Anda di halaman 1dari 12

Tata surya merupakan sebuah sebuah sistem yang

terdiri dari matahari, delapan planet, planet-kerdil,


komet, asteroid dan benda-benda angkasa kecil
lainnya. Matahari merupakan pusat dari tata surya
di mana anggota tata surya yang lain beredar
mengelilingi matahari.
Benda-benda langit tersebut beredar mengelilingi
matahari secara konsentris pada lintasannya masing-
masing. anggota-anggota dalam sistem tata surya
ditunjukkan seperti Gambar berikut

IAU secara umum mengelompokkan benda angkasa
yang mengeliligi Matahari menjadi tiga yaitu:
1. Planet
Sebuah benda langit dikatakan planet jika memenuhi
kriteria sebagai berikut:
mengorbit Matahari
bentuk fisiknyanya cenderung bulat
orbitnya bersih dari keberadaan benda angkasa lain


2. Planet Kerdil
Sebuah benda langit dikatakan sebagai planet-kerdil jika:
mengorbit Matahari
bentuk fisiknya cenderung bulat
orbitnya belum bersih dari keberadaan benda angkasa lain
bukan merupakan satelit

3. Benda benda Tata Surya kecil

Seluruh benda angkasa lain yang mengelilingi Matahari selain planet atau
planet-kerdil. Benda-benda Tata Surya Kecil tersebut di antaranya adalah
komet, asteroid, objek-objek trans-neptunian, serta benda-benda kecil
lainnya.


Hukum Hukum Yang mendasari
A. Hukum Kepler

Hukum Kepler 1 menyatakan setiap planet beredar
mengelilingi Matahari dalam orbit yang berbentuk ellips
(lonjong), dengan Matahari terletak pada salah satu dari dua
titik fokus ellips tersebut.
Hukum Kepler 2 berbunyi vektor radius (yakni garis imajiner
yang menghubungkan pusat sebuah planet dengan pusat
Matahari) menyapu area dengan luas yang sama dalam ellips
tersebut untuk interval waktu yang sama.
Hukum Kepler 3 menyatakan kuadrat dari periode orbit
sebuah planet sebanding dengan dengan pangkat tiga setengah
sumbu utama orbitnya.
Hukum Kepler I
Orbit suatu planet adalah ellips dengan matahari
berada pada salah satu fokusnya.

Gambar 2. Posisi matahari dan planet dalam lintasan ellips
Gambar 2 juga menjelaskan posisi matahari dan planet
dalam lintasan ellips, dimana
1 dan 2 adalah titik fokus. Ketika matahari
berada pada posisi 1 dan planet berada pada
tidak ada benda langit lainnya yang berada pada 2.
Jarak pusat ellips dan titik fokus (F 1 dan F2)
adalah (sumbu mayor), dimana merupakan
angka tak berdimensi yang besarnya berkisar antara
0 dan 1 disebut eksentrisitas. Jika = 0, maka ellips
berubah menjadi lingkaran.
Sumber : Supardi. (Tanpa Tahun). Simulasi Gerak Planet Dalam Tatasurya.
Eksentrisitas adalah kelonjongan atau kepipihan
lintasan ellips yang dimiliki oleh setiap planet pada
saat berputar mengelilingi matahari. semakin besar
eksentrisitas yang dimiliki oleh suatu planet. Jika
e=0 maka ellips berubah menjadi lingkaran.

Hukum Kepler II
"Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet
menyapu luas daerah yang sama dalam selang waktu yang sama.







Planet bergerak lebih cepat di dekat Matahari dan lambat di
jarak yang jauh. Sehingga, jumlah area adalah sama pada
jangka waktu tertentu.



Gambar 2. ilustrasi hukum Kepler kedua
Sumber : Supardi. (Tanpa Tahun). Simulasi Gerak Planet Dalam Tatasurya.
Hukum Kepler III
Perbandingan kuadrat periode planet mengitari
Matahari terhadap pangkat tiga jarak rata-rata
planet ke Matahari adalah sama untuk semua
planet.

3
2
1
2
2
1

r
r
T
T
Dengan :
T = Periode Planet
r = Jarak planet ke matahari
Hukum Newton
Dengan munculnya hukum gravitasi newton, maka hukum III
Kepler dapat dibuktikan kebenarannya. Atau dapat diartikan pula
bahwa hukum III Kepler dapat memperkuat kebenaran hukum
Newton tentang gravitasi. Mengapa planet dapat mengelilingi
matahari dan tidak lepas dari orbitnya? Jawabannya adalah karena
adanya gaya sentripetal.


Sumber : http://www.rumus-fisika.com/2013/09/gaya-gravitasi-pada-gerak-planet.html