Anda di halaman 1dari 38

www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.

com


www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com

www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Buku bacaan ini khusus untuk anda yang berusia 20 tahun atau lebih, atau
sudah menikah, atau suka selingkuh.
PERINGATAN DARI DOKTER
Bacaan ini akan merangsang otak anda pada kelenjar
hipotalamus, menimbulkan pikiran dan imajinasi diri, serta
merangsang syaraf ke seluruh bagian tubuh. Jika anda merasa
terangsang berarti masih cukup sehat. Jika anda tidak
terangsang, segera ke laboratorium klinik dan periksalah
kadar gula darah, kolesteror, dan trigliserida, serta konsultasi
pada dokter.

www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
1
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
1. Nikmatnya Isteri Karyawanku
Hari itu salah seorang direktur perusahaan, Pak Freddy, sedang mengadakan resepsi pernikahan
anaknya di sebuah hotel bintang lima di kawasan Senayan. Tentu saja akupun diundang, dan malam itu
akupun meluncur menuju tempat resepsi diadakan.
Aku pergi bersama dengan Jason, temanku waktu kuliah di Amerika dahulu. Sesampainya di hotel
tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Iri juga melihat mereka
ditemani oleh istri dan anak mereka, sedangkan aku, karena masih bujangan, ditemani oleh si bule ini.
"Selamat malam Pak.." sapa seseorang agak mengagetkanku. Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku
yang menyapaku. Dia datang bersama tunangannya. Tampak sexy dan cantik sekali dia malam itu,
disamping juga anggun. Berbeda sekali jika dibandingkan saat aku sedang menikmati tubuhnya,.. Liar
dan nakal. Dengan gaun malam yang berdada rendah, belahan buah dadanya yang besar tampak
menggoda.
"Malam Lia" balasku. Mata Jason tak henti-hentinya menatap Lia, dengan pandangan kagum. Lia
hanya tersenyum manis saja dilihat dengan penuh nafsu seperti itu. Tampak dia menjaga tingkah
lakunya, karena tunangannya berada di sampingnya.
Kamipun lalu berbincang-bincang sekedarnya. Lalu akupun permisi hendak menyapa para undangan
lain yang datang, terutama para klienku.
"Malam Pak Robert.." seorang wanita cantik tiba-tiba menyapaku. Dia adalah Santi, istri dari Pak Arief,
manajer keuangan di kantorku. Mereka baru menikah sekitar tiga bulan yang lalu.
"Oh Santi.. Malam" kataku
"Pak Arief dimana?"
"Sedang ke restroom.. Sendirian aja Pak?" tanyanya.
"Sama teman" jawabku sambil memandangi dia yang malam itu tampak cantik dengan gaun malamnya
dengan anggun. Belahan gaunnya yang tinggi memamerkan pahanya yang putih menggiurkan.
Dadanya walaupun tak sebesar Lia, tampak membusung menantang.
"Makanya, cari istri dong Pak.. Biar ada yang nemenin" katanya sambil tersenyum manis.
"Belum ada yang mau nih"
"Ahh.. Bapak bisa saja.. Pasti banyak banget cewek yang mau sama bapak.. Kalau belum married saya
juga mau lho.." jawabnya menggoda.
Memang Santi ini rasanya punya perasaan tertentu padaku. Tampak dari cara bicaranya dan cara dia
memandangku.
"Oh.. Kalau saya sih mau lho sama kamu biarpun kamu sudah married" kataku sambil menatap
wajahnya yang cantik.
"Ah.. Pak Robert.. Bisa aja.." jawabnya sambil tersipu malu.
"Bener lho mau aku buktiin?" godaku
"Janganlah Pak.. Nanti kalau ketahuan suamiku bisa gawat" jawabnya perlahan sambil tersenyum.
"Kalau nggak ketahuan gimana.. Nggak apa khan?" rayuku lagi.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
2
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Santi tampak tersipu malu. Wah.. Aku mendapat angin nih.. Memang aku sejak berkenalan dengan
Santi beberapa bulan yang lalu sudah membayangkan nikmatnya menyetubuhi wanita ini. Dengan kulit
putih, khas orang Bandung, rambut sedikit ikal sebahu, bibir tipis, dan masih muda lagi. Dia baru
berumur 24 tahunan."Gimana nih setelah kawin.. Enak nggak? Pasti masih hot ya." godaku lagi.
"Biasa aja kok Pak.. Kadang enak.. Kadang nggak.. Tergantung moodnya" jawabnya lirih. Dari
jawabannya aku punya dugaan bahwa Pak Arief ini tidak begitu memuaskannya di atas tempat tidur.
Mungkin karena usia Pak Arief yang sudah berumur dibandingkan dengan dirinya yang masih penuh
gejolak hasrat seksual wanita muda. Pasti jarang sekali dia mengalami orgasme. Uh.. Kasihan sekali
pikirku. Tak lama Pak Ariefpun datang dari kejauhan.

"Wah.. Pak Arief.. Punya istri cantik begini kok ditinggal sendiri" kataku menggoda.
Santi tampak senang aku puji seperti itu. Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan
laki-laki tulen seperti aku ini.
"Iya Pak.. Habis dari belakang nih" jawabnya. Tatapan matanya tampak curiga melihat aku sedang
mengobrol dengan istrinya yang jelita itu. Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di
kantor.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
3
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
"Ok saya tinggal dulu ya Pak Arief.. Santi" kataku lagi sambil ngeloyor pergi menuju tempat
hidangan.Akupun menyantapnya nikmat. Maklum perutku sudah keroncongan, terlalu banyak basabasi
dengan para tamu undangan tadi. Kulihat si Jason masih ngobrol dengan Lia dan tunangannya.
Ketika aku mencari Santi dengan pandanganku, dia juga sedang mencuri pandang padaku sambil
tersenyum. Pak Arief tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Memang payah juga bapak
yang satu ini, tidak bisa membahagiakan istrinya.
Santi kemudian berjalan mengambil hidangan, dan akupun pura-pura menambah hidanganku.
"San.. Kita terusin ngobrolnya di luar yuk" ajakku berbisik padanya
"Nanti saya dicari suami saya gimana Pak.."
"Bilang aja kamu sakit perut.. Perlu ke toilet. Aku tunggu di luar" Kataku sambil menahan nafsu
melihat lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus
Tak lama Santipun keluar ruangan resepsi menyusulku. Kamipun pergi ke lantai di atas, dan menuju
toilet. Aku berencana untuk bermesraan dengan dia di sana. Kebetulan aku tahu suasananya pasti sepi.
Sebelum sampai di toilet, ada sebuah ruangan kosong sebuah meeting room, yang terbuka. Wah
kebetulan nih, pikirku. Kutarik Santi ke dalam dan kututup pintunya.
Tanpa basa-basi lagi, aku cium bibirnya yang indah itu. Santipun membalas bergairah. Tangankupun
bergerak merambahi buah dadanya, sedangkan tanganku yang satu mencari kaitan retsleting di
belakang tubuhnya. Kulepas gaunnya sebagian sehingga tampak buah dadanya yang ranum hanya
tertutup BH mungil berwarna krem. Kuciumi leher Santi yang jenjang itu, dan kusibakkan cup BHnya
kebawah sehingga buah dadanya mencuat keluar. Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, aku
hisap dan aku permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku.
"Oh.. Pak Robertt.." desah Santi sambil menggeliat.
"Enak San.."
"Enak Pak.. Terus Pak.." desahnya lirih.
Tangankupun meraba pahanya yang mulus, dan sampai pada celana dalamnya. Tampak Santi sudah
begitu bergairah sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya. Santipun kemudian tak
sabar dan membuka kancing kemeja batikku. Dicium dan dijilatinya putingku.. Lalu terus ke bawah ke
perutku. Kemudian dia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku, dan tangannya yang lentik berbulu
halus itu merogoh ke dalam mengeluarkan kemaluanku dari celana dalamnya. Memang kami sengaja
tidak mau telanjang bulat karena kondisi yang tidak memungkinkan.
"Ohh.. Besar sekali Pak Robert.. Santi suka.." katanya sambil mengagumi kemaluanku dari dekat.
"Memang punya suamimu seberapa?" tanyaku tersenyum menggoda.
"Mungkin cuma separuhnya Pak Robert.. Oh.. Santi suka.." katanya tak melanjutkan lagi jawabannya
karena mulutnya yang mungil itu sudah mengulum kemaluanku.
"Enak Pak?" tanyanya sambil melirik nakal kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah zakarku
sementara lidahnya menjilati batang kemaluanku.
"Enak sayang.. Ayo isap lagi" jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat. sementara kedua
tangannya meremas-remas pantatku. Sangat sexy sekali melihat pemandangan itu. Seorang wanita
cantik yang sudah bersuami, bertubuh padat, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
4
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
menggelembung menghisap kemaluanku. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa
menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi
mengulumnya kembali.
"Hm.. tongkol bapak enak banget.. Santi suka tongkol yang besar begini" desahnya.
Tiba-tiba terdengar bunyi handphone. Santipun menghentikan isapannya.
"Iya Mas.. Ada apa?" jawabnya.
"Lho Mas udah pikun ya.. Khan Santi tadi usah bilang.. Santi mau ke toilet.. Sakit perut.. Gimana sih"
Santi berbicara kepada suaminya yang tak sabar menunggu. Sementara tangan Santi yang satu tetap
meraba dan mengocok kemaluan atasan suaminya ini.
"Iya Mas.. Mungkin salah makan nih.. Sebentar lagi Mas.... Sabar ya.."
Kemudian tampak suaminya berbicara agak panjang di telpon, sehingga waktu tersebut digunakan Santi
untuk kembali mengulum kemaluanku sementara tangannya masih memegang handphonenya.
"Iya Mas.. Santi juga cinta sama Mas.." katanya sambil menutup telponnya.
"Suamiku sudah nunggu. Tapi biarin aja deh dia nunggu agak lama, soalnya Santi pengin puas dulu".
Sambil tersenyum nakal Santi kembali menjilati kemaluanku.
Aku sudah ingin menikmati kehangatan tubuh wanita istri bawahanku ini. Kutarik tangannya agar
berdiri, dan akupun tiduran di atas meja meeting di ruangan itu.
Tanpa perlu dikomando lagi Santi menaiki tubuhku dan menyibak gaun dan celana dalamnya sehingga
vaginanya tepat berada di atas kemaluanku yang sudah menjulang menahan gairah. Santi kemudian
menurunkan tubuhnya sehingga kemaluankupun menerobos liang vaginanya yang

masih sempit itu.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
5
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
"Oh.. My God.." jeritnya tertahan.
Kupegang pinggangnya dan kemudian aku naik-turunkan sehingga kemaluanku maju mundur
menjelajahi liang nikmat istri cantik Pak Arief ini. Kemudian tanganku bergerak meremas buah
dadanya yang bergoyang saat Santi bergerak naik turun di atas tubuhku. Sesekali kutarik badannya
sehingga buah dadanya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian aku hisap dengan gemas. "Ohh
Pak Robertt.. Bapak memang jantan.." desahnya
"Ayo Pak.. Puaskan Santi Pak.." Santi berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur
di atas kemaluanku.Setelah itu dia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan
bercinta yang tak didapatkan dari suaminya.
Setelah beberapa menit aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging sambil berpegangan
pada tepian meja. Aku sibakkan gaunnya, dan tampak pantatnya yang putih menggairahkan hanya
tertutup oleh celana dalam yang sudah tersibak kesamping. Kuarahkan kemaluanku ke vaginanya, dan
langsung kugenjot dia, sambil tanganku meremas-remas rambutnya yang ikal itu.
"Kamu suka San?" kataku sambil menarik rambutnya ke belakang.
"Suka Pak.. Robert.. Suka..""Suamimu memang nggak bisa ya"
"Dia lemah Pak.. Oh.. God.. Enak Pak.. Ohh"
"Ayo bilang.. Kamu lebih suka ngentotin suamimu atau aku" tanyaku sambil mencium wajahnya yang
mendongak ke belakang karena rambutnya aku tarik.
"Santi lebih suka dientotin Pak Robert.. Pak Robert jantan.. Suamiku lemah.. Ohh.. God.." jawabnya.
"Kamu suka tongkol besar ya?" tanyaku lagi
"Iya Pak.. Oh.. Terus Pak.. Punya suamiku kecil Pak.. Oh yeah.. Pak Robert besar.. Ohh yeah oh.. God.
Suamiku jelek.. Pak Robert ganteng. Oh god. Enakhh.." Santi mulai meracau kenikmatan.
"Oh.. Pak.. Santi hampir sampai Pak.. Ayo Pak puaskan Santi Pak.." jeritnya.
"Tentu sayang.. Aku bukan suamimu yang lemah itu.." jawabku sambil terus mengenjot dia dari
belakang. Tangankupun sibuk meremas-remas buah dadanya yang bergoyang menggemaskan. "Ahh..
Santi sampai Pak.." Santi melenguh ketika gelombang orgasme menerpanya. Akupun hampir sampai.
Kemaluanku sudah berdenyut- denyut ingin mengeluarkan laharnya. Kutarik tubuh Santi hingga dia
kembali berlutut di depanku. Kukocok-kocok kemaluanku dan tak lama tersemburlah spermaku ke
wajahnya yang cantik. Kuoles- oleskan sisa-sisa cairan dari kemaluanku ke seluruh wajahnya.
Kemudian Santipun mengulum dan menjilati kemaluanku hingga bersih.
"Terimakasih Pak Robert.. Santi puas sekali" katanya saat dia membersihkan wajahnya dengan tisu.
"Sama-sama Santi. Saya hanya berniat membantu kok" jawabku sambil bergegas membetulkan
pakaianku kembali.
"Ngomong-ngomong, kamu pintar sekali blowjob ya? Sering latihan?" tanyaku.
"Santi sering lihat di VCD aja Pak. Kalau sama suami sih jarang Santi mau begitu. Habis nggak nafsu
sih lihatnya"
Wah.. Kasihan juga Pak Arief, pikirku geli. Malah aku yang dapat menikmati enaknya dioral oleh
istrinya yang cantik jelita itu.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
6
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
"Kapan kita bisa melakukan lagi Pak" kata Santi mengharap ketika kami keluar ruangan meeting itu.
"Gimana kalau minggu depan aku suruh suamimu ke luar kota jadi kita bisa bebas bersama?""Hihihi..
Ide bagus tuh Pak.. Janji ya" Santi tampak gembira mendengarnya. Kamipun kembali ke ruangan
resepsi. Santi aku suruh turun terlebih dahulu, baru aku menyusul beberapa menit kemudian. Sesampai
di ruang resepsi tampak Jason sedang mencari aku.
"Hey man.. Where have you been? I've been looking for you"
"Sorry man.., I had to go to the restroom. I had stomachache" jawabku. Tak lama Santi datang bersama
Pak Arief suaminya.
"Pak Robert, kami mau pamit dahulu.. Ini Santi nggak enak badan.. Sakit perut katanya"
"Oh.. ya..ya Pak Arief, silakan saja. Istri bapak cantik harus benar- benar dirawat lho.." Santi tampak
tersenyum mendengar perkataanku itu, sementara wajah Pak Arief menunjukkan rasa curiga. He.. He..
Kasihan, pikirku. Mungkin dia akan syok berat bila tahu aku baru saja menyetubuhi istrinya yang
cantik itu.
Tak lama aku dan Jason pun pulang. Sebelum pulang aku berpapasan dengan Lia, sekretarisku. Aku
suruh dia untuk mendaftarkan Pak Arief untuk training ke Singapura. Memang baru-baru ini aku
mendapat tawaran training ke Singapore dari salah satu perusahaan. Lebih baik Pak Arief saja yang
pergi, pikirku. Toh memang dia yang mengerjakan pekerjaan itu di kantor, sedangkan aku hanya akan
menolong istrinya yang cantik mengarungi lautan birahi selama dia pergi nanti. Tak sabar aku menanti
minggu depan datang. Nanti akan aku ceritakan lagi pengalamanku bersama Santi bila saatnya tiba.
Dengan tidak adanya batas waktu karena terburu-buru, tentu aku akan lebih bisa menikmati dirinya.
( Tamat )
2. Maya Achmad
Di sebuah rumah mewah nan artistik di bilangan Jakarta, air mata Maya Ahmad meleleh
membayangkan kehancuran rumah tangganya dengan Ahmad Dhani yang ia telah bina selama sepuluh
tahun. Maia adalah salah satu penyanyi terkenal ibukota yg sedang naik daun bersama group bandnya
Ratu. Bersama pasangan nyanyinya Mulan Kwok, mereka mengguncang Indonesia. Show-show
mereka selalu dielu-elukan penonton. Karcis ludes terjual jauh sebelum hari pertunjukan. Maia dan
Mulan mania menggelegar di seluruh kota- kota di Indonesia.
Maia di usianya yang baru menembus usia tigapuluh tahun, memiliki tinggi yang lumayan. Orangnya
langsing dan bertubuh kuning langsat. Wajahnya yang cantik dengan bibir yang sensual. Kaki jenjang
dengan paha yang mulus semulus pualam. Banyak para suami menghayalkan Maya saat bercumbu
dengan istri mereka. Buah dada Maya yang tidak begitu besar menggantung di dadanya. Bentuk buah
dada itu begitu indah dengan puting-puting yang menonjol dan menantang siap untuk disedot dan
dikenyot.
Suaminya Dhani sangat suka berlama-lama menyusu pada buah dadanya yang indah sembari memuja
muji betapa beruntungnya dia beristri Maya.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
7
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Maya sesenggukan di tempat tidur memikirkan kelanjutan rumah tangganya. Kehancuran rumah
tangganya hanyalah masalah waktu. Suaminya Ahmad Dhani amat teramat kecewa saat ini dengan
Maya.

Dimulai dengan pembatasan jadwal show, yang menyebabkan Maya meradang enam bulan yang lalu.
Tapi Maya tidak pernah menyangka suaminya mengetahui perselingkuhannya dengan seorang
konglomerat muda Chaerul Tanjung. Lebih mengerikan lagi Dhani memiliki rekaman CCTV hotel
tempat mereka berkencan.
Sementara itu di hari yang sama di daerah Menteng, rumah besar tempat tinggal Chaerul Tanjung
nampak tegang. Suara piring pecah terdengar dari luar. Rupanya nyonya Chaerul lagi marah besar. Di
meja makan nampak Chaerul duduk terpaku. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Beritaberita di infotainment telah memenuhi rongga dada istrinya. Istrinya meminta pengakuan
kebenaran hubungannya dengan Maia. Chaerul tentu saja menolak mentah-mentah dengan gayanya
yang meyakinkan.
Hal ini bukannya menenangkan istrinya, malah menambah kecurigaan sang nyonya. Karena kesal
melayanglah piring demi piring ke arah dirinya dan dinding-dinding. Pecahan pecahan piring
berserakan dimana mana. Chaerul sibuk berkelit dan menangkis lemparan lemparan liar itu. Chaerul
pantang meninggalkan meja makan yang besar itu. Dia takut akan membuat istrinya tambah marah dan
nekad melakukan hal-hal yang bisa lebih memperburuk keadaan. Omelan-omelan istrinya ia tanggapi
dengan dingin dan tenang.
Maia menghela nafas, membayangkan lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. Chaerul Tanjung,
lelaki itu telah memperkosa dirinya di sebuah hotel berbintang. Entah bagaimana dia mau saja menuruti
kemauan lelaki kaya itu.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
8
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Begitu mudahnya dia mau mendatangi kamar hotel jahanam itu. Dia tidak menyangka, lelaki kaya yang
terhormat itu sampai hati menikmati tubuh yang bukan istrinya.
Tergambar dengan jelas oleh Maya kejadian yang laknat itu. Bagaimana kelihaian kata-kata dan bujuk
rayu ditambah seteguk vodka sanggup membuat dirinya terhanyut dalam pelukan lelaki lain.
Rasanya lidah lelaki itu masih terasa hangat di seluruh tubuhnya. Lidah itu menjilatinya dari ujung kaki
sampai ujung rambut.
Bibirnya yang indah dicium dan diseruput tiada habis. Bodohnya, Maia malah melayani ciuman hangat
lelaki yang jelas bukan suaminya. Buah dadanya yang ranum dibiarkannya dijilati dan digigit-gigit oleh
Chaerul. Cupang di buah dada dan di leher masih tersisa. Sedotan-sedotan di puting-puting susu masih
hangat terasa. Selangkangannya dicium, dijilat dan disedot. Clitorisnya dijilat-jilat oleh laki-laki itu.
''Ugh... ugh... jangan Mas Chaerul.... jangan Mas.....''
Hanya itu yang keluar dari mulut Maia saat vaginanya dijilati oleh lelaki itu dengan bernafsunya. Maia
membuka agak lebar selangkangannya saat memeknya yang berjembut sangat lebat dan
panjangpanjang itu diseruput dengan rakusnya oleh laki-laki itu. Telunjuk kanan Chaerul menganduk
dan mengocok lubang kimpoinya.
''Mas sudah Mas....'' kata Maia.
''Aku sudah bersuami Mas'' tambahnya lemas.
Tapi Chaerul tetap saja menjilat dan menyedot itilnya. Cairan lendir birahi Maya meleleh ke pangkal
pahanya. Harus diakui kelihaian Chairul mengoral memeknya.
''Oh Maia.. Oh.. Maia''
Hanya itu yang terdengar dari mulut Chaerul saat Maya dipaksa melayani posisi enam sembilan. Maia
tiada kuasa menolak, ia sendiri sudah terbawa nafsu birahinya. Ponselnya yang sudah berkali-kali
berbunyi di nada diam tidak diketahuinya. Maya antara risih dan nafsu sudah menjilati batang
kemaluan Chaerul yang pendek tapi besar itu. Maia terpana dengan kemlauan yang ukurannya 3 kali
milik Dhani suaminya. Dia tidak sempat menolak karena dengan kasarnya Chaerul menyetubuhi mulut
Maia.
Kenikmatan-kenikmatan seksual yang dirasakan Maia dari sedotan-sedotan di itil dan di bibir
memeknya membuat Maia lupa daratan. Setelah sekitar sepuluh menit menyetubuhi mulut Maia,
dengan kasarnya lelaki itu berbalik dan mulai mengarahkan batang kontolnya ke memek Maia yang
sudah basah kuyup oleh cairan nafsunya.
''Sleep.... sleep...''
Terdengar tongkol Chairul memasuki memek basah milik Maia.
''Ugh.. ugh... ''
Maia merasakan ada batang berurat yang begitu besar memasuki liang senggamanya.
Kenikmatankenikmatan persetubuhan mulai menjalar ke seluruh urat syaraf Maia setiap kali lelaki
hidung belang itu menggenjotnya. Terlihat dengan jelas Chaerul sang tongkol besar menggenjot dengan
ritme yang kuat. Perlahan batang tongkol itu diselimuti lendir putih tebal. Rupanya cairan nafsu Maya
cukup banyak dan kental. tongkol hitam Chaerul sekarang terbungkus oleh lendir tebal berwarna susu.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
9
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
''Ugh... enak Maya ugh... enak memek istri orang... ugh... Dhani.. istrimu kuentot..... enak lubangnya.....
Maya.... ugh.. memekmu... enaknya ugh.......'' kata Chaerul dengan kasarnya.
Sebentar-sebentar Chaerul menarik tongkolnya yang penuh dengan lendir itu keluar dan menjejalkan di
mulut Maia untuk dibersihkan. Maia dengan bernafsunya melahap dan membersihkan cairan kimpoinya
sendiri. Kata-kata kasar dan menghina tidak dhiraukannya. Memek Maiapun mulai menggoyang
dengan liar dan binalnya.
''Ugh.. ugh...'' desis Maia keenakan menikmati persetubuhannya. Genjotan-genjotan Chaerul makin
cepat. Hanya kurang dari 20 menit Mia pun berkelojatan mencapai orgasme yang sangat hebat.
Maia mencengkeram pinggang lelaki tongkol itu dan turut menggenjotnnya dari bawah.
Kedutankedutan di memek Maia benar-benar membuat Chaerul puas. Lalu ia membalikkan tubuh Maia
dan mengentot vaginanya dengan posisi kimpoi.
''Sleep.. slep....'' terdengar bunyi batang kemaluan menembus memek Maia yang sudah berwarna sangat
merah karena sudah sangat birahinya wanita itu.
''Ugh..........''
Hanya kalimat itu yang keluar dari pemilik bibir sensual ini. Kontol besar lelaki itu keluar masuk
menyodok memek Maia yang sempit. Maiapun melayani dengan memaju mundurkan pinggangnya.
Tampaknya wanita keibuan itu sudah diliputi rasa gatal yang amat sangat pada kemaluannya. Chaerul
menjambak rambut Maia yang tebal dan indah itu seperti mengendarai kuda sambil menghajar lobang
senggama Maia dalam-dalam. Di tengah kenikmatan persengamaan yang mulai memuncak terdengar
bunyi yang sangat khas kecipak cairan lendir.
"Paaak.. paaaakkkk..''
Setiap kali tongkol Chaerul terbenam di memek Maia. Tiba-tiba Chaerul menarik tongkolnya keluar
dan mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang anus Maia.
''Jannnnnngan Mas'' kata Maia
''Dasar ngacau .. tongkol kamu Chaerul....'' kata Maia dengan marah.
Seumur-umur lubang pantat Maia tidak pernah dimasuki batang lelaki, tapi terlambat, lelaki itu sudah
menekan batang tongkolnya ke lubang duburnya.
''Ohhhhh.. ohhhhh'' teriak Maia kesakitan.
Dengan perlahan tapi pasti Chaerul membenamkan tongkolnya ke pantat perawan Maia. Lelaki itu
sangat merasakan kerasnya jepitan anus Maia. Berkali-kali dia harus berhenti menggenjot pantat
perawan itu karena takut meledak. Setelah lima menit diiringi genjotan yang cepat dan keras serta
jambakan yang kasar..
''Oh.. .... Maia oh.. ... enaknya memekmu oh... .. ennaknya mengentot istri orang''
Chaerul menyemprotkan pejunya di lubang pantat perawan itu. Tubuh Chaerul berkelojatan menahan
nikmat tiada tara dari buah persetubuhannya dengan artis terkenal itu. Maia meringis menahan sakit,
dia merasakan cairan hangat tersembur di lubang duburnya, ada rasa perih di anusnya. Maia mengira
semuanya sudah berakhir. Dia menangis sesenggukan menahan malu. Entah berapa lama mereka
terdiam. Maia lalu bangkit membersihkan diri ke kamar mandi.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
10
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com


Selesai membersihkan diri, saat dia akan mengeringkan dirinya, Chaerul masuk dan memeluk
tubuhnya. Terasa kontol Chaerul membesar lagi. Di lantai kamar mandi itu, kembali Maia harus
melayani nafsu bejat lelaki itu. Kali ini memek Maia yang menjadi sasaran. Segala macam posisi seks
harus diturutinya untuk memuaskan lelaki kaya itu. Pada posisi women on top, Maya pun terlibat
dengan permainan panas. Tongkol Chaerul dengan kuatnya bertahan melayani nafsu birahi Maia yang
meledak-ledak. Di posisi ini malah seperti Maia yang menyetubuhi laki-laki ini.
Maya sudah sangat gatal dan lupa bahwa dia istri Dhani. Lupa bagaimana dia memaki Chaerul pada
saat pantatnya diperawani.
Kata-kata kasar Chaerul malah menambah nikmatnya persetubuhan itu. Sudah lebih dari 10 menit Maia
menggoyang batang lelaki itu. Cairan lendir birahinya sudah meleleh-leleh tak henti-hentinya. Di lantai
kamar mandi Maia yang menggenjot habis benda hitam besar itu sehingga Chaerul sampai tampak
merem melek keenakan. Buah dadanya yang cukup berisi dengan puting-putingnya yang berwarna
kemerahan dan sudah tegak mengacung dengan pongahnya itu menjadi mainan Chaerul.
Sentuhansentuhan kasar Chaerul di puting-putingnya menambah nafsunya. Dengan hentakan-hentakan
yang keras dari Maya, akhirnya mereka mencapai puncak dari pertautan dua kelamin itu.
Tubuh Maya berkelojatan diatas tubuh Chaerul. Terasa semprotan peju Chaerul sangat kencang ke
memeknya. Maia lalu merebahkan dirinya ke lelaki itu. Mereka kemudian berpelukan. Chaerul
kemudian merasakan pejunya meleleh ke pangkal pahanya sendiri.
Setelah mandi bersama dan beristirahat sejenak, perselingkuhan mereka masih berlanjut di tempat tidur.
Tidak kurang dari 5 kali mereka bersenggama. Sepertinya Chaerul tiada puas menikmati tubuh wanita
itu. Pejunya sudah muncrat di memek, pantat, mulut, muka dan perut serta rambut Maia.
Semprotansemprotan ini sengaja dilakukan agar korban-korbannya selalu ingat dengan Chaerul si
kontol besar.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
11
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Chaerul benar-benar puas menikmati tubuh putih mulus Maya Ahmad. Sambil tersenyum puas, dia bisa
membayangkan hari-hari berikut yang akan penuh dengan perselingkuhan yang panas. Dan Maya
Ahmad artis terkenal itu sudah menjadi bagian dari budak seksnya.
(Tamat)
3. ML dengan Ibu Vivin
Cerita ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung.
Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah
bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima
dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima.
Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku,
Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat lain, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya
saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.

Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua
memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya, Eh,
kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang
itu..
Itu apanya Bu? tanyaku.
Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia
sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,
Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku, kataku.
Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri, kata
Ibu Vivin.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
12
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa
aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya
pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saat
aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong
begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku
pergi ke arah dapur.
Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu? tanyaku.
Kamu kok nggak kuliah? tanya dia.
Habis sakit Bu, kataku.
Sakit apa sakit? goda Ibu Vivin.
Ah.. Ibu Vivin bisa aja, kataku.
Sudah makan belum? tanyanya.
Belum Bu, kataku.
Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya, katanya.
Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul
sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang
namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah
semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak
merasakan hubungan dengan lain jenisnya.
Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu? tanyaku.
Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu, katanya.
Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan
lain jenis, kataku.
So pasti dong, katanya.
Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kimpoi, dengan enaknya aku nyeletuk. Aku
bersedia kok, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya. Ibu Vivin agak merah
pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku
mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sambil menarik
kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia
melakukannya.
Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vivin, kataku.
Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu, katanya.
Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan
bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terbawa dengan situasi yang kubuat,
dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil
kubisikkan, Aku sayang kamu, Ibu Vivin, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.
Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. dengan begitu lembutnya
aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
13
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya
menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku.
Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya.
Kukecup, Aah.. cup.. cup.. cup.. dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas
kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka.
Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.
Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!
Kubisikkan Ibu Vivin, Vivin kita ke kamarku aja yuk!.
Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak
dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu.
Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala
mak.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan
sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. Ah.. ssh..
terus Ian, Ibu Vivin tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok
ukuran 34 B.

Kukecup ganti-gantian, Aah.. ssh.. dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat
menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut,
Aah.. aku juga sudah mulai terangsang.
Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya
gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, Aah.. uh.. ssh.. Ian kamu kok
pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi, sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
14
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
rupanya Vivin juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana
pendek sekaligus celana dalamku. Oh.. besar amat, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm,
dengan lembut dia mengelus zakarku, Uuh.. uh.. shh.. dengan cermat aku berubah posisi 69,
kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus
turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam
lubang kemaluannya,
Aah.. uh.. ssh.. terus Ian, Vivin mengerang. Aku juga enak Vivin, kataku.
Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut, Assh.. oh.. ah.. Vivin terus
sayang, dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, Aahk.. uh.. ssh.. sekitar 15
menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi,
kembali memanggut bibirnya.
Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang
kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih
perawan, katanya. Haa.. aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Dengan sekali dorong lagi
sudah terasa licin. Blesst, Aahk.. teriak Vivin, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa
sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju
mundurkan.
Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin.. Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk..
aku mau keluar Ian, katanya. Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh.. kataku. Tiba-tiba menegang
sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram
sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. Crot.. crot.. cret.. banyak juga air
maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya. Aakh.. aku lemas habis, aku tergeletak di
sampingnya. Dengan lembut dia cium bibirku, Kamu menyesal Ian? tanyanya. Ah nggak, kitakan
sama-sama mau.
Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering
bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di
tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu
pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku.
( Tamat )
4. Perampokan Aneh
Malam itu udara di kota Gudeg begitu panas. Aku merasa gerah dan gelisah. Herannya isteriku bisa
langsung tertidur pulas. Mungkin ia lelah karena sudah berdagang seharian di toko grosir kami. Karena
gelisah, pikiranku terbang melayang entah ke mana. Kucoba mengingat apa yang sudah terjadi selama
sehari itu. Tak ada yang istimewa memang, tapi ada satu hal yang membuatku bertanya-tanya dalam
hati. Saat aku menyetor uang ke BCA tadi pagi, petugas teller yang biasa melayani penyetoran uangku,
terus saja memandangku dan tersenyum. Ada sesuatu dalam senyumannya itu. Entah apa. Sambil terus
tersenyum ia menjilati bibirnya yang bergincu merah delima itu. Karena curiga, aku lalu mengajaknya
ngobrol sambil ia menghitung tumpukan uang seratusan ribu milikku.
"Mbak Sri kok senyum terus sih hari ini? Sedang senang ya? Bagi-bagi dong kesenangannya.. Ada apa
toh, Mbak?" tanyaku memancingnya.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
15
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
"Ah nggak pa-pa, Pak Ivan.. 'kan jadi teller begini musti banyak senyum.." jawabnya dengan lembut.
"Oh gitu toh... eh ya, Mbak udah menikah belum? Suaminya kerja di mana?" aku mencoba
mengalihkan pembicaraan.
"Udah dong Pak.. Suami saya pedagang kecil-kecilan yang membuka kios di dekat Hero Supermarket,
tidak jauh dari rumah kami... Oh ya, uangnya pas Pak.. Empat puluh juta.. Dan ini bukti setorannya..."
jawabnya masih dengan wajah tersenyum. Kali ini senyumnya jauh lebih genit daripada yang tadi.
Melihat itu aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Ah.. mungkin saja aku yang gede rasa, ia bisa
saja berlaku begitu pada nasabah yang lain. Aku pun kemudian pulang dengan mazda-ku.
Memang salah satu hal yang membuatku rajin untuk menyetor dan menabung uang di BCA itu adalah
para tellernya yang sebagian besar wanita. Putih, seksi dan cantik-cantik. Terkadang aku sering
memperhatikan secara seksama bentuk tubuh Sri Astuti, teller yang tadi kuceritakan. Saat ia berjalan
menuju mesin penghitung uang, tubuhnya begitu menggiurkan. Tingginya mungkin sekitar 165 cm,
berambut lurus panjang sebahu, kulit putih mulus tanpa cacat dengan rok mini sekitar 15 cm di atas
lutut. Tapi yang paling indah dan menarik adalah bulatan di dadanya itu. Bisa kutaksir ia mungkin
memakai BH ukuran 38B. Begitu besar dan menantang payudaranya itu. Kejantananku serasa bergairah
dan aku menjadi terangsang bila mengingat semua itu.
"Lho kok melamun, Mas.." tiba-tiba terdengar suara isteriku. Rupanya ia terbangun dan sempat
melihatku seperti melongo dan tersenyum-senyum sendiri.
"Ah Jeng.. kok terbangun.. aku ora bisa tidur.. hawanya panas ya.." jawabku sekenanya.
"Masa toh, Mas? Padahal tadi pagi 'kan hujan.." jawab isteriku sambil menguap dalam-dalam. Rupanya
ia amat mengantuk.
Kutatap isteriku lekat-lekat. Wajahnya memang tak kalah cantik dibandingkan Sri Astuti. Tubuhnya
pun sama-sama menggairahkan. Apalagi ia belum pernah hamil dan melahirkan. Ya, kami memang
belum punya anak setelah menikah 2 tahun ini.
Tiba-tiba... "Brak...!" Sepertinya suara pintu depan rumah ditendang dan didobrak orang dengan keras.
Mendengar itu hatiku langsung deg-degan. Belakangan ini lingkungan sekitar tempat tinggal kami kena
giliran dirampok. Perampoknya, kata tetangga sebelah, dua orang berpakaian hitam-hitam ala ninja di
Jepang dan membawa semacam golok panjang, mirip samurai rupanya. Aku langsung bangkit dari
ranjang sambil membangunkan isteriku yang kelihatannya hampir tertidur lagi saat itu. Tapi terlambat...
"Brak...Buk..!" Pintu kamarku telah terbuka dan masuklah dua orang manusia berpakaian ninja. Yang
satu tinggi dan kekar badannya. Yang satu lagi berperawakan sedang dan tidak begitu kekar. Wajah
keduanya juga ditutup dengan kain hitam. Yang terlihat hanya mata mereka yang besar, hitam dan
bulat.
"Diam di tempat... Kalo tidak akan kutebas leher kalian dengan golok ini..." Yang tinggi terdengar
membentak. Suaranya begitu parau dan galak. Wah.. golok keduanya memang kelihatan panjang, besar
dan tajam. Aku bergidik ngeri.
"A..A..Ampun... ampun Pak.. Tolong jangan ganggu kami.. kalo mau uang silakan ambil di lemari.."
kataku dengan suara gemetar sambil menunjuk lemari di sebelah ranjang kami. Isteriku pun
memelukku ketakutan setengah mati.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
16
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com

"Jangan banyak bicara kamu.. bukan uang yang kami minta.. tapi kalian harus bisa memuaskan kami.."
kata Si Tinggi sambil memberi kode anggukan kepala kepada temannya. Temannya pun mendekati dan
mengacungkan golok ke leherku.
"Ayo ikut aku..." terdengar suara temannya si tinggi itu.
Sepertinya aku mengenal suara feminin ini. Tapi di mana ya. Ya betul, perampok satunya ini adalah
seorang wanita! Dengan kasar ia mendorongku sambil tangannya tetap mengarahkan golok ke leherku.
"Ayo jalan ke kamar sebelah..!" Perintahnya lagi. Aku bingung. Hendak diapakan aku. Lalu apa pula
yang akan dilakukan si Tinggi terhadap isteriku di kamar kami. Setelah sampai di kamar sebelah, aku
disuruh melakukan sesuatu yang aneh.
"Buka seluruh pakaianmu... dan naik ke ranjang itu... Jangan turun dari sana, sebelum aku suruh..!"
perintahnya ketus.
"Ya.. ya... baik... baiklah..." dengan penuh ketakutan aku membuka baju dan celana tidurku lalu naik ke
tempat tidur yang biasanya dipakai untuk tamu yang menginap di rumah. Aku lalu memandang
perampok itu dan terheran-heran melihat apa yang sedang dilakukannya sekarang. Ia membuka seluruh
pakaian ninjanya!! Ya.. aku pun dibuat kaget dan terbengong-bengong setelah melihat siapa sebenarnya
perampok itu. Sri Astuti!
"Lho kok Mbak Sri... Anda..." Ia tidak membiarkan aku melanjutkan perkataanku. Goloknya keburu
kembali menempel di leherku. Ia pun berkata, "Layani aku sampai puas malam ini... kalo tidak akan
kusuruh suamiku di kamar tidurmu untuk memperkosa isterimu..." ancamnya. Senyum yang pagi tadi
kulihat di wajahnya yang cantik sudah tidak terlihat lagi. Kini senyuman itu sudah berganti dengan
mimik muka yang amat bengis. Melihat tubuh telanjangnya dengan raut wajah yang amat kejam di
dekatku sekarang, mula-mula aku tidak terangsang. Namun apa yang dilakukannya kemudian menjadi
lain adanya.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
17
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Dengan keras dipegangnya batang kejantananku yang masih loyo. Lalu dikocok-kocoknya pelan-pelan.
Lima menit kemudian, ia pun duduk berlutut di dekat tubuhku. Diraihnya batang kejantananku dan
dimasukkannya ke dalam mulutnya. Ia menghisap, mengusap, memilin dan menjilati kepala batang
kejantananku dengan penuh nafsu.
"Ah.. ah... ah..." aku hanya bisa mendesah dan kedua mataku terbeliak ke atas karena merasakan
nikmatnya sesuatu yang seperti surga dunia. Aku mencoba merangsangnya dengan meraih buah
dadanya lalu meremasnya. Begitu besar menantang dan menggairahkan. Putingnya kecoklatan dan
mulai kelihatan mengeras dan tegak sekarang. Aku terus merangsangnya dengan mencoba
memasukkan jari telunjuk dan jari tengahku ke liang senggamanya. Melihat apa yang kuperbuat, ia
merubah posisinya. Pantatnya yang bulat dan besar dihadapkan ke wajahku sementara mulutnya terus
sibuk menghisap dan menjilati senjataku yang mulai mengeras dan panjang. Siap untuk ditembakkan.
Aku pun berusaha menjilati bagian sekitar klitorisnya sambil memasukkan jari telunjuk ke liang
senggamanya yang beraroma semerbak itu.
Tak lama kemudian ia naik ke atas perutku. Posisinya membelakangiku. Dengan penuh nafsu ia
menduduki batang kejantananku yang sudah menegang itu dan dimasukkan ke liang kewanitaannya.
"Blees.. Clep.. clep.. cleep.." batang kejantananku sudah separuh masuk dan Sri Astuti terus saja naik
turun seperti orang menunggang kuda pacunya. Kedua tangannya memegang payudaranya. Ia pun
mendesah. "Uh.. uh.. ah.. ah..." Aku yang melihatnya menjadi terangsang berat.
Kini giliranku yang mengambil peranan. Kuangkat tubuhnya dari batang kejantananku. Lalu kubuat dia
menungging. Tanpa ba bi bu lagi kuarahkan batang kejantanan ke liang senggamanya dari belakang.
"Bles.. cep.. bles.." Lebih dari separuh batang kejantananku masuk. Aku pun bergerak maju mundur.
Sementara Sri terus saja berusaha mengimbangi permainanku. Kedua tangannya memegang ujung
tempat tidur. Kedua tanganku dengan liar bergerak ke arah payudaranya. Kuremas-remas dan
kupegang-pegang dengan penuh gairah. Aku juga mencium bagian punggungnya. Wah wangi sekali
parfum yang dikenakannya. Tidak terasa bau keringatnya yang walaupun sudah menetes karena
panasnya gairah kami.
Setelah sekitar dua puluh lima kali mengobok-obok liang senggamanya dengan batang kejantanan
andalanku, aku pun kemudian membalikkan tubuhnya. Kugendong tubuhnya dalam posisi kami saling
berhadapan. Batang kejantananku dengan sigap kuarahkan ke liang senggamanya. Aku
menyetubuhinya sambil menggendongnya.
"Ah... ah... ah... aku puas Pak Ivan... tak kusangka Bapak sanggup memuaskan saya... Tetangga Bapak
semuanya tidak berguna.." erangnya sambil mendesah lagi. Sepuluh menit kemudian kubaringkan
tubuhnya ke kasur karena aku merasa ada sesuatu yang meledak-ledak hendak keluar dari tubuhku. Ya,
aku hendak ejakulasi.
"Ke mukaku saja Pak ..." pinta Sri ketika aku hendak mengeluarkan sperma di atas perut dan dadanya.
Dan "Crottt.. crottt.. crott.. crott.." Sperma putihku meluncur dari sarangnya dengan deras ke arah mulut
Sri Astuti. Ia sengaja membuka mulutnya seolah-olah seperti anak kecil siap menerima minuman sirup
jeruk yang manis. Yang tak kusangka, ia menelan semua spermaku yang keluar. Dan batang
kejantananku pun masih terus dihisapnya lagi. Seolah-olah ia berkata siap untuk menelan sperma lagi
jika batang kejantanan masih terus menyembur. Dijilatinya sisa-sisa yang ada.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
18
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Satu jam kemudian kami berempat duduk di ruang tamu. Apa yang diceritakan mereka sungguh
membuat kami bingung dan terkejut. Mereka dengan sengaja mendatangi rumah-rumah nasabah Sri
Astuti. Setiap malam sekitar dua rumah mereka satroni hanya untuk membuat Sri menjadi puas nafsu

Suaminya tidak mampu memuaskan karena nafsu seksnya begitu besar. Padahal Boby suaminya tidak
impoten. Ia hanya kewalahan dengan nafsu seks isterinya. Setiap hari ia minta dilayani sampai tujuh
kali berturut-turut. Makanya untuk mencukupkan kebutuhan seksnya itu mereka sengaja mencari
orang-orang yang mereka kenal betul guna ikut membantu. Duh.. dunia rupanya sudah bejat.
Tapi aku patut bersyukur. Di samping karena apa yang selama ini kulamunkan (walau tanpa
sepengetahuan isteriku) sudah terpuaskan, malam itu isteriku juga tidak diapa-apakan selama aku
melayani kebutuhan si bahenol Sri Astuti.
Bila ada pembaca wanita yang ingin nafsu seksnya dipuaskan oleh saya karena di rumah merasa kurang
atau suami belum punya, silahkan hubungi saya via e-mail secepatnya! Anda pasti puas. Gaya apapun
yang Anda minta, pasti akan saya penuhi. Janji!
( Tamat )
5. Pernikahan Putriku
Ketika aku mendekati pintu, suara-suara yang gugup semakin terdengar lebih jelas. Mantan istriku,
Wati, yang kuceraikan delapan tahun yang lalu sedang memberikan perintah-perintahnya pada
seseorang. Aku mendengar suara tawa yang renyah dari putri bungsuku, Erna yang berusia sembilan
belas tahun, dan protes dari kakaknya, Endang, sang pengantin wanita.
Dalam usianya yang ke-duapuluhsatu tahun, muda dan keras kepala, saat menceritakan padaku kalau
dia akan menikah, aku terdiam merasa kecewa dan terguncang, tapi aku menyembunyikannya dengan
mendoakannya keberuntungan yang terbaik dan sebuah kehidupan yang selalu bahagia. Suara yang lain
tidak aku kenal dan kutebak kalau itu adalah suara para pengiring pengantin, gugup dalam kebahagiaan
mereka untuk yang lain, barangkali menantikan hari mereka sendiri.
seksnya.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
19
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Kurapikan dasi kupu-kupuku dengan bercermin di gang, aku melihat bayangan diriku dalam cermin,
mengerutkan dahi merasa tak nyaman memakai pakaian resmi yang membatasi ini. Kuperhatikan
diriku, rambutku masih terlihat hitam dan bersyukur karena kulihat bahwa sama sekali belum ada uban
di usia empat puluh satu tahun ini. Wajahku terlihat keras karena tahun-tahun travellingku dan sering
keluar masuk di lingkungan yang keras yang notabene penuh asap dan alkohol. Dan ketika aku
mempelajari mata lelaki dalam cermin ini, aku mendapatkan gambaran akan kehidupan yang
menghantarku hingga di sini. Aku jumpa Wati istriku saat kami berdua masih terlalu muda untuk
membedakan mana yang baik, dan dia meyakinkanku si pemain gitar ini bahwa kami berdua akan bisa
menaklukkan kerasnya dunia.
Dia adalah lulusan sebuah perguruan tinggi dengan pekerjaan tetap dan aku adalah seorang lelaki yang
pergi bertualang dari kota satu ke kota lainnya berkeliling negeri ini. Anak-anak gadis kami lahir di
awal perkawinan, yang membuat kami masih bertahan bersama sekitar lima tahun lamanya hingga
akhirnya kami berdua menyadari bahwa hubungan ini sudah tak dapat dipertahankan lagi. Dia bertemu
dengan seorang pria lain yang mempunyai sebuah kehidupan yang stabil, yang menurutnya akan lebih
baik untuk kehidupan kedua putri kami.
Perceraian datang dan terjadi seperti perkiraan kami dan aku masih menetap di dekat mereka selama
beberapa tahun sampai memperoleh sebuah lompatan besar sebagai pemusik studio di ibu kota. Sejak
saat itu, aku mencoba yang terbaik agar tetap bisa berhubungan melalui telepon, lewat kiriman foto,
dan tour keliling yang sekali-kali singgah di dekat situ. Dan saat aku menatap dalam kaca, aku melihat
sebuah penyesalan yang terpancar ke luar.
Ayah, apa yang Ayah lakukan?
Aku kembali pada kesadaranku oleh suara putriku, Erna. Dia terlihat cantik bahkan di saat memakai
baju pengiring pengantinnya yang menggelikan itu. Kulitnya yang kuning langsat dan rambutnya yang
hitam pekat terlihat kontras dibandingkan dengan warna metalik dari pakaian itu. Dia tersenyum dalam
kecantikannya yang lugu dan menatapku dengan bingung.
Hanya mengenang masa lalu, kataku.
Saat seperti ini membuat kamu berpikir kalau kamu telah membuat keputusan yang salah. Bagaimana
itu mempengaruhi hidup orang lain. Dia menghiburku dengan pelukan dan mengusap bahu dan
punggung lenganku.
Ayah lakukan apa yang harus Ayah lakukan, dia berkata.
Aku tidak memusuhi Ayah. Aku akan melakukan hal yang sama bila berada dalam posisi tersebut.
Aku akan lebih memilih pengalaman hidup dari pada mengambil keputusan seperti yang diambil Ibu.
Pijatannya yang lembut menenangkan keteganganku, dan saat aku telah menjadi lebih santai aku sadari
betapa aku menikmati dadanya yang menekan tubuhku.
Dengan tinggiku yang sekitar dua belas centimeter lebih tinggi daripada Erna, aku menggerakkan
tanganku dari punggungnya yang kecil naik ke bahunya yang telanjang dan menekannya agar merapat
padaku. Dia membalas memelukku erat dan tersenyum dengan tidak berdosa. Kutundukkan kepalaku,
dan memberinya sebuah ciuman ringan di atas dahinya, tetapi dia malah berjinjit pada jari kakinya dan
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
20
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com

O-o.., sebaiknya Ibu tidak melihat. Dia mungkin akan cemburu. Atau Endang, mungkin. dia tertawa
genit. Aku tersenyum pada kelakarnya dan ketika dia berjalan sepanjang aula, aku tidak bisa
mempercayai reaksinya pada perlakuanku yang dengan pelan memukul pantatnya.
Mungkin nanti, Ayah bisa mencobanya saat aku tidak memakai pakaian gembung ini.
Gaunnya turun hingga ke bawah lututnya dan itu terlihat indah, kaki-kaki itu laksana sebuah magnet
yang membuat mataku lengket selalu menatapnya saat menggerakkan keindahan ini, saat wanita muda
itu melenggang pergi. Aku membayangkan pantat yang manis dan kencang yang dia miliki. Aku juga
membayangkan seperti apa rasanya pantat itu di dalam tanganku ketika dia menungganginya naik turun
pada penisku, meneriakkan dengan histeris,
Setubuhi aku, Ayah. Setubuhi putri kecilmu. Masukkan penismu dalam vagina panas putrimu. Saat
kepergok sedang memandangi dan mengkhayalkannya, aku melihat ke arah putriku yang menengok ke
belakang. Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat dia berbelok di ujung gang itu.
Kembali ke kenyataan, aku akan mengetuk pada pintu di mana pengantin wanita sedang bersiap-siap
ketika mantan istriku Wati membuka pintu itu dan keluar.
Rudi, kita harus bicara. dia berkata dalam sebuah nada yang memperingatkan. Aku bergeser dari
pintu untuk memberinya ruang.
Endang ingin agar Anton yang berjalan di sepanjang karpet itu. Sekarang, kamu benar-benar tidak
punya alasan untuk mengganggunya.
dengan cepat menemukan bibirku.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
21
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Aku tidak peduli, aku menjawab deklarasinya. Aku merasa terluka, tapi rasa bersalahku akan
kehidupanku berkata bahwa ini adalah konsekwensi dari keputusan hidupku yang lain. Aku harap aku
bisa bicara dengannya sebelum upacara, kulirik arlojiku. Masih ada waktu satu jam. Aku ingin
meluruskan beberapa hal. Ingin mendoakan keberuntungannya. Hal-hal seperti itulah. Itu bukan ide
yang baik, kata Wati.
Dia sedang bingung dengan siapa dia akan berjalan di karpet itu nanti. Dia terlalu emosional dan
gelisah sekarang. Aku bilang padanya bahwa dia sudah membuat keputusan yang benar dan kamu akan
memahami itu.
Aku tidak ingin membuat masalah, dan aku bisa lihat aku tidak akan berusaha melewati sang penjaga
pintu, maka kuanggukkan kepalaku dan berbalik. Aku berjalan ke dalam ruangan di mana sang pendeta
sedang bersiap-siap dan berbicara dengannya untuk beberapa menit sebelum dia pergi untuk
meyakinkan para pelayan altar agar tahu apa yang harus mereka lakukan. Dia berkata bahwa aku boleh
tetap berada di sini jika aku ingin, kuambil tawarannya dan duduk pada sofa kulitnya menghadap
jendela dan melihat orang-orang yang memakai setelan jas resmi dan gaun pesta ke dalam gereja. Pintu
terbuka dan menutup di belakangku. Mengira kalau yang masuk adalah sang pendeta, aku berdiri dan
bertanya..
Apa pekerjaan mereka beres?
Beres? tanya Erna.
Ah. Aku pikir kamu si pendeta. dia tertawa.
Erna menggantikan tempatku di sofa ketika aku berjalan di sekitar jendela dengan membayangkan
hubungan seks sedarah kami. Kakinya bertumpu pada meja kopi di depan sofa menekuk lututnya saat
dia mengayunkannya maju mundur, membuka dan menutup. Gaunnya yang mulai tersingkap ke atas
pahanya yang memperlihatkan lebih banyak bagian dari paha dalamnya. Gaunnya tersingkap hingga di
atas lututnya, suaranya menggesek maju mundur menyelimuti detak jantungku yang terus meningkat.
Aku berjalan semakin dekat untuk senyuman lezat yang ingin kucicipi itu tetapi sadar kalau aku tidak
bisa melakukannya.
Putriku yang berumur sembilan belas tahun itu sedang menggodaku. Aku sering melihat groupies
untuk mengetahui tentang apa arti dari godaan, tetapi groupies lebih blak-blakan. Semua orang tahu apa
yang mereka inginkan. Ada sesuatu yang disembunyikan di sini, kami berdua tahu apa yang akan
terjadi. Aku yakin kami berdua bukanlah orang suci. Tapi godaan ini tak akan berakibat apa pun.
Tidak ada apa pun yang bisa. Itu salah. Kami tidak bisa membiarkan sesuatu itu terjadi. Sesuatu yang
bersifat seksual.
Dia membuka kakinya lebih lebar, seperti sebuah undangan agar datang menikmatinya. Gaunnya
bergerak lebih tinggi dan aku menangkap sebuah pandangan sekilas dari sabuk stocking yang
membungkus di sekitar paha indahnya. Erna menurunkan kakinya ke lantai dan aku takut kalau aku
akan menerkamnya, aku telah berbuat keterlaluan dengan nafsu pada keindahan pahanya. Paha yang
aku inginkan untuk melingkari tubuhku, yang kutelusuri dengan tanganku. Tetapi dia masih tersenyum
saat aku memandangnya, memainkan pikiranku. Dia ingin agar aku duduk pada meja di depannya dan
aku melakukannya, tidak ingin mengecewakan wanita muda ini.
Tetaplah di sini, dia berkata.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
22
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Aku mematuhi dan menutup wajahku dengan tangan, berusaha meredakan pikiranku yang penuh
gairah. Aku ingin kehangatan dari seorang wanita, dan aku ingin merasakan kehangatan itu pada
penisku. Aku ingin dadanya di tanganku, pahanya bergesekan dengan milikku. Aku menginginkan
perhatian dan cintanya. Itu salah, atau kira-kira itulah yang mereka katakan, untuk bernafsu pada
wanita yang aku inginkan. Tetapi melihatnya mengayunkan paha, menggesekkan ke depan dan ke
belakang, membayangkan itu adalah vaginanya yang menggesek, menelan penisku, merintih dengan
penuh gairah ketika aku memompa keluar masuk tubuhnya, aku telah sampai di garis tepi itu.
Tanganku menutupi wajahku, pikiranku menjadi liar. Aku mendengar suara pintu di seberang ruangan
ditutup di belakangku yang diikuti oleh suara mengunci pintu itu. Sepertinya ada dua orang di sana.
Aku mengintip dari tanganku dan melihat seorang pengantin wanita yang paling cantik dalam hidupku.
Tingginya yang sama dengan adiknya, dia mempunyai sebuah wajah yang sama cantiknya dan bentuk
tubuh sempurna yang tak berbeda. Jika rambutnya tidak lebih panjang, pasti akan sulit untuk
membedakan mereka. Aku berdiri, penisku masih keras tapi tersembunyi oleh pakaian resmi yang
kupakai. Malu dengan pemikiranku akan Erna, aku mendekati Endang yang mengenakan gaun
pengantin anggun, menggairahkan.
Sayang, kamu cantik sekali, kataku.
Paha Endang yang terlihat menyembul dari balik gaun putihnya hampir membuatku meledak di dalam
celana dalamku. Jasku sedang dibuka oleh seseorang di belakangku. Aku menoleh dan menemukan
Erna. Keinginan yang penuh gairah kembali lagi. Endang tersenyum pada Erna dan melihat mata
Endang, aku tahu putri bungsuku pasti tersenyum juga. Aku mulai untuk mencoba katakan sesuatu, tapi
Endang memotong..
Ayah, dia berkata.
Ayah yang manis, lembut.., katanya lagi.
Dia bergerak semakin dekat kepadaku seiring kurasa tangan Erna mengelus lenganku kemudian
menyeberang ke dadaku. Aku pikir aku sedang bermimpi dan aku ingin terbangun agar aku bisa segera
melakukan masturbasi dan mengeluarkan bayangan ini dari pikiranku. Tapi ini bukan sebuah mimpi.
Aku tahu Ayah merasa bahwa sepertinya Ayah sudah menelantarkan kami. Tapi, kami tahu bahwa
Ayah sudah mencoba yang terbaik. Kami tahu bahwa Ibu saja yang sulit menerimanya.
Kami mencintai Ayah. Waktu yang pernah kita lewati bersama sangat berharga. Erna menambahkan
ketika dia tetap membelai dadaku, kemudian dia dengan lembutnya mencium leherku. Nafasnya yang
halus menggetarkan tubuhku.
Sebenarnya, kami sangat menginginkan Ayah, kata Endang saat dia telah dengan sepenuhnya
merapat.
Ini adalah khayalanku, katanya sebelum dengan singkat mencicipi bibirku.
Tanganku bergerak ke bawah gaun pengantinnya, meluncur di atas kedua pahanya. Dagingnya yang
halus tidak mengenakan stocking. Saat tangan kiriku mencapai kelembabannya, rambut kemaluannya,
aku tahu dia ingin disetubuhi. Penisku semakin keras saat lidah bernafsu Endang menjadi lebih agresif
dan mengatakan padaku bahwa penis Ayahnya inilah yang dia inginkan di dalam vaginanya.
Katakan pada Ayah betapa kamu sangat menginginkan dia, Endang.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
23
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Erna sudah pindah dari belakangku ke belakang Endang. Saat aku sedang mengelus paha Endang
dengan satu tangan dan menggoda bibir vaginanya dengan jari dari tangan yang lainnya, Erna sedang
mengelus dada kakaknya dan mencium lehernya dan memegangi telinganya. Kemudian aku merasa
tangan Erna bergabung dengan tanganku dalam merasakan vagina kakaknya yang basah.
Ohh, ya, Ayah, erang Endang lirih. Celana dalamku terlepas dan putriku mendapatkan penisku di
dalam genggaman tangannya. Dia menyeka beberapa precum dengan jarinya dan menghisapnya ke
dalam mulutnya sebelum menarikku kembali dalam sebuah ciuman.
Aku ingin Ayah menyetubuhiku, Ayah. Setubuhi gadis kecilmu yang nakal ini.

Vagina Endang yang panas adalah hal terbaik yang pernah dirasakan jariku, dan saat dia menjauh,
mereka dibuatnya sedih. Tetapi dia lalu duduk di atas sofa, lutut ditekuk dan kaki mengangkang
terbuka, seperti yang dilakukan Erna sebelumnya. Dia menyingkap gaunnya hingga dapat kulihat
gundukan dagingnya yang menggairahkan di bawah gaun pengantinnya. Erna memanfaatkan
kesempatan yang ditinggalkan kakaknya untuk berlutut dan mengambil penis kerasku ke dalam mulut
mudanya. Aku membungkukkan kepalaku dan membelai rambutnya saat dia menghisap batang tebalku.
Melalui mataku yang hampir terpejam, aku bisa melihat Endang yang memainkan kelentitnya, menjilat
sari buahnya.
Endang tidak bisa membendungnya lagi, dan tak pasti berapa lama hisapan adiknya yang sempurna ini
sanggup kuhadapi, sebab dia perintahkan padaku agar datang padanya.
Kemarilah dan setubuhi aku, Ayah. Aku ingin penis besar Ayah di dalam vagina panasku sekarang.
Aku ingin kita keluar bersama.
Erna mendengar rintihan kakaknya dan melepaskanku dari genggamannya, mendekat ke Endang.
Kedua putriku mulai saling mencium, Erna memberi kakak kandungnya sebuah rasa dari apa yang akan
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
24
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
segera dialami vaginanya. Aku bergerak di antara paha Endang, meluncurkan tanganku pada daging
yang paling berharga yang kutahu, putriku.
Ohh, Sayang. Kamu sangat indah. Ayah tidak bisa mencegahnya. Penisku terasa sakit karena kamu.
Aku mengagumi kecantikan dan keindahannya dan mendekatkan wajahku pada vagina basahnya. Sari
buahnya sangat merangsang dan lidahku melingkari bibirnya, mengambil cintanya di dalamnya.
Ohh, Ayah, desahnya saat aku menyisipkan lidahku sedalam-dalamnya, kemudian menarik keluar
dan mencicipi daging yang melingkupi kelentitnya.
Aku sangat ingin Ayah menyetubuhiku.
Penisku tidak bisa kutahan lagi. Aku harus merasakan kehangatan putriku pada penisku. Aku bangkit
dengan perasaan yang sangat bersemangat mendapatkan seorang wanita muda yang dengan sepenuhnya
mengharapkanmu dalam hidupnya dan melihat Erna yang sedang menghisap puting susu kakaknya.
Kupegang penisku mengarah ke daging basah Endang yang membuka, merasakan darahku terpompa di
bawah jariku. Pelan-pelan kuselipkan dalam sebuah dorongan pendek, kehangatannya terasa berlimpah
saat aku mempertimbangkan konsekwensi tindakan terlarang ini. Aku menginginkan wanita muda ini,
putri kandungku sendiri.
Endang melingkarkan kakinya di punggungku, seolah-olah merasakan keraguanku, dan menarikku
dengan penuh ke dalamnya.
Kumohon, setubuhi aku. Ohh Tuhan, penis besar Ayah terasa hebat. Keluarlah di dalamku, Ayah. Aku
ingin merasakan sperma Ayah menetes ke kakiku saat aku katakan janjiku di depan pendeta.
Ohh, sayang. Vaginamu sangat panas dan ketat di penis besar Ayah. Ini adalah vagina terbaik yang
pernah kurasakan. Ayah ingin menyetubuhi kedua putriku melebihi apa pun di dunia ini. aku
memompanya dengan penuh cinta, tetapi perasaan ini tumbuh terlalu liar untuk dikendalikan.
Katakan kamu ingin Ayahmu bagaimana, Sayang.
Ohh Tuhan. Aku keluar Ayah. Keluarlah bersamaku. pinggulnya menusukkan vaginanya lebih ke
dalam penisku.
Setubuhi putrimu lebih keras, Erna memerintahkan.
Aku memandang dari nafsu kusamku untuk melihat kedua anak gadisku saling melilitkan lidahnya
dalam mulut mereka satu sama lain.
Vaginamu sangat nikmat di penis kerasku, sayang. Ayah akan keluar. Aku mencintaimu sayang.
Lalu, kedua tubuh kami meledak dalam sebuah orgasme yang tak terkendalikan. Gelombang demi
gelombang spermaku kupompa ke dalam putriku, vaginanya memijat keluar tiap-tiap tetesan akhir,
kakinya menekan pantatku merapat kepadanya. Kemudian penisku mengecil di dalam vagina Endang,
dan aku memberinya sebuah ciuman penuh kasih.
Aku mencintaimu, Endang. Akan kulakukan apa pun untukmu. Untuk kalian berdua.
Itu bagus, kata Erna saat dia melangkah keluar dari pakaian pengiring pengantinnya, bra hitamnya
dan sepatu bertumit tinggi yang dia kenakan, sangat cocok padanya.
Sebab aku mulai cemburu melihat penis besar Ayah di dalam vagina Kakak. dia menggantikan
posisiku di antara kaki kakaknya ketika aku bergeser ke samping.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
25
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Putri-putriku yang nakal mulai saling berciuman dan aku memindahkan meja menjauh agar aku dapat
berdiri di belakang Erna. Endang melepaskan bra adiknya yang memberi efek langsung pada penisku
yang mengeras, tetapi itu masih belum sepenuhnya siap benar. Tanganku mengelus pinggul Erna ketika
aku menggosokkan penisku pada pantat dan sela pahanya. Aku merasa dia akan bangkit, maka kuberi
ruang padanya saat aku menyadari bahwa dia sedang turun pada kakaknya.
Mata Endang terpejam, tapi aku bisa melihat kesenangan yang murni pada wajahnya ketika adiknya
mencicipi campuran dari orgasme adik dan ayahnya. Erna telah siap untuk disetubuhi. Dia
membentangkan kakinya terpisah dan dengan sepatunya yang bertumit tinggi dan kepalanya turun pada
kakaknya, pantatnya bergoyang dengan sempurna. Aku harus mencicipinya dulu. Maka aku turun ke
atas lantai di antara kakinya, dan mengangkat kepalaku ke atas, mulai menjilati vagina basahnya. Dia
membantuku dengan satu jarinya yang menggosok kelentitnya ketika aku menjilat ke dalam bibir
vaginanya.
Rintihannya mengirimku ke garis tepi itu. Kami semua tidak mampu membendungnya lagi. Aku
bangkit di belakangnya dengan tanganku memegangi pinggulnya, masih mengayun dan kakinya lebih
jauh terpentang, lidahnya masih memberi kenikmatan pada kakaknya lebih lagi. Aku menatap pahanya,
ditopang oleh tumitnya, dan teringat dia saat berjalan di sepanjang aula itu. Dengan memejamkan mata,
aku menarik kami bersama, penis gemukku menekan jauh ke dalam vaginanya yang hangat dan basah.
Ohh, Erna. aku mengerang dalam masing-masing ayunanku yang lembut.
Sayang, kamu sangat seksi. tanganku meremas pantat dan pinggulnya yang bergerak seiring
ayunanku.
Melihatmu mengoral kakakmu membuat Ayah akan keluar lagi.
Ayah, penis besar Ayah terasa sangat nikmat bergerak keluar masuk. Pelanlah agar kita dapat keluar
bersama.
Aku memenuhi harapannya. Bergerak dengan penuh rasa nikmat dalam gerakan lambat saat aku ingin
menusuknya yang terakhir kalinya dengan dalam, aku menahan diriku. Bola zakarku mengencang
untuk pelepasan, penisku tumbuh lebih gemuk, aku harus melepaskan tali orgasme ini. Pemandangan
dari kedua putriku bersama dengan Ayah mereka, perasaan keduanya yang membungkusku,
mencintaiku, membuatku berakhir, tak bisa lagi kukendalikan. Perutku mulai mengencang.
Sayang, Ayah keluar. aku merasa spermaku bergerak dari dalam tubuhku bersiap untuk meledak
dengan tiap tusukannya.
Keluarlah di dalamku, Ayah. Campurkan dengan milikku. Aku sudah menunggu terlalu lama.
Kontraksi putriku di sekitar batangku meledakkan sperma dari penisku.
Brengsek, aku mengumpat dalam hati saat aku tetap memompa anak gadisku, mataku terpejam tak
menghiraukan dunia ini.
Sebelum sperma terakhirku habis, aku merasa seseorang memegang lengan tanganku. Itu adalah
Endang. Dia berlutut menuju ke pantat adiknya dan menarikku ke luar. Erna berpaling dengan
kelelahan yang terlukis pada wajahnya dan tersenyum saat kakaknya berkata..
Aku ingin mencium suamiku dengan rasa dari dua orang yang paling kucintai di dalam mulutku. Adik
dan Ayahku tersayang.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
26
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Lalu aku menutup mataku dan merasakan mulut indah lembutnya, memeras sperma terakhir keluar dari
tubuhku.
(Tamat)

6. Tukar Pasangan di Villa
Suatu hari pak Beni mengajak ke 2 balitanya berlibur kerumah neneknya diluar kota untuk beberapa
hari. aku tidak diajak. Tahu bahwa abangnya tidak mengajak aku ikut berlibur, mas Budi senyum2 saja
kepadaku, Nes, ada kesempatan nih. Mas Beni pergi dengan anak2 dan kamu gak ikut. Kita juga
liburan yuk, ajaknya. Mau kemana mas, tanyaku. Temenku, Adi, ngajak ke villanya. Dia mau ajak
ceweknya, Santi. Kamu ikut ya. Kita have fun lah disana. Mau kan, katanya sambil tersenyum. Aku
hanya tersenyum dan mengganggukkan kepala.
Sorenya, mas Adi datang menjemput. Aku diperkenalkan ke mas mas Adi dan dia memperkenalkan
Santi ke mas Budi dan aku. Mas mas Adi ganteng juga. Santi, montok banget. Masih abg banget,
kayanya lebih muda dari aku. Manis juga anaknya, mengenakan jeans ketat dan tank top yang juga
ketat sehingga menonjolkan lekuk liku badannya yang merangsang. Tangannya berbulu panjang dan
terlihat ada kumis tipis diatas bibir cewek itu. Pasti jembutnya lebat sekali dan cewek yang kaya begini
yang disukai cowok2.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
27
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Aku mengenakan blus dan rok mini. mas Adi tampak mengagumi keseksianku walaupun ada cewek
yang gak kalah montok disebelahnya. Memang aku mengenakan blus yang belahan dadanya rendah
sehingga belahan toketku menyembul keluar.
Berangkat yuk, kata mas mas Adi. Nes, mas Adi dari tadi ngeliatin kamu terus tuh kata mas Budi
berbisik.
Ah.. Masa sih jawabku tertawa. Iya tuh.. Lihat aja di kaca spion. Memang terkadang mas Adi
melirik kaca untuk melihatku yang duduk di kursi belakang bersama mas Budi.
Villanya tidak terlalu jauh. Karena sudah malem, kita mengisi perut dulu. Mas Adi membawa juga
makanan dan minuman untuk camilan di vila. Sesampai di vila, hari sudah gelap. Langsung berbagi
kamar, masing2 dengan pasangannya. Setelah memasukkan barang bawaan ke kamar masing2, kita
ngobrol ber 4 di ruang tamu. Mas Budi kayanya udah horny berat. Dia memelukku, mengelus2
rambutku dan pahaku yang tidak tertutup rok miniku yang tersingkap. Dia berbisik ngajak aku masuk
kamar. Aku ngikuti aja. Duluan ya, kata mas Budi kepada temannya.
Di kamar, dengan ganas mas Budi segera memelukku dan mencium bibirku dan menjilati leherku.
Belahan toketku diusap2nya, blusku dibukanya, sehingga aku hanya mengenakan bra yang tipis.
Pentilku tampak menonjol, sudah mengeras. Perlahan dia menciumi toketku.
Aku mulai mendesah perlahan ketika pentilku dihisapnya dari balik braku. Setelah puas menikmati
toketku, dia menciumku kembali. Kamu gantian dong, hisap kontolku katanya lagi. Kubuka retsleting
celananya sekaligus dengan CDnya, sehingga kontolnya yang sudah tegang membengkak mencuat
keluar. Kontolnya mulai kukocok-kocok perlahan. Dia mendorong kepalaku ke arah kontolnya. Isep
Nes, desahnya ketika mulutku mulai mengulum kepala kontolnya.
Kontolnya kukocok2 perlahan. Nikmat Nes erangnya. Dia menyibakkan rambut yang menutupi
wajahku. Terus Nes, enak banget, katanya lagi. Akupun mengeluarkan kontolnya dari mulut dan
mulai menjilatinya. Kemudian kontolnya kujejalkan dalam mulutku. Dia mengelus-elus rambutku,
ketika mulutku memompa kontolnya. Dia sudah sangat bernapsu sekali. Rok dan cd ku dilepasnya
sehiongga aku telah bertelanjang bulat. Dia duduk dikursi dan aku disuruhnya duduk di atas
pangkuannya sambil menghadap memunggunginya. Dia melepaskani baju yang tersisa. Dia menciumi
pundakku, dan mengarahkan kontolnya yang sudah berdiri tegak ke nonokku.
Ohhmas, besarnya. Enak, ahh, entotin Ines mas, desahku.
Dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk nonokku, gerakannya terbatas karena aku ada pangkuannya.
Toketku yang berayun-ayun seirama enjotannya diremasnya.
Ohh, Mas, Enak Mas, Enjot terus mas kataku sambil melingkarkan tanganku ke belakang merengkuh
kepalanya. Dia menciumku bibirku sebentar dan kemudian menghisap toketku sambil terus mengenjot
nonokku.
Ohh mas, enak banget, besar banget eranganku semakin menjmas Adi, dan tak lama aku pun
menjerit. Tubuhku menggelinjang-gelinjang dalam dekapannya. Tak lama, diapun mengerang nikmat
ketika ngecret dalam nonokku. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. Enak ya
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
28
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com

Aku masuk kekamar mandi yang menjadi satu dengan kamar tidur. Selang beberapa saat aku keluar
lagi hanya mengenakan lilitan handuk dibadanku tanpa pakaian lainnya lagi.
Udah siap lagi ya Nes, mas Budi menggangguku. Iyalah mas, kan kita kesini untuk ngentot. Kata
mas mau ngentotin Ines sampe 4 kali, jawabku.
Belahan dadaku sedikit tersembul dibalik handuk yang menutup dada serta pahaku. Melihat itu
sepertinya dia napsu lagi. Luar biasa juga staminanya, gak puas2nya dia ngentoti aku. Kontolnya sudah
berdiri tegang. Dia berbaring di ranjang. Mas, ngelihatnya kok begitu amat sih ? kataku. Nes, sudah
malam nih, kita tidur saja katanya.Mau tidur atau nidurin Ines mas, godaku. Tidur setelah nidurin
kamu lagi dong, jawabnya.
Aku berbaring disebelahnya, segera lilitan handukku dilepaskannya sehingga telanjang bulatlah aku.
Toketku dielus2nya. Nes, kamu seksi sekali, mana binal lagi kalo lagi dientot. Kalo mas Beni dan
anak2 pergi melulu, aku bisa ngentotin kamu tiap malem, katanya merayu. Aku hanya tersenyum,
tidak menjawab rayuannya. Elusan tangannya di toketku berubah menjadi remasan remasan halus.
Mas , aku memeluknya. Dia memelukku juga serta mencium bibirku.
Dia begitu menggebu gebu melumat bibirku, kujulurkan lidahku kedalam mulutnya. Nafasku menjadi
cepat serta tidak beraturan. Setelah beberapa saat kami berciuman, aku menggeser badanku sehingga
sekarang sudah berada di atas badannya. Dia semakin ganas saja dalam berciuman. Dia memeluk
badanku rapat2 sambil menciumiku.
Kemudian aku menciumi lehernya dan terus turun kearah dadanya. Dia berdesis Nes, sshh. Aku terus
menciumi badannya, turun ke bawah dan ketika sampai disekitar pusarnya, kucium sambil menjilatinya
sehingga terasa sekali kontolnya kian menegang.
Nes, aduuh dan aku secara perlahan terus turun dan ketika sampai disekitar kontolnya, kucium dan
kuhisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya.
Mas kataku.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
29
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Sshh, Nes katanya lagi. Kontolnya sudah ngaceng keras sekali, mengacung ke atas. Kupegang
kontolnya dan kukocok pelan pelan. Kontolnya kumasukkan kemulutku. Aahh, teriaknya keenakan.
Aku segera menaik turunkan mulutku pelan2 dan sesekali kusedot dengan keras.
Nes, enaak. Ayo dong Nes. Sini, aku juga kepingin , katanya sambil menarik badanku. Aku mengerti
kemauannya dan kuputar badanku tanpa melepas kontolnya dari mulutku. Posisi nya sekarang 69 dan
aku berada diatas badannya. Nonokku yang dipenuhi jembut yang lebat dijilatinya. Aku menggelinjang
setiap kali bibir nonokku dihisapnya.
Dengan mulut yang masih tersumpal kontolnya aku bergumam. Dia membuka belahan nonokku pelan2
dan dijulurkannya lidahnya untuk menjilati dan menghisap hisap seluruh bagian dalam nonokku.
Kulepas kontolnya dari mulutku sambil mengerang, mas, ooh, sambil berusaha menggerak gerakkan
pantatku naik turun sehingga sepertinya mulut dan hidungnya masuk semuanya kedalam nonokku.
Maas, terus maas Apalagi ketika itilku dihisap, aku mengerang lebih keras maas, teeruuss. Itilku
terus dihisap hisapnya dan sesekali lidahnya dijulurkan masuk kedalam nonokku. Gerakan pantatku
semakin menggila dan cepat, semakin cepat dan akhirnya Mas, aku nyampee, sambil menekan
pantatku kuat sekali kewajahnya. Aku terengah engah. Perlahan lahan dia menggeser badanku
kesamping sehingga aku tergeletak di tempat tidur. Dengan masih terengah2 aku memanggilnya,
Mas peluk Ines, maas dan segera saja dia memutar posisi badannya lalu memelukku dan mencium
bibirku. Mulutnya masih basah oleh cairan nonokku. Maas,kataku dengan nafas nya sudah mulai
agak teratur. Apa Nessahutnya sambil mencium pipiku. Maas, nikmat banget ya dengan mas, baru
dijilat saja Ines sudah nyampe, kataku manja. Nes sekarang boleh gak aku , sahutnya sambil
meregangkan kedua kakiku.
Mas Budi mengambil ancang2 diatasku sambil memegang kontolnya yang dipaskan pada belahan
nonokku. Perlahan terasa kepala kontolnya menerobos masuk nonokku. Dia mengulum bibirku sambil
menjulurkan lidahnya kedalam mulutku. Aku menghisap dan mempermainkan lidahnya, sementara dia
mulai menekan pantatnya pelan2 sehinggga kontolnya makin dalam memasuki nonokku dan blees,
kontolnya sudah masuk setengahnya kedalam nonokku.
Aku berteriak pelan aahh maasssambil mencengkeram kuat di punggungnya. Kedua kakiku segera
kulingkarkan ke punggungnya, sehingga kontolnya sekarang masuk seluruhnya kedalam nonokku. Dia
belum menggerakkan kontolnya karena aku sedang mempermainkan otot2 nonokku sehingga dia
merasa kontolnya seperti dihisap hisap dengan agak kuat.
Nes, terus.Nes, enaak sekalii, Nes, katanya sambil menggerakkan kontolnya naik turun secara pelan
dan teratur. Aku secara perlahan juga mulai memutar mutar pinggulku. Setiap kali kontolnya ditekan
masuk kedalam nonokku, aku melenguh sshh maass, karena kurasakan kontolnya menyentuh bagian
nonokku yang paling dalam. Karena lenguhanku, dia semakin terangsang dan gerakan kontolnya keluar
masuk nonokku semakin cepat. Aku semakin keras berteriak2, serta gerakan pinggulku semakin cepat
juga. Dia semakin mempercepat gerakan kontolnya keluar masuk nonokku. Aku melepaskan jepitan
kakiku di pinggangnya dan mengangkatnya lebar2, dan posisi ini mempermudah gerakan kontolnya
keluar masuk nonokku dan terasa kontolnya masuk lebih dalam lagi.
Tidak lama kemudian kurasakan rasa nikmat yang menggebu2, kupeluk dia semakin kencang dan
akhirnya ayo mass, Ines mau keluar maas. Tunggu Nes, kita sama sama, sahutnya sambil
mempercepat lagi gerakan kontolnya. Aduhh maas, Ines nggak tahaan, maaas, ayoo sekarang, sambil
melingkarkan kembali kakiku di punggungnya kuat2.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
30
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Nes, aku jugaa, dan terasa creeeeeeetcreeeeeet crrreeettt..pejunya muncrat keluar dari kontolnya
dan tumpah didalam nonokku. Terasa dia menekan kuat2 kontolnya ke nonokku. Dengan nafas yang
terengah engah dan badannya penuh dengan keringat, dia terkapar diatasku dengan kontolnya masih
tetap ada didalam nonokku. Setelah nafasku agak teratur, kukatakan didekat telinganya Mas, terima
kasih ya. Ines puas banget barusan, sambil kukecup telinganya. Dia tidak menjawab atau berkata
apapun dan hanya menciumi wajahku. Setelah diam beberapa lama lalu aku diajaknya membersihkan
badan di kamar mandi dan terus tidur sambil berpelukan.
Paginya aku terbangun kesiangan. Mungkin karena cape dientot aku tidur dengan pulas. Ketika
terbangun dia sudah tidak ada disebelahku. Aku ke kemar mandi, membasuh muka dan sikat gigi,
kemudian dengan bertelanjang bulat aku keluar kamar. Mas Budi sedang ngobrol dengan mas Adi dan
Santi. Aku segera masuk ke kamar lagi, walaupun mas Adi sempat ternganga melihat kemolekan
badanku yang telanjang. Aku mengenakan kimono punya mas Budi, sehingga kebesaran. Aku
bergabung dengan mereka dimeja makan. Aku mengambil roti dan membuat kopi, yang lainnya
kelihatannya sudah selesai sarapan. Mereka menemaniku sarapan sambil ngobrol santai. Kayanya Santi
centil banget ngobrolnya dengan mas Budi.
Setelah aku selesai sarapan, mas Adi mengajak berenang. Segera aku mengenakan daleman bikiniku.
Mas Adi makin menganga melihat jembutku yang nongol dari balik CD minimku. Nes, jembutnya
lebat sekali, katanya. Suka kan mas ngeliatnya, jawabku. Jembut Santi juga pasti lebat, lebih lebat
dari jembutku. Santi sudah memakai bikininya juga. toketnya yang montok tidak tertutup oleh bra
bikininya yang kekecilan, dan jembutnya benar lebih lebat dari jembutku, nongol dari samping dan atas
CD bikininya yang sangat minim, lebih minim dari CDku.
Mas Budi kayanya napsu banget lihat bodinya Santi. Aku mengerti sekarang skenarionya, kayanya mas
Budi mau ngentot dengan Santi dan aku akan dientot mas Adi. Kulihat mas Adi menelan ludahnya
memandangi bodiku. Mas Budi hanya memakai celana pendek dan kelihatan sekali kontol besarnya
sudah ngaceng dengan keras. Mas Adi melepaskan pakaiannya sehingga hanya mengenakan CD saja.
kontolnya juga sudah ngaceng, kelihatannya besar juga walaupun tidak sebesar kontol mas Budi.
Kami menuju ke kolam renang di kebun belakang. Ada 2 dipan, dan letaknya berjauhan, di masing2 sisi
kolam. Aku memilih salah satu dipan. Mas Budi sudah mulai menggeluti Santi di dipan satunya. mas
Adi duduk disebelahku yang sudah berbaring di dipan. Dia mulai mengelus2 pundakku. Aku tau, dia
pasti sudah napsu sekali.
Segera saja kuelus2 kontol mas Adi dari luar CDnya, kemudian kuremas perlahan. Kontol mas besar
juga ya, kataku sambil makin keras meremas kontolnya. Tanganku menyusup kedalam CDnya dan
langsung mengocok2 kontolnya. ngacengnya sudah keras banget. Aku lepas ya CD nya, kataku
sambil memelorotkan CDnya.
Kontolnya yang lumayan besar langsung ngacung keatas. Aku udah gak sabar pengen merasakan
kontolnya keluar masuk nonokku. Aku duduk dan memeluknya serta mencium bibirnya. Mas Adi
langsung memelukku kembali, bibirnya pun menghisap2 bibirku sedang tangannya mulai meremas2
toketku yang sudah mengeras.
Tangannya nyelip kedalam bra ku dan memlintir pentilku yang juga sudah mengeras. Nes sudah napsu
ya, pentilnya sudah keras. Nonoknya pasti udah basah ya Nes, katanya lagi. Sepertinya dia sudah
pengalaman juga dalam urusan perngentotan. Aku mulai menyentuh dan mengelus kontolnya ya,
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
31
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
pegang Nes desisnya. Mas Adi sekarang yang berbaring sedang aku menelungkup diatasnya.
Kontolnya mulai kujilat, kukocok sambil meremas biji pelernya.
Aku isep ya kontol mas, gede juga kataku sambil menurunkan kepalaku dan memasukkan kontolnya
ke mulutku.
Ohh sshh, nikmat banget Nes erangnya. Aku menjilati kepala kontolnya, kuisep sambil terus
kukocok2. Sesekali kumasukan semua kedalam mulutku sambil kukenyot.
Oohh, enak banget Nes teriaknya keenakan. Aku berhenti menghisap kontolnya tapi terus
kukocok2.Isep lagi Nes, isep lagi, enak banget katanya.
Kembali kontolnya kukocok sambil kupelintir pelan. sshh, ohh, eennaakk bbannggett Nes. enak

Aku terus melakukan aktivitas tanganku. Nes isep lagi donngg.. jangan pake tangan aja..ayo donk
Nes pintanya memohon. Aku hanya tersenyum dan mulai menghisap lagi.
Kali ini benar benar hot isapanku, kepalaku bergoyang kekiri kanan dan naik turun berkali kali
sementara tanganku terus mengocok dan memutar batang kontolnya. Nes aku mau keluarr nih
katanya. Badannya mulai menegang. Aku terus menghisap kontolnya sambil terus memutar dan
mengocok batang kontolnya yang makin menegang keras.
Terus Nes, isep terus jeritnya. Aku terus menghisap kontolnya dan akhirnya ccrreett.. ccrreett..
ccrreett.., pejunya muncrat dimulutku, kontolnya terus kuhisap, terasa dia ngecret 5 kali didalam
mulutku, pejunya kuludahkan dan kubersihkan mulutku yang belepotan sisa pejunya.
Dia duduk disebelahku dan mencium pipiku Makasih ya Nes, enak banget deh katanya sambil
mencium pipiku lagi. Ya udah mas istirahat dulu, Ines mau ambil minum dulu, mas mau minum apa?
tanyaku sambil menuju dapur.
banget, terus Nes desisnya.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
32
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Apa aja deh, nanti juga aku minum jawabnya. Aku kembali dengan dua gelas minuman dan sebotol
besar air mineral. Aku dan dia minum sambil nonton mas Budi yang sudah mulai ngentotin Santi.
terdengar Santi teriak2 keenakan ketika kontol besar mas Budi keluar masuk mengejot nonoknya.
Mas Adi memeluk pinggangku serta mencium leherku. Sshh aku mendesis. Tangannya meraba
toketku, diremasnya pelan. Aku terangsang, yang sudah mulai berkobar sejak aku ngisep kontolnya,
Diremes2 dong mas, masa diraba doang sih aku mulai mengerang.
Aku ditelentangkannya, bibirku dilumatnya. Aku balas mencium dengan penuh napsu. kontolnya
kuelus dan kukocok lagi, ternyata sudah ngaceng lagi. Dia terus meremas toketku dan mulai menjilati
leherku lalu turun dan terus turun mencium belahan dadaku. teruuss, buka braku mas, bbuukkaa!
kataku setengah berteriak.
Dia terus turun menciumi badanku, dia menciumi nonokku dari balik CDku yang sudah basah karena
lendir yang keluar dari nonokku. aayyoo mas buka! teriakku. Tapi dia terus menjilati kaki kiri dan
pindah ke kaki kanan. Kembali dia mencium bibirku. Aku membalas ciumannya dengan penuh napsu.
Dia menjilati telingaku. Pintar juga dia merangsang napsuku. toketku kembali diremas2nya. Tangan
satunya terus menggosok itilku dari balik CDku.
Buka donk, sshh, Ines udah ngga tahan nih desahku. Dia terus saja meraba, menjilat serta mencium
toket serta nonokku.
Mas jahil ya kataku sambil mencium bibirnya dengan hot. Kontolnya mulai ku remas dan kukocok.
Isep Nes. aku pengen diisep lagi katanya sambil sedikit menarik kepalaku mendekati kontolnya. Aku
terus mengocok sementara mulut dan lidahku terus menghisap dan menjilat kontolnya. Dia tidak tahan
lagi, segera aku ditelentangkannya, sambil mencium leher dan pundakku. toketku diremasnya dan
tangan satunya meraba nonokku.
Ngentot yuk. Ines udah ngga tahan lagi desisku. Dia menarik ikatan braku dan juga CDku. toketku
langsung diisepnya iisseepp pentilnya, maas desahku. Kemudian tanganku mendorong kepalanya
kebawah Jilat nonok Ines mas desahku keenakkan karena dia sudah menjilati itilku dan
menumpangkan kaki kiriku kepundaknya.
Dia terus menjilati nonokku dan memasukan lidahnya dalam-dalam. tteerruuss mas, yang dalem. Oohh
Ines uuddaahh mmauu klluuaarr nniihh jeritku sambil terus menekan kepalanya. Dia terus menghisap
dan menjilati nonokku. Ines nyampe, isep tteerruuss nonok Ines aku bergetar dan menggelinjang
menikmati jilatan-jilatan lidahnya di nonokku.
Dia dan menaiki aku.. tangannya memegang kontolnya dan mengarahkan ke nonokku. Ditekannya
masuk. kontol mas enak banget sih. Oohh, entotin Ines mas jeritku keenakan. Dia meremas pantatku
dan tangannya yang satu lagi meremas toketku. Sebentar saja dienjot aku merasa sudah mau nyampe.
Ines udah mau nyampe, yang keras dong ngenjotnya, mas, kataku. Mas Adi mencabut kontolnya, aku
disuruhnya nungging dan kontolnya kembali disodokkan ke dalam nonokku dengan keras, langsung
ambles semuanya. Nikmat sekali rasanya.
Kembali dia mengenjotkan kontolnya dari belakang keluar masuk nonokku dengan keras. Berulang kali
dia mengenjot kontolnya sehingga mentok di nonokku. Nes. aku mau ngecret jeritnya. Bareng ya
mas, Ines keluar, aku menjerit panjang sementara dia makin memperkeras enjotannya. Akhirnya Nes,
aku mau ngecret, jeritnya dan pejunya kembali muncrat, kali ini membanjiri nonokku. Aku telungkup
dan dia menindihku. Lemes juga dientot pagi2 begini. Dia telentang, aku juga.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
33
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
Sambil berbaring aku menoleh ke arah mas Budi, sepertinya mas Budi belum tuntas ngentotnya, gak
tau kalo Santi udah nyampe atau belum. Mas Budi sepertinya mau mulai menancapkan lagi kontol
besarnya ke nonok Santi yang terkapar di dipan. Dia meraba nonoknya dan sepertinya memainkan
itilnya. Santi berdesah gak karuan Mas, jilat mas! Mas Budi kemudian menjilat dan pastinya
mengulum itilnya. Santi ditunggingkan dan mas Budi berlutut di belakangnya dan menggesekkan

Mmaassuukkiinn mmaass, jeritnya saat kontol mas Budi masuk ke nonoknya yang sudah
basah.teruss mas teruss, entotin Santi terus. Mas Budi menggenjot Santi dengan ritme teratur. Setelah
beberapa lama dengan doggy style Santi nyampe mas, jeritnya keenakan. Santi kemudian
ditelentangkan dan mas Budi mengangkat kedua kakinya dan ditaruh dipundaknya. Dia kembali
kontolnya dan menggenjot Santi lagi. Santi kembali mendesah2. Mas Budi meremas toketnya yang
montok dan Santi terus mendesah Mas nikmat banget mas, terus enjot yang keras mas, aah, jeritnya
lagi, rupanya Santi kembali nyampe. Cepet banget, pikirku. Mas, nikmat banget ya ngentot sama mas,
mana mas kuat banget ngentotnya. Santi sudah berkali2 nyampe, mas belum ngecret juga, kata Santi
sambil terengah2.
Mas Budi mencabut kontolnya yang masih keras dan menghampiriku, kayanya dia pengen ngecret
dinonokku. Benar saja, aku yang sedang ditelentang langsung dinaikinya. Dia mengesek-gesekan
kontolnya di nonokku, langsung saja napsuku bangkit lagi masukin mas, mmaasuukiin dong desahku
berulang kali. Dia membalikkan tubuhku dan sehingga aku tengkurap. Perut bawahku diganjang bantal
yang ada di dipan, kakiku direnggangkannya dan dia langsung menusukkan kontolnya ke nonokku.
aahh mas, eennaakk bbaannggeett desahku. Dia menggenjotnya semakin cepat. Karena napsuku
sudah bangkit sejak aku nonton mas Budi ngentotin Santi, aku merasakan sudah akan nyampe. Dia
terus memompa kontolnya keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras. Terus mas, entot Ines yang
keras mas, ach desisku.
Akhirnya aku nggak tahan lagi dan Mas, Ines nyampee, aahh, jeritku, badanku sampe bergetar saking
nikmatnya. Dia masih saja menggenjot nonokku beberapa lamu, dan akhirnya , Aahh, aku ngecret
Nes. Terasa sekali semburan pejunya beberapa kali dinonokku. Nikmat sekali rasanya. Mas Budi
kontolnya ke nonok Santi.
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
34
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
mengajakku masuk ke vilanya. Mas, kok mas ngecretnya nggak di nonok Santi, tanyaku. Yang
pertama udah di nonoknya, jadi yang kedua aku ngecretin aja di nonok kamu, jawabnya. Sekarang
mau ngapain mas? tanyaku. istirahat sebentar ya, nanti kita main lagi, jawabnya sambil berbaring di
sofa. Luar biasa staminanya, seperti gak ada puasnya. Aku mengambilkan minuman untuknya dan
duduk diubin disebelah sofa. Dia membelai2 rambutku, terus mengusap2 punggungku. Aku hanya
menyenderkan kepalaku di dadanya, romantis sekali rasanya.
Sementara itu mas Adi dan Santi sudah menghilang, entah kemana. Tak lama kemudian mas Adi keluar
dan memberitahu bahwa makan siang sudah siap. Rupanya dia mempersiapkan makan siang. Lauknya
sate kambing dan ada 4 botol minuman energi. Ada 4 gelas es batu juga. Wah mas, hot banget
makanan dan minumannya, kataku. Iya Nes, kan kita masih punya setengah hari lagi, biar kuat,
jawab mas Adi. Kami segera menyantap makanan itu. Selesai makan, kita santai sejenak. Mas Adi
sepertinya masih mau menikmati empotan memekku, mulai melancarkan aksinya. Sementara itu mas
Budi membawa Santi ke kamar.
Mas Adi duduk di sofa dan mengajakku duduk disebelahnya. Kemudian diciumnya bibirku, aku
membalas ciumannya dan menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Dia mengemut lidahku dan
tangannya sudah mulai meremas2 toketku, pentilku diplintir2nya. Diperlakukan seperti itu napsuku
bangkit kembali, aku heran juga kenapa napsuku kali ini cepat sekali timbul. Pentilku diemutnya,
Mass terruss emut pentil Ines maasss, enak. Aku segera menyambar kontolnya, kuremas2, kukocok2
sampai akhirnya menegang lagi. Mas, terusin diranjang yuk, kataku sambil bangun. Dia tidak
membawaku ke kamar tapi menelentangkan aku di meja makan. Buat variasi ya Nes, katanya sambil
mulai mengelus itilku.
Pahaku otomatis mengangkang dan diletakkan dipundaknya ketika itilku dikilik2 dengan jarinya.
nonokku mulai basah lagi. Mas, kalau gini terus Ines rasanya mau pingsan kenikmatan. Kemudian
dia mulai menjilati nonokku. Dia tau kalo aku dijilat nonoknya pasti napsuku lebih berkobar2 lagi.
aduhhh aku nggak kuat, masss, masukkin mas. Aku mengangkat kakiku dan mengangkang lebar2.
Dia segera mengamblaskan kontolnya ke nonokku. Nonokku berkedut2 ketika kemasukan kontolnya
yang besar keras itu. Enjot yang keras mas, teriakku lagi. Nes, nonok kamu ngempotnya kenceng
banget, enak banget Nes, katanya sambil memompa kontolnya keluar masuk nonokku, makin lama
makin cepat.
Akupun semakin aktif memutar-mutar pinggulku mengiringi keluar masuknya kontolnya di nonokku,
kutekan pantatnya dengan kakiku yang melingkari pinggangnya dengan keras hingga kontolnya
rasanya masuk semakin dalam dinonokku. Enak mas, lenguhku lagi. Dia terus mengenjot sambil
meremas toketku, sesekali dia mengemut pentilku. Nggak tau berapa lama dia mengentotiku, sampai
akhirnya Maas jeritku sambil menjepitkan pahaku kuat2. kontolnya terus disodokan makin cepat dan
akhirnya..Crot.. croot.. croot.. Terasa sekali muncratnya pejunya dinonokku. Nikmat sekali mas.
Selesai permainan hot itu, aku menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri dibawah shower. Tiba2
ada tangan yang memelukku, ternyata mas Budi. Dibawah shower kita saling berpelukan, saling
menyabuni. toket dan kontol menjadi sasaran, mulanya dielus, akhirnya diremes2. Kontolnya keras lagi
karena terus saja kuremas dan kukocok.
Dia duduk diatas toilet, kontolnya sudah tegak mengacung keras. Aku duduk membelakanginya, kaki
kukangkangkan dan mengarahkan kontolnya ke nonokku. Terasa sekali, perlahan kontolnya mulai lagi
menyesaki nonokku. Dia menyodokkan kontolnya dari bawah keluar masuk nonokku. Mas, enjot yang
cepet mas, rintihku saking nikmatnya. Pinggulku kugoyang dengan liar mengiringi keluar masuknya
www.rajaebookgratis.com + http://paketebooktermurah.blogspot.com
35
www.armhando.com + www.diet-turunberatbadan.com
kontolnya di nonokku. Dia meremas2 toketku sambil menarik tubuhku kebelakang. Dia mencium
bibirku dan aku membalas ciumannya.
Cukup lama dia menyodok nonokku pada posisi itu sampai akhirnya dengan sodokan yang lebih cepat
dan keras dia ngecret di nonokku. Akupun nyampe bersamaan dengan muncratnya pejunya. Sst mas
jeritku dan dia memeluk aku dengan erat. Hingga beberapa saat dia masih memelukku, aku menikmati
sensasi itu dengan berciuman lembut.
Trims ya mas, mas sudah membawa Ines ke surga kenikmatan, luar biasa weekend kali ini. Kapan2
Ines dientot lagi ya mas, kataku. Tentu saja Nes, aku juga merasa nikmat sekali ngentotin kamu.
Nonok kamu jauh lebih nikmat dari nonoknya Santi, mana empotannya hebat lagi, katanya memujiku.
Adi juga bilang lebih nikmat ngentotin kamu, kayanya Adi mau ngentotin kamu lagi deh kapan2. Aku
jadi punya saingan. Kenapa saingan mas, Ines mau kok ngelayani mas berdua sekaligus. Ines pasti
nikmat banget kalo diantri begitu, jawabku. Mas Budi sambil tersenyum Hebat kamu Nes, pinter
banget muasin cowok. Selesailah sensasi kenikmatan tukar pasangan.
( Tamat )