Anda di halaman 1dari 2

GUMUK PASIR PANTAI SELATAN

Sumber: www.panduanwisatajogja.com
Indonesia yang merupakan daerah beriklim tropis telah dikenal oleh dunia akan
keanekaragaman bentanglahannya. Sementara dari sepuluh klasifikasi bentanglahan di dunia,
semuanya terdapat di Indonesia.Hal yang patut kita syukuri, walaupun wilayahnya tidak begitu luas,
namun Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mewakili sembilan klasifikasi bentuklahan yang terdapat di
Indonesia, yang bisa kita nikmati tanpa jauh-jauh dari tempat tinggal kita. Mulai dari utara terdapat
Gunung api, di sebelah barat terdapat pegunungan Menoreh dan di sebelah selatan terdapat
pegunungan karst Gunungkidul, beberapa sungai, pegunungan lipatan di Imogiri, serta beberapa
pantai yang memanjang dari barat sampai ke timur. Namun siapa sangka, terdapat fenomena alam
yang unik berupa Gumuk Pasir yang mirip dengan padang gurun di negara Timur Tengah. Keunikan
gumuk pasir ini adalah terdapat di daerah beriklim tropis, banyak hujan dan cenderung basah,
sedangkan gumuk pasir biasanya terjadi daerah kering. Fenomena ini dapat ditemui di sepanjang
muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.
Pada Mulanya, masyarakat yang tinggal di sekitar Gumuk Pasir tidak mengetahui akan
keelokan serta keunikan yang dimiliki oleh Gumuk Pasir Parangtritis. Mereka mengira itu hanyalah
fenomena yang lazim dijumpai di tempat-tempat lain. Namun, setelah Fakultas Geografi Universitas
Gadjah Mada sering menerima tamu dari luar negeri yang kemudian diajak berkunjung ke kawasan
gumuk, barulah masyarakat tahu bahwa Gumuk Pasir tersebut merupakan harta karun atau
warisan dunia (world heritage). Bahkan Gumuk Pasir ini merupakan satu-satunya fenomena alam
yang ada di daerah Asia Tenggara.

Gumuk pasir (sand dunes) merupakan bentukan alam berupa gundukan-gundukan pasir
menyerupai bukit akibat proses marin dan angin (eolin). Istilah gumuk berasal dari bahasa jawa
yang berarti gundukan atau sesuatu yang menyembul dari permukaan datar. Angin yang membawa
pasir dari pantai akan membentuk bermacam-macam bentuk dan tipe gumuk pasir, yang
dipengaruhi oleh faktor arah angin dan material penghalang proses pembentukan berupa vegetasi.
Secara morfogenesa (proses terjadinya gumuk pasir), terjadinya Gumuk Pasir tidak bisa lepas dari
keberadaan Gunung Merapi dan Merbabu, Sungai Opak dan Progo, dan Pantai Parangtritis. Partikel
pasir yang membentuk gumuk-gumuk pasir berasal dari material vulkanik Gunung Merapi yang
dibawa aliran Sungai Opak dan Progo menuju laut selatan. Sesampainya di muara, material tersebut
dihantam gelombang Samudra Hindia yang kuat. Material tersebut mengalami penggerusan hingga
berubah menjadi butiran pasir yang sangat halus. Butiran pasir ini diterbangkan angin laut ke
daratan. Ketika sudah berada di daratan, butiran pasir halus ini terus mengalami pergerakan sesuai
dengan hembusan angin. Pada musim peralihan, angin bertiup sangat kencang dan membawa pasir
lebih banyak hingga terbentuklah gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit yang disebut dengan
Gumuk Pasir. Proses pembentukan gumuk pasir ini memakan waktu ribuan tahun sebelum
menghasilkan fenomena gumuk pasir seperti yang dapat ditemukan saat ini.
Pantai Parangtritis merupakan ekosistem pantai yang bergumuk pasir hanya terdapat satu-
satunya di Asia tenggara seharusnya mendapat perhatian dari semua pihak, karena menjadi asset
Negara Indonesia. Selain itu, gumuk pasir bermanfaat dalam menjaga keseimbangan ekosistem
pantai dan sebagai penahan abrasi air laut secara alami. Oleh karena itu, perlu kerjasama yang baik
antara pemerintah, masyarakat dan para pemrakarsa kegiatan dalam perlindungan terhadap
ekosistem pantai.
Sumber Referensi :
Alfiah, Cahyani. 2013. Gumuk Pasir Pantai Selatan.
http://blh.jogjaprov.go.id/2013/09/gumuk-pasir-pantai-selatan/ diakses pada
tanggal 12 Mei 2014 pukul 22.13 WIB.
Murni, Elisabeth. 2010. Gumuk Pasir .
http://jogjatrip.com/id/110/Gumuk-Pasir diakses pada tanggal 12 Mei 2014 pukul
22.21 WIB.

Beri Nilai