Anda di halaman 1dari 5

Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


NIM : 111.120.015
Plug : 4 1

PENGERTIAN CORE
Core adalah contoh atau sample batuan yang diambil dari inti
pengeboran, core berupa :
- Core asli atau core yang diambil langsung dari titik pemboran
- Core pecahan, yaitu hancuran hancuran saat pengeboran yang
diambil dandigunakan sebagai sample.
- Core dinding, yaitu core yang diambil dari dinding pengeboran.
CORE BATUAN KLASTIK
Core batuan ini mengandung batuan sedimen klastik yang terdiri dari batupasir,
lanau, lempung yang kebanyakan fungsinya sebagai reservoar dan cap rock atau
batuan penutup.
CORE BATUAN KARBONAT
Core batuan karbonat ini mengandung batuan karbonat serta fosil fosil
didalamnyayang fungsinya sama dengan core batuan sedimen klastik yaitu
sebagai source rock danresevoar yang bagus.
Data-data yang didapat dari core:
- Data Analisa inti batuan secara kualitatif
- Data Analisa inti batuan secara kuantitaif
Data Analisa inti batuan secara kualitatif
Analisa ini dapat dengan cepat mendeterminasi jenis dari
litologi,kedalaman yang diteliti dari litologi,zona hidrokarbon,komposisi
formasi,serta informasi paleontologi. Karena pada inti batuan dapat terlihat jenis
litologi,kumpulan fauna,struktur sedimen,tekstur batuan,tanda-tanda ada atau
tidaknya hidrokarbon,juga kedalaman sampel inti batuan
Informasi dari inti batuan yang penting diantaranya:
Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
NIM : 111.120.015
Plug : 4 2


a. Pemerian batuan secara lengkap
b. Fosil yang terkandung dalam inti batuan dapat dipakai sebagai petunjuk di
dalam pemboran selanjutnya, dan penunjuk arah kemana harus dilakukan
pemboran selanjutnya apabila dikorelasikan dengan data dari sumur lain
c. Menunjukan sifat-sifat fasies dalam sedimen klastik,selanjutnya dapat diketahui
fasies sedimenter pada sumur bor yang bersangkutan
d. Untuk batuan yang mempunyai perlapisan,inti batuan dapat diukur jurus dan
kemiringannya
Analisa inti batuan secara kuantitatif
Hasil dari analisa ini adalah harga porositas,permeabilitas dan kejenuhan
cairan yang terkandung di dalam inti batuan dari batuan reservoar yang akan
ditentukan cadangan hidrokarbonnya.
Pemilihan inti batuan yang akan dianalisa terutama pada daerah kontak,baik
kontak minyak dan gas maupun kontak air dan gas,biasanya kontak-kontak
tersebut mempunyai jenis batuan yang sifatnya lempungan,terutama kontak antara
gas dan minyak.disamping pada daerah kontak inti batuan juga dianalisa pada
daerah yang kejenuhan hidrokarbonnya relatif tinggi,terutama pada daerah minyak
Analisis ini Batuan ditinjau dari Sedimentologi dan Geologi Reservoar
Analisis core lebih dititikberatkan pada analisis sedimentologi dalam penentuan
lingkungan pengendapan.
Deskripsi core dan analisis petrografi adalah pelengkap analisis core untuk
menentukan baberapa faktor seperti lingkungan pengendapan,pengindentifikasian
rekahan dan mineralogi dan pengaruhnya terhadap kualitas batuan dan produksi.
Analisis tersebut digunakan untuk menentukan:
1.Deskripsi detil batuan sedimen
2.Hubungan dan konektivitas dari matrik dan porositas rekahan
3.Tipe batuan dan karakteristik tekstur
Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
NIM : 111.120.015
Plug : 4 3

4.Mineralogi dan asal butiran
5.Komposisi mineralogi dari pada matrik dan semen
6.Hubungan antara butiran,semen,matrik dan porositas
beberapa pengukuran yang dilakukan dalam analisa inti batuan :
1. Porositas
Porositas adalah ukuran yang menunjukkan besar rongga suatu batuan. Untuk
menentukan porositas, ada beberapa alat yang diperkenalkan, salah satunya yaitu
porometer di mana untuk menentukannya digunakan Metode Mercury Injection
Pump, dengan bahan yang digunakan Hg atau air raksa sebagai petunjuk. Selain
itu juga digunakan Metode Penimbangan, yang juga digunakan untuk mengukur
porositas efektif.
2. Saturasi
Saturasi fluida didefinisikan sebagai perbandingan antara volume fluida tertentu
terhadap jumlah volume pori. Untuk menentukan ada dua metoda yang dapat
digunakan, yaitu metode destilasi dan metode retort.
3. Permeabilitas
Permeabilitas adalah sifat fisik batuan reservoir yang merupakan kemampuan
batuan reservoir untuk dapat meloloskan atau melewatkan fluida melalui pori-pori
yang saling berhubungan tanpa merusak partikel pembentuk batuan tersebut.
Untuk menentukan permeabilitas suatu batuan reservoir didukung oleh suatu alat
yaitu permeameter yang terdiri dari liquid permeameter dan gas permeameter.
Alat ini hanya dapat mengidentifikasi satu fluida saja, selebihnya alat ini tidak
dapat membacanya.
4. Kadar Larut Sample Formasi dalam Larutan Asam
Materi dikenal untuk mengetahui manfaat atau kegunaan larutan asam yang
digunakan untuk mengetahui tingkat reaktivitas formasi dengan asam. Dimana
dengan sistem stimulasi asam dengan kadar tertentu diinjeksikan kedalam
Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
NIM : 111.120.015
Plug : 4 4

reservoir, yang mana asam dengan kadar tertentu tersebut langsung dapat
melarutkan batuan-batuan tertentu seperti halnya karbonat, sehingga dapat
memperbaiki nilai viskositas fluida reservoir dan tentunya nilai permeabilitasnya.
Maka dengan kata lain kelarutan batuan formasi dalam larutan asam dapat
memperbesar rongga pori dalam batuan sehingga memperbesar permeabilitas
untuk memperbesar laju produksi.
5. Sieve Analysis
Tahap penyelesaian suatu sumur yang menembus formasi lepas (unconsolidated)
tidak sesederhana seperti tahap penyelesaian dengan formasi kompak
(consolidated) karena harus mempertimbangkan adanya pasir yang ikut
terproduksi bersama fluida produksi sebab hal tersebut dapat menyebabkan
penyumbatan pada dasar sumur dan volume pipa akan berkurang. Sieve analisis
merupakan materi penting yang harus diketahui oleh engineer produksi dan
engineer pemboran. Dimana dalam setiap formasi, ada lapisan pasir yang dapat
menimbulkan masalah apabila tidak diperhatikan secara serius.
6. Tekanan Kapiler
Tekanan kapiler didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara
permukaan dua Fluida yang tidak bercampur (cairan-cairan atau gas-cairan)
sebagai akibat dari pertemuan permukaan yang memisahkan kedua fluida tersebut.
Besarnya tekanan kapiler dipengaruhi oleh tegangan permukaan, sudut kontak,
dan jari-jari kelengkungan. Dalam memproduksi fluida kepermukaan, tekanan
memegang peranan penting karena distribusi fluida reservoir secara vertical
maupun horizontal. drainage dan imbibition berkaitan erat dengan tekanan
kapiler.
CARA KERJA PENDESKRIPSIAN CORE
Ambil sample core klastik atau karbonat.
Buatlah tabel dengan data sebagai berikut :
Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
NIM : 111.120.015
Plug : 4 5

Nomor core, Well core, Litology, Sedimentation structures, Fossils, Litological
graphic, Litological description, Depositional
Deskripsi core yang anda miliki, tergantung core batuan sedimen
klastik ataubatuan sedimen karbonat. Dan perhatikan struktur
sedimen yang ada padabatuan tersebut dan berikan simbolnya pada
sedimentation structures.
Pada batuan sedimen klastik, jika corenya semakin keatas semakin kasar
makabisa dikatakan pengendapan core tersebut didaerah Continental atau di Land.
T a p i j i k a c o r e n y a s e ma k i n k e a t a s s e ma k i n h a l u s ma k a b i
s a d i k a t a k a n pengendapan core tersebut berada didaerah Ocean atau Marine.