Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat rahmat nya kami dapat
menyelesaikan makalah Kimia Analitik Instrumen dengan judul Kromatografi Kertas dengan lancar.
Makalah ini kami buat sebagai pendukung dan media alat dalam program belajar diperkuliahan . Ucapan
terima kasih tak lupa kami haturkan kepada :

Yth. Ibu Dra.Sri Wahyu Murni, M.T. selaku dosen kami yang telah banyak memberikan arahan
dan motivasi demi kelancaran pembuatan makalah ini

Serta teman-teman yang telah banyak membantu dan memberi saran untuk perbaikan


Akhirnya kami selaku penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfat bagi kita khususnya bagi
proses belajar dan mengajar. Tak lupa kami juga meminta saran dan kritik dari semua pihak demi
kesempurnaan makalah ini


Yogyakarta, 17 Desember 2013



Tim Penulis



























DAFTAR ISI



JUDUL.........................................i
KATA PENGANTAR........................................ii
DAFTAR ISI...........................................iii

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................................... 1
1.2 Tujuan Penulisan ...................................................................................................................... 1
1.3 Manfaat Penulisan .................................................................................................................... 1

BAB II : PEMBAHASAN(ISI)
2.1 Pengertian Kromatografi secara umum ................................................................................... 2
2.2 Prinsip dasar Kromatografi ...................................................................................................... 2
2.3 Kromatografi Kertas ................................................................................................................ 3-6

BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................................. 7
3.2 Saran ....................................................................................................................................... 7























BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Metoda yang terbaik dipilih untuk analisis adalah metoda yang selektif, diaman hanya analit saja
yang dideteksi dan diukur. Namun sayangnya sampel yang masuk ke laboratorium tidak hanya
mengandung analit saja, kadangkala analit yang akan di analisis berada didalam sampel dan dalam jumlah
yang sangat kecil sehingga analisis langsung tidak dapat dilakukan. Sampel haruslah diberi perlakuan
untuk mengambil analit sebelum dianalisis, perlakuan atau proses ini disebut dengan pemisahan analitik.
Pada awalnya, pemisahan dilakukan dengan cara penambahan asam atau basa berkonsentrasi
tinggi, dengan pemanasan hingga beberapa jam, dengan proses distilasi, dan dengan proses ekstraksi
pelarut. Keselururhan proses membutuhkan waktu yang lama, dari beberapa jam hingga hari. Pemisahan
yang membutuhkan waktu ini, sekarang digantikan oleh pemisahan kromatografi. Dengan kromatografi,
sampel dipisahkan sedikit sehingga waktu yang diperlukan untuk analisis menjadi singkat. Oleh karena
itulah penulis merasa perlu mengangkat tema kromatografi ini sebagai bahan pembelajaran atau pun
sumber informasi bagi para pembaca mengenai pemisahan secara kromatografi dan sekaligus sebagai
penyelesaian tugas dari dosen pembimbing mata kuliah kimia analitik instrumen.

1.2 TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui Pengertian Dari Kromatografi.
2. Mengetahui Kromatografi Kertas beserta Prinsip Kerja Kromatografi Kertas
3. Mengetahui manfaat penggunaan kromatografi Kertas

1.3 MANFAAT PENULISAN
1. Dapat Mengetahui Pengertian Dari Kromatografi.
2. Dapat Mengetahui Kromatografi Kertas beserta Prinsip Kerja Kromatografi Kertas
3. Dapat Mengetahui manfaat penggunaan kromatograf



BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Kromatografi Secara Umum
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan
antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada
larutan.Molekul yang terlarut dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan fase diam.
Molekul yang memiliki ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung bergerak lebih lambat dibanding
molekul yang berikatan lemah. Dengan ini, berbagai macam tipe molekul dapat dipisahkan berdasarkan
pergerakan pada kolom. Setelah komponen terelusi dari kolom, komponen tersebut dapat dianalisis
dengan menggunakan detektor atau dapat dikumpulkan untuk analisis lebih lanjut

2.2 Prinsip dasar Kromatografi
Kromatografi adalah teknik dimana komponen suatu campuran dipisahkan berdasarkan laju
perpindahan komponen tersebut bergerak melalui fasa diam oleh fase gerak cair atau gas. Fasa diam
adalah fasa yang tak bergerak, terletak didalam suatu kolom atau permukaan datar, sedangkan fasa
bergerak adalah fasa yang bergerak melewati fasa diam dengan membawa analit.
Berdasarkan bentuk fasa diamnya, kromatografi terbagi menjadi :
1. Planar
Disini fasa diam terletak pada pelat datar atau kertas berpori, fasa gerak bergerak melalui fasa diam oleh
karena aksi kapiler atau karena gravitasi. Pada kromatografi kolom, fasa diam terletak didalam pipa
kapiler dan fasa gerak bergerak melalui fasa diam karena tekanan atau karena gravitasi.
2. Kolom
Kromatografi gas termasuk kedalam kromatografi kolom, analit diinjeksikan pada titik injeksi kemudian
dibawa oleh fasa gerak menuju kolom yang terletak didalam sebuah oven yang dijaga temperaturnya.
Pemisahan terjadi didalam kolom, analit atau komponen yang lebih cepat menguap akan lebih cepat
keluar mencapai detector, sedangkan komponen yang mempunyai titik uap lebih tinggi akan keluar lebih
lambat dari kolom.



2.3 Kromatografi Kertas
Pengertian dari kromatografi yaitu salah satu metode pemisahan komponen-komponen campuran
dimana cuplikan berkesetimbangan di antara dua fasa, fasa gerak yang membawa cuplikan dan fasa diam
yang menahan cuplikan secara selektif.
Bila fasa gerak berupa gas disebut kromatografi gas. Sebaliknya kalau fasa gerak berupa zat cair
disebut kromatografi cair yaitu kromatografi kertas dan Kromatografi lapis tipis.
Kromatografi Kertas adalah Cara pemisahan suatu komponen zat didalam campuran dengan jalan
penyarian menggunakan fase gerak zat cair dan fase diam yang berupa air / zat cair lainnya yang berada
dalam serat serat selulosa pada kertas.
Hal hal yang perlu diperhatikan :
1. Jenis Kertas
a. Kertas selulosa murni / kertas ini khusus dibuat untuk kromatografi, dapat dipergunakan kertas
whatman no. 1 dan no. 3 yang terdiri dari x-selulosa 98-99% dan B-selulosa 0,3-1,0%.
b. Kertas selulosa yang telah dimodifikasi
1). Dengan zat kimia, contoh : kertas diasetilasi dengan zat kimia untuk pemisahan steroid.
2). Kertas yang di Impregnase, contoh : kertas di impregnasi dengan minyak untuk pemisahan amina.
3). Kertas yang diberi zat tambahan

2. Pemurnian Fase Gerak
Sebagai fase gerak biasanya berupa campuran yang bersifat netral, asam, basa.

3. Penotolan Contoh
Untuk penotolan contoh pada kertas biasanya digunakan pipet mikro. Karena umumnya kadar larutan
contoh 0,1% - 1% dan jumlah yang ditotolkan antara 1 10 ml.
Agar bercak berukuran kecil digunakan pengeringan. Titik awal penotolan diberi tanda dengan pensil,
jarak awal penotolan dari ujung kertas 2-3 cm, sedangkan jarak penotolan satu dengan lainnya lebih
kurang 2 cm. Agar dijaga supaya titik penotolan tidak tercelup dalam fase gerak.

4. Phase Pengembangan
Ada beberapa cara pengembangan :
a. Pengembangan menurun
Bejana kromatografi dilengkapi dengan tempat fase bergerak yang tergantung dibagian atas ujung
kertas kromatografi dicelupkan pada cairan pengembang yang akan melewati tempat/titik penotolan dan
mengalir kebawah.
b. Pengembangan menaik
Kertas kromatografi yang telah ditotolkan contoh dicelupkan dalam cairan yang berbeda didasar
bejana, dijaga agar titik penotolan tidak terendam cairan. Untuk memperoleh kejenuhan uap dalam
bejana, digunakan kertas saring disekeliling dinding bejana, cara ini lebih mudah karena sederhananya
peralatan dan penjenuhan bejana dengan uap cairan lebih mudah dicapai.
c. Pengembangan mendatar
Kertas pada mendatar dan ujungnya dikaitkan pada suatu alat/gelas pengaduk yang dekat dengan
tempat penotolan dicelupkan cairan pengembang.
d. Pengembangan meningkat
Cara ini kertas diletakkan mendatar, digunakan cawan Petri dilengkapi dengan sumbu. Senyawa
yang dipisahkan akan membentuk noda yang melingkar.
e. Pengembangan dua dimensi
Seringkali campuran senyawa tidak bisa dipisahkan sempurna dengan hanya menggunakan
system pelarut tunggal. Setelah pengembangan dengan pelarut pertama dikembangkan sekali lagi dengan
system pelerut kedua.
Senyawa yang akan dipisahkan ditotolkan pada ujung kertas kemudian dilakukan proses pengembangan
dengan cairan pertama. Setelah itu kertas diputar 90 , dengan dilakukan proses pengembangan dengan
cairan pengembangan yang kedua.
f. Pengembangan bertingkat
Pengembangan dengan cara ini digunakan dengan dua cairan pengembangan yang komposisinya
berbeda, misalnya pengembangan pertama dengan menggunakan cairan yang polar sampai jarak tertentu.
Kemudian untuk senyawa yang tertinggal pada tempat penotolan digunakan cairan pengembangan lain
yang dapat membawa senyawa yang semula tetap terdapat pada titik penotolan.
g. Overrun dan pengembangan ganda ( Overrun and multiple development )
Dilakukan proses pengembangan sampai mencapai batas pengembangan, kertas diambil
kemudian dikeringkan di udara. Kemudian dilakukan proses pengembangan kembali sampai cairan
mencapai batas pengembangan. Demikian dilakukan berkali kali sehingga dapat diperoleh hasil
pemisahan yang baik.



5. Deteksi ( penampakan bercak)
a. Cara Kimia
Bercak yang diperoleh dapat dideteksi dengan menyemprot larutan pereaksi kimia/enzim yang
cocok dan biasanya sudah tertera pada masing-masing monografinya.
Alat penyemprot yang digunakan disebut Atomizer atau Spraygon. Penyemprotan harus rata pada daerah
pengembangan. Kadang-kadang kertas tersebut harus dipanaskan pada suhu tertera untuk menghasilkan
bercak yang dapat dilihat.
b. Cara Fisika
Kertas hasil pengembangan yang telah dikeringkan diamati di bawah Sinar Ultraviolet pada
gelombang pendek atau panjang (254 nm atau 365 nm ). Rfnya dibandingkan terhadap bercak dari buku
pembandingnya.
c. Radioaktivasi
Untuk bercak dari senyawa-senyawa yang mempunyai sifat radioaktif dapat dideteksi dengan
otoradiografi dengan suatu scanner yang akan mencatat dalam bentuk grafik puncak radioaktivitas yang
menunjukan letak dari senyawa yang diperiksa.
d. Cara Biologis
Untuk mendeteksi senyawa yang mempunyai aktifitas biologis tertentu misalnya antibiotika. Cara
ini lebih spesifik jika diperbandingkan terhadap cara fisika dan kimia. Bercak dari kromatofram diambil
dan diletakkan dalam agar yang telah ditumbuhi dengan mikroorganisme tertentu, sesudah diinkubasi dan
diameter dari hambatan dapat menunjukan kadar/potensi dari antibiotika.

PROSEDUR KERJA :
Komponen :
1. Bejana Kromatografi (Chamber)
2. Fase Diam (kertas kromatografi)
3. Fase gerak/ Eluen
4. Pipa Kapiler

Cara Kerja :
1. Sampel ekstraksi dengan pelarut yang sesuai sehingga didapat zat zat yang akan dianalisa.
2. Siapkan chamber
3. Siapkan kertas kromatografi dengan cara diberi garis 2 cm dari bagian bawah dan 10 12 cm dari
bagian bawah
4. Masukkan eluen ditambah sedikit air dan juga kertas kromatografi
5. Tutup bejana dan biarkan selama 2 3 jam sampai terjadi kesetimbangan
6. Tambahkan lagi eluen sampai kira-kira kertas dapat tercelup
7. Dengan menggunakan pipa kapiler untuk kromatografi, sampel ditotolkan pada kertas saring
digaris bagian bawah
8. Kertas tersebut kemudian digantungkan pada chamber dengan posisi bagian bawahnya terendam
pada eluen, kemudian dielusi sampai dengan mencapai garis batas bagian atas
9. Setelah dielusi, kertas dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan hindarkan dari panas yang
berlebihan zat warna akan timbul berupa bercak.
10. Tentukan titik tengah bercak
11. Hitung harga Rf



Rf = Jarak titik awal bercak titik pusat bercak
Jarak titik awal eluen garis akhir eluen














BAB III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
1. Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan
antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada
larutan.
2. Kromatografi pada umumnya diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu kromatografi gas dan
kromatografi cair. Dimana keduanya memiliki klasifikasi lagi.
3. Manfaat kromatografi adalah untuk mempermudah pemisahan komponen pada suatu campuran
tanpa memerlukan yang yang lama seperti pada saat pemisahan analitik.

3.2 SARAN
Untuk melakukan pemisahan campuran sebaiknya menggunakan kromatografi, karena sampel
dapat dipisahkan, dikumpulkan, baru kemudian dideteksi dan diukur sehingga dapat mengefisiensikan
waktu. Sehingga cara ini lebih baik jika dibandingkan dengan pemisahan secara analik