Anda di halaman 1dari 18

I.

Penatalaksanaan
Secara umum penatalaksanaan HIV/AIDS terdiri atas beberapa jenis yaitu pengobatan untuk
menekan replikasi virus HIV dengan obat antiretroviral (ARV) pengobatan untuk mengatasi
berbagai penyakit in!eksi opportunistik menyertai in!eksi HIV/AIDS dan pengobatan suporti!
a. Terapi antiretroviral (ARV)
"erapi anti#HIV yang dianjurkan saat ini adala$ HAAR" (Highly Active Antiretroviral Therapy)
yang menggunakan kombinasi minimal tiga obat antiretroviral% "erapi ini terbukti e!ekti!
dalam menekan replikasi virus (viral load) sampai dengan kadar di ba&a$ ambang deteksi%
'aktu memulai terapi ARV $arus dipertimbangkan dengan seksama karena obat ARV akan
diberikan dalam jangka panjang% ARV dapat diberikan apabila in!eksi HIV tela$ ditegakkan
berdasarkan $asil pemeriksaan (sik dan dibuktikan secara laboratories (Hammer et al%
)**+)%
,bat ARV direkomendasikan pada semua pasien yang tela$ menunjukkan gejala yang
termasuk dalam kriteria diagnosis AIDS atau menunjukkan gejala yang sangat berat tanpa
meli$at jumla$ -D./% ,bat ini juga direkomendasikan pada pasien asimptomatik dengan
jumla$ lim!osit -D. kurang dari )** sel/mm0% 1asien asimptomatik dengan lim!osit -D./
)**#02* sel/mm0 dapatdita&arkan untuk memulai terapi% 1ada pasien asimptomatik dengan
lim!osit -D./ lebi$ dari 02* sel/mm0 dan viral load lebi$ dari 3**%*** kopi/ml terapi ARV
dapat dimulai namun dapat pula ditunda% "erapi ARV tidak dianjurkan dimulai pada pasien
dengan jumla$ lim!osit -D./ lebi$ dari 02* sel/mm0 dan viral load kurang dari 3**%***
kopi/ml
"erapi HIV/AIDS saat ini adala$ terapi kimia yang menggunakan obat ARV yang ber!ungsi
menekan perkembangbiakan virus HIV% ,bat ini adala$ in$ibitor dari en4im yang diperlukan
untuk replikasi virus seperti reverse transcriptase (R") dan protease% In$ibitor R" ini terdiri
dari in$ibitor dengan senya&a dasar nukleosid (nucleoside-based inhibitor) dan
nonnukleosid (nonnucleoside-based inhibitor)% ,bat ARV terdiri dari beberapa golongan
seperti nucleoside reverse transcriptase inhibitor (5R"I) non-nucleoside reverse
transcriptase inhibitor (55R"I) protease inhibitor (1I)
5ucleoside Reverse Transcriptase Iinhibitor atau 5R"I merupakan analognukleosida% ,bat
golongan ini bekerja dengan meng$ambat en4im reversetranskriptase selama proses
transkripsi R5A virus pada D5A $ost% Analog 5R"I akan mengalami !os!orilasi menjadi
bentuk tri!os!at yang kemudian secara kompetiti! mengganggu transkripsi nukleotida%
Akibatnya rantai D5A virus akan mengalami terminasi sedangkan analog 55R"I akan
berikatan langsung dengan en4im reverse transkriptase dan menginakti!kannya% ,bat yang
termasuk dalam golongan 5R"I antara lain Abacavir (A6-) 7idovudine (A7") 8mtricitabine
(9"-) Didanosine (ddI) :amivudine (0"-) dan Stavudine (d.") "eno!ovir% ,bat yang
termasuk 55R"I antara lain 8!aviren4 (89V) 5evirapine (5V1) Delavirdine %
Protese Inhibitor (1I) bekerja dengan cara meng$ambat protease HIV% Setela$ sintesis mR5A
dan poliprotein HIV terjadi ta$ap selanjutnya protease HIV akan memeca$ poliprotein HIV
menjadi sejumla$ protein !ungsional% Dengan pemberian 1I produksi virion dan perlekatan
dengan sel pejamu masi$ terjadi namun virus gagal ber!ungsi dan tidak in!eksius ter$adap
sel% ;ang termasuk golongan 1I antara lain Ritonavir (R"V) Ata4anavir (A"V) 9os#Amprenavir
(91V) Indinavir (IDV) :opinavir (:1V) and Sa<uinavir (S=V) (>aggiolo )**?)%
"erapi lini pertama yang direkomendasikan 'H, adala$ kombinasi dua obat golongan 5R"I
dengan satu obat golongan 55R"I% @ombinasi ini mempunyai e!ek yang lebi$ baik
dibandingkan kombinasi obat yang lain dan membutu$kan biaya yang lebi$ sedikit karena
terdapat generiknya% Analog t$iacytadine (0 "- atau 9"-) merupakan obat pili$an dalam
terapi lini pertama% 0 "- atau 9"- dapat dikombinasi dengan analog nukleosida atau
nukleotida seperti A7" "D9 A6- atau d."% Didanosine (ddI) merupakan analog adenosine
direkomendasikan untuk terapi lini kedua% ,bat golongan 55R"I baik 89V atau 5V1 dapat
dipili$ untuk dikombanasikan dengan obat 5R"I sebagai terapi lini pertama% "erapi lini
pertama dapat juga dengan mengkombinasikan 0 obat golongan 5R"I apabila obat golongan
55R"I sulit untuk diperole$% 1emili$an regimen obat ARV sebagai lini pertama%
8valuasi pengobatan dapat dili$at dari jumla$ -D./ di dalam dara$ dan dapat digunakan
untuk memantau beratnya kerusakan kekebalan tubu$ akibat HIV% @egagalan terapi dapat
dili$at secara klinis dengan menilai perkembangan penyakit secara imunologis dengan
peng$itungan -D./ dan atau secara virologi dengan mengukur viral-load% @egagalan terapi
terjadi apabila terjadi penurunan jumla$ -D./% Selain itu terjadinya toksisitas terkait
dengan ketidakmampuan untuk mena$an e!ek samping dari obat se$ingga terjadi dis!ungsi
organ yang cukup berat% Hal tersebut dapat dipantau secara klinis baik dari kelu$an atau
dari $asil pemeriksaan (sik pasien atau dari $asil pemeriksaan laboratorium tergantung
dari macam kombinasi obat yang dipakai
1enilaian klinis toksisitas $arus dibedakan dengan sindrom pemuli$an kekebalan (immuno
reconstitution infammatory syndrome / IRIS) yaitu keadaan yang dapat muncul pada a&al
pengobatan ARV% Sindrom ini ditandai ole$ timbulnya in!eksi oportunistik beberapa minggu
setela$ AR" dimulai sebagai suatu respon inAamasi ter$adap in!eksi oportunistik yang
semula subklinik% @eadaan tersebut terjadi terutama pada pasien dengan gangguan kebalan
tubu$ yang tela$ lanjut% @embalinya !ungsi imunologi dapat pula menimbulkan gejala atipik
dari in!eksi oportunistik% Apabila terjadi penurunan jumla$ -D./ dalam masa pengobatan
terapi lini pertama dan didapat tanda terjadinya toksisitas dapat dipertimbangkan untuk
mengganti terapi
b. Terapi Infeksi Opportunistik
In!eksi oportunistik adala$ penyebab utama morbiditas dan mortalitas AIDS dengan angka
sekitar ?*B% "erapi antibiotik atau kemoterapeutik disesuaikan dengan in!eksi#in!eksi yang
sebetulnya berasal dari mikroorganisme dengan virulensi renda$ yang ada di sekitar kita
se$ingga jenis in!eksi sangat tergantung dari lingkungan dan cara $idup penderita
Hampir C2B penderita HIV/AIDS mengalami komplikasi pulmonologis dimana pneumonia
karena P.carinii merupakan in!eksi oportunistik tersering diikuti ole$ in!eksi M tuberculosis
pneumonia bakterial dan jamur sedangkan pneumonia viral lebi$ jarang terjadi%Alasan
terpenting mengapa sering terjadi komplikasi pulmonologis pada in!eksi HIV adala$
konsekuensi anatomis paru se$ingga terpapar secara kronis ter$adap ba$an#ba$an in!eksius
maupun nonin!eksius dari luar (eksogen) di sisi lain juga terjadi paparan secara $ematogen
ter$adap virus HIV (endogen) yang melema$kan sistem imun% @omplikasi pulmonologis
terutama akibat in!eksi oportunistik merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas utama
serta bisa terjadi pada semua stadium dengan berbagai mani!estasi (1aterson et al. )***)%
>anajemen 1-1 tergantung dari derajat berat#ringannya pneumonia yang terjadi% 1ada
pneumonia yang sedang#berat atau berat penderita $arus di ra&at di ruma$ sakit karena
mungkin memerlukan bantuan ventilator (sekitar .*B kasus)% ,bat pili$an adala$
kotrimoksa4ol intravena dosis tinggi% "erapi antibiotika ini diberikan selama )3 $ari%
1enderita yang berespon baik dengan antibiotika intravena dapat melanjutkan terapi
dengan antibiotika per oral untuk jika suda$ memungkinkan% Hipoksemia yang signi(kan
(1a,) D E* mmHg atau gradien arterial#alveoler F 02) memerlukan kortikosteroid dan
diberikan sesegera mungkin (dalam E) jam) belum terapi antibiotika untuk menekan risiko
komplikasi dan memperbaiki prognosis%3C3+ 1ada kasus#kasus ringan#sedang dapat
diberikan kotrimoksa4ol oral dengan dosis ) G ?C* mg selama )3 $ari% Alternati! terapi
lainnya untuk 1-1 berat adala$ pentamidin intravena (pili$an kedua) dan klindamisin plus
primakuin (pili$an ketiga) sedangkan 1-1 ringan#sedang dapat diberikan dapsone plus
trimetoprim klindamisin plus primakuin atova<uone atau trimetreGate plus leucovorin
(Harris dan 6olus )**+)%
"uberkulosis paru ("6 paru) masi$ merupakan problem penting pada in!eksi HIV/AIDS dan
menjadi penyebab kematian pada sekitar 33B penderita% 6erdasarkan data 'orld Healt$
,rgani4ation ('H,) pada ak$ir ta$un )*** kira#kira 332 juta orang penderita in!eksi HIV di
dunia mengalami ko#in!eksi >% tuberculosis dan meningkatkan risiko kematian sebesar ) kali
lipat dibandingkan tanpa tuberkulosis dan seiring dengan derajat beratnya imunosupresi
yang terjadi (Hatell )*3*)%
1enatalaksanaan "6 paru dengan in!eksi HIV pada dasarnya sama dengan tanpa in!eksi HIV%
Saat pemberian obat pada koin!eksi "6-#HIV $arus memper$atikan jumla$ -D. dan sesuai
dengan rekomendasi yang ada% 5amun pada beberapa atudi mendapatkan tingginya angka
kekambu$an pada penderita yang menerima ,bat Anti "uberkulosis (,A") selama C bulan
dibandingkan dengan ?#3) bulan (Harris dan 6olus )**+)%
"erdapat interaksi antara obat ARV dengan ,A" terutama ri!ampicin karena rangsangannya
ter$adap aktivitas sistem en4im liver sitokrom 1.2* yang memetabolisme 1I dan 55R"I
se$ingga terjadi penurunan kadar 1I dan 55R"I dalam dara$ sampai kadar sub#terapeutik
yang berakibat incomplete viral suppresion dan timbulnya resistensi obat% 1rotease in$ibitor
dan 55R"I dapat pula mempertinggi atau meng$ambat sistem en4im ini dan berakibat
terganggunya kadar ri!ampicin dalam dara$% Interaksi obat#obat ini ak$irnya berakibat tidak
e!ekti!nya se$ingga terjadi penurunan kadar 1I dan 55R"I dalam dara$ sampai kadar sub#
terapeutik yang berakibat incomplete viral suppresion dan timbulnya resistensi obat%
1rotease in$ibitor dan 55R"I dapat pula mempertinggi atau meng$ambat sistem en4im ini
dan berakibat terganggunya kadar ri!ampicin dalam dara$% Interaksi obat#obat ini ak$irnya
berakibat tidak e!ekti!nya obat ARV dan terapi tuberkulosis serta meningkatnya risiko
toksisitas obat se$ingga pemakaian bersama obat#obat tersebut tidak direkomendasikan
Sarkoma @aposi jenis endemik merupakan mani!estasi keganasan yang paling sering
dijumpai pada penderita HIV/AIDS% 1enyakit yang disebabkan ole$ -ytomegalovirus ini
ditandai dengan lesi#lesi tersebar di daera$ mukokutan batang tubu$ tungkai atas dan
ba&a$ muka dan rongga mulut% 6entuk lesi berupa makula eritematosa agak menimbul
ber&arna $ijau kekuningan sampai violet% -ara penularannya melalui kontak seksual%
@arsinoma sel skuamosa tipe in situ maupun invasi! di daera$ anogenitalI lim!oma terutama
neoplasma sel lim!osit 6I keganasan kulit non melanoma serta nevus displastik dan
melanoma merupakan neoplasma lainnya yang sering dijumpai pada penderita HIV/AIDS%
Seperti $alnya keganasan lain tetapi sarkoma @aposi akan lebi$ e!ekti! bila dalam keadaan
baru dan besarnya terbatas% Radiasi kemoterapi dan imunomodulator inter!eron tela$
dicoba yang sebenarnya lebi$ ditujukan untuk memperpanjang masa $idup se$ingga lama
terapi sulit ditentukan
Dalam keadaan tidak dapat mengurus dirinya sendiri atau dik$a&atirkan sangat menular
sebaiknya penderita dira&at di Ruma$ Sakit tipe A atau 6 yang mempunyai berbagai disiplin
kea$lian dan !asilitas I-J% 1era&atan dilakukan di Jnit sesuai dengan gejala klinis yang
menonjol pada penderita% Harapan untuk sembu$ memang sulit se$ingga perlu pera&atan
dan per$atian penu$ termasuk memberikan dukungan moral se$ingga rasa takut dan
!rustrasi penderita dapat dikurangi% Huna mencega$ penularan di ruma$ sakit ter$adap
penderita lain yang dira&at maupun ter$adap tenaga kese$atan dan keluarga penderita
perlu diberikan penjelasan#penjelasan k$usus% 1era&atan k$usus diperuntukkan dalam $al
perlakuan spesimen yang potensial sebagai sumber penularan% 1etugas yang mera&at perlu
mempergunakan alat#alat pelindung seperti masker sarung tangan yang jasa pelindung
pelindung mata melindungi kulit terluka dari kemungkinan kontak dengan cairan tubu$
penderita dan mencega$ supaya tidak terkena ba$an/sampa$ penderita
Sumber lain mengatakan 1enatalaksanaan HIV #AIDS pada dasarnya meliputi aspek >edis
@linis 1sikologis dan Aspek Sosial%
3% Aspek >edis meliputi K
a% 1engobatan Suporti!%
1enilaian gi4i penderita sangat perlu dilakukan dari a&al se$ingga tidak terjadi $al $al yang
berlebi$an dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat
menyebabkan perburukan keadaan penderita dengan cepat% 1enyajian makanan $endaknya
bervariati! se$ingga penderita dapat tetap berselera makan% 6ila na!su makan penderita
sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat Anabolik Steroid% 1roses 1enyedian
makanan sangat perlu diper$atikan agar pada saat proses tidak terjadi penularan yang !atal
tanpa kita sadari% Seperti misalnya pemakaian alat#alat memasak pisau untuk memotong
daging tidak bole$ digunakan untuk mengupas bua$ $al ini di maksudkan untuk mencega$
terjadinya penularan "oksoplasma begitu juga sebaliknya untuk mencega$ penularan jamur%
b% 1encega$an dan pengobatan in!eksi ,portunistik%
>eliputi penyakit in!eksi ,portunistik yang sering terdapat pada penderita in!eksi HIV dan
AIDS%
3) "uberkulosis
Sejak epidemi AIDS maka kasus "6- meningkat kembali% Dosis I5H 0** mg setiap $ari
dengan vit 6C 2* mg paling tidak untuk masa satu ta$un%
)) "oksoplasmosis
Sangat perlu diper$atikan makanan yang kurang masak terutama daging yang kurang
matang% ,bat K ">1#S>L 3 dosis/$ari%
0) ->V
Virus ini dapat menyebabkan Retinitis dan dapat menimbulkan kebutaam% 8nse!alitis
1nemonitis pada paru in!eksi saluran cernak yang dapat menyebabkan luka pada usus%
,bat K Hansiklovir kapsul 3 gram tiga kali se$ari%
.) Mamur
Mamur yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adala$ jamur @andida% ,bat K
5istatin 2**%*** u per $ari 9lukona4ol 3** mg per $ari%
c% 1engobatan Antiretroviral (ARV)
3) Mangan gunakan obat tunggal atau ) obat
)) Selalu gunakan minimal kombinasi 0 ARV disebut NHAAR"O (Hig$ly Active Anti Retroviral
t$erapy)
0) @ombinasi ARV lini pertama pasien naPve (belum perna$ pakai ARV sebelumnya) yang
dianjurkan K )5R"I / 3 55R"I%
.) Di Indonesia K
a) :ini pertama K A7" / 0"- / 89V atau 5V1
b) Alternati! K d." / 0"- / 89V atau 5V1 A7" atau d." / 0"- / 31I (:1V/r)
2) "erapi seumur $idup mutlak perlu kepatu$an karena resiko cepat terjadi resisten bila
sering lupa minum obat%
)% Aspek 1sikologis meliputi K
a% 1era&atan personal dan di$argai
b% >empunyai seseorang untuk diajak bicara tentang masala$#masala$nya
c% Ma&aban#ja&aban yang jujur dari lingkungannya
d% "indak lanjut medis
e% >engurangi peng$alang untuk pengobatan
!% 1endidikan/penyulu$an tentang kondisi mereka
0% Aspek Sosial%
Seorang penderita HIV AIDS setidaknya membutu$kan bentuk dukungan dari lingkungan
sosialnya% Dimensi dukungan sosial meliputi 0 $alK
a% !motional support miliputiI perasaan nyaman di$argai dicintai dan diper$atikan
b% "ognitive support meliputi in!ormasi pengeta$uan dan nase$at
c% Materials support meliputi bantuan / pelayanan berupa sesuatu barang dalam
mengatasi suatu masala$
Dukungan sosial terutama dalam konteks $ubungan yang akrab atau kualitas $ubungan
perka&inan dan keluarga barangkali merupakan sumber dukungan sosial yang paling
penting% membedakan empat jenis dimensi dukungan social K
a% Dukungan 8mosional
>encakup ungkapan empati kepedulian dan per$atian ter$adap pasien dengan HIV AIDS
yang bersangkutan
b% Dukungan 1eng$argaan
"erjadi le&at ungkapan $ormat / peng$argaan positi! untuk orang lain itu dorongan maju
atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu dan perbandingan positi! orang itu
dengan orang lain
c% Dukungan Instrumental
>encakup bantuan langsung misalnya orang memberi pinjaman uang kepada penderita HIV
AIDS yang membutu$kan untuk pengobatannya
d% Dukungan In!ormati!
>encakup pemberian nase$at petunjuk sarana%
@esimpulanya K
3%1engendalian In!eksi ,purtunistik 6ertujuan meng$ilangkan mengendalikan dan
pemuli$an in!eksi opurtunistik nasokomial atau sepsis% "idakan pengendalian in!eksi yang
aman untuk mencega$ kontaminasi bakteri dan komplikasi penyebab sepsis $arus
diperta$ankan bagi pasien di lingkungan pera&atan kritis%
)%"erapi A7" (A4idotimidin) Disetujui 9DA (3?+E) untuk penggunaan obat antiviral A7" yang
e!ekti! ter$adap AIDS obat ini meng$ambat replikasi antiviral Human Immunode(ciency
Virus (HIV) dengan meng$ambat en4im pembalik traskriptase% Sekarang A7" tersedia untuk
pasien dengan Human Immunode(ciency Virus (HIV) positi! asimptomatik dan sel ". F 2**
mm0%
0%"erapi Antiviral 6aru 6eberapa antiviral baru yang meningkatkan aktivitas system imun
dengan meng$ambat replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya%
,bat#obat ini adala$ K a%Didanosine b%Ribavirin c%DiedoGycytidine d%Recombinant -D . dapat
larut%
.%Vaksin dan Rekonstruksi Virus Jpaya rekonstruksi imun dan vaksin dengan agen tersebut
seperti inter!eron maka pera&at unit k$usus pera&atan kritis dapat menggunakan kea$lian
dibidang proses kepera&atan dan penelitian untuk menunjang pema$aman dan
keber$asilan terapi AIDS%
2%1endidikan untuk meng$indari alco$ol dan obat terlarang makan#makanan se$at$indari
stressgi4i yang kurangalco$ol dan obat#obatan yang mengganggu !ungsi imun%
J.Pencegahan
3%A (Abstinent)K 1uasa jangan melakukan $ubungan seksual yang tidak sa$
)%6 (6e 9ait$!ul)Setiala$ pada pasangan melakukan $ubungan seksual $anya dengan
pasangan yang sa$
0%- (use -ondom) 1ergunakan kondom saat melakukan $ubungan seksual bila berisiko
menularkan/tertular penyakit
.%D (DonQt use Drugs) Hindari penyala$gunaan narkoba
2%8 (8ducation) 8dukasi sebarkan in!ormasi yang benar tentang HIV/AIDS dalam setiap
kesempatan
@egiatan pencega$an bagi kemungkinan penyebarluasan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan
tujuan
a) >encega$ tertular virus dari pengidap HIV/AIDS%
b) >encega$ agar virus HIV tidak tertularkan kepada orang lain
-ara penularan dan beberapa $al yang perlu diper$atikan agar tidak tertular ole$ virus HIV
ini adala$ K
3) 6erperilaku seksual secara &ajar
Risiko tinggi penularan secara seksual adala$ para pelaku $omoseksual biseksual dan
$eteroseksual yang promiskuitas% 1enggunaan kondom pada $ubungan seks merupakan
usa$a yang ber$asil untuk mencega$ penularanI sedangkan spermisida atau vaginal
sponge tidak meng$ambat penularan HIV%
)) 6erperilaku mempergunakan peralatan suntik yang suci $ama 1enularan melalui
peralatan ini banyak terdapat pada golongan muda pengguna narkotik suntik se$ingga
rantai penularan $arus di&aspadai% Muga penyaringan yang ketat ter$adap calon donor dara$
dapat mengurangipenyebaran HIV melalui trans!usi dara$(0+)%
0) 1enularan lainnya yang sangat muda$ adala$ melalui cara perinatal% Seorang &anita
$amil yang tela$ terin!eksi HIV risiko penularan kepada janinnya sebesar 2*B%
Jntuk mencega$ agar virus HIV tidak ditularkan ke orang lain dapat dilakukan dengan cara
bimbingan kepada penderita HIV yang berperilaku seksual tidak aman supaya menjaga diri
agar tidak menjadi sumber penularan% 1engguna narkotik suntik yang seropositi! agar tidak
memberikan peralatan suntiknya kepada orang lain untuk dipakaiI donor dara$ tidak
dilakukan lagi ole$ penderita seropositi! dan &anita yang seropositi! lebi$ aman bila tidak
$amil lagi
Keaspa!aan "niversal
@e&aspadaan Jniversal yaitu tindakan pengendalian in!eksi yang dilakukan ole$ seluru$
tenaga kese$atan untuk mengurangi resiko penyebaran in!eksi dan didasarkan pada prinsip
ba$&a dara$ dan cairan tubu$ dapat berpotensi menularkan penyakit baik berasal dari
pasien maupun petugas kese$atan (5ursalam )**E)% 1rinsip ke&aspadaan universal
(universal precaution) di pelayanan kese$atan adala$ menjaga $ygiene sanitasi individu
$ygiene sanitasi ruangan serta sterilisasi peralatan% Hal ini penting mengingat sebagian
besar yang terin!eksi virus le&at dara$ seperti HIV dan HI6 tidak menunjukan gejala (sik%
@e&aspadaan universal diterapkan untuk melindungi setiap orang (pasien dan petugas
kese$atan) apaka$ mereka terin!eksi atau tidak% @e&aspadaan universal berlaku untuk
dara$ sekresi ekskresi (kecuali keringat) luka pada kulit dan selaput lendir% 1enerapan
standar ini penting untuk mengurangi risiko penularan mikroorganisme yang berasal dari
sumber in!eksi yang diketa$ui atau tidak diketa$ui (misalnya pasien benda terkontaminasi
jarum suntik bekas pakai dan spuit) di dalam system pelayanan kese$atan% @etiga prinsip
tersebut di jabarkan menjadi lima kegiatan pokok yaitu mencuci tangan guna mencega$
in!eksi silang pemakaian alat pelindung diantaranya pemakaian sarung tangan guna
mencega$ kontak dengan dara$ serta cairan in!eksius lain pengelolaan alat kese$atan
pengelolaan alat tajam untuk mencega$ perlukaan dan pengelolaan limba$ %
#uci Tangan
>encuci tangan merupakan teknik dasar yang paling penting dalam pencega$an dan
pengontrolan in!eksi% "ujuan mencuci tangan adala$ untuk membuang kotoran dan
organisme yang menempel dari tangan dan untuk mengurangi jumla$ mikroba total pada
saat itu% >ikroorganisme pada kulit manusia dapat diklasi(kasikan dalam dua kelompok
yaitu Aora residen dan Aora transien% 9lora residen adala$ mikrorganisme yang secara
konsisten dapat diisolasi dari tangan manusia tidak muda$ di$ilangkan dengan gesekan
mekanis yang tela$ beradaptasi pada ke$idupan tangan manusia% 9lora transien yang Aora
transit atau Aora kontaminasi yang jenisnya tergantung dari lingkungan tempat bekerja%
>ikroorganisme ini dengan muda$ dapat di$ilangkan dari permukaan dengan gesekan
mekanis dan pencucian dengan sabun atau detergen% -uci tangan $arus dilakukan dengan
benar sebelum dan sesuda$ melakukan tindakan pera&atan &alupun memakai sarung
tangan atau alat pelindung lain untuk meng$ilangkan atau mengurangi mikrorganisme yang
ada di tangan se$ingga penyebaran penyakit dapat di kurangi dan lingkungan terjaga dari
in!eksi% "angan $arus di cuci sebelum dan sesuda$ memakai sarung tangan% -uci tangan
tidak dapat digantikan ole$ pemakaian sarung tangan% >encuci tangan dilakukan sebelum
dan sesuda$ melakukan tindakan kepera&atan &alaupun memakai sarung tangan dan alat
pelindung lain% "indakan ini untuk meng$ilangkan atau mengurangi mikroorganisme yang
ada di tangan se$ingga penyebaran in!eksi dapat dikurangi dan lingkungan kerja tetap
terjaga% -uci tangan dilakukan pada saat sebelumI memeriksa (kontak langsung dengan
pasien) memakai sarung tangan ketika akan melakukan menyuntik dan pemasangan in!us%
-uci tangan $arus dilakukan pada saat yang diantisipasi akan terjadi perpinda$an kuman
-uci tangan $igienik atau rutin yang ber!ungsi mengurangi kotoran dan Aora yang ada di
tangan dengan menggunakan sabun atau detergen% -uci tangan aseptic yaitu cuci tangan
yang dilakukan sebelum tindakan aseptik pada pasien dengan menggunakan antiseptik%
-uci tangan beda$ yaitu cuci tangan yang dilakukan sebelum melakukan tindakan beda$
aseptik dengan antiseptik dan sikat steril% :angka$ mencuci tangan (1otter R 1erry )**2)
adala$ sebagai berikutK
3% Hunakan &astapel yang muda$ digapai dengan air mengalir yang $angat sabun
biasa atau sabun antimikrobial lap tangan kertas atau pengering%
)% :epaskan lap tangan dan gulung lengan panjang keatas pergelangan tangan%
0% Hindari memakai cincin lepaskan selama mencuci tangan%
.% Maga supaya kuku tetap pendek dan datar%
2% Inspeksi permukaan tangan dan jari akan adanya luka atau sayatan pada kulit dan
kutikula%
C% 6erdiri didepan &astapel% Maga agar tangan dan seragam tidak menyentu$ &astapel%
E% Alirkan air% "ekan pedal dengan kaki untuk mengatur aliran dan su$u atau dorong
pedal lutut secara lateral untuk mengatur aliran dan su$u%
+% Hindari percikan air mengenai seragam%
?% Atur aliran air se$ingga su$u $angat%
3*% 6asa$i tangan dan lengan ba&a$ dengan seksama sebelum mengalirkan air $angat%
1erta$ankan supaya tangan dan lengan ba&a$ lebi$ renda$ dari pada siku selama mencuci
tangan%
33% "aru$ sedikit sabun biasa atau sabun anti mikrobial cair pada tangan sabuni dengan
seksama%
3)% Hosok kedua tangan dengan cepat paling sedikit 3* S 32 detik% Malin jari#jari tangan dan
gosok telapak dan bagian punggung tangan dengan dengan gerakan sirkuler paling sedikit
masing#masing lima kali% 1erta$ankan supaya ujung jari berada diba&a$ untuk
memungkinkan pemusna$an mikroorganisme%
30% Mika daera$ di ba&a$ kuku kotor bersi$kan dengan kuku jari tangan yang satunya dan
tamba$ sabun atau stik orange#ood yang bersi$
3.% 6ilas tangan dan pergelangan tangan dengan seksama perta$ankan supaya letak
tangan diba&a$ siku
32% @eringkan tangan dengan seksama dan jari tangan ke pergelangan tangan dan lengan
ba&a$ dengan $anduk kertas (tisue) atau pengering%
3C% Mika digunakan buang $anduk kertas pada tempat yang tepat%
3E% "utup air dengan kaki dan pedal lutut%
-uci tangan $arus dilakukan pada saat yang di antisipasi akan terjadi perpinda$an kuman
melalui tangan yaitu sebelum malakukan suatu tindakan yang se$arusnya dilakukan secara
bersi$ dan setela$ melakukan tindakan yang memungkinkan terjadi pencemaran sepertiK
Sebelum melakukan tindakan misalnya memulai pekerjaan saat akan memeriksa saat akan
memakai sarung tangan yang steril atau sarung tangan yang tela$ didesin!eksi tingkat
tinggi untuk melakukan tindakan saat akan melakukan peralatan yang tela$ di D"" saat
akan injeksi saat $endak pulang ke ruma$% Setela$ melakukan tindakan yang
memungkinkan terjadi pencemaran% >isalnya setala$ memeriksa pasien setela$ mamakai
alat bekas pakai dan ba$an lain yang beresiko terkontaminasi setela$ menyentu$ selaput
mukosa dara$ atau cairan tubu$ lain setela$ membuka sarung tangan%
Sarana cuci tangan adala$ ketersediaan air mengalir dengan saluran pembuangan atau bak
penampungan yang memadai% Dengan guyuran air mengalir tersebut di$arapkan
mikroorganisme akan terlepas ditamba$ gesekan mekanis atau kimia&i saat mencuci
tangan mikroorganisme akan ter$alau dan tidak menempel lagi di permukaan kulit% Air
mengalir tersebut dapat berupa kran atau dengan cara mengguyur dengan gayung%
1enggunaan sabun tidak membunu$ mikroorganisme tetapi meng$ambat dan mengurangi
jumla$ mikroorganisme dengan jalan mengurangi tegangan permukaan se$ingga
mikroorganisme muda$ terlepas dari permukaan kulit % Mumla$ mikroorganisme akan
berkurang dengan sering mencuci tangan%
:arutan antiseptik atau anti mikroba topikal yang dipakai pada kulit atau jaringan $idup lain
meng$ambat aktivitas atau membunu$ mikroorganisme pada kulit% @ulit manusia tidak
dapat disterilkan% "ujuan yang ingin dicapai adala$ penurunan jumla$ mikroorganisme pada
kulit secara maksimal terutama pada kuman transien% @riteria memili$ antiseptik adala$
sebagai berikutK
3% 8!ekti(tas
)% @ecepatan aktivitas a&al
0% 8!ek residu aksi yang lama setela$ pemakaian untuk meredam pertumbu$an%
.% "idak mengakibatkan iritasai kulit
2% "idak menyebabkan alergi
C% A!ekti! sekali pakai tidak perlu diulang#ulang%
E% Dapat diterima secara visual maupun estetik%

Alat Pelin!ung $iri
Alat pelindung diri digunakan untuk melindungi kulit dan selaput lender petugas dari resiko
pajanan dara$ semua jenis cairan tubu$ sekret atau ekskreta kulit yang tidak utu$ dan
selaput lendir pasien% Menis tindakan yang beresiko mencakup tindakan rutin% Menis alat
pelindungK Sarung tangan masker dan gaun pelindung% "idak semua alat pelindung tubu$
$arus dipakai tetapi tergantung pada jenis tindakan yang akan dikerjakan%
a. %arung Tangan
1emakaian sarung tangan bertujuan untuk melindungi tangan dari kontak dengan dara$
semua jenis cairan tubu$ sekret ekskreta kulit yang tidak utu$ selaput lendir pasien dan
benda yang terkontaminasi% Sarung tangan $arus selalu dipakai ole$ setiap petugas
sebelum kontak dengan dara$ atau semua jenis cairan tubu$% Menis sarung tangan yang
dipakai di sarana kese$atan yaitu K
# Sarung tangan bersi$ adala$ sarung tangan yang didesin!eksi tingkat tinggi dan
digunakan sebelum tindakan rutin pada kulit dan selaput lendir% >isalnya tindakan medis
pemeriksaaan dalam mera&at luka terbuka%
# Sarung tangan steril adala$ sarung tangan yang disterilkan dan $arus digunakan pada
tindakan beda$% 6ila tidak ada sarung tangan steril baru dapat digunakan sarung tangan
yang didesin!eksi tingkat tinggi%
# Sarung tangan ruma$ tangga adala$ sarung tangan yang terbuat dari lateG atau vinil
yang tebal% Sarung tangan ini dipakai pada &aktu membersi$kan alat kese$atan sarung
tangan ini bisa dipakai lagi bila suda$ dicuci dan dibilas bersi$%
Sarung tangan ini $arus selalu dipakai pada saat melakukan tindakan yang kontak atau
diperkirakan akan terjadi kontak dengan dara$ cairan tubu$ sekret kulit yang tidak utu$
selaput lendir pasien dan benda terkontaminsi% ;ang $arus diper$atikan ketika
menggunakan sarung tangan yaitu gunakan sarung tangan yang berbeda untuk setiap
pasien segera lepas sarung tangan apabila tela$ selesai dengan satu pasien dan ganti
dengan sarung tangan yang lain apabila menangani sarung tangan lain% Hindari jama$an
pada benda lain selain yang ber$ubungan dengan tindakan yang sedang dilakukan% "idak
dianjurkan menggunakan sarung tangan rangkap karena akan menurunkan kepekaan%
@ecuali dalam keadaan k$usus seperti tindakan yang menggunakan &aktu lama lebi$ C*
menit% tindakan yang ber$ubungan dengan dara$ atau cairan tubu$ yang banyak bila
memakai sarung tangan ulang se$arusnya sekali pakai% 1rosedur pemakaian sarung tangan
steril adala$ sebagai berikutK
3% -uci tangan
)% Siapkan area yang cukup luas bersi$ dan kering untuk membuka paket sarung
tangan% 1er$atikan tempat menaru$nya (steril atau minimal D"")
0% 6uka pembungkus sarung tangan minta bantuan petugas lain untuk membuka
pembungkus sarung tangan% :etakan sarung tangan dengan bagian telapak tangan
meng$adap keatas
.% Ambil sala$ satu sarung tangan dengan memegang pada sisi sebela$ dalam
lipatannya yaitu bagian yang akan bersentu$an dengan kulit tangan saat dipakai
2% 1osisikan sarung tangan setinggi pinggang dan menggantung ke lantai se$ingga
bagian lubang jari#jari tangannya terbuka% >asukan tangan (jaga sarung tangan supaya
tidak menyentu$ permukaan)
C% Ambil sarung tangan kedua dengan cara menyelipkan jari#jari tangan yang suda$
memakai sarung tangan ke bagian lipatannya yaitu bagian yang tidak akan
bersentu$an dengan kulit tangan saat dipakai
E% 1asang sarung tangan yang kedua dengan cara memasukan jari#jari tangan yang
belum memakai sarung tangan kemudian luruskan lipatan dan atur posisi sarung
tangan se$ingga terasa pas dan enak ditangan
b. Pelin!ung &a'ah ((asker)
1emakaian pelindung &aja$ ini dimaksudkan untuk melindungi selaput lender $idung mulut
selama melakukan pera&atan pasien yang memungkinkan terjadi percikan dara$ dan cairan
tubu$ lain% >asker tanpa kaca mata $anya digunakan pada saat tertentu misalnya mera&at
pasien tuberkulosa terbuka tanpa luka bagian kulit atau perdara$an% >asker kaca mata dan
pelindung &aja$ secara bersamaan digunakan petugas yang melaksanakan atau membantu
melaksanakan tindakan beresiko tinggi terpajan lama ole$ dara$ dan cairan tubu$ lainnya
antara lain pembersi$an luka membalut luka mengganti kateter atau dekontaminasi alat
bekas pakai% 6ila ada indikasi untuk memakai ketiga macam alat pelindung tersebut maka
masker selalu dipasang da$ulu sebelum memakai gaun pelindung atau sarung tangan
ba$kan sebelum melakukan cuci tangan beda$% :angka$ S langka$ pemakaian masker
sebagai berikutK
3% Ambil bagian tepi atas masker (biasaanya sepanjang tepi tersebut / metal yang tipis)%
)% 1egang masker pada dua tali atau ikatan bagian atas% Ikatan dua tali atas pada
bagian atas belakang kepala dengan tali mele&ati atas telinga%
0% Ikatkan dua tali bagian ba&a$ pas eratnya sekeliling le$er dengan masker sampai
keba&a$ dagu%
.% Dengan lembut jepitkan pita metal bagian atas pada batang $idung%
c. )aun Pelin!ung
Haun pelindung merupakan sala$ satu jenis pakaian kerja% Menis ba$an sedapat mungkin
tidak tembus cairan% "ujuan pemakaian gaun pelindung adala$ untuk melindungi petugas
dari kemungkinan genangan atau percikan dara$ atau cairan tubu$ lain% gaun pelindung
$arus dipakai apabila ada indikasi seperti $alnya pada saat membersi$kan luka melakukan
irigasi melakukan tindakan drainase menuangkan cairan terkontaminasi ke dalam lubang
&c mengganti pembalut menangani pasien dengan perdara$an masi!% Sebaiknya setiap
kali dinas selalu memakai pakaian kerja yang bersi$ termasuk gaun pelindung% Haun
pelindung $arus segera diganti bila terkena kotoran dara$ atau cairan tubu$% -ara
menggunakan gaun pelindung sebagai berikutK
3% Hanya bagian luar saja yang terkontaminasi karena tujuan pemakaian gaun untuk
melindungi pemakai dari in!eksi%
)% Haun dapat dipakai sendiri ole$ pemakai atau dipakaikan ole$ orang lain%
Pengelolaan Alat*Alat Kesehatan
1engelolaan alat kese$atan bertujuan untuk mencega$ penyebaran in!eksi melalui alat
kese$atan atau untuk menjamin alat tersebut dalam kondisi steril dan siap pakai% Semua
alat ba$an dan obat yang akan dimasukan ke dalam jaringan di ba&a$ kulit $arus dalam
keadaan steril% 1roses penatalaksanaan peralatan dilakukan melalui . ta$ap kegiatan yaitu
dekontaminasi pencucian sterilisasi atau DD" dan penyimpanan% 1emili$an cara
pengelolaan alat kese$atan tergantung pada kegunaan alat tersebut dan ber$ubungan
dengan tingkat resiko penyebaran in!eksi%
a. $ekonta+inasi
Dekontaminasi adala$ meng$ilangkan mikroorganisme patogen dan kotoran dari suatu
benda se$ingga aman untuk pengelolaan selanjutnya dan dilakukan sebagai langka$
pertama bagi pengelolaan pencemaran lingkungan seperti misalnya tumpa$an dara$ atau
cairan tubu$ Muga sebagai langaka$ pertama pengelolaan limba$ yang tidak dimusna$an
dengan cara insinerasi atau pembakaran% Dekontaminasi bertujuan untuk mencega$
penyebaran in!eksi melalui alat kese$atan atau suatu permukaan benda se$ingga dapat
melindungi petugas atau pun pasien% Dekontaminasi dilakukan dengan menggunakan ba$an
desin!ektan yaitu suatu ba$an atau larutan kimia yang digunakan untuk membunu$
mikroorganisme pada benda mati dan tidak digunakan untuk kulit atau jaringan mukosa%
Sala$ satu yang biasa dipakai terutama di negara berkembang seperti Indonesia adala$
larutan klorin *2B atau **2 B sesuai dengan intensitas cemaran dan jenis alat atau
permukaan yang akan didekontaminasi% @arena demikian banyak macam dan bentuk alat
kese$atan maka perlu dipili$ cara dekontaminasi yang tepat% Ada tiga macam pertimbangan
dalam memili$ cara dekontaminasi yaitu keamanan e(kasi atau e!ekti(tas dan e(sien%
@eamanan dan e!ekti(tas merupakan pertimbangan utama sedang e(sien dapat
dipertimbangkan kemudian setela$ keamanan dan e!ekti(tas terpenu$i% ;ang
dipertimbangkan dalam keamanan adala$ antisi!asi terjadinya kecelakaan atau penyakit
pada petugas kese$atan yang mengelola benda#benda terkontaminasi dan melakukan
proses dekontaminasi% Sedapat mungkin pemila$an dilakukan ole$ si pemakai ditempat
segera setela$ selesai pemakaian selagi mereka masi$ menggunakan pelindung yang
memadai se$ingga pajanan pada petugas dapat diminimalkan%
b. Pencucian alat
Setela$ dekontaminasi dilakukan pembersi$an yang merupakan langka$ penting yang $arus
dilakukan% "anpa pembersi$an yang memadai maka pada umumnya proses disen!eksi atau
selanjutnya menjadi tidak e!ekti!% @otoran yang tertinggal dapat mempengaru$i !ungsinya
atau menyebabkan reaksi pirogen bila masuk ke dalam tubu$ pasien% 1ada alat kese$atan
yang tidak terkontaminasi dengan dara$ misalnya kursi roda alat pengukur tekanan dara$
in!us pump dsb% -ukup dilap dengan larutan detergen namun apabila jelas terkontaminasi
dengan dara$ maka diperlukan desin!ektan.
1embersi$an dengan cara mencuci adala$ meng$ilangkan segala kotoran yang kasat mata
dari benda dan permukaan benda dengan sabun atau detergen air dan sikat% @ecuali
meng$ilangkan kotoran pencucian akan semakin menurunkan jumla$ mikroorganisme yang
potensial menjadi penyebab in!eksi melalui alat kese$atan atau suatu permukaan benda dan
juga mempersiapkan alat untuk kontak langsung dengan desin!ektan atau ba$an sterilisasi
se$ingga dapat berjalan secara sempurna% 1ada pencucian digunakan detergen dan air%
1encucian $arus dilakukan dengan teliti se$ingga dara$ atau cairan tubu$ lain betul#betul
$ilang dari permukaan tersebut% 1encucian yang $anya mengandalkan air tidak dapat
meng$ilangkan minyak protein dan partikel#partikel% "idak dianjurkan mencuci dengan
menggunakan sabun biasa untuk membersi$kan peralatan karena sabun yang bereaksi
dengan air akan menimbulkan residu yang sulit untuk di$ilangkan%
c. $isinfeksi !an %terilisasi
Seperti suda$ dibicarakan sebelumnya ba$&a !aktor resiko in!eksi disarana kese$atan
adala$ pengelolaan alat kese$atan atau cara dekontaminasi dan desin!eksi yang kurang
tepat% 1engelolaan alat dikategorikan menjadi 0 yaituK
Resiko tinggi
Suatu alat termasuk dalam kategori resiko tinggi karena penggunaan alat tersebut beresiko
tinggi untuk menyebabkan in!eksi apabila alat tersebut terkontaminasi ole$ mikroorganisme
atau spora bakterial% Alat tersebut mutlak perlu dalam keadaan steril karena
penggunaannya menembus jaringan atau sistem pembulu$ dara$ yang steril% Dalam
kategori ini meliputi alat kese$atan beda$ kateter jantung dan alat yang ditanam% Alat#alat
tersebut $arus dalam keadaan steril pada saat pembeliaannya atau bila mungkin disterilkan
dengan otokla!% Apabila alat itu tidak ta$an panas maka sterilisasi dilakukan dengan etilen
oksida atau kalau terpaksa apabila cara lain tidak memungkinkan dilakukan streilisasi
kimia&i seperi dengan glutaralde$ide )B atau $idrogen peroksida CB% -ara tersebut $arus
tetap memper$atikan persyaratan yang $arus dipenu$i yaitu pencucian yang cermat
sebelumnya%
Resiko sedang
Alat yang digunakan untuk menyentu$ lapisan mukosa atau kulit yang tidak utu$ $arus
bebas dari semua mikroorganisme kecuali spora% :apisan mukosa yang utu$ pada umumnya
dapat mena$an in!eksi spora tetapi tetap rentan ter$adap in!eksi basil "6- dan virus yang
termasuk dalam kategori resiko sedang antara lain alat untuk terapi perna!asan alat
anestesi endoskopi dan ring diag!ragma% Alat beresiko sedang memerlukan paling tidak
desin!eksi tingkat tinggi baik secara pasteurisasi atau kimia&i% 1emili$an proses desin!eksi
$arus memper$atikan e!ek sampingnya seperti klorin yang mempunyai si!at korosi!%
:aparascopi dan artroskopi yang dipakai dengan menmbus jaringan steril secara ideal $arus
disterilkan terlebi$ da$ulu namun biasanya $anya dilakukan disen!eksi tingkat tinggi saja%
Disarankan agar semua alat dibilas dengan air steril untuk meng$indari kontaminasi dengan
mikroorganisme yang berasal dari air seperti mikrobakteria nontuberkulosa dan legionella%
6ila tidak tersedia air steril dapat dengan air biasa diikuti dengan bilasan air alko$ol dan
cepat dikeringkan dengan semprotan udara% Semprotan udara ini dapat mengurangi
cemaran mikroorganisme dan mengurangi kelembaban yang dapat mempercepat
pertumbu$an bakteri%
Resiko renda$
Alat yang masuk dalam kategori resiko renda$ adala$ yang digunakan pada kulit yang utu$
dan bukan untuk lapisan mukosa% @ulit utu$ adala$ perta$anan yang e!ekti! ter$adap in!eksi
semua jenis mikroorganisme ole$ karena itu sterilisasi tidak begitu diperlukan% -onto$ alat
yang masuk kategori resiko renda$ adala$ pispot tensimeter linen tempat tidur peralatan
makan perabotan lantai% 'alaupun peralatan tersebut mempunyai resiko renda$ untuk
menyebabkan in!eksi namun dapat menjadi perantara sekunder dengan jalan
mengkontaminasi tangan petugas kese$atan atau peralatan yang se$arusnya steril ole$
karena itu alat tersebut tetap perlu didesin!eksi dengan disin!eksi tingkat renda$%
Pengelolaan ,en!a Ta'a+
6enda tajam sangat bereskio menyebabkan perlukaan se$ingga meningkatkan terjadinya
penularan penyakit melalui kontak dara$% 1enularan in!eksi HIV $epatitis 6 dan - di sarana
pelayanan kese$atan sebagian besar disebabkan kecelakaan yang dapat dicega$ yaitu
tertusuk jarum suntik dan perlukaan alat tajam lainnya% Jntuk meng$indari perlukaan atau
kecelakaan kerja maka semua benda tajam $arus digunakan sekali pakai dengan demikian
jarum suntik bekas tidak bole$ digunakan lagi% Sterilitas jarum suntik dan alat kese$atan
yang lain yang menembus kulit atau mukosa $arus dapat dijamin% @eadaan steril tidak dapat
dijamin jika alat#alat tersebut didaur ulang &alaupun suda$ di otokla!% "idak dianjurkan
untuk melakukan daur ulang atas pertimbangan peng$ematan karena 3EB kecelakaan kerja
disebabkan ole$ luka tusukan sebelum atau selama pemakaian E*B terjadi sesuda$
pemakaian dan sebelum pembuangan serta 30B sesuda$ pembuangan%$ampir .*B
kecelakaan ini dapat dicega$ dan kebanyakan kecelakaan kerja akibat melakukan
penyarungan jarum suntik setela$ penggunaannya%
1erlu diper$atikan dengan cermat ketika menggunakan jarum suntik atau benda tajam
lainnya% Setiap petugas kese$atan bertanggung ja&ab atas jarum dan alat tajam yang
digunakan sendiri yaitu sejak pembukaan paking penggunaan dekontaminasi $ingga
kepenampungan sementara yang berupa &ada$ alat tusukan% Jntuk menjamin ketaatan
prosedur tersebut maka perlu menyediakan alat limba$ tajam atau tempat pembuangan
alat tajam di setiap ruangan misalnya pada ruang tindakan atau pera&atan yang muda$
dijangkau ole$ petugas% Seperti prosedur pengelolaan alat kese$atan lainnya maka petugas
$arus selalu mengenakan sarung tangan tebal misalnya saat mencuci alat dan alat tajam%
Risiko kecelakaan sering terjadi pada saat meminda$kan alat tajam dari satu orang ke orang
lain ole$ karena itu tidak dianjurkan menyera$kan alat tajan secara langsung melainkan
menggunakan tec$nik tanpa sentu$ (hands $ree) yaitu menggunakan nampan atau alat
perantara dan membiarkan petugas mengambil sendiri dari tempatnya terutama pada
prosedur beda$% Risiko perlukaan dapat ditekan dengan mengupayakan situasi kerja dimana
petugas kese$atan mendapat pandangan bebas tanpa $alangan dengan cara meletakkan
pasien pada posisi yang muda$ dili$at dan mengatur sumber penca$ayaan yang baik% 1ada
dasarnya adala$ menjalankan prosedur kerja yang legeartis seperti pada penggunaan
!orsep atau pingset saat mengerjakan penja$itan%
@ecelakaan yang sering terjadi pada prosedur penyuntikan adala$ pada saat petugas
berusa$a memasukkan kembali jarum suntik bekas pakai kedalam tutupnya ole$ karena itu
sangat tidak dianjurkan untuk menutup kembali jarum suntik tersebut melainkan langsung
buang ke penampungan sementara tanpa menyentu$ atau memanipulasinya seperti
membengkokkannya% Mika jarum terpaksa ditutup kembali (recaping) gunakanla$ dengan
cara penutupan dengan satu tangan untuk mencega$ jari tertusuk jarum% Sebelum dibuang
ketempat pembuangan ak$ir atau tempat pemusna$an maka diperlukan &ada$
penampungan sementara yang bersi!at kedap air dan tidak muda$ bocor serta kedap
tusukan% 'ada$ penampung jarum suntik bekas pakai $arus dapat digunakan dengan satu
tangan agar pada saat memasukkan jarum tidak usa$ memeganginya dengan tangan yang
lain% 'ada$ tersebut ditutup dan diganti setela$ T bagian terisi dengan limba$ dan setela$
ditutup tidak dapat dibuka lagi se$ingga tidak tumpa$% Hal tersebut dimaksudkan agar
meng$indari perlukaan pada pengelolaan yang selanjutnya% Idealnya benda tajam dapat
diinsinerasi tetapi bila tidak mungkin dapat dikubur dan dikaporisasi bersama limba$
lainnya%
Pengeloaan -i+bah
:imba$ dari sarana kese$atan secara umum dibedakan atasK
3% :imba$ ruma$ tangga atau limba$ non medis yaitu limba$ yang tidak kontak dengan
dara$ atau cairan tubu$ lainnya disebut sebagai resiko renda$% yakni sampa$#sampa$
yang di$asilkan dari kegiatan ruang tunggu pasien administrasi%
)% .. :imba$ medis bagian dari sampa$ ruma$ sakit yang berasal dari ba$an yang
mengalami kontak dengan dara$ atau cairan tubu$ lainnya disebut sebagai limba$
beresiko tinggi% 6eberapa limba$ medis dapat berupaK limba$ klinis limba$
laboratorium dara$ atau cairan tubu$ yang lainnya material yang mengandung dara$
seperti perban kassa dan benda#benda dari kamar beda$ sampa$ organik misalnya
potongan tubu$ plasenta benda#benda tajam bekas pakai misal jarum suntik%
1emila$an dilakukan dengan menyediakan sampa$ yang sesuai dengan jenis sampa$ medis%
'ada$#&ada$ tersebut biasanya menggunakan kantong plastik ber&arna misalnya kuning
untuk in!eksius $itam untuk non medis atau &ada$ yang diberi label yang muda$ dibaca%
1e&ada$an sementara sangat diperlukan sebelum sampa$ dibuang% Syarat yang $arus
dipenu$i adala$ K
# Di tempatkan pada daera$ yang muda$ dijangkau petugas pasien dan pengunjung%
# Harus tertutup dan kedap air%
# Hanya bersi!at sementara dan tidak bole$ lebi$ dari satu $ari%
J. PRO)/O%I%
1emaparan ter$adap HIV tidak selalu mengakibatkan penularan beberapa orang yang
terpapar HIV selama berta$un#ta$un bisa tidak terin!eksi% Di sisi lain seseorang yang
terin!eksi bisa tidak menampakkan gejala selama lebi$ dari 3* ta$un%
"anpa pengobatan in!eksi HIV mempunyai resiko 3#) B untuk menjdi AIDS pada beberapa
ta$un pertama% Resiko ini meningkat 2B pada setiap ta$un berikutnya%
Resiko terkena AIDS dalam 3*#33 ta$un setela$ terin!eksi HIV mencapai 2*B%
Sebelum diketemukan obat#obat terbaru pada ak$irnya semua kasus akan menjadi AIDS%
1engobatan AIDS tela$ ber$asil menurunkan angka in!eksi oportunistik dan meningkatkan
angka $arapan $idup penderita%
@ombinasi beberapa jenis obat ber$asil menurunkan jumla$ virus dalam dara$ sampai tidak
dapat terdeteksi% "api belum ada penderita yang terbukti sembu$%
"eknik peng$itungan jumla$ virus HIV (plasma R5A) dalam dara$ seperti polymerase c$ain
reaction (1-R) dan branc$ed deoGyribonucleid acid (bD5A) test membantu dokter untuk
memonitor e!ek pengobatan dan membantu penilaian prognosis penderita%
@adar virus ini akan bervariasi mulai kurang dari beberapa ratus sampai lebi$ dari sejuta
virus R5A/m: plasma%
1ada a&al penemuan virus HIV penderita segera mengalami penurunan kualitas $idupnya
setela$ dira&at di ruma$ sakit% Hampir semua penderita akan meninggal dalam ) ta$un
setela$ terjangkit AIDS%
Dengan perkembangan obat#obat anti virus terbaru dan metode#metode pengobatan dan
pencega$an in!eksi oportunistik yang terus diperbarui penderita bisa memperta$ankan
kemampuan (sik dan mentalnya sampai berta$un#ta$un setela$ terkena AIDS% Se$ingga
pada saat ini bisa dikatakan ba$&a AIDS suda$ bisa ditangani &alaupun belum bisa
disembu$kan%
HIV AIDS% $ttpK//emir4anur&icaksono%blog%unissula%ac%id/)*30/*0/)E/$iv#aids/