Anda di halaman 1dari 24

PERHITUNGAN BIAYA DAN MANAJEMEN

BERDASARKAN AKTIVITAS
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala berkat dan karunia yang telah
dilimpahkan-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan akalah yang
berjudul ! "Activity Based Costing (ABC).
akalah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi mata
kuliah anajemen #iaya pada A#$% %nstitute Perbanas &urusan Akuntansi'
(alam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi' Namun
penulis menyadari bah)a kelan*aran dalam penyusunan makalah ini, tidak lain berkat
bantuan, d+r+ngan dan bimbingan, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat
teratasi'
Kami menyadari bah)a penulisan akalah ini masih memiliki banyak kekurangan
baik dalam hal penyajiannya serta penulisannya' ,leh karena itu diharapkan kritik berupa
saran dalam kesempurnaan akalah ini'
Sem+ga makalah ini dapat berman-aat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat
ter*apai'
&akarta, . (esember /012
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................. 1
KATA PENGANTAR........................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Keterbatasan Sste!Per"t#n$an Ba%a Ber&asar'an ()*#!e.............+
B. Per"t#n$an Ba%a Ber&asar'an A't,tas..........................................11
-. Lan$'a".Lan$'a" Da*a! Meran/an$ Sste! Per"t#n$an Ber&asar'an
A't,tas................................................................................................ 14
D. Man0aat &an Keterbatasan AB-.........................................................1+
E. Mana1e!en Ber&asar'an A't,tas....................................................12
F. Penera3an Ana*%ss Base& -)stn$.....................................................14
G. Ana*ss Pr)5tab*tas Pe*an$$an........................................................22
BAB III KESIMPULAN .................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 26
2
#A# %
PEN(A3454AN
Perusahaan-perusahaan diseluruh dunia menghadapi perubahan lingkungan bisnis,
tekn+l+gi, serta praktik-praktik pr+duksi dan +perasi' anajer menyadari keterbatasan
sistem perhitungan biaya berdasarkan 6+lume 7volume-based costing system8 dalam
memberikan in-+rmasi biaya yang akurat dan rele6an untuk pengendalian +perasi+nal dan
pengambilan keputusan'
5ebih buruk lagi, banyak manajer juga menemukan bah)a sistem perhitungan biaya
berdasarkan 6+lume seringkali menghasilkan data biaya yang terdist+rsi dan menyebabkan
terlalu banyak manajer mengambil keputusan yang salah sehingga meng+rbankan
keuntungan atau bahkan kelangsungan +perasi mereka' A#9 membantu perusahaan
menghilangkan atau mengurangi dist+rsi biaya serta memberikan biaya pr+duk yang akurat'
A#9 mena)arkan pandangan yang jelas mengenai bagaimana keragaman pr+duk, jasa, dan
akti6itas perusahaan memberikan k+ntribusi terhadap keuntungan:kerugian bersih
perusahaan'
Selama bertahun-tahun, A#9 dinilai sebagai pr+yek mahal yang hanya dapat
diterapkan +leh +rganisasi besar dengan sumber daya melimpah' (engan kemajuan yang
sangat luas dalam tekn+l+gi in-+rmasi serta perkembangan k+mputer dalam mengumpulkan
dan menghitung data, biaya pengumpulan data, pengukuran, dan pelap+ran telah turun
dengan *epat' Saat ini, bukan saja pengukuran akti6itas dan sistem penghitungan biaya
yang dapat dijangkau, tetapi juga banyak in-+rmasi telah ada dalam berbagai bentuk dalam
+rganisasi' Tekn+l+gi in-+rmasi telah se*ara dramatis memperbaiki penyebaran data A#9
untuk melihat lebih jelas, meren*anakan, dan mengambil keputusan'
akalah ini menunjukkan bagaimana manajer dalam perusahaan manu-aktur,
pemasaran, perdagangan, jasa, dan nirlaba menggunakan A#9 untuk memper+leh
pemahaman yang lebih baik akan struktur biaya,meningkatkan e-isiensi, serta menjadi lebih
3
k+mpetiti- dan e-ekti- dalam men*apai tujuan dan sasaran' A#9 uga men+l+ng perusahaan
meningkatkan nilai yang diterima pelanggan, meningkatkan keuntungan, serta
mem-asilitasi penentuan dan manajemen strategi'
4
#A# %%
PE#A3ASAN
A. KETERBATASAN SISTEM PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN
VOLUME
Sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal, yang mendasarkan pada 6+lume
sangat berman-aat jika tenaga kerja langsung dan bahan merupakan -akt+r yang
d+minan dalam pr+duksi, jika tekn+l+gi stabil, dan jika ada keterbatasan pr+duk'
Sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal mengukur sumber daya yang dik+nsumsi
dalam pr+p+rsi yang sesuai dengan jumlah pr+duk yang dihasilkan' eskipun
demikian, adanya re6+lusi yang terjadi dalam dunia #isnis, banyak sumber daya
+rganisasi+nal, seperti biaya setup atau biaya penanganan bahan untuk akti6itas dan
transaksi tidak mempunyai hubungan -isik dengan 6+lume pr+duk yang dipr+duksi'
K+nsekuensinya, sistem harga p+k+k tradisi+nal merupakan sistem yang lemah
untuk membebankan biaya pendukung atau biaya penjualan ke pr+duk' #iaya-biaya
tersebut biasanya dial+kasikan ke pr+duk dengan menggunakan ukuran-ukuran yang
berdasarkan unit atau 6+lume, seperti jam kerja langsung, biaya bahan langsung, biaya
tenaga kerja langsung, jam mesin, atau unit yang dipr+duksi' #iaya pr+duk yang
diper+leh dengan *ara mengal+kasikan seperti itu akar terdist+rsi, karena pr+duk tidak
mengk+nsumsi sebagian besar sumber daya pendukung tersebut dalam pr+p+rsi yang
sesuai dengan 6+lume pr+duksi yang dihasilkan'
Sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal tidak lagi men*erminkan bagaimana
akti6itas yang spesi-ik dalam pabrik yang ter+t+matisasi karena banyaknya kateg+ri
biaya' #iaya pr+duk biasanya dim+nit+r dari tiga k+mp+nen biaya ! bahan langsung,
tenaga kerja langsung, dan +6erhead pabrik' Sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal
dikembangkan saat k+mp+nen biaya langsung merupakan k+mp+nen utama yang
mend+r+ng terjadinya biaya pr+duksi' Sehingga -+*us sistem ini adalah pengukuran
dan pengendalian biaya tenaga kerja langsung' ,6erhead pabrik yang dide-inisikan
sebagai kumpulan semua biaya pr+duksi yang tidak dapat diidenti-ikasikan se*ara
6
langsung ke setiap pr+duk, bukan merupakan elemen biaya yang terbesar' #iaya
tersebut meliputi biaya untuk pemeliharaan pabrik, utilitas, asuransi dan gaji
super6is+r' (alam lingkungan pemanu-akturan yang k+ntemp+rer, sebagian besar
biaya yang berhubungan dengan +t+matisasi pabrik dimasukkan ke dalam rekening
+6erhead pabrik! depresiasi dan asuransi peralatan baru, gaji untuk teknisi dan
peran*ang pr+duk, dan biaya riset dan pengembangan' ,leh karena itu, persentase
biaya pr+duksi t+tal yang dihubungkan dengan tenaga kerja langsung jadi menurun,
dengan meningkatnya biaya +6erhead pabrik tetap'
Keterbatasan utama dari sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal adalah
penggunaan tari- departemental yang mendasarkan pada 6+lume' Tari- ini
menghasilkan biaya pr+duk yang tidak akurat jika sebagian besar biaya +6erhead
pabrik tidak berhubungan dengan 6+lume, dan jika perusahaan menghasilkan
k+mp+sisi pr+duk yang berma*am-ma*am dengan 6+lume, ukuran dan k+mpleksitas
yang berbeda-beda'
System perhitungan biaya berdasarkan 6+lume ini memadai ketika !
Tekn+l+gi stabil
Ragam pr+duk terbatas,
#iaya tenaga kerja dan bahan baku langsung mend+minasi biaya pr+duk'
Sistem perhitungan biaya berdasarkan 6+lume tidak lagi menjadi system
perhitungan biaya pr+duk yang akurat dan dapat diandalkan, disebabkan perubahan
dan kemajuan tekn+l+gi pr+duksi, seperti +t+matisasi dalam pr+duksi yang
menyebabkan penurunan biaya tenaga kerja dan meningkatkan +6erhead pabrik,
di6ersitas pr+duk, kenaikan yang luar biasa dalam jumlah dan kateg+ri +6erhead,
seperti; biaya persiapan, penanganan bahan baku, desain, dan biaya penelitian dan
pengembangan pr+duk'
1' Tari- ,6erhead #erdasarkan <+lume
+
Tari- tunggal mengasumsikan bah)a semua pr+duk atau jasa memper+leh
man-aat +6erhead pabrik dalam pr+p+rsi yang sama 7sehingga hanya digunakan satu
ma*am dasar al+kasi, misalnya jam kerja langsung8' et+de tari- departemental
menggunakan tari- +6erhead yang ditentukan terlebih dahulu yang juga didasarkan
pada 6+lume untuk setiap departemen'
,leh karena itu, biaya pr+duk sepertinya sudah men*erminkan pemakaian
+6erhead pabrik yang berbeda-beda dibandingkan dengan tari- tunggal' Tetapi tari-
departemental juga masih tidak mempertimbangkan biaya yang berubah karena
akti6itas atau pr+ses yang berbeda dalam suatu departemen'
(alam sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal, biaya +6erhead sering kali
dial+kasikan ke pr+duk dengan menggunakan jam kerja langsung atau biaya yang
berdasarkan 6+lume' Perusahaan biasanya memper+leh tari- tunggal dengan *ara
membagi biaya +6erhead pabrik yang dianggarkan dengan biaya tenaga kerja
langsung yang dianggarkan' Satu dekade yang lalu biaya +6erhead memang hanya
sebesar 1=0> dari biaya tenaga kerja langsung, sehingga pengal+kasian atas dasar
jam kerja langsung dianggap )ajar, tetapi sekarang ini biaya +6erhead pabrik
besarnya sudah men*apai .00> bahkan 1'000> dari biaya tenaga kerja langsung,
terutama dalam pabrik-pabrik yang sudah ter+t+matisasi' (engan tari- tunggal,
biaya +6erhead pabrik dibebankan ke pr+duk dengan *ara mengalikan tari- tunggal
dengan jam kerja langsung yang digunakan +leh setiap pr+duk'
Al+kasi biaya +6erhead seperti tersebut di atas di pabrik yang menggunakan
+t+matisasi dapat menyebabkan dist+rsi yang serius' 4ntuk mengal+kasikan biaya
+6erhead pabrik berdasarkan biaya tenaga kerja langsung, kita harus
mengasumsikan bah)a pr+duk dengan kandungan tenaga kerja langsung yang lebih
tinggi bertanggung ja)ab terhadap biaya +6erhead pabrik yang lebih besar, sehingga
mereka dibebani al+kasi biaya +6erhead yang lebih besar' Tetapi dalam lingkungan
yang ter+t+matisasi al+kasi +6erhead yang didasarkan pada tenaga kerja langsung
dapat menyebabkan harga p+k+k pr+duk ditentukan terlalu tinggi bila pr+duk
mempunyai kandungan tenaga kerja langsung yang tinggi, sebaliknya harga p+k+k
pr+duk akan ditentukan terlalu rendah bila pr+duk mempunyai kandungan tenaga
7
kerja langsung yang rendah' (an lagi, karena biaya peng+lahan tetap berkaitan
dengan kel+mp+k pr+duk, maka al+kasi +6erhead pr+duk ke setiap pr+duk menjadi
lebih sulit'
Tarif Biaya Overhead ya! "er#a$% di &e#%r%h 'a"ri$
(asar yang dipilih untuk membebankan biaya +6erhead adalah t+tal jam
kerja langsung atau biaya tenaga kerja langsung dari pabrik atau +perasi'
A!!ara Overhead
Tarif Biaya Overhead ( ))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))
A!!ara Ja* Tea!a Ker+a La!&%!
Tarif Biaya Overhead 'er De'ar,e*e
et+de ini menggunakan penggerak berdasarkan 6+lume yang terpisah-
pisah untuk menentukan tari- biaya +6erhead pada setiap departemen pr+duksi'
Setiap departemen dapat menggunakan penggerak yang berbeda atau sama dengan
satu tari- biaya +6erhead'
Tari- #iaya ,6erhead untuk (epartemen Permesinan !
A!!ara Overhead De'ar,e*e
Tarif Biaya Overhead ( ))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))
A!!ara Ja* Me&i
Tari- #iaya ,6erhead untuk (epartemen Penyelesaian !

A!!ara Overhead De'ar,e*e
Tarif Biaya Overhead ( ))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))
A!!ara Ja* Tea!a Ker+a La!&%!
/' <+lume, 4kuran, dan K+mpleksitas
2
Sistem perhitungan biaya berdasarkan 6+lume dapat menyajikan biaya yang
*ukup akurat ketika +perasi perusahaan memiliki karakteristik berikut !
5ini pr+duk dan jasa yang hanya beberapa dan mirip
#iaya +6erhead yang relati6e rendah
Pr+ses k+n6ersi yang h+m+gen untuk seluruh pr+duk dan jasa
&alur distribusi, permintaan pelanggan dan pelanggan yang serupa
(ist+rsi dari sistem biaya pr+duk berdasarkan 6+lume atau unit paling parah
akan terjadi dalam perusahaan yang menghasilkan berma*am-ma*am pr+duk'
Pr+duk yang berbeda dalam 6+lume, ukuran dan k+mpeksitas akan mengk+msumsi
sumber daya pendukung dalam jumlah yang berbeda se*ara signi-ikan'
Sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal menggunakan ukuran yang
berdasarkan unit atau 6+lume atau *+st dri6er yang dapat mendistr+si ukuran
persediaan' Sistem perhitungan biaya berdasarkan 6+lume +utput menyebarkan
biaya se*ara merata sehingga setiap +bjek biaya 7pr+duk maupun jasa8 menerima
jumlah yang sama'
9++per menunjukkan bagaimana sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal
terlalu tinggi menilai biaya untuk pr+duk yang berukuran besar, 6+lume besar dan
menilai biaya pr+duk terlalu rendah untuk pr+duk yang berukuran ke*il dengan
6+lume sedikit jika di6ersitas pr+duk dalam +perasi sama'
Sistem penentuan harga p+k+k tradisi+nal menggunakan ukuran yang
berdasarkan unit atau 6+lume atau cost driver yang dapat mendist+rsi ukuran
persediaan 7bahkan jika standar akuntansi keuangan diterapkan se*ara sempurna8'
(ist+rsi ini dapat memba)a dampak pada strategi-strategi yang stratejik, seperti
kekeliruan dalam pengambilan keputusan tentang lini pr+duk, penentuan harga jual
yang tidak realistis dan al+kasi sumber daya yang tidak realistis'
B. PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
4
4ntuk memilih sistem perhitungan biaya kita harus memahami hubungan antara
sumber daya, akti6itas, dan pr+duk atau jasa' Sumber daya yang digunakan pada
akti6itas dan pr+duk atau jasa adalah hasil akti6itas' #anyak dari sumber daya yang
digunakan dalam +perasi dapat ditelusuri ke masing-masing pr+duk atau jasa dan
diidenti-ikasi sebagai biaya bahan baku langsung atau tenaga kerja langsung' Sebagian
besar biaya overhead berkaitan dengan pr+duk atau jasa akhir hanya se*ara tidak
langsung' Namun demikian, biaya overhead adalah sumber daya yang dipakai dalam
akti6itas perusahaan untuk membuat pr+duk, menyediakan jasa, atau mem-asilitasi
pr+duksi' Sistem perhitungan biaya yang baik perlu mengaitkan biaya dengan akti6itas
yang menggunakan sumber daya serta membebankan biaya-biaya sumber daya pada
+bjek biaya seperti pr+duk, jasa, atau tempat penampungan biaya perantara
berdasarkan akti6itas yang dilakukan untuk +bjek biaya tersebut'
1' Akti6itas, Sumber (aya, Penggerak #iaya, Penggerak #iaya untuk K+nsumsi
Sumber (aya, dan Penggerak #iaya untuk K+nsumsi Akti6itas
Sebelum perhitungan biaya berbasis akti6itas dibahas, terdapat beberapa
istilah dalam perhitungan biaya akti6itas yang harus dijelaskan terlebih dahulu'
%stilah istilah tersebut adalah sebagai berikut!
Aktivitas, adalah pekerjaan yang dilakukan dalam suatu +rganisasi'

Akti6itas
adalah tindakan, gerakan atau rangkaian pekerjaan' Akti6itas juga dide-inisikan
sebagai kumpulan tindakan yang dilakukan dalam +rganisasi yang berguna
untuk tujuan penentuan biaya berdasarkan akti6itas' 9+nt+hnya pemindahan
bahan merupakan akti6itas pergudangan'
Sumber daya, merupakan unsur ek+n+mis yang dibebankan atau digunakan
dalam pelaksanaan akti6itas' Gaji dan bahan, merupakan *+nt+h sumber daya
yang digunakan untuk melakukan akti6itas'
Objek biaya, bentuk akhir di mana pengukuran biaya diperlukan' 9+nt+h +bjek
18
biaya adalah pelanggan, pr+duk, jasa, k+ntrak, pr+yek atau unit kerja lainnya
dimana manajemen menginginkan pengukuran biaya se*ara terpisah'
Elemen biaya, merupakan jumlah yang dibayarkan untuk sumber daya yang
dik+nsumsi +leh akti6itas dan terkandung di dalam cost pool' 9+nt+hnya, cost
pool untuk hal-hal yang berkaitan dengan mesin mungkin mengandung elemen
biaya untuk tenaga, elemen biaya teknik dan elemen biaya depresiasi'
Cost driver atau penggerak biaya, adalah -akt+r--akt+r yang menyebabkan
perubahan biaya akti6itas, cost driver merupakan -akt+r yang dapat diukur yang
digunakan untuk membebankan biaya ke akti6itas dan dari akti6itas ke akti6itas
lainnya, pr+duk atau jasa' (ua jenis cost driver adalah dri6er sumber daya
7res+ur*es dri6er8 dan dri6er akti6itas activity driver!.
"river sumber daya resources driver! merupakan ukuran kuantitas sumber
daya yang dik+nsumsi +leh akti6itas' Cost driver digunakan untuk
membebankan biaya sumber daya yang dik+nsumsi +leh akti6itas ke ?*+st p++l?
tertentu' 9+nt+h ?res+ur*es dri6er? adalah persentase dari luas t+tal yang
digunakan +leh suatu akti6itas'
"river aktivitas activity driver!, adalah ukuran -rekuensi dan intensitas
permintaan terhadap suatu akti6itas terhadap +bjek biaya' ?Activity driver?
digunakan untuk membebankan biaya dari *+st p++l ke +bjek biaya' 9+nt+h
activity driver adalah jumlah suku *adang yang berbeda yang digunakan dalam
pr+duk akhir untuk mengukur k+nsumsi akti6itas penanganan bahan untuk
setiap pr+duk'
/' Perhitungan #iaya #erdasarkan Akti6itas
Activity-based costing adalah pendekatan penentuan biaya pr+duk yang
membebankan biaya ke pr+duk atau jasa berdasarkan k+nsumsi sumber daya yang
disebabkan karena akti6itas' (asar pemikiran pendekatan penentuan biaya ini
adalah bah)a pr+duk atau jasa perusahaan dilakukan +leh akti6itas dan akti6itas
yang dibutuhkan tersebut menggunakan sumber daya yang menyebabkan timbulnya
biaya' Sumber daya dibebankan ke akti6itas, kemudian akti6itas dibebankan ke
11
+bjek biaya berdasarkan penggunaannya'
2' Pr+sedur Pembebanan #iaya (ua Tahap
Pembebanan biaya dua tahap 7t#o-stage cost assignment! membebankan
biaya sumber daya seperti biaya overhead pabrik ke pusat biaya akti6itas atau
tempat penampungan biaya dan kemudian ke +bjek biaya untuk menentukan jumlah
biaya sumber daya bagi setiap +bjek biaya'
4ntuk sistem perhitungan biaya berdasarkan akti6itas membebankan biaya
sumber daya pada / 7dua 8 tahap yaitu!
1' embebankan biaya +6erhead pabrik ke akti6itas atau pusat biaya akti6itas
dengan menggunakan penggerak biaya k+nsumsi sumber daya yang tepat'
/' embebankan biaya dari akti6itas atau tempat penampungan biaya akti6itas
ke +bjek biaya dengan menggunakan penggerak biaya k+nsumsi akti6itas
yang tepat yang mengukur permintaan +bjek biaya yang ditempatkan pada
akti6itas atas tempat penampungan akti6itas'
@' Sistem Perhitungan #iaya #erdasarkan Akti6itas
Sistem A#9 dapat menyediakan in-+rmasi perhitungan biaya yang lebih
baik dan dapat membantu manajemen mengel+la perusahaan se*ara e-isien serta
memper+leh pemahaman yang lebih baik atas keunggulan k+mpetiti-, kekuatan, dan
kelemahan perusahaan'
(alam tahun-tahun belakangan ini, semakin banyak perusahaan yang menggunakan
sistem A#9 dan menemukan bah)a man-aat menerapkan sistem ini melebihi
biayanya' Sistem A#9 memiliki pengaruh terbesar, menurut Kaplan dan 9++per,
pada perusahaan dengan biaya yang besar dan meningkat banyak pr+duk, jasa,
pelanggan, pr+ses, atau k+mbinasi dari hal-hal tersebut' 9+nt+hnya adalah pabrik
yang mempr+duksi pr+duk standar dan pr+duk menurut pesanan, pr+duk dengan
6+lume tinggi dan rendah, atau pr+duk yang telah lama dikenal dan yang baru'
12
Perusahaan yang menerima pesanan dalam jumlah ke*il dan besar mena)arkan
pengiriman standar atau pengiriman yang sesuai dengan permintaan atau
memuaskan seluruh pelanggan termasuk mereka yang meminta perubahan dan
pelayanan se*ara sering, baik sebelum maupun sesudah pengiriman, dan pelanggan
yang hampir tidak pernah meminta pelayanan khusus dapat se*ara substansial
memper+leh keuntungan dari sistem A#9'
enurut sebuah sur6ei yang dilakukan +leh 9+st anagement Gr+up dari %nstitute
+- anagement A**+untants, =@> dari perusahaan resp+nden yang telah men*+ba
sistem A#9 menggunakan sistem A#9 untuk membuat keputusan-keputusan di luar
-ungsi akuntansi' (ari perusahaan-perusahaan ini, A0> mengatakan bah)a sistem
A#9 sepadan dengan biaya penerapannya' Sur6ei tersebut juga melap+rkan bah)a
semakin tinggi p+tensi dist+rsi biaya, semakin term+ti6asi suatu +rganisasi untuk
menerapkan A#9' Sur6ei tersebut juga melap+rkan bah)a perusahaan yang
menerapkan A#9 memiliki persentase biaya +6erhead terhadap t+tal biaya yang
lebih tinggi'
Sur6ei lain yang dilakukan +leh A#9 Te*hn+l+gies, %n*' melap+rkan bah)a @
tujuan utama menerapkan A#9 adalah perhitungan biaya pr+duk atau jasa, analisis
pr+ses, manajemen kinerja, dan penilaian pr+-itabilitas'
C. LANGKAH)LANGKAH DALAM MERAN-ANG SISTEM PERHITUNGAN
BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS
La!$ah . / Ide,ifi$a&i Biaya da A$,ivi,a& S%*"er Daya
elakukan analisis akti6itas untuk mengidenti-ikasi biaya sumber daya dan
akti6itas perusahaan' Analisis akti6itas meliputi pengumpulan data dari d+kumen dan
*atatan yang ada serta pengumpulan data tambahan dengan menggunakan da-tar
pertanyaan:kuisi+ner, +bser6asi dan )a)an*ara dengan karya)an-karya)an penting'
(imana biasanya data tersebut meliputi!
Apa pekerjaan:akti6itas yang anda lakukanB
13
#erapa lama )aktu yang dibutuhkan untuk melakukan akti6itas tersebutB
Apa sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan akti6itas tersebutB
Apa nilai yang dimiliki akti6itas tersebut bagi pr+duk, jasa, pelanggan atau
perusahaanB
Hirar$i Biaya
4ntuk mengidenti-ikasi biaya sumber daya pada berbagai akti6itas,
perusahaan perlu mengel+mp+kkan seluruh akti6itas menurut *ara bagaimana
akti6itas-akti6itas tersebut mengk+nsumsi sumber daya' R+bin 9++per membagi
akti6itas pr+duksi ke dalam @ tingkat !
Akti6itas Tingkat 4nit 7$nit %evel Activity!
(ilakukan pada setiap unit +bjek biaya' 9+nt+h ! pemakaian bahan baku
langsung, jam tenaga kerja langsung serta pemasukkan k+mp+nen dan
inspeksi setiap unit'
Akti6itas Tingkat 4nit 7&atch %evel Activity8
(ilakukan untuk setiap batch, batch pr+duk atau jasa' 9+nt+h ! akti6itas
tingkat bat*h adalah persiapan, penyetelan atau persiapan mesin, pemesanan
pembelian, penjad)alan pr+duksi, inspeksi per batch, penangan bahan baku
dan per*epatan pr+ses pr+duksi'
Akti6itas Pendukung Pr+duk 7'roduct Sustaining Activity8
endukung pr+duksi pr+duk atau jasa tertentu' 9+nt+h ! desain pr+duk,
administrasi suku *adang bagi pr+suk, dan keterlibatan dalam perubahan
rekayasa untuk mem+di-ikasi pr+duk'
Akti6itas Pendukung $asilitas 7(acility Sustaining Activity!
endukung +perasi se*ara umum' 9+nt+h ! penyediaan keamanan dan
keselamatan kerja, pemeliharaan mesin dengan -ungsi umum, pengel+laan
pabrik, pembayaran pajak bangunan dan asuransi pabrik, serta penutup
bukuan setiap bulan'
La!$ah 0 / Be"a$a Biaya S%*"er Daya 'ada A$,ivi,a&
14
A#9 menggunakan penggerak biaya k+nsumsi sumber daya untuk
membebankan biaya sumber daya ke akti6itas'
Penggerak biaya k+nsumsi sumber daya meliputi !
1' &am tenaga kerja untuk akti6itas yang bersi-at intensi- tenaga kerja
/' Tenaga kerja untuk akti6itas yang berkaitan dengan penggajian
2' Persiapan untuk akti6itas yang terkait dengan jumlah bat*h
@' Perpindahan untuk akti6itas penanganan bahan baku
=' &am mesin untuk akti6itas perbaikan dan pemeliharaan
.' luas lantai 7per meter persegi8 untuk akti6itas kebersihan dan pera)atan umum
La!$ah 1 / Be"a$a Biaya A$,ivi,a& 'ada O"+e$ Biaya
5angkah terakhir adalah membebankan biaya akti6itas atau tempat
penampungan biaya akti6itas pada +utput berdasarkan penggerak biaya k+nsumsi
akti6itas yang tepat' Penggerak biaya k+nsumsi akti6itas meliputi ; pesanan pembelian,
lap+ran penerimaan, lap+ran inspeksi atau jam inspeksi, jumlah k+mp+nen disimpan,
pembayaran, jam tenaga kerja langsung, jam mesin, serta )aktu persiapan dan siklus
pr+duksi
D. MANFAAT DAN KETERBATASAN AB-
an-aat utama sistem perhitungan biaya berdasarkan akti6itas diantaranya adalah!
1' Pengukuran pr+-itabilitas yang lebih baik
A#9 menyajikan biaya pr+duk yang lebih akurat dan in-+rmati-, mengarahkan pada
pengukuran pr+-itabilitas pr+duk yang lebih akurat dan keputusan strategis yang
diin-+rmasikan dengan lebih baik tentang penetapan harga jual, lini pr+duk dan segmen
pasar'
/' Keputusan dan kendali yang lebih baik
A#9 menyajikan pengukuran yang lebih akurat tentang biaya yang timbul karena
dipi*u +leh akti6itas, membantu manajemen untuk meningkatkan nilai pr+duk dan nilai
pr+ses untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang desain pr+duk,
16
mengendalikan biaya se*ara lebih baik dan membantu perkembangan pr+yek Cpr+yek
yang meningkatkan nilai'
2' %n-+rmasi yang lebih baik untuk mengendalikan biaya kapasitas' A#9 membantu
manajer mengidenti-ikasikan dan mengendalikan biaya kapasitas yang tidak terpakai2
Ke,er"a,a&a
1' Al+kasi
Tidak semua biaya memiliki penggerak biaya k+nsumsi sumber daya atau akti6itas
yang tepat atau tidak ganda' 9+nt+h! #iaya pendukung -asilitas seperti biaya sistem
in-+rmasi, gaji manajer pabrik, asuransi pabrik, dan pajak bumi dan bangunan untuk
pabrik'
/' engabaikan biaya
#iaya pr+duk atau jasa yang diidenti-ikasi sistem A#9 *endrung tidak men*akup
seluruh biaya yang berhubungan dengan pr+duk atau jasa tersebut' #iaya pr+duk
atau jasa biasanya tidak termasuk biaya untuk akti6itas seperti ! Pemasaran,
pengiklanan, penelitian dan pengembangan dan rekayasa pr+duk meski sebagian
dari biaya Cbiaya ini dapat ditelusuri kesuatu pr+duk atau jasa '
2' ahal dan menghabiskan )aktu
Sistem A#9 tidak murah dan membutuhkan banyak )aktu untuk dikembangkan
dan dilaksanakan untuk perusahaan dan +rganisasi yang telah menggunakan sistem
perhitungan biaya tradisi+nal berdasarkan 6+lume, pelaksanaan suatu sistem baru
A9# *endrung sangat mahal '
E. MANAJEMEN BERDASARKAN AKTIVITAS
1+
(ari keterbatasan pendekatan tradisi+nal yang telah dikemukakan sebelumnya,
dapat disimpulkan bah)a akti6itas merupakan hal yang utama dalam pengendalian dan
penillaian per-+rman*e lingkungan yang dinamis' Akuntansi akti6itas merupakan
pendekatan yang paling tepat dalam lingkungan yang dinamis dan perusahaan dituntut
untuk melakukan continues improvement' Akuntansi akti6itas menekankan pada
perbaikan pr+ses' Pr+ses adalah sekumpulan akti6itas yang menentukan kinerja suatu
pekerjaan tertentu' Perbaikan pr+ses berarti perbaikan bagaimana suatu akti6itas
dilakukan' ,leh karena itu yang diperlukan adalah pengel+laan akti6itas bukan
biayanya' 4ntuk itulah mun*ul pendekatan yang baru yang dikenal dengan Activity
&ased management A&)!'
A# erupakan suatu sistem yang terintegrasi yang mem-+kuskan perhatian
manajemen untuk meningkatkan "customer valueD serta keuntungan yang akan
diper+leh perusahaan dengan peningkatan 6alue tersebut bagi k+nsumen' A#
menekankan baik pasar product costing maupun process value analysis 'Pendekatan ini
memperhatikan baik pr+duk costing dan process value analysis' Terdapat / dimensi
pada A# yaitu!
*. Cost "imension
enyediakan in-+rmasi tentang sumber ek+n+mi, akti6itas,pr+duk
serta k+nsumen' (alam dimensi ini dilakukan penelusuran biaya ke setiap
akti6itas, kemudian biaya setiap akti6itas dibebankan ke pr+duk (imensi ini
sangat berman-aat untuk pr+du*t*+sting, managemen biaya strategik serta
ta*ti*al analysis 'enekankan pada ketelitian al+kasi biaya akti6itas ke setiap
pr+duk'
+. 'rocess "imension
enyediakan in-+rmasi tentang mengapa suatu akti6itas dilaksanakan
dan bagaimana pelaksanaannya' (imensi ini ingin mengetahui kinerja setiap
akti6itas yang dilakukan perudsahaan' (imensi ini menunjukan in-+rmasi
tentang *+ntinues impr+6ement yang dilakukan perusahaan'
F. PENERAPAN ANALYSIS BASED COSTING
17
1' Penerapan Pada %ndustri anu-aktur
A#9 pada a)alnya diterapkan pada industri manu-aktur' #anyak perusahaan
manu-aktur, seperti 3e)lett-Pa*kard telah menerapkan A#9 dan A# dengan
sukses'
R+se6ille Net)+rk (i6isin 7RN(8 pada perusahaan 3e)lett-Pa*kard adalah
di6isi pertama yang menggunakan A#9' K+mbinasi dampak dari meningkatnya
6ariasi pr+duk yang dipr+duksi dan umur pr+duk yang semakin menurun telah
membuat desain pr+dun dan pr+ses pr+duksinya menjadi -akt+r kun*i keberhasilan
RN(' eskipun demikian, sistem perhitungan biaya yang lama tidak memberikan
in-+rmasi yang dapat digunakan +leh manajer untuk membandingkan biaya pr+duksi
untuk desain pr+duk yang berbeda-beda'
RN( mendesain ulang sistem perhitungan biayanya dan ber-+kus pada
biaya-biaya untuk akti6itas yang berbeda-beda pada setiap pr+ses pr+duksi' Sistem
yang baru, A#9 dimulai dengan hanya dua ma*am penggerak biaya, yaitu jam tenaga
kerja langsung dan jumlah penempatan suku *adang' Kemudian RN(
mengidenti-ikasi E penggerak biaya'
Sistem A#9 sangat mempengaruhi desain dari pr+duk baru' 9+nt+hnya,
setelah sistem A#9 menemukan bah)a penempatan suku *adang se*ara manual
memiliki biaya 2 kali lebih mahal daripada penempatan suku *adang se*ara +t+matis,
para teknisi 7insinyur8 mendesain ulang pr+duk agar memungkinkan penempatan
suku *adang se*ara lebih +t+matis'
/' Penerapan dalam Pemasaran dan Administrati-
Activity-based coaling juga dapat diterapkan untuk akti6itas pemasaran dan
administrasi, seperti penjualan, ad6ertensi, pemenuhan pesanan, pengiriman,
penggudangan, penagihan, dan akuntansi penggajian' Setelah melihat pada akti6itas
pemasaran dan *+st dri6er yang berkaitan, kami menerapkan A#9 dalam akti6itas
penagihan pada perusahaan ATFT'
12
Akti6itas pemasaran meliputi ad6ertensi, penjualan, pemenuhan pesanan,
pengiriman, penggudangan, dan pengumpulan kredit yang dilakukan +leh bagian
administrasi' 4ntuk menerapkan A#9 pada akti6itas pemasaran, akuntan manajemen
menelusuri biaya pemasaran ke *+st p++l akti6itas; selanjutnya menelusuri biaya
tersebut ke lini pr+duk dan daerah untuk mengukur pr+-itabilitas'
ATFT berpindah ke sistem A#9 setelah perusahaan tersebut terbagi-bagi
kedalam unit bisnis unit yang lebih ke*il dan ter-+kus, Peme*ahan ke dalam unit-unit
yang lebih ke*il dan adanya deregulasi penentuan harga jual membuat pemahaman
terhadap biaya menjadi lebih baik, sehingga pengel+laan biaya juga menjadi lebih
baik, dibandingkan dengan mengal+kasikan biaya se*ara sederhana' (an hal tersebut
merupakan sesuatu yang kritis bagi ATFT' Sehingga para manajer ATFT
mengimplementasikan sistem A#9 untuk membantu mereka dalam memahami
akti6itas dalam bisnis mereka'
Pusat penagihan dipilih sebagai pil+t pr+je*t untuk A#9' Akti6itas pusat
penagihan meliputi men*atat penagihan, 6alidasi data, melakukan tindakan k+reksi;
dan pen*etakan, peny+rtiran, dan pengiriman -aktur kepada pelanggan unit tersebut'
Tim multi -ungsi menyiapkan ?-l+)*hart? dari +perasi untuk mengidenti-ikasikan
hubungan antara sumber daya dan akti6itas, antara akti6itas dan pr+ses, dan antara
+utput pr+ses dan jasa yang diberikan untuk setiap pelanggan'
#iaya jasa yang disediakan untuk pelanggan yang berbeda ditentukan
dengan *ara mengidenti-ikasikan karakteristik k+nsumsi akti6itas dan cost driver.
Perusahaan memilih beberapa *+st dri6er yang meliputi jumlah pengujian terhadap
pelanggan, permintaan akan perubahan, pemesanan jasa, l+kasi pelanggan, kel+mp+k
penagihan, jam pen*etakan, dan halaman yang di*etak'
Para manajer ATFT memper+leh m+del A#9 yang berman-aat dalam
membantu perusahaan untuk mengendalikan biaya dan memperbaiki pr+ses +perasi
internal, hubungan dengan pemas+k ,supplier!, dan kepuasan pelanggan'
2' Penerapan A#9 pada Perusahaan &asa dan Nirlaba
14
A#9 telah diterapkan terutama pada perusahaan-perusahaan manu-aktur,
A#9 juga dapat berman-aat jika digunakan pada perusahaan jasa danperusahaan
n+npr+-it'
,rganisasi jasa dan sebagian besar +rganisasi n+npr+-it mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda yang membedakan +rganisasi-+rganisasi tersebut
dari perusahaan manu-aktur' ,utput sering kali lebih sulit dide-inisikan, akti6itas
untuk memenuhi permintaan jasa lebih sulit diprediksi, dan +6erhead serta biaya tak
langsung sulit untuk dihubungkan ke pr+duk atau +utput jasa'
isalnya Kant+r Akuntan A*hu*k, #uniel F 3in*kley melakukan dua jenis
audit untuk minggu ini' Sistem penentuan biaya tradisi+nal digunakan +leh
perusahaan ini' &am kerja langsung digunakan untuk membebankan biaya ke akti6itas
dan kemudian ke +bjek biaya, yaitu audit' Perusahaan hanya menggunakan satu -cost
driver- yaitu jam kerja tenaga pr+-esi+nal untuk mengal+kasikan biaya +6erhead'
Kedua pr+yek audit tersebut membutuhkan jam kerja tenaga pr+-esi+nal t+tal 100
jam' Perusahaan membayar G /= per jam untuk setiap sta- audit'
Pada audit pertama, tim audit menghabiskan banyak )aktu untuk melakukan
penelitian terhadap bahan, mengirim -aH dan menelep+n untuk melengkapi perjanjian,
sedangkan audit yang kedua tidak membutuhkan sebanyak pr+yek audit yang pertama
untuk akti6itas-akti6itas tersebut' (engan demikian, jika jam kerja tenaga pr+-esi+nal
digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk mengal+kasikan +6erhead, maka audit
yang membutuhkan sumber daya banyak akan biayanya ditentukan terlalu rendah dari
yang seharusnya, sedangkan audit yang membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit
membutuhkan sumber daya justru biayanya ditentukan terlalu tinggi'
G. ANALISIS PROFITABILITAS PELANGGAN
Analisis pr+-itabilitas pelanggan ber-+kus pada biaya-biaya penjualan, umum, dan
28
administrati-' Analisis tersebut menganalisis akti6itas, mengidenti-ikasi penggerak
biaya yang tepat, dan menentukan laba yang terealisasi dari pelanggan' Analisis
pr+-itabilitas pelanggan memungkinkan para manajer untuk !
1' engidenti-ikasi pelanggan yang paling menguntungkan
/' enurunkan biaya pelayanan masing-masing pelanggan
2' enetapkan kembali biaya untuk atau harga dari biaya akti6itas pelayanan yang
tinggi
@' engurangi jasa
=' emperkenalkan pr+duk dan jasa baru
.' enaikkan harga untuk pelanggan yang sangat menuntut
I' eninggalkan pr+duk, jasa, atau pelanggan
A' emperbaiki pr+ses
E' ena)arkan pelanggan pilihan tingkat pelayanan berdasarkan keuntungan untuk
perusahaan
10' engarahkan bauran pembelian pelanggan pada lini pr+duk dan jasa yang
memberikan margin yang lebih tinggi
11' emberikan disk+n dengan tujuan meningkatkan 6+lume penjualan untuk
pelanggan yang biaya pelayanannya rendah
1/' emilih bauran pelanggan
12' emilih jenis pelayanan purnajual yang akan disediakan
21
#A# %%%
KES%P45AN
#anyak perusahaan sudah mengganti sistem perhitungan biaya berdasarkan
6+lume dengan sistem akuntansi berdasarkan akti6itas untuk memper+leh perhitungan
biaya dan harga pr+duk yang lebih baik' A#9 membantu A# yang meningkatkan
daya saing, mengurangi biaya-biaya, meningkatkan pr+dukti6itas, dan meningkatkan
-leksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan'
Sistem perhitungan biaya berdasarkan 6+lume menggunakan tari- +6erhead
berdasarkan 6+lume, baik tari- tunggal untuk keseluruhan pabrik maupun tari- per
departemen' Tari- biaya +6erhead berdasarkan 6+lume ini biasanya menggunakan
ukuran seperti jam tenaga kerja langsung , jam mesin, atau biaya tenaga kerja langsung
untuk semua jasa atau pr+duk'
A#9 membebankan biaya ke pr+duk atau jasa berdasarkan k+nsumsi sumber
daya dan akti6itas' Sistem A#9 mengakui kenyataan bah)a pr+duk atau jasa adalah
hasil dari akti6itas dan akti6itas meng+nsumsi sumber daya menghasilkan biaya; A#9
mengakui hubungan sebab akibat antara penggerak biaya dengan akti6itas' Sistem
A#9 menggunakan pr+sedur dua tahap untuk membebankan biaya ke pr+duk atau jasa'
Al+kasi tahap pertama adalah pr+ses pembebanan biaya sumber daya dimana biaya
+6erhead pabrik dibebankan ke tempat penampungan biaya akti6itas atau kel+mp+k
sumber daya yang sesuai' Al+kasi tahap kedua adalah pr+ses pembebanan biaya
akti6itas dimana biaya akti6itas dibebankan ke pr+duk atau jasa dengan menggunakan
penggerak biaya k+nsumsi akti6itas yang tepat'
A#9 membantu mengurangi dist+rsi biaya yang sering ditemui pada sistem
perhitungan biaya berdasarkan 6+lume dan membantu meper+leh biaya pr+duk yang
lebih akurat' A#9 memberikan pandangan yang jelas tentang bagaimana pr+duk, jasa,
dan akti6itas perusahaan yang berbeda-beda memberikan k+ntribusi terhadap tujuan
22
perusahaan' eskipun pengembangan dan penerapan sistem A#9 membutuhkan biaya
yang mahal dan )aktu yang lama,banyak perusahaan mendapatkan man-aat yang
melebihi biayanya dalam menerapkan sistem A#9'
A# ber-+kus pada perbaikan e-isiensi dan e-ekti6itas bisnis perusahaan'
Penggunaan A# juga meningkatkan tidak hanya nilai yang diterima +leh pelanggan,
tetapi juga laba perusahaan'
A#9 dan A# telah diterapkan se*ara sukses dalam bidang pr+duksi,
pemasaran, dan administrasi, juga pada +rganisasi jasa dan nirlaba' A#9 berkaitan erat
dengan manajemen biaya strategis' Para manajer dapat memper+leh in-+rmasi yang
lebih bermakna untuk menentukan dampaknya yang p+tensial terhadap keputusan-
keputusan
23
DAFTAR PUSTAKA
#+*hler, )anajemen &iaya edisi 2, Salemba Empat
http!::)))'s*ribd'*+m:d+*:=2..IIIA:anajemen-#erbasis-Akti6itas-(an-Akti6ity-#ased-
9+sting
24