Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah suatu kumpulan
gejala yang timbul akibat infeksi HIV (Human Immuodefisiensi Virus) yang
mnghancurkan kekebalan daya tahan tubuh manusia dan dapat menyebabkan
infeksi oportunistik HIV merupakan jenis retro!irus yang belum ditemukan
!aksin serta penyembuhannya Infeksi HIV dapat terjadi melalui pertukaran
darah" semen" cairan !agina dan ASI
Di Indonesia" jumlah penderita AIDS yang dilaporkan # $anuari sd %#
Desember &''( adalah %)*% kasus Sedangkan di Semarang" berdasarkan
pendataan yang dilakukan oleh Dinas +esehatan +ota Semarang didapatkan
orang dengan HIV positif #((" dan penderita AIDS #, orang -aktor resiko
penularan HIV di $a.a /engah terdiri dari *(0 heteroseksual" &&0 ID1" 20
perinatal" 20 homoseksual dan #0 melalui tranfusi
3asalah HIV dan AIDS adalah suatu fenomena gunung es" masalah
sesungguhnya tidak sekecil yang tampak di permukaan" mengingat penularan
HIV sangat mudah diantara penasun dan 45S dan semakin meningkatnya
angka pengguna narkoba suntik dan 45S 6ang perlu diperhatikan jumlah
ibu rumah tangga yang menderita AIDS menduduki tempat kedua tertinggi
I3S biasa disebut penyakit kelamin" yaitu penyakit7penyakit yang sebagian
besar ditularkan melalui hubungan seksual8hubungan kelamin $adi siapapun
yang melakukan hubungan seks (baik laki7laki8perempuan) beresiko tertular
I3S Istilah Infeksi 3enular Seksual lebih luas maknanya" karena menunjuk
pada cara penularannya Sedangkan 53S hanya menunjuk pada
gejala8penyakit yang ada di kelamin
Sistem melindungi tubuh terhadap serangan dari benda asing seperti
9akteri" Virus" 5arasit" $amur Sistem ganda terdiri dari Sistem kekebalan
innate (pemba.aan lahir) sedangkan Sistem kekebalan acquired (didapat
setelah lahir) Antibodi dibentuk terhadap benda asing yang masuk Sel :D2
adalah tipe sel darah putih yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk
mela.an penyakit
1
Sedangkan Infeksi ;portunistik adalah infeksi oleh mikroorganisme
umum pada indi!idu sehat yg biasanya tidak menimbulkan problem
kesehatan" akan tetapi pada pasien dengan sistem imun yg menurun akan
menyebabkan penyakit yang serius Infeksi oportunistik pada pasien HIV 8
AIDS banyak menimbulkan masalah bersamaan dengan ditegakkannya
penyakit tersebut pada tahun #()#
3engingat tingginya angka morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh
infeksi HIV dan AIDS maka perlu diadakan upaya yang meliputi pencegahan
penularannya dan penanganan penderita dengan HIV positif serta penderita
AIDS secara menyeluruh 1ntuk mengurangi angka kesakitan I3S dan HIV7
AIDS di $a.a /engah maka 5+9I $a.a /engah dan Dinas +esehatan dan
lembaga terkait lainnya bekerja sama dengan <riya Asa dalam pelaksanaan
V:/7:S/ V:/7:S/ penting dilaksanakan karena orang dengan HIV positif
dan AIDS perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus mengingat
negatifnya stigma masyarakat serta tingginya tekanan sosial yang" dan
diperlukannya moti!asi untuk perubahan perilaku beresiko tinggi
Voluntary HIV counseling and testing adalah sebuah proses konseling yang
bersifat sukarela dan rahasia Sukarela artinya bah.a seseorang yang akan
melakukan test HIV haruslah berdasarkan antas kesadarannya sendiri" bukan
atas paksaan 8 tekanan orang lain =ahasia artinya" apa pun hasil tes itu
nantinya hasilnya hanya boleh diketahui dan diberitahu langsung kepada
orang yang bersangkutan V:/ bukan hanya sekedar test HIV dan konseling
mengenai test dan HIV V:/ merupakan !ital point untuk pelayanan
penderita HIV dan AIDS selanjutnya" termasuk pencegahan penularan HIV"
penyakit yang berkaitan dengan AIDS" serta indeksi opurtunistik yang
mungkin timbul" dukungan psikosoial dan hukum" pecegahan penularan dari
ibu ke anak Sedangkan :S/ merupakan pera.atan dukungan dan
pengobatan untuk ;DHA 5elayanan :S/ disesuaikan dengan kebutuhan
klien atau ;DHA yaitu kebutuhan biologis" psikologis" dan sosial >ayanan
V:/ di <riya ASA 5+9I +ota Semarang dimulai pada bulan ?o!ember
&''* >ayanan V:/ ini dibuka untuk melengkapi fasilitas <riya ASA sebagai
klinik spesialis dalam pelayanan infeksi menular seksual
2
B. Rumusan Masalah
# Apa yang dimaksud dengan konseling HIV8AIDS @
& 9agaimana peranan konseling dan tes HIV8AIDS @
% 9agaimana perencanaan /es V:/ @
2 Apa saja prinsip V:/ @
, Apa saja tahapan konseling dan tes HIV8AIDS @
* Apa saja rencana monitoring dan e!aluasi V:/ @
C. Tujuan
# 3engetahui pengertian konseling HIV8AIDS @
& 3emahami peranan konseling dan tes hi!8aids @
% 3engetahui perencanaan /es V:/ @
2 3engetahui prinsip V:/ @
, 3emahami tahapan konseling dan tes HIV8AIDS @
* 3emahami rencana monitoring dan e!aluasi V:/ @
BAB II
PEMBAHASAN
A. Knsel!ng HI"#AIDS
+onseling merupakan salah satu proses yang harus dilakukan sebelum
seseorang memutuskan untuk test anti7HIV 5engertian konseling adalahA
hubungan kerjasama yang bersifat menolong antar dua orang (konselor dan klien)
yang bersepakat untuk A
3
# 9ekerja sama dalam upaya menolong klien agar dapat menguasai
permasalahan dalam hidupnya
& 9erkomunikasi untuk membantu mengidentifkasi problem7problem klien
% /erlibat dalam proses yang menyediakan pengetahuan keterampilan" dan
akses terhadap sumber7 sumber
2 3embantu klien mengubah sikap8 presepsi yang negatif terhadap
problemnya" sehingga klien dapat mengatasi kekuatirannya dan
memutuskan apa yang akan ia lakukan dengan permasalahan yang
dihadapinya
+onseling HIV8AIDS adalah konseling yang secara khusus memberi
perhatian terhadap permasalahan yang berkaitan dengan HIV8AIDS" baik
terhadap orang yang terinfeksi maupun terhadap lingkungan yang terpengaruh
/ujuan dari dilakukannya konseling HIV8AIDS agar tersedianya dukungan sosial
dan psikologik kepada odha dan keluarganya Selain itu juga terjadinya
perubahan perilaku yang aman sehingga penurunan penularan infeksi HIV8AIDS
+onseling HIV8AIDS biasanya dilakukan dua kali" yaituA sebelum tes (pra7test)
atau sesudah tes (5asca test) HIV8AIDS Selama konseling berlangsung biasanya
ada beberapa topik yang di bicarakan Di antaranyaA
# Identifikasi prilaku yang berisiko tertular HIV8AIDS
& 3embantu membuat keputusan untuk merubah perilaku itu
% 3engganti dengan perilaku perilaku yang berisiko lebih rendah8 aman
serta mempertahankan perilaku itu
2 3embantu klien untuk mengambil keputusan untuk melakukan tes HIV"
dengan membuat pernyataan persetujuan (informed consent)" tanpa
paksaan dan bersifat rahasia (confidentiality)
9ila klien memutuskan untuk memeriksakan diri" ia perlu disiapkan untuk
menghadapi hasil yang akan diterimanya Ada tiga kemungkinan hasil yang akan
terjadiA
# Hasil tes negatif dan bukan dalam periode jendela
a $elaskan bah.a ini bukan berarti bebas HIV seumur hidup hingga
boleh berperilaku apapun
b Andaikata ada prilaku berisiko tinggi" perlu merubah perilaku
tersebut" menjadi lebih aman dan dipertahankan seumur hidup sesuai
4
dengan pilihan A (abstinence)" 9 (9e -aithful)" : (:ondom) atau
kombinasi demi pencegahan HIV
& Hasil tes negatif dalam periode jendela
a 5erlu mengulang tes untuk % bulan kemudian" untuk kepastianstatus
HIV7nya
b Sudah harus merubah perilaku risiko tingginya" sesuai pilihan A"9" :
atau kombinasi
% Hasil tes positif
a 5erhatikan reaksi klien saat menerima hasil tes" konselor perlu
berempati
b $elaskan ba.a positif bukan berarti mati
c =ujukan untuk dukungan dan pengobatan
d $aminan kerahasiaan
e +emungkinan memberitahu pasangan
f 3erubah perilaku berisiko tingginya berdasarkan pilihan A" 9" :"
atau kombinasinya
1ntuk meningkatkan cakupan 5rogram Dukungan" 5era.atan dan
5engobatan di HIV8AIDS Indonesia" pemerintah telah mensosialisasikan
kebijakan baru 5ro!ider Initiati!e /est and :ounseling (5I/:) Diharapkan
dengan informasi dan anjuran dari petugas kesehatan kesadaran masyarakat
untuk memeriksakan diri semakin meningkat Sehingga diharapkan secara
langsung maupun tidak langsung akan terdeteksi lebih a.al
9ila seseorang terdeteksi lebih a.al maka kita bisa mencegah kematian
dan juga tidak perlu mengalami infeksi oportunistik /erlebih lagi perubahan
kebijakan ini" akan mendukung kebijakan Access for All yang dikeluarkan 4H;
Semoga dengan semakin ditingkatkannya fasilitas dan sarana yang ada" 1nit
5elayanan /erpadu HIV =S:3 mampu melaksanakan kegiatan tersebut
B. Peran Knsel!ng $an Tes HI"#AIDS
Adapun peran dari konseling dan tes HIV8AIDS adalah A
# >ayanan V:/ dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan klien pada saat klien
mencari pertolongan medik dan testing yaitu dengan memberikan layanan
dini dan memadai baik kepada mereka dengan HIV positif maupun negatif
5
>ayanan ini termasuk konseling" dukungan" akses untuk terapi suportif" terapi
infeksi oportunistik" dan A=/
& V:/ harus dikerjakan secara profesional dan konsisten untuk memperoleh
inter!ensi efektif dimana memungkinkan klien" dengan bantuan konselor
terlatih"menggali dan memahami diri akan risiko infeksi HIV" mendapatkan
informasi HIV dan AIDS" mempelajari status dirinya" dan mengerti tanggung
ja.ab untuk menurunkan perilaku berisiko dan mencegah penyebaran infeksi
kepada orang lain guna mempertahankan dan meningkatkan perilaku sehat
% /esting HIV dilakukan secara sukarela tanpa paksaan dan tekanan" segera
setelah klien memahami berbagai keuntungan" konsekuensi" dan risiko
+onseling dan tes HIV sukarela yang dikenal sebagai Voluntary Counseling
and Testing (V:/) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat
sebagai pintu masuk ke seluruh layanan kesehatan HIV dan AIDS
berkelanjutan
5rogram V:/ dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan klien dengan
memberikan layanan dini dan memadai baik kepada mereka dengan HIV positif
maupun negatif >ayanan ini termasuk pencegahan primer melalui konseling dan
+IB (komunikasi" informasi dan edukasi) seperti pemahaman HIV" pencegahan
penularan dari ibu ke anak (Prevention of Mother To Child Transmission-
PMTCT) dan akses terapi infeksi oportunistik" seperti tuberkulosis (/9:) dan
infeksi menular seksual)
V:/ harus dikerjakan secara profesional dan konsisten untuk memperoleh
inter!ensi efektif dimana memungkinkan klien" dengan bantuan konselor terlatih"
menggali dan memahami diri akan risiko infeksi HIV" mendapatkan informasi
HIV dan AIDS" mempelajari status dirinya" mengerti tanggung ja.ab untuk
menurunkan perilaku berisiko dan mencegah penularan infeksi kepada orang lain
guna mempertahankan dan meningkatkan perilaku sehat
V:/ merupakan kegiatan konseling bersifat sukarela dan rahasia" yang
dilakukan sebelum dan sesudah tes darah untuk HIV di laboratoruim /est HIV
dilakukan setelah klien terlebih dahulu memahami dan menandatangani informed
consent yaitu surat persetujuan setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap dan
benar V:/ merupakan hal penting karenaA
# 3erupakan pintu masuk ke seluruh layanan HIV dan AIDS
& 3ena.arkan keuntungan" baik bagi yang hasil tesnya positif maupun
negatif" dengan fokus pada pemberian dukungan atas kebutuhan klien
6
seperti perubahan perilaku" dukungan mental" dukungan terapi A=V"
pemahaman faktual dan terkini atas HIV dan AIDS
% 3engurangi stigma masyarakat
2 3erupakan pendekatan menyeluruhA kesehatan fisik dan mental
, 3emudahkan akses ke berbagai pelayanan yang dibutuhkan klien baik
kesehatan maupun psikososial
3eskipun V:/ adalah sukarela namun utamanya diperuntukkan bagi
orang7orang yang sudah terinfeksi HIV atau AIDS" dan keluarganya" atau semua
orang yang mencari pertolongan karena merasa telah melakukan" tindakan
berisiko di masa lalu dan merencanakan perubahan di masa depannya" dan
mereka yang tidak mencari pertolongan namun berisiko tinggi
Di dalam V:/ ada & kegiatan utama yakni konseling dan tes HIV
+onseling dilakukan oleh seorang konselor khusus yang telah dilatih untuk
memberikan konseling V:/ /idak semua konselor bisa dan boleh memberikan
konseling V:/ ;leh karena itu seorang konselor V:/ adalah orang yang telah
mendapat pelatihan khusus dengan standar pelatihan nasional +onseling dalam
rangka V:/ utamanya dilakukan sebelum dan sesudah tes HIV
+onseling setelah tes HIV dapat dibedakan menjadi & yakni konseling
untuk hasil tes positif dan konseling untuk hasil tes negatif ?amun demikian
sebenarnya masih banyak jenis konseling lain yang sebenarnya perlu diberikan
kepada pasien berkaitan dengan hasil V:/ yang positif seperti konseling
pencegahan" konseling kepatuhan berobat" konseling keluarga" konseling
berkelanjutan" konseling menghadapi kematian" dan konseling untuk masalah
psikiatris yang menyertai klien8keluarga dengan HIV dan AIDS
5ada konseling untuk hasil tes negatif" disarankan kepada klien yang
mempunyai perilaku risiko tinggi untuk kembali melakukan V:/ sesudah %
bulan" karena klien pada saat tersebut mungkin sedang berada dalam periode
jendela Disamping itu" klien juga disarankan untuk mengurangi perilaku
berisiko
C. Peren%anaan Tes "CT
&. Ke'!jakan (elaksanaan
a Setiap 15/ 5emasyarakatan prioritas membuka layanan konseling dan tes
HIV" /9:" dan I3S melalui kerjasama dengan Dinas +esehatan
setempat" =S" laboratorium" dan 5uskesmasC
7
b >ayanan konseling pra dan paska tes dilaksanakan oleh petugas 15/
5emasyarakatan terlatih yang bekerja sama dengan petugas lain untuk
bimbingan layanan dukungan" pera.atan" dan pengobatan yang
dibutuhkanC
c >ayanan konseling dan tes HIV" /9:" dan I3S diintegrasikan ke dalam
layanan kesehatan yang ada di 15/ 5emasyarakatanC
d 5elaksanaan layanan mengacu pada pedoman yang berlaku dan berada di
ba.ah pengendalian Direktorat
). Sasaran
a 3eningkatnya akses layanan konseling dan tes HIV" /9:" dan I3S bagi
495 dan tahanan di 15/ 5emasyarakatan prioritasC
b 3eningkatnya kualitas layanan konseling dan tes HIV" /9:" dan I3S di
15/ 5emasyarakatan prioritasC
c /erintegrasinya layanan konseling dan tes HIV" /9:" dan I3S ke dalam
layanan kesehatan yang ada di 15/ 5emasyarakatan
*. Keg!atan Pkk
a 3embangun dan memperkuat kerjasama dengan Dinas +esehatan" =S"
dan 5uskesmas setempat untuk ketersediaan layanan konseling dan tes
HIV" /9:" dan I3SC
b Setiap 15/ 5emasyarakatan memastikan tentang ketersediaan petugas
terlatih untuk melaksanakan layanan minimumA
#) Satu orang tenaga terlatih konselingC
&) Satu orang tenaga terlatih untuk dukungan" pera.atan" dan
pengobatan HIV7AIDS lanjutan
c 3empromosikan layanan kepada 495 dan tahananC
d 3engkampanyekan V:/ baik di tingkat nasional maupun regional" dan
kemudian keberlanjutan informasi pada masyarakat
e 3endidik masyarakat umum atau mempromosikan pengetahuan pada
masyarakat umum tentang epidemi HIV AIDS dan tes V:/ untuk
pendeteksian penyakit tersebut
f 3enjamin adanya kendali mutu layanan yang dilakukan oleh jajaran
Direktorat $enderal 5emasyarakatan bersama mitrakerja terkait
g 3enciptakan kampanye mobilisasi yeng menargetkan orang yang tinggal
di daerah pedesaan dan mendorong akses ke pelayanan V:/
h 3emperlancar prosedur jaminan kualitas dengan hasil yang akurat
i 3enggunakan standart konseling dan testing yang telah ditetapkan oleh
+B3B?+BS sebagai satu satunya alat untuk merekam data layanan V:/
j 5enyususnan anggaran lokal untuk mengadakan tes V:/
8
k +ebutuhan dan mobilisasi sumber dayaA SD3 untuk penanggulangan
HIV8AIDSC tenaga tenaga tingkat lapangan" tingkat layanan (petugas
konselor" dokter spesialis" dokter umum" petugas laboratorium" pera.at"
petugas administrasi" ahli giDi" bidan manager kasus) dan tenaga tingkat
menagemen di +abupaten atau kota telah dihititung jumlah yang
dibutuhkan untuk setipa jenis tenaga 3obilisasi SD3 dilakukan melalui
rekrutmen tenaga" peningkatan pengetahuan" ketrampilan tenaga"
pengembangan kapasitas pelatihan dan bantuan teknis
+. Keluaran
a Sedikitnya %,0 15/ 5emasyarakatan prioritas telah memberikan layanan
konseling dan tes HIV" /9:" dan I3S di akhir tahun &'#2C
b ,'0 495 dan tahanan yang beresiko di seluruh 15/ 5emasyarakatan
prioritas yang mengakses layanan tes HIVC
c )'0 495 dan tahanan suspek /9: di seluruh 15/ 5emasyarakatan
prioritas yang mengakses layanan tes /9:C
d &'0 495 dan tahanan yang beresiko di seluruh 15/ 5emasyarakatan
prioritas yang mengakses layanan tes I3S
D. Pr!ns!( "CT
# Atas persetujuan klien (Informed consent)
& +erahasiaan
% /idak diskriminatif
2 3utu terjamin
E. Taha(an Knsel!ng Dan Tes HI"#AIDS
# +onseling pra tes HIVA 3embantu kien menyiapkan diri untuk melakukan
pemeriksaan darah atau tes HIV 3ateri konseling yang diberikanA
a 5roses konseling dan tes HIV sukarela
b 3anfaat tes HIV
c 5engetahuan tentang HIV8AIDS
d 3eluruskan pemahaman yang salah tentang HIV8AIDS dan mitosnya
e 3embantu klien mengetahui faktor resiko penuaran HIV8AIDS
f 3enyiapkan kien untuk pemeriksaan darah
g 3endiskusikan kemungkinan hasi tes HIV positif dan negatif
h 5ersetujuan untuk tes HIV sukarela
i 3engembangkan rencana perubahan perilaku yang sehat dan aman
& /es HIVA pemeriksaan darah laboratorium untuk memastikan status HIV
% +onseling 5asca /es HIVA 3embantu klien memahami dan menyesuaikan diri
dengan hasil tes 3ateri konseling yang diberikan adalah mengenai
penjelasan tentang hasil tes HIV
9
a $ika hasil tes positif" petugas konseling akan menyampaikan hasil tes
dengan cara yang dapat diterima klien" secara halus dan manusia.i
5etugas konseling akan merujuk kien ke ayanan medis dan sosial
b 5enanganan reaksi emosi yag ada
c $ika hasil tes negatif" isu seks aman dan tes ulang tetap disarankan
d Informasi dan layanan rujukan untuk pengobatan
e Diskusi untuk mencegah penularan HIV
f Diskusi untuk tetap sehat dan positif bagi ;DHA
g Dukungan moral yang dapat diberikan
5ada tahap pre konseling" yang dilakukan adalah pemberian informasi
tentang HIV dan AIDS" cara penularan" cara pencegahan" dan periode jendela
+emudian konselor dilaksanakan penilaian risiko klinis 5ada saat ini" klien harus
jujur tentang hal7hal berikutA kapan terakhir kali melakukan akti!itas seksual"
apakah menggunakan narkoba suntik" pernahkah melakukan hal7hal yang
berisiko pada pekerjaanC misalnya dokter" dan apakah pernah menerima produk
darah" organ atau sperma +onselor V:/ terikat sumpah untuk merahasiakan
status klien 5ada saat melakukan V:/ pastikan konseling dilakukan di tempat
tertutup dan menjamin pri!asi +onselor akan mena.arkan kepada klien apakah
bersedia untuk melakukan tes HIV berupa informed consent atau iDin dari klien
untuk melakukan tes HIV 5ada saat melakukan tes HIV" darah kita akan diambil
secukupnya Dan pemeriksaan darah ini bisa memakan .aktu antara setengah
jam sampai satu minggu" tergantung jenis tes HIV yang dipakai
,. Ren%ana Mn!tr!ng Dan E-aluas! "CT
3anajer V:/ bertanggung ja.ab untuk menga.asi kegiatan secara konsisten
dengan rencana kerja 5erlengkapan untuk penga.asan prosesA
# Gantt Chart Sub Agreement (diagram8table sub agreement Gantt)
& ?otulen8catatan pertemuan koordinasi staf" super!isi dan konseling
% >aporan yang ditulis dan diserahkan pada +antor ASA $akarta adalahA
2 >aporan bulanan indicator proses (-orm standar 5I- terlampir)
, >aporan keuangan (bulanan dan final)
* >aporan narasi final (harus dikumpulkan %' hari sebelum proyek selesai)
a Indikator ;utput (+uantitatif)A
E +emajuan yang terlihat dalam pertemuan ASA 5rogram terkait dengan
pelaksanaan Standar 3inimum V:/ dan 3anajemen +asus
) 3engikuti protokol
( /ersedia materi pendidikan kesehatan dan kondom
#' /ersedia dan menggunakan format penyimpanan dokumen8catatan
## /ersedianya peralatan tes dan kebutuhan medis yang sesuai
10
#& 3engikuti peraturan staf dan dapat dipertanggung ja.abankan
3anajer V:/ atau konselor dari luar yang berpengalaman meninjau
layanan V:/ setiap * bulan atau setidaknya setahun sekali Seusai peninjauan"
hasil temuan layanan dipresentasikan dalam pertemuan bulanan administrasi
tim V:/ dan rapat manajemen
# 5rosedur 5eralatan85edoman8Tool untuk jaminan kualitas konselor
Tool85rosedur 5eralatan8pedoman yang dapat digunakan adalah
obser!asi" mendengarkan rekaman sesi atau dengan cara membahas
dengan pasien yang dirahasiakan 5rosedur Sesi ;bser!asi atau
menggunakan rekaman dengan meminta persetujuan8ijin dari konselor
dan klien Sebelum obser!asi dan rekaman dimulai" klien dan konselor
harus memberi persetujuan Alasan obser!asi8rekaman dijelaskan kepada
klien dengan menekankan jaminan kualitas8pelatihan yang rasional /idak
perlu ke.ajiban untuk merekam atau obser!asi yang dipaksakan +lien
dan konselor diberi informasi tentang kode yang akan dipakai dan akan
digunakan untuk umpan balik ?ama samaran dapat dipakai oleh
klien8konselor untuk tujuan rekaman jika dikehendaki
Super!isor konselor dimemberikan penjelasan tentang tujuan
kegiatan ini Harus ditekankan bah.a hal ini tidak dipakai dalam
hubungannya dengan tinjauan penampilan konselor selain untuk super!isi
layanan +onselor ahli dari tempat lain dapat mendengarkan dan
menyimak rekaman atau mengobser!asi sesi dan memberi tanda sesuai
dengan kriteria Skor total akan dicatat berla.anan dengan skor
kemungkinan tertinggi +onselor berhak menerima umpan balik rahasia
sesegera mungkin jika mereka memintanya +onselor tidak
diinformasikan untuk menandai kriteria utama untuk obser!asi8rekaman
=ekaman atau obser!asi harus dilakukan supaya tidak menganggu
pelayanan konseling
& Sur!ey klien rahasia
+egiatan ini adalah untuk A
a 3enge!aluasi penampilan keseluruhan dari staf pelayanan V:/
b 3engukur kualitas menyeluruh dari pera.atan yang disediakan
konselor V:/
c 3engukur seberapa jauh konselor mengikuti protokol yang
direkomendasi ketika berinteraksi dengan pasien8klien
11
+arena kerahasiaan klien sangat penting" maka sulit untuk mengetahui
tingkat kepuasan klien dengan pelayanan yang dita.arkan
pelayanan V:/ 1ntuk mengetahui lebih informasi kualitatif sesuai
standar pera.atan konsumen dan konseling pada sejumlah pelayan V:/"
sur!ey klien rahasia dapat digunakan Sejumlah layanan dan tipe pasien
akan menentukan jumlah" jenis kelamin dan usia pasien rahasia" meskipun
mereka mengaku sebagai indi!idu atau berpasangan selama periode
asessmen 5asien rahasia akan dilatih berperan sesuai naskah skenario
tertentu meliputi alasan yang bisa dipertanggungja.abkan seperti
latarbelakang mereka mencari layanan V:/ Sesudah kunjungan" klien
rahasia memberikan tanggapan sehubungan dengan interaksi antara
konselor dan klien +lien rahasia dapat memakai peralatan8pedoman8tool
jaminan kualitas konselor Alat dapat dilengkapi setelah kunjungan dan
perjanjian dibuat untuk melengkapi umpan balik yang dirahasiakan pada
konselor dan8atau super!isor konselor
% -ormulir +epuasan +lien
Staf administrasi V:/ harusA
a 3eminta semua pasien untuk melengkapi formulir
b 3enanyakan apakah pasien mampu membaca formulir dengan jelas
c 3emberikan petunjuk singkat bagaimana mengisi formulir
?ama klien tidak dicatat /erdapat almari atau kotak terkunci tersedia
untuk masukan formulir tersebut +omentar7komentar yang ditulis di
formulir akan dikumpulkan8dijadikan dan dibahas pada pertemuan staf
pelayanan 5asien yang menemui kesulitan dalam membaca formulir
perlu ditanya apakah mereka bersedia bertemu dengan sukarela.an yang
terlatih (bukan konselor atau staf langsung dalam pelayanan V:/)
Sukarela.an perlu membaca keseluruhan items dan mencatat tanggapan
klien
E-aluas!
/im tim penga.as bertanggung ja.ab memastikanA
# +onselor menggunakan alat pengumpulan data standarat yang telah
dikembangkan oleh +B3B?+BS untuk mencatat jumlah orang yang
di tes di lokasi dan data klien tambahan termasuk informasi
demografi" hasil tes dan status rujukan
12
& 5ada semua tempat yang menyediakan tes V:/ memiliki persediaan
yang diperlukan dan jika diperlukan mencari dan mengatur pasokan
tambahan termasuk transportasi untuk pendistribusian alat yang
dibutuhkan
% 5elaksanaan layanan mengacu pada pedoman yang berlaku dan berada
di ba.ah pengendalian Direktorat" tidak ada paksaan dalam
pelaksanaan test dan sangat terjaga kerahasiaanya setelah dilakukan
tes V:/ tersebut
2 3emastikan bah.a hasil tes V:/ akurat dan hasilnya dapat
dipertanggungja.abkan sehingga tidak menjadi masalah bagi peserta
test V:/ tersebut
/im konseling terpadu yang terdiri dari dokter umum" psikolog" psikiater"
penyuluhan lapangan" dan pembina mental dengan tujuan" antara lainA
# 3emberikan pengertian dan informasi yang benar tentang HIV7
AIDS
& 3engidentifikasi masalah dan memberikan jalan keluarnya
% 3emberikan kesadaran berperilaku sehat dan bertanggungja.ab
dalam kehidupan bermasyarakat
2 3emberikan kepercayaan diri dalam mengatasi masalah dan
memberikan rasa aman
13
BAB III
PENUTUP
A Simpulan
+onseling merupakan salah satu proses yang harus dilakukan
sebelum seseorang memutuskan untuk test anti7HIV +onseling
HIV8AIDS adalah konseling yang secara khusus memberi perhatian
terhadap permasalahan yang berkaitan dengan HIV8AIDS" baik terhadap
orang yang terinfeksi maupun terhadap lingkungan yang terpengaruh
/ujuan dari dilakukannya konseling HIV8AIDS agar tersedianya
dukungan sosial dan psikologik kepada odha dan keluarganya Adapun
peran dari konseling dan tes HIV8AIDS adalah layanan V:/ dapat
dilakukan berdasarkan kebutuhan klien pada saat klien mencari
pertolongan medik dan testing yaitu dengan memberikan layanan dini
dan memadai baik kepada mereka dengan HIV positif maupun negatif
V:/ harus dikerjakan secara profesional dan konsisten
/esting HIV dilakukan secara sukarela tanpa paksaan dan tekanan"
segera setelah klien memahami berbagai keuntungan" konsekuensi" dan
14
risiko +onseling dan tes HIV sukarela /ahapan konseling dan tes
hi!8aids ada tiga yaitu A konseling pra tes hi!"tes hi!" dan konseling pasca
tes hi!
DA,TAR PUSTAKA
Anonim&'##+onselingHIVAIDS
(DalamAhttpA88pokdisusaids.ordpresscom8&'##8'28#,8konseling7
hi!aids7&8) Diakses tanggal ## September &'#25k #*'' 4ita
Anonim&'#&=encanadanB!aluasi+onseling
(DalamAhttpA88rudiDr.ordpresscom8&'#&8'*8&#8rencana7dan7e!aluasi7
konseling7hi!aids8) Diakses tanggal ## September &'#2 5k#*#' 4ita
15