berkerut,
tertutup oleh bintil-bintil panjang yang
tampak tipis. Warna tubuh kotor seperti
lumpur dengan bercak-bercak yang lebih
gelap yang kurang jelas namun simetris.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di dataran rendah meliputi daerah
sawah dan padang rumput, namun dapat juga
hidup di pegunungan dengan ketinggian
mencapai 800 m diatas permukaan laut. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan umum hidup
di atas permukaan tanah (teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a: pul au
Jawa, Bali, Flores, Sumatera dan Kalimantan.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
133 133 133 133 133
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BANGKONG TULI
Kuhls Creek Frog
(Limnonectes kuhlii Tschudi, 1838)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub famili : Dicroglossinae
Marga : Limnonectes
Jenis : Limnonectes kuhlii
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh gemuk, kepala lebar, pelipis berotot,
terutama pada yang jantan. Ukuran tubuh
jantan dewasa 80 mm, betina dewasa 70
mm. Warna hitam marmer di seluruh bagian
punggung. Kaki sangat pendek dan berotot.
Jari-jari kaki seluruhnya berselaput renang
sampai ke ujung jari. Tekstur kulit sangat
berkerut, tertutup rapat oleh bintilk-bintil
berbentuk bintang yang tersebar di seluruh
permukaan tubuh.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Merupakan jenis yang umum hidup di
daerah pegunungan. Biasa hidup di perairan
yang dangkal dan mengalir tenang. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan umum
hidup di atas permukaan tanah (teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan
Sulawesi.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
134 134 134 134 134
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BANGKONG KERDIL
Pygmy Creek Frog
(Limnonectes microdiscus Boettger, 1892)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub famili : Dicroglossinae
Marga : Limnonectes
Jenis : Limnonectes microdiscus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berukuran kecil, ukuran jantan
dewasa dapat mencapai 35 mm dan betina
dapat mencapai dua kali ukuran jantan.
Anggota tubuh cenderung panjang dan
ramping. Tekstur kulit licin. Warna tubuh
bagian atas coklat kemerahan dan bagian
perut putih kekuningan. Terdapat tanda W
berwarna coklat gelap yang terlihat jelas di
punggung diantara kaki depan. Tanda
lainnya adalah terdapat garis berwarna
hitam yang menghubungkan kedua mata
pada bagian atas kepala.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan dengan ketinggian mencapai
1400 m diatas permukaan laut. Aktif pada
malam hari (nokturnal) dan umum di jumpai
di atas permukaan tanah (teresterial).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera bagian Selatan.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
135 135 135 135 135
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
BANGKONG BATU
Stone Creek Frog
(Limnonectes macrodon Dumeril & Bibron,1841)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Ranidae
Sub familia : Dicroglossinae
Marga : Limnonectes
Jenis : Limnonectes macrodon
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berukuran besar. Tekstur kulit licin.
Warna tubuh bagian atas coklat kemerahan
dan coklat kehitaman. Pada bagian perut
berwarna putih kekuningan. Jari kaki
semuanya berselaput sampai ke digit
terakhir dan ujungnya membesar. Terdapat
tanda W berwarna coklat gelap yang
menghubungkan kedua mata pada bagian
atas kepala.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan dengan. Aktif pada malam hari
(nokturnal) dan umum di jumpai di atas
permukaan tanah (teresterial). Jenis ini biasa
diambil sebagai makanan.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa dan Sumatera bagian selatan.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
vulnerable (rentan)
136 136 136 136 136
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Rhacophoridae Famili: Rhacophoridae Famili: Rhacophoridae Famili: Rhacophoridae Famili: Rhacophoridae
KATAK POHON BERGARIS
Striped Tree Frog
(Polypedates leucomystax Gravenhorst, 1829)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Rhacophoridae
Sub famili : Rhacophorinae
Marga : Polypedates
Jenis : Polypedates leucomystax
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Merupakan katak pohon berukuran sedang,
ukuran jantan dewasa 50 mm betina dewasa
80 mm. Berwarna coklat keabua-abuan.
Terdapat variasi warna antara lain coklat gelap
atau coklat kekuningan dengan empat atau
enam garis membentang dari kepala hingga
selangkangan. Warna lain adalah coklat
keabuan gelap atau kekuningan dengan bercak
yang lebih gelap tersebar di seluruh tubuh.
Tekstur kulit seluruhnya halus tanpa adanya
bintil-bintil atau lipatan. Kulit kepala menyatu
dengan tenggorokan. Ujung jari-jari melebar
menyerupai piringan. Jari tangannya setengah
berselaput, dan jari kaki hampir separuhnya
berselaput.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan. Sering mendekat hunian manusia
karena tertarik dengan serangga di sekeliling
lampu. Aktif pada malam hari (nokturnal) dan
umum hidup di atas pohon (arboreal), namun
terkadang dijumpai di atas permukaan tanah.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara,
Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi : Status Konservasi :
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
least concern.
137 137 137 137 137
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KATAK POHON JAWA
Javan Tree Frog
(Rhacophorus javanus Boettger, 1893)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Rhacophoridae
Sub familia : Rhacophorinae
Marga : Rhacophorus
Jenis : Rhacophorus javanus
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Katak pohon berukuran kecil sampai sedang,
tubuh relatif gemuk dan memiliki mata yang
besar. Ukuran jantan dewasa 50 mm, betina
dewasa 60 mm. Warna tubuh coklat atau
kemerahan, sampai ungu dengan bercak
tidak beraturan. Tekstur kulit permukaan
punggung halus, pada bagian perut termasuk
bagian bawah kaki berbintil kecil kasar. Jari
tangan kira-kira setengah berselaput, semua
jari kaki kecuali jari keempat berselaput
hingga kepiringannya.
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum hidup di hutan dataran rendah
hingga pegunungan dengan ketinggian
mencapai 1500 m diatas permukaan laut.
Aktif pada malam hari (nokturnal) dan biasa
hidup di pepohonan (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
endemik pulau Jawa
138 138 138 138 138
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
KATAK POHON HIJAU
Green Flying Frog
(Rhacophorus reinwardtii Schlegel, 1840)
Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i Kl as i f i kas i
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Amphibia
Bangsa : Anura
Famili : Rhacophoridae
Sub familia : Rhacophorinae
Marga : Rhacophorus
Jenis : Rhacophorus reinwardtii
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Katak pohon berukuran kecil hingga sedang,
berwarna hijau dan pada bagian sisi, tangan
dan kaki berwarna kuning atau oranye.
Ukuran tubuh jantan berkisar antara 45-52
mm dan betina dewasa 55-75 mm. Tekstur
kulit halus pada bagian atas, perut dan sisi
tubuh, bagian bawah kaki berbintil kecil
kasar. Jari tangan dan kaki berselaput
sepenuhnya sampai ke piringan, berwarna
hitam. Selaput renang tangan dan kaki
berwarna hitam
Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan Kehi dupan
Umum hidup di hutan dataran rendah hingga
pegunungan hingga mencapai ketinggian
1200 m diatas permukaan laut. Selain itu juga
sering dijumpai disekitar hunian manusia. Aktif
pada malam hari (nokturnal) dan dijumpai
hidup di pepohonan (arboreal).
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi Status Konservasi
Dalam daftar IUCN (2009), jenis ini berstatus
Near Threatened
139 139 139 139 139
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
IKAN IKAN IKAN IKAN IKAN
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diketahui terdapat
lebih kurang 7 jenis ikan yang termasuk dalam 6 suku (famili),
seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Daftar Jenis-Jenis Ikan di T Daftar Jenis-Jenis Ikan di T Daftar Jenis-Jenis Ikan di T Daftar Jenis-Jenis Ikan di T Daftar Jenis-Jenis Ikan di Taman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede aman Nasional Gunung Gede
Pangango Pangango Pangango Pangango Pangango
No. No. No. No. No. Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Fami l i / Jeni s Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Asi ng Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal Nama Lokal
CYPRI NI DAE CYPRI NI DAE CYPRI NI DAE CYPRI NI DAE CYPRI NI DAE
1 Puntius binotatus Ikan benteur
2 Rasbora lateristriata Ikan paray
SI SORI DAE SI SORI DAE SI SORI DAE SI SORI DAE SI SORI DAE
3 Glyptothorax cf. platypogon Ikan kehkel
CHANNI DAE CHANNI DAE CHANNI DAE CHANNI DAE CHANNI DAE
4 Channa gachua Ikan gabus/bogo
MASTACEMBELI DAE MASTACEMBELI DAE MASTACEMBELI DAE MASTACEMBELI DAE MASTACEMBELI DAE
5 Macrognathus maculatus Ikan sili-sili/berod
BALI TORI DAE BALI TORI DAE BALI TORI DAE BALI TORI DAE BALI TORI DAE
6 Nemacheilus cf. fasciatus Ikan jeuler
POECI LI DAE POECI LI DAE POECI LI DAE POECI LI DAE POECI LI DAE
7 Poecillia reticulata Ikan brenyit
140 140 140 140 140
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Cyprinidae Famili: Cyprinidae Famili: Cyprinidae Famili: Cyprinidae Famili: Cyprinidae
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh pipih memanjang, mempunyai sungut dua pasang yang berkembang dengan baik.
Gurat sisi (linea lateralis) sempurna. Duri terakhir sirip punggung (dorsal) bagian belakangnya
bergerigi. Terdapat dua bercak hitam, satu terdapat di pangkal sirip punggung dan satu lagi
pada pangkal sirip ekor.
Jenis ini dikenal penduduk dengan nama lokal beunteur beunteur beunteur beunteur beunteur, dan merupakan ikan konsumsi
yang bernilai sedang.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumatra, Nias, Bangka, Belitung, Kalimatan.
IKAN BENTEUR
(Puntius binotatus Cuvier & Valenciennes, 1842)
141 141 141 141 141
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh pipih memanjang, mulut kecil dan mengarah ke atas, rahang bawah mempunyai
tonjolan pada ujungnya (symphysis knob). Tubuh bagian atas putih kecoklatan dan
kekuningan pada bagian bawahnya. Sisik berukuran sedang, gurat sisi (linea lateralis)
sempurna memanjang di bawah pertengahan tubuh. Ciri yang paling utama adalah terdapat
garis warna hitam sempurna, mulai dari operkulum hingga pangkal sirip ekor, sirip ekor
pinggirannya hitam suram, terdapat bercak hitam pada pangkal sirip anal, sirip anal pada
yang muda berwarna kuning. Dikenal penduduk dengan nama paray paray paray paray paray. Merupakan ikan
konsumsi bernilai sedang dan dapat dimanfaatkan sebagai ikan hias.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa (Bogor, Cipanas, Cisaat, Ciampea, Pangrango pada ketinggian 1000 m, Bandung,
Garut, Purwakarta, Banyumas, Surabaya, Jember), Bali, Lombok, dan Sumbawa. Sumatra
(Teluk Betung, Lahat, Payakumbuh, Maninjau) dan Kalimantan.
IKAN PARAY
(Rasbora lateristriata Bleeker, 1854)
142 142 142 142 142
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Sisoridae Famili: Sisoridae Famili: Sisoridae Famili: Sisoridae Famili: Sisoridae
IKAN KEHKEL
(Glyptothorax cf. platypogon Valenciennes, 1840)
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh berukuran kecil dengan butir-butir kasar di permukaan tubuh, memiliki sirip lemak,
sirip punggung (dorsal) pendek, mempunyai 4 pasang sungut. Terdapat organ perekat yang
terbentuk dari lipatan kulit memanjang diantara sirip dada. Karakter pembeda antar jenis
adalah perbandingan panjang standar dan tinggi badan, perbandingan antara panjang dan
tinggi pangkal ekor, serta pola warna. Badan berwarna pualam dengan sebuah garis samar-
samar pada punggungnya.
Dikenal penduduk dengan nama kehkel kehkel kehkel kehkel kehkel.
Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan
143 143 143 143 143
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Channidae Famili: Channidae Famili: Channidae Famili: Channidae Famili: Channidae
IKAN GABUS/BOGO
(Channa gachua Hamilton, 1822)
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Panjang tubuhnya dapat mencapai 30 cm. Tubuh bagian depan agak silindris. Sirip anal dan
sirip ekor berwarna putih, terdapat pita warna gelap khususnya pada ikan berukuran kecil,
sedangkan pada ikan dewasa samar-samar atau bahkan tidak ada. Warna tubuh kecoklatan,
gelap pada bagian atas dan terang pada bagian bawahnya.
Dikenal oleh penduduk setempat dengan nama gabus/bogo gabus/bogo gabus/bogo gabus/bogo gabus/bogo. Bersifat predator bagi jenis
ikan lainnya. Merupakan ikan ekonomis penting sehingga banyak ditangkap.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa, Madura, Bawean, Sumatra, Bangka, Belitung, Nias, dan Kalimantan.
144 144 144 144 144
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Mastacembelidae Famili: Mastacembelidae Famili: Mastacembelidae Famili: Mastacembelidae Famili: Mastacembelidae
IKAN SILI-SILI/BEROD
(Macrognathus maculatus Cuvier, 1831
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh sangat pipih dan panjang, terdapat duri di sepanjang punggung, sirip punggung dan
sirip anal. Pinggiran lubang hidung depan, memiliki 6 tonjolan halus seperti jari kecil. Sisik
relatif besar dan dapat dilihat jelas dengan mata telanjang.
Dikenal penduduk setempat dengan nama sili-sili sili-sili sili-sili sili-sili sili-sili. Merupakan ikan konsumsi yang
sekaligus juga dapat dikembangkan sebagai ikan hias, karena bentuk badan dan pola
warnanya yang menarik.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
pulau Jawa (Lebak, Bogor, Cipanas, Jasinga, Pelabuhan Ratu), Sumatra (Deli, Langkat, Solok,
Payakumbuh, Wai Lima, Palembang), Belitung, dan Kalimantan.
145 145 145 145 145
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Balitoridae Famili: Balitoridae Famili: Balitoridae Famili: Balitoridae Famili: Balitoridae
IKAN JEULER
(Nemacheilus cf. fasciatus Cuvier and
Valenciennes, 1846)
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh memanjang dan agak silindris, kepala membulat dengan moncong tumpul, mulut
kecil. Memiliki 6 sungut, sepasang pada moncong dan dua pasang pada rahang atas. Sirip
punggung (dorsal) letaknya berhadapan atau sedikit di belakang sirip perut (ventral), terdiri
dari 3 duri dan 9 jari-jari bercabang. Sirip anal/dubur terdiri dari 3 duri dan 5 jari-jari bercabang,
sirip ekor lebih panjang daripada kepala. Sisik kecil dan tidak terdapat sisik runcing pada
batang ekor. Dikenal penduduk setempat dengan nama jeler jeler jeler jeler jeler.
P PP PPenyebaran di Indonesia: enyebaran di Indonesia: enyebaran di Indonesia: enyebaran di Indonesia: enyebaran di Indonesia: pulau Jawa (Banten, Lebak, Jakarta, Ciampea, Bogor,
Cianjur, Cikopo, Cipanas, Cisaat, Garut, Gombong, Kuningan, Ambarawa, Cilacap, Jember,
Malang), Sumatera (Padang, Solok, danau Maninjau, Payakumbuh, Lahat, danau Toba) dan
Kalimantan.
146 146 146 146 146
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Famili: Poecillidae Famili: Poecillidae Famili: Poecillidae Famili: Poecillidae Famili: Poecillidae
IKAN BRENYIT
(Poecillia reticulata Peters, 1852)
Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i Des kr i ps i
Tubuh pipih memanjang, kepala agak silindris, sirip dada letaknya agak ke atas. Sirip ekor
umumnya membulat. Ikan jantan berwarna terang dengan bintik-bintik hitam di atas sirip
dubur (anal) dan di bawah sirip punggung (dorsal). Jenis ini memiliki beberapa variasi pola
warna. Ikan jantan bisa mencapai panjang 3 cm, dan betinanya 6 cm. Dikenal oleh
penduduk setempat sebagai brenyit brenyit brenyit brenyit brenyit, merupakan ikan introduksi/pendatang dari Amerika
Selatan dan Argentina Selatan.
Jenis ini mulanya didatangkan sebagai ikan hias dan juga untuk mengontrol nyamuk/
memakan jentik-jentik, saat ini dapat ditemukan di perairan, mulai air payau sampai air
tawar. Di kalangan penggemar ikan hias, jenis ini dikenal dengan nama Guppy dengan
variasi bentuk sirip punggung dan sirip ekor disertai pola warna yang indah.
Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a: Penyebaran di I ndonesi a:
tersebar luas di Indonesia
147 147 147 147 147
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Anonymous, 1978. Proposed Gunung Gede-Pangranro national
Park Management Paln, 1979-1983. Field Report of UNDP/
FAO. Nature Conservation and Wildlife Management Project,
INS/73/013. Bogor.
Apririasari, L. 2002. Inventarisasi Jenis Ular di Pusat Pendidikan
Konservasi Alam Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango, Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Biologi Universi-
tas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.
Ario,A. 2001. Stasiun Penelitian Bodogol. Laporan Tahunan.
Konsorsium, Jakarta.
Ario,A. 2002. Stasiun Penelitian Bodogol. Laporan Tahunan.
Konsorsium, Jakarta.
Ario,A. 2004. Survei Mamalia dengan menggunakan perangkap
kamera (camera trap) di Bodogol Taman Nasional Gunung
Gede Pangrango. Conservation International Indonesia.
Jakarta.
Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. 1998. MT. Gede
Pangrango Nacional Park. Vol.2.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
148 148 148 148 148
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Boeadi, Suyanto, A. Suyanto dan S Adisoemarto. 1979. Cara
sederhana mengenal tikus, 4-9 September 1979. Direktorat
Perlindungan Tanaman Pangan, Deptan.
Bourrliere, F. 1975. Introduction mammals, Small and Large. The
ecologycal Impliction Size, In Golley (Ed) Small mammals.
Their productivity and population dynamics. International
Biological Programe 5. Cambridge University Press, Lon-
don.
Fujita, M.S. and M.D. Tuttle, 1991. Flying foxes (Chiroptera:
Pteropodidae): threatened animals of key ecological and
economical importance. Conser. Biol. 5: 455-463.
Harrison, J.L. 1954. The natural food of some rats and other mam-
mals. Bul. Raffles Mus. 25: 157-165.
Haryono, Fahmi & Sopian Sauri. 1999. ICHTYOFAUNA DI PERAIRAN
KAWASAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KONSERVASI ALAM BODOGOL (PPKAB)TN. GUNUNG GEDE
PANGRANGO, JAWA BARAT. Balitbang Zoologi,
Puslitbang Biologi-LIPI
Kitchener, D.J, A. Gunnell and Maharadatunkamsi, 1990. Aspect of
the feedingbiology of fruit bat (Pteropodidae) on Lombok
Island, Indonesia. Mammals 54(4): 561-578.
Haryono. 1996. Pola sebaran dan kelimpahan jenis ikan pada
149 149 149 149 149
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
tinggi penggalan berbeda di Lalut Birai, Kawasan Cagar
Alam Kayan Mentarang. Terubuk XXII (65)38-49.
Helfman, G. S., B.B. Collette & D.E. Facey. 1997. The diversity of
fishes. Blackwell Science, USA, 528 pp.
Hendarti, L., U. Hidayati & A. Saefudin. 1999. Pendidikan
Lingkungan (Pending), The Common Agenda Roundtable
Environmental Education Project in Indonesia. Prosiding
Pendidikan Lingkungan, Cibinong-Bogor, 11-15
Nopember 1998, 102 pp.
Inger, R.F. 1966. The Systematic and Zoogeography of the am-
phibia of Borneo. Fieldiana (Zool.) 52:1-402.
Iskandar, D.T. 1998. Amfibi Jawa dan Bali. LIPI-Seri Panduan
Lapangan. Puslitbang Biologi-LIPI, Bogor.
Inger, R.F. & C.P. Kong. 1990. The freshwater fishes of North Borneo.
Fieldiana Zoology (45), Chicago Natural History Museum,
268+47 pp.
Jhonson.J. 2005. Mamalia. Seri Intisari Ilmu. Erlangga, Jakarta.
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo. 1993.
Ikan air tawar Indonesia Barat dan Sulawesi. Periplus Edi-
tion, 293+84 pp.
150 150 150 150 150
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Lagler, K.F., J.E. Bardach & R.R. Miller. 1962. Ichtyology. John Wiley
and Sons, New York-London, 545 pp.
Madesen, J.M. 1975. Aquarium fishes in color. Macmillan Publish-
ing, New york, 248 pp.
MacKinnon, J., Phillips, K., van Balen, S. 1998. Seri Panduan
Lapangan: burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan
Kalimantan, Puslitbang Biologi LIPI-BirdLife International.
Malhotra, A. and Thorpe, R.S. 1997. New pespectives on the
evolution of South-East. Asian pit vipers (genus
Trimeresurus) from molecular studies. In: Venomous snakes
: Ecology, Evolution and Sankebite (Ed. R.S. Thorpe et al).
Symposia of the Zoological Society of London, no. 70.
Nelson, J.S. 1994. Fishes of the world 3
rd
. John Wiley & Sons, Inc.,
New York, Toronto, Singapore, 600 pp.
Payne, J., Francis, C.M, & Phillips, K. 2000. Panduan Lapangan
Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak dan Brunei
Darussalam. WCS Indonesia Program, The Sabah Society
& WWF Malaysia, Kuala Lumpur.
Perret, S. 1995. Strategi keanekaragaman hayati global. PT.
Gramedia, Jakarta, 271 pp.
Rachmatika, I. 1998. Fauna ikan S. Cikaniki, Taman Nasional Gunung
151 151 151 151 151
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Halimun. Berita Biologi 4(4):219-220.
Rachmatika, I & Haryono. 1999. Ikhtiofauna dan pengembangan
perikanan di Taman Nasional Bentuang Karimun,
Kalimantan Barat. Prosiding Rencana Pengelolaan Taman
Nasional Bentuang Karimun: Usaha Menginteggrasikan
Konservasi Kenakeragaman Hayati dengan Pembangunan
Propinsi Kalimantan Barat, Pontianak 29 April-1 Mei 1998,
282-319 pp.
Roberts, T.R. 1989. The freshwater fishes of Western Borne
(Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California
Academy of Science Number 14, 210 pp.
Roberts, T.R. 1993. The freshwater fishes of Jawa as observed by
Kuhl and van Hasselt in 1820-23. Zoologische
Verhandelingen 285: 1-94 pp.
Sidik, I. 1998. An inventory of amphibians and reptiles at Gunung
Halimun National Park In : Research and conservation of
biodiversity in Indonesia, Vol. IV. Gunung Halimun: The
Last Submontane tropical Forest in West Java. (Eds.
Simbolon et al). Bogor.
Smith, M.A. 1925. On a collection of reptiles and amphibians from
Mt. Murud, Borneo. Sarawak Mus. Jour.,3,pp. 5-14, 1
pl.
152 152 152 152 152
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Sudrajat, C. 1988. Inventarisai dan komposisi jenis tikus di Resort
Hutan KPA Cibodas, Taman National Gunung Gede-
Pangrango, Jawa Barat. Skripsi Sl Jurusan Biologi, Fakultas
MIPA, Univ. Pakuan, Bogor.
Sugiharta, A. 1987. Variasi dan struktur populasi jenis-jenis tikus di
Resort Cibodas bagian Taman Nasional Gunung Gede-
Pangrango, Jawa Barat. Skripsi Sl, Jurusan Konservasi
Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB, Bogor.
Suhono, B. 1986. Ular-Ular Berbisa di Jawa. Antar Kota. Jakarta
Supriatna, J dan Wahyono, H. 2000. Buku Panduan Lapangan
Primata Indonesia. Penerbit Yayasan Obor Indonesia.
Jakarta,
Supriatna,J. 1981. Ular Berbisa Indonesia. Seri Pembangunan Desa.
Bhratara Karya AKsara. Jakarta.
Suyanto, A., M. Yoneda, I. Maryanto, Maharadatunkamsi and J.
Sugardjito, 1998. Checklist of the mammals of Indonesia.
LIPI-JICA, Bogor. 34 p.
Suyanto.A.2001. Kelelawar Indonesia. Seri Panduan Lapangan.
Puslitbang Biologi-LIPI.
Thohari, M., D. Duryadi and Kadar. 1985. A dominant species of
Muridae and its population regulation in a forest Gede
153 153 153 153 153
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Mountain. Symposium_in_pest ecology pest management.
BIOTROP. Bogor.
Thohari, M. and Y. Santosa, 1984. A priliminary study on the role
of civet (Paradoxurus hermaphroditus) in the natural re-
generation of palm (Pinanga kuhlii) and (Pinanga javana)
at Gunung Gede-Pangrango National Park. BIOTROP
SEAMEO. South-East Asian Regional Center for Tropical
Biology. In Published.
Turner, R., S. Patmoprawiro and S. Martoprawiro, 1975. Dynamic
of plague transmission cycle in Central Java. Bull. Pen. Kes.
3: 41.
van der Zon, A.P.M. 1979. Mammals of Indonesia. UNDP/FAO
National Park Development Project. Bogor. 152p.
Wahyono,E.H.&A.Ario.2000. Flora and fauna: An inventory and
research technical practice in Bodogol Center of Education
and Conser vation. Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango & Conservation International Indonesia Pro-
gram, Jakarta
Weber, M. & L.F. de Beaufort. 1913. The Fishes of Indo-Australian
Archipelago II (Malacopterygii, Myctopoidea, Ostariophysi:
1. Siluroidea). E.J. Brill, Leiden , 404 pp.
Weber, M. & L.F. de Beaufort. 1916. The Fishes of Indo-Australian
154 154 154 154 154
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
Archipelago III (Ostariophysi: Cyprinoidea, Apodes,
Synbranchi). E.J. Brill, Leiden, 455 pp.
Weber, M. & L.F. de Beaufort. 1962. The Fishes of Indo-Australian
Archipelago XI (Scleroparei, Hypostomides, Pediculati,
Plectognathi, Ophistomi, Discocephali, Xenopterygii). E.J.
Brill, Leiden, 481 pp.
Whitten, A.J. and McCarthy, C. 1993. List of amphibians and rep-
tiles of Jawa and Bali.Tropical Biodiversity I: 169-177.
Wiratno, Sasmitawidjaya, Kushardanto, Lubis. 2004. Valuation pf
MT Gede Pangrango National Park. Balai Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.
155 155 155 155 155
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o
156 156 156 156 156
Me n g e n a l S a t w a Ta ma n N a s i o n a l G u n u n g G e d e P a n g r a n g o