Anda di halaman 1dari 6

Sandy S.

Ked
11-2012-102
Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS FMC Sentul

Dermatitis Seboroik

Definisi
Penyakit papuloskuamosa kronis yang menyerang bayi dan orang dewasa sering ditemukan pada
bagian tubuh dengan konsentrasi folikel sebaseus yang tinggi dan aktif termasuk wajah, kulit
kepala, telinga, badan bagian atas dan fleksura. Sering disertai infeksi sekunder oleh jamur
Malassezia atau Pityrosporum ovale
Faktor Resiko
Lipid dan hormon Penyebaran lesi pada tubuh berhubungan dengan penyebaran
kelenjar sebaseus, dengan sebum yangberlebihan dijumpai pada
skalp, lipatan nasolabial, dada, alismata dan telinga
Sering dijumpai pada remaja dan dewasa muda (ketika kelenjar
sebaseus lebih aktif).

Penyakit penyerta Penyakit Parkinson
Kelumpuhan saraf cranial
Paralisis batang tubuh
Gangguan emosional
HIV / AIDS
Kanker
Pankreatitis alkoholik
Down syndrome
Faktor imunologi Penurunan sel T helper
Penurunan phytohemagglutinin stimulasi concanavalin A
Penurunan titer antibodi

Gaya hidup Nutrisi yang buruk
Higiene yang buruk


Diagnosis
Pemeriksaan
Fisik
1. Eritema skuamosa berbatas diffuse sirkumskrip
2. Skuama dapat kering, halus berwana putih (pitiriasis sika), sampai
berminyak kekuningan, tebal dan lengket (pitiriasis steadtoides)
3. Distribusi : daerah berminyak dan berambut di kepala, leher, dada dan
lipatan
4. Dapat disertai gatal (umumnya tidak)
5. Kulit kepala
Lesi pada kulit kepala dapat menyebar ke kulit dahi, belakang
leher, belakang telinga dan membentuk batas eritema bersisik
yang disebut corona seborrheica



6. Dada
Petaloid
Papul-papul folikuler dan perifolikuler merah hingga coklat, yang
berkembang menjadi bercak-bercak yang mirip bentuk mahkota
bunga

Pitiriasiform
Bercak-bercak yang mengikuti garis-garis kulit yang mirip
pityriasis rosea


Tempat Predileksi
Bayi Kulit Kepala (cradle cap)
Tubuh (termasuk daerah fleksor dan popok)
Penyakit leiner
Non familial
Disfungsi C5 familial
Dewasa Kulit kepala
Wajah (termasuk blepharitis)
Tubuh
Petaloid
Pityriasiform
Fleksural
Plak eksematous
Folikuler
Generalisata (berupa eritroderma)

Diagnosis Banding
1. Psoriasis Pada scalp Skuama yang lebih tebal, kasar,
berlapis-lapis, putih seperti mutiara dan tak
berminyak, tetesan lilin, dan Auspitz
2. Kandidosis Pada lipatan paha eritema berwarna merah
cerah berbatas tegas dengan satelit di
sekitarnya (hen and chicken appearance)
3. Tinea kapititis Pemeriksaan kerokan KOH 20% dan
kultur jamur

Diagnosis Banding Dermatitis Seboroik Berdasarkan Lokasi Lesi
Scalp Psoriasis, dermatitis atopi, tinea kapitis
Wajah Rosasea, dermatitis kontak, diskoid lupus ,
fotosensitifitas terhadap obat

Liang telinga Dermatitis kontak, otomikosis, OE
Dada dan punggung Ptiriasis rosea, tinea versikolor, lupus kutaneus
subakut

Paha dan bokong Kandidosis, eritrasma
Lipatan-lipatan Psoriasis inversa, dermatitis kontak,
kandidiasis,
langerhans cell histiocytosis


Penatalaksanaan
Non Medika Mentosa
Edukasi Jangan menggaruk luka atau membersihkan luka dengan alkohol
Jika terdapat lesi di daerah mulut maka disarankan untuk mencukur
jenggot dan kumis
Bersihkan luka secara lembut dengan menggunakan sabun yang
mengandung moisturizer atau sabun bayi, dan bilas dengan bersih
Gunakan pakaian dengan bahan yang lembut, sehingga tidak mengiritasi
kulit dan mempermudah sirkulasi
Medika Mentosa
Sistemik Metilprednisolon 4mg 3 x 1 kemudian diturunkan dosis perlahan
Isotretinoin 0.1 -0.3 mg/kgBB/hari, dosis pemeliharaan 5-10 mg/hari
Infeksi sekunder P Ovale
Ketokonazole 200 mg 1 x 1
Topikal Ter (likuos karbonas detergens 2-5%)
Resorsin 1-3 %
Sulfur praesipitatum 4-20 % dapat digabung dengan asam salisilat 3-6 %
Hidrocortison cream 2,5 %
Ketokonazol cream 2%
Metronidazole gel 1 %
Shampo Menggunakan Selsun 2,5% (selenium sulfide) / atau zinc pyrithione 1-2 %
dikeramasi selama 5 15 menit 2-3 x seminggu.
Untuk skuama : krim urea 10% / fluocinolone asetonid 0,01%
Tea tree oil 5%




Daftar Pustaka

1. Djuanda A.Dermatosis Eritroskuamosa dalam Buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Badan Penerbit FK UI. Edisi 6.Jakarta 2011. Hal 200 202
2. Selden S T. Seborrheic Dermatitis. Medscape.USA.2014.diunduh dari
http://emedicine.medscape.com/article/1108312-overview
3. NZ Lubis.Dermatitis Seborhoik.FK USU.Medan.2014. Diunduh dari
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/41341/4/Chapter%20II.pdf
4. Mayo Clinic Staff. Seborrheic Dermatitis. Mayo Clinic.USA.2014. Diunduh dari
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/basics/lifestyle-
home-remedies/con-20031872