Anda di halaman 1dari 226

KAPITA SELEKTA

KUESIONER PENGETAHUAN
DAN SIKAP DALAM
PENELITIAN KESEHATAN
BUDIMAN
AGUS RIYANTO
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk
apa pun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan
sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit.
UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau
memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum
suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pengetahuan medis senantiasa berubah. Oleh karena itu, standar tindakan pencegahan serta perubahan dalam
perawatan dan terapi wajib diikuti seiring dengan penelitian dan pengalaman klinis baru yang memperluas
pengetahuan. Pembaca disarankan untuk memeriksa informasi terbaru yang disediakan oleh produsen
masing-masing obat (yang akan diberikan) untuk memverifkasi dosis, metode, dan interval pemberian yang
direkomendasikan serta kontraindikasinya. Merupakan tanggung jawab dari praktisi dengan memperhatikan
pengalaman dan pengetahuan pasien untuk menentukan dosis dan perawatan terbaik bagi masing-masing pasien.
Penerbit maupun penulis tidak bertanggung jawab atas kecelakaan dan/atau kerugian yang dialami seseorang
atau sesuatu yang diakibatkan oleh penerbitan buku ini.
Hak Cipta 2013, Penerbit Salemba Medika
Jln. Raya Lenteng Agung No. 101
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12610
Telp. : (021) 781 8616
Faks. : (021) 781 8486
Website : http://www.penerbitsalemba.com
E-mail : info@penerbitsalemba.com
Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan
Budiman dan Agus Riyanto
General Manager: Suwartono
Koordinator Penerbitan dan Produksi: Ariyanto
Senior Editor: Aklia Suslia
Copy Editor: Sally Carolina
Tata Letak: Dedy Juni Asmara
Desain Sampul: Deka Hasbiy
Budiman,
Riyanto, Agus
Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian
Kesehatan/Budiman, Agus Riyanto
Jakarta: Salemba Medika, 2013
1 jil., xxx hlm., 15,5 24 cm
ISBN 978-602-8570-xxx-xx
1. Kesehatan 2. Metodologi Penelitian
I. Judul II. Budiman, Agus Riyanto
iii Bab 1 l Daftar Isi
persembahan
Kami persembahkan buku ini untuk bayi Kami yang pada saat penyusunan
buku ini telah dikarunia anak oleh Allah Swt. Terima kasih buat istriku: Wiwin
Windyatuti, S.Kep., Ners. dan Anakku: Naufal Langit Alwan, Alfna Mentari
Salsabila, dan Ray Afam Athaya.
Serta kepada Agus Riyanto, S.K.M., M.Kes. sebagai penulis kedua, berikut
istri Mona Megasari, S.Kep., Ners. dan anaknya Keisya Agna Rizqueena dan
Muhammad Fadly Gafar.

(Dr. Budiman)
iv Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
v Bab 1 l Daftar Isi
tentang penulis
Budiman, lahir di Karawang 16 Juni 1974. Menyelesaikan
pendidikan Ahli Madya Keperawatan di Akademi
Keperawatan Jenderal Achmad Yani, Cimahi (19931997);
S-1 Pendidikan STKIP Siliwangi, Bandung (19982000); S-1
Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Respati Indonesia,
Jakarta (19992001); S-1 Keperawatan dari Program Studi
Ilmu Keperawatan Bhakti Kencana (20052007); Magister
Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Padjajaran, Bandung; serta Program
Doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan dari Institut Pertanian
Bogor.
Penulis memulai kariernya sebagai Clinical Instruktur tahun 19971999;
tenaga pengajar tahun 20022004, yang kemudian tahun 2005 sampai sekarang
memegang jabatan sebagai lektor. Selain menjadi dosen tetap di Stikes A. Yani,
Cimahi yang bergerak di bawah Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), penulis
juga mengajar di berbagai Perguruan Tinggi Kesehatan di antaranya Stikes
Budi Luhur, Stikes Bhakti Kencana, Akademi Kebidanan di Cianjur, Poltekes
Bandung, dan Program Magister Keperawatan Anak Stikes A. Yani, Cimahi.
Menjadi narasumber di instansi pemerintah dan swasta, serta menjadi konsultan
di berbagai pendidikan tinggi kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian
penulis dalam bidang pendidikan. Tahun 2011 penulis mendapatkan sertifkasi
dosen dan mendapatkan insentif buku ajar dari Dirjen Dikti Kemendikbud RI.
Dalam berorganisasi, penulis aktif menjadi pengurus organisasi perawat (PPNI)
Provinsi Jawa Barat, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI)
Provinsi Jawa Barat, serta aktif menjadi Sekretaris Forum Kota Sehat di Kota
Cimahi. Beberapa karya penulis berupa buku yang pernah diterbitkan antara
lain Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam Konteks Kesehatan (Penerbit EGC) dan
Penelitian Kesehatan (Penerbit Refka Aditama) (2011).
vi Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Agus Riyanto, lahir di Lampung 19 November 1977.
Menyelesaikan pendidikan Ahli Madya Keperawatan di
Akademi Keperawatan Jenderal Achmad Yani, Cimahi (1996
1999); S-1 Kesehatan Masyarakat di FKM Universitas Respati
Indonesia, Jakarta (20002002); serta Magister Ilmu Kesehatan
Masyarakat di Universitas Respati Indonesia, Jakarta (2002
2004).
Penulis memulai kariernya sebagai dosen tahun 2004 hingga sekarang
memegang jabatan lektor dan ditugaskan sebagai kepala Departeman Biostatistik
untuk mengasuh mata kuliah Biostatistik dan mata kuliah Aplikasi Statistik untuk
program D-3 maupun S-1. Selain menjadi dosen tetap di STIKES A. Yani, Cimahi,
yang bergerak di bawah Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), penulis juga menjadi
dosen luar biasa di beberapa sekolah tinggi di wilayah Bandung dan Jakarta,
antara lain; Stikes Immanuel, Bandung; Stikes Budi Luhur, Bandung; Stikindo,
Bandung; Poltekes TNI AU, Bandung; Akademi Keperawatan Dustira, Bandung;
STIA, Cimahi; serta Universitas Pelita Harapan Jakarta. Menjadi Narasumber
pada seminar maupun pelatihan pengolahan dan analisis data di berbagai sekolah
tinggi kesehatan di Indonesia merupakan salah satu kegiatan penulis dalam
mengamalkan pengetahuannya. Pada tahun 2010, penulis mendapatkan hibah
penelitian dari Dikti, kemudian tahun 2011, penulis mendapatkan penghargaan
dari Stikes A. Yani sebagai dosen berprestasi dan mendapatkan sertifkasi dosen
dari Dirjen Dikti Kemendikbud RI. Buku ajar yang pernah diterbitkan antara
lain Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan, Penerapan Analisis Multivariat
dalam Penelitian Kesehatan, dan Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan.
vii Bab 1 l Daftar Isi
KATA SAMBUTAN
KETUA UMUM
YAYASAN KARTIKA EKA PAKSI
Para pembaca yang saya hormati, Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP)
mempunyai empat (4) Perguruan Tinggi yaitu: Universitas Jenderal Achmad
Yani Cimahi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Cimahi,
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, dan
Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer Yogyakarta. Peran serta YKEP
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa mempunyai komitmen dalam
menyelenggarakan PT yang harus mengedepankan keunggulan dan kualitas.
Perguruan tinggi yang unggul dan berkualitas dapat diukur salah satunya dengan
jumlah karya ilmiah yang dipublikasikannya termasuk buku ajar. Maka saya
selaku Ketua Umum YKEP memberikan apresiasi positif kepada Dr. Budiman,
S.Pd., S.K.M., S.Kep., M.Kes. dan Agus Riyanto, S.K.M., M.Kes. yang merupakan
dosen tetap Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi yang telah selesai menulis buku
ajar ini.
Menulis buku ajar merupakan bagian penting dari tugas pokok seorang
dosen dalam alih teknologi ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Karya
buku ilmiah yang dipublikasikan dapat bermanfaat bukan untuk diri dan pribadi
dosen tersebut ataupun mahasiswa saja, tetapi dapat tersebar luas manfaatnya
untuk mahasiswa lain bahkan untuk masyarakat yang berkepentingan dalam
pengembangan ilmu pengetahuan (science knowledge development). Melalui
buku ajar yang ditulis oleh dosennya akan menambah kebanggaan tersendiri
bagi mahasiswa karena mendapat ilmu pengetahuan dari penulis bukunya
secara langsung.
Para pembaca yang saya hormati, buku yang ditulis dengan judul Kapita
Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan
menurut hemat saya merupakan sesuatu yang baru karena di dalamnya berisi
tentang kumpulan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diklasifkasi
menurut bidang ilmu kesehatan. Buku ini menurut saya akan memudahkan
para peneliti pemula atau para mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir
pendidikan untuk menggunakan kuesioner dalam penelitiannya.
viii Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Maka saya berharap kreativititas dan inovasi dosen dalam melahirkan
karya ilmiah harus tetap dijaga kontinuitasnya jangan sampai terputus bahkan
terhenti. Karya dosen merupakan karya ilmu pengetahuan yang dapat diwariskan
pada generasi intelektual selanjutnya. Jangan biarkan warisan ilmu pengetahuan
hilang hanya karena dosen tidak dapat mengatur waktu dalam menulis karya
ilmiah. Dosen yang baik salah satunya adalah dosen yang dapat memublikasikan
karya ilmiahnya.
Akhirnya saya sampaikan selamat kepada saudara Dr. Budiman, S.Pd.,
S.K.M., S.Kep., M.Kes. dan saudara Agus Riyanto, S.K.M., M.Kes. atas hasil yang
telah dicapai. Mudah-mudahan akan bermanfaat untuk pengembangan ilmu
pengetahuan. Selamat membaca dan selamat menggunakan.

Jakarta, 3 April 2012
Ketua Umum
Yayasan Kartika Eka Paksi
Brigjen TNI (Purn) Djoko Darjatno, M.Sc.
ix Bab 1 l Daftar Isi
Atas berkat rahmat Allah Swt. sudah sewajarnya kita mensyukuri nikmat yang
diberikan. Dan atas kehendak-Nya pula akhirnya penulis dapat menyelesaikan
buku yang berjudul Kapita Selekta Kuesioner: Pengetahuan dan Sikap
dalam Penelitian Kesehatan. Salam kemuliaan kita haturkan pada Nabi Besar
Muhammad saw., para keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya
sampai akhir zaman.
Buku ini disusun dan terinspirasi oleh banyak penelitian terutama dari
mahasiswa yang mengambil topik penelitian tentang pengetahuan dan sikap.
Pengambilan topik tersebut memang telah menjadi tren karena secara kondisi
merupakan realita yang dihadapi masyarakat khususnya berhubungan dengan
masalah kesehatan. Perilaku menjadi satu bagian penting di masyarakat Indonesia
dalam pencapaian status kesehatan masyarakat yang optimal.
Sampai saat ini, kuesioner yang terstandar menyangkut penelitian
pengetahuan dan sikap belum ada. Para peneliti mengembangkan kuesioner
menurut kebutuhannya sehingga penelitian pengetahuan dan sikap
kecenderungan selalu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Dalam buku ini,
peneliti ingin membuat standar kuesioner yang baku sehingga peneliti pemula
dapat menggunakan kuesioner yang ada dalam buku ini untuk penelitiannya
tanpa harus melakukan uji validitas dan reliabilitas.
Kuesioner pengetahuan dan sikap yang ada dalam buku ini sudah dilakukan
uji validitas dan reliabilitas bahkan sudah di uji oleh reviewer. Namun demikian,
Penulis setiap tahun akan melakukan uji coba terus-menerus untuk mendapatkan
standardisasi secara universal. Kuesioner dalam buku ini dibagi menurut kajian
bidang ilmu yaitu kesehatan masyarakat, keperawatan, dan kebidanan. Namun,
tentunya ada beberapa kuesioner yang sebenarnya dapat digunakan dalam
lingkup ketiga bidang ilmu tersebut.
Penulis menyadari dalam penyusunan buku ini masih diperlukan adanya
penyempurnaan, oleh karena itu penulis sangat terbuka untuk menerima
saran ataupun kritik agar segala kekurangan dapat tertutupi. Tak lupa penulis
mengucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang telah mendukung dan
membantu penulis dalam menyelesaikan buku ini, yaitu di antaranya kepada:
KATA PENGANTAR
x Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
1. dr. Dedi S. Djamhuri, Sp.B. selaku Ketua Stikes A. Yani, Cimahi yang telah
memfasilitasi adanya Insentif Program Buku Ajar bagi dosen;
2. tim LPPM Stikes A. Yani, Cimahi, yaitu: Novie E. Mauliku, S.K.M., M.Kes.,
Asep D. Abdillah, S.Pd., S.K.M., M.M.
3. Anggi Kumala Dewi yang telah berbagi tugas di LPPM sehingga penulis
masih punya kesempatan waktu dalam menyusun buku ini.
Tidak ada gading yang tak retak, namun tentunya bila ada sumur di ladang
boleh penulis menumpang mandi, bila umur panjang mudah-mudahan penulis
dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang
penelitian kesehatan.
Cimahi, Juni 2012
Dr. Budiman, S.Pd., S.K.M., S.Kep., M.Kes.
Agus Riyanto, S.K.M., M.Kes.
xi Bab 1 l Daftar Isi
DAFTAR ISI
Persembahan iii
Tentang Penulis v
Kata Sambutan vii
Kata Pengantar ix
Dafar ISI xi
Bab 1 Taksonomi Pendidikan Domain Pengetahuan 1
Taksonomi Pendidikan 2
Defnisi Pengetahuan 3
Jenis Pengetahuan 4
Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengetahuan 4
Tahapan Pengetahuan 7
Pengukuran Tingkat Pengetahuan 8
Cara Membuat Kuesioner Pengetahuan 11
Evaluasi Pembelajaran 12
Bab 2 Taksonomi Pendidikan Domain Sikap 13
Konsep Dasar 14
Komponen Sikap 14
Faktor-faktor yang Memengaruhi sikap 14
Pengukuran Sikap 16
Cara Membuat Kuesioner Penelitian Variabel Sikap 18
Evaluasi Pembelajaran 20
Bab 3 Konsep Uji Validitas dan Reliabilitas 21
Konsep Dasar Uji Validitas 22
Konsep Uji Reliabilitas 22
Studi Kasus Uji Validitas dan Reliabilitas 23
Evaluasi Pembelajaran 30
xii Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Bab 4 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan
Masyarakat 31
Konsep Dasar Kuesioner 32
Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan
Masyarakat 33
Evaluasi Pembelajaran 69
Bab 5 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian
Keperawatan 71
Penelitian Pengetahuan dalam Lingkup Ilmu Keperawatan 72
Kapita Selekta Kuesioner Penelitian Pengetahuan Lingkup Ilmu
Keperawatan 72
Evalusasi Pembelajaran 119
Bab 6 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian
Kebidanan 121
Penelitian Pengetahuan dalam Lingkup ilmu Kebidanan 122
Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Ilmu
Kebidanan 122
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Tanda Bahaya dalam
Kehamilan 161
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Pemilihan Penolong
Persalinan 167
Evaluasi Pembelajaran 177
Bab 7 Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Kesehatan
Masyarakat 179
Penelitian Sikap dalam Lingkup Kesehatan Masyarakat 180
Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Ilmu Kesehatan
Masyarakat 180
Evaluasi Pembelajaran 186
Bab 8 Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu
Keperawatan 187
Penelitian Sikap dalam Ilmu Keperawatan 188
Kapita Selekta Kuesioner Sikap dalam Lingkup Ilmu
Keperawatan 188
Evaluasi Pembelajaran 194
xiii Bab 1 l Daftar Isi
Bab 9 Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian
Kebidanan 195
Penelitian Sikap dalam Ilmu Kebidanan 196
Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian
Kebidanan 197
Evaluasi Pembelajaran 202
Lampiran L-1
Dafar Pustaka D-1
Indeks I-1
xiv Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu mengerti
taksonomi pendidikan domain pengetahuan dengan baik dan benar.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat:
1. menjelaskan taksonomi pendidikan;
2. menjelaskan pengertian pengetahuan;
3. menyebutkan jenis pengetahuan;
4. mengidentifkasi faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan;
5. membedakan tahapan pengetahuan;
6. membuat tingkat pengetahuan;
7. membuat kuesioner pengetahuan.
TAKSONOMI PENDIDIKAN
DOMAIN PENGETAHUAN
Bab 1
2 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
TAKSONOMI PENDIDIKAN
Taksonomi pendidikan dikembangkan pertama kali oleh Benjamin S.
Bloom (1956) yang dikenal dengan Segitiga Taksonomi Pendidikan terdiri
atas: 1) Head (kepala) yang mendeskripsikan pengetahuan, 2) Heart (hati)
yang mendeskripsikan sikap, dan 3) Hand (tangan) yang mendeskripsikan
keterampilan seperti pada Gambar 1.1.
Kepala
Tangan Jantung
Kesehatan
Gambar 1.1 Taksonomi Pendidikan Bloom (1956).
Taksonomi pendidikan Bloom diperuntukkan guna mencapai perubahan
perilaku yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, yang awalnya tidak mau menjadi
mau, dan awalnya tidak bergerak menjadi bertindak. Interaksi Head, Heart, dan
Hand akan mewujudkan sehat seseorang. Deskripsi domain/ranah perilaku
adalah sebagai berikut.
1. Domain/Ranah Kognitif.
Ranah kognitif adalah berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek
intelektual seperti: pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
Ranah kognitif biasa disebut juga dengan ranah pengetahuan.
Misalnya: perilaku masyarakat tentang pemahaman bahaya narkoba.
2. Domain/ Ranah Afektif.
Ranah afektif adalah berisi perilaku-perilaku yang menekankan pada aspek
perasaan dan emosi seperti: minat, sikap, apresiasi, dan cara menyesuaikan
diri. Ranah kognitif biasa disebut juga dengan ranah sikap.
Misalnya: perilaku masyarakat tentang dukungan dalam melaksanakan
program Desa Siaga Aktif.
3 Bab 1 l Taksonomi Pendidikan Domain Pengetahuan
3. Domain/Ranah Psikomotor.
Ranah psikomotor adalah berisi perilaku-perilaku yang menekankan pada
aspek keterampilan motorik seperti: mengerjakan, memasang, membuat,
dan sebagainya. Ranah psikomotor biasa disebut juga dengan ranah
tingkah laku.
Misalnya: seorang perawat mengerjakan pemberian obat melalui selang
infus pada pasien anak yang menderita penyakit demam berdarah.
Taksonomi pendidikan dikembangkan tidak hanya membagi dalam
domain/ranah perilaku saja melainkan telah mengidentifkasi menurut level di
antaranya dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Level taksonomi.
Level Kognitif (Pengetahuan) Afektif (Sikap) Psikomotor (Tingkah Laku)
1. Tahu Menerima Imitasi
2. Paham Memberi tanggapan Manipulasi
3. Aplikasi Menghargai Persisi
4. Analisis Mengorganisasi Artikulasi
5. Sintesis Internalisasi nilai Naturalisasi
6. Evaluasi
DEFINISI PENGETAHUAN
Pengetahuan dapat diperoleh seseorang secara alami atau diintervensi
baik langsung maupun tidak langsung. Perkembangan teori pengetahuan
telah berkembang sejak lama. Filsuf pengetahuan yaitu Plato menyatakan
pengetahuan sebagai kepercayaan sejati yang dibenarkan (valid) (justifed
true belief). Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan merupakan hasil dari
tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek
tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), pengetahuan adalah
sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses belajar ini
dipengaruhi berbagai faktor dari dalam, seperti motivasi dan faktor luar berupa
sarana informasi yang tersedia, serta keadaan sosial budaya. Dalam Wikipedia,
pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh
seseorang.
Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap
sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Sebagai contoh, pengetahuan
seorang ibu tentang pentingnya imunisasi dasar bagi anaknya diperoleh dari
suatu pola kemampuan prediktif dari pengalaman dan informasi yang diterima.
Menurut pendekatan konstruktivistis???, pengetahuan bukanlah fakta dari
4 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif
seseorang terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan
bukanlah sesuatu yang sudah ada dan tersedia, sementara orang lain tinggal
menerimanya. Pengetahuan adalah sebagai suatu pembentukan yang terus-
menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya
pemahaman-pemahaman baru.
JENIS PENGETAHUAN
Pengetahuan masyarakat dalam konteks kesehatan beraneka ragam
pemahamannya. Pengetahuan merupakan bagian perilaku kesehatan. Jenis
pengetahuan di antaranya sebagai berikut.
1. Pengetahuan implisit.
Pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang masih tertanam dalam
bentuk pengalaman seseorang dan berisi faktor-faktor yang tidak bersifat
nyata seperti keyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip. Pengetahuan
seseorang biasanya sulit untuk ditransfer ke orang lain baik secara tertulis
ataupun lisan. Pengetahuan implisit sering kali berisi kebiasaan dan budaya
bahkan bisa tidak disadari.
Contoh sederhana: seseorang mengetahui tentang bahaya merokok bagi
kesehatan, namun ternyata dia merokok.
2. Pengetahuan eksplisit.
Pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang telah didokumentasikan
atau disimpan dalam wujud nyata, bisa dalam wujud perilaku kesehatan.
Pengetahuan nyata dideskripsikan dalam tindakan-tindakan yang
berhubungan dengan kesehatan.
Contoh sederhana: seseorang yang telah mengetahui tentang bahaya
merokok bagi kesehatan dan ternyata dia tidak merokok.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGETAHUAN
1. Pendidikan.
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian
dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah (baik formal maupun
nonformal), berlangsung seumur hidup. Pendidikan adalah sebuah proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Pendidikan memengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan
5 Bab 1 l Taksonomi Pendidikan Domain Pengetahuan
seeorang, makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.
Dengan pendidikan tinggi, maka seseorang akan cenderung untuk
mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa.
Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan
yang didapat tentang kesehatan.
Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan di mana diharapkan
seseorang dengan pendidikan tinggi, orang tersebut akan semakin luas
pula pengetahuannya. Namun, perlu ditekankan bahwa seorang yang
berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula.
Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal,
akan tetapi juga dapat diperoleh pada pendidikan nonformal. Pengetahuan
seseorang tentang sesuatu objek juga mengandung dua aspek yaitu aspek
positif dan negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan
sikap seseorang terhadap objek tertentu. Semakin banyak aspek positif
dari objek yang diketahui, maka akan menumbuhkan sikap makin positif
terhadap objek tersebut.
2. Informasi/media massa.
Informasi adalah that of which one is apprised or told: intelligence, news
(Oxford English Dictionary). Kamus lain menyatakan bahwa informasi
adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula yang menekankan
informasi sebagai transfer pengetahuan. Informasi adalah suatu teknik
untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi,
mengumumkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi dengan tujuan
tertentu (Undang-Undang Teknologi Informasi).
Adanya perbedaan defnisi informasi dikarenakan pada hakikatnya
informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi tersebut
dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data
dan pengamatan terhadap dunia sekitar kita, serta diteruskan melalui
komunikasi. Informasi mencakup data, teks, gambar, suara, kode, program
komputer, dan basis data.
Contohnya: seseorang mendapatkan informasi dari media cetak mengenai
penyakit demam berdarah disebabkan oleh vektor nyamuk Dengue.
Penyebaran penyakit demam berdarah disebabkan karena lingkungan
tidak sehat dengan indikator banyak genangan air yang menjadi
perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty.
Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun nonformal
dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga
menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Berkembangnya
teknologi akan menyediakan bermacam-macam media massa yang dapat
6 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
memengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Sebagai
sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio,
surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar terhadap
pembentukan opini dan kepercayaan orang. Dalam penyampaian informasi
sebagai tugas pokoknya, media massa juga membawa pesan-pesan yang
berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi
baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi
terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut.
3. Sosial, budaya, dan ekonomi.
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran
apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan demikian, seseorang
akan bertambah pengetahuannya walaupun tidak melakukan. Status
ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas
yang diperlukan untuk kegiatan tertentu sehingga status sosial ekonomi
ini akan memengaruhi pengetahuan seseorang.
4. Lingkungan.
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik
lingkungan fsik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh
terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada
dalam lingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya interaksi timbal
balik ataupun tidak, yang akan direspons sebagai pengetahuan oleh setiap
individu.
5. Pengalaman.
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk
memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali
pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi
masa lalu. Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan
memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional, serta pengalaman
belajar selama bekerja akan dapat mengembangkan kemampuan
mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan
menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah nyata dalam
bidang kerjanya.
6. Usia.
Usia memengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin
bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola
pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.
Pada usia madya, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat
dan kehidupan sosial, serta lebih banyak melakukan persiapan demi
suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua. Selain itu, orang usia
7 Bab 1 l Taksonomi Pendidikan Domain Pengetahuan
madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca.
Kemampuan intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan verbal
dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada usia ini. Dua sikap tradisional
mengenai jalannya perkembangan selama hidup adalah sebagai berikut.
a. Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang
dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga
menambah pengetahuannya.
b. Tidak dapat mengajarkan kepandaian baru kepada orang yang
sudah tua karena telah mengalami kemunduran baik fsik maupun
mental. Dapat diperkirakan bahwa IQ akan menurun sejalan dengan
bertambahnya usia, khususnya pada beberapa kemampuan yang
lain, seperti kosa kata dan pengetahuan umum. Beberapa teori
berpendapat ternyata IQ seseorang akan menurun cukup cepat
sejalan dengan bertambahnya usia.
TAHAPAN PENGETAHUAN
Tahapan pengetahuan menurut Benjamin S. Bloom (1956) ada 6 tahapan, yaitu
sebagai berikut.
1. Tahu (know).
Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan,
defnisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan
sebagainya. Misalnya ketika seorang perawat diminta untuk menjelaskan
tentang imunisasi campak, orang yang berada di tahapan ini dapat
menguraikan dengan baik dari defnisi campak, manfaat imunisasi
campak, waktu yang tepat pemberian campak, dan sebagainya.
2. Memahami (comprehension).
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara
benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi
tersebut secara benar.
3. Aplikasi (application).
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi
tersebut secara benar.
4. Analisis (analysis).
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur
organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
8 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
5. Sintesis (synthesis).
Sintesis merujuk pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru.
6. Evaluasi (evaluation).
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifkasi
atau penilaian terhadap suatu materi atau objek.
PENGUKURAN TINGKAT PENGETAHUAN
Menurut Skinner, bila seseorang mampu menjawab mengenai materi tertentu
baik secara lisan maupun tulisan, maka dikatakan seseorang tersebut mengetahui
bidang tersebut. Sekumpulan jawaban yang diberikan tersebut dinamakan
pengetahuan. Pengukuran bobot pengetahuan seseorang ditetapkan menurut
hal-hal sebagai berikut.
1. Bobot I : tahap tahu dan pemahaman.
2. Bobot II : tahap tahu, pemahaman, aplikasi, dan analisis.
3. Bobot III : tahap tahu, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan
evaluasi.
Pengukuran dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang
menanyakan tentang isi materi yang diukur dari subjek penelitian atau responden.
Dalam mengukur pengetahuan harus diperhatikan rumusan kalimat pertanyaan
menurut tahapan pengetahuan. Di bawah ini beberapa rumusan kalimat
pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuat kuesioner yang berhubungan
dengan pengukuran pengetahuan yaitu sebagai berikut.
Tabel 1.2 Standar kata-kata pertanyaan dalam pengukuran pengetahuan.
Tahapan
Pengetahuan
Kemampuan Internal Kata-kata Pertanyaan
Tahu Mengetahui,... misalnya: Mengidentifikasi
Istilah Menyebutkan
Fakta Memberi nama pada
Aturan Menyusun daftar
Urutan Menggarisbawahi
Metode Menjodohkan
Memilih
Memberi definisi
9 Bab 1 l Taksonomi Pendidikan Domain Pengetahuan
Tahapan
Pengetahuan
Kemampuan Internal Kata-kata Pertanyaan
Paham Menerjemahkan,...
Menafsirkan,...
Memperkirakan,...
Menentukan,...
misalnya:
Metode Menjelaskan
Prosedur Menguraikan
Memahami Merumuskan
misalnya: Merangkum
Konsep Mengubah
Kaidah Memberikan contoh tentang
Prinsip Menyadur
Kaitan antara Meramalkan
Fakta Memperkirakan
Isi pokok Menerangkan
Mengartikan/
Menginterpretasikan,...
misalnya:
Tabel
Grafik
Gambar
Aplikasi Memecahkan masalah
Membuat bagan dan grafik
Menggunakan.
misalnya:
Metode/prosedur Memperhitungkan
Konsep Membuktikan
Kaidah Menghasilkan
Prinsip Menunjukkan
Melengkapi
Menyediakan
Menyesuaikan
Menemukan
Analisis Mengenali kesalahan
Membedakan..
misalnya:
Fakta dari Memisahkan
Interprestasi Menerima
Data dari Menyisihkan
Kesimpulan Menghubungkan
Menganalisis Memilih
misalnya: Membandingkan
Struktur dasar Mempertentangkan
Bagian-bagian Membagi
Hubungan antara Membuat diagram/skema
Menunjukkan hubungan antara
10 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Tahapan
Pengetahuan
Kemampuan Internal Kata-kata Pertanyaan
Sintesis Menghasilkan
misalnya:
Klasifikasi Mengategorikan
Karangan Mengombinasikan
Kerangka teoritis Mengarang
Menyusun.. Menciptakan
misalnya : Mendesain
Rencana Mengatur
Skema Menyusun kembali
Program kerja Merangkaikan
Menghubungkan
Menyimpulkan
Merancangkan
Membuat pola
Evaluasi Menilai berdasarkan norma
internal.
misalnya:
Hasil karya seni Memperhitungkan
Mutu karangan Membuktikan
Mutu ceramah Menghasilkan
Program penataran Menunjukkan
Menilai berdasarkan norma Melengkapi
eksternal.. Menyediakan
misalnya: Menyesuaikan
Hasil karya seni Menemukan
Mutu karangan
Mutu pekerjaan
Mutu ceramah
Program penataran
Mempertimbangkan
Misalnya :
Baik-buruknya
Pro-kontranya
Untung ruginya
Arikunto (2006) membuat kategori tingkat pengetahuan seseorang menjadi
tiga tingkatan yang didasarkan pada nilai persentase yaitu sebagai berikut.
1. Tingkat pengetahuan kategori Baik jika nilainya 75%.
2. Tingkat pengetahuan kategori Cukup jika nilainya 5674%.
3. Tingkat pengetahuan kategori Kurang jika nilainya < 55%.
11 Bab 1 l Taksonomi Pendidikan Domain Pengetahuan
Dalam membuat kategori tingkat pengetahuan bisa juga dikelompokkan
menjadi dua kelompok jika yang diteliti masyarakat umum, yaitu sebagai
berikut.
1. Tingkat pengetahuan kategori Baik jika nilainya > 50%.
2. Tingkat pengetahuan kategori Kurang Baik jika nilainya 50%.
Namun, jika yang diteliti respondennya petugas kesehatan, maka
persentasenya akan berbeda.
1. Tingkat pengetahuan kategori Baik jika nilainya > 75%.
2. Tingkat pengetahuan kategori Kurang Baik jika nilainya 75%.
CARA MEMBUAT KUESIONER PENGETAHUAN
Penelitian kesehatan yang melakukan kajian tentang variabel Pengetahuan
lazim dilakukan oleh para peneliti pemula. Oleh karena itu, pada saat melakukan
penelitian, peneliti akan membuat kuesioner penelitian yang dijadikan
instrumen penelitian. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh peneliti adalah
memperhatikan sasaran responden. Kuesioner pengetahuan untuk sasaran
tenaga kesehatan secara substansi berbeda jika sasarannya adalah masyarakat
biasa sebagai responden.
Dalam buku ini, akan diperoleh beragam instrumen penelitian pengetahuan
yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan substansi variabel penelitian.
Membuat kuesioner penelitian pengetahuan dapat menggunakan kata-kata kerja
operasional dari taksonomi Bloom. Bahkan peneliti akan mampu mengungkap
atau mendeskripsikan pengetahuan berdasarkan tahapan taksonomi pendidikan.
Beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh peneliti saat membuat kuesioner
pengetahuan adalah sebagai berikut.
1. Pertanyaan hendaklah menanyakan hal yang penting untuk diketahui.
2. Tulislah pertanyaan yang berisi pernyataan pasti.
3. Utamakan pertanyaan yang mengandung pernyataan umum yang bertahan
lama.
4. Buatlah pertanyaan yang hanya memiliki satu gagasan.
5. Buatlah pertanyaan yang menyatakan inti pertanyaan dengan jelas.
Gunakan kalimat sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
6. Sebaiknya pertanyaan tidak didasari oleh pernyataan negatif.
7. Gunakan bahasa yang jelas, kata yang sederhana, dan pernyataan
langsung.
12 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
8. Pertanyaan harus memberikan alternatif bagi isi pernyataan yang
penting.
9. Berikan alternatif jawaban yang jelas berbeda.
10. Alternatif yang ditawarkan hendaknya mempunyai struktur dan arti yang
sejajar atau dalam satu kategori.
11. Menghindari penggunaan alternatif yang semata-mata meniadakan atau
bertentangan dengan alternatif yang lain.
12. Jika mungkin, susunlah alternatif jawaban dalam urutan besar kecilnya
atau urutan logisnya.
13. Penggunaan alternatif bukan salah satu di atas atau semua yang di atas
hanya baik apabila kebenaran bersifat mutlak dan bukan semata-mata
masalah lebih dan kurang baik atau masalah kebenaran relatif.
14. Jangan menjebak responden dengan menanyakan hal yang tidak ada
jawabannya.
15. Hindari penggunaan kata-kata yang dapat dijadikan petunjuk oleh
responden untuk menjawab.
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Gambarkan melalui skema taksonomi pendidikan menurut Bloom
(1956)?
2. Jelaskan pengertian jenis pengetahuan implisit?
3. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan?
4. Sebutkan tahapan pengetahuan?
5. Sebutkan kata-kata pertanyaan pengetahuan tahap pemahaman?
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu mengerti
taksonomi pendidikan domain sikap dengan baik dan benar.
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. menjelaskan konsep dasar sikap;
2. menyebutkan komponen sikap;
3. mengidentifkasi faktor-faktor yang memengaruhi sikap;
4. membedakan tahapan sikap;
5. melakukan pengukuran sikap.
TAKSONOMI PENDIDIKAN
DOMAIN SIKAP
Bab 2
14 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
KONSEP DASAR
Sikap adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang, atau peristiwa (Stepan,
2007). Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Misalnya
ketika seseorang mengetahui bahwa merokok di dalam rumah membahayakan
kesehatan pada anggota yang berada di sekitarnya lalu orang tersebut tidak
merokok. Sikap orang tersebut merespons pada peristiwa. Pernyataan evaluatif
merupakan reaksi respons terhadap objek, orang, dan peristiwa yang merupakan
stimulus. Pengertian lain dari sikap menurut Notoatmodjo (2007) adalah reaksi
atau respons yang masih tertutup terhadap stimulus atau objek.
Sikap yang ada dalam seseorang memerlukan unsur respons dan stimulus.
Misalnya sikap yang berhubungan dengan kepuasan pelayanan kesehatan.
Seseorang akan merasa puas jika pelayanan kesehatan yang diterima berkualitas.
Kepuasan merupakan respons dari stimulus yang diterima yaitu pelayanan
kesehatan. Ouput sikap pada seseorang dapat berbeda, jika suka maka seseorang
akan mendekat, mencari tahu, dan bergabung, sebaliknya jika tidak suka maka
seseorang akan menghindar atau menjauhi.
Azwar (1995) menyatakan sikap dikategorikan menjadi tiga orientasi
pemikiran yaitu berorientasi pada respons, berorientasi pada kesiapan
respons, dan berorientasi pada skema triadik. Sikap berorientasi pada respons
adalah perasaan mendukung atau memihak (favourable) atau tidak memihak
(unfavourable) pada suatu objek. Sikap berorientasi pada kesiapan respons adalah
kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu.
Menurut Fishbein dan Ajzen (1975) sikap adalah suatu predisposisi yang
dipelajari untuk merespons secara positif atau negatif terhadap suatu objek,
situasi, konsep, atau orang.
KOMPONEN SIKAP
Menurut Breckler (1984), komponen utama sikap adalah sebagai berikut.
1. Kesadaran.
2. Perasaan.
3. Perilaku.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI SIKAP
Di bawah ini adalah faktorfaktor yang memengaruhi sikap (Azwar, 2007).
15 Bab 2 l Taksonomi Pendidikan Domain Sikap
1. Pengalaman pribadi.
2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting.
3. Pengaruh budaya.
4. Media massa.
5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama.
6. Pengaruh faktor emosional
Tahapan Sikap
Dalam taksonomi Bloom (1956) tahapan domain sikap adalah sebagai berikut.
1. Menerima.
Tahap sikap menerima adalah kepekaan seseorang dalam menerima
rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk
masalah, situasi, gejala, dan lain-lain. Termasuk dalam jenjang ini, misalnya
adalah kesadaran dan keinginan untuk menerima stimulus, mengontrol
dan menyeleksi gejala-gejala atau rangsangan yang datang dari luar.
Receiving atau attenting juga sering diberi pengertian sebagai kemauan
untuk memperhatikan suatu kegiatan atau suatu objek. Pada tahap ini,
seseorang dibina agar mereka bersedia menerima nilai-nilai yang diajarkan
kepada mereka, dan mau menggabungkan diri ke dalam nilai tersebut atau
mengidentifkasikan diri dengan nilai tersebut. Sebagai contoh, seorang
ibu menerima bahwa bayi harus secara rutin dibawa ke posyandu untuk
ditimbang agar dapat menilai pertumbuhan dan perkembangannya.
2. Menanggapi.
Tahap sikap menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang
untuk mengikutsertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu
dan membuat reaksi terhadapnya salah satu cara. Tahap ini lebih tinggi
daripada tahap menerima. Sebagai contoh, seorang ibu melihat catatan
pertumbuhan dan perkembangan anak dalam Kartu Menuju Sehat
(KMS).
3. Menilai.
Tahap sikap menilai adalah memberikan nilai atau memberikan
penghargaan terhadap suatu kegiatan atau objek, sehingga apabila
kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan akan membawa kerugian atau
penyesalan. Menilai merupakan tingkat afektif yang lebih tinggi lagi
daripada menerima dan menanggapi.
Dalam kaitan dalam perubahan perilaku, seseorang di sini tidak hanya
mau menerima nilai yang diajarkan, tetapi mereka telah berkemampuan
untuk menilai konsep atau fenomena, yaitu baik atau buruk. Bila suatu
16 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
ajaran yang telah mampu mereka nilai dan mampu untuk mengatakan itu
adalah baik, maka hal ini berarti bahwa seseorang telah menjalani proses
penilaian. Nilai tersebut mulai dicamkan (internalized) dalam dirinya.
Dengan demikian nilai tersebut telah stabil dalam dirinya. Sebagai contoh,
tumbuhnya kemampuan yang kuat pada diri ibu yang memiliki bayi untuk
berlaku disiplin datang secara rutin dalam kegiatan pelayanan posyandu.
4. Mengelola.
Tahap sikap mengelola adalah mempertemukan perbedaan nilai sehingga
terbentuk nilai baru yang universal, yang membawa pada perbaikan
umum. Mengatur atau mengorganisasikan merupakan pengembangan
dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk di dalamnya hubungan
satu nilai dengan nilai lainnya., pemantapan dan perioritas nilai yang
telah dimilikinya. Sebagai contoh, seorang ibu mendukung aktif adanya
program revitalisasi posyandu guna meningkatkan efektivitas fungsi
posyandu.
5. Menghayati.
Tahap sikap menghayati adalah keterpaduan semua sistem nilai yang
telah dimiliki oleh seseorang, yang memengaruhi pola kepribadian dan
tingkah lakunya. Di sini proses internalisasi nilai telah menempati tempat
tertinggi dalam suatu hirarki nilai. Nilai tersebut telah tertanam secara
konsisten pada sistemnya dan telah memengaruhi emosinya. Menghayati
merupakan tingkat efektif tertinggi, karena tahap sikap ini telah benar-
benar bijaksana. Menghayati telah masuk pada pemaknaan yang telah
memiliki philosophy of life yang mapan. Jadi, pada tahap ini peserta didik
telah memiliki sistem nilai yang telah mengontrol tingkah lakunya untuk
suatu waktu yang lama, sehingga membentuk karekteristik pola hidup
tingkah lakunya menetap, konsisten, dan dapat diamalkan.
PENGUKURAN SIKAP
Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif, karena dalam
ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: Menerima (memperhatikan),
Merespons, Menghargai, Mengorganisasi, dan Menghayati. Skala yang
digunakan untuk mengukur ranah afektif seseorang terhadap kegiatan suatu
objek di antaranya menggunakan skala sikap.
Hasil pengukuran berupa kategori sikap, yakni mendukung (positif),
menolak (negatif), dan netral. Sikap pada hakikatnya adalah kecenderungan
berperilaku pada seseorang. Skala sikap dinyatakan dalam bentuk pernyataan
untuk dinilai oleh responden, apakah pernyataan itu didukung atau ditolak
17 Bab 2 l Taksonomi Pendidikan Domain Sikap
melalui rentangan nilai tertentu. Oleh sebab itu, pernyataan yang diajukan dibagi
ke dalam dua kategori, yakni pernyataan positif dan pernyataan negatif. Salah
satu skala sikap yang sering digunakan adalah skala Likert. Dalam skala Likert,
pernyataan-pernyataan yang diajukan, baik pernyataan positif maupun negatif,
dinilai oleh subjek dengan sangat setuju, setuju, tidak punya pendapat, tidak
setuju, sangat tidak setuju.
Tabel. 2. 1. Standar Kata-kata Pernyataan dalam Pengukuran Sikap.
Tahapan Sikap Kemampuan Internal Kata-kata Kerja Operasional
Meneriman Menunjukan.
misalnya: kesadaran, kemauan,
perhatian.
Mengakui
misalnya: kepentingan, perbedaan.
Menanggapi Mematuhi..
misalnya: peraturan, tuntutan,
perintah.
Ikut serta secara aktif..
misalnya: di laboratorium, dalam
diskusi, dalam kelompok belajar/
tentir.
Menilai Menerima suatu nilai.
misalnya: menyukai, menyepakati.
Menghargai.
misalnya: karya seni, sumbangan ilmu,
pendapat, bersikap (positif/negatif ),
mengakui.
Menunjukan
Melaksanakan
Menyatakan pendapat
Mengikuti
Mengambil prakarsa
Memilih
Ikut serta
Menggabungkan diri
Mengundang
Mengusulkan
Mengorganisasi Membentuk sistem nilai
Menangkap relasi antara nilai
Bertanggung jawab
Mengistegrir??? nilai
Merumuskan
Berpegang pada
Mengintegrasikan
Menghubungkan
Mengaitkan
Menyusun
Mengubah
Melengkapi
Menyempurnakan
Menyesuaikan
Menyamakan
Mengatur
Memperbandingkan
Mempertahankan
Memodifikasikan
18 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Tahapan Sikap Kemampuan Internal Kata-kata Kerja Operasional
Menghayati Menunjukkan.
misalnya: kepercayaan diri, disiplin
pribadi, kesadaran
Mempertimbangkan..
misalnya: melibatkan diri
Bertindak
Menyatakan
Memperlihatkan
Mempraktekkan
Melayani
Mengundurkan diri
Membuktikan
Menunjukkan
Bertahan
Mempertimbangkan
Mempersoalkan
CARA MEMBUAT KUESIONER PENELITIAN VARIABEL SIKAP
Kajian tentang sikap yang berhubungan dengan masalah kesehatan terus
berkembang. Pengukuran sikap berbeda dengan pengukuran pengetahuan. Di
uraian sebelumnya disampaikan bahwa jika peneliti ingin melakukan kajian
mengenai sikap, maka yang digunakan adalah skala Likert. Namun, ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun pertanyaan dalam kuesioner sikap
di antaranya:???
Skala Likert merupakan skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu gejala atau fenomena
tertentu. Ada dua bentuk skala Likert yaitu pernyataan Positif yang diberi skor:
5, 4, 3, 2, dan 1. Sedangkan pernyataan Negatif diberi skor: 1, 2, 3, 4, dan 5.
Makna kualitatif dari skor adalah berikut ini:
Pernyataan Positif
Sangat Setuju (SS) : 5
Setuju (S) : 4
Kurang Setuju (KS) : 3
Tidak Setuju (TS) : 2
Sangat Tidak Setuju : 1
Pernyataan Negatif
Sangat Setuju (SS) : 1
Setuju (S) : 2
Kurang Setuju (KS) : 3
Tidak Setuju (TS) : 4
Sangat Tidak Setuju : 5
Langkah-langkah dalam membuat pernyataan dengan skala Likert adalah
sebagai berikut.
19 Bab 2 l Taksonomi Pendidikan Domain Sikap
1. Tentukan subjek yang akan ditanya, kemudian tetapkan variabel yang akan
diukur dengan skala likert.
2. Lakukan analisis variabel tersebut menjadi beberapa subvariabel atau
dimensi variabel, kemudian kembangkan indikator setiap dimensi
tersebut.
3. Dari setiap indikator, tentukan ruang lingkup pernyataan sikap yang
berkenaan dengan aspek kognisi, efeksi, dan konasi terhadap subjek
sikap.
4. Susunlah pernyataan untuk masing-masing aspek tersebut dalam dua
kategori, yaitu pernyataan positif dan peryataan negatif.
Beberapa kriteria dalam membuat pernyataan dengan skala Likert adalah
sebagai berikut.
1. Jangan menulis pernyataan yang membicarakan mengenai kejadian yang
telah lewat kecuali jika subjek sikapnya berkaitan dengan masa lalu.
2. Jangan menulis pernyataan yang berupa fakta atau dapat ditafsirkan
sebagai fakta.
3. Jangan menulis pernyataan yang dapat menimbulkan lebih dari satu
penafsiran.
4. Jengan menulis pernyataan yang tidak relevan dengan objek
psikologisnya.
5. Jangan menulis pernyataan yang sangat besar kemungkinannya akan
disetujui oleh hampir semua orang atau bahkan hampir tak seorang pun
yang akan menyetujuinya.
6. Pilihlah pernyataan-pernyataan yang diperkirakan akan mencakup
keseluruhan liputan skala efektif yang diinginkan.
7. Usahakan agar setiap pernyataan ditulis dalam bahasa yang sederhana,
jelas, dan langsung, jangan menuliskan pernyataan dengan menggunakan
kalimat-kalimat yang rumit.
8. Setiap pernyataan harus berisi hanya satu ide (gagasan) yang lengkap.
9. Pernyataan yang berisi unsur universal seperti; tidak pernah, semuanya,
selalu, tak seorang pun, dan semacamnya, sering kali menimbulkan
penafsiran yang berbeda-beda dan karenanya sedapat mungkin hendaknya
dihindari.
10. Kata-kata seperti: hanya, sekadar, semata-mata, dan semacamnya,
harus digunakan seperlunya untuk menghindari kesalahan penafsiran isi
pernyataan.
11. Hindari pernyataan yang berisi kata negatif ganda.
20 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Jelaskan pengertian sikap menurut Stepan (2007)?
2. Sebutkan 3 (tiga) komponen utama sikap?
3. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi sikap?
4. Sebutkan tahapan sikap menurut Bloom (1956)?
5. Jelaskan pengertian mengelola dalam domain sikap?
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu memahami
konsep uji validitas dan reliabilitas.
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. menjelaskan konsep dasar uji validitas dengan baik dan benar;
2. menjelaskan konsep dasar uji reliabilitas dengan baik dan benar;
3. melakukan studi kasus uji validitas dan reliabilitas secara sistematis;
KONSEP UJI VALIDITAS
DAN RELIABILITAS
Bab 3
22 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
KONSEP DASAR UJI VALIDITAS
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat validitas
atau kesahihan sesuatu instrument. Suatu instrumen yang valid atau sahih
mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti
memiliki validitas yang rendah. (Arikunto, 2006).
Uji validitas dilakukan untuk menguji validitas setiap pertanyaan angket,
Teknik uji yang digunakan adalah korelasi Product Moment. Skor setiap
pertanyaan yang diuji validitasnya dikorelasikan dengan skor total seluruh
pertanyaan dengan rumus berikut ini:
Rumus:


2 2 2 2
) ( . ) ( .
. .
Y Y n X X n
Y X XY n
r
xy

Keterangan :
r
xy
: Koefsien korelasi
X : Jumlah skor item
Y : Skor total seluruh pertanyaan
n : Jumlah responden uji coba
Untuk mengetahui apakah nilai korelasi tiap-tiap pertanyaan tersebut
signifkan, maka perlu dilihat r tabel dan r hitung. Dikatakan valid apabila r
hitung lebih besar dari r tabel dan dikatakan tidak valid jika r hitung lebih kecil
dari r tabee (0,444) dengan tingkat kemaknaan 5% (Arikonto, 2006).
KONSEP UJI RELIABILITAS
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur
dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana
hasil pengukuran tersebut tetap konsisten atau sama bila dilakukan pengukuran
dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur
yang sama.
Pertanyaan yang sudah valid dilakukan uji reliabilitas dengan cara
membandingkan r tabel dengan r hasil. Jika nilai r hasil adalah alfa yang terletak
di awal output dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05) sehingga item kuesioner
dikatakan valid jika r alpha lebih besar dari konstanta (0,6), maka pertanyaan
23 Bab 3 l Konsep Uji Validitas dan Reliabilitas
tersebut reliabel. Teknik uji reliabilitas yang digunakan dengan koefsien
Realibitas Alpha Cronbach, yaitu:

2
2
11
1
1
t
b
k
k
r

Keterangan :
r
11
: Reliabilitas instrumen
k : Banyaknya butir pertanyaan

b
2
: Jumlah varians butir

t
2
: Varians total
STUDI KASUS UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS
Salah satu contoh uji validitas dan reliabilitas kuesioner yang dilakukan adalah
pada studi kasus di ruang perawatan rumah sakit untuk mengetahui tingkat
depresi pasien. Tingkat depresi diukur dengan menggunakan 10 pertanyaan. Uji
coba dilakukan terhadap 20 responden di mana bentuk pertanyaannya sebagai
berikut.
Kuesioner Tingkat Depresi Pasien
No. Depresi
Selalu
1
Sering
2
Kadang
3
Tidak
Pernah
4
1. Apakah Anda sangat terpukul ketika diberitahu
penyakit Anda?
2. Sejak Anda sakit, apakah Anda merasa malas
untuk berhubungan dengan orang lain?
3. Apakah Anda berpikir bahwa penyakit Anda tidak
wajar?
4. Apakah saat ini Anda merasa tidak berdaya?
5. Apakah Anda sedih menangis jika memikirkan
penyakit Anda?
6. Apakah Anda merasa gagal dalam hidup karena
tidak bisa mencapai kebahagiaan?
7. Apakah Anda malas untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari?
8. Apakah Anda sering berpikir putus asa untuk
berobat?
9. Apakah Anda kadang berpikir untuk bunuh diri
dan mati dengan tenang daripada mengalami
sakit seperti ini?
10. Apakah Anda berpikir untuk ke paranormal?
24 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Hasil uji coba yang dilakukan terhadap 20 pasien yang dijadikan responden
adalah sebagai berikut.
NO P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6 P 7 P 8 P 9 P10
1. 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
2. 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4
3. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4
4. 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
5. 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
6. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4
7. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2
8. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
9. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2
10. 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2
11. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3
12. 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
13. 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3
14. 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2
15. 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2
16. 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
17. 4 4 2 4 3 4 4 4 3 1
18. 3 3 1 3 3 3 3 3 3 1
19. 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1
20. 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4
Coba lakukan uji validitas dan reliabilitas?
Langkah Penyelesaian:
Uji Korelasi Pearson Product Moment
Langkah 1. Memasukkan data tersebut ke SPSS.
25 Bab 3 l Konsep Uji Validitas dan Reliabilitas
Langkah 2. Melakukan analisis data.
a. Klik Analyze.
b. Pilih Scale.
c. Pilih Reliability Analysis seperti pada menu di bawah ini.
Setelah dipilih, menu tersebut akan muncul kotak dialog sebagai
berikut.
26 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
d. Masukkan semua variabel ke dalam kotak Items (ingat variabel yang
masuk hanya variabel yang akan diuji saja, yaitu ques 1 sampai ques
10) bentuknya sebagai berikut.
e. Pada model, biarkan pilihan pada alpha.
f. Klik Option Statistics.
27 Bab 3 l Konsep Uji Validitas dan Reliabilitas
g. Pada bagian Deskriptives for, klik pilihan Item, Scale, Scale if item
deleted.
h. Klik continue.
i. Klik OK, kemudian lihat hasil outputnya sebagai berikut.
Reliability Statistics
Cronbachs Alpha N of Items
.954 10
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
p1 2.65 .988 20
p2 2.65 .988 20
p3 2.25 .967 20
p4 2.65 .988 20
p5 2.50 .827 20
p6 2.65 .988 20
p7 2.65 .988 20
p8 2.65 .988 20
p9 2.50 .827 20
p10 2.50 1.000 20
28 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if
Item Deleted
Corrected Item-
Total Correlation
Cronbachs Alpha
if Item Deleted
p1 23.00 50.211 .977 .942
p2 23.00 50.211 .977 .942
p3 23.40 59.200 .318 .969
p4 23.00 50.211 .977 .942
p5 23.15 52.976 .931 .945
p6 23.00 50.211 .977 .942
p7 23.00 50.211 .977 .942
p8 23.00 50.211 .977 .942
p9 23.15 52.976 .931 .945
p10 23.15 61.713 .137 .976
Langkah 3. Melakukan interprestasi.
Pada analisis reliabilitas memperlihatkan dua bagian. Bagian utama
menunjukkan hasil statistik deskriptif masing-masing variabel dalam bentuk
mean, varian, dan lain-lain. Pada bagian kedua memperlihatkan hasil dari
proses validitas dan reliabilitas. Ketentuan yang berlaku bahwa pengujian
dimulai dengan menguji validitas kuesioner, kemudian dilanjutkan uji
reliabilitas.
1. Uji validitas. Untuk mengetahui validitas kuesioner dilakukan dengan
membandingkan nilai r tabel dengan nilai r hitung.
a. Menentukan nilai r tabel; nilai r tabel dilihat dengan tabel r (pada
lampiran). Pada jumlah responden 20 dengan tingkat kemaknaan
5%, didapatkan angka r tabel = 0,444.
b. Menentukan nilai r hasil perhitungan; nilai r hasil dapat dilihat pada
kolom Corrected item-Total Correlation.
c. Keputusan: masing-masing pertanyaan/variabel dibandingkan nilai
r hasil dengan nilai r tabel, ketentuan: bila r hasil > r tabel, maka
pertanyaan tersebut valid.
Langkah 4. Menarik kesimpulan.
Terlihat dari 10 pertanyaan, terdapat dua pertanyaan yang r hasil < r tabel (0,444)
yaitu P3 dan P10 (r= 0,318 dan r= 0,137). Dengan demikian, pertanyaan no. 3
dan no. 10 tidak valid. Akan tetapi langkah ini belum selesai karena kita harus
mendapatkan pertanyaan yang benar-benar valid, dengan cara mengeluarkan
pertanyaan yang tidak valid.
29 Bab 3 l Konsep Uji Validitas dan Reliabilitas
Langkah 5. Melakukan analisis lagi dengan mengeluarkan pertanyaan yang
tidak valid.
Lakukan prosedur/langkah seperti di atas yaitu sebagai berikut.
a. Klik Analyze.
b. Pilih Scale.
c. Pilih Reliability Analysis seperti pada menu di bawah ini???
d. Masukkan kedelapan variabel ke dalam kotak Items (variabel P3 dan
P10 tidak ikut dianalisis).
e. Klik OK kemudian muncul tampilan outputnya sebagai berikut.
Reliability Statistics
Cronbachs Alpha N of Items
.996 8
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
p1 2.65 .988 20
p2 2.65 .988 20
p4 2.65 .988 20
p5 2.50 .827 20
p6 2.65 .988 20
p7 2.65 .988 20
p8 2.65 .988 20
p9 2.50 .827 20
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item
Deleted
Scale Variance if
Item Deleted
Corrected Item-
Total Correlation
Cronbachs Alpha
if Item Deleted
p1 18.25 42.408 .996 .995
p2 18.25 42.408 .996 .995
p4 18.25 42.408 .996 .995
p5 18.40 44.989 .949 .997
p6 18.25 42.408 .996 .995
p7 18.25 42.408 .996 .995
p8 18.25 42.408 .996 .995
p9 18.40 44.989 .949 .997
30 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Langkah 6. Melakukan interprestasi.
Sekarang terlihat bahwa dari kedelapan pertanyaan, semua mempunyai nilai
r hasil (Corrected Item-Total Correlation) berada di atas dari nilai r tabel (r=
0,444) sehingga dapat disimpulkan kedelapan pertanyaan tersebut sudah
valid.
2. Uji Reliabilitas
Setelah didapatkan pertanyaan yang sudah valid semua, analisis selanjutnya
adalah uji reliabilitas. Untuk mengetahui reliabilitas caranya adalah;
membandingkan nilai Cronbachs Alpha dengan nilai konstanta (0,6) bisa
juga dengan r tabel. Dalam uji reliabilitas nilai Cronbachs Alpha(terletak
di awal output). Ketentuannya: bila Cronbachs Alpha> konstanta (0,6),
maka pertanyaan tersebut reliabel.
Berdasarkan hasil uji di atas didapatkan nilai Cronbachs Alpha (0,996)
lebih besar dibandingkan dengan nilai konstanta 0,6, maka kedelapan
pertanyaan yang sudah valid di atas dinyatakan sudah reliabel.
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Jelaskan pengertian validitas dan reliabilitas!
2. Sebutkan tahapan uji validitas dan reliabilitas menggunakan Program
SPSS!
3. Jelaskan cara interpretasi uji validitas dan reliabilitas!
KAPITA SELEKTA KUESIONER
PENGETAHUAN LINGKUP
PENELITIAN KESEHATAN
MASYARAKAT
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu membuat
kuesioner pengetahuan lingkup penelitian kesehatan masyarakat dengan baik
dan benar.
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. kuesioner penelitian pengetahuan pasien tentang askeskin;
2. kuesioner penelitian pengetahuan para pedagang kaki lima tentang
higiene makanan jajakan;
3. kuesioner penelitian pengetahuan keluarga tentang sanitasi
lingkungan;
4. kuesioner penelitian pengetahuan keluarga tentang posbindu;
5. kuesioner penelitian pengetahuan kader tentang posyandu;
6. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang gizi masa laktasi;
g. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita;
h. kuesioner penelitian pengetahuan pasien tentang penyakit TBC paru;
i. kuesioner penelitian pengetahuan keluarga tentang penyakit demam
berdarah;
j. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang penyakit diare;
k. kuesioner penelitian pengetahuan keluarga tentang penyakit ISPA;
l. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang penyakit HIV/AIDS;
m. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang IMD;
n. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang ASI.
Bab 4
32 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
KONSEP DASAR KUESIONER
Kuesioner adalah suatu dafar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan
khusus yang memungkinkan penganalis untuk mengumpulkan data mengenai
pengetahuan, sikap, keyakinan, perilaku, dan karekteristik utama dari orang-
orang di dalam organisasi, serta pendapat dari responden yang dipilih. Dalam
konteks statistik, kuesioner merupakan alat pengumpulan data dari teknik
pengumpulan data angket. Menurut Sugiono (2004), kuesioner adalah teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan
atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Secara sederhana
pengertian kuesioner adalah seperangkat dafar pertanyaan yang harus diisi
oleh orang yang akan diukur (responden). Pengertian lain tentang kuesioner
adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan
ke dalam bentuk item atau pertanyaan.
Dalam membuat kuesioner penelitian harus mengacu pada teori variabel
penelitian. Selain itu, juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini.
1. Ada petunjuk jelas mengenai maksud diberikannya kuesioner.
2. Ada petunjuk jelas mengenai cara pengisian kuesioner.
3. Menggunakan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak memiliki arti
bias.
4. Menghindari pertanyaan tidak jelas, tidak perlu, dan tidak relevan.
5. Menghindari pertanyaan yang memberikan sugesti, bernada menekan/
mengancam.
6. Menggunakan urutan yang logis dan sistematis.
7. Merahasiakan identitas responden agar respoden dapat menjawab secara
objektif.
Setelah kuesioner penelitian disusun, tidak dapat langsung dijadikan
kuesioner pelaksanaan penelitian, tetapi harus dilakukan uji coba instrumen.
Uji coba instrumen penelitian dikenal dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas.
Uji validitas adalah uji kesahihan artinya sejauh mana instrumen mengukur
yang seharusnya diukur dengan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, bila
akan mengukur kepuasan pasien, maka pertanyaan yang harus diberikan
untuk mengungkap tingkat kepuasan adalah pelayanan perawat, pelayanan
dokter, pelayanan gizi, pelayanan obat, pelayanan sarana rumah sakit, dan
lain-lain. Tidak tepat jika menanyakan tentang hobi atau kegiatan rutin pasien.
Uji reliabilitas adalah uji keterandalan artinya keajegan suatu pengukuran ke
pengukuran lainnya.
Pelaksanaan uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada variabel penelitian
yang belum konkret, misalnya motivasi, kinerja, pengetahuan, sikap, dan
33 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

sebagainya. Jika variabelnya sudah konkret seperti umur, tingkat pendidikan,
pekerjaan, dan variabel lainnya yang sudah konkret tidak perlu dilakukan uji.
Pelaksanaan uji validitas dan reliabilitas secara ideal dilaksanakan di lokasi yang
bukan untuk penelitian, tetapi mempunyai ciri atau karekteristik identik sama
dengan tempat penelitian yang akan dilakukan. Jika kuesioner penelitian yang
digunakan sudah terstandardisasi, maka peneliti tidak perlu melakukan uji
instrumen.
KAPITA SELEKTA KUESIONER PENGETAHUAN LINGKUP
PENELITIAN KESEHATAN MASYARAKAT
Kapita selekta kuesioner pengetahuan dilakukan oleh penulis menggunakan riset
kepustakaan dengan cara menganalis pertanyaan kuesioner, serta menganalisis
hasil uji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya penulis melakukan uji konten secara
statistik dan uji struktur pertanyaan dalam kuesioner. Kuesioner pengetahuan
lingkup penelitian kesehatan masyarakat dibuat menurut tren penelitian
pengetahuan.
Kuesioner pengetahuan lingkup penelitian kesehatan masyarakat secara
rumpun ilmu kesehatan dapat pula digunakan untuk mengukur pengetahuan
dalam lingkup ilmu kesehatan lainnya baik keperawatan dan kebidanan. Kapita
selekta kuesioner ini menyajikan hasil uji validitas dan reliabilitas, tempat
pelaksanaan uji kuesioner, jumlah responden, dan disertai contoh kuesioner
pengetahuan.
Kuesioner Pengetahuan Pasien tentang Askeskin
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Parongpong,
Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2010 dengan pertanyaan
sebanyak 16 pertanyaan, di mana keseluruhannya valid dan reliabel (hasil uji
kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten
terhadap kuesioner pengetahuan pasien tentang askeskin. Pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat pada kuesioner pengetahuan pasien tentang Askeskin
secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Menurut saudara apa yang dimaksud dengan askeskin?
a. Asuransi kesehatan khusus orang mampu
b. Asuransi kesehatan khusus orang cacat
c. Asuransi kesehatan khusus masyarakat miskin
d. Asuransi kesehatan khusus masyarakat mampu
34 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
2. Menurut Saudara siapa yang menerbitkan peserta askeskin?
a. PT Askes
b. PT Jamsostek
c. PT Asuransi Swasta
d. Yayasan Kemanusiaan
3. Selama masa transisi, Masyarakat Miskin yang belum memperoleh Kartu
Peserta Askeskin dapat menggunakan?, Kecuali:
a. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
b. Kartu Sehat
c. Kartu Subsidi Langsung Tunai (SLT)/Kartu Gakin
d. Kartu tanda penduduk
4. Tanggung jawab penerbitan dan distribusi kartu sampai ke peserta
dipegang oleh:
a. PT Askes (Pesero) bekerja sama dengan pemerintah daerah dan atau
pihak ketiga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah
b. Pemerintah daerah
c. Pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah daerah
d. Yayasan kemanusiaan
5. Prosedur untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi peserta askeskin
adalah:
a. Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan berkunjung ke dokter
terdekat
b. Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar berkunjung ke
puskesmas dan jaringannya.
c. Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar berkunjung ke
balai pengobatan terdekat
d. Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar berkunjung ke
rumah sakit terdekat.
6. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, peserta harus menunjukkan?
a. Kartu Sehat
b. Katu tanda penduduk
c. Kartu askeskin
d. Kartu keluarga
7. Apabila peserta memerlukan pelayanan kesehatan rujukan, maka peserta
yang bersangkutan dapat:
a. Dirujuk ke rumah sakit terdekat
b. Dirujuk ke rumah sakit yang pasien inginkan
c. Dirujuk ke rumah sakit di mana saja, asalkan ada di dalam satu
wilayah
35 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

d. Dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan dengan disertai
surat rujukan dan identitas miskin
8. Pelayanan rujukan yang dapat pasien askeskin peroleh adalah:
a. Pelayanan rawat jalan spesialistik di puskesmas yang memiliki
pelayanan spesialistik
b. Pelayanan rawat inap/persalinan di puskesmas
c. Pelayanan rawat jalan lanjutan di rumah sakit/BKMM/BP4/BKIM
d. Semua jawaban benar
9. Pada kasus gawat darurat, peserta wajib menunjukkan identitas miskin
dalam waktu:
a. Maksimal 3 24 jam hari kerja
b. Maksimal 2 24 jam hari kerja
c. Maksimal 1 24 jam hari kerja
d. Semua jawaban salah
10. Pada kondisi di mana pasien gawat darurat tidak mampu menunjukkan
identitas miskin termasuk SKTM, maka yang menjadi kewenangan
menetapkan status miskin adalah:
a. Direktur RS atau pejabat yang ditunjuk Direktur RS untuk menetapkan
status miskin
b. Dokter yang menangani pasien
c. Perawat yang menangani pasien miskin
d. Keluarga dan anggota masyarakat.
11. Pasien miskin yang dalam kondisi gawat darurat belum mampu
menunjukkan identitas miskinnya, masyarakat miskin tersebut tidak
boleh dibebani biaya dan seluruh pembiayaannya menjadi beban:
a. Aparat desa setempat yang kemudian akan diklaimkan ke PT Askes
b. Keluarga pasien yang nantinya akan di ganti oleh PT Askes
c. Ditanggung pemerintah melalui aparat desa setempat
d. Rumah Sakit dan untuk selanjutnya diklaimkan ke PT Askes
(Persero)
12. Manfaat pelayanan rawat jalan yang disediakan puskesmas untuk peserta
askeskin adalah:
a. Konsultasi medis, pemeriksaan fsik dan penyuluhan kesehatan
b. Laboratorium sederhana (darah, urine, dan feses rutin)
c. Tindakan medis kecil
d. Semua jawaban benar
13. Manfaat pelayanan rawat inap yang disediakan puskesmas untuk peserta
askeskin adalah:
a. Akomodasi rawat inap
36 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Konsultasi medis, pemeriksaan fsik, dan penyuluhan kesehatan
c. Laboratorium sederhana (darah, urine, dan feses rutin)
d. Semua jawaban benar
14. Manfaat pelayanan rawat jalan yang disediakan di rumah sakit untuk
peserta askeskin adalah:
a. Konsultasi medis, pemeriksaan fsik, dan penyuluhan kesehatan oleh
dokter spesialis/umum
b. Rehabilitasi medis
c. Penunjang diagnostik: laboratorium klinik, radiologi, dan
elektromedik
d. Semua jawaban benar
15. Manfaat pelayanan rawat inap yang disediakan di rumah sakit untuk
peserta askeskin adalah:
a. Akomodasi rawat inap pada kelas III
b. Konsultasi medis, pemeriksaan fsik, dan penyuluhan kesehatan
c. Penunjang diagnostik: laboratorium klinik, radiologi, dan
elektromedik
d. Semua jawaban benar
16. Pelayanan rumah sakit bagi peserta Askeskin yang tidak dijamin adalah:
a. Pelayanan yang tidak sesuai prosedur dan ketentuan
b. Bahan, alat, dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetik
c. General Check Up
d. Semua jawaban benar
Kuesioner Pengetahuan para Pedagang Kaki Lima tentang Higiene Makanan
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SD Baros Mandiri
6 Kota, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2011 dengan sebanyak 17
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kusioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
pengetahuan para pedagang kaki lima. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat
dalam kuesioner pengetahuan para pedagang kaki lima tentang higiene makanan
adalah sebagai berikut.
1. Pengertian higiene yang benar di bawah ini adalah:
a. Upaya mencegah kebersihan tempat kerja, peralatan dan bahan
makanan
b. Upaya menjaga kebersihan dalam pengolahan makanan
c. Upaya menjaga kebersihan bahan makanan dan penyimpanannya
37 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

d. Upaya menjaga kebersihan tempat kerja, peralatan dan bahan
makanan mulai dari penyiapan, pengolahan, sampai dengan
penyimpanannya.
2. Higiene sanitasi makanan yang buruk akan menimbulkan penyakit?
a. Maag
b. Diare
c. Tipus
d. Batuk
3. Yang bukan termasuk tujuan higiene makanan adalah?
a. Menjamin keamanan dan kualitas makanan sehingga layak
konsumsi
b. Makanan yang dikonsumsi lebih bergizi dan menyehatkan
c. Mencegah keracunan dan kerusakan makanan akibat kontaminasi
mikroba yang beracun
d. Menggunakan bahan pengolahan makanan secara berulang
4. Yang tidak termasuk tindakan pencegahan kontaminasi terhadap
makanan?
a. Membiarkan keadaan makanan terbuka
b. Pisau dan talenan yang digunakan untuk memotong daging ayam
mentah, jangan digunakan untuk memotong daging burung yang
sudah matang tanpa dicuci terlebih dahulu.
c. Mencampur makanan matang dengan makanan yang sudah
kedaluwarsa.
d. Mencampur bahan makanan dengan bahan tambahan makanan.
5. Di bawah ini yang termasuk dalam tahapan menjaga peralatan untuk
penanganan makanan jajanan adalah?
a. Peralatan yang sudah dipakai dicuci dengan air bersih dan sabun,
keringkan, kemudian simpan di tempat yang bersih
b. Peralatan yang sudah dipakai, dicuci dengan air yang bersih,
keringkan dan simpan di tempat yang bersih.
c. Disimpan dan dicuci kembali.
d. Cukup dengan dibersihkan.
6. Yang termasuk dalam penyebab kontaminasi makanan adalah, kecuali?
a. Pencemaran mikroba seperti bakteri pada makanan.
b. Pencemaran fsik seperti rambut, debu, tanah, dan kotoran lainnya
c. Pencemaran kimia seperti pupuk, merkuri, zat pewarna pada
makanan
d. Makanan tidak dibiarkan terbuka.
38 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
7. Peralatan yang digunakan untuk menyiapkan makanan?
a. Dibiarkan tetap bersih tanpa dilap kembali
b. Peralatan yang digunakan dalam pengolahan makanan harus dicuci
dengan air dan sabun
c. Peralatan dibiarkan kotor dan berdebu
d. Peralatan dicuci tidak menggunakan sabun
8. Higiene makanan bermanfaat untuk?
a. Tidak mengembangkan kebiasaan pola hidup bersih
b. Meningkatkan terjadinya penyebaran penyakit yang menular melalui
makanan yang mengandung mikroba/kuman penyebab infeksi
c. Meningkatkan derajat kesehatan
d. Makanan menjadi terkontaminasi
9. Salah satu cara menjaga makanan matang agar tetap higiene, kecuali?
a. Panaskan kembali makanan matang.
b. Simpan makanan matang dengan hati-hati
c. Makanan dibiarkan dalam keadaan terbuka sehingga makanan
terkontaminasi
d. Hindari kontak antara makanan mentah dengan makanan matang
10. Salah satu bahan kimia yang terkandung didalam makanan adalah,
kecuali?
a. Bahan pewarna kulit
b. Bahan pewarna tekstil
c. Bahan pewarna kertas
d. Bahan tambahan pangan
11. Salah satu dampak mengonsumsi makanan yang mengandung zat kimia
yang berbahaya adalah?
a. Dapat menyebabkan kanker
b. Dapat menutrisi tubuh
c. Dapat menjadi suplemen bagi tubuh kita
d. Dapat menjadi asupan gizi yang baik bagi tubuh
12. Dampak yang ditimbulkan jika tidak menjaga kebersihan lingkungan
adalah?
a. Penyebaran penyakit cepat menyebar
b. Suasana berjualan nyaman dan terkendali
c. Pelanggan semakin banyak
d. Keuntungan menjadi melimpah
13. Kebiasaan hidup bersih (higiene) itu sangat perlu dan bermanfaat,
kecuali?
39 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

a. Mengembangkan kebiasaan pola hidup bersih.
b. Mencegah terjadinya penyebaran penyakit yang menular melalui
makanan yang mengandung mikroba atau kuman penyebab infeksi.
c. Meningkatkan derajat kesehatan
d. Meningkatnya angka kesakitan
14. Contoh makanan yang tidak baik untuk kesehatan, kecuali?
a. Makanan gorengan dengan minyak yang sudah berulang-ulang
dipakai
b. Makanan kalengan
c. Mie instan
d. Makanan yang diolah dengan matang
15. Sikap yang tidak termasuk dalam menjaga higiene adalah?
a. Selalu mencuci tangan
b. Setelah memegang uang, langsung menjamah makanan
c. Mengambil makanan dengan alat bantu
d. Menutupi makanan dengan alat penutup makanan
16. Persyaratan fasilitas sarana pedagang kaki lima yang sudah memenuhi
kriteria kesehatan, kecuali?
a. Tersedia tempat untuk air bersih
b. Tersedia tempat untuk penyimpanan bahan makanan
c. Tidak adanya tempat sampah
d. Tersedia tempat penyimpanan peralatan
17. Tempat penyimpanan makanan harus memenuhi kriteria di bawah ini,
kecuali?
a. Debu
b. Bau tak sedap
c. Asap
d. Jauh dengan pembuangan sampah.
Kuesioner Pengetahuan Keluarga tentang Sanitasi Lingkungan
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Cireunghas,
Kabupaten Sukabumi kepada 20 responden pada tahun 2008 dengan pertanyaan
sebanyak 20 pertanyaan, di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap
kuesioner. Pertanyaan yang terdapat pada kuesioner pengetahuan keluarga
tentang sanitasi lingkungan secara terperinci adalah sebagai berikut.
40 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
1. Pengertian lingkungan adalah
a. Segala sesuatu yang ada di sekitarnya, baik berupa benda hidup,
benda mati, benda nyata ataupun tidak nyata, termasuk manusia
lainnya
b. Tumbuh-tumbuhan saja
c. Manusia saja
2. Pernyataan berikut mengenai hubungan lingkungan dengan kesehatan
yaitu
a. Keadaan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan
b. Keadaan lingkungan tidak ada hubungannya terhadap kesehatan
c. Keadaan kesehatan tidak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan
3. Penyediaan air bersih yang baik untuk digunakan adalah berasal dari
a. Sumur kompa, sumur gali, PDAM
b. Sumur kompa, penampungan air hujan, mata air
c. Air yang berasal dari laut, sumur gali, PDAM
4. Penyediaan air minum yang baik untuk digunakan adalah berasal dari
a. Sumur kompa, sumur gali, PDAM
b. Sumur kompa, penampungan air hujan, mata air
c. Air yang berasal dari laut, sumur galian, PDAM
5. Pengelolaan air minum yang baik adalah
a. Dimasak
b. Tidak dimasak
c. Disaring lalu diminum
6. Kondisi tempat penampungan air sebaiknya
a. Tertutup
b. Terbuka
c. Tergenang
7. Frekuensi pengurasan dalam satu bulan pengurasan dalam satu bulan
a. 1 kali
b. > 2 kali
c. Setiap hari
8. Persyaratan air yang baik untuk digunakan adalah air yang
a. Berbau
b. Bening, berasa
c. Tidak berbau, berwarna, dan berasa
9. Jarak sumber air yang baik dengan jamban adalah
a. Kurang dari 10 meter
b. Lebih dari 10 meter
c. Kurang dari 5 meter
41 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

10. Persyaratan untuk membuat sumur di antaranya, kecuali
a. Jarak sumur dengan jamban 10 meter
b. Dinding sumur harus dilapisi dengan batu yang disemen
c. Dinding sumur tidak perlu dilapisi dengan batu
11. Penyakit apa yang biasanya terjadi bila kita menggunakan air yang kotor
a. Diare
b. Jantung
c. Rematik
12. Cara pembuangan sampah yang baik yaitu
a. Dibiarkan di tempat terbuka
b. Dibakar/ditimbun
c. Dibuang ke sungai
13. Tempat pembuangan sampah sebaiknya ke
a. Tempat sampah pribadi/umum
b. Sungai
c. Sembarang tempat
14. Apakah tempat pembuangan sampah sangat penting untuk dimiliki
a. Sangat penting
b. Tidak penting
c. Tidak begitu penting
15. Kondisi tempat pembuangan sampah sebaiknya
a. terbuka
b. tertutup
c. lancar
16. Pengaruh pengelolaan sampah yang positif terhadap masyarakat dan
lingkungan adalah
a. Sampah dapat dimanfaatkan untuk pupuk
b. Sampah dapat dimanfaatkan untuk ternak
c. Lingkungan akan menjadi kurang sedap dipandang mata
17. Tempat BAB yang baik untuk digunakan adalah
a. Sungai
b. Kebun
c. WC
18. Jenis jamban yang baik untuk digunakan adalah
a. Septic tank
b. WC cemplung
c. Jamban yang tidak memiliki saluran air
19. Kondisi jamban sebaiknya?
a. Mewah
42 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Cerah
c. Terawat
20. Kondisi saluran air limbah yang baik yaitu
a. Terbuka
b. Lancar
c. Tergenang
Kuesioner Pengetahuan Keluarga tentang Posbindu
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Kelurahan Cimahi
Tengah-Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2011 dengan pertanyaan
sebanyak 9 pertanyaan, di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap
kuesioner. Pertanyaan yang terdapat pada kuesioner pengetahuan keluarga
tentang posbindu secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Menurut Saudara apa yang dimaksud dengan posbindu itu?
a. Tempat yang digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan
bagi lansia
b. Tempat yang digunakan untuk mengumpulkan lansia
c. Tempat yang digunakan untuk para lanjut usia yang sakit
d. Tempat yang digunakan untuk menimbang berat badan lanjut usia
2. Menurut Saudara apa tujuan diadakannya posbindu?
a. Mencegah lanjut usia dari berbagai penyakit
b. Membantu para lanjut usia untuk mengetahui kesehatannya
c. Memberi tahu pada lanjut usia cara-cara mencegah penyakit
d. Meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lanjut usia
supaya dapat lebih bahagia dan berguna di masa tua.
3. Tujuan lain dari pembentukan posbindu adalah
a. Untuk mengisi waktu luang
b. Untuk membina hubungan sesama lanjut usia
c. Untuk meningkatkan kesadaran pada lansia untuk membina sendiri
kesehatannya
d. Untuk berbincang-bincang dengan sesama lanjut usia
4. Menurut saudara siapa yang dijadikan sasaran langsung posbindu?
a. Lanjut usia
b. Anak-anak
c. Balita
d. Benar semua
43 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

5. Menurut Saudara apa yang menjadi sasaran yang secara tidak langsung
dalam posbindu?
a. Keluarga yang mempunyai usia lanjut
b. Organisasi sosial yang membina kesehatan usia lanjut
c. Semua masyarakat
d. Semua benar
6. Apa yang Saudara lakukan bila ada kegiatan posbindu di tempat Saudara?
a. Mengikuti kegiatan posbindu
b. Mengikuti kegiatan karena terpaksa
c. Diam di rumah saja
d. Acuh tak acuh
7. Menurut Saudara dalam memelihara kesehatan, kegiatan apakah yang
dilakukan di Posbindu?
a. Penimbangan berat badan
b. Penimbangan berat badan, pemeriksaan kesehatan, dan pelayanan
pengobatan
c. Penimbangan berat badan dan pemeriksaan kesehatan
d. Pengobatan pelayanan saja
8. Menurut Saudara, alasan lanjut usia harus ke posbindu setiap bulan
karena
a. Karena untuk memantau kesehatan lanjut usia.
b. Supaya bisa berkumpul dengan para lanjut usia
c. Karena disuruh oleh kader
d. Karena jarak dari rumah ke posbindu dekat.
9. Menurut saudara, cara yang mudah dan murah untuk mengetahui dan
memantau kesehatan lanjut usia adalah
a. Datang ke posbindu cuma sekali
b. Datang ke posbindu setiap bulan
c. Datang ke posbindu bila ada kesempatan
d. Datang ke posbindu bila ada keluhan/sakit
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Kader tentang Posyandu
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Mekarwangi
kepada 20 responden pada tahun 2011 dengan pertanyaan sebanyak 20 pertanyaan,
di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner. Pertanyaan
dalam kuesioner pengetahuan kader tentang posyandu secara terperinci adalah
sebagai berikut.
44 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
1. Apakah tugas kader di posyandu
a. Mengundang dan menggerakan masyarakat
b. Menyiapkan alat dan bahan
c. Menyiapkan alat dan bahan, mengundang dan menggerakkan
masyarakat, menghubungi pokja posyandu dan melaksanakan
pembagian tugas
2. Berapa meja pelaksanaan kegiatan posyandu?
a. 3 meja
b. 4 meja
c. 5 meja
3. Kegiatan apa yang dilakukan di meja 1, 2, dan 4?
a. Penimbangan, pendafaran, penyuluhan
b. Pendafaran, penimbangan, penyuluhan
c. Penyuluhan, penimbangan, pendafaran
4. Di meja berapakah pemeriksaan ibu hamil dilakukan?
a. Meja 3
b. Meja 4
c. Meja 5
5. Di meja berapa mengisi KMS?
a. Meja 3
b. Meja 4
c. Meja 5
6. Siapakah sasaran posyandu?
a. Ibu hamil
b. Anak balita
c. Bayi, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui
7. Kapan kader membuat laporan hasil kegiatan posyandu?
a. Setelah selesai posyandu
b. Selama posyandu berlangsung
c. Beberapa hari setelah posyandu
8. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan 5 meja adalah?
a. Pendafaran, penimbangan, penyuluhan, pencatatan KMS, pelayanan
kesehatan
b. Pendafaran, penimbangan, pencatatan KMS, penyuluhan, pelayanan
kesehatan
c. Pendafaran, penimbangan, pencatatan KMS, pelayanan kesehatan,
penyuluhan
9. KMS Balita adalah?
a. Kartu Menuju Sehat agar diketahui kesehatannya
45 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

b. Kartu yang membuat data pertumbuhan, serta beberapa informasi
lain mengenai perkembangan balita yang dicatat setiap bulan
c. Kartu Menuju Sehat dengan mencatat berat badan tiap bulan
10. Pelayanan apa saja yang dapat diberikan oleh kader di posyandu bagi bayi
dan balita?
a. Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan
b. Penyuluhan dan penimbangan berat badan
c. Penimbangan berat badan dan pemeriksaan kesehatan
11. Pelayanan yang dapat diberikan kader di posyandu bagi ibu hamil yaitu?
a. Penimbangan berat badan dan penyuluhan
b. Pelayanan pengukuran tekanan darah, pemberian tetanus toksoid
c. Pemeriksaan kehamilan
12. Pelayanan apa saja yang dapat diberikan kader di posyandu bagi ibu
nifas?
a. Pemeriksaan kesehatan ibu nifas
b. Perawatan kebersihan jalan lahir (vagina)
c. Pemberian vitamin A dan tablet besi
13. Pelayanan KB yang dapat diberikan kader yaitu?
a. Pemberian kondom dan pemberian pil ulangan
b. Pemberian suntikan KB, konseling KB, dan pemasangan IUD
c. Hanya pemberian suntikan KB, konseling KB dan pemasangan IUD
saja
14. Pelayanan imunisasi di posyandu diberikan kepada siapa saja?
a. Ibu nifas, ibu hamil, wanita usia subur
b. Ibu menyusui dan bayi saja
c. Ibu hamil, bayi dan balita
15. Jenis imunisasi apa saja yang dapat diberikan pada bayi dan balita pada
saat posyandu, kecuali
a. Imunisasi BCG dan Polio
b. Imunisasi Hepatitis A
c. Imunisasi Hepatitis B
16. Posyandu dapat dimanfaatkan untuk pelayanan gizi bagi bayi, balita, ibu
hamil, dan wanita usia subur (WUS), yang dilakukan oleh kader berupa
palayanan di bawah ini, kecuali
a. Penimbangan berat badan
b. Deteksi dini gangguan pertumbuhan
c. Pemberian imunisasi BCG, DPT, campak
17. Siapakah sasaran posyandu dalam pelayanan gizi?
a. Wanita usia subur, ibu nifas, lansia
46 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Bayi dan balita, ibu hamil, wanita usia subur, anak sekolah dasar
c. Ibu menyusui, ibu nifas, bayi, dan balita
18. Apa tugas kader dalam penanggulangan diare di posyandu?
a. Pemberian oralit
b. Pemberian obat diare
c. Merujuk ke rumah sakit
19. Selain pemberian oralit dapat juga diberikan larutan gula garam pada bayi
dan balita yang terkena diare, berapakah takaran untuk membuat larutan
gula garam?
a. Garam 1 sendok teh, gula 1 sendok teh dalam larutan air matang 200 cc
b. Garam seujung sendok teh, gula 2 sendok teh dalam larutan air
matang 200 cc
c. Garam 2 sendok teh, 1 sendok teh gula dalam larutan air matang 200 cc
20. Kegiatan apa saja yang dapat disampaikan kader dalam kegiatan posyandu,
kecuali
a. Penyuluhan mengenai makanan sehat
b. Penyuluhan mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita
c. Pemeriksaan kesehatan bumil
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Gizi Masa Laktasi
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas
Padasuka, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 dengan pertanyaan
sebanyak 10 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten. Pertanyaan
yang terdapat dalam kuesioner pengetahuan ibu tentang gizi masa laktasi secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Menurut ibu apa yang dimaksud masa laktasi?
a. Masa sebelum hamil
b. Masa selama hamil
c. Masa setelah melahirkan/masa menyusui bayi
d. Masa setelah bayi umur 1 tahun
2. Dalam masa laktasi/menyusui ibu harus makan makanan yang
mengandung?
a. Tinggi protein
b. Tinggi lemak
c. Makanan gizi seimbang
d. Tinggi karbohidrat
47 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

3. Dalam masa laktasi kebutuhan gizi ibu berguna untuk?
a. Meningkatkan berat badan ibu
b. Meningkatkan air susu ibu
c. Meningkatkan kecerdasan bayi
d. Meningkatkan tinggi badan ibu
4. Makanan yang merupakan sumber protein yang baik bagi ibu masa laktasi
adalah?
a. Sayur-sayuran
b. Buah-buahan
c. Ati dan ampela
d. Jeroan ayam
5. Makanan yang merupakan sumber karbohidrat yang baik bagi ibu pada
masa laktasi adalah?
a. Ikan laut
b. Daging sapi
c. Daging ayam
d. Gandung???, nasi dan kentang
6. Makanan yang merupakan sumber lemak yang baik bagi ibu masa laktasi
adalah?
a. Sayur-sayuran
b. Buah-buahan
c. Ikan dan susu
d. Ati dan ampela
7. Makanan yang merupakan sumber vitamin yang baik bagi ibu masa laktasi
adalah?
a. Sayur-sayuran dan buah-buahan
b. Daging ayam
c. Daging sapi
d. Ikan laut
8. Bila bayi ibu diberikan air susu ibu (ASI), maka dapat berguna bagi bayi
yaitu?
a. Bayi jadi gemuk
b. Bayi jadi kurus
c. Meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit
d. Bayi menjadi nakal dan rewel
9. Apa risiko bila kebutuhan zat gizi ibu nifas tidak terpenuhi?
a. Ibu jadi kurus
b. Ibu jadi gemuk
c. Bayi menjadi gemuk
48 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
d. Air susu ibu kurang baik
10. Apa risiko bagi bayi, bila bayi tidak diberikan ASI?
a. Bayi menjadi rewel
b. Bayi menjadi nakal
c. Bayi gampang sakit
d. Bayi cepat besar
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Status Gizi pada Balita
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas
Citeureup, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2007 dengan pertanyaan
sebanyak 30 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten. Pertanyaan yang
terdapat dalam kuesioner pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Yang dimaksud dengan zat gizi adalah
a. Makanan yang terdiri atas nasi, sayur, kentang, dan ikan
b. Makanan yang terdiri atas nasi, kentang, dan jagung
c. Makanan yang terdiri atas nasi, kentang, dan sagu
d. Zat penyusun bahan makanan yang diperlukan tubuh
2. Makanan yang mengandung karbohidrat adalah
a. Nasi, kangkung, dan kacang tanah
b. Nasi, ubi, dan kentang
c. Nasi, telur, dan kentang
d. Roti, ubi, dan ayam
3. Makanan sumber protein dapat diperoleh dari:
a. Daging, roti, dan jeruk
b. Kuning telur, tempe, dan ikan
c. Telur, ayam, dan roti
d. Putih telur, ayam, dan susu
4. Sayuran penting bagi anak karena:
a. Mengatur kerja pencernaan supaya lancar
b. Meningkatkan selera makan anak
c. Menjaga anak dari penyakit
d. Semuanya benar
5. Fungsi makanan bergizi untuk balita
a. Tumbuh dan berkembang dengan sehat
b. Anak tidak mudah sakit
49 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

c. Pertumbuhan otak dan tulang akan baik
d. Semua jawaban benar
6. Kekurangan gizi dapat menyebabkan
a. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat
b. Anak tidak mudah sakit
c. Pertumbuhan dan perkembangan baik
d. Semua jawaban salah
7. Kelompok makanan yang mengandung vitamin A untuk balita adalah
a. Nasi, ikan, hati, dan pisang
b. Kuning telur, ayam, dan jeruk
c. Kuning telur, hati, ikan, dan pepaya
d. Sayur bayam, telur, ubi, dan ikan
8. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan
a. Pertumbuhan dan pembentukan tulang terhambat
b. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik
c. Pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat
d. Anak mudah sakit
9. Yang disebut tiga guna (triguna) makanan adalah
a. Tenaga, pengatur, dan pembangun
b. Energi, pengatur, dan tenaga
c. Energi, tenaga, dan pembangunan
d. Pembangunan, energi, dan pengganti
10. Di bawah ini manakah yang termasuk protein nabati
a. Daging
b. Tempe
c. Susu
d. Sayur
11. Sayuran sebelum dimasak sebaiknya
a. Sayuran dipotong-potong dulu baru dicuci
b. Sayuran direbus dulu baru dicuci
c. Sayuran tidak perlu dicuci terlebih dahulu
d. Sayuran dicuci dulu baru dipotong-potong
12. Bila sayuran dipotong dulu baru dicuci maka
a. Sayuran menjadi bersih
b. Terhindar dari racun
c. Mengurangi zat-zat gizi
d. Tidak berpengaruh terhadap zat gizi
13. Setelah sayuran di potong-potong maka sebaiknya
a. Dibiarkan di udara teruka
50 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Langsung dimasak
c. Disimpan di lemari
d. Dimasak setelah beberapa jam
14. Sayuran untuk balita sebaiknya
a. Dibuat sayur bening
b. Dibuat sayur lodeh
c. Dibuat sayur tumis
d. Dibuat sayur asam
15. Makanan untuk balita sebaiknya dimasak
a. Makanan yang dimasak bisa dihangatkan kembali
b. Makanan dimasak setiap anak mau makan
c. Makanan dimasak sekaligus untuk beberapa hari
d. Semua jawaban benar
16. Bila anak berumur 1 tahun lebih, makanan padat yang diberikan adalah
a. Dalam bentuk lunak
b. Langsung diberi nasi
c. Sangat lunak
d. Dicoba dengan yang agak padat kemudian diberi nasi
17. Supaya anak tidak cepat bosan dengan makanan tertentu maka:
a. Menghidangkan makanan yang enak dan mahal
b. Menghidangkan makan yang bervariasi
c. Menghidangkan makanan yang tidak disukai anak
d. Menghidangkan makanan enak dan siap saji
18. Makanan yang disajikan pada anak sebaiknya:
a. Makanan masih hangat, menarik, dan segar
b. Masih hangat, menarik, dan mengandung gizi
c. Masih hangat, bersih, dan mengangung gizi
d. Masih hangat, menarik, dan mahal
19. Waktu makan yang tepat bagi anak balita adalah
a. Di luar bersama teman-temannya
b. Di tempat terpisah dari keluarga
c. Di rumah bersama keluarga
d. Di tempat yang disukai anak
20. Pemberian makan balita sewaktu sakit, adalah
a. Diberi makanan jika anak mau saja
b. Diberikan makanan seperti biasanya
c. Diberikan makan yang lebih bergizi
d. Diberikan makan yang enak dan disukai anak
51 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

21. Bila anak susah balita makan, maka tindakan keluarga
a. Memaksanya makan dengan membuka mulut anak
b. Memberikan makanan tambahan lain
c. Merangsangnya dengan jamu-jamuan/penambahan nafsu makan
d. Memarahinya sampai anak mau makan
22. Pemberian makanan pada anak balita sebaiknya
a. 3 kali (pagi, siang, sore) tanpa makanan selingan
b. 3 kali (pagi, siang, sore) 2 kali makanan selingan
c. 3 kali (pagi, siang, sore) 4 kali makanan selingan
d. 3 kali (pagi, siang, sore) 3 kali makanan selingan
23. Susu formula sebaiknya diberikan pada saat
a. Pagi dan malam hari
b. Siang dan malam hari
c. Sore dan pagi hari
d. Siang dan sore hari
24. Apabila makan makanan yang dikonsumsi cenderung sedikit, maka
seorang ibu harus memberikan makan dengan frekuensi sering yaitu
a. 12 kali sehari
b. 34 kali sehari
c. 45 kali sehari
d. 56 kali sehari
25. Frekuensi pemberian minum susu pada anak per hari adalah
a. 2 kali sehari
b. 1 kali sehari
c. 3 kali sehari
d. Semua benar
26. Makanan pendamping ASI dapat diberikan pada anak usia
a. 6 bulan
b. 1 tahun
c. 2 tahun
d. 3 tahun
27. Anak usia 1 tahun diberikan makanan dalam bentuk:
a. Lunak
b. Keras
c. Agak keras
d. Semua benar
28. Setelah anak usia 3 tahun sudah diberikan makanan:
a. Nasi tim
b. Bubur sari
52 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Nasi
d. Semua benar
29. Anak usia 45 tahun biasanya sudah bisa makan dengan cara
a. Disuapi
b. Mandiri
c. Dipaksa
d. Semua benar
30. Makanan anak usia 5 tahun diberikan dalam bentuk
a. Lunak
b. Keras
c. Agak keras
d. Sangat keras
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Pasien tentang Penyakit TBC Paru
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Dustira, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 dengan pertanyaan
sebanyak 25 pertanyaan, di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji kontens. Pertanyaan
yang terdapat dalam kuesioner pengetahuan pasien tentang penyakit TBC secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan penyakit TBC paru
a. Penyakit yang disebabkan oleh udara dingin
b. Penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis
c. Penyakit yang disebabkan oleh debu
d. Penyakit yang disebabkan karena kecapean
2. Penyakit TBC paru disebabkan oleh
a. Jamur
b. Virus
c. Bakteri
d. Serangga
3. Penyakit TBC paru merupakan
a. Penyakit bawaan sejak lahir
b. Penyakit tidak menular
c. Penyakit keturunan dari orang tua
d. Penyakit menular
4. Penyebaran penyakit TBC paru biasanya melalui
a. Pelukan dengan penderita penyakit TBC paru
53 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

b. Pemakaian sabun yang digunakan bersama-sama penderita penyakit
TBC paru
c. Dahak ketika penderita batuk atau bersin
d. Keringat penderita yang tersentuh tangan
5. Kelompok orang yang paling mudah terserang atau tertular penyakit TBC
paru adalah
a. Tetangga penderita penyakit TBC paru
b. Anggota keluarga yang tidak tinggal serumah dengan penderita TBC
paru
c. Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC
paru
d. Teman sekolah penderita TBC paru
6. Tanda dan gejala dari seseorang yang menderita penyakit TBC paru
adalah
a. Mules, mual, dan muntah
b. Batuk, sesak, dan demam
c. Susah buang air besar, pusing
d. Badan lemah, mencret, dan pusing
7. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui seseorang menderita
penyakit TBC paru adalah
a. Pemeriksaan darah
b. Pemeriksaan air kecil
c. Pemeriksaan dahak
d. Pemeriksaan feses
8. Untuk mencegah penularan penyakit TBC paru, maka bila penderita
batuk dan mengeluarkan dahak, maka sebaiknya dahak tersebut:
a. Dibiarkan saja
b. Dilap dengan kain
c. Dibersihkan dengan air
d. Dibersihkan dengan lisol/karbol
9. Supaya tidak tertular penyakit TBC paru, maka sebaiknya anak balita
diberikan suntikan
a. TT
b. BCG
c. DPT
d. Tetanus
10. Pengobatan penyakit TBC paru biasanya dilaksanakan selama
a. 1 sampai 3 bulan
b. 3 sampai 6 bulan
54 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. 6 sampai 9 bulan
d. 9 sampai 12 bulan
11. Apa yang dimaksud dengan pengawas minum obat (PMO)
a. Petugas kesehatan/anggota keluarga yang mengawasi pasien minum
obat
b. Petugas kesehatan yang melakukan penyuluhan kepada pasien
c. Anggota keluarga yang membiayai pengobatan TBC
d. Angota keluarga yang menyuruh pasien berobat
12. Berikut ini merupakan tugas dari PMO, kecuali
a. Orang yang mengawasi pasien TB paru saat minum obat
b. Orang yang memberi dorongan pada penderita agar mau menelan
obat secara teratur
c. Orang yang mengantar pasien berobat
d. Orang yang mengingatkan penderita untuk periksa ulang dahak pada
waktu yang telah ditentukan
13. Berikut ini syarat orang yang dapat menjadi PMO, kecuali
a. Seseorang yang dikenal dan dipercaya, serta disetujui oleh petugas
kesehatan maupun oleh penderita
b. Orang yang dihormati dan disegani oleh penderita
c. Seseorang yang tinggal dekat dengan penderita, bersedia membantu
penderita dengan sukarela, serta bersedia dilatih dan mendapat
penyuluhan bersama-sama penderita
d. Orang yang mau membantu penderita, tetapi tempat tinggalnya
jauh
14. Menurut Saudara, apakah penyakit TBC paru dapat disembuhkan
a. Tidak dapat, karena penyakit kronis
b. Tidak dapat karena sudah menjadi keturunan
c. Dapat sembuh, walaupun tidak berobat secara teratur
d. Dapat sembuh bila berobat secara teratur
15. Menurut Saudara, bagaimana jika penderita TBC lupa untuk minum
obat
a. Berobat ke paranormal
b. Harus mengulang pengobatan dari awal
c. Obat diteruskan saja
d. Anggap saja tidak lupa sehingga obat biar cepat habis dan sembuh
16. Apa kegunaan dari pemeriksaan dahak setelah minum obat 2 bulan bagi
penderita TBC paru?
a. Untuk menentukan kualitas dahak penderita TBC paru
b. Untuk mengetahui perkembangan penyakit TBC paru
55 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

c. Untuk mengetahui apakah perkembangan TBC masih aktif atau
tidak
d. Untuk menentukan keadaan kuman dalam tubuh penderita TBC
paru
17. Apabila di rumah ada yang menderita batuk lebih dari 3 minggu, maka
anggota keluarga yang sakit tersebut dibawa?
a. Ke paraji
b. Ke orang pintar
c. Ke pengobatan alternatif
d. Ke puskesmas
18. Untuk 2 bulan pertama kali pengobatan, berapa kali minum obat TBC
paru?
a. Setiap 3 kali seminggu
b. Setiap 3 kali sehari
c. Setiap hari
d. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat
19. Sebaiknya minum obat TBC yang dianjurkan secara benar adalah?
a. Setiap bangun tidur pagi hari bila tidak ada keluhan
b. Siang hari
c. Setiap setelah makan
d. Setelah makan siang
20. Mengapa penderita harus minum obat TBC paru dalam waktu lama (68
bulan)
a. Supaya tidak batuk
b. Supaya kuman TBC mati
c. Supaya dapat sembuh
d. Supaya tubuh kembali gemuk
21. Akibat apa yang ditimbulkan bila penderita TBC paru tidak minum obat
secara teratur dan tidak tuntas?
a. Kuman TBC menjadi lemah
b. Kuman TBC menjadi kebal
c. Kuman TBC menjadi mati
d. Kuman TBC menjadi sakit
22. Kapan sebaiknya penderita TBC paru kontrol ulang untuk periksa ke
puskesmas?
a. Jika timbul batuk berdahak dan sesak napas
b. Jika obat habis, periksa dahak, serta jika ada keluhan
c. Jika timbul gatal, mual, kesemutan, dan sakit pada sendi
d. Jika timbul batuk, obat habis, dan lain-lain
56 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
23. Manfaat dari pengobatan TBC adalah
a. Menyembuhkan TBC
b. Mencegah kematian
c. Mencegah kekambuhan
d. Betul semua
24. Obat TBC terdiri atas
a. Rifampisin, pyrazynamid
b. Rifampisin, pyrazynamid, dan streptomisin
c. Streptomisin dan etambutol
d. Rimfapisin, pyrazynamid, streptomisin, dan etambutol
25. Bila pengobatan belum selesai sampai waktu 6 bulan, maka penderita TBC
paru?
a. Tidak sembuh
b. Tidak gagal
c. Gagal
d. A dan C benar
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Keluarga tentang Penyakit Demam Berdarah
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Rancaekek
Wetan, Kabupaten Bandung kepada 20 responden pada tahun 2011 dengan
pertanyaan sebanyak 12 pertanyaan, di mana semuanya valid dan reliabel (hasil
uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten.
Pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner pengetahuan keluarga tentang
penyakit demam berdarah secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apakah pengertian dari demam berdarah itu?
a. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk
Anopheles
b. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albocpitus
2. Menurut Anda demam berdarah ditularkan oleh?
a. Nyamuk Anopheles
b. Nyamuk Aedes aegypty
3. Nyamuk penyebab demam berdarah yang menyerang manusia dan
menimbulkan demam berdarah adalah?
a. Betina
b. Jantan
4. Menurut Anda, kapan nyamuk penyebab demam berdarah menggigit
manusia?
57 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

a. Pagi pukul 09.0010.00; dan sore pukul 16.0017.00
b. Malam pukul 21.00 dan pagi pukul 03.0005.00
5. Jika kita positif demam berdarah apakah kita bisa menularkan ke orang
lain?
a. Bisa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty
b. Tidak bisa
6. Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi terjadinya demam berdarah?
a. Perilaku, musim, kelembapan
b. Konfik keluarga, jenis makanan, dan pekerjaan
7. Apa saja tanda dan gejala dari demam berdarah itu?
a. Demam tinggi tidak turun selama 3 hari, nyeri pada otot seluruh
tubuh, nyeri hebat di belakang kepala, disertai adanya bintik-bintik
merah di kulit
b. Demam, batuk, fu, sakit tenggorokan
8. Apa tanda dan gejala orang yang terkena demam berdarah?
a. Demam, bintik-bintik, nyeri, dan penurunan jumlah trombosit
b. Demam, bintik-bintik, dan penurunan jumlah leukosit
9. Upaya pemberantasan jentik-jentik nyamuk sebagai penyebab demam
berdarah adalah?
a. Pemberantasan sarang nyamuk: pengasapan (fogging), penyemprotan,
dan penaburan abate
b. Penggunaan losion, obat nyamuk, dan menggunakan kelambu
10. Sebaiknya berapa kali Anda menguras bak mandi dalam satu minggu?
a. > 1 minggu 1 kali
b. 12 kali dalam 1 minggu
11. Kegiatan 3M dalam PSN-demam berdarah adalah?
a. Menguras bak, menutup, dan mengubur barang-barang bekas
b. Membersihkan, membuang sampah, menjaga kesehatan
12. Bagaimana cara mencegah atau menghindari dari gigitan nyamuk
penyebab demam berdarah?
a. Menggunakan losion, tidur dengan menggunakan kelambu atau
jendela diberi kawat kasa
b. Menggunakan vaksin demam berdarah
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Penyakit Diare
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Cililin,
Kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2010 dengan
pertanyaan sebanyak 12 pertanyaan, di mana semuanya valid dan reliabel (hasil
uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
58 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten.
Pertanyaan yang tedapat dalam kuesioner pengetahuan ibu tentang penyakit
diare secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Seperti apakah menurut ibu penyakit diare itu?
a. Buang air besar cair/mencret
b. Buang air besar cair/mencret 1 kali sehari
c. Buang air besar cair/mencret 2 kali sehari
d. Buang air besar cair/mencret lebih dari 4 kali sehari
2. Menurut ibu bila terkena penyakit diare akan terlihat tanda seperti?
a. Buang air besar encer, berlendir, atau berdarah
b. Tampak cengeng dan gelisah
c. Jawaban A dan B benar
d. Tidak tahu
3. Menurut ibu, diare itu disebabkan oleh apa?
a. Kuman
b. Bertambah kepandaian
c. Masuk angin
d. Tidak tahu
4. Kebiasaan seperti apakah yang bisa menyebabkan terkena diare?
a. Tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum memberikan makan
b. Selalu berdandan ketika mau masak
c. Selalu memakai pakaian bagus ketika mau makan
d. Menggosok gigi sebelum dan sesudah makan
5. Tidak mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dapat menyebabkan
apa?
a. Diare
b. Gangguan pertumbuhan
c. Gangguan penglihatan
d. Tidak tahu
6. Menurut ibu penyakit diare bisa mengakibatkan apa?
a. Gangguan pertumbuhan
b. Gangguan penglihatan
c. Kehilangan cairan
d. Jawaban a dan c benar
7. Apabila diare tersebut sudah parah, maka akan mengakibatkan apa?
a. Mengantuk
b. Gangguan penglihatan
c. Kematian
d. Tidak tahu
59 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

8. Menurut ibu makanan yang seperti apa yang dapat menyebabkan diare?
a. Makanan yang dihinggapi lalat
b. Air minum yang dimasak
c. Makanan murah
d. Tidak tahu
9. Menurut ibu selain dari makanan, apalagi yang bisa menyebabkan diare?
a. Alat makan yang dihinggapi lalat atau terkena tinja penderita diare
b. Mencuci alat makan bukan dengan merek sabun ternama
c. Menggunakan alat makan dengan bahan plastik
d. Tidak tahu
10. Menurut ibu bagaimana cara pencegahan diare itu?
a. Menjaga kebersihan pribadi, makanan dan lingkungan
b. Dengan menggunakan pakaian dan alat makan yang serba bagus
c. Dibawa ke puskesmas atau pelayanan kesehatan
d. Didiamkan
11. Menurut ibu Bila tidak ada oralit, cairan apa yang diberikan pada anak?
a. Diberi air kopi
b. Diberi larutan garam gula
c. Diberi air es
d. Tidak tahu
12. Bila anak ibu diare ibu harus membawa anak ibu ke
a. Dibawa ke orang pintar
b. Diberi obat warung
c. Dibawa ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan
d. Didiamkan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Keluarga tentang Penyakit ISPA
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Cimahi
Selatan, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2011 dengan pertanyaan
sebanyak 10 pertanyaan, di mana ada 6 item pertanyaan yang valid dan 4 item
pertanyaan yang tidak valid, oleh penulis tidak dihilangkan tetapi diubah bentuk
pertanyaannya (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji
validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji
statistik dan uji konten. Pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner pengetahuan
keluarga tentang penyakit ISPA secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Penyakit batuk pilek menyerang saluran
a. Pernapasan
b. Pencernaan
c. Pembuangan
60 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
2. Menurut Anda penyakit batuk pilek disebabkan oleh
a. Virus
b. Bakteri
c. Kuman
3. Menurut Anda jika anak batuk dan pilek termasuk penyakit infeksi saluran
pernapasan?
a. Ya
b. Tidak
c. Kedua-duanya benar
4. Penyakit batuk pilek termasuk penyakit saluran pernapasan
a. Berat
b. Sedang
c. Ringan
5. Menurut Anda bagaimana pencegahan penyakit saluran pernapasan?
a. Membiasakan hidup sehat
b. Sering datang ke puskesmas
c. Memberikan obat
6. Penyakit batuk pilek (saluran pernapasan) bisa disebabkan oleh
a. Asap rokok
b. Nyamuk
c. Air
7. Risiko pada balita yang menderita batuk pilek yang disertai demam
adalah
a. Diare
b. Sakit Gigi
c. Gizi buruk
8. Bagaimana cara penularan batuk pilek?
a. Melalui udara atau percikan ludah penderita
b. Melalui sentuhan tangan penderita
c. Melalui alat-alat makan penderita yang dipakai bersamaan
9. Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penyakit saluran pernapasan
(batuk pilek)?
a. Imunisasi, status gizi, polusi udara
b. Mandi dengan air yang tidak bersih
c. Digigit nyamuk
10. Jika balita yang menderita batuk pilek tidak segera diobati akan segera
menyebabkan penyakit lain yaitu
a. Chikungunya
b. Demam berdarah
c. Bronkitis
61 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

Kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang penyakit HIV/AIDS
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMU Pasundan 3,
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009 dengan pertanyaan sebanyak 20
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten. Pertanyaan yang terdapat dalam
kuesioner pengetahuan remaja tentang penyakit HIV/AIDS secara terperinci
adalah sebagai berikut.
1. Apa yang Anda ketahui tentang HIV/AIDS?
a. Penyakit yang berbahaya atau mematikan
b. Merupakan penyakit yang menular pada saat hubungan seksual
c. Merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem
kekebalan tubuh oleh virus HIV/AIDS
d. Penyakit yang tidak berbahaya
2. Bagaimana cara penularan penyakit HIV/AIDS adalah
a. Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang sudah tertular
HIV/AIDS
b. Melalui ciuman dengan orang yang sudah tertular HIV/AIDS
c. Melalui air pada saat berenang dengan orang yang sudah terkena
HIV/AIDS
d. Melalui penggunaan pakaian dengan orang yang tertular HIV
3. Bagaimana cara untuk mencegah penyakit HIV/AIDS adalah
a. Seks yang aman (dengan kondom)
b. Puasa melakukan hubungan seks
c. Tidak berganti-ganti pasangan
d. Bebas melakukan hubungan seks dengan siapa saja
4. Apa dampak dari penyakit HIV/AIDS adalah
a. Menyebabkan kematian
b. Bayi yang lahir akan tertular oleh ibu yang terkena infeksi HIV/
AIDS
c. Menurunkan berat badan
d. Akan terjadi kecacatan
5. Penularan HIV/AIDS melalui perinatal atau dari ibu ke anak dengan cara
sebagai berikut
a. Melalui ASI ( air susu ibu) dari ibu yang terinfeksi HIV/AIDS
b. Melalui keringat ibu yang terinfeksi HIV/AIDS pada bayi
c. Melalui peralatan atau barang-barang yang digunakan ibu yang
terinfeksi HIV/AIDS kepada bayinya
d. Melalui sentuhan dengan ibu yang tertular HIV
62 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
6. Apakah sampai saat ini ada obat untuk mencegah penyakit HIV/AIDS
a. Ada
b. Belum ada
c. Tidak ada
d. Sangat ada
7. Apakah dengan menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seks
dengan orang yang mengidap HIV/AIDS dapat dicegah penularannya?
a. Dapat dicegah
b. Tidak dapat dicegah
c. Dapat dicegah, tetapi juga dapat menular
d. Dapat berbahaya
8. Jika seseorang pekerja terinfeksi HIV, apakah dia terus boleh bekerja?
a. Tidak dapat
b. Dapat
c. Sangat dianjurkan
d. Dilarang bekerja
9. Apakah HIV itu?
a. Sejenis virus
b. Sekumpulan penyakit atau sindrima
c. Penyakit yang sangat berbahaya menular
d. Penyakit yang biasa
10. Apakah kita dapat tertular HIV bila berdekatan dengan orang lain yang
sudah terinfeksi?
a. Tidak tertular
b. Tertular
c. Tertular tetapi tidak membahayakan
d. Tertular tetapi bias disembuhkan
11. Apakah pengaruh infeksi HIV pada kehamilan?
a. Cacat bawaan
b. Gangguan pertumbuhan intrauterin
c. Asfksia
d. Gawat janin
12. Apakah sudah ada obat untuk penyembuhan penyakit HIV/AIDS
a. Sampai saat ini belum di temukan obatnya
b. Sudah ditemukan obatnya
c. Belum di ketahui jenis obatnya
d. Sudah ada, tetapi belum diedarkan
13. Apakah dengan gigitan nyamuk penyakit HIV/AIDS dapat ditularkan?
a. Ya
b. Tidak sama sekali
63 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

c. Tidak
d. Jawaban semua salah
14. Gejala-gejala seseorang yang tertular HIV/AIDS terbagi dalam berapa
jenis?
a. 4 jenis
b. 6 jenis
c. 3 jenis
d. 2 jenis
15. Gejala utama penularan HIV/AIDS adalah
a. Pusing terus-menerus
b. Demam berkepanjangan lebih dari 3 bulan
c. Nafsu makan berkurang
d. Kurang percaya diri
16. Apakah tujuan dari melakukan konseling pra-tes pada klien yang akan
melakukan tes HIV/AIDS?
a. Agar klien dapat menilai risiko dan mengerti persoalan dirinya
b. Untuk menjaga kesehatan sedini mungkin
c. Untuk menghindari segala sesuatu yang terjadi pada diri kita
d. Menghindari dari penyakit yang berbahaya
17. Anak berusia berapakah yang dapat didiagnosis penyakit HIV/AIDS?
a. Kurang dari 18 bulan
b. Lebih dari 10 bulan
c. Lebih dari 18 bulan
d. Dari usia 10 tahun
18. Apakah tujuan dari konseling HIV/AIDS?
a. Untuk mengetahui apakah terkena penyakit HIV/AIDS atau tidak
b. Mencegah penularan HIV/AIDS dengan cara mengubah perilaku
c. Untuk mencegah penyakit yang berbahaya
d. Untuk menghindari diri dari pergaulan bebas
19. Penularan HIV/AIDS dapat ditularkan dengan berapa cara
a. 2 cara
b. 6 cara
c. 3 cara
d. 4 cara
20. Apakah ciri gejala umum pada bayi yang terinfeksi HIV/AIDS?
a. Cacat mental
b. Gangguan pada pernapasan
c. Tidak dapat disembuhkan
d. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi
64 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Kuesioner Penelitian Pengetahuan ibu tentang IMD
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di RSUD Cibabat,
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2011 dengan pertanyan sebanyak 15
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten. Pertanyaan yang terdapat
dalam kuesioner pengetahuan ibu tentang IMD secara terperinci adalah sebagai
berikut.
1. Apa yang Anda ketahui tentang ASI dini.
a. ASI yang diberikan dalam 30 menit setelah bayi lahir
b. ASI yang diberikan dalam 2 jam setelah bayi lahir
c. ASI yang diberikan dalam 1 hari setelah bayi lahir
2. Apa saja manfaat pemberian ASI dini bagi Ibu bersalin?
a. Mempercepat involusi uterus
b. Mencegah perdarahan pascasalin
c. Mencegah infeksi pascasalin
d. Semua jawaban benar
3. Apa saja manfaat pemberian ASI dini bagi bayi baru lahir?
a. Untuk mengetahui adanya refeks mengisap
b. Supaya bayi kenyang
c. Untuk mengetahui adanya refeks menelan
d. Jawaban a dan b benar
4. Apa kerugian bagi ibu bersalin jika tidak diberikan ASI dini ?
a. Kontraksi uterus kurang baik (lembek)
b. Terjadi perdarahan pada ibu bersalin
c. Terjadi infeksi pada ibu bersalin
d. Semua jawaban benar
5. Apa kerugian bagi bayi baru lahir jika tidak diberikan ASI dini?
a. Tidak diketahui adanya refeks mengisap dan menelan
b. Bayi rewel
c. Bayi mudah terkena infeksi
d. Jawaban a dan c benar
6. Kapan seharusnya bayi baru lahir diberikan ASI?
a. 30 menit setelah lahir
b. 1 jam setelah lahir
c. 2 jam setelah lahir
65 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

7. Apakan Anda setelah menolong persalinan langsung memberikan bayi
pada ibunya untuk mendapatkan ASI dini
a. Ya, lanjut ke pertanyaan no. 8
b. Tidak, lanjut ke pertanyaan no. 9
8. Jika jawaban soal no. 7 ya, apa alasan Anda?
a. Untuk mencegah kontraksi uterus lembek
b. Untuk mengurangi terjadinya perdarahan pascasalin
c. Untuk mengurangi terjadinya infeksi pascasalin
d. Semua jawaban benar
9. Jika jawaban soal no. 7 tidak, apa alasan Anda?
a. Pemberian ASI dini itu tidak terlalu penting
b. Terlalu repot
c. Bayi belum butuh ASI dini
d. Peraturan rumah sakit
10. Apa saja komposisi atau kandungan dari ASI?
a. Kalsium, karbohidrat, lemak, air, protein, zat besi
b. Kalsium, karbohidrat, lemak, air, protein, vitamin, mineral
c. Kolostrum, yodium, karbohidrat, lemak, air, protein, vitamin, dan
mineral
d. Kolostrum, air, lemak, karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral
11. Kolostrum dikeluarkan pada hari ke berapa?
a. 14
b. 410
c. > 10
12. Kolostrum merupakan cairan yang berwarna?
a. Putih
b. Kuning
c. Abu-abu
13. Apa manfaat dari kolostrum?
a. Sebagai pencahar (melancarkan pencernaan)
b. Melindungi bayi dari infeksi (kekebalan tubuh)
c. Menambah berat badan bayi
d. Jawaban a dan b benar
14. Kolostrum berfungsi untuk melindungi bayi dari infeksi, karena banyak
mengandung
a. Antiseptik
b. Antibodi
c. Antigen
66 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
15. ASI dini merupakan awal dari
a. ASI eksklusif
b. Makanan penambah ASI (MP-ASI)
c. ASI peralihan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang ASI
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Dustira, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 dengan pertanyaan
sebanyak 30 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten. Pertanyaan yang terdapat
dalam kuesioner pengetahuan ibu tentang ASI secara terperinci adalah sebagai
berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan ASI?
a. ASI adalah makanan terbaik dan alamiah untuk bayi
b. ASI adalah makanan yang keluar setelah melahirkan
c. ASI adalah makanan tambahan untuk bayi
2. ASI yang pertama disebut:
a. Kolostrum (berwarna kekuning-kuningan)
b. Mekonium
c. Yodium
3. Sampai umur berapa bayi harus diberi ASI?
a. 06 bulan dengan makanan pendamping
b. 04 bulan dengan makanan pendamping.
c. 06 bulan tanpa makanan pendamping apa pun
4. Manfaat pemberian ASI bayi ibu adalah?
a. Menghindari risiko kanker
b. Tidak memperindah payudara
c. Menurunkan angka kesakitan
5. Salah satu manfaat pemberian ASI bagi keluarga adalah
a. Membawa keuntungan ekonomi keluarga karena tidak perlu membeli
susu formula
b. Mencegah agar bayi tidak gampang sakit
c. Untuk menurunkan angka kematian bayi
6. Selain untuk daya tahan tubuh, protein yang terdapat dalam ASI juga
berguna sebagai
a. Pertumbuhan rambut
b. Pertumbuhan tulang dan gigi
67 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

c. Pertumbuhan otak
7. Apa manfaat ASI untuk bayi?
a. Mencegah diare
b. Bayi sering sakit
c. Bayi kurus dan tidak sehat
8. ASI mengandung kekebalan bagi bayi sampai bayi berusia?
a. 1 bulan
b. 4 bulan
c. 1 tahun
9. Apa manfaat pemberian ASI bagi bayi dan ibu?
a. mempererat hubungan psikologis (kasih sayang) antara ibu dan
anak
b. Bayi ingin digendong terus
c. Ibu jadi lebih leluasa merawat bayinya
10. Komposisi apa saja yang terdapat dalam ASI?
a. Vitamin dan mineral
b. Karbohidrat
c. Lemak, kolesterol, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral
11. Berapa lama ASI (air susu ibu) bisa disimpan di dalam lemari pendingin?
a. 1 hari
b. 6 bulan
c. 1 tahun
12. ASI bisa disimpan di udara terbuka selama?
a. 10 jam
b. 12 jam
c. 68 jam
13. Di bawah ini tanda-tanda ASI kurang:
a. Bayi kencing kurang dari 6 kali sehari, kenaikan berat badan kurang
dari 500 gram sesudah 2 minggu kelahiran.
b. Bayi tidak mau menetek
c. Bayi sering kencing lebih dari 6 kali
14. Cara mengatasi masalah kurang ASI adalah
a. Hentikan menyusui
b. Kompres dengan air hangat dan dingin
c. Susui terus bayi, karena cara ini akan merangsang produksi ASI lagi
15. Bila ibu sakit waktu menyusui apa yang ibu lakukan?
a. Teruskan pemberian ASI walau ibu sakit
b. Hentikan emberian ASI
c. Ganti dengan susu botol/formula
68 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
16. Hal-hal yang harus diperhatikan agar tujuan perawatan payudara dapat
tercapai, kecuali
a. Lakukan perawatan payudara secara teratur
b. Hindari rasa cemas dan stres
c. Tidak boleh pakai BH yang terlalu ketat
17. Tujuan perawatan payudara adalah untuk
a. Melancarkan pengeluaran ASI
b. Payudara tetap kencang
c. Payudara panjang
18. Di bawah ini cara agar ASI banyak
a. Anjurkan ibu makan makanan yang banyak mengandung karbohidrat,
protein, lemak, air, dan mineral
b. Ibu hanya makan 2 kali sehari
c. Konsumsi goreng-gorengan
19. Tindakan apa yang harus dilakukan sebelum menyusui bayi?
a. Langsung saja menyusui supaya bayi tidak menangis
b. Mengeluarkan sedikit air susu dioleskan ke daerah sekitar puting dan
sekitarnya untuk mencegah terjadinya lecet
c. Membuang terlebih dahulu air susu sebelum disusukan takut ASI ibu
basi
20. Dengan cara apa agar mulut bayi dapat membuka sebelum disusui?
a. Memasukan jari ibu terlebih dahulu
b. Langsung memasukkan puting ke mulut bayi
c. Menyentil pipi bayi terlebih dahulu dengan puting susu
21. Menurut ibu bagaimana cara melepaskan isapan bayi setelah bayi selesai
disusui?
a. Puting ibu langsung dikeluarkan dari mulut bayi
b. Memasukkan ibu jari terlebih dahulu ke dalam mulut bayi lalu setelah
itu menarik puting
c. Dagu bayi terlebih dahulu ditekan ke bawah, lalu ditarik puting
22. Setelah disusui bayi harus segera
a. Langsung ditidurkan biar bayi tidur nyenyak
b. Disendawakan dengan cara ditepuk-tepuk punggungnya terlebih
dahulu agar tidak tersedak
c. Dibiarkan begitu saja agar bayi tidak menangis lagi
23. Pada saat ibu menyusui bayi, sebaiknya payudara yang masuk adalah
bagian
a. Puting saja
b. Puting dan bagian hitam
69 Bab 4 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kesehatan...

c. Setengah dari putingnya
24. Bagaimana posisi bayi saat menyusui
a. Bayi posisi tengadah
b. Mulut bayi mencakup puting dan lingkaran hitam payudara ibu
c. Bayi menyusui sampai air susu keluar dari mulut bayi
25. Sebaiknya bagaimana posisi ibu menyusui yang baik?
a. Ibu duduk/tidur senyaman mungkin
b. Biarkan ibu menyusui semaunya
c. Posisi ibu tengkurap
26. Di bawah ini cara pemberian ASI yang benar
a. Berikan ASI semau bayi
b. Berikan ASI terjadwal
c. Berikan ASI setiap bayi mau/tidak terjadwal
27. Menurut ibu posisi-posisi yang baik untuk menyusui adalah?
a. Posisi menggendong di belakang
b. Posisi miring
c. Posisi telentang
28. Selama menyusui bayinya apa yang harus ibu perhatikan, kecuali
a. Tataplah bayi dengan penuh kasih sayang
b. Perhatikan jangan sampai hidung tertutup payudara
c. Biarkan bayi menyembur-nyemburkan ASI
29. Bagaimana tindakan ibu bila bayi sudah berhenti menyusui, tetapi puting
masih di mulut bayi?
a. Biarkan sampai bayi benar-benar kenyang
b. Tarik puting susu dengan kuat
c. Keluarkan perlahan-lahan sambil menekan payudara atau meletakan
jari pada ujung mulut bayi
30. Bila bayi belum mengisap apa yang harus dilakukan?
a. Ganti dengan susu botol atau formula
b. Susui terus bayi
c. Pompa ASI ibu agar tidak terjadi bendungan ASI
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan pasien tentang penyakit TBC
paru!
2. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan keluarga tentang penyakit
demam berdarah!
3. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang penyakit diare!
70 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
4. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan keluarga tentang penyakit
ISPA!
5. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang ASI!
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu membuat
kuesioner pengetahuan lingkup penelitian ilmu keperawatan dengan baik dan
benar.
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat
mengetahui:
1. kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi;
2. kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang hospitalisasi pada
anak;
3. kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang penatalaksanaan
pasien luka bakar;
4. kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang penatalaksanaan
cedera kepala;
5. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang perawatan anak tipus
abdominalis;
6. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang ruam popok;
7. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang imunisasi campak;
8. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar;
9. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang imunisasi BCG;
10. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang imunisasi polio;
11. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang penanganan bayi BBLR;
12. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada
BBR;
13. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang narkoba;
14. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang perilaku seks.
KAPITA SELEKTA KUESIONER
PENGETAHUAN LINGKUP
PENELITIAN KEPERAWATAN
Bab 5
72 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
PENELITIAN PENGETAHUAN DALAM LINGKUP ILMU
KEPERAWATAN
Perkembangan penelitian dalam lingkup ilmu keperawatan telah berkembang
dengan pesat. Fokus penelitian keperawatan tidak hanya pada masalah klinik
keperawatan yang berhubungan dengan pasien saja, tetapi juga mempunyai
fokus pada masalah pencegahan dan peningkatan kesehatan di antaranya
penelitian pengetahuan baik sasarannya individu, keluarga, kelompok, ataupun
masyarakat.
Peningkatan pengetahuan merupakan salah satu intervensi keperawatan
agar pasien mampu merawat dirinya sendiri. Intervensi keperawatan dalam
peningkatan pengetahuan perlu didasari oleh evidance based riset dalam
mengetahui tingkat pengetahuan seseorang. Penelitian pengetahuan tempatnya
tidak hanya di rumah sakit bisa juga di puskesmas, di wilayah kerja, di sekolah,
atau di institusi khusus.
KAPITA SELEKTA KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN
LINGKUP ILMU KEPERAWATAN
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Perawat tentang Pencegahan Infeksi
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Dustira
Kota Cimahi kepada 20 responden tahun 2010 dengan 25 pertanyaan di mana
semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan
dengan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan-pertanyaan yang terdapat
pada kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang pencegahan infeksi.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner penelitian pengetahuan
perawat tentang pencegahan infeksi secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Tujuan dari tindakan pencegahan infeksi (PI) dalam pelayanan kesehatan
adalah
a. Meminimalkan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme
b. Menurunkan risiko penularan penyakit seperti hepatitis dan HIV/
AIDS
c. A dan B benar
d. A dan B salah
2. Pedoman dalam tindakan PI adalah
a. Cuci tangan
b. Memakai sarung tangan dan perlengkapan pelindung lainnya
73 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
c. Memproses alat bekas pakai
d. Semua benar
3. Yang termasuk dalam istilah-istilah tindakan yang digunakan dalam PI
adalah, kecuali
a. Antisepsis
b. Dekontaminasi
c. Klorinisasi
d. Sterilisasi
4. Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua hampir semua
mikroorganisme penyebab penyakit yang mencemari benda-benda mati
atau instrumen, disebut
a. Antisepsis
b. Mencuci dan membilas
c. Sterilisasi
d. Asepsis
5. Menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit
dan mengurangi jumlah mikroorganisme, merupakan tujuan dari
a. Cuci tangan
b. Membilas
c. Memakai sarung tangan
d. Mencuci
6. Cuci tangan sebaiknya dilakukan
a. Setelah kontak fsik dengan dengan pasien/klien (ibu dan bayi baru
lahir) saja
b. Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien
c. Setelah memakai sarung tangan
d. B dan C benar
7. Merupakan jenis-jenis sarung tangan, kecuali
a. Sarung tangan steril atau disinfeksi tingkat tinggi
b. Sarung tangan rumah tangga
c. Sarung tangan panjang
d. Sarung tangan periksa yang bersih
8. Sarung tangan periksa yang bersih digunakan untuk
a. Mencuci peralatan
b. Memasang infus
c. Menolong persalinan
d. Melakukan penjahitan perineum
9. Semua usaha yang dilakukan dalam mencegah masuknya mikroorganisme
ke dalam tubuh dan berpotensi untuk menimbulkan infeksi, disebut
74 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
a. Disinfeksi
b. Sterilisasi
c. Teknik aseptik
d. Dekontaminasi
10. Yang termasuk aspek teknik aseptik adalah
a. Antiseptik
b. Penggunaan perlengkapan pelindung pribadi
c. Menjaga tingkat sterilitas atau DTT
d. Semua benar
11. Larutan antiseptik digunakan untuk
a. Kulit dan jaringan
b. Mendekontaminasi peralatan
c. Membersihkan tempat periksa
d. Semua salah
12. Urutan memproses alat bekas pakai yang dianjurkan adalah
a. Cuci bilas, dekontaminasi, disinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi
b. Cuci bilas, DTT, dekontaminasi, sterilisasi
c. Dekontaminasi, sterilisasi, DTT, cuci bilas
d. Dekontaminasi, cuci bilas, DTT atau sterilisasi
13. Alat-alat yang kotor atau bekas pakai akan aman untuk disentuh dan
dicuci bilas bila dilakukan proses dekontaminasi dengan
a. Merendam dalam larutan klorin 0,5% selama 25 menit
b. Merendam dalam larutan klorin 0,5% selama 20 menit
c. Merendam dalam larutan klorin 0,5% selama 15 menit
d. Merendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit
14. Tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa petugas kesehatan
dapat menangani secara aman berbagai benda yang terkontaminasi darah
dan cairan tubuh disebut
a. Aseptis atau teknik aseptik
b. Disinfeksi
c. Dekontaminasi
d. Sterilisasi
15. Tujuan dari dekontaminasi adalah
a. Membunuh Hepatitis B Virus (HBV) dan HIV
b. Membunuh semua mikroorganisme
c. Membunuh semua mikroorganisme termasuk endospora
d. Semua benar
16. Menggunakan wadah plastik waktu dekontaminasi untuk mencegah :
a. Pisau dan gunting menjadi tumpul ketika bersentuhan dengan wadah
logam
75 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
b. Reaksi elektrolisis ketika direndam dalam wadah logam
c. A dan B benar
d. A dan B salah
17. Efektivitas menghilangkan atau menon-aktifan mikroorganisme pada
proses cuci bilas adalah
a. Hingga 50%
b. Hingga 60%
c. Hingga 70%
d. Hingga 80%
18. Penggunaan sabun penting dalam proses cuci-bilas, karena
a. Dapat menghilangkan bau amis
b. Dapat menghilangkan lemak dan minyak
c. Membuat peralatan semakin mengilap
d. Semua salah
19. Sterilisasi adalah
a. Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua
mikroorganisme kecuali endospora
b. Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua
mikroorganisme termasuk endospora
c. Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua
mikroorganisme
d. Semua salah
20. Disinfeksi tingkat tinggi/DTT dapat dilakukan dengan cara
a. Merebus
b. Mengukus
c. Kimiawi
d. Semua benar
21. Kekurangan sterilisasi dengan sinar ultraviolet (UV) adalah
a. Membutuhkan sumber listrik yang tinggi
b. Kurang efektif di area dengan kelembapan relatif yang tinggi
c. Paparan terhadap UV dapat membakar kulit dan mata
d. Semua benar
22. Sebelum dibuang, benda-benda tajam sebaiknya
a. Dipisahkan dulu antara jarum dengan semprit
b. Dibilas tiga kali dengan larutan klorin 0,5% (dekontaminasi)
c. A dan B benar
d. A dan B salah
23. Menjaga keselamatan waktu menggunakan jarum suntik dan semprit
dengan cara
76 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
a. Menggunakan jarum dan semprit hanya sekali pakai
b. Tidak melepas jarum dari semprit setelah digunakan
c. Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang
d. Semua benar
24. Termasuk golongan sampah basah adalah
a. Darah dan duh tubuh
b. Jarum dan semprit
c. Kapas dan kasa
d. Semua benar
25. Termasuk pedoman umum kebersihan dan kerapihan, kecuali
a. Membersihkan dari atas ke bawah
b. Selalu menggunakan sarung tangan steril
c. Menyeka dan menggosok permukaan datar atau lantai setiap
setelah digunakan sampai bersih
d. Menempelkan petunjuk khusus kebersihan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Perawat tentang Hospitalisasi pada Anak
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Rajawali
Kota Bandung kepada 20 responden pada tahun 2009 dengan 20 pertanyaan di
mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner terdapat dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan-pertanyaan
pada kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang hospitalisasi pada anak.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner pengetahuan perawat
tentang hospitalisasi pada anak secara terperinci adalah sebagai berikut
1. Pengertian hospitalisasi adalah
a. Stres pada anak yang harus mengalami perawatan di rumah sakit
b. Stress pada keluarga karena anaknya harus mengalami perawatan di
rumah sakit
c. Perasaan kehilangan sesuatu yang biasa dialaminya dan sesuatu yang
dirasakan menyakitkan
d. Suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana mengharuskan
anak untuk tinggal di rumah sakit
2. Reaksi anak usia 13 tahun (toddler) akibat hospitalisasi adalah
a. Akibat perpisahan
b. Tidak banyak teman bermain
c. Cemas orang tua pada anak yang sakit
d. Rasa sakit saat dilakukan tindakan
77 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
3. Perkembangan motorik kasar pada anak usia 15 bulan adalah
a. Berlari tetapi masih jatuh
b. Berjalan tanpa bantuan
c. Dapat menghitung jari-jarinya
d. Sudah mulai berjalan, berdiri tetapi tidak lama
4. Usia anak usia 12 bulan sampai 36 bulan disebut masa
a. Infant
b. Toddler
c. Preschool
d. School
5. Reaksi saudara kandung akibat hospitalisasi adalah
a. Marah, cemburu, benci, rasa bersalah
b. Cemburu, rasa bersalah, senang, cuek
c. Cuek/apatis, benci, menerima, tenang
d. Ketakutan, frustasi, bahagia, kecemasan
6. Reaksi orang tua terhadap hospitalisasi adalah
a. Cemburu, rasa bersalah, senang, cuek
b. Marah, cemburu, benci, rasa bersalah
c. Ketakutan, frustasi, bingung, kecemasan
d. Cuek/apatis, benci, menerima, tenang
7. Penyebab stres utama pada anak yang mengalami hospitalisasi adalah
a. Rasa sakit yang diderita
b. Perpisahan dengan orang tua
c. Perlukaan akibat pemasangan infus
d. Kehilangan kontrol terhadap kemandirian
8. Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk meminimalkan stresor
akibat perpisahan adalah
a. Memfokuskan intervensi keperawatan
b. Membuat jadwal kegiatan intervensi keperawatan
c. Mengikutsertakan orang tua dalam merawat anaknya
d. Melakukan pembatasan aktivitas fsik anak selama dirawat di rumah
sakit
9. Faktor-faktor internal yang memengaruhi tumbuh kembang adalah
a. Pranatal
b. Kelahiran
c. Kelainan kromosom
d. Kelainan Endokrin
10. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan perasaan kehilangan kontrol
kendali adalah
78 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
a. Mempertahankan kegiatan rutin anak
b. Melibatkan saudara kandung
c. Memberi kesempatan untuk bersosialisasi
d. Melakukan permainan sebelum melakukan tindakan
11. Di bawah ini manfaat dari memaksimalkan hospitalisasi pada anak usia
13 tahun atau toddler adalah
a. Mengusahakan kebebasan bergerak
b. Mempertahankan kegiatan anak
c. Memberi pujian pada orang tua dan anak
d. Memberi kesempatan tentang pendidikan kesehatan
12. Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak
hospitalisasi pada anak usia 13 tahun adalah
a. Memenuhi kebutuhan bermain
b. Memaksimalkan pengaruh yang ditimbulkan
c. Penanganan nyeri
d. Mencegah/meminimalkan kehilangan kontrol
13. Prinsip bermain di rumah sakit adalah
a. Mengembangkan kreativitas anak
b. Dapat melanjutkan tumbuh kembang
c. Dapat mengekspresikan pikiran dan fantasi anak
d. Tidak banyak mengeluarkan energi, singkat, dan sederhana
14. Di bawah ini adalah yang bukan rencana keperawatan dalam usaha
mempersiapkan anak usia toddler terhadap hospitalisasi adalah
a. Fasilitasi anak untuk tetap menjaga sosialisasinya
b. Kenalkan perawat dan dokter yang akan merawatnya
c. Beri tanda pengenal berupa papan nama di samping tempat tidur
anak
d. Orientasikan anak dengan orang tua pada ruangan rawat yang akan
digunakannya
15. Intervensi keperawatan untuk mencegah atau meminimalkan kehilangan
kontrol akibat perubahan rutinitas adalah
a. Bermain sesuai dengan kemampuan anak
b. Memodifkasi ruangan dengan nuansa anak
c. Pertahankan kontak dengan orang tua
d. Pertahankan kontak dengan kegiatan sekolah
16. Tindakan untuk meminimalkan dampak hospitalisasi usia 13 tahun
adalah
a. Membiarkan saja
b. Melibatkan orang tua
79 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
c. Mengajak anak untuk lebih dekat dengan perawat
d. Memberi kesempatan anak memeluk mainan kesayangannya
17. Tindakan yang dapat dilakukan pada kasus orang tua yang anaknya
mengalami hospitalisasi adalah
a. Meningkatkan stresor
b. Meningkatkan kontrol diri
c. Memberi pujian
d. Memberikan kesempatan untuk saling mengenal
18. Pengkajian pada anak usia 13 tahun (toddler) yang mengalami
hospitalisasi adalah
a. Kecemasan anak
b. Status emosi anak
c. Perilaku anak
d. Pemahaman orang tua
19. Pada anak berumur 30 bulan selalu menaruh boneka di tempat tidurnya
sebelum dia tidur. Tindakan ini bertujuan
a. Memberi rasa aman
b. Membentuk identitas
c. Membentuk perilaku belajar
d. Memanipulasi lingkungan di sekitarnya
20. Di bawah ini evaluasi dari tindakan dalam keperawatan dalam mengatasi
dampak hospitalisasi pada anak usia toddler adalah:
a. Anak merasa aman
b. Anak tidak dapat beradaptasi
c. Anak mengalami kecemasan
d. Anak takut dan menangis setiap dilakukan tindakan keperawatan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Perawat tentang Penatalaksanaan Pasien Luka Bakar
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Cibabat
Kota Cimahi kepada 20 responden tahun 2010 dengan 25 pertanyaan di mana
semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan
dengan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan-pertanyaan yang terdapat
pada kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang penatalaksanaan pasien
luka bakar. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut adalah
sebagai berikut.
1. Menurut Saudara apa yang dimaksud dengan luka bakar?
a. Luka akibat benturan benda padat
80 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Luka akibat virus dan bakteri
c. Luka karena kontak sumber panas
d. Luka karena kontak sumber dingin
2. Luka bakar dapat disebabkan oleh hal-hal berikut, kecuali
a. Api
b. Air panas
c. Radiasi
d. Air dingin
3. Dalam mengklasifkasikan luka bakar dapat dilihat dari
a. Kedalaman keparahan dan agen penyebab
b. Kedalaman keparahan
c. Agen penyebab
d. Struktur kulit
4. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penanganan pasien dengan
luka bakar adalah
a. Membuka pakaian pasien dan perhiasan lainnya
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Kaji kelancaran jalan napas pasien
d. Memberi pendinginan dengan air
5. Langkah kedua dalam menangani pasien dengan luka bakar adalah
a. Membuka pakaian pasien dan perhiasan lainnya
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Kaji kelancaran jalan napas pasien
d. Memberi pendinginan dengan air
6. Langkah ketiga dalam menangani pasien dengan luka bakar adalah
a. Membuka pakaian pasien dan perhiasan lainnya
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Kaji kelancaran jalan napas pasien
d. Memberi pendinginan dengan air
7. Langkah keempat dalam menangani pasien dengan luka bakar adalah
a. Membuka pakaian pasien dan perhiasan lainnya
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Kaji kelancaran jalan napas pasien
d. Memberi pendinginan dengan air
8. Langkah kelima dalam menangani pasien dengan luka bakar adalah
a. Membuka pakaian pasien dan perhiasan lainnya
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Jika, zat kimia penyebabnya, pasien disiram dengan air yang banyak
d. Memberi pendinginan dengan air
81 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
9. Langkah keenam dalam menangani pasien dengan luka bakar adalah
a. Mengakaji kesadaran pasien
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Kaji kelancaran jalan napas pasien
d. Memberi pendinginan dengan air
10. Langkah ketujuh dalam menangani pasien dengan luka bakar adalah
a. Membuka pakaian pasien dan perhiasan lainnya
b. Menjauhkan pasien dari sumber panas
c. Kaji kelancaran jalan napas pasien
d. Segera membawa pasien ke tempat pelayanan kesehatan
11. Keterampilan yang harus dimiliki perawat dalam memberikan perawatan
pada pasien luka bakar adalah, kecuali
a. Teknik mencuci tangan yang baik
b. Teknik bersih dengan aseptik
c. Mengganti pakaian pasien
d. Menilai luka bakar pada saat ini
12. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam perawatan pasien luka bakar
adalah
a. Jangan mengganti balutan pasien
b. Tidak perlu mencuci tangan
c. Jangan diberi antiseptik
d. Jangan memberikan preparat narkotik
13. Luka bakar yang harus mendapat perawatan di rumah sakit adalah
a. Luka bakar kurang dari 15% pada orang dewasa
b. Luka bakar kurang dari 10% pada anak
c. Luka bakar daerah muka dan genitalia
d. Luka bakar pada jari tangan
14. Perhitungan luka bakar pada lengan dan tangan berdasarkan Rule of Nines
dari Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 14%
15. Perhitungan luka bakar kepala dan leher berdasarkan Rule of Nines dari
Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 14%
82 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
16. Perhitungan luka bakar pada paha, betis, dan kaki berdasarkan Rule of
Nines dari Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 4 9%
17. Perhitungan luka bakar pada dada, perut, pinggang, dan bokong
berdasarkan Rule of Nines dari Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 4 9%
18. Perhitungan luka bakar pada genitalia berdasarkan Rule of Nines dari
Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 14%
19. Perhitungan luka bakar pada kepala berdasarkan Rule of Nines dari
Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 14%
20. Perhitungan luka bakar pada tungkai kaki berdasarkan Rule of Nines dari
Wallace, adalah
a. 2 9%
b. 9%
c. 1%
d. 10%
21. Prinsip penatalaksanaan pasien dengan luka bakar adalah
a. Penatalaksanaan sesuai dengan kondisi dan tempat pasien
b. Penatalaksanaan sesuai dengan umur
c. Penatalaksanaan sesuai dengan jenis kelamin
d. Penatalaksanaan sesuai dengan berat badan
22. Tujuan dari perawatan luka bakar adalah, kecuali
a. Mengurangi rasa sakit
b. Mencegah kekambuhan
c. Mengurangi komplikasi
d. Penyembuhan luka
83 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
23. Luka bakar derajat I adalah:
a. Kerusakan pada seluruh lapisan dermis atau lebih dalam
b. Sudah mengenai saraf perifer dengan gejala kesemutan
c. Kerusakan pada lapisan epidermis setelah 24 jam pertama
d. Kerusakan pada dermis ditandai dengan adanya bulae
24. Luka bakar derajat II adalah
a. Kerusakan pada seluruh lapisan dermis atau lebih dalam
b. Sudah mengenai saraf perifer dengan gejala kesemutan
c. Kerusakan pada lapisan epidermis setelah 24 jam pertama
d. Kerusakan pada dermis ditandai dengan adanya bulae
25. Luka bakar derajat III adalah
a. Kerusakan pada seluruh lapisan dermis atau lebih dalam
b. Sudah mengenai saraf perifer dengan gejala kesemutan
c. Kerusakan pada lapisan epidermis setelah 24 jam pertama
d. Kerusakan pada dermis ditandai dengan adanya bulae
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Perawat tentang Penatalaksanaan Cedera Kepala
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Ruang IGD Rumah
Sakit Dustira, Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas 38
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat pada kuesioner penelitian pengetahuan perawat
tentang penatalaksanaan sedera kepala. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat
pada kuesioner tersebut adalah sebagai berikut.
1. Cedera kepala adalah
a. Trauma/luka pada kepala
b. Benturan kepala
c. Jejas di daerah kepala
d. Adanya jejas yang terjadi pada kepala oleh suatu sebab
2. Cedera kepala meliputi
a. Trauma kulit kepala, tengkorak, selaput, dan jaringan otak.
b. Trauma kulit, tengkorak, selaput, dan jaringan
c. Trauma kepala, tengkorak, dan ekstremitas
d. Trauma kulit kepala dan otak
3. Pengukuran tingkat keparahan pada pasien cedera kepala dilakukan
dengan Glasgow Coma Scale (GCS) yang berdasarkan pada respons berikut
ini, kecuali
84 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
a. Respons motorik (M).
b. Respons kesadaran (K)
c. Respons membuka mata (E).
d. Respons verbal (V).
4. Berikut adalah penilaian GCS yang benar, adalah
a. Nilai GCS terbaik = 15 dan nilai terburuk = 3
b. Nilai GCS terbaik = 13 dan nilai terburuk = 4
c. Nilai GCS terbaik = 15 dan nilai terburuk = 6
d. Nilai GCS terbaik = 13 dan nilai terburuk = 3
5. Respons membuka mata (E), dinilai berdasarkan respons sebagai berikut,
kecuali
a. Buka mata spontan
b. Buka mata bila dipanggil/rangsangan suara
c. Buka mata bila dirangsang nyeri
d. Bingung, disorientasi waktu, tempat, dan orang
6. Respons verbal (V) dengan nilai terburuk yaitu 1, adalah
a. Bingung, disorientasi tempat, waktu, dan orang
b. Kata-kata tidak teratur
c. Suara tidak jelas
d. Tak ada reaksi dengan rangsangan apa pun
7. Respons motorik (M) dengan nilai terbaik yaitu 6, adalah
a. Mengikuti perintah
b. Dengan rangsangan nyeri, dapat mengetahui tempat rangsangan
c. Dengan rangsangan nyeri, menarik anggota badan
d. Dengan rangsangan nyeri, timbul reaksi feksi abnormal
8. Hal pertama yang harus diperhatikan pada penatalaksanaan pasien cedera
kepala di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), adalah
a. Kelancaran jalan napas penderita (airway)
b. Memberikan bantuan napas (breathing)
c. Memeriksa tekanan darah
d. Memeriksa suhu tubuh penderita
9. Melakukan chin lif atau jaw thrust sambil merasakan hembusan napas
yang keluar melalui hidung. termasuk di dalam penatalaksanaan
a. Kelancaran jalan napas (airway)
b. Ventilasi dan oksigenasi (breathing)
c. Sirkulasi (circulation) dengan kontrol perdarahan
d. Pemeriksaan neurologis singkat (dissability)
10. Setelah survei primer, lalu dilakukan evaluasi terhadap adanya tanda-
tanda trauma eksternal, hal ini termasuk dalam:
85 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
a. Survei Primer
b. Survei sekunder
c. Stabilitas dan transportasi
d. Penentuan pasien yang dirujuk
11. Bantuan napas dari mulut ke mulut termasuk di dalam penatalaksanaan
a. Kelancaran jalan napas (airway)
b. Ventilasi dan oksigenasi (breathing)
c. Sirkulasi (circulation) dengan kontrol perdarahan
d. Pemeriksaan neurologis singkat (dissability)
12. Bila ada sumbatan pada jalan napas, bersihkan dengan jari atau pengisapan
(suction) jika tersedia. Hal ini termasuk di dalam penatalaksanaan
a. Kelancaran jalan napas (airway)
b. Ventilasi dan oksigenasi (breathing)
c. Sirkulasi (circulation) dengan kontrol perdarahan
d. Pemeriksaan neurologis singkat (dissability)
13. Beri oksigen dalam jumlah yang memadai, termasuk di dalam
penatalaksanaan
a. Kelancaran jalan napas (airway)
b. Ventilasi dan oksigenasi (breathing)
c. Sirkulasi (circulation) dengan kontrol perdarahan
d. Pemeriksaan neurologis singkat (dissability)
14. Head up (elevasi kepala) 3040, merupakan penatalaksanaan untuk
mencegah terjadinya
a. Tekanan Tinggi Intrakranial (TTIK)
b. Hipotermi
c. Sumbatan jalan napas
d. Kekurangan cairan
15. Tujuan dilakukan penatalaksanaan head up (elevasi kepala) 3040,
adalah
a. Untuk mengoptimalkan aliran darah
b. Untuk mengoptimalkan kesadaran pasien
c. Untuk mengoptimalkan aliran balik vena dari kepala
d. Untuk mengoptimalkan respons pasien
16. Berikut di bawah ini merupakan sumbatan pada jalan napas, kecuali
a. Benda asing
b. Gigi patah
c. Darah
d. Udara
86 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
17. Pada pasien tidak sadar dengan lidah jatuh ke belakang, penatalaksanaan
yang dilakukan adalah sebagai berikut, kecuali
a. Harus segera dipasang mayo (gudle)
b. Darah dan lendir (secret) segera di-suction
c. Suction untuk menghindari aspirasi
d. Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit
18. Melakukan chin lif atau jaw thrust, termasuk dalam penatalaksanaan
a. Kelancaran jalan napas (airway)
b. Ventilasi dan oksigenasi (breathing)
c. Sirkulasi (circulation) dengan kontrol perdarahan
d. Pemeriksaan neurologis singkat (dissability)
19. Penyebab tersering cedera kepala adalah
a. Kecelakaan lalu lintas
b. Tusukan
c. Jatuh
d. Tembakan
20. Berdasarkan nilai Glasgow Coma Scale (GCS), cedera kepala dibagi ke
dalam
a. 2 kategori
b. 3 kategori
c. 4 kategori
d. 5 kategori
21. Status sirkulasi (circulation) dapat dinilai secara cepat melalui pemeriksaan
sebagai berikut, kecuali
a. Tingkat kesadaran dan denyut nadi
b. Mencari ada tidaknya perdarahan eksternal
c. Menilai warna dan temperatur kulit, serta mengukur tekanan darah
d. Menilai kelancaran jalan napas
23. Yang dimaksud dengan penatalaksanaan dissability meliputi pemeriksaan
sebagai berikut, kecuali
a. Membebaskan jalan napas
b. Bentuk, ukuran, dan refeks cahaya pupil
c. Bandingkan pula kedua pupil, isokor atau tidak
d. Nilai kekuatan motorik kiri dan kanan, apakah ada parese atau
tidak
24. Berikut adalah yang termasuk di dalam survei primer pada penatalaksanaan
pasien cedera kepala di ruang IGD, kecuali
a. Airway
b. Breathing
87 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
c. Circulation
d. Perawatan pasien tidak sadar
25. Tindakan gawat darurat yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan
penderita cedera kepala adalah sebagai berikut, kecuali
a. Menjaga kelancaran jalan napas (airway), oksigenasi yang adekuat
b. Resusitasi cairan, melindungi vertebra servikalis dan torakolumbal.
c. Identifkasi dan stabilisasi perdarahan ekstrakranial dan menilai
tingkat kesadaran penderita
d. Wawancara terhadap pasien dengan cedera kepala berat untuk
mendapatkan data pasien
26. Transportasi penderita cedera kepala terutama penderita dengan cedera
kepala sedang dan berat harus cepat dilakukan untuk mendapatkan
tindakan medis yang cepat, tepat, dan aman. Hal ini termasuk di dalam
penatalaksanaan
a. Survei primer
b. Survei sekunder
c. Stabilitasi dan transportasi
d. Perawatan pasien tidak sadar
27. CT scan idealnya dilakukan pada semua cedera otak dengan syarat
a. Kehilangan kesadaran terus menerus dan sakit kepala hebat
b. Kehilangan kesadaran lebih dari 5 menit dan pasien mengalami
amnesia
c. Kehilangan kesadaran terus-menerus, GCS <15
d. Kehilangan kesadaran lebih dari 5 menit, amnesia, sakit kepala hebat,
GCS <15
28. Berdasarkan patofsiologinya klasifkasi cedera kepala dibagi menjadi
a. Cedera kepala primer dan cedera kepala sekunder
b. Cedera kepala ringan
c. Cedera kepala sedang
d. Cedera kepala berat
29. Perawatan jalan napas pada penderita yang tidak sadar yaitu
a. Mulut dan gigi harus senantiasa dibersihkan paling sedikit 2 kali
sehari
b. Penggunaan kateter sebaiknya diganti setiap minggu
c. Lakukan pengawasan terhadap cairan yang masuk dan keluar
d. Pemberian nutrisi harus sudah dimulai dalam 72 jam pertama sejak
cedera kepala
30. Observasi tanda-tanda vital, antara lain
a. Tekanan darah, nadi, frekuensi napas, dan suhu
88 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Analisis gas darah, frekuensi, napas, dan suhu
c. Tekanan darah, frekuensi nadi, napas, dan suhu
d. Analisis gas darah, frekuensi, napas, dan suhu
31. Perubahan serius yang dapat ditimbulkan oleh cedera kepala adalah
a. Mengurangi atau mengubah kesadaran yang dapat menimbulkan
kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi fsik
b. Tidak memengaruhi kesadaran sama sekali
c. Tidak memengaruhi kemampuan kognitif dan fungsi fsik
d. Tanpa mengubah kesadaran, hingga menimbulkan kerusakan
kemampuan kognitif dan fungsi fsik
32. Faktor-faktor yang memperburuk keadaan penderita cedera kepala adalah
sebagai berikut, kecuali
a. Terlambatnya penanganan awal/resusitasi
b. Penanganan yang cepat, tepat, dan akurat
c. Pengangkutan/transpor yang tidak adekuat dan dikirim ke rumah
sakit yang tidak adekuat
d. Terlambatnya dilakukan tindakan bedah dan adanya cedera multipel
yang lain
33. Berdasarkan mekanisme terjadinya, cedera kepala dapat terbagi atas
a. Tumpul dan tembus
b. Ringan dan sedang
c. Pada tengkorak dan otak
d. GCS 15
34. Di bawah ini termasuk pencegahan tekanan tinggi intrakranial, yaitu
a. Hindarkan pemberian cairan yang berlebihan
b. Wawancara untuk mendapatkan data subjektif
c. Dilakukan penentuan kriteria rawat atau pulang
d. Pemberian cairan sebanyak mungkin
35. Cedera tembus disebabkan oleh
a. Pukulan benda tumpul
b. Dipukul benda tumpul
c. Luka tembak atau tusukan
d. Terjatuh menghantam benda tumpul
36. Di bawah ini yang termasuk dalam lesi intrakranial, kecuali
a. Perdarahan epidural
b. Perdarahan subdural
c. Perdarahan intraserebral
d. Fraktur tengkorak
89 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
37. Obstruksi jalan napas, dapat disebabkan oleh berikut ini, kecuali
a. Benda asing
b. Muntahan
c. Lesi pada otak
d. Jatuhnya pangkal lidah
38. Penentuan kriteria pasien cedera kepala yang dirawat adalah sebagai
berikut, kecuali
a. Penurunan kesadaran
b. Fraktur tulang tengkorak
c. Nilai GCS 15
d. Sakit kepala berat dan muntah-muntah
39. Pihak keluarga harus diberitahukan untuk segera membawa penderita
cedera kepala ke rumah sakit lagi jika ditemukan tanda-tanda sebagai
berikut, kecuali
a. Penurunan kesadaran, termasuk sulit dibangunkan
b. Bicara pelo
c. Perilaku normal
d. Muntah yang terus-menerus
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Anak Tipus Abdominalis
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Dustira,
Cimahi kepada 20 Responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 18 pertanyaan
di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan-pertanyaan
yang terdapat pada kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang perawatan
anak tipus abdominalis. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner
tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Tipus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai
saluran pencernaan dengan gejala
a. Demam lebih dari satu minggu, gangguan pencernaan, dan gangguan
kesadaran
b. Demam lebih dari satu jam, gangguan pendengaran, dan gangguan
kesadaran
c. Demam lebih dari satu minggu, gangguan pendengaran, dan
gangguan kaki
2. Biasanya demam pada tipus abdominalis berlangsung berapa minggu?
a. Kurang dari satu minggu
90 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Kurang dari satu hari
c. Lebih dari satu minggu
3. Kuman penyebab tiphus abdominalis adalah
a. Bakteri Salmonella typhosa
b. Virus Salmonella typhi
c. Bakteri Mycobacterium tuberculosis
4. Penyakit tipus abdominalis ini dapat menular melalui
a. Makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kuman
Salmonella
b. Makanan atau minuman yang bersih
c. Makanan atau minuman yang mengandung alkohol
5. Salah satu komplikasi yang timbul dari bakteri penyebab tipus abdominalis
adalah
a. Perdarahan gusi
b. Perdarahan usus
c. Sakit persendian
6. Cara pencegahan tipus abdominalis di rumah yaitu
a. Kebersihan lemari anak-anak dan televisi
b. Kebersihan sepatu anak-anak dan sanitasi lingkungan tetangga
c. Kebersihan makanan dan minuman, serta sanitasi lingkungan
7. Pada saat merawat anak tipus abdominalis di rumah sebaiknya ibu selalu
a. Membersihkan sebagian dari rumah seperti TV, radio, kulkas
b. Membersihkan halaman depan rumah
c. Membersihkan rumah dari berbagai macam debu
8. Jika suhu badan anak 3739C apa yang Anda lakukan
a. Mengompres dengan air hangat
b. Mengompres dengan air es
c. Mengompres dengan air mineral
9. Memberikan bubur pisang kepada anak yang sedang sakit tipus
abdominalis
a. Dibolehkan
b. Tidak dibolehkan
c. Dilarang keras
10. Diet makan pada anak yang menderita tipus abdominalis biasanya:
a. Cukup garam
b. Cukup protein, misalnya telur, daging, dan ikan
c. Cukup gula
91 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
11. Bila kesadaran anak yang menderita tipus abdominalis menurun,
maka makanan yang diberikan adalah dalam bentuk cair, namun jika
kesadarannya mulai membaik, maka anak sudah bisa diberikan makanan
a. Sedang
b. Lunak
c. Padat
12. Bila terdapat komplikasi kehausan (dehidrasi) pada anak yang menderita
tipus abdominalis, maka diberikan:
a. Permen
b. Kue
c. Minum yang banyak
13. Jika diketahui anak demam karena tipus abdominalis selama lebih dari 2
minggu, maka sebaiknya anak
a. Diistirahatkan secara total
b. Dijemur
c. Dimandikan
14. Anak tipus abdominalis sangat dianjurkan untuk diberi susu sebanyak
a. gelas sehari
b. 2 gelas sehari
c. 1 sendok teh
15. Berapa kali sehari pakaian anak harus diganti, saat menderita tipus
abdominalis
a. 2 kali sehari
b. 1 minggu sekali
c. 2 minggu sekali
16. Pada saat mencuci pakaian anak tipus abdominalis sebaiknya
a. Biarkan dicampur dengan pakaian anak lain
b. Tidak dicampur dengan pakaian anak lain dan direndam dengan
deterjen
c. Direndam dengan air sungai
17. Pada pakaian anak yang menderita tipus abdominalis sebaiknya
a. Baju yang tebal dan tidak menyerap keringat
b. Baju yang tipis dan menyerap keringat
c. Baju yang tebal dan menyerap keringat
18. Jika suhu badan anak di atas 40C

apa yang Anda lakukan
a. Mengompres dengan air hangat
b. Mengompres dengan air es
c. Mengompres dengan air mineral
92 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Ruam Popok
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Rajawali, Bandung kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 20
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan. Pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner tersebut secara terperinci adalah
sebagai berikut.
1. Menurut ibu apakah yang dimaksud ruam popok?
a. Bentol-bentol di kulit bayi
b. Radang di sekitar kulit bayi yang tertutup oleh popok
c. Bisul-bisul di kulit bayi
d. Lecet-lecet sekitar ketiak dan leher bayi
2. Gejala ruam popok dapat terjadi secara berulang-ulang. Hal ini dipengaruhi
oleh
a. Udara yang lembap dan segar
b. Udara yang sejuk
c. Udara yang panas dan kering
d. Udara panas, lembap dan berkeringat
3. Di bawah ini tanda dan gejala anak yang mengalami ruam popok adalah
a. Kulit terlihat kebiruan dan terdapat gelembung-gelembung kecil
b. Kulit kering bersisik
c. Kulit terlihat kemerahan dan terdapat gelembung-gelembung kecil
berisi cairan jernih
d. Terdapat bercak-bercak putih
4. Menurut ibu apa yang menyebabkan terjadinya ruam popok?
a. Ibu tidak segera mengganti popok bila bayi BAB/BAK
b. Kulit bayi kotor terkena bakteri
c. Akibat bayi BAB terus-menerus, walaupun diganti popoknya
d. Akibat bayi BAK terus-menerus sehingga bayi terjadi iritasi
5. Pernyataan yang benar tentang penggunaan popok sekali pakai adalah
a. Popok kain segera diganti bila basah
b. Popok sekali pakai, frekuensi penggantiannya didasarkan daya
tampung pokoknya
c. Popok sekali pakai diganti apabila sudah mengelembung
d. Popok sekali pakai, dilakukan pengantian apabila popok sudah
basah
93 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
6. Kriteria kain yang sebaiknya digunakan untuk popok adalah
a. Kain yang tebal dan menyerap keringat
b. Kian yang lembut dan menyerap keringat
c. Kain yang lembut dan dingin
d. Kain yang tipis dan dingin
7. Apa yang ibu pakai untuk membersihkan daerah sekitar anus, pantat,
lipatan paha, dan perut bagian bawah bila bayi BAB/BAK?
a. Dengan menggunakan popok yang telah dipakai (popok kotor tetapi
kering)
b. Dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi air hangat dengan
cara digosok-gosok
c. Dengan kapas yang sudah dibasahi air hangat, kemudian dikeringkan
dan tidak digosok-gosok
d. Dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi air hangat kemudian
popok diganti dengan yang bersih
8. Cara membersihkan BAB/BAK pada bayi perempuan adalah
a. Dengan menggunakan kapas basah dibersihkan dari mulai bagaian
atas ke arah anus
b. Dengan menggunakan kapas basah dibersihkan dari mulai anus ke
arah vagina
c. Dengan menggunakan benda asing
d. Dengan menggunakan kapas basah dibersihkan daerah anus saja
9. Bagaimana cara atau alat apa yang ibu pakai untuk membersihkan BAB
/BAK pada bayi laki-laki adalah
a. Diberikan dengan menggunakan kapas basah pada bagian luar alat
kelaminnya
b. Dengan menarik kulup perlahan-lahan sehingga lubang kencingnya
tampak, baru dibersihkan dengan kapas
c. Dengan menggunakan benda asing
d. Dengan menggunakan kapas basah dibersihkan daerah anus saja
10. Ruam popok dapat dicegah dengan cara di bawah ini, yaitu
a. Mengganti popok sesering mungkin setiap kain popok basah
b. Kain popok yang dipakai harus terbuat dari kain yang lembut
c. Cara pemakaian pokok tidak terlalu ketat agar kulit tidak mengalami
gesekan
d. Semua pertanyaan di atas benar
11. Menurut ibu, bagaimanakah cara mencuci popok yang baik?
a. Rebuslah popok sekurang-kurangnya 10 menit
b. Bilaslah popok dengan sabun dan antiseptik
94 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Popok langsung dicuci dengan deterjen
d. Popok dapat dicuci tanpa memakai diterjen atau sabun
12. Cara menaburkan bedak yang benar setelah daerah pemasangan popok
bayi bersih adalah
a. Bedak ditaburkan sedikit-sedikit secara merata di daerah pemasangan
popok
b. Bedak ditaburkan sebanyak mungkin di daerah pemasangan popok
c. Bedak langsung ditaburkan walau kulit masih basah
d. Bedak ditaburkan setelah kulit dikeringkan terlebih dahulu
13. Ruam popok pada bayi dapat sembuh sendiri, bila dirawat secara benar
dalam waktu?
a. 23 hari
b. 34 hari
c. 45 hari
d. Lebih dari 1 minggu
14. Berikut ini merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi
terjadinya ruam popok pada bayi, kecuali
a. Memakai popok yang bersih dan kering
b. Sering menganti popok terutama BAB/BAK
c. Bila memakai popok kain segera mengganti popok jika basah
d. Bubuhkan talk atau bedak pada kulit yang belum dikeringkan
15. Cara yang benar untuk mengatasi ruam popok adalah
a. Membersihkan BAB/BAK dari permukaan kulit dan daerah sekitar
popok agar tetap kering
b. Membubuhkan bedak setiap bayi BAB/BAK
c. Membersihkan BAB/BAK menggunakan popok kering dengan cara
digosok-gosok
d. Menggunakan salep pelindung kulit tanpa dibersihkan dulu
16. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ruam popok yang
masih ringan adalah
a. Segera ganti popok setiap BAB/BAK, dibersihkan dengan air hangat
bila perlu menggunakan sabun lalu dikeringkan
b. Oleskan krim, salep atau losion khusus pelindung kulit yang sedang
meradang
c. Bila kulit membasah kompres selama kurang lebih setengah sampai
1 jam dalam waktu 2-3 sehari sampai kulit kering???
d. Semua pertanyaan di atas adalah benar
17. Langkah apa yang ibu lakukan untuk perawatan kulit pada anak yang
mengalami diare agar tidak terjadi ruam popok?
95 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
a. Menganti popok sesering mungkin bila basah khususnya setelah
BAB/BAK
b. Dibersihkan dengan menggunakan air hangat kemudian dibubuhkan
bedak
c. Mengganti popok setiap kali BAB/BAK kemudian diberi krim
pelindung
d. Mengganti popok setelah 23 kali BAB/BAK
18. Perawatan kulit bayi bisa dilakukan pada kegiatan sehari-hari dengan cara
berikut, kecuali
a. Memandikan secara teratur
b. Mengganti popok atau baju pada saat yang tepat
c. Membersihkan rambut
d. Membawa ke dokter
19. Dalam memandikan bayi, harus diperhatikan hal-hal yang berikut
a. Tuangkan air dingin dulu kedalam bak mandi
b. Kemudian air panas secukupnya
c. Suhu air disesuaikan dengan umur anak
d. Semua benar
20. Langkah-langkah terakhir yang dilakukan setelah memandikan bayi yang
baik adalah
a. Keringkan tubuh bayi, dengan cara sebaiknya ditekan-tekan oleh
handuk
b. Tubuh bayi jangan digosok kuat-kuat
c. Berikan bedak dengan sapuan tipis pada bagian dada, perut, dan
punggung untuk kesegaran kulit dan usaplah lipatan paha bayi dengan
baby oil. Untuk melindungi kulit kemudian pakailah pakaian
d. Semua pernyataan di atas benar
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Campak
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Purwakarta
kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 18 pertanyaan di mana
semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan
dengan uji statistik dan uji konten terhadap pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan
yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan imunisasi
a. Upaya untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit
96 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Salah satu cara yang menyebabkan seseorang terserang penyakit
c. Memberikan penyakit pada tubuh
d. Upaya untuk mengobati seseorang supaya sehat
2. Tujuan utama dari pemberian suatu imunisasi kepada individu adalah
a. Supaya individu tidak tertular suatu penyakit menular
b. Supaya individu tidak terjadi alergi
c. Supaya individu tidak menularkan penyakit tertentu kepada orang
lain
d. Supaya masyarakat sehat
3. Penyakit campak termasuk jenis penyakit
a. Penyakit manular
b. Penyakit menular seksual
c. Penyakit keturunan
d. Penyakit kutukan
4. Imunisasi yang terjadi karena terjangkitnya suatu penyakit sehingga
seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu, merupakan
imunisasi
a. Imunisasi aktif
b. Imunisasi pasif
c. Imunisasi aktif-pasif
d. Imunisasi pasif-aktif
5. Imunisasi yang terjadi karena seseorang diberikan vaksin penyakit tertentu
sehingga seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu, merupakan
imunisasi
a. Imunisasi aktif
b. Imunisasi pasif
c. Imunisasi aktif-pasif
d. Imunisasi pasif-aktif
6. Menurut ibu, imunisasi apa saja yang harus didapatkan bayi secara
lengkap
a. BCG dan hepatitis
b. BCG, DPT, polio, hepatitis, campak
c. TT1 dan TT2
d. BCG, DPT, campak
7. Penyakit apa saja yang dapat dicegah jika ibu mendapat imunisasi
campak
a. Semua penyakit
b. Campak
c. Hanya TBC
d. Tetanus neonatorum
97 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
8. Berapa kali anak ibu mendapatkan imunisasi campak
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
9. Pada usia bayi berapa bulan diberikan imunisasi campak?
a. 59 bulan
b. 912 bulan
c. 1215 bulan
d. 1620 bulan
10. Menurut ibu apakah penyakit campak dapat menular?
a. Ya
b. Tidak
c. Bisa menular, bisa tidak
d. Tidak tahu
11. Reaksi yang dapat timbul setelah ibu diberikan imunisasi campak adalah
a. Pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan
b. Panas, sakit di daerah suntikan
c. Kejang-kejang
d. Tidak tahu
12. Imunisasi campak diberikan dengan cara
a. Tetes
b. Suntik di lengan kanan atas
c. Suntik di perut
d. Suntik di paha
13. Bila mau melakukan imunisasi campak sebaiknya dilakukan di tempat,
kecuali
a. Paraji
b. Dokter praktik
c. Posyandu
d. Rumah sakit
14. Imunisasi campak tidak boleh dilakukan bila bayi dalam keadaan
a. Menangis
b. Sedih
c. Demam
d. Pegal-pegal
15. Imunisasi campak tidak boleh dibarengkan dengan pemberian
a. Mimuman dingin
b. Antibiotik
98 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Minuman panas
d. Obat vitamin
16 Pemberian imunisasi campak tidak akan bermanfaat bila, kecuali
a. Ada kesalahan dalam penyimpanan vaksin
b. Ada kesalahan dalam dosis vaksin
c. Ada kesalahan komunikasi pasien
d. Ada kesalahan dalam pemberian vaksin
17 Tempat yang dianjurkan dalam menyimpan vaksin imunisasi campak
adalah
a. Di dalam lemari
b. Di dalam kulkas
c. Di dalam tas
d. Di dalam pemanas
18 Pemberian imunisasi campak kepada bayi sebaiknya
a. Tidak wajib diberikan
b. Wajib diberikan
c. Diberikan bila ada indikasi ada penyakit
d. Diserahkan pada minat ibu hamil
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Kelurahan Sayang
Wilayah Kerja Puskesmas, Cianjur kepada 20 Responden pada tahun 2009 yang
terdiri atas 24 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji
kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan tindakan uji validitas dan
reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan menggunankan uji statistik
dan uji konten. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut
secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Menurut ibu apakah pengertian imunisasi itu?
a. Suatu upaya untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit
b. Suatu upaya untuk menyembuhkan penyakit degeneratif
c. Upaya untuk bebas dari kuman
d. Pemberian makanan tambahan
2. Menurut ibu penyakit apa saja yang dapat dicegah dengan imunisasi?
a. Polio, campak, hepatitis B, TBC, diferi, tetanus, dan pertusis
b. DBD, malaria, dan tipus
c. Imunoglobulin
d. Malnutrisi
99 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
3. Menurut ibu apa manfaat imunisasi?
a. Sebagai pencegahan terhadap penyakit
b. Sebagai pengobatan penyakit degeneratif
c. Supaya menambah nafsu makan pada anak
d. Tidak tahu
4. Di manakah ibu dapat memperoleh pelayanan imunisasi?
a. sekolah
b. kantor kelurahan
c. posyandu/RS/puskesmas
d. rumah kader
5. Menurut ibu sejak umur berapa bayi boleh diimunisasi?
a. Sejak umur 0 bulan
b. Sejak umur > 1 tahun
c. 2 tahun
d. 5 tahun
6. Apakah ibu, mengetahui jenis imunisasi apa yang harus diberikan kepada
bayi baru lahir?
a. DPT
b. HB 0
c. Campak
d. Polio
7. Menurut ibu, jenis imunisasi apa saja yang harus diberikan kepada bayi
kurang dari satu tahun?
a. DPT, BCG, Polio
b. Hepatitis B, Campak
c. TT
d. MMR
8. Menurut ibu, berapa kali imunisasi Hepatitis B diberikan?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 3 kali
d. 4 kali
9. Menurut ibu, imunisasi apa yang digunakan untuk mencegah penyakit
Hepatitis B?
a. Hepatitis B
b. BCG
c. Campak
d. Polio
100 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
10. Bagaimana cara pmberian imunisasi Hepatitis B?
a. Suntik
b. Tetes
c. Diminum
d. Tidak tahu
11. Di manakah imunisasi Hepatitis B diberikan?
a. Rumah
b. Posyandu/puskesmas/RS
c. Kantor lurah
d. Tidak tahu
12. Apakah ibu mengetahui, umur berapa bayi harus diberi imunisasi
campak?
a. 07 hari
b. 2 bulan
c. 5 bulan
d. 911 bulan
13. Menurut ibu, berapa kali bayi harus diberi imunisasi campak?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 3 kali
d. 4 kali
14. Menurut ibu imunisasi campak untuk mencegah penyakit apa?
a. DPT
b. BCG
c. Campak
d. Polio
15. Apakah ibu mengetahui, bagaimana cara pemberian imunisasi campak?
a. Ditetes
b. Disuntik
c. Diminum
d. Tidak tahu
16. Apakah ibu mengetahui, berapa kali bayi diberi imunisasi BCG?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 3 kali
d. 4 kali
17. Menurut ibu imunisasi BCG untuk mencegah penyakit apa?
a. TBC
b. Tipus
101 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
c. Campak
d. Polio
18. Apakah ibu mengetahui, berapa kali bayi diberi imunisasi DPT?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 3 kali
d. 4 kali
19. Menurut ibu imunisasi DPT untuk mencegah penyakit apa?
a. TBC
b. Tipus
c. Diferi, tetanus, pertusis
d. Polio
20. Apakah ibu mengetahui, berapa kali bayi diberi imunisasi polio?
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 3 kali
d. 4 kali
21. Menurut ibu imunisasi polio untuk mencegah penyakit apa?
a. TBC
b. Tipus
c. campak
d. Polio
22. Menurut ibu, bagaimana cara pemberian imunisasi Polio?
a. Disuntik
b. Ditetes
c. Diminum
d. Tidak tahu
23. Di manakah imunisasi polio diberikan?
a. Di RS/Puskesmas/Posyandu
b. Di rumah Kader
c. Di kelurahan
d. Tidak tahu
24. Menurut ibu, imunisasi apa yang diberikan terakhir kali?
a. DPT
b. BCG
c. campak
d. Polio
102 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi BCG
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas
Pamanukan Kabupaten Subang kepada 20 responden pada tahun 2010 yang
terdiri atas 15 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji
kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut adalah sebagai
berikut.
1 Apa yang dimaksud dengan imunisasi?
a. Upaya untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit
b. Salah satu cara yang menyebabkan anak terserang penyakit
c. Memberikan penyakit pada tubuh
d. Upaya untuk mengobati anak supaya sehat
2 Menurut ibu apa manfaat imunisasi?
a. Menyembuhkan anak menjadi sehat
b. Memperkuat system pertahanan tubuh
c. Diberi penyakit
d. Mencegah anak terserang dari semua penyakit
3 Menurut ibu berapa macam jenis imunisasi dasar?
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
4 Menurut ibu, imunisasi dasar apa saja yang harus didapatkan anak balita
secara lengkap?
a. BCG dan Hepatitis
b. BCG, DPT, Polio, Campak
c. BCG, DPT, Polio
d. BCG, DPT, Campak
5 Penyakit apa saja yang dapat dicegah jika anak mendapat imunisasi?
a. Semua penyakit
b. TBC, diferi, tetanus, pertusis, polio, campak
c. Hanya TBC
d. TBC, polio, hepatitis
6 Penyakit TBC dapat dicegah dengan memberikan imunisasi:
a. BCG
b. DPT
103 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
c. Campak
d. Polio
7 Jenis imunisasi yang harus diberikan pada bayi baru lahir
a. BCG/polio 1
b. DPT 1
c. Campak
d. Polio
8 Imunisasi BCG dapat diberikan jika bayi dalam keadaan
a. Sakit
b. Sehat
c. Pilek
d. Panas
9 Berapa kali anak mendapatkan imunisasi BCG
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
10 Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi BCG adalah:
a. 02 Bulan
b. 211 Bulan
c. 35 Bulan
d. 015 Bulan
11 Bayi umur 02 bulan sebaiknya diberi imunisasi
a. Campak
b. DPT
c. BCG
d. Polio
12 Bayi yang tidak boleh diimunisasi BCG adalah
a. Yang sedang menderita TBC
b. Sehat
c. Tidak sedang panas
d. Bayi usia 01 bulan
13 Menurut ibu apakah penyakit TBC dapat menular
a. Ya
b. Tidak
c. Bisa menular bisa tidak
d. Tidak tahu
14 Reaksi yang dapat timbul setelah anak diberikan imunisasi BCG adalah
a. Pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan
104 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Panas, sakit di daerah suntikan
c. Kejang-kejang
d. Tidak tahu
15 Imunisasi BCG diberikan dengan cara
a. Tetes
b. Suntik di lengan kanan atas
c. Suntik di pantat
d. Suntik di perut
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Polio
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Maruyung
Wilayah Kerja Puskesmas Pacet Kabupaten Bandung kepada 20 responden pada
tahun 2011 yang terdiri atas 24 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan
reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas
dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji
konten pada kuesioner tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada
kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang ibu ketahui tentang penyakit polio
a. Penyakit infeksi akut
b. Penyakit menular
c. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan
d. Penyakit yang disebabkan oleh virus polio
2. Penularan virus polio pada manusia melalui
a. Kotoran manusia yang terkontaminasi
b. Dari udara atau debu yang terhirup
c. Dari makanan yang dimasak
d. Lingkungan rumah yang kotor
3. Salah satu tanda yang mudah dikenali dari anak yang terkena penyakit
polio
a. Kejang-kejang
b. Sering tidak sadarkan diri
c. Banyak menangis
d. Lumpuh pada salah satu anggota geraknya
4. Apakah yang ibu ketahui tentang imunisasi polio
a. Untuk memberikan kekebalan pada anak
b. Menurunkan angka kesakitan
c. Upaya mencegah penyakit polio
d. Upaya dalam merawat anak
105 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
5. Apa yang dimaksud dengan vaksin polio
a. Alat untuk imunisasi polio
b. Suntikan untuk mencegah polio
c. Bahan untuk imunisasi polio
d. Penyebab penyakit polio
6. Imunisasi polio terbuat dari
a. Jamur
b. Kuman
c. Parasit
d. Virus
7. Bagaimanakah cara pemberian imunisasi polio?
a. Disuntik
b. Ditetes
c. Dimakan
d. Dikunyah
8. Berapakah jumlah tetesan imunisasi polio yang diberikan
a. Satu tetes
b. Dua tetes
c. Tiga tetes
d. Empat tetes
9. Berapa interval (jarak) imunisasi polio diberikan
a. 1 minggu
b. 2 minggu
c. 3 minggu
d. 4 minggu
10. Akibat anak tidak mendapat imunisasi polio adalah
a. Napsu makan berkurang
b. Sering gelisah
c. Kurang kekebalan
d. Mempunyai risiko terjangkit penyakit polio
11. Bila mungkin ada, efek samping apa setelah pemberian imunisasi polio
a. Diare ringan
b. Sakit otot
c. Batuk ringan
d. Demam tinggi
12. imunisasi boleh diberikan pada anak yang mengalami gangguan, kecuali
a. Sakit pencernaan
b. Sakit berat dan akut, demam tinggi
106 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Sakit kepala ringan
d. Flu dan pilek
13. Imunisasi polio untuk mencegah penyakit
a. Liver
b. TBC
c. Campak
d. Lumpuh
14. Siapa saja yang dapat diimunisasi polio
a. Bayi
b. Balita
c. Anak sekolah
d. Semua benar
15. Siapa yang seharusnya memberikan imunisasi
a. Kader
b. Paraji
c. Petugas kesehatan
d. Semua benar
16. Salah satu dampak positif pemberian imunisasi polio pada anak
a. Agar pertumbuhannya tidak terganggu
b. Sebagai cara untuk menanggulangi penyebaran virus polio
c. Mengikuti program pemerintah
d. Untuk memberikan kekebalan pada anak
17. Di bawah ini bukan halangan anak ibu diberikan imunisasi polio, kecuali
a. Anak berat lahir rendah
b. Ibu sedang hamil
c. Usia anak lebih dari 5 tahun
d. Demam tinggi
18. Bila di sekitar tempat ibu ada yang menderita polio, sebaiknya anak ibu
a. Dihindarkan bergaul dengan penderita penyakit polio
b. Dibiarkan bergaul
c. Anak dikurung di dalam rumah
d. Diberikan sembarangan obat
19. Mengapa bayi harus diimunisasi polio
a. Mencegah terjadinya infeksi pada orang sehat
b. Untuk mencegah terjangkitnya penyakit polio
c. Ikut program pemerintah
d. Supaya sehat
20. Manfaat dari imunisasi polio di antaranya
a. Anak akan terlindung dari penyakit polio
107 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
b. Dapat kekebalan tetapi sedikit
c. Sering menimbulkan gangguan pada kesehatan anak
d. Anak terlindung dari penyakit tipus
21. Penyakit polio tidak dapat diobati, hanya dapat dicegah dengan
a. Diberikan imunisasi polio
b. Diberi obat penurun panas
c. Diberi ramuan jamu
d. Dibiarkan saja
22. Jika anak ibu terlambat mendapatkan imunisasi polio, apa yang akan
dilakukan
a. Segera berikan imunisasi polio secepatnya
b. Menunggu putaran berikutnya
c. Dibiarkan saja
d. Melakukan usulan untuk mendapatkan imunisasi
23. Pada bagian apa pemberian vaksin polio diteteskan
a. Mulut
b. Hidung
c. Mata
d. Telinga
24. Setiap ada pemberian imunisasi yang sifatnya gratis, di manakah anak ibu
mendapat imunisasi polio
a. Pos PIN
b. Dokter
c. Bidan
d. Perawat
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Penanganan Bayi BBLR
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di RSKIA, Bandung
kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 10 pertanyaan di mana
semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan
uji statistik dan uji konten pada kuesiner tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang
terdapat dalam kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Di bawah ini yang merupakan pengertian dari BBLR adalah
a. Bayi baru lahir dengan berat badan < 2.500 gram
b. Bayi baru lahir dengan berat badan > 2.500 gram
c. Bayi baru lahir dengan berat badan = 2.500 gram
108 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
2. Di bawah ini yang merupakan penanganan BBLR, adalah
a. Masukkan bayi dalam inkubator
b. Mengobservasi pernapasan
c. Memberikan oksigen dengan kanul hidung
3. Permulaan cairan yang diberikan pada BBLR, adalah
a. 30 cc/kgBB/hari
b. 40 cc/kgBB/hari
c. 50 cc/kg BB/hari
4. Bila pada bayi BBLR, tidak ada refeks menelan, maka diberikan infus
a. Ringer laktat
b. NACl
c. Dextrose 10%.
5. Yang dimaksud dengan metode kangguru adalah
a. Metode yang memakai kangguru
b. Melakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi
c. Metode yang menggunakan inkubator
6. Keuntungan dari perawatan dengan menggunakan metode kangguru
adalah
a. Peningkatan hubungan emosi ibu dengan bayi
b. Berkurangnya hari rawat di rumah sakit
c. Koordinasi refeks isap dan menelan baik
7. Waktu pelaksanaan metode kangguru adalah
a. Sewaktu-waktu bila dikehendaki ibu.
b. Dimulai secara bertahap, perlahan-lahan dari perawatan konvensional
keperawatan yang terus-menerus.
c. Dalam satu hari dilakukan 30 menit.
8. Lamanya kontak kulit pada BBLR dengan menggunakan metode kangguru
adalah
a. 60 menit
b. 50 menit
c. 30 menit
9. Penanganan BBLR selain menggunakan inkubator dapat digunakan
a. Dengan menggunakan lampu
b. Dengan menggunakan metode kangguru
c. Perawatan di rumah
10. Bahaya dari perawatan BBLR dengan menggunakan inkubator (satu
inkubator untuk 2 bayi) adalah
a. Infeksi pernapasan
b. Infeksi pencernaan
c. Infeksi nosokomial
109 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru
Lahir
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Lembang
Kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri
atas 22 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada
dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut adalah
sebagai berikut.
1. Apa manfaat perawatan tali pusat
a. Dapat mencegah timbulnya infeksi oleh bakteri
b. Dapat membersihkan tali pusat
c. Menjauhkan bayi dari tanda bahaya
2. Bagaimanakah cara membungkus tali pusat yang baik?
a. Dengan kasa bersih dan kering
b. Dengan dibubuhi bumbu-bumbu
c. Dengan menggunakan betadin
3. Pada saat merawat tali pusat, kasa untuk membersihkan pangkal tali pusat
sebelumnya dibasahi dengan?
a. Air dingin
b. Alkohol
c. Air bersih
4. Apa yang harus diperhatikan jika tali pusat bayi mengering?
a. Biarkan saja, karena akan terlepas dengan sendirinya
b. Menarik tali pusat hingga terlepas
c. Membungkus tali pusat dengan kasa
5. Pada saat merawat tali pusat sebaiknya
a. Ditutup dengan kasa
b. Biarkan terbuka
c. Ditutup dengan kain
6. Kapankah saat yang tepat untuk membersihkan tali pusat?
a. Pada saat bayi mandi
b. Pada setiap bayi buang air kencing
c. Sebelum dan sesudah bayi tidur
7. Tujuan dari perawatan tali pusat adalah
a. Memberikan rasa nyaman pada bayi
b. Membersihkan tali pusat agar tidak kotor
c. Mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri
110 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
8. Infeksi tali pusat dapat dicegah dengan perawatan tali pusat dengan cara
a. Perawatan basah dan bersih
b. Perawatan kering dan lemban
c. Perawatan kering dan bersih
9. Apakah yang harus diperhatikan pada saat bayi buang air kecil?
a. Memperhatikan popok di area pangkal tali pusat
b. Memperhatikan popok di area puntung tali pusat
c. Memperhatikan popok di area ujung tali pusat
10. Bagaimanakah urutan cara membersihkan tali pusat yang benar?
a. Ambil kasa steril yang telah dibasahi air bersih, kemudian usapkan
pada tali pusat hingga bersih
b. Ambil kasa steril yang telah dibasahi air panas, kemudian usapkan
pada tali pusat hingga bersih
c. Ambil kasa steril yang telah dibasahi air dingin, kemudian usapkan
pada tali pusat hingga bersih
11. Tanda dan gejala adanya infeksi pada tali pusat adalah
a. Tali pusat basah atau lengket yang disertai bau tidak sedap
b. Tali pusat kering disertai kemerahan
c. Tali pusat kering dan cepat lepas
12. Bagaimanakah prosedur melakukan perawatan tali pusat?
a. Menggunakan kasa dan alkohol
b. Tidak menggunakan apa-apa dan biarkan terbuka
c. Menggunakan koin yang dibungkus kasa
13. Perawatan tali pusat akan pupus pada hari ke
a. Ke-5 dan hari ke-7
b. Ke-8 dan hari ke-11
c. Ke-14
14. Bagaimanakah kondisi tali pusat jika terkena infeksi?
a. Tali pusat kering dan berbau tidak sedap
b. Tali tidak berbau
c. Tali pusat bernanah dan berbau
15. Apakah yang menyebabkan tali pusat terinfeksi?
a. Perawatan tali pusat yang menggunakan alkohol
b. Perawatan tali pusat yang dibiarkan terbuka tanpa ditutup apa pun
c. Perawatan tali pusat yang dibiarkan tertutup dan lembap
16. Apakah tanda-tanda bila bayi terkena infeksi pada tali pusat?
a. Bayi rewel, demam, dan sekitar tali pusat memerah
b. Bayi menangis kesakitan dan tali pusat kering
c. Bayi menangis, tidak demam dan tali pusat terlepas dengan
sendirinya
111 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
17. Di bawah ini merupakan tanda-tanda tali pusat terkena infeksi, kecuali
a. Keluar darah dari tali pusat
b. Tali pusat langsung mengering
c. Bau busuk pada tali pusat
18. Bila keadaan tali pusat basah, bau tak sedap, dan kemerahan, hal ini
merupakan
a. Perawatan yang salah pada tali pusat
b. Manfaat perawatan tali pusat
c. Tujuan perawatan tali pusat
19. Apakah yang sebaiknya ibu lakukan untuk menjaga tali pusat pada bayi
tetap bersih dan kering
a. Membersihkan tali pusat menggunakan sabun dan dikeringkan
b. Tali pusat bayi dibiarkan lembap dan dibungkus kasa steril
c. Mengikat perut bayi dengan gurita
20. Apa yang harus diperhatikan pada saat memakaikan popok bayi
a. Mengikatkan popok bayi di atas tali pusat bayi
b. Mengikatkan popok bayi dibawah tali pusat bayi
c. Mengikatkan popok bayi tepat pada tali pusat bayi
21. Penggunaan gurita dalam melakukan perawatan tali pusat berguna
untuk
a. Merawat tali pusat agar tidak bodong
b. Merawat perut bayi agar tidak buncit
c. Tidak bermanfaat apa-apa
22. Sebaiknya menggunakan gurita digunakan berapa kali sehari
a. Setiap bayi buang air kencing
b. Setelah bayi mandi
c. Tidak usah digunakan sama sekali
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Remaja tentang Narkoba
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMU Pasundan
1 Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2008 yang terdiri atas 30
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten pada kuesioner tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
1. Narkoba singkatan dari
a. Narkotika dan obat-obatan berbahaya
112 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Narkotika dan orang-orang berbahaya
c. Narkotika dan obat berkarbon
d. Narkotika dan bensodiazepine
2. Di bawah ini merupakan pengertian dari narkotika adalah
a. Zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan
kesadaran
b. Obat untuk menambah rasa percaya diri
c. Zat adiktif yang berfungsi untuk senang-senang
d. Obat berbahaya di antaranya ekstasi dan ganja
3. Di bawah ini merupakan pengertian dari psikotropika
a. Zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan
kesadaran
b. Obat untuk menambah rasa percaya diri
c. Zat adiktif yang berfungsi untuk senang-senang
d. Obat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
perilaku
4. Di bawah ini merupakan pengertian dari zat adiktif
a. Zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan
kesadaran
b. Bahan aktif yang dapat menimbulkan ketergantungan, misalnya
aibon
c. zat adiktif yang berfungsi untuk senang-senang
d. obat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan
perilaku
5. Di bawah ini merupakan pengertian dari alkohol
a. Cairan yang dihasilkan dari proses peragian yang lazim disebut
miras
b. Minuman berwarna digunakan untuk menghilangkan rasa lelah
c. Sirup untuk penghilang rasa dahaga dan lapar
d. Cairan yang diracik sempurna untuk menghasilkan efek sempurna
6. Secara hukum pengguna narkotika golongan 1 akan terjerat hukuman
penjara paling lama selama
a. 4 bulan
b. 4 tahun
c. 5 bulan
b. d 5 tahun
7. Bagi siapa saja tanpa hak memiliki, menyimpan/ membawa dan
menggunakan psikotropika golongan 1, dipidana maksimal
a. 15 tahun dan denda 750 juta rupiah
113 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
b. 4 tahun dan denda 150 juta rupiah
c. 8 tahun dan denda 100 juta rupiah
d. 10 tahun dan denda 50 juta rupiah
8. Kepada masyarakat yang berjasa membantu upaya pencegahan dan
pemberantasan penyalahgunaan/pengedaran narkoba pemerintah
memberikan
a. Penghargaan
b. Pekerjaan untuk jadi aparat
c. Hukuman
d. Sanksi pidana
9. Orang tua atau wali dari pengguna narkotika yang masih di bawah umur,
tidak melaporkan kepada pihak polisi dikenakan sanksi kurungan dan
denda
a. 6 bulan (1 juta rupiah)
b. 1 tahun (500 ribu rupiah)
c. 3 bulan ( 250 ribu rupiah)
d. 2 tahun (100 ribu rupiah)
10. Penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan jasmani yaitu
a. Merusak susunan saraf pusat otak
b. Merusak sistem reproduksi
c. Merusak organ-organ tubuh
d. Merusak biaya kesehatan
11. Penyalahgunaan narkoba dapat merugikan dimensi ekonomi misalnya
a. Sumber daya manusia menurun
b. Meningkatkan biaya kesehatan
c. Kesehatan tubuh menurun
d. Merugikan masyarakat
12. Kerugian di bidang pendidikan disebabkan oleh penyalahgunaan
narkoba
a. Merampok dan mencuri
b. Kecelakaan di sekolah
c. Prestasi sekolah menurun
d. Jadi pengedar di sekolah
13. Perdagangan gelap narkoba digunakan oleh para pemberontak atau
gerakan sparatis untuk
a. Berpesta merayakan kemenangan
b. Membiayai anak-anak cacat akibat perang
c. Membiayai tujuan politik para pemberontak
d. Menimbun uang agar tidak beredar
114 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
14. Penyalahgunaan narkoba dalam undang-undang disebut sebagai kejahatan
dengan ancaman hukuman
a. Rehabilitasi
b. Penjara
c. Penganiayaan
d. Pengasingan
15. Narkoba yang berbentuk seperti bunga kering, dicampur dengan rokok
kemudian diisap adalah
a. Inex
b. Ganja
c. Putau
d. Inhalen
16. Yang dirasakan oleh para pecandu putau adalah kecuali
a. Fly
b. Downer
c. Tenang
d. Ketakutan
17. Dampak negatif dari pemakaian putau adalah kecuali
a. sakaw
b. air mata meleleh dan pilek
c. seluruh tulang tersa sakit
d. bersemangat
18. Penyalahgunaan inhelin (ngelem) sering digunakan oleh
a. anak jalanan
b. anak rumahan
c. anak kuliahan
d. selebritis
19. Inex kata lain dari
a. Ekstasi
b. Shabu-shabu
c. Heroin
d. Cimeng
20. Faktor individu yang menyebabkan penggunaan narkoba kecuali
a. Kepercayaan bahwa obat dapat mengatasi segala permasalahan
b. Harapan untuk mendapatkan kenikmatan
c. Putus hubungan dengan pacar
d. Lingkungan sekolah yang rawan pengedar narkoba
21. Faktor lingkungan yang menyebabkan penggunaan narkoba kecuali
a. Tempat tinggal berada dilingkungan para pengguna
115 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
b. Berteman dan bergaul dengan pengguna
c. Lingkungan sekolah yang rawan terhadap pengedaran narkoba
d. Untuk menghilangkan rasa sakit yang sedang dirasakan
22. Terlibatnya seseorang dalam penggunaan narkoba dilihat dari faktor
lingkungan
a. Berteman dan bergaul dengan para pemakai
b. Kurang perhatian dan pengawasan orang tua
c. Cara menggunakan narkoba mudah
d. Untuk menghilangkan masalah atau kebosanan
23. Dampak negatif narkoba terhadap kondisi mental kecuali
a. Timbulnya perilaku yang tidak wajar
b. Depresi dan ingin bunuh diri
c. Gangguan daya pikir dan persepsi
d. Kerusakan kromosom atau kelainan seks
24. Dampak negatif narkoba terhadap kondisi fsik kecuali
a. Penyakit kelamin
b. Kanker usus
c. Perdarahan otak
d. Memperindah tubuh
25. Dampak narkoba terhadap kondisi kehidupan sosial
a. Penyakit kelamin
b. Gangguan terhadap prestasi sekolah
c. Perdarahan otak
d. Memperindah tubuh
26. Istilah yang sering digunakan para pengguna narkoba, sakaw artinya
yaitu
a. Sakit karena lagi (nagih)
b. Kelebihan pemakaian
c. Pakai putaw lewat hidung
d. Teler/ mabok
27. Istilah yang sering digunakan para pengguna narkoba, jankies artinya
adalah
a. Sakit karena ingin lagi (nagih)
b. Kelebihan pemakaian
c. Pakai putaw lewat hidung
d. Sebutan untuk pecandu
28. Istilah yang sering digunakan para pengguna narkoba, jokul artinya
adalah
116 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
a. Joki
b. Jual
c. beli
d. nganjuk
29. Istilah yang sering digunakan para pengguna narkoba, ngubas artinya
yaitu
a. Sakit karena ingin lagi (nagih)
b. Nyabu atau pakai shabu-shabu
c. Pakai shabu-shabu lewat hidung
d. Sebutan untuk pecandu
30. Istilah yang sering digunakan para pengguna narkoba, relaps artinya
adalah
a. Sakit karena lagi (nagih)
b. Nyabu atau pakai shabu-shabu
c. Pakai shabu lewat hidung
d. Kembali nge-drugs karena rindu
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Remaja tentang Perilaku Seks
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMUN 4 Kota
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas 20 pertanyaan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
1. Mulai timbulnya kesukaan pada lawan jenis, lebih dekat dengan teman
dan kesukaan dalam berkhayal adalah merupakan ciri khas remaja
a. Remaja awal
b. Remaja tengah
c. Remaja akhir
2. Lebih selektif dalam memilih teman dan lebih berpikir matang dalam
menghadapi masalah adalah merupakan ciri remaja
a. Remaja awal
b. Remaja tengah
c. Remaja akhir
3. Semua organ yang mendukung fungsi seksual baik pada wanita maupun
laki-laki disebut
a. Anatomi fsiologi
117 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
b. Organ reproduksi
c. Fisiologi reproduksi
4. Peristiwa keluarnya darah dari vagina secara teratur yang bersifat alamiah
disebut
a. Menstruasi
b. Masturbasi
c. Mimpi basah
5. Di bawah ini contoh gangguan haid antara lain
a. Menstruasi
b. Menstruasi prekok
c. a dan b benar
6. Di bawah ini termasuk gangguan haid dengan siklus haid yang sering
datang adalah
a. oligomenorhie
b. hipermenorhoe
c. polimenorhoe
7. Masa pubertas pada remaja laki-laki biasanya ditandai dengan
a. menstruasi
b. membesarnya pinggul
c. mimpi basah
8. Apa yang dimaksud dengan aborsi
a. Pengguguran kandungan secara tidak sehat
b. Pengguguran kandungan secara sehat
c. Pengeluaran janin dalam rahim atas persetujuan medis
9. Klasifkasi remaja atau ciri perkembangan remaja dibagi 2 tahap yaitu
a. Masa remaja awal dan masa remaja akhir
b. Masa remaja awal dan masa remaja tengah
c. Masa remaja tengah dan masa remaja akhir
10. Penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS disebabkan oleh, kecuali
a. Berganti-ganti pasangan dengan hubungan seksual
b. Penggunaan narkoba dengan jarum suntik
c. Ciuman kering
11. Akibat dari pergaulan bebas pada remaja saat ini adalah
a. Kehamilan yang tidak diinginkan
b. Kematian
c. Kemandulan
12. Di bawah ini merupakan penyakit menular seksual, kecuali
a. Klamidia
b. Kondiloma akuminata
c. Kolpitis
118 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
13. Penyakit menular seksual yang sering ditemukan adalah
a. Gonore
b. Siflis
c. Klamidia
14. Nyeri, bengkak, merah, dan bernanah pada alat kelamin baik pria dan
wanita merupakan tanda-tanda dari penyakit menular seksual dari
a. Gonore
b. Siflis
c. HIV/AIDS
15. Akibat dari orang yang menderita penyakit menular seksual seperti HIV/
AIDS adalah
a. Cacatnya saluran telur dan kemandulan
b. Radang saluran kencing
c. Penurunan daya tahan secara terus-menerus sehingga dapat
menyebabkan kematian
16. Upaya untuk memengaruhi atau mengajak orang lain baik individu,
kelompok, atau masyarakat agar melaksanakan perilaku hidup sehat
adalah pengertian dari
a. Pendidikan kesehatan
b. Pendidikan kesehatan reproduksi
c. Pendidikan seksualitas
17. Tujuan dari pendidikan kesehatan yang diberikan baik formal maupun
nonformal adalah
a. Agar remaja dapat membangun sikap yang positif, sehat, dan objektif
terhadap perkembangan seks dengan segala manisfestasi baik
mengenai dirinya maupun orang tua
b. Agar remaja dapat membangun sikap yang dapat bertanggung jawab
untuk dirinya sendiri
c. Agar remaja dapat mengetahui perkembangan seks pada dirinya
sendiri
18. Pendidikan awal tentang kesehatan reproduksi pada remaja lebih efektif
atau akan lebih baik diberikan oleh
a. Pendidikan sekolah
b. Tokoh masyarakat
c. Orang tua
19. Pendidikan kesehatan reproduksi yang diberikan oleh orang tua pada anak
remajanya biasanya berupa materi yang dianggap sebagai dasar untuk
mengenal lebih jauh tentang kesehatan reproduksi yaitu
a. Pengenalan organ reproduksi
119 Bab 5 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian...
b. Perilaku yang sehat dan bertanggung jawab
c. Semua benar
20. Apakah yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi?
a. Keadaan sejahtera fsik, mental, dan sosial, tidak hanya terbatas
dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan
dengan sistem reproduksi
b. Kondisi sehat secara fsik saja dan bebas dari penyakit atau
kecacatan
c. Ilmu yang mempelajari tentang seksualitas pada remaja
EVALUSASI PEMBELAJARAN
1. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang pencegahan
infeksi!
2. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang hospitalisasi
pada anak!
3. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang penatalaksanaan
pasien luka bakar!
4. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan perawat tentang penatalaksanaan
cedera kepala!
5. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang imunisasi
campak!
120 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
KAPITA SELEKTA KUESIONER
PENGETAHUAN LINGKUP
PENELITIAN KEBIDANAN
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu membuat
kuesioner pengetahuan lingkup penelitian kebidanan dengan baik dan benar
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui
tentang:
1. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang higiene reproduksi
remaja;
2. kuesioner penelitian pengetahuan kepala keluarga tentang kontrasepsi
pria;
3. kuesioner penelitian pengetahuan ibu PUS tentang AKDR;
4. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang dismenorea;
5. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang kesehatan
reproduksi;
6. kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang menstruasi pertama;
7. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang metode amenore laktasi;
8. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang KB suntik;
9. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara
sendiri;
10. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang imunisasi TT;
11. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang pemeriksaan kehamilan;
12. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang hubungan seks pada masa
hamil;
13. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang hiperemis gravidarum;
14. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang tanda bahaya dalam
kehamilan;
15. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang anemia dan tablet FE;
16. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang pemilihan penolong
persalinan;
17. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang persiapan persalinan;
18. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang perawatan luka
perineum;
19. kuesioner penelitian pengetahuan ibu tentang pemanfaatan buku KIA;
20. kuesioner penelitian pengetahuan bidan tentang partograf.
Bab 6
122 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
PENELITIAN PENGETAHUAN DALAM LINGKUP ILMU
KEBIDANAN
Pengetahuan merupakan bagian dari ilmu perilaku kesehatan yang telah
berkembang pada berbagai disiplin ilmu. Teori universal yang lazim digunakan
adalah teori L. Green (1974) yang mengemukakan bahwa perilaku kesehatan
dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu sebagai berikut.
1. Faktor predisposisi yang meliputi: pengetahuan, sikap, nilai, dan
kepercayaan.
2. Faktor enabling yang meliputi: ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas.
3. Faktor reinforcing yang meliputi: dukungan dan sikap petugas kesehatan.
Kajian pengetahuan telah berkembang dalam penelitian di berbagai disiplin
ilmu di antaranya ilmu kebidanan. Penelitian pengetahuan dalam lingkup
perkembangan ilmu kebidanan saat ini menjadi bagian yang menjadi tren karena
berhubungan dengan tingkat pemahaman individu khususnya ibu dan anak
dalam membutuhkan pelayanan kebidanan. Pemilihan tenaga persalinan oleh
seseorang berhubungan erat dengan tingkat pengetahuannya. Dengan demikian,
penelitian pengetahuan menjadi esensi penting dalam membangun hubungan
sosial bidan dan pasien.
Penelitian pengetahuan dalam lingkup ilmu kebidanan mencakup
pengetahuan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, perawatan bayi, KB, dan area
bidang ilmu kebidanan lainnya. Penelitian pengetahuan mendeskripsikan
pemahaman menurut tingkatannya sesuai taksonomi Bloom. Secara umum,
penelitian pengetahuan dalam lingkup ilmu kebidanan sama dengan disiplin ilmu
lainnya. Kuesioner merupakan instrumen penelitian yang lazim digunakan.
KAPITA SELEKTA KUESIONER PENGETAHUAN LINGKUP
PENELITIAN ILMU KEBIDANAN
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Remaja tentang Higiene Reproduksi
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMUN 5 Kota
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 28 pertanyaan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
123 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
1. Yang dilakukan seseorang yang tujuannya untuk memelihara kesehatannya
merupakan pengertian dari
a. Organ reproduksi
b. Kebersihan diri
c. Remaja
d. Semua jawaban a, b, dan c salah
2. Seseorang yang telah beralih dari masa anak menuju dewasa, merupakan
pengertian dari
a. Organ Reproduksi
b. Kebersihan Diri
c. Remaja
d. Semua jawaban a, b, dan c
3. Sebutkan dua perubahan pada masa remaja
a. Perubahan bentuk badan
b. Perubahan hormon
c. Perubahan eksternal dan internal
d. Perubahan keberanian
4. Organ reproduksi terdiri atas dua bagian,yaitu
a. Bagian atas dan bagian bawah
b. Bagian tengah
c. Bagian luar dan bagian dalam
d. Bagian atas
5. Apakah yang dimaksud dengan masa remaja
a. Masa di mana seseorang boleh mempunyai pasangan
b. Usia di mana individu dapat berintegrasi dengan masyarakat dewasa,
usia di mana anak tidak lagi berada di bawah tingkatan orang yang
lebih tua melainkan berada dalam lingkungan yamg sama
c. Seseorang yang telah menjadi tua
d. Seseorang yang telah mempunyai keturunan
6. Tinggi badan dan berat badan termasuk dalam perubahan
a. Perubahan eksternal
b. Perubahan internal
c. Perubahan hormon
d. Perubahan eksternal dan internal
7. Seorang remaja putri mengalami perubahan pada tubuhnya, seperti
payudara membesar, timbul jerawat, dan haid biasanya pada usia
a. 46 tahun
b. 915 tahun
124 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. 1013 tahun
d. 2025 tahun
8.
Gambar di atas adalah alat kelamin bagian:
a. Luar
b. Dalam
c. Bawah
d. Atas
9.
Gambar di atas adalah alat kelamin bagian
a. Luar
b. Dalam
c. Bawah
d. Atas
10. Bila warna lendir atau cairan yang keluar dari vagina atau kemaluan
berwarna kuning kecokelatan, berbau, dan menimbulkan rasa gatal, maka
keadaan tersebut adalah tanda
a. Infeksi
b. Cacar
c. Demam atau panas
d. Flu
125 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
11. Salah satu cara untuk mencegah infeksi adalah
a. Memeriksa lendir/cairan yang keluar dari vagina
b. Cebok dengan air yang sangat panas
c. Menggaruk apabila gatal
d. Menggunakan pembalut yang tipis
12. Jika sedang haid hendaklah menggunakan
a. Kain
b. Kapas
c. Tisu
d. Pembalut/duk
13. Menggunakan pembalut wanita yang tipis hanya diperbolehkan____
setelah haid.
a. 3 hari
b. 4 hari
c. 12 hari
d. 5 hari
14. Jika terlalu sering menggunakan pembalut tipis dapat menyebabkan
kemaluan terasa
a. Lembap dan gatal
b. Nyaman
c. Demam
d. Jawaban a, b, dan c benar
15. Vagina, leher rahim, rahim, dan saluran telur adalah organ-organ
reproduksi wanita bagian
a. Samping
b. Luar
c. Dalam
d. Tengah
16. Rahim adalah
a. Tempat untuk mengandung bayi
b. Jalan keluar haid
c. Dua buah indung telur
d. Semua jawaban salah
17. Cara basuh/cebok yang benar adalah dari arah:
a. Belakang ke depan
b. Merendam di dalam air
c. Bebas dari arah mana saja
d. Depan ke belakang
126 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
18. Pada saat membersihkan vagina jangan terlalu mengorek terlalu dalam
karena dapat mengakibatkan:
a. Vagina merasa gatal
b. Akan merasa geli
c. Robeknya selaput dara
d. Sakit pada bagian pinggang
19. Pada saat menstruasi mengganti pembalut paling sedikit
a. 1 kali/hari
b. 2 kali/hari
c. 5 kali/hari
d. 3 kali/hari
20. Kebersihan diri sangatlah penting dilakukan oleh semua orang tidak
terkecuali remaja, tujuannya agar
a. Menjadi segar dan bersih
b. Supaya tidak mengantuk
c. Akan terlihat kotor dan bau
d. Semua jawaban benar
21. Apa yang dimaksud dengan reproduksi
a. Proses melanjutkan keturunan
b. Kebersihan yang dilakukan oleh diri sendiri
c. Seseorang yang telah menuju dewasa
d. Semua jawaban a, b, dan c benar
22. Bolehkah menggunakan pembersih vagina setiap hari?
a. Boleh
b. Tidak boleh
c. Terserah
d. Tergantung keadaan
23. Penggunaan sabun pembersih vagina yang terlalu sering dapat
menimbulkan efek samping berupa:
a. Alergi
b. Wangi
c. Demam
d. Cacar
24. Apabila telah selesai BAB atau BAK, sebaiknya organ kemaluan dikeringkan
dengan menggunakan
a. Pembalut
b. Kain kotor
c. Tisu kering
d. Kain basah
127 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
25. Vagina atau alat kemaluan adalah
a. Jalan keluar pada saat haid
b. Jalan keluar saat bayi lahir
c. Jalan keluanya air kencing
d. Semua jawaban benar
26. Bibir luar dan bibir dalam kemaluan, klitoris merupakan organ-organ
reproduksi wanita bagian
a. Tengah
b. Atas
c. Luar
d. Dalam
27. Jika organ intim terasa gatal, jangan digaruk lebih baik dikompres dengan
menggunakan
a. Air es
b. Air panas
c. Air sabun
d. Air dingin
28. Kebersihan diri merupakan hal yang penting untuk mencegah
a. Demam
b. Cacar
c. Infeksi
d. Flu

Kuesioner Penelitian Pengetahuan Kepala Keluarga tentang Kontrasepsi Pria
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Kecamatan Plered
Kabupaten Purwakarta kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
25 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang Bapak ketahui tentang keluarga berencana (KB)
a. Membatasi jumlah anak
b. Mengatur jarak kelahiran
c. Menghentikan kehamilan
d. Menunda kehamilan
2. Tujuan program KB antara lain
a. Mencegah lajunya pertumbuhan penduduk
128 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Mengatur hubungan seksual suami istri
c. Menghentikan kehamilan
d. Mencegah penyakit kelamin
3. Untuk meningkatkan mutu kehidupan sehingga terwujud keluarga
yang berkualitas, sejahtera, maju, sehat, mandiri, berwawasan ke depan,
bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan YME, maka
modal utamanya adalah
a. Punya mobil
b. Banyak anak
c. Mencegah kehamilan
d. Kesehatan keluarga
4. Kontrasepsi adalah
a. Tidak memakai alat KB
b. Metode untuk mencegah pertemuan sperma dan sel telur
c. Menggugurkan kandungan
d. Supaya dapat anak
5. Cara kerja alat kontrasepsi secara umum adalah
a. Mematikan sel telur
b. Mematikan sperma
c. Menghalangi pertemuan sel telur dan sperma
d. Mematikan sel telur dan sperma
6. Mana di antara pertanyaan ini yang masuk alat kontrasepsi untuk
wanita?
a. Kondom
b. IUD
c. Sanggama terputus
d. MOP
7. Metode kontrasepsi efektif yang tidak bersifat permanen yang dapat
dilakukan pada wanita adalah
a. Implant
b. Vasektomi
c. Tubektomi
d. Dengan operasi
8. Metode operasi untuk wanita disebut
a. Apendiktomi
b. Tubektomi
c. Vasektomi
d. Laparatomi
129 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
9. AKDR/IUD adalah
a. Kontrasepsi untuk wanita dimasukkan dalam rahim (uterus)
b. Kontrasepsi untuk pria
c. Dapat dipakai penderita infeksi menular seksual
d. Untuk kecantikan wanita
10. Manakah di antara alat-alat kontrasepsi di bawah ini yang termasuk alat
kontrasepsi pria?
a. IUD
b. Implant
c. MOP
d. MOW
11. Alat kontrasepsi pria yang dapat mencegah penularan HIV/AID
a. Sanggama terputus
b. Vasektomi
c. Kondom
d. AKDR
12. Cara memakai kondom yang benar antara lain
a. Pemakaian hanya satu kali pakai
b. Setelah dipakai boleh dicuci
c. Dapat disimpan setelah dipakai
d. Bisa dipakai beberapa kali
13 Bahan kondom terbuat dari bahan
a. Kertas
b. Kain
c. Transparan
d. Lateks/vinil
14. Keuntungan memakai kondom adalah
a. Dapat dipakai berulang-ulang
b. Dapat mencegah penularan HIV/AIDS
c. Dapat dibeli di warung
d. Dapat dicuci setelah dipakai
15. Memakai kondom cukup efektif bila
a. Dicuci dulu sebelum dipakai
b. Dipakai secara benar dan konsisten setiap berhubungan seksual
c. Diberi pelumas dulu
d. Dipakai sebelum ereksi
16. Kontrasepsi sederhana tidak memerlukan biaya untuk pria disebut
a. Sanggama terputus
b. Kondom
130 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Tablet berbusa
d. Vasektomi
17. Cara melakukan sanggama terputus yang benar adalah
a. Melakukan ejakulasi dalam vagina
b. Mengeluarkan penis segera jika merasa akan ber-ejakulasi dan
melakukan ejakulasi di luar vagina
c. Bisa dilakukan pria dengan pengalaman ejakulasi dini
d. Dianjurkan pada masa subur
18. Metode operasi pada pria adalah
a. Vasektomi
b. Tubektomi
c. Apendiktomi
d. Laparatomi
19. Apa yang Bapak ketahui tentang vasektomi
a. Mengatur kesuburan pria
b. Membuat pria perkasa
c. Suatu cara kontrasepsi mantap pada pria
d. Memerlukan biaya mahal
20. Pernyataan di bawah ini salah satunya adalah keuntungan dari vasektomi
a. Vasektomi tidak menggangu aktivitas seksual dan sangat aman
b. Dapat mencegah penyakit HIV/AIDS
c. Dapat dilakukan paraji
d. Dapat dipakai pasangan tidak subur
21. Hal-hal yang perlu diperhatikan sesudah operasi vasektomi, kecuali
a. Istirahat yang cukup
b. Dianjurkan selama 7 hari tidak bekerja keras
c. Usahakan bekas luka tetap kering
d. Tidak perlu pemeriksaan ulang ke dokter
22. Pasangan yang cocok untuk KB vasektomi adalah
a. Pasangan yang tidak ingin menambah jumlah anak
b. Ingin punya anak
c. Pasangan yang baru menikah
d. pasangan usia subur
23. Sesudah melakukan operasi vasektomi, untuk menghindari kehamilan
sebaiknya
a. Memeriksakan sperma ke laboratorium medis
b. Menggunakan alat kontrasepsi kondom selama 5 bulan
c. menggunakan kontrasepsi sanggama terputus selama 6 bulan
d. menggunakan kontrasepsi sanggama terputus selama 7 bulan
131 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
24. Operasi Vasektomi dapat digolongkan sebagai
a. Operasi besar
b. Operasi sedang
c. Operasi kecil
d. Operasi berat
25. Sebaiknya sebelum ikut menggunakan kontrasepsi KB pasangan suami
isteri harus
a. Membicarakan pada pasangan masing-masing
b. Cukup istri yang berperan
c. Istri berhak memutuskan
d. Suami yang berhak memutuskan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan ibu PUS tentang AKDR
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Cimahi
Selatan Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
25 pertanyaan semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Keluarga berencana (KB) merupakan
a. Usaha untuk menjarangkan kehamilan dengan memakai
kontrasepsi
b. Usaha untuk menjarangkan kehamilan dengan alat tradisional
c. Usaha mencegah hubungan seksual
d. Usaha untuk membunuh janin dalam rahim
2. Bahan dari alat kontrasepsi AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) adalah
a. Terbuat dari logam
b. Terbuat dari besi
c. Terbuat dari tembaga
d. Terbuat dari plastik
3. Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah
a. Dipasang di luar rahim
b. Dipasang di dalam rahim
c. Dipasang vagina
d. Dipasang pada alat kelamin laki-laki
4. Cara kerja AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) adalah, kecuali
a. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi
132 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Memengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uterus
c. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu,
walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat
reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk
fertilisasi
d. Membunuh sperma
5. Keuntungan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), kecuali
a. Meningkatkan kesuburan
b. AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan
c. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari Cu T-380 A dan tidak
perlu diganti)
d. Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat
6. Kerugian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), kecuali
a. Perubahan siklus haid (umumnya pada bulan pertama dan akan
berkurang setelah 3 bulan)
a. Haid lebih lama dan banyak
b. Dapat mengakibatkan kemandulan
c. Perdarahan di antara menstruasi
7. Seseorang yang dapat menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR), kecuali
a. Usia reproduktif
b. Wanita hamil
c. Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
d. Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
8. Seseorang yang tidak diperkenankan menggunakan alat kontrasepsi dalam
rahim (AKDR), kecuali
a. Sedang hamil
b. Perdarahan vagina yang tidak diketahui
c. Sedang menderita infeksi alat genital
d. Wanita menyusui
9. Waktu penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah
a. Setiap waktu dalam siklus haid, yang dapat dipastikan klien tidak
hamil
b. Haid pertama sampai ke-7 siklus haid
c. Setelah menderita keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari)
d. Semua benar
10. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tidak dapat dipasang dalam
keadaan, kecuali
a. Terdapat infeksi genitalia
133 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Menimbulkan eksaserbasi (kambuh) infeksi
c. Keadaan patologis lokal seperti infeksi vagina
d. Perdarahan dengan sebab yang jelas
11. Pengguna kontrasepsi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), sebaiknya
memeriksakan diri kembali pada saat
a. Setalah 10 bulan pemasangan
b. Setalah 4 sampai 6 minggu pemasangan
c. Setalah 10 hari pemasangan
d. Semua jawaban benar
12. Komplikasi lain dari pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
adalah
a. Berhentinya haid
b. Saat haid keluar cairan putih
c. Merasakan sakit dan kejang
d. Perdarahan
13. Yang diperbolehkan memasang alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
adalah
a. Bidan
b. Paraji
c. Perawat
d. Pasang sendiri
14. Pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) sebaiknya dilakukan
di tempat berikut
a. Tidak di rumah bidan
b. Tempat praktek dokter
c. Di rumah paraji
d. Di balai desa
15. Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dianjurkan kepada
a. Laki-laki
b. Perempuan yang mau menghentikan kehamilan
c. Perempuan yang tidak cocok dengan kontrasepsi lain
b. Perempuan yang belum menikah
16. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tidak boleh digunakan pada wanita
yang mempunyai penyakit
a. Alergi dingin
b. Gatal-gatal
c. Hipertensi
b. Penyakit kelainan alat reproduksi
134 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
17. Apakah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dapat memberikan efek
kepada suami dalam melakukan hubungan seksual
a. Suami tidak nyaman dalam berhubungan seksual
b. Suami merasakan ada benda di dalam vagina istri
c. Perasaan terasa ada benda oleh suami hanya sugesti
d. Suami malas melakukan hubungan seksual
18. Infeksi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR) terjadi karena
a. Tidak cocok
b. Tidak menjaga kebersihan daerah kelamin
c. Tidak izin suami
d. Bukan dokter yang memasang
19. Bila seorang suami mengeluhkan istri memakai alat kontrasepsi AKDR
sebaiknya
a. Istri pergi ke dukun
b. Istri mengajak suami ke paraji
c. Istri membiarkan suami
d. Istri mengajak suami ke petugas kesehatan
20. Ibu yang memakai alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) segera ke
pelayanan kesehatan jika
a. Benang IUD teraba
b. Terjadi perdarahan
c. Ibu marah-marah
b. Suami tidak mau berhubungan seksual
21. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dicabut/dihentikan jika
a. Ibu ingin mempunyai anak lagi
b. Ibu tidak ingin punya anak lagi
c. Suami ingin menggunakan kondom
d. Suami ingin bercerai
22. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dianggap efektif karena
a. Harganya paling murah
b. Suami senang
c. Jangka waktunya yang panjang
d. Tidak perlu ke pelayanan kesehatan
23. Cara untuk menjarangkan kehamilan adalah dengan menggunakan alat
kontrasepsi
a. MOW (tindakan operasi alat kandungan pada wanita)
b. AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)
135 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
c. MOP (tindakan operasi alat kelamin pada pria)
d. Tidak berhubungan seksual
24. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) sangat dilarang pemakaiannya
jika
a. Wanita ingin menjarangkan kehamilan
b. Wanita belum menikah
c. Wanita baru punya anak satu
d. Wanita anak pertama
25. Pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) sebaiknya dibicarakan
dulu dengan
a. Orang tua ibu
b. Suami
c. Anak-anaknya
d. Tidak perlu dibicarakan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Remaja tentang Dismenorea
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMU Pasundan
3 Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri atas 23
pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut
1. Yang dimaksud dengan dismenorea adalah
a. Nyeri sebelum dan setelah menstruasi
b. Nyeri sebelum, saat, dan setelah menstruasi
c. Nyeri akibat terlambat datang menstruasi
2. Dismenorea timbul akibat adanya
a. Kontraksi lapisan dinding rahim yang menampilkan satu atau lebih
gejala seperti nyeri, pusing, dan lain-lain.
b. Kurangnya asupan karbohidrat dan vitamin yang menyebabkan
anemia
c. Darah haid yang keluar berlebih
3. Saat gejala nyeri dismenorea timbul, akan disertai dengan rasa
a. Mual
b. Kesemutan dan keram
c. Demam disertai nyeri badan
136 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
4. Dampak atau gejala yang timbul secara psikologis saat nyeri dismenorea
adalah
a. Mual, sakit kepala, dan sakit punggung
b. Mudah menangis
c. Mudah tersinggung atau marah
5. Salah satu faktor penyebab dismenorea adalah
a. Faktor makanan
b. Faktor kejiwaan
c. Faktor anatomis
6. Termasuk faktor apakah penyakit asma dan migrain
a. Penyakit menahun
b. Faktor psikologis
c. Faktor endokrin
7. Dismenorea yang membuat kita memerlukan istirahat beberapa hari dan
dapat disertai sakit kepala, migrain, pingsan, diare, rasa tertekan, mual,
dan sakit perut, disebut dengan
a. Dismenorea ringan
b. Dismenorea sedang
c. Dismenorea berat
8. Jenis vitamin apakah yang harus dikonsumsi utnuk mengurangi nyeri
haid
a. Vitamin A
b. Vitamin K
c. Vitamin B
6
9. Dismenorea yang berlangsung beberapa saat dan klien masih dapat
melaksanakan aktivitas sehari-hari, disebut dengan:
a. Dismenorea ringan
b. Dismenorea sedang
c. Dismenorea berat
10. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya dismenorea adalah
a. Adanya ketidakseimbangan hormon
b. Emosi yang tidak stabil
c. Tidak adanya kelainan pada organ reproduksi
11. Gejala yang dialami saat mengalami dismenorea adalah
a. Mual, muntah, gatal-gatal, dan tidak mudah tersinggung
b. Sakit kepala, kesadaran menurun, dan adanya rasa gelisah
c. Mual, muntah, sakit kepala, diare, dan mudah tersinggung
12. Gejala dismenorea dapat berlangsung selama
a. Dua sampai enam hari setelah datangnya menstruasi
137 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Dua sampai enam hari sebelum datangnya menstruasi
c. Saat dismenorea berlangsung
13. Jenis obat yang dapat diberikan saat nyeri haid atau dismenorea timbul
adalah obat jenis
a. Penghilang rasa sakit
b. Penghilang rasa mual dan pusing
c. Keduanya salah
14. Penerapan pola hidup sehat dapat membantu dalam upaya menangani
gangguan menstruasi, khususnya dismenorea. Gaya hidup yang termasuk
dalam pola hidup sehat adalah
a. Olahraga cukup dan teratur, mempertahankan diet seimbang
b. Olahraga seperluny, dan mempertahankan diet seimbang
c. Makan makanan yang bergizi tanpa adanya aturan atau pantangan
15. Ketika nyeri haid atau dismenorea datang, maka lakukan pengompresan
dengan menggunakan air
a. Dingin
b. Hangat
c. Panas
16. Cara pengompresan yang baik saat nyeri haid datang dilakukan di bagian
a. Perut bagian bawah
b. Perut bagian atas
c. Perut bagian samping
17. Salah satu pengobatan alternatif untk mengurangi rasa nyeri dismenorea
adalah
a. Pemberian obat antinyeri
b. Pemberian terapi hormonal
c. Pemberian aroma terapi dan pemijatan
18. Salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri haid (dismenorea) adalah
dengan melakukan knee chest, yaitu dengan cara:
a. Menelungkupkan badan di tempat yang datar. Lutut ditekuk dan di
dekatkan ke dada
b. Menelungkupkan dada di tempat yang datar. Lutut ditekuk dan di
dekatkan ke dada
c. Menelungkupkan badan di tempat yang datar. Sikut dan lutut ditekuk
dan di dekatkan ke dada
19. Meningkatkan konsumsi sayur, buah, daging, dan ikan sebagai sumber
makanan yang mengandung vitamin B
6
merupakan salah satu cara
a. Menyembuhkan nyeri haid atau dismenorea
b. Hidup sehat dan hemat
c. Mengatasi nyeri haid atau dismenorea
138 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
20. Untuk mengatasi nyeri haid atau dismenorea, dapat dilakukan dengan
menghindari makanan yang mengandung banyak
a. Protein dan lemak
b. Kadar garam tinggi
c. Pengawet dan makanan siap saji
21. Dismenorea adalah nyeri yang bersifat dipuntir-puntir yang terasa di
bagian
a. Bawah perut, punggung bawah, bahkan sampai paha
b. Perut bawah, punggung atas, bahkan sampai paha atas
c. Punggung bawah, perut atas, dan sampai paha bawah
22. Indikasi dari dismenorea adalah dapat menyebabkan
a. Pusing dan sakit perut
b. Kelainan organ reproduksi
c. Penyempitan pembuluh darah
23. Keadaan yang ditimbulkan akibat dismenorea, dapat berpengaruh pada,
kecuali:
a. Stres
b. Aktivitas sehari-hari
c. Organ reproduksi
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMUN 5 Kota
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2007 yang terdiri atas 22 pertanyaan
di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi
a. Keadaan sejahtera fsik, mental, dan sosial, tidak hanya terbatas
dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan
dengan sistem reproduksi
b. Kondisi sehat secara fsik saja dan bebas dari penyakit atau
kecacatan
c. Ilmu yang mempelajari tentang seksualitas pada remaja
2. Masa ketika seorang anak mengalami perubahan fsik, psikis, dan
pematangan fungsi seksual, pertumbuhan fsik terjadi sangat cepat dan
tidak beraturan disebut masa
139 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
a. Masa anak-anak
b. Masa puber
c. Masa dewasa
3. Batasan usia remaja menurut WHO adalah
a. 1020 tahun
b. 1025 tahun
c. 1225 tahun
4. Mulai timbulnya kesukaan pada lawan jenis, lebih dekat dengan teman
dan kesukaan dalam berkhayal adalah merupakan ciri khas remaja
a. Remaja awal
b. Remaja tengah
c. Remaja akhir
5. Lebih selektif dalam memilih teman dan lebih berpikir matang dalam
menghadapi masalah adalah merupakan ciri remaja
a. Remaja awal
b. Remaja tengah
c. Remaja akhir
6. Semua organ yang mendukung fungsi seksual reproduksi baik pada wanita
maupun laki-laki disebut
a. Anatomi fsiologi
b. Organ reproduksi
c. Fisiologi reproduksi
7. Peristiwa keluarnya darah dari vagina secara teratur yang bersifat alamiah
disebut
a. menstruasi
b. masturbasi
c. mimpi basah
8. Di bawah ini contoh gangguan haid antara lain
a. Menstruasi
b. Menstruasi prekok
c. a dan b benar
9. Di bawah ini termasuk gangguan haid dengan siklus haid yang sering
datang adalah
a. Oligomenorea
b. Hipermenorea
c. Polimenorea
10. Masa pubertas pada remaja laki-laki biasanya ditandai dengan
a. Menstruasi
b. Membesarnya pinggul
c. mimpi basah
140 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
11. Apa yang dimaksud dengan aborsi
a. Pengguguran kandungan secara tidak sehat
b. Pengguguran kandungan secara sehat
c. Pengeluaran janin dalam rahim atas persetujuan medis
12. Klasifkasi remaja atau ciri perkembangan remaja dibagi dua tahap yaitu
a. Masa remaja awal dan masa remaja akhir
b. Masa remaja awal dan masa remaja tengah
c. Masa remaja tengah dan masa remaja akhir
13. Penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS disebabkan oleh, kecuali
a. Berganti-ganti pasangan dengan hubungan seksual
b. Penggunaan narkoba dengan jarum suntik
c. Ciuman kering
14. Akibat dari pergaulan bebas pada remaja saat ini adalah
a. Kehamilan yang tidak diinginkan
b. Kematian
c. Kemandulan
15. Di bawah ini merupakan penyakit menular seksual, kecuali
a. Klamidia
b. Kondiloma akuminata
c. Kolpitis
16. Penyakit menular seksual yang sering ditemukan adalah
a. Gonore
b. Siflis
c. Klamidia
17. Nyeri, bengkak, merah, dan bernanah pada alat kelamin, baik pria dan
wanita merupakan tanda-tanda dari penyakit menular seksual dari
a. Gonore
b. Siflis
c. HIV/AIDS
18. Akibat dari orang yang menderita penyakit menular seksual seperti HIV/
AIDS adalah
a. Cacatnya saluran telur dan kemandulan
b. Radang saluran kencing
c. Penurunan daya tahan secara terus-menerus sehingga dapat
menyebabkan kematian
19. Upaya untuk memengaruhi atau mengajak orang lain baik individu,
kelompok, atau masyarakat agar melaksanakan perilaku hidup sehat
adalah pengertian dari
a. Pendidikan kesehatan
141 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Pendidikan kesehatan reproduksi
c. Pendidikan seksualitas
20. Tujuan dari pendidikan kesehatan yang diberikan baik formal maupun
nonformal adalah
a. Agar remaja dapat membangun sikap yang positif, sehat, dan objektif
terhadap perkembangan seks dengan segala manisfestasi baik
mengenai dirinya maupun orang tua
b. Agar remaja dapat membangun sikap yang dapat bertanggung jawab
untuk dirinya sendiri
c. Agar remaja dapat mengetahui perkembangan seks pada dirinya
sendiri
21. Pendidikan awal tentang kesehatan reproduksi pada remaja lebih efektif
atau akan lebih baik diberikan oleh
a. Pendidikan sekolah
b. Tokoh masyarakat
c. Orang tua
22. Pendidikan kesehatan reproduksi yang diberikan oleh orang tua pada anak
remajanya biasanya berupa materi yang dianggap sebagai dasar untuk
mengenal lebih jauh tentang kesehatan reproduksi yaitu
a. Pengenalan organ reproduksi
b. Perilaku yang sehat dan bertanggung jawab
c. Semua benar
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Remaja tentang Menstruasi Pertama
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di MTS Sukaresmi
Rongga Kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2007 yang
terdiri atas 20 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada pertanyaan tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan menstruasi?
a. Perdarahan rahim yang disebabkan oleh penyakit
b. Perdarahan rahim yang terjadi karena hubungan seksual
c. Perdarahan rahim secara periodik dan siklik disertai pelepasan
dinding rahim
d. Perdarahan rahim yang disebabkan oleh robeknya selaput dara
142 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
2. Menstruasi pertama merupakan tanda dari
a. Wanita sudah dewasa dan boleh menikah
b. Wanita boleh melakukan hubungan seksual
c. Wanita harus menggunakan KB saat berhubungan seks
d. Masa reproduktif pada kehidupan seorang wanita
3. Pada menstruasi pertama, seorang wanita didahului oleh perubahan fsik,
yaitu, kecuali
a. Pembesaran payudara
b. Kemunculan rambut di sekitar daerah kelamin
c. Pembesaran pinggul dan bahu
d. Badan bertambah tinggi
4. Berapa harikah jarak siklus menstruasi terjadi
a. 28 hari
b. 29 hari
c. 30 hari
d. 31 hari
5. Berapa lama menstruasi yang normal pada wanita
a. 1 hari
b. 2-8 hari
c. 10 hari
d. 14 hari
6. Nyeri perut/mules pada waktu menstruasi termasuk
a. Kelainan menstruasi
b. Gangguan pada menstruasi
c. Hal normal pada menstruasi
d. Masalah dalam menstruasi
7. Pada umur berapa tahun wanita mulai menstruasi pertama
a. 79 tahun
b. 1016 tahun
c. 1720 tahun
d. 2125 tahun
8. Peristiwa penting yang mengawali terjadinya mens pertama adalah?
a. Ovulasi
b. Emosi labil
c. Suhu badan meningkat
d. Hamil
9. Ketika mengalami menstruasi pertama wanita akan mengalami masa
a. Reproduktif
b. Pasif
143 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
c. Inovatif
d. Distributif
10. Pada saat pertama kali menstruasi, seorang wanita akan merasa
a. Kaget
b. Suka bermain
c. Senang
d. Lapar
11. Perubahan fsik yang terjadi pada saat akan terjadi menstruasi pertama
dipengaruhi oleh
a. Pembesaran organ-organ tubuh wanita
b. Faktor sikap wanita yang dewasa
c. Faktor hormonal
d. Faktor obat-obatan yang diminum sebelum menstruasi pertama
12. Menstruasi pertama merupakan perdarahan dari
a. Lubang kencing
b. Vagina
c. Selaput dara
d. Rahim
13. Faktor-faktor yang memengaruhi siklus menstruasi pada wanita adalah,
kecuali:
a. Usia
b. Status fsik dan emosi
c. Pekerjaan
d. Lingkungan
14. Pada wanita terjadi perubahan fsik yaitu perubahan primer. Yang termasuk
ke dalam perubahan primer adalah
a. Menstruasi
b. Kehamilan
c. Aborsi
d. Tumbuh jakun
15. Munculnya menstruasi pada wanita sangat dipengaruhi oleh
perkembangan
a. Vagina
b. Indung telur
c. Perut
d. Payudara
16. Wanita/remaja mengetahui atau belajar menstruasi dari
a. Dukun
b. Satpam
144 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Orang tua/guru
d. Polisi
17. 1. Kekar
2. Suara menjadi halus
3. pendek
4. tumbuh rambut halus di daerah tertentu
Yang termasuk gejala perubahan fsik saat menstruasi pertama adalah
a. 1, 3
b. 2, 3
c. 2, 4
d. 3, 4
18. Hal-hal pada remaja yang dapat memperlambat datangnya menstruasi
adalah
a. Cemas
b. Tertekan
c. Sakit
d. Semua benar
19. Keluhan-keluhan yang sering dialami pada saat menstruasi adalah,
kecuali
a. Mudah tersinggung
b. Gelisah
c. Sukar tidur
d. Muntah-muntah
20. Cairan apakah yang keluar pada saat menstruasi
a. Air putih
b. Keringat
c. Darah
d. Keputihan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Metode Amenore Laktasi
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Cikole
Kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri
atas 13 pertanyaan di mana semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada
dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
145 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
1. Apa yang ibu ketahui tentang alat kontrasepsi metode amenore laktasi
(MAL)
a. Metode dengan cara menyuntikkan obat
b. Metode dengan cara menyusui secara eksklusif
c. Metode dengan cara memasangkan alat ke dalam rahim
2. Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi MAL (metode menyusui
penghambat menstruasi)
a. Kontrasepsi dengan menggunakan alat ke dalam rahim untuk
mencegah kehamilan
b. Kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif
(tanpa tambahan makanan atau minuman)
c. Kontrasepsi dengan menggunakan obat
3. Apa kerugian dari MAL
a. Keefektivitasannya hanya sampai kembalinya haid
b. Tidak mengganggu sanggama
c. Tidak ada efek samping secara sistemik
4. Sampai berapa lama metode amenore laktasi efektif dilakukan
a. Sampai 1 tahun
b. 26 bulan
c. 6 bulan
5. Berapa lama ibu menyusui bayi untuk metode MAL
a. 2 bulan
b. 4 bulan
c. 6 bulan
6. Apakah metode MAL memerlukan obat atau alat
a. Memerlukan alat
b. Tidak perlu menggunakan alat atau obat
c. Memerlukan obat
7. Bagaimana cara kerja MAL dapat menunda kehamilan
a. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi
b. Penundaan/penekanan ovulasi (pengeluaran sel telur)
c. Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrif???
8. Siapa yang dapat menggunakan MAL
a. Ibu habis melahirkan langsung
b. Ibu mempunyai bayi > 2 tahun
c. Tidak menyusui secara eksklusif
9. Bila ibu baru menggunakan metode MAL 2 bulan kemudian ibu mengalami
haid, apa yang ibu lakukan
a. Meneruskan metode MAL
146 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Ibu menggunakan alat kontrasepsi KB lain
c. Tidak perlu pengawasan medis
10. Bila ibu menggunakan MAL kemudian ibu sakit dan terpaksa berhenti
menyusui apa yang harus ibu lakukan
a. Ibu sebaiknya menggunakan alat kontrasepsi lain
b. Ibu tetap meneruskan metode MAL
c. Jawaban di atas benar semua
11. Ibu yang tidak dapat menggunakan MAL adalah
a. Ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif
b. Ibu yang sudah mendapatkan haid
c. Bayinya berusia < 6 bulan
12. MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi bila
a. Menyusui secara penuh, lebih efektif bila pemberian 8 kali sehari
b. Tidak menyusui secara eksklusif
c. Bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam
13. Yang merupakan syarat-syarat MAL, kecuali
a. Belum mengalami haid sejak melahirkan
b. Menyusui secara penuh,tanpa memberikan makanan atau minuman
tambahan selain dari ASI
c. Umur bayi > 6 bulan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang KB Suntik
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Dustira Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
7 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada
dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang ibu ketahui tentang KB?
a. Keluarga Berencana
b. Keluarga Bersahaja
c. Keluarga Bahagia
2. Apakah yang ibu ketahui tentang KB suntik ?
a. Obat KB yang disuntikkan
b. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
c. Obat yang dimakan/Pil
3. KB suntik dapat dilakukan pada setiap berapa bulan?
147 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
a. 3 bulan dan 1 bulan sekali
b. 5 bulan sekali
c. 5 tahun sekali
4. Di bawah ini adalah salah satu keuntungan KB suntik, kecuali
a. Efektivitasnya tinggi
b. Cara pemberiannya sederhana
c. Dapat menularkan penyakit kelamin
5. Kerugian dari KB suntik adalah
a. Adanya gangguan haid
b. Tidak aman untuk dipakai
c. Murah
6. KB suntik dapat dilakukan oleh petugas kesehatan
a. Dokter/bidan
b. Paraji
c. Kader
7. Menurut ibu, apakah alasan seseorang menggunakan KB
a. Mengatur jarak kehamilan/membatasi kehamilan
b. Tidak ingin ber-KB
c. Ingin punya anak lagi
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Dustira Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri atas
15 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Fungsi payudara seorang wanita, menurut ibu adalah
a. Sebagai simbul kewanitaan
b. Untuk memberikan ASI pada bayi dan balilta
c. Untuk penampilan seorang wanita
2. Kapan payudara seorang wanita akan berfungsi dengan baik
a. Saat seorang wanita masih remaja
b. Saat seorang wanita sudah manula
c. Saat seorang wanita sesudah melahirkan
3. Payudara seorang wanita akan berfungsi dengan baik bila
a. Ukurannya besar
148 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Dilakukan perawatan pada saat setelah melahirkan
c. Tidak ada penyakit pada payudara
4. Bila payudara seorang wanita terkena suatu penyakit, maka fungsinya
a. Tidak akan terganggu
b. Semakin baik
c. Akan terganggu
5. Bila fungsi payudara seorang wanita terganggu, apa yang sebaiknya
dilakukan
a. Pergi ke dukun
b. Konsultasi dengan dokter
c. Melakukan pemijatan sendiri
6. Berikut ini jenis penyakit yang dapat menyerang payudara seorang
wanita
a. Kanker payudara
b. Kanker rahim
c. Kanker leher rahim
7. Penyakit pada payudara ibu dapat dideteksi secara dini bila
a. Ibu sering minum jamuan tradisonal
b. Ibu sering melakukan pemeriksaan payudara sendiri
c. Ibu sering menyusui bayinya
8. Bila payudara ibu terkena penyakit, apa yang ibu lakukan:
a. Mengobati sendiri dengan obat-obatan tradisional
b. Membiarkan saja, karena akan sembuh sendiri
c. Melakukan pemeriksaan ke petugas kesehatan
9. Menurut ibu apa penyebab kanker payudara
a. Belum diketahui dengan pasti penyebabnya
b. Menikah terlalu muda
c. Sering berganti-ganti pasangan
10. Menurut ibu apakah penyakit kanker payudara dapat disembuhkan?
a. Tidak dapat disembuhkan
b. Dapat sembuh kalau dioperasi
c. Dapat sembuh jika ditangani sedini mungkin
11. Menurut ibu, apa pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri
a. Melihat pertumbuhan payudara
b. Mendeteksi kanker secara dini
c. Melihat ukuran payudara
12. Pada saat memeriksa payudara apa yang paling dilihat
a. Perubahan warna, lesi, dan pembesaran
b. Lesi dan pembesaran
149 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
c. Puting susu dan kesimetrisan
13. Kapan waktu yang tepat seorang ibu melakukan pemeriksaan payudara
a. Setiap bulan setelah akhir periode siklus menstruasi
b. Pada selama menstruasi
c. Selama fase menstruasi
14. Sebaiknya pemeriksaan payudara sendiri dilakukan dengan
a. Dengan bantuan orang lain
b. Duduk yang nyaman dan menggunakan cermin
c. Cermin dipegang orang lain
15. Tanda-tanda ibu menderita kanker payudara akan terlihat pada
pemeriksaan, bila:
a. Adanya benjolan di sekitar payudara
b. Keluarnya darah dari puting susu
c. Adanya cairan lain dari puting susu
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi TT
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di BPS Bidan H. Kota
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 25 pertanyaan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan imunisasi
a. Upaya untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit
b. Salah satu cara yang menyebabkan seseorang terserang penyakit
c. Memberikan penyakit pada tubuh
d. Upaya untuk mengobati seseorang supaya sehat
2. Menurut ibu apakah manfaat dari imunisasi?
a. Menyembuhkan seseorang menjadi sehat
b. Memperkuat sistem pertahanan tubuh
c. Diberi penyakit
d. Mencegah seseorang terserang dari semua penyakit
3. Penyakit tetanus toksoid termasuk jenis penyakit
a. Penyakit menular
b. Penyakit menular seksual
150 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Penyakit keturunan
d. Penyakit kutukan
4. Imunisasi yang terjadi karena terjangkitnya suatu penyakit sehingga
seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu, merupakan imunisasi
a. Imunisasi aktif
b. Imunisasi pasif
c. Imunisasi aktif-pasif
d. Imunisasi pasif-aktif
5. Imunisasi yang terjadi karena seseorang diberikan vaksin penyakit tertentu
sehingga seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu, merupakan
imunisasi
a. Imunisasi aktif
b. Imunisasi pasif
c. Imunisasi aktif-pasif
d. Imunisasi pasif-aktif
6. Menurut ibu, imunisasi apa saja yang harus didapatkan selama ibu hamil
secara lengkap
a. BCG dan hepatitis
b. BCG, DPT, polio, campak
c. TT
1
dan TT
2
d. BCG, DPT, campak
7. Tetanus toksoid adalah
a. Vaksin yang mengandung tetanus toksoid yang belum dimurnikan
b. Vaksin yang mengandung tetanus toksoid yang sudah dimurnikan
c. Vaksin yang mengandung semua virus
d. Vaksin yang mengandung semua bakteri
8. Penyakit apa saja yang dapat dicegah jika ibu mendapat imunisasi TT
a. Semua penyakit
b. TBC, diferi, tetanus, pertusis, polio, campak
c. Hanya TBC
d. Tetanus neonatorum
9. Berapa kali ibu selama hamil mendapatkan imunisasi TT
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
10. Pada usia kehamilan berapa bulan ibu mulai di imunisasi Tetanus Toksoid?
a. 1 bulan
b. 2 bulan
151 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
c. 3 bulan
d. 4 bulan
11. Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi TT adalah
a. 45 minggu antara TT
1
dan TT
2
b. 46 minggu antara TT
1
dan TT
2
c. 47 minggu antara TT
1
dan TT
2
d. 48 minggu antara TT
1
dan TT
2
12. Menurut ibu apakah penyakit tetanus toksoid dapat menular
a. Ya
b. Tidak
c. Bisa menular bisa Tidak
d. Tidak tahu
13. Reaksi yang dapat timbul setelah ibu diberikan imunisasi TT adalah
a. Pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan
b. Panas dan sakit di daerah suntikan
c. Kejang-kejang
d. Tidak tahu
14. Imunisasi TT diberikan dengan cara
a. Tetes
b. Suntik di lengan kanan atas
c. Suntik di pantat
d. Suntik di perut
15. Berapakah dosis imunisasi TT yang ibu ketahui?
a. 1 ml
b. 0,5 ml
c. 2 ml
d. 3 ml
16. Selain ibu hamil siapakah yang harus melakukan imunisasi TT?
a. Wanita lanjut usia (lansia)
b. Wanita usia subur
c. Wanita remaja
d. Wanita yang sudah menapouse
17. Bila mau melakukan imunisasi TT sebaiknya dilakukan di tempat-tempat
di bawah ini, kecuali
a. Paraji
b. Dokter praktik
c. Bidan praktik
d. Rumah sakit
152 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
18. Imunisasi TT tidak boleh dilakukan bila ibu dalam keadaan
a. Marah
b. Sedih
c. Demam
d. Pegal-pegal
19. Imunisasi TT tidak boleh dibarengkan dengan pemberian
a. Minuman dingin
b. Antibiotik
c. Minuman panas
d. Obat vitamin
20. Tujuan utama dari pemberian suatu imunisasi kepada individu adalah
a. Supaya individu tidak tertular suatu penyakit menular
b. Supaya individu tidak terjadi alergi
c. Supaya individu tidak menularkan penyakit tertentu kepada orang
lain
d. Supaya masyarakat sehat
21. Tujuan yang lebih luas dari pemberian suatu imunisasi kepada individu
adalah
a. Supaya individu tidak tertular suatu penyakit menular
b. Supaya individu tidak terjadi alergi
c. Supaya individu tidak menularkan penyakit tertentu kepada orang
lain
d. Supaya masyarakat sehat
22. Pemberian imunisasi TT tidak akan bermanfaat bila, kecuali:
a. Ada kesalahan dalam penyimpanan vaksin
b. Ada kesalahan dalam dosis vaksin
c. Ada kesalahan komunikasi pasien
d. Ada kasalahan dalam pemberian vaksin
23. Tempat yang dianjurkan dalam menyimpan vaksin imunisasi TT adalah
a. Di dalam lemari
b. Di dalam kulkas
c. Di dalam tas
d. Di dalam pemanas
24. Pemberian imunisasi TT kepada ibu hamil sebaiknya
a. Tidak wajib diberikan
b. Wajib diberikan
c. Diberikan bila ada indikasi ada penyakit
d. Diserahkan kepada minat ibu hamil
153 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
25. Pemberian imunisasi TT kepada wanita usia subur (WUS) sebaiknya
a. Tidak wajib diberikan
b. Wajib diberikan
c. Diberikan bila ada indikasi ada penyakit
d. Diserahkan kepada minat WUS
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Pemeriksaan Kehamilan
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Wilayah Kerja
Puskesmas Banjaran Kabupaten Bandung kepada 20 responden pada tahun 2011
yang terdiri atas 15 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil
uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
selanjutnya penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap
kuesioner tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner
tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Menurut ibu, apakah manfaat dari pemeriksaan kehamilan?
a. Untuk memeriksakan keadaan kesehatan ibu dan janin secara
berkala, serta mengenali secara dini adanya ketidaknormalan dalam
kehamilan
b. Memantau kemajuan kehamilan yang tidak direncanakan
c. Pemeriksaan yang dilakukan setelah kelahiran bayi
2. Kapan sebaiknya ibu memeriksakan diri untuk mengetahui kehamilan?
a. Ketika terlambat haid
b. Menjelang akan melahirkan
c. Ketika kehamilan sudah besar
3. Berapa kali minimal ibu harus memeriksakan kehamilan selama hamil?
a. 3 kali
b. 4 kali
c. 2 kali
4. Di mana seharusnya ibu memeriksakan kehamilan?
a. Balai Desa
b. Bidan atau dokter
c. Dukun/paraji
5. Salah satu tujuan dari pemeriksaan kehamilan adalah
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu
dan tumbuh kembang bayi
b. Untuk pemberian obat-obatan
c. Untuk mengetahui jenis penyakit
154 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
6. Apa yang ibu lakukan jika mengalami mual, muntah, sering kencing, dan
terlambat haid?
a. Memanggil dukun paraji
b. Segera datang ke bidan/tenaga kesehatan
c. Diam saja di rumah
7. Apa yang ibu lakukan jika mengalami demam yang tinggi pada saat
hamil?
a. Minum jamu atau obat warung
b. Segera datang ke puskesmas/petugas kesehatan terdekat
c. Diam saja di rumah
8. Apa yang ibu lakukan jika ibu mengalami pusing, penglihatan kabur, nyeri
ulu hati, bengkak di kaki, muka, atau tangan?
a. Menghindari minum-minuman yang bersoda
b. Menghindari makanan yang mengandung garam tinggi
c. Segera datang ke bidan/dokter
9. Obat yang diberikan pada waktu pemeriksaan kehamilan adalah
a. Obat panas
b. Tablet tambah darah, vitamin
c. Jamu-jamuan
10. Berapakah tablet tambah darah yang harus ibu minum setiap harinya
selama hamil?
a. 1 tablet
b. 2 tablet
c. 3 tablet
11. Apakah keuntungan bila ibu teratur mengonsumsi tablet tambah darah?
a. Sebagai suplemen penambah darah untuk menghindari anemia
b. Sebagai suplemen penambah energi
c. Dapat mengurangi pegal-pegal
12. Menurut ibu, minum tablet tambah darah sebaiknya dengan menggunakan
air
a. Air teh
b. Air putih
c. Susu
13. Imunisasi apakah yang harus ibu dapat selama hamil?
a. Hepatitis B
b. Imunisasi TT
c. Imunisasi DPT
14. Berapa kali imunisasi TT yang harus ibu dapat selama hamil?
a. 3 kali
155 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. 2 kali
c. 1 kali
15. Menurut ibu apa manfaat imunisasi TT?
a. Untuk mencegah anemia
b. Melindungi bayi dari panas dan kejang karena infeksi tetanus
c. Mengurangi rasa mual
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Hubungan Seks pada Masa Hamil
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di BPS Bidan L.
Limbangan Kabupaten Garut kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri
atas 20 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apa yang Anda ketahui tentang pengertian hubungan seksual
a. Kenikmatan
b. Ikatan
c. Hubungan secara fsik
2. Apa yang Anda ketahui tentang pengertian hubungan seksual pada masa
kehamilan
a. Hubungan yang dilarang
b. Hubungan berbahaya
c. Hubungan secara Fisik pada keadaan hamil
3. Apakah yang dimaksud dengan hubungan seksual yang aman pada masa
kehamilan?
a. Hubungan fsik yang tidak berbahaya bagi ibu
b. Hubungan fsik yang tidak berbahaya bagi bayi
c. Hubungan fsik yang tidak berbahaya bagi ibu dan bayi
4. Peristiwa terjadinya penyatuan sperma dan sel telur di tuba fallopi (pada
saat berhubungan badan) adalah proses terbentuknya
a. Penyakit menular seksual
b. Kehamilan
c. Persalinan
5. Berapakah usia seorang wanita paling baik untuk hamil dan melahirkan?
a. Di bawah 17 tahun
b. 17 20 tahun
c. 20 30 tahun
156 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
6. Yang Saudara ketahui di bawah ini yang merupakan alat reproduksi wanita
bagian luar (eksternal), yaitu
a. Indung telur
b. Vagina
c. Uterus/rahim
7. Organ reproduksi wanita tempat tumbuhnya janin/bayi adalah
a. Rahim/Uterus
b. Indung telur
c. Vagina
8. Ketuban yang keluar sebelum waktunya yaitu lebih dari 6 jam (sebelum
ibu menghadapi fase aktif yaitu pembukaan 410 cm) disebut
a. Ketuban pecah dini
b. Ketuban pecah spontan
c. Ketuban pecah jernih
9. Menurut Anda keadaan yang seperti bagaimanakah yang aman untuk
melakukan hubungan seksual pada masa kehamilan?
a. Pada usia hamil muda
b. Pada saat ibu mengalami perdarahan
c. Pada saat tidak ada keluhan pada ibu
10. Menurut Anda pada usia kandungan yang keberapa yang sangat aman
untuk melakukan hubungan seksual
a. 1 minggu
b. 3 bulan
c. 9 bulan
11. Cairan sperma dapat merangsang kontraksi dan pembukaan sehingga akan
terjadi persalinan prematur, yang disebut dengan persalinan prematur
adalah BBL yang lahir
a. Di bawah 37 minggu
b. Di atas 40 minggu
b. Di atas 39 minggu
c. 3940 minggu
12. Menurut Anda tanda-tanda gawat darurat untuk segera dihentikannya
hubungan seksual antara lain adalah
a. Saat ibu merasa mules
b. Saat hamil 9 bulan
c. Saat terjadi mules yang terjadi hanya sekali dan dalam hitungan
detik
13. Pada usia kandungan keberapakah gairah seksual wanita berjalan seperti
normalnya
157 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
a. Usia kandungan 14 bulan
b. Usia kandungan 47 bulan
c. Usia kandungan 79 bulan
14. Di bawah ini adalah berbagai macam cara berhubungan seksual. Hubungan
yang bagaimanakah yang harus dihindari
a. Hubungan yang merangsang kontraksi saat umur kehamilan di
bawah 9 bulan
b. Hubungan yang dilakukan secara oral seks
c. Hubungan yang dilakukan diri sendiri dengan cara masturbasi
15. Apakah oral seks aman jika dilakukan selama hamil?
a. Aman
b. Tidak aman
c. Sangat aman
16. Dipengaruhi oleh apakah gairah seksual wanita tersebut:
a. Keinginan
b. Makanan
d. Hormon
17. Apakah faktor lingkungan dapat memengaruhi keguguran pada ibu
hamil
a. Dapat, secara langsung
b. Tidak berpengaruh sama sekali
c. Tidak secara langsung
18. Apakah posisi dapat menentukan keamanan bagi kehamilan ibu?
a. Ya
b. Tidak
c. Kadang-kadang
19. Posisi yang aman saat melakukan hubungan seksual pada masa kehamilan
adalah
a. Posisi tumpang tindih
b. Posisi tidur
c. Posisi duduk
20. Posisi yang tidak aman saat melakukan hubungan seksual pada masa
kehamilan adalah
a. Posisi tumpang tindih
b. Posisi menyamping
c. Posisi duduk
158 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Hiperemis Gravidarum
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Bayu
Asih Kabupaten Purwakarta kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri
atas 21 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apakah yang dimaksud mual dan muntah yang berlebihan pada ibu
hamil?
a. Mual dan muntah yang mengganggu pekerjaan sehari-hari dan
keadaan ibu memburuk
b. Mual dan muntah yang membuat ibu kehilangan nafsu makan
c. Mual dan muntah yang terjadi pada pagi hari sebelum ibu sarapan
d. Mual dan muntah karena masuk angin
2. Bagaimanakah mual dan muntah yang normal pada ibu hamil?
a. Mual dan muntah sampai ibu pingsan
b. Mual dan muntah pada pagi hari dan tidak mengganggu pekerjaan
sehari-hari
c. Mual dan muntah yang terjadi pada ibu yang hamil muda saja
d. Mual dan muntah yang disertai ngidam
3. Sampai usia kehamilan berapa bulankah, mual dan muntah terjadi pada
ibu hamil?
a. 1 bulan
b. 2 bulan
c. 3 bulan
d. 4 bulan
4. Manakah dari pertanyaan di bawah ini yang merupakan tanda bahaya dari
mual muntah yang berlebihan?
a. Ibu menjadi demam
b. Keadaan umum ibu memburuk
c. Kaki, muka dan tangan bengkak
d. Nyeri pada daerah perut
5. Jika ibu mengalami mual dan muntah yang berlebihan pada saat ibu
sedang hamil, maka gejala tersebut merupakan
a. Penyakit lambung (maag)
b. Komplikasi dalam kehamilan
c. Hal yang biasa terjadi pada ibu hamil
d. Penyakit baru pada ibu hamil
159 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
6. Pada kehamilan anak yang keberapakah, mual dan muntah yang berlebihan
terjadi?
a. Anak ke-1
b. Anak ke-2
c. Anak ke-3
d. Anak ke-4
7. Penyebab mual dan muntah yang berlebihan dalam kehamilan adalah
a. Makan terlalu banyak selama hamil
b. Makan terlalu sedikit selama hamil
c. Peningkatan kadar hormon pada ibu hamil
d. Peningkatan suhu tubuh ibu
8. Peningkatan hormon dalam kehamilan dapat menyebabkan
a. Berat badan ibu naik
b. Peningkatan suhu tubuh ibu
c. Mual dan muntah yang berlebihan
d. Peningkatan nafsu makan
9. Keadaan hamil yang menyebabkan mual dan muntah yang berlebihan
adalah
a. Hamil kembar
b. Hamil yang badannya kurus
c. Hamil yang berbadan gemuk
d. Semua jawaban benar
10. Selain karena faktor yang timbul karena kehamilan, hal apakah yang dapat
memengaruhi keadaan mual dan muntah yang berlebihan?
a. Tingkat kecemasan atau kestresan ibu meningkat
b. Adanya pantangan makanan bagi ibu hamil
c. Karena ibu ngidam
d. Semua jawaban salah
11. Mual dan muntah pada ibu hamil dapat menyebabkan
a. Ibu cepat lelah dan mengantuk
b. Ibu kekurangan cairan (dehidrasi)
c. Ibu susah tidur
d. Semua jawaban salah
12. Apakah dampak mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil?
a. Muka dan tangan ibu bengkak
b. Berat badan ibu turun
c. Berat badan ibu tetap saja
d. Semua jawaban salah
160 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
13. Apakah dampak mual dan muntah yang berlebihan pada janin?
a. Bayi jarang dirasakan bergerak
b. Tidak ada dampak apa-apa
c. Bayi yang dilahirkan cacat
d. Bayi yang dilahirkan kecil
14. Pada ibu hamil, mual dan muntah yang berlebihan akan bertambah parah
bila
a. Memuntahkan segala apa yang dimakan/minum
b. Ibu susah buang air besar dan buang air kecil
c. Ibu sering buang air besar dan buang air kecil
d. Semua jawaban benar
15. Jika ibu mengalami mual dan muntah yang berlebihan sampai mengganggu
pekerjaan sehari-hari, apakah yang harus ibu lakukan?
a. Ibu terus memaksakan untuk makan
b. Ibu segera datang ke petugas kesehatan
c. Ibu akan diam saja dan menganggap itu hal yang biasa pada ibu
hamil
d. Ibu hanya akan istirahat atau hanya tidur saja
16. Pola makan yang dianjurkan untuk hamil yang mengalami mual dan
muntah yang berlebihan adalah
a. Makan seperti biasa tiga kali sehari
b. Makan dalam jumlah yang banyak
c. Makan dalam jumlah sedikit, tetapi sering
d. Semua jawaban salah
17. Jika ibu mengalami mual dan muntah yang berlebihan, makanan apakah
yang tidak baik untuk dimakan?
a. Makanan yang manis
b. Makanan yang asin dan gurih
c. Makanan yang asam dan pedas
d. Makanan yang berbau bumbu menyengat
18. Contoh makanan dan minuman apa yang baik untuk ibu yang mengalami
mual dan muntah yang berlebihan?
a. Roti panggang, biskuit, dan sari buah
b. Nasi putih dan es teh manis
c. Bubur dan teh manis hangat
d. Semua jawaban salah
19. Jika ibu hamil berat badannya sangat turun yang disebabkan oleh mual
dan muntah yang berlebihan apakah yang harus dilakukan?
a. Diam saja karena menganggap hal yang wajar
161 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Meminta pendapat suami
c. Periksa ke dukun beranak (paraji)
d. Segera periksa ke petugas pelayanan kesehatan
20. Salah satu penanganan pada mual dan muntah yang berlebihan adalah
terapi psikologi (kejiwaan/pengobatan dari dalam diri sendiri) yaitu
a. Kurangi pekerjaan dan hilangkan masalah yang menjadi penyebab
b. Menambah baban pekerjaan sehari-hari agar masalah terlupakan
c. Mencari kesibukan sendiri untuk menghibur diri sendiri
d. Semua jawaban salah
21. Pencegahan terjadinya mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil
dapat dilakukan dengan cara
a. Memeriksakan secara rutin ke petugas kesehatan
b. Mengurangi jumlah makanan yang dimakan
c. Menambah jumlah makanan yang dimakan
d. Meminum vitamin yang dibeli sendiri di toko obat
KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN IBU TENTANG
TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Cimahi
Selatan Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas
20 pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Umur ibu hamil yang dapat membahayakan kehamilan adalah
a. 20 tahun
b. 2030 tahun
c. 35 tahun
2. Berapa kali hamil menurut ibu kehamilan dapat membahayakan?
a. 1 kali
b. 23 kali
c. Lebih dari 3 kali
3. Mana yang termasuk tanda bahaya kehamilan?
a. Bengkak di kaki, dan keluar darah dari ibu
b. Mual muntah pada pagi hari
c. Pucat
162 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
4. Bengkak di kaki pada ibu hamil merupakan
a. Tanda bahaya ibu hamil
b. Hal yang normal pada ibu hamil
c. Perubahan tidak normal pada ibu hamil
5. Mual muntah berlebihan sampai ibu kekurangan cairan dan berat badan
ibu turun, apakah itu kehamilan normal?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
6. Manakah yang dapat membahayakan ibu hamil?
a. Mual muntah pada pagi hari tetapi ibu mau makan
b. Mual muntah pada pagi hari saja
c. Mual muntah yang berlebihan sehingga ibu menjadi kekurangan
cairan
7. Bahaya dari mual muntah yang berlebihan dan ibu kekurangan cairan
yaitu
a. Ibu menjadi lemah, berat badan turun, dan menghambat pertumbuhan
janin
b. Ibu menjadi sehat, berat badan naik, dan menghambat pertumbuhan
janin
c. Ibu menjadi lemah, berat badan naik, dan tidak menghambat
pertumbuhan janin
8. Apa yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi dalam kehamilan
a. Kehamilan yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada
ibu
b. Kehamilan yang ditandai dengan menurunnya tekanan darah ibu
c. Kehamilan yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh ibu
9. Di bawah ini manakah yang dapat membahayakan kehamilan?
a. Ibu dengan tekanan darah tinggi, sakit kepala hebat, bengkak di kaki,
dan penglihatan tidak kabur
b. Ibu dengan tekanan darah tinggi, sakit kepala hebat, bengkak di
wajah, dan penglihatan kabur
c. Ibu dengan tekanan darah rendah, sakit kepala, bengkak di kaki dan
penglihatan kabur
10. Jika terdapat bengkak di jari tangan, wajah disertai dengan penglihatan
kabur dan sakit kelapa yang hebat merupakan
a. Tanda bahaya kehamilan
b. Perubahan normal pada ibu hamil
c. Hal yang sering terjadi dalam kehamilan
163 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
11. Apa yang harus dilakukan bila terjadi bengkak di jari tangan, wajah disertai
dengan penglihatan kabur dan sakit kepala yang hebat
a. Memeriksakan diri kepada bidan
b. Bertanya dahulu pada paraji apa yang harus dilakukan
c. Dibiarkan saja karena merupakan hal yang normal
12. Bila terjadi sebelum melahirkan tiba-tiba adanya pengeluaran air-air, hal
ini merupakan
a. Masalah yang normal terjadi dalam kehamilan
b. Tanda bahaya dalam kehamilan
c. Salah satu perubahan pada kehamilan
13. Apa yang harus dilakukan bila terjadi keluar air-air dari jalan lahir sebelum
waktu adanya tanda-tanda melahirkan
a. Dibiarkan saja
b. Periksa ke tenaga kesehatan
c. Mencari paraji
14. Keluar air-air dari jalan lahir dan timbul demam tinggi sebelum waktunya
melahirkan dapat menyebabkan
a. Infeksi pada ibu
b. Infeksi pada bayi
c. Infeksi pada ibu dan janin
15. Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan lima bulan
merupakan
a. Ketidaknyamanan dalam kehamilan
b. Tanda bahaya dalam kehamilan
c. Salah satu perubahan dalam kehamilan
16. Bahaya jika gerakan janin dalam kandungan berkurang adalah
a. Janin yang dikandung baik-baik saja
b. Janin yang dikandung dapat meninggal
c. Janin yang dikandung dapat lahir sehat
17. Yang harus dilakukan bila janin tidak bergerak adalah
a. Segera periksa ke tenaga kesehatan
b. Dibiarkan saja nanti juga bayinya bergerak lagi
c. Diistirahatkan dahulu jika bayi tetap tidak bergerak baru periksa ke
paraji
18. Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 5 bulan
merupakan?
a. Ketidaknyamanan dalam kehamilan
b. Tanda bahaya dalam kehamilan
c. Salah satu perubahan dalam kehamilan
164 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
19. Bahaya jika gerakan janin dalam kandungan berkurang adalah
a. Janin yang dikandung baik-baik saja
b. Janin yang dikandung dapat meninggal
c. Janin yang dikandung dapat lahir sehat
11. Yang harus dilakukan bila janin tidak bergerak adalah
a. Segera periksa ke tenaga kesehatan
b. Dibiarkan saja nanti juga bayinya bergerak lagi
c. Diistirahatkan dahulu jika bayi tetap tidak bergerak baru periksa ke
paraji
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Anemia dan Pemberian Tablet FE (Zat Besi)
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Dustira Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
20 pertanyaan di mana ada 17 pertanyaan yang valid dan 3 pertanyaan tidak
valid. Penulis tidak menghilangkan yang tidak valid dalam kuesioner ini karena
mempertimbangkan pentingnya pertanyaan tersebut terhadap penguasaan
materi. Untuk uji reliabel telah memenuhi syarat (hasil uji kuesioner ada dalam
lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis
melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner. Pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah
sebagai berikut.
1. Apa yang ibu ketahui tentang anemia/kurang darah?
a. Suatu keadaan mual-mual yang sering
b. Suatu keadaan tekanan darah tinggi
c. Suatu keadaan kekurangan darah
d. Suatu keadaan lesu dan lemas
2. Apa yang ibu ketahui tentang gejala kurang darah adalah
a. Lemah, sering buang air kecil, kurang nafsu makan
b. Cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang
c. Sakit kepala, nyeri perut, muntah-muntah
d. Muntah-muntah, BAB keras, jantung berdebar
3. Bagaimana tanda dan gejala dari penyakit anemia gizi
a. Letih, lesu, kurang gairah.
b. Jarang beraktivitas
c. Jarang tidur siang
d. Kejang-kejang
4. Apa bahaya dari kurang darah pada persalinan, kecuali
a. Kematian
165 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Proses persalinan terhambat
c. Proses persalinan berjalan dengan lancar
d. Gawat janin
5. Bagaimana cara mencegah kurang darah
a. Setiap hari makan sayuran yang hijau, kacang-kacangan, dan lauk
pauk
b. Setiap hari minum 2 tablet penambah darah
c. Setiap hari melakukan olahraga
d. Setiap hari mengonsumsi makanan berlemak tinggi
6. Apakah yang dimaksud dengan tablet penambah darah?
a. Obat untuk merangsang nafsu makan
b. Obat untuk mengobati tekanan darah tinggi
c. Obat untuk mengobati kurang darah
d. Obat untuk mengurangi mual muntah
7. Gejala ringan yang terjadi setelah minum tablet tambah darah adalah
a. Mual-mual, susah buang air besar, dan tinja berwarna hitam
b. Pingsan, muntah, dan rambut rontok
c. Mengantuk, sering buang air kecil, dan pusing
d. Nafsu makan berkurang, pucat, pusing
8. Sejak usia kehamilan berapakah sebaiknya ibu minum tablet tambah
darah?
a. Segera setelah diketahui hamil
b. Segera setelah ibu tidak mual-mual
c. Setelah merasakan adanya tanda-tanda mau melahirkan
d. Segera setelah ibu menggunakan KB
9. Dalam satu hari jumlah tablet tambah darah yang harus diminum
sebanyak
a. Satu tablet
b. Dua tablet
c. Tiga tablet
d. Lima tablet
10. Kapan sebaiknya tablet tambah darah diminum
a. Sebelum tidur malam
b. Sebelum makan
c. Saat bangun tidur
d. Setelah makan
11. Dimanakah tablet tambah darah dapat diperoleh
a. Bidan
b. Paraji
166 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
c. Perawat
d. Akupunktur
12. Menurut ibu, sumber makanan yang mengandung zat besi adalah
a. Kangkung
b. Bayam
c. Tahu
d. Tempe
13. Berapakah minimal tablet zat besi yang dikonsumsi pada saat
kehamilan?
a. 30 tablet
b. 60 tablet
c. 90 tablet
d. 120 tablet
14. Tablet zat besi apabila diminum teratur dapat mencegah dan
menanggulangi
a. Anemia gizi
b. Anemia berat
c. Anemia ringan
d. Anemia sedang
15. Sebaiknya pemberian tablet zat besi mulai diberikan pada kehamilan
a. Pada awal kehamilan
b. Usia 3 bulan
c. Usia < 3 bulan
d. Usia > 3 bulan
16. Tablet zat besi tidak menyebabkan
a. Bayi besar
b. Tekanan darah rendah
c. Pusing dan pucat
d. Mual muntah yang sering
17. Akan lebih baik jika setelah minum tablet zat besi disertai
a. Air susu
b. Air jeruk
c. Air soda
d. Air kopi
18. Fungsi zat besi bagi ibu hamil adalah
a. Menghasilkan energi
b. Pembentukkan dan mempertahankan sel darah putih
c. Menurunkan kadar oksigen
d. Menurunkan nafsu makan ibu
167 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
19. Pucat, nafsu makan berkurang, dan mudah lelah merupakan
a. Gejala kekurangan zat besi
b. Manfaat menkonsumsi zat besi
c. Fungsi mengonsumsi zat besi
d. Kontraindikasi mengonsumsi zat besi
20. Rasa tidak enak ulu hati, mual muntah, kadang feses berwarna hitam
merupakan
a. Dampak tidak mengonsumsi zat besi
b. Efek samping zat besi
c. Gejala tidak mengonsumsi zat besi
d. Cara kerja mengonsumsi zat besi
KUESIONER PENELITIAN PENGETAHUAN IBU TENTANG
PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Jayagiri
Lembang Kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2010 yang
terdiri atas 13 item pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil
uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
selanjutnya penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap
kuesioner tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner
tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apakah yang ibu ketahui tentang bidan?
a. Penyedia jasa pelayanan bagi ibu dan anak
b. Orang yang mempunyai keterampilan dalam menolong persalinan
c. Orang yang dapat mengobati berbagai macam penyakit
d. Orang yang dilatih untuk menangani persalinan
2. Apa yang ibu ketahui tentang dukun/paraji?
a. Penolong persalinan yang kemampuannya didapat secara turun-
temurun
b. Orang yang dapat mengobati berbagai macam penyakit
c. Orang yang dituakan
d. Sama dengan bidan
3. Menurut ibu, apa peran tenaga kesehatan (bidan, dokter) terhadap
persalinan?
a. Memeriksa kehamilan
b. Menolong persalinan
c. Memberikan pelayanan kesehatan
d. Menjaga agar ibu dan bayi tetap sehat
168 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
4. Di bawah ini adalah tugas tenaga kesehatan (bidan, dokter)
a. Memeriksa kehamilan, menolong persalinan
b. Membiarkan orang sakit
c. Membuat obat
d. Memberi pelayanan
5. Berikut adalah tenaga kesehatan yang diperbolehkan untuk menolong
persalinan, kecuali
a. Dokter umum
b. Bidan
c. Dokter kandungan
d. Perawat
6. Mengapa pertolongan persalinan dianjurkan oleh tenaga kesehatan
a. Supaya masalah pada persalinan dapat terdeteksi
b. Supaya ibu dan bayi sehat
c. Supaya pertolongan persalinan menjadi aman
d. Menghindari keterlambatan mencapai tempat persalinan
7. Tempat persalinan yang dianjurkan untuk bersalin jika kondisi ibu
mengalami kesulitan atau masalah dalam persalinan adalah
a. Rumah bersalin
b. Puskesmas DTP
c. Bidan
d. Rumah sakit
8. Tenaga kesehatan yang diperbolehkan menolong persalinan jika persalinan
dalam keadaan normal adalah
a. Dokter umum
b. Dokter kandungan
c. Bidan
d. Perawat
9. Dampak utama yang ditimbulkan persalinan ditolong oleh dukun atau
paraji adalah
a. Tingginya angka kematian ibu dan bayi
b. Terlambat mengetahui dan mengatasi kelainan/masalah dengan
cepat
c. Ibu dan bayi tetap sehat
d. Ibu merasa nyaman
10. Informasi tentang penolong persalinan yang paling baik dapat diketahui
dari
a. Pengalaman sendiri
b. Tenaga kesehatan
169 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
c. Paraji/dukun
d. Pengalaman orang lain
11. Apa yang boleh dilakukan oleh paraji dalam menangani persalinan?
a. Memijat perut ibu
b. Memberi ramuan pada ibu yang mau melahirkan
c. Membantu mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan dalm
persalinan
d. Menggunakan alat seadanya dalam menolong persalinan
12. Apa saja bentuk kerja sama antara tenaga kesehatan dengan paraji dalam
menolong persalinan?
a. Menyiapkan alat seadanya dalm menolong persalinan
b. Melakukan ritual dalam menyambut kelahiran bayi
c. Membantu bidan dalam merujuk ibu bersalin
d. Memberi ramuan pada ibu yang mau melahirkan
13. Apa saja peran dukun paraji dalam pelayanan persalinan?
a. Menyiapkan alat seadanya dalm menolong persalinan
b. Melakukan ritual dalam menyambut kelahiran bayi
c. Melakukan Pencegahan Infeksi
d. Memberi ramuan pada ibu yang mau melahirkan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Persiapan Persalinan
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di BPS Bidan Y. Kota
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas 20 pertanyaan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut. Pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah
sebagai berikut.
1. Berikut ini hal-hal yang harus ibu siapkan untuk bersalin, kecuali
a. Pakaian ibu dan pakaian bayi
b. Biaya dan transportasi
c. Alat untuk pertolongan persalinan
d. Donor darah
2. Siapakah yang akan menolong ibu pada saat persalinan?
a. Bidan
b. Paraji
c. Perawat
d. Apoteker
170 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
3. Kapankah sebaiknya ibu hamil mulai menyiapkan dana untuk
persalinan?
a. Sejak masa kehamilan
b. Saat persalinan
c. Setelah melahirkan
d. Setelah mempunyai bayi
4. Biaya persalinan dapat diperoleh melalui tabulin. Kepanjangan tabulin
adalah
a. Tabungan ibu bersalin
b. Tabungan kehamilan
c. Tabungan persalinan
d. Tanda ibu hamil
5. Persiapan transportasi pada saat persalinan diperlukan untuk
a. Membawa ibu dan keluarga jika sakit ke pelayanan kesehatan
b. Membawa perlengkapan dan peralatan bayi
c. Mempercepat sampai ke tempat pelayanan kesehatan yang memadai
bila terjadi kegawatdaruratan persalinan
d. Membawa ibu untuk berjalan-jalan
6. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan transportasi persalinan
yaitu
a. Jarak tempuh dari rumah ke tempat tujuan
b. Sulit atau mudahnya lokasi yang ditempuh
c. Jarak tempuh dan sulit atau mudahnya lokasi yang ditempuh
d. Merek dan harga transportasi
7. Sejak kapan ibu mulai menentukan siapa yang menjadi pengambil
keputusan dalam keluarga jika terjadi kegawatdaruratan
a. Sejak masa kehamilan
b. Setelah mempunyai bayi
c. Saat persalinan
d. Setelah melahirkan
8. Tujuan membicarakan siapa pembuat keputusan utama dalam keluargaa
adalah
a. Agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam keluarga
b. Agar tidak terjadi keributan dalam keluarga
c. Agar tidak terjadi keterlambatan dalam mengambil keputusan jika
terjadi kegawatdaruratan
d. Agar tidak salah jalan menuju pelayanan kesehatan
9. Persiapan donor darah pada saat ibu akan melahirkan diperlukan untuk
a. Mengambil keputusan yang cepat
171 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Berjaga-jaga jika ibu terjadi perdarahan
c. Membantu orang lain
d. Mencegah keterlambatan untuk mencapai ke tempat rujukan
10. Melakukan pemeriksaan golongan darah ibu hamil bertujuan untuk
a. Menentukan penyakit ibu
b. Menentukan jenis kelamin anak
c. Mengantisipasi apabila diperlukan transfusi darah
d. Untuk memberikan donor darah kepada orang lain
11. Menurut ibu, siapa yang sebaiknya menjadi pendonor darah?
a. Orang yang golongan darahnya sama dengan ibu dan siap kapan saja
bila darahnya diperlukan
b. Orang yang kenal dengan ibu
c. Orang yang golongan darahnya sama dengan ibu
d. Orang yang tidak dikenal
12. Tempat yang ditunjuk pemerintah untuk menyediakan darah adalah
a. Rumah sakit dan puskesmas
b. Puskesmas
c. Palang Merah Indonesia (PMI)
d. Bidan Praktik Swasta
13. Kemungkinan terjadinya penyulit/komplikasi pada saat melahirkan dapat
terjadi pada
a. Ibu hamil yang diduga berisiko saja
b. Ibu hamil yang baru pertama kali hamil
c. Ibu hamil yang tidak diduga berisiko
d. Setiap/semua ibu hamil baik yang diduga berisiko maupun yang
tidak berisiko
14. Salah satu persiapan yang dilakukan untuk kemungkinan komplikasi dan
perlu penanganan segera difasilitas yang memadai adalah
a. Menyiapkan pakaian ibu
b. Menyiapkan transportasi untuk mencapai tempat rujukan
c. Menyiapkan perlengkapan ibu
d. Menyiapkan peralatan bayi
15. Menurut ibu, waktu terbaik untuk mulai melakukan persiapan untuk
persalinan sebaiknya dilakukan pada saat
a. Sejak pertama diketahui hamil
b. Sejak kehamilan trimester I
c. Sejak kehamilan trimester II
d. Sejak kehamilan trimester III
172 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
16. Keterlambatan penanganan pertolongan pada ibu yang mengalami
komplikasi kegawatdaruratan pada persalinan dapat menyebabkan
a. Kematian ibu dan bayi
b. Kematian ibu
c. Ibu dan bayi sehat
d. Kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi
17. Persiapan persalinan perlu disiapkan lebih dini oleh setiap ibu hamil,
karena
a. Setiap wanita hamil selalu sehat
b. Setiap wanita hamil selalu menjalani kehamilan dan persalinan
normal
c. Setiap wanita hamil berisiko terjadi komplikasi kegawatdaruratan
pada kehamilan/ persalinan
d. Setiap wanita hamil memerlukan perhatian suami
18. Rujukan dalam kondisi optimal dan tepat waktu ke fasilitas kesehatan
yang memiliki sarana lebih memadai diharapkan mampu
a. Menyelamatkan jiwa ibu dan bayi
b. Menyelamatkan jiwa bayi
c. Menyelamatkan jiwa ayah
d. Menyelamatkan jiwa ibu
19. Menurut ibu, apa yang ibu akan lakukan pertama kali jika terjadi
kegawatdaruratan pada saat kehamilan
a. Segera mendatangi pelayanan kesehatan terdekat (bidan atau
puskesmas).
b. Mempersiapkan perlengkapan dan peralatan bayi dan ibu
c. Melaporkan kejadian tersebut kepda RT/RW setempat
d. Mendatangi paraji
20. Kapan sebaiknya ibu mengetahui golongan darah ibu
a. Sejak masa kehamilan
b. Setelah mempunyai bayi
c. Saat persalinan
d. Setelah melahirkan
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Luka Perineum
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Cisalak Kota Bogor kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri atas 21
pertanyaan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada
dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
173 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Masa nifas adalah
a. Masa setelah persalinan
b. Masa kehamilan
c. Masa sebelum hamil
2. Salah satu tanda bahaya setelah melahirkan pada ibu adalah
a. Ibu sehat dan tidak merasa apa-apa
b. Payudara ibu bersih dan bisa menyusui
c. Pengeluaran vagina yang baunya menusuk
3. Apakah yang dimaksud dengan luka jalan lahir
a. Robekan jalan lahir yang terjadi saat melahirkan dan telah dijahit
oleh tenaga kesehatan
b. Luka alat kelamin karena jatuh
c. Luka alat kelamin karena kurang menjaga kebersihan
4. Perawatan luka jalan lahir akibat proses persalinan adalah
a. Perawatan selama kehamilan
b. Perawatan selama persalinan
c. Suatu cara perawatan meliputi membersihkan kemaluan, memeriksa
jahitan bila ada, mengganti pembalut dan perubahan alat genitalia
pada masa nifas
5. Manfaat yang didapat ibu apabila melakukan perawatan luka jalan lahir
akibat proses persalinan adalah
a. Mencegah infeksi
b. Ibu bisa berjalan-jalan di sekitar rumah
c. Tidak mengganggu proses menyusui
6. Apakah yang harus ibu lakukan sebelum dan sesudah membersihkan luka
jalan lahir?
a. Cuci tangan dengan menggunakan sabun
b. Cuci tangan dengan air hangat
c. Dilap dengan tisu basah
7. Bagaimanakah cara merawat luka jahitan jalan lahir?
a. Dicuci dengan air hangat
b. Dicuci tanpa sabun
c. Dicuci dengan air biasa dan menggunakan sabun
8. Sabun yang harus digunakan untuk membersihkan luka jalan lahir
adalah?
174 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
a. Sabun mahal
b. Sabun kesehatan
c. Sabun muka
9. Arah cebok yang benar adalah
a. Dari depan ke belakang yaitu dari arah kemaluan ke anus
b. Dari belakang ke depan yaitu dari arah anus ke kemaluan
c. Dari depan ke samping
10. Apabila luka jahitan telah selesai dicuci apakah yang selanjutnya harus
dilakukan?
a. Dikompres air hangat
b. Dikompres air es
c. Dikeringkan dengan handuk
11. Berapa kalikah pembalut harus diganti?
a. 1 kali
b. Minimal 4 kali sehari
c. 3 kali
12. Berapa lama luka jalan lahir akan sembuh ?
a. 1 hari
b. 2 hari
c. 67 hari
13. Kapan ibu datang untuk memeriksakan luka jalan lahir ke petugas
kesehatan pascamelahirkan setelah ibu pulang ke rumah?
a. 1 minggu
b. 2 minggu
c. 3 minggu
14. Apa yang akan terjadi apabila luka jahitan tidak dirawat dengan baik?
a. Infeksi
b. Luka cepet sembuh
c. Luka cepat baik
15. Salah satu tanda infeksi pada masa setelah melahirkan yaitu?
a. Ibu merasa nyaman
b. Luka jahitan terlihat bengkak dan terasa panas
c. Ibu bisa beristirahat
16. Tanda infeksi pada luka jahitan adalah?
a. Luka jahitan bersih
b. Ada pengeluaran nanah pada luka jahitan
c. Luka jahitan kering
17. Apakah yang akan terjadi apabila luka jalan lahir tidak dijahit?
a. Terjadi perdarahan
175 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
b. Jahitan cepat kering
c. Jahitan cepat sembuh
18. Bagaimanakah biasanya jika cairan yang keluar dari kelamin, jika ibu
mengalami infeksi?
a. Bergumpal-gumpal
b. Tidak berbau
c. Berbau busuk
19. Apakah yang akan terjadi apabila luka jahitan dicuci dengan air hangat?
a. Jahitan cepat kering
b. Jahitan cepat sembuh
c. Luka jahitan lama sembuh dan benang bisa terlepas
20. Apa yang harus ibu lakukan jika ibu mengalami salah satu dari tanda
bahaya setelah melahirkan?
a. Diam saja di rumah
b. Pergi ke orang pintar
c. Datang ke petugas kesehatan
21. Siapakah yang sebaiknya merawat luka jahitan pada saat ibu berada di
rumah?
a. Panggil bidan ke rumah
b. Panggil paraji ke rumah
c. Dilakukan oleh ibu sendiri
Kuesioner Penelitian Pengetahuan Bidan tentang Partograf
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Wilayah Kerja
Puskesmas Cimahi Selatan Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009
yang terdiri atas 10 pertanyaan semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan partograf?
a. Grafik perkembangan bayi dalam rahim
b. Grafik yang mengambarkan perkembangan bayi baru lahir
c. Grafik yang menggambarkan kemajuan persalinan dan merekam
keadaan ibu dan janin
d. Grafk yang menggambarkan kemajuan kesehatan ibu
2. Fungsi dari penggunaan partograf adalah
a. Mendeteksi jenis kelamin bayi baru lahir
176 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
b. Mendeteksi persalinan yang tidak memperlihatkan secara
normal
c. Mendeteksi posisi janin dalam rahim
d. Mendeteksi penyakit yang diderita oleh ibu hamil
3. Tujuan utama dari penggunaan partograf adalah
a. Mencatat hasil observasi kemajuan persalinan dengan menilai
pembukaan serviks melalui pemeriksaan dalam
b. mencatat hasil observasi kemajuan persalinan dengan cara
observasi jalan lahir
c. Mencatat hasil observasi pembukaan servik melalui pemeriksaan
dalam
d. mencatat hasil observasi kemajuan persalinan dengan menilai
berat badan bayi
4. Penggunaan partograf pada persalinan dapat dilakukan jika posisi bayi
dalam rahim
a. Letak panggul bayi
b. Letak kepala dengan penyulit
c. Letak kaki tanpa penyulit
d. Letak kepala tanpa penyulit
5. Jika digunakan secara tepat dan konsisten, maka partogaf akan membantu
penolong persalinan untuk
a. Hanya mencatat kondisi ibu bersalin
b. Menggunakan informasi yang tercatat untuk secara dini
mengidentifkasi adanya penyulit
c. Hanya mencatat kondisi janin
d. Mengidentifkasi adanya penyulit pada saat setelah melahirkan
6. Penggunaan Partograf Menurut JNPK-KR, (2005) adalah
a. Selama persalinan dan kelahiran disemua tempat pelayanan
kesehatan
b. Selama persalinan dan kelahiran di puskesmas
c. Selama persalinan dan kelahiran di bidan swasta
d. Selama persalinan dan kelahiran di rumah
7. Pada partograf semua asuhan dan intervensi harus dicatat. Kondisi ibu
dan bayi juga harus dinilai dan dicatat secara saksama yaitu
a. Jenis kelamin bayi
b. Nadi setiap 30 detik
c. Detak jantung ibu
d. Pembukaan serviks setiap 4 jam
177 Bab 6 l Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan Lingkup Penelitian Kebidanan
8. Petugas yang harus menggunakan partograf adalah
a. Perawat
b. Bidan
c. Paraji
d. Dokter umum
9. Partograf digunakan pada kondisi persalinan?
a. Persalinan normal
b. Persalinan di bidan swasta
c. Persalinan di paraji
b. Semua persalinan
10. Hal yang perlu diingat dalam fase persalinan adalah?
a. Fase laten didefnisikan sebagai pembukaan serviks < 4 cm.
b. Dokumentasi asuhan, pengamatan, dan pemeriksaan selama fase
laten persalinan pada catatan kemajuan persalinan yang dibuat terpisah
atau pada kartu KMS
c. Fase aktif persalinan didefinisikan sebagai pembukaan serviks
dari 410 cm.
d. Semua benar
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang higiene
reproduksi remaja!
2. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan kepala keluarga tentang
kontrasepsi pria!
3. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan ibu PUS tentang AKDR!
4. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang Dismenorea!
5. Buatlah kuesioner penelitian pengetahuan remaja tentang kesehatan
reproduksi!
178 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
KAPITA SELEKTA KUESIONER
SIKAP LINGKUP PENELITIAN
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu membuat
kuesioner sikap lingkup penelitian ilmu kesehatan masyarakat dengan baik
dan benar.
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat
mengetahui:
1. kuesioner penelitian sikap keluarga mengenai pencegahan diare;
2. kuesioner penelitian sikap penderita TB paru mengenai kepatuhan
berobat;
3. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai penanganan ISPA;
4. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi dasar BCG;
5. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi campak;
6. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi dasar.
Bab 7
180 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
PENELITIAN SIKAP DALAM LINGKUP KESEHATAN
MASYARAKAT
Menurut Winslow (1920) defnisi kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni
untuk mencegah penyakit, memperpanjang masa hidup, meningkatkan kesehatan
dan efsiensi masyarakat melalui usaha kesehatan masyarakat yang terorganisir
untuk perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian penyakit menular, pendidikan
higiene perorangan, mengorganisasi pelayanan medis dan perawatan agar dapat
dilakukan diagnosis dini dan pengobatan segera, serta membangun mekanisme
sosial agar setiap insan dapat menikmati standar kehidupan yang cukup baik
untuk dapat memlihara kesehatan. Merujuk pengertian tersebut, lingkup ilmu
kesehatan masyarakat erat kaitannya dengan aspek sikap masyarakat di antaranya
sikap yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan, sikap yang berhubungan
dengan pengendalian penyakit menular, sikap yang berhubungan dengan
higiene perorangan, dan sikap yang berhubungan dengan masalah kesehatan
masyarakat.
Sikap dalam lingkup ilmu kesehatan masyarakat telah dideskripsikan
dalam teori H.L. Bloom yang menyatakan bahwa status derajat kesehatan
masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yaitu: 1) lingkungan, 2) perilaku, 3)
pelayanan kesehatan, dan 4) keturunan. Perilaku yang merupakan representatif
dari sikap berada pada posisi nomor dua dalam memengaruhi status derajat
kesehatan masyarakat. Maka penelitian yang berhubungan dengan sikap dalam
lingkup ilmu kesehatan masyarakat manjadi bagian penting sebagai bahan
dasar merencanakan, mengimplementasikan, mengevaluasi, serta melakukan
monitoring program pelayanan kesehatan masyarakat.
KAPITA SELEKTA KUESIONER SIKAP LINGKUP ILMU
KESEHATAN MASYARAKAT
Kuesioner Penelitian Sikap Keluarga Mengenai Pencegahan Diare
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Cililin
kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
8 item pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
181 Bab 7 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Kesehatan...
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
1. Saya mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah
memberikan makan, serta setelah buang air besar karena
dapat mencegah penyakit diare
2. Membersihkan atau mencuci tangan dengan sabun
dan air mengalir adalah kebiasaan baik karena dapat
mencegah penyakit diare
3. Saya tidak perlu memperhatikan kebersihan makanan
yang dimakan anak saya karena tidak akan menyebabkan
penyakit diare
4. Saya menutup makanan dengan tudung saji agar tidak
dihinggapi lalat karena dapat mencegah penyakit diare
5. Saya tidak perlu minum air/makan makanan yang dimasak
karena tidak akan menyebabkan diare.
6. Saya mencuci alat makan disungai dengan air kotor karena
tidak akan menyebabkan penyakit diare
7. Saya buang air besar di sembarang tempat karena tidak
akan menyebabkan penyakit diare
8. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dapat
mengurangi kejadian penyakit diare
Kuesioner Penelitian Sikap Penderita TB Paru Mengenai Kepatuhan Berobat
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit Dustira,
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 20 pernyataan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut.
Pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan Responden STS TS S SS
1. Pemberantasan penyakit TB paru merupakan tanggung
jawab pemerintah, penderita, dan masyarakat
2. Menurut saya bila kena TB paru tidak usah berobat
3. Salah satu upaya agar sembuh dari penyakit TB paru
adalah dengan cara berobat dan minum obat secara
teratur sesuai dengan anjuran petugas kesehatan
4. Menurut saya pemberantasan TB tanggung jawab
pemerintah saja
5. Menurut saya makan obat setiap hari tidak perlu
6. Apakah Saudara merasa keberatan disuruh datang atau
kontrol untuk mengambil obat sebulan sekali sesuai
dengan waktu yang ditentukan oleh petugas kesehatan
7. Menurut saya bila obat habis tidak usah berobat, tetapi
beli saja sendiri
8. Untuk menghindari penularan dengan keluarga maupun
orang lain sebaiknya saudara tidak membuang dahak di
sembarang tempat
182 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan Responden STS TS S SS
9. Menurut pendapat saya alat-alat makanan boleh
berbarengan dengan penderita penyakit TB paru
10. Untuk mencegah penyakit TB paru sebaiknya saudara
menganjurkan keluarga untuk memeriksakan kesehatan
ke puskesmas/rumah sakit
11. Menurut pendapat saya merokok dapat menyebabkan
penyakit TB paru
12. Menurut saya penyakit TB paru dapat sembuh sendiri
13. Menurut saya penyakit TB paru membuat kita cemas
14. Pemeriksaan kesehatan secara berkala harus
dilaksanakan untuk mencegah penyakit TB paru
15. Menurut saya tidak perlu tahu masalah penyakit TB
paru
16. Menurut saya penderita penyakit TB paru harus
diberikan penyuluhan dan pengarahan
17. Penyuluhan TB paru tidak perlu dilaksanakan
18. Menurut saya, pengobatan TB paru harus rajin dalam
minum obat
19. Saya harus berobat sampai dinyatakan sembuh supaya
tidak menularkan penyakit kepada keluarga dan orang
lain
20. Menurut saya bila ada penderita jangan dikucilkan
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu Mengenai Penanganan ISPA
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Wilayah Kerja
Puskesmas Cimahi Selatan Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun
2010 yang terdiri atas 16 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel
(hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan
reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji
konten terhadap kuesioner tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada
kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S KS TS
1. Anak sakit karena kecerobohan orang tua dalam
merawat
2. Merokok merupakan perbuatan yang akan
menimbulkan polusi bagi banyak orang dan
mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan
3. Rumah yang kotor dibersihkan setiap hari
4. Jika tidak melakukan Imunisasi secara lengkap akan
mudah terserang penyakit
5. Imunisasi dapat membantu mencegah penyakit
karena merupakan salah satu daya tahan tubuh
183 Bab 7 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Kesehatan...
No. Pernyataan SS S KS TS
6. Membuka jendela dan ventilasi setiap pagi dan sore
cahaya matahari dapat masuk langsung ke dalam
rumah dan dapat membunuh bakteri
7. Bangunan rumah dengan luas yang sangat kecil
dan sempit akan menyebabkan penyakit saluran
pernapasan berat (pneumonia)
8. Jika anak ibu sakit segera dibawa ke puskesmas
karena jaraknya dekat dengan rumah ibu
9. Anak ibu sakit batuk, pilek akan segera dibawa ke
dokter yang dekat dengan rumah
10. Anak ibu sakit batuk, pilek, disertai demam akan
segera ditolong oleh bidan yang terdekat dengan
rumah
11. Membersihkan lantai rumah dengan menggunakan
cairan disinfektan (pembersih lantai) agar terhindar
dari kuman
12. Penyakit saluran pernapasan harus segera ditolong
dan ditangani oleh petugas kesehatan terdekat
13. Dokter dan Bidan di daerah ibu mampu meringankan
sakit pada anak ibu
14. Obat yang diberikan oleh petugas kesehatan di
puskesmas dapat menyembuhkan secara cepat,
pada saat anak ibu sakit
15. Petugas puskesmas sudah cukup baik dalam
menangani masalah kesehatan bagi anak
16. Lingkungan sekitar puskesmas sudah cukup baik
atau bersih dan terhindar dari polusi sehingga ibu
berobat dengan keadaan yang aman dan nyaman
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu Mengenai Imunisasi Dasar BCG
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Pamanukan
Kabupaten Subang kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri atas 15
pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada
dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
1. Menurut saya imunisasi bagi saya bertujuan untuk
mencegah anak dari semua serangan penyakit
2. Menurut saya dengan imunisasi, maka sistem
pertahanan tubuh anak menjadi kuat
3. Menurut saya, anak dibawa ke posyandu sesuai
jadwal imunisasi
184 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
4. Menurut saya, anak diimunisasi sesuai banyaknya
pemberian imunisasi pada anak
5. Menurut saya, panas ringan setelah imunisasi
merupakan reaksi vaksin yang dapat diatasi
dengan kompres dingin dan obat penurun panas.
6. Saya tidak tega jika anak yang masih bayi harus
disuntik hanya untuk mendapatkan imunisasi BCG
7. Menurut saya, imunisasi BCG tidak ada manfaatnya
bagi anak saya
8. Menurut saya, walaupun tanpa seizin suami,
saya akan tetap datang ke posyandu untuk
mengimunisasikan anak saya
9. Menurut saya, imunisasi BCG itu dapat mencegah
penyakit TBC
10. Menurut saya, pembengkakan kecil merah di
tempat penyuntikan setelah imunisasi BCG
adalah hanya efek samping dan tidak perlu
dikhawatirkan
11. Menurut saya, anak umur 02 bulan harus sudah
mendapatkan imunisasi BCG
12. Menurut saya, setelah anak diimunisasi BCG akan
menyebabkan kecacatan atau bahkan sampai
meninggal dunia
13. Menurut saya, imunisasi BCG itu biasanya disuntik
dipantat
14. Menurut saya, anak diimunisasi jika kondisinya
sehat
15. Menurut saya, penyakit TBC itu dapat dicegah
dengan imunisasi BCG
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu Mengenai Imunisasi Campak
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Purwakarta
kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 15 pernyataan di mana
hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut.
Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
1. Imunisasi campak dibutuhkan oleh bayi
2.
Imunisasi campak bermanfaat untuk mencegah penyakit
menular
3.
Imunisasi campak tidak bisa mencegah bayi dari penyakit
menular
185 Bab 7 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Kesehatan...
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
4. Anak mendapat imunisasi campak sebanyak 2 kali
5.
Bayi mendapat imunisasi campak cukup 1 kali selama
hidup
6. Imunisasi campak mulai diberikan pada usia bayi 9 bulan
7.
Imunisasi campak diberikan pada bayi saat bayi menjelang
dewasa
8. Yang mendapat imunisasi campak hanya bayi 912 bulan
9.
Pemberian imunisasi campak kepada bayi dilakukan oleh
tenaga kesehatan
10.
Jika bayi dalam keadaan demam jangan diberikan
imunisasi campak
11. Setiap bayi mendapatkan imunisasi campak
12. Imunisasi campak dapat diperoleh di posyandu terdekat
13.
Imunisasi campak dapat diberikan oleh petugas kesehatan
dengan mendatangi ke rumah
14.
Bila bayi gizinya sudah baik tidak perlu mendapat imunisasi
campak
15.
Bila bayi tidak menderita campak, bayi tidak perlu
mendapat imunisasi campak
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu Mengenai Imunisasi Dasar
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Kelurahan Sayang
Puskesmas Cianjur Kota kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas
14 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten pada kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan Responden STS TS S SS
1. Anak yang baru lahir (07 hari) langsung diberikan imunisasi
2. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun menurut
orang setelah imunisasi DPT badan anak menjadi panas
3. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun ibu
tidak mempunyai biaya yang cukup untuk menuju tempat
imunisasi
4. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun petugas
yang memberikan imunisasi kurang ramah
5. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun anak
sedang sakit
6. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun ada efek
sampingnya
7. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun suami/
keluarga tidak mendukung
186 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan Responden STS TS S SS
8. Memberikan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan
petugas kesehatan
9. Tetap memberikan imunisasi pada anak walaupun tempat
posyandu/puskesmas/RS jauh
10. Imunisasi hanya boleh diberikan pada anak yang lebih dari
2 bulan
11. Imunisasi boleh diberikan pada anak yang sedang sakit
12. Tidak membawa anak untuk diimunisasi karena tidak ada
manfaatnya
13. Memberikan imunisasi secara lengkap agar anak tidak rentan
terhadap penyakit
14. Membawa anak ke posyandu secara rutin untuk ditimbang
dan diimunisasi
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Buatlah kuesioner penelitian sikap keluarga mengenai pencegahan diare!
2. Buatlah kuesioner penelitian sikap penderita TB paru mengenai kepatuhan
berobat!
3. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai penanganan ISPA!
4. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi dasar BCG!
5. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi campak!
KAPITA SELEKTA KUESIONER
SIKAP LINGKUP PENELITIAN
ILMU KEPERAWATAN
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu membuat
kuesioner sikap lingkup penelitian ilmu keperawatan dengan baik dan benar
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui
tentang:
1. kuesioner penelitian sikap perawat mengenai hospitalisasi anak;
2. kuesioner penelitian sikap perawat mengenai penatalaksanaan cedera
kepala;
3. kuesioner penelitian sikap remaja mengenai perubahan body image;
4. kuesioner penelitian sikap remaja mengenai perilaku seks;
5. kuesioner penelitian sikap remaja mengenai pernikahan dini;
f. kuesioner penelitian sikap remaja mengenai narkoba;
Bab 8
188 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
PENELITIAN SIKAP DALAM ILMU KEPERAWATAN
Berkembangnya ilmu keperawatan menjadi sebuah ilmu modern dilatarbelakangi
oleh sikap perawat yang kurang memenuhi standar pelayanan keperawatan
yang profesional. Fenomena tersebut mendorong Florence Ningtingale untuk
mengubah sikap perawat menjadi tenaga kesehatan yang memenuhi standar
profesi. Penelitian-penelitian yang berhubungan dengan sikap telah dilakukan
sehingga ditemukannya teori keperawatan yang modern. Sikap perawat dalam
memberikan pelayanan keperawatan dilakukan berdasarkan ilmu dan seni.
Kondisi saat ini penelitian sikap dalam ilmu keperawatan telah berkembang
kepada penciptaan hubungan perawat dengan pasien melalui komunikasi
terapeutik. Sikap merupakan internalisasi diri perawat dalam memberikan
asuhan keperawatan. Sikap perawat yang baik dapat menjadi terapi bagi pasien
yang sakit. Penelitian sikap dalam lingkup ilmu keperawatan tidak hanya
mengkaji pada aspek sosial saja, tetapi juga mengkaji pemenuhan kebutuhan
aspek kejiwaan.
Perluasan penelitian sikap dalam ilmu keperawatan dilaksanakan di
semua berbagai bagian departemen keperawatan dan berbagai dimensi tempat.
Misalnya, penelitian sikap keluarga terhadap mutu pelayanan keperawatan di
rumah sakit ataupun sikap petugas kesehatan dalam memberikan motivasi pada
pasien tahanan. Beberapa hasil penelitian yang berhubungan dengan sikap telah
menjadi bahan dalam pengembangan program kesehatan dan pengembangan
ilmu pengetahuan khususnya ilmu keperawatan.
KAPITA SELEKTA KUESIONER SIKAP DALAM LINGKUP ILMU
KEPERAWATAN
Kuesioner Penelitian Sikap Perawat mengenai Hospitalisasi Anak
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Rajawali Kota Bandung kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas
10 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner.
Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
189 Bab 8 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Keperawatan
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
1. Pengkajian anak terhadap dampak hospitalisasi dilakukan
terlebih dahulu
2. Dalam asuhan keperawatan dalam mengatasi hospitalisasi
dimasukkan intervensi keperawatan
3. Tindakan untuk mengantisipasi dampak hospitaslisasi usia
toddler sebenarnya hanya untuk kepentingan pasien/anak
usia toddler saja
4. Tindakan keperawatan untuk mengantispasi dampak
hospitalisasi pada anak usia toddler bisa dilakukan di ruang
rawat rawat inap di mana saudara/i bekerja
5. Asuhan keperawatan pada anak yang mengalami
hospitalisasi dapat dilakukan walaupun sarana dan
prasarana di bangsal anak belum lengkap/memadai
6. Pelaksanaan tindakan keperawatan untuk mengantisipasi
dampak hospitalisasi pada anak usia toddler dapat
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah
sakit di mana saudara/i bekerja
7. Tindakan keperawatan untuk mengatasi dampak
hospitalisasi pada usia toddler bukan hanya kewajiban
kepala ruangan
8. Mengantisipasi dampak hospitalisasi pada anak hanya bisa
dilakukan oleh perawat anak saja
9. Evaluasi dilaksanakan setelah melakukan tindakan
keperawatan untuk meminimalkan dampak hospitalisasi
10. Pelaksanaan tindakan keperawatan untuk mengantisipasi
dampak hospitalisasi pada anak usia toddler hanya bisa
dilakukan di rumah sakit khusus anak saja
Kuesioner Penelitian Sikap Perawat Mengenai Penatalaksanaan Cedera Kepala
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Ruang IGD
Rumah Sakit Dustira kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
30 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Menurut pendapat saya, penatalaksanaan pasien cedera
kepala merupakan tanggung jawab perawat bersama dengan
tenaga kesehatan lainnya
2. Menurut saya cedera kepala adalah kekerasan pada kepala
yang dapat menyebabkan kerusakan yang kompleks di kulit
kepala, tulang tempurung kepala, selaput otak, dan jaringan
otak itu sendiri
190 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan SS S TS STS
3. Menurut saya, cedera kepala dapat disimpulkan sebagai suatu
kerusakan pada kepala
4. Cedera kepala bersifat keturunan, tidak disebabkan oleh
serangan/benturan fisik dari luar
5. Cedera kepala tidak disebabkan oleh serangan/benturan fisik
dari luar
6. Hal pertama yang saya lakukan pada penatalaksanaan cedera
kepala adalah membebaskan jalan napas (airway)
7. Bantuan napas dari mulut ke mulut merupakan bagian dari
penatalaksanaan dissability dalam survei ABCD
8.
Penyebab tersering cedera kepala adalah kecelakaan lalu
lintas
9. Saya menggunakan Glasgow Coma Scale untuk mengukur
berat ringannya cedera kepala
10. Saya setuju pencegahan tekanan tinggi Intrakranial dan
perawatan pasien tidak sadar merupakan penatalaksanaan di
ruang ICU
11. Pada pasien cedera kepala saya mengobservasi tanda-tanda
vital secara menyeluruh, meliputi tekanan darah, nadi, serta
frekuensi napas dan suhu
12. Yang saya tahu, cedera kepala merupakan masalah serius yang
dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup manusia
dikarenakan kecacatan
13. Menurut pendapat saya, perawat sangat berperan dalam
penatalaksanaan cedera kepala karena perawat secara intensif
selama 24 jam mengawasi kondisi pasien
14. Cedera kepala berdasarkan mekanismenya terdiri atas cedera
kepala tumpul dan ringan
15. Menurut saya, penatalaksanaan cedera kepala rumit
16.
Saya yakin bahwa tugas saya sebagai perawat membuat
saya dapat menolong penderita cedera kepala melalui
penatalaksanaan cedera kepala
17. Saya merasa jenuh dengan penatalaksanaan cedera kepala
18.
Saya merasa penatalaksanaan cedera kepala sebagai rutinitas
saja
19. Saya senang dapat membantu pasien cedera kepala, sebagai
bagian dari tanggung jawab saya sebagai perawat
20. Saya merasa lelah pada penatalaksanaan pasien cedera
kepala
21. Saya berempati pada pasien cedera kepala
22. Saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban saya sebagai
perawat dalam penatalaksanaan pasien cedera kepala
23. Saya berkolaborasi dengan dokter dalam penatalaksanaan
pasien cedera kepala
24. Saya melakukan tindakan dalam penatalaksanaan cedera
kepala berdasarkan apa yang saya ketahui saja
25. Saya melakukan tindakan dalam penatalaksanaan pasien
cedera kepala sesuai dengan profesi saya sebagai perawat
191 Bab 8 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Keperawatan
No. Pernyataan SS S TS STS
26.
Saya melakukan tindakan apabila ada instruksi dari dokter
saja
27. Saya melakukan tindakan apabila kondisi pasien cedera
kepala menunjukkan GCS kategori berat
28. Saya melakukan tindakan dalam penatalaksanaan cedera
kepala tidak berdasarkan protap yang berlaku di rumah sakit
29. Saya melakukan tindakan penatalaksanaan cedera kepala
sudah berdasarkan pada prosedur tetap (protap) yang berlaku
di rumah sakit
30. Saya menyadari bahwa saya adalah bagian dari tim dalam
penatalaksanaan pasien cedera kepala
Kuesioner Penelitian Sikap Remaja Mengenai Perubahan Body Image
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di MTS Sukaresmi
Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung kepada 20 responden pada tahun
2007 yang terdiri atas 16 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel
(hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan
reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten.
Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci
adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
1. Saya merasa bahwa saya seorang yang berharga, setidaknya
sejajar dengan yang lainnya saat menstruasi pertama
2. Saya merasa puas dengan penampilan saya saat menstruasi
pertama
3. Saya senang dengan keadaan saya apa adanya saat menstruasi
pertama
4. Saya merasa malu ketika menstruasi pertama datang
5. Saat menstruasi pertama, saya merasa takut diejek teman
6. Saat menstruasi pertama, saya merasa cemas dan takut
tembus di celana bagian bawah
7. Saya menangis saat menstruasi pertama datang
8. Ketika saya mendapat menstruasi pertama, saya merasa telah
dewasa
9. Saat menstruasi pertama, saya merasa ada bagian tubuh saya
yang membesar
10. Saat menstruasi pertama saya dapat melakukan aktivitas
seperti biasa
11. Ketika saya mendapat menstruasi pertama, saya merasa tidak
mau bermain dengan teman-teman
12. Saya mempunyai tubuh yang sehat ketika menstruasi
pertama
192 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan Responden SS S TS STS
13. Saat saya mendapat menstruasi pertama, saya merasa lebih
semangat mengerjakan sesuatu
14. Pada saat saya mendapat menstruasi pertama, saya merasa
tubuh saya menjadi ideal
15. Saya merasa khawatir dengan penampilan saya saat
menstruasi
16. Saya merasa minder dengan penampilan saya saat
menstruasi
Kuesioner Penelitian Sikap Remaja Mengenai Perilaku Seks
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMUN 4 Kota
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri atas 20 pernyataan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner. Pernyataan-pernyataan
yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Kesukaan remaja dengan lawan jenis merupakan hal yang
wajar
2. Bila seorang remaja melakukan cium kening terhadap lawan
jenis dianggap wajar
3. Bila seorang remaja melakukan cium pipi terhadap lawan jenis
dianggap wajar
4. Bila seorang remaja melakukan cium bibir terhadap lawan
jenis dianggap wajar
5. Aborsi pada remaja dapat membahayakan kesehatan remaja
6. Perilaku seks yang menyimpang dapat menularkan penyakit
seksual
7. Pergaulan bebas pada remaja dapat menimbulkan kehamilan
di luar nikah
8. Penyakit seksual hanya terjadi bila sering berganti-ganti
pasangan
9. Remaja bila melakukan hubungan seksual hanya sekali tidak
akan terjadi kehamilan
10. Olahraga bagi remaja adalah salah satu kegiatan menghindari
perilaku seksual
11. Hubungan seksual pada remaja dapat terjadi bila remaja laki-
laki yang menginginkannya
12. Hubungan seksula pada remaja tidak apa-apa jika saling
mencintai
14. Untuk membuktikan rasa cinta remaja melakukan hubungan
seksual
15. Perpegangan tangan dengan lawan jenis pada remaja masih
dianggap wajar
193 Bab 8 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Ilmu Keperawatan
No. Pernyataan SS S TS STS
16 Remaja yang paling dirugikan bila melakukan hubungan
seksual adalah remaja perempuan
17 Kehamilan di luar nikah pada remaja memalukan nama
keluarga
18 Pihak sekolah memberikan peraturan yang tegas bila ada
siswa yang melakukan hubungan seksual
19 Pendidikan seks diberikan mulai dari masa anak-anak
20 Berhubungan seksual dibolehkan asal jangan di lingkungan
sekolah
Kuesioner Penelitian Sikap Remaja Mengenai Pernikahan Dini
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Gembor
Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang kepada 20 responden pada tahun 2008
yang terdiri atas 15 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil
uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas,
selanjutnya penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap
kuesioner. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut adalah
sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Dengan menikah di usia muda saya dapat merasa lebih
dewasa
2. Saya akan tetap menikah di usia muda apa pun risikonya
3. Pernikahan di usia muda dapat mempercepat keturunan
4. Saya menikah di usia muda karena hamil diluar nikah
5. Pernikahan dini di daerah saya merupakan suatu keharusan
6. Saya akan menikah sesuai peraturan yang berlaku
7. Pernikahan dini dianggap sebagai pernikahan sesaat
8. Saya ingin menikah di usia muda agar tidak menjadi perawan
tua
9. Pernikahan di usia muda merupakan tren atau gaya masa kini
10. Saya akan menikah apabila adanya kesiapan jasmani dan
rohani
11. Dengan menikah di usia muda, seseorang belajar untuk
bertanggung jawab
12. Saya menikah di usia muda agar ada yang menunjang hidup
saya
13. Saya akan menikah muda karena orang tua memaksa saya
14. Saya akan tetap menikah di usia muda walaupun orang tua
melarang saya
15. Menikah di usia muda itu asyik
194 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Kuesioner Penelitian Sikap Remaja Mengenai Narkoba
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di SMU Pasundan 1
Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2008 yang terdiri atas 10 pernyataan di
mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran).
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan
tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut. Pernyataan-
pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah
sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1.
Bila mencoba narkoba sekali saja, tidak akan menimbulkan
ketagihan
2.
Ngedrug akan membantu melupakan dan menghilangkan
masalah
3.
Dengan obat-obatan dapat mengatasi permasalahan yang
sedang dihadapi
4.
Narkoba membuat seseorang menjadi percaya diri dan siap
menghadapi tantangan
5.
Remaja gaul adalah remaja yang selalu mengikuti tren dan
fashion agar menjadi populer
6.
Orang tua/wali anak di bawah umur yang menggunakan
narkotika, dihukum pidana 6 bulan atau denda satu juta rupiah
jika tidak melaporkan anaknya kepada pihak yang berwajib
7.
Bila putus cinta, maka narkotika menjadi solusi terbaik untuk
melupakan pasangan
8. Remaja harus memperoleh kebebasan emosional dari orang tua
9.
Pemakaian narkotika diperbolehkan sesuai dosis karena dapat
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri
10.
Pemberian informasi dan pengetahuan tentang narkoba dapat
menghindari dari penyalahgunaan narkoba
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Buatlah kuesioner penelitian sikap perawat mengenai hospitalisasi anak!
2. Buatlah kuesioner penelitian sikap perawat mengenai penatalaksanaan
cedera kepala!
3. Buatlah kuesioner penelitian sikap remaja mengenai perubahan body
image!
4. Buatlah kuesioner penelitian sikap remaja mengenai perilaku seks!
5. Buatlah kuesioner penelitian sikap remaja mengenai pernikahan dini!
KAPITA SELEKTA KUESIONER
SIKAP LINGKUP PENELITIAN
KEBIDANAN
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa mampu membuat
kuesioner sikap lingkup penelitian kebidanan dengan baik dan benar.
Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mengikuti pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat membuat:
1. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai ruam popok;
2. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi tetanus toksoid;
3. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai pemberian tablet FE;
4. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai persiapan persalinan;
5. kuesioner penelitian sikap ibu mengenai perawatan tali pusat pada bayi
baru lahir;
6. kuesioner penelitian sikap bidan mengenai pembuatan partograf.
Bab 9
196 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
PENELITIAN SIKAP DALAM ILMU KEBIDANAN
Defnisi bidan menurut International Confederation of Midwives (ICM) yang
dianut dan diadopsi oleh seluruh organisasi bidan di seluruh dunia, dan diakui
oleh World Health Organization (WHO) dan Federation of International
Gynecologist Obstetrition (FIGO). Defnisi tersebut secara berkala ditinjau
dalam pertemuan internasional/kongres ICM. Defnisi terakhir disusun melalui
konggres ICM ke 27, pada bulan Juli 2005 di Brisbane, Australia ditetapkan:
Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang
diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi
kualifkasi untuk didafar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi)
untuk melakukan praktik bidan.
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan bahwa bidan Indonesia adalah
seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah
dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia, serta memiliki
kompetensi dan kualifkasi untuk diregister, sertifkasi, dan atau secara sah
mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.
Bidan diakui sebagai tenaga profesional yang bertanggung jawab dan
akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan,
asuhan dan nasihat selama masa hamil, masa persalinan, dan masa nifas, serta
memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan
kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan,
promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses
bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan
kegawat-daruratan.
Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan
kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan
masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan
menjadi orang tua, serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan
seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak. Bidan dapat praktik di
berbagai tatanan pelayanan, termasuk di rumah, masyarakat, rumah sakit,
klinik, atau unit kesehatan lainnya. Berdasarkan hal tersebut penelitian sikap
dalam lingkup ilmu kebidanan merupakan esensi dalam menciptakan hubungan
seorang Bidan dengan pasien dalam hal ini seorang ibu.
197 Bab 9 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Kebidanan
KAPITA SELEKTA KUESIONER SIKAP LINGKUP PENELITIAN
KEBIDANAN
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu mengenai Ruam Popok
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Rumah Sakit
Rajawali Kota Bandung kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas
20 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Ruam popok merupakan penyakit yang mengganggu status
kesehatan bayi
2. Jika kulit bayi terlihat kemerahan dan terdapat gelembung-
gelembung kecil berisi cairan jernih. Hal ini menandakan bayi
terkena ruam popok
3. Tidak perlu hawatir dengan penyakit ruam popok pada bayi, karena
penyakit ini tidak berbahaya bagi bayi
4. Lecet-lecet pada kulit bayi di daerah sekitar popok merupakan hal
yang biasa dan akan sembuh sendiri sehingga tidak perlu dirawat
secara khusus
5. Penyebab ruam popok pada bayi, apabila ibu tidak segera menganti
popok bila bayi BAB / BAK
6. Jika bayi ibu menggunakan popok sekali pakai, maka penggantian
popok harus berdasarkan daya tampungnya
7. Untuk menjadikan popok yang baik untuk bayi sebaiknya ibu
menggunakan kain tebal yang menyerap keringat
8. Untuk membersihkan daerah sekitar anus, pantat, di pantat paha dan
perut bagian bawah bila bayi BAB/BAK sebaiknya ibu menggunakan
kapas yang telah dibasahi air hangat, kemudian dikeringkan dan
tidak digosok-gosok
9. Salah satu cara mencegah terjadinya ruam popok pada bayi adalah
dengan cara menganti popok sesering mungkin setiap kali popok
basah
10. Kain yang baik untuk dijadikan popok adalah kain yang lembut dan
dapat menyerap keringat
11. Dalam mencuci popok, ibu sebaiknya tidak memakai diterjen atau
sabun dan gunakan zat yang lain
12. Ibu menaburkan bedak pada kulit bayi, sebaiknya setelah kulit bayi
dikeringkan terlebih dahulu
13. Untuk mengatasi ruam popok pada bayi, maka ibu sebaiknya segera
membersihkan BAB/BAK dari permukaan kulit bayi dan daerah
sekitar ruam popok agar tetap kering
14. Untuk mencengah kulit tidak terkena gesekan, ibu sebaiknya
memakaikan popok pada bayi dengan ketat
198 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan SS S TS STS
15 Ibu dapat mendapat merawat kulit bayi dengan baik, yaitu dengan
cara memandikan secara teratur setiap hari
16 Agar kulit bayi tidak lecet-lecet, maka ibu sebaiknya menaburkan
bedak sebanyak mungkin pada kulit bayi
17 Bila kulit bayi membasah, maka kompreslah selama kurang lebih
setengah sampai 1 jam dalam waktu 23 kali sehari sampai kulit bayi
kering
18 Popok yang hanya sekali pakai, diganti apabila popok kelihatan
sudah menggelembung
19 Pemakaian krim merupakan cara yang paling baik untuk melindungi
kulit bayi agar tidak terjadi ruam popok
20 Sabun, shampo, bedak, dan baby oil merupakan kosmetik bayi yang
dapat menimbulkan iritasi pada kulit bayi, maka ibu harus hati-hati
dalam memilihnya bahan tersebut
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu mengenai Imunisasi Tetanus Toksoid
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di BPS Bidan H.
Kota Cimahi kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 25 item
pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada
dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Imunisasi Tetanus Toksoid dibutuhkan bagi ibu hamil
2.
Imunisasi Tetanus Toksoid boleh diberikan kepada ibu yang tidak
hamil
3 Imunisasi TT bermanfaat untuk mencegah kejang pada bayi baru lahir
4. Imunisasi TT tidak bisa mencegah bayi setelah lahir kejang
5.
Ibu hamil mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali pada usia kehamilan
4 bulan
6. Ibu hamil mendapat imunisasi TT cukup 1 kali selama hamil
7. Imunisasi TT mulai diberikan pada usia kehamilan 1 bulan
8. Imunisasi TT diberikan pada saat ibu menjelang melahirkan
9.
Selain ibu hamil imunisasi TT juga diberikan pada wanita usia subur
(WUS) dan calon pengantin wanita
10. Yang mendapat imunisasi TT hanya wanita usia subur (WUS)
11.
Pemberian imunisasi TT kepada ibu hamil dilakukan oleh tenaga
kesehatan
12.
Imunisasi TT diberikan kepada ibu hamil jika ibu hamil ingin melahirkan
di paraji
13. Jika ibu hamil dalam keadaan demam jangan diberikan imunisasi TT
199 Bab 9 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Kebidanan
No. Pernyataan SS S TS STS
14. Imunisasi TT melindungi ibu dari penyakit menular
15.
Setiap ibu hamil wajid mendapatkan imunisasi TT selama
kehamilannya
16. Paraji diperbolehkan memberikan imunisasi TT
17. Seorang bidan yang memberikan imuniasi TT
18. Seorang dokter kandungan memberikan imunisasi TT
19. Seorang perawat tidak diperboleh memberikan imunisasi TT
20. Imunisasi TT dapat diperoleh di posyandu terdekat
21.
Imunisasi TT dapat diberikan oleh petugas kesehatan dengan
mendatangi ke rumah ibu hamil
22. Bila ibu hamil gizinya sudah baik tidak mendapat imunisasi TT
23.
Bila kandungan ibu tidak ada kelainan, ibu tidak mendapat imunisasi
TT
24.
Bila ibu baru pertama kali hamil sebaiknya periksa kehamilan ke
petugas kesehatan
25.
Ibu hamil yang harus mendapat imunisasi TT, jika hamil yang kedua
kalinya
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu mengenai Pemberian Tablet FE
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Cisalak
Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur kepada 20 responden pada tahun
2009 yang terdiri atas 20 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel
(hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan
reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji
konten terhadap kuesioner tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada
kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Minum obat penambah darah dengan air putih
2. Minum obat tambah darah dengan air teh
3. Minum obat tambah darah dengan air jeruk
4. Pada saat hamil mengkonsumsi ikan telur, daging, kacang-
kacangan, dan sayuran berwarna hijau
5. Obat tambah darah mengurangi terjadinya anemia pada Ibu
hamil
6. Petugas kesehatan memberikan tablet penambah darah dan
vitamin kepada ibu hamil
7. Efek samping dari tablet penambah darah akan berkurang jika
diminum setelah makan
8. Apabila dengan meminum obat zat besi ada efek samping mual
maka obat diminum lagi
9. Tablet tambah darah di minum 1 kali sehari
10. Tablet tambah darah di minum 2 kali sehari
200 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan SS S TS STS
11. Tablet tambah darah di minum pada malam hari
12. Tablet tambah darah diminum setiap hari
13. Minum tablet penambah darah mengakibatkan bayi lahir besar
14. Setelah meminum tablet penambah darah, ibu mengalami mual
dan muntah
15. Apabila ibu pusing sampai pingsan itu berarti ibu kurang darah
(anemia)
16. Apabila Ibu merasa pucat dan lesu, Ibu memeriksakan diri ke
petugas kesehatan
17. Setelah minum obat penambah darah Ibu mengalami susah
buang air besar
18. Obat penambah darah di minum saat bangun tidur
19. Obat penambah darah di minum bila ibu merasa pusing dan
lemas
20. Kejadian anemia pada ibu hamil disebabkan ibu tidak teratur
minum obat penambah darah yang diberikan oleh bidan atau
petugas kesehatan
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu mengenai Persiapan Persalinan
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Bidan Y, Cimahi
kepada 20 responden pada tahun 2010 yang terdiri atas 18 pernyataan di mana
hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner ada dalam lampiran). Setelah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya penulis melakukan tinjauan
uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner tersebut. Pernyataan-pernyataan
yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Pemeriksaan kehamilan dilakukan untuk mengetahui kondisi
kesehatan ibu dan janin
2. Pemeriksaan kehamilan dilakukan di tenaga kesehatan
3. Pemeriksaan kehamilan membuat ibu tahu apa yang harus disiapkan
menjelang persalinan
4. Memantau kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang bayi merupakan salah satu tujuan pemeriksaan kehamilan
5. Donor darah merupakan salah satu yang harus disiapkan untuk
persiapan persalinan
6. Pengambil keputusan harus direncanakan sejak awal kehamilan
7. Pertolongan persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan
8. Paraji merupakan salah satu tenaga kesehatan untuk menolong
persalinan
9. Jika terjadi kegawatdaruratan ibu harus segera datang ke tempat
pelayanan kesehatan
10. Melakukan pemeriksaan kehamilan di paraji sangat aman dilakukan
201 Bab 9 l Kapita Selekta Kuesioner Sikap Lingkup Penelitian Kebidanan
No. Pernyataan SS S TS STS
11. Biaya persalinan dapat diperoleh dari tabulin
12. Melakukan persiapan persalinan sejak awal kehamilan sangat penting
dilakukan untuk menghindari keterlambatan
13. Melakukan pemeriksaan golongan darah sejak awal kehamilan
merupakan hal yang tidak perlu
14. Dana untuk persalinan disiapkan sejak masa kehamilan
15. Pendonor darah dapat diperoleh dari keluarga atau masyarakat yang
mempunyai golongan darah sama dengan ibu hamil atau melalui
pelayanan kesehatan Palang Merah Indonesia
16. Transportasi sangat diperlukan untuk merujuk ke tempat pelayanan
kesehatan apabila terjadi kegawatdaruratan saat persalinan
17. Siapa yang menjadi penolong persalinan harus direncanakan sejak
awal kehamilan
18. Pendamping saat persalinan perlu direncanakan sejak awal
kehamilan
Kuesioner Penelitian Sikap Ibu mengenai Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Puskesmas Lembang
Kabupaten Bandung Barat kepada 20 responden pada tahun 2011 yang terdiri
atas 20 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan uji statistik dan uji konten terhadap kuesioner
tersebut. Pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara
terperinci adalah sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Tali pusat dibungkus atau dioleskan bahan dan ramuan
2. Menutup luka tali pusat dengan kasa steril dan kering
3. Membersihkan tali pusat cukup menggunakan air dan sabun
4. Membersihkan tali pusat di oleskan dengan menggunakan alkohol
70%
5. Tali pusat sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya
6. Bila tali pusat bayi bernanah gunakan alkohol 70%
7. Tali pusat yang dibersihkan dengan alkohol akan lebih cepat puput
daripada menggunakan sabun dan air
8. Tali pusat sebaiknya ditutup oleh kapas alkohol
9. Gunakan koin untuk menutupi tali pusat agar pusat tidak bodong
10. Tali pusat bisa terinfeksi akibat perawatan tali pusat yang salah
11. Gunakan kunyit agar tali pusat cepat kering
12. Tali pusat yang basah dan tidak kering merupakan tali pusat yang
sehat
13. Melipat popok di bawah tali pusat merupakan hal yang salah
14. Membersihkan tali pusat dengan air garam merupakan hal yang
benar dalam perawatan tali pusat
15. Gunakan betadin agar tali pusat cepat kering
202 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
No. Pernyataan SS S TS STS
16. Menggunakan gurita dalam melakukan perawatan tali pusat adalah
hal yang benar
17. Menggunakan gurita bermanfaat agar pusat bayi tidak bodong
18. Selain menggunakan kasa, gurita juga bermanfaat untuk merawat
tali pusat
19. Gunakan gurita setiap hari agar perut bayi tidak buncit
20. Jika bayi tidak menggunakan gurita bisa menyebabkan perut bayi
buncit dan pusat bodong
Kuesioner Penelitian Sikap Bidan mengenai Pembuatan Partograf
Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Wilayah Kerja
Puskesmas Cimahi Selatan kepada 20 responden pada tahun 2009 yang terdiri
atas 10 pernyataan di mana hasil semuanya valid dan reliabel (hasil uji kuesioner
ada dalam lampiran). Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, selanjutnya
penulis melakukan tinjauan dengan uji statistik dan uji konten. Pernyataan-
pernyataan yang terdapat pada kuesioner tersebut secara terperinci adalah
sebagai berikut.
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Bidan praktik swasta menggunakan partograf
2. Partograf digunakan jika kondisi ibu bersalinan sangat kritis
3. Penggunaan partogram dapat melihat perkembangan proses
persalinan
4. Perkembangan persalinan bisa dilihat dengan partograf
5. Partograf membantu tugas dari bidan
6. Partograf sebagai laporan ke IBI
7. Partograf digunakan pada setiap persalinan
8. Dokter kandungan yang wajib menggunakan partograf
9. Jika bidan tidak menggunakan partograf sebaiknya IBI memberikan
sangsi
10. Partograf belum layak digunakan pada setiap persalinan
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai ruam popok!
2. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai imunisasi tetanus
toksoid!
3. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai pemberian tablet FE!
4. Buatlah kuesioner penelitian sikap ibu mengenai persiapan persalinan!
5. Buatlah kuesioner penelitian sikap bidan mengenai pembuatan
partograf!
CARA MEMBACA HASIL
UJI VALIDITAS DAN
RELIABILITAS KUESIONER
Lampiran
Perlu diketahui bahwa uji validitas dan reliabiltas ada dua cara yaitu: pertama
untuk pertanyaan diskontinum seperti pengetahuan menggunakan uji koefsien
korelasi biserial dan kedua untuk pertanyaan skala Linkert seperti sikap
menggunakan uji korelasi pearson product moment, sedangkan uji reliabilitas
dengan uji Alpha.
KETENTUAN:
1. Uji koefsien korelasi biserial (Pengetahuan)
Uji validitas:
Pertanyaan kuesioner dikatakan valid jika r hitung (bisa dilihat pada
kolom Point Biser) r tabel (nilai r tabel tergantung dari jumlah
responden yang digunakan untuk uji kuesioner), r tabel dapat dilihat
pada tabel Product Moment, misalnya jika jumlah respondennya 15
maka r tabel=0,514, jika jumlah respondennya 20, maka r tabel = 0,444
dan seterusnya.
Uji reliabilitas:
Pertanyaan-pertanyaan yang sudah valid harus dilihat reliabilitasnya,
dengan cara melihat nilai alpha yang ada pada hasil Scale Statistics.
Jika nilai alpha konstanta (0,6) maka pertanyaan-pertanyaan yang
sudah valid tersebut dikatakan reliabel.
L-2 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
2. Uji Korelasi pearson product moment (Sikap)
Uji validitas:
Pertanyaan kuesioner dikatakan valid jika r hitung (bisa dilihat pada kolom
Corrected Item-Total Correlation) r tabel (nilai r tabel tergantung dari
jumlah responden yang digunakan untuk uji kuesioner), r tabel dapat
dilihat pada tabel Product Moment, misalnya jika jumlah respondennya
15, maka r tabel = 0,514, jika jumlah respondennya 20, maka r tabel =
0,444 dan seterusnya.
Uji reliabilitas:
Pertanyaan-pertanyaan yang sudah valid harus dilihat reliabilitasnya,
dengan cara melihat nilai alpha yang ada pada hasil Cronbachs Alpha.
Jika nilai alpha konstanta (0,6) maka pertanyaan-pertanyaan yang sudah
valid tersebut dikatakan reliabel.
Daftar Pustaka
Abdillah. 2008. Waspada Kanker. Yogyakarta.???
Admin. 2005. Menstruasi dan Penanganan Dismenorea. Cermin Dunia
Kedokteran. No. 133/2005.
Adams, M. dan Motarjemi Y. 2004. Dasar-dasar Keamanan Makanan. Jakarta:
EGC.
Aditama. 2004. Terapi obat TBC Paru. Jakarta: EGC.
Alsagaf, H. dan Mukty A. 2008. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Surabaya:
Airlangga University Press.
Afandy. 2008. Pelatihan Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan. Edisi 3.
Jakarta: Jaringan Nasional Pelatihan Klinik.
Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Anwar, H.I. 2001. Makanan Bayi Bergizi. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Azwar, S.A. 2008. Sikap dan Pengukurannya. Jakarta: Binarupa Aksara.
Azwar, S. 2007. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Aziz. 2002. Sikap Manusia, Teori, dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Arianti, J dan Boesri, H.1998. Variabel Epidemilogi Penyakit Menular, Dalam
Majalah Kesehatan Masyarakat No.59. Jakarta: Depkes RI.
BKKBN. 2009. Partisipasi Pria dalam KB dan Kesehatan Reproduksi. Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Jakarta.
D-2 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
BKCK. 2003. Peningkatan Partisipasi Pria. Badan Kependudukan Catatan Sipil
dan Keluarga Berencana. Purwakarta.
Bobak, M.I. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Alih Bahasa: Maria
A. Wijayarni dan Peter I. Anugerah. Jakarta: EGC.
Breckler, S. J. 1984. Empirical Validation of Afect, Behavior, and Cognition
as Distinct Component of Attitude. Journal of Personality and Social
Psychology, Inggris.
Chin, J. 2006. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Jakarta: Infomedika.
Chandra. B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC. Aditama.???
Cunningham, F.G. 2005. Obstetric William. Edisi 21. Volume 1. Alih bahasa:
Andry Hartono, Y. Joko Suyono. Editor: Ruhiawati Hartono. Jakarta.
EGC.
Depkes, R.I. 2006. Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi di Indonesia. Jakarta:
Subdirektorat Imunisasi.
Depkes, R.I. 2006. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: Dirjen
Binkesmas dan PMD.
Depkes RI. 2009. Pedoman Pengendalian Penyakit ISPA untuk Penanggulangan
Pneumonia pada Balita. Jakarta: Dirjen Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan.
Dianawati, A. 2003. Pendidikan Seks untuk Remaja. Jakarta: Kawan Pustaka.
Dianawati, A. 2003. Pendidikan Seks untuk Remaja. Jakarta: Kawan Pustaka.
Davenport, T. dan De Long, D. 1999. Successful Knowledge Management
Projects. Te Knowledge Management Yearbook 19992000.
Evennet, K. 2003. Pap Smear apa Yang Anda Ketahui?. Jakarta: Arcan.
Farer, H. 1999. Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.
Friedman. 1998. Keperawatan Keluarga, Teori, dan Praktek. Jakarta: EGC.
Gafar. L. 1997. Pengantar Keperawatan Profesional. Jakarta: EGC.
Hindra. 2004. Demam Berdarah Dengue Perawatan di Rumah dan Rumah Sakit.
Jakarta: PuspaSwara.
Horison. 2001. Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: EGC.
Hudak & Gallo. 1996. Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik. Volume 2. Jakarta:
EGC.
Hartanto, Hanaf, (2002). Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Jakarta: Sinar
Harapan.
D-3 Daftar Pustaka
Hubertian. 2004. Konsep Penerapan ASI Ekslusif. Jakarta: EGC.
John Crofon, dkk. 2002. Tuberkulosis Klinis. Jakarta: WydiaMedika.
Jenny, SR. (2006). Perawatan Masa Nifas Ibu dan Bayi. Yogyakarta : Sahabat
Setia.
Kariasa, Made I. 2000. Asuhan Keperawatan Kritikal Pasien dengan Trauma
Cerebral. Jurnal Keperawatan Indonesia. Volume 3. No. 9. Jakarta: FIK-
UI.
Karsono, E. 2004. Mengenal Kecanduan Narkoba & Minuman Keras. Bandung:
Yrama Widya.
Kartasapoetra. 2005. Korelasi Gizi Kesehatan dan Produktivitas Kerja. Jakarta:
Bharatara Karya Aksara.
Kartono, K. 2006. Psikologi Wanita Mengenal Gadis Remaja danWanita Dewasa.
Jilid I. Bandung: MandarMaju.
Keliat, B. Anna. 1994. Gangguan Konsep Diri. Jakarta: EGC.
Keraf, A. Sonny. 2001. Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Kanisius.
Keraf, S.A. 2001. Ilmu Pengetahuan Sebuah Tinjauan Filosofs. Yogyakarta:
Kanisius.
Liewellyn, D. dan Jones. 2005. Dasar-Dasar Obstetri dan Ginekologi. Edisi VI.
Jakarta: Hipokrates.
Lukman. 2005. Memahami Kehidupan Remaja. Jakarta: Pandu Pustaka.
Markum. 1997. Imunisasi. Jakarta: FKUI.
Manuaba. 2001. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana
untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Markun. 1991. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta: Fakultas Kedokteran
UI.
Meliono, I., dkk. 2007. MPKT Modul 1. Jakarta: Lembaga Penerbitan FEUI.
Mulia. R. 2003. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Musbikin, I. 2005. Panduan bagi Ibu Hamil dan Melahirkan. Yogyakarta: Mitra
Pustaka.
Madan, Y. 2004. Sex Education for Children. Jakarta: Hikmat.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obsteri. Jilid I. Jakarta: EGC.
Markum, A.H. 1997. Imunisasi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
D-4 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Manuaba, I.B.G. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Remaja Wanita. Jakarta:
Arcan.
Narendre, M. 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Edisi 1. Ikatan Dokter
Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.
Nasution, M.S. 1987. Hal Ihwal Imunisasi dan Aplikasinya. Biofarma. Bandung.
Ngastiyah. 2003. Konsep Dasar Diare. Jakarta: EGC.
Ngastiyah. 2005. Perawatan pada Anak Sakit. Jakarta: EGC.
Purwanto, C. 2001. Mengenal & Mencegah Bahaya Narkotik. Bandung: CV.
Pionir Jaya.
Ranuh, I.G.N. 2001. Buku Imunisasi di Indonesia. Jakarta: Satgas Imunisasi IDA.
Rasmaliah. 2004. ISPA dan Penanggulangannya. http: //library.ucu.ac.id.
Roesli, U. 2005. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Riyanto, A. 2009. Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan. Nuha Medika;
Yogyakarta
Sumarno. 2000. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Program Pascasarjana
UNJ. Jakarta.
Sarwono. 2007. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafndo Persada.
Soetjiningsih, dkk. 2004. Buku Ajar:Tumbuh Kembang Remaja dan
Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
Stoppard. 2005. Perawatan Bayi dan Anak. Jakarta: Gaya Favorit Press.
Sastrawinata. 2005.Obstetri Patologi. Bandung: Elster Ofset.
Soedarto. 1990. Penyakit-penyakit Infeksi di Indonesia, Jakarta: Widya Medika.
Saifuddin, A.B. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: JNPKKR-POGI bekerja sama dengan Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawihardjo.
Shelov, Steven P. 2005. Panduan Lengkap Perawatan untuk Bayi dan Balita.
Jakarta: Arcan.
Salbiah. 2003. Konsep Diri. Program Studi Ilmu Keperawatan. Medan: Fakultas
Kedokteran USU.
Supartini, Y. 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.
Supariasa, I.D.N., Bakri B., dan Fajar I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta:
EGC.
Soetjningsih. 1997. ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC.
Surasmi, Astrining. 2003. Perawatan Bayi Resiko Tinggi. Jakarta: EGC.
D-5 Daftar Pustaka
Sugito, 2000. Perawatan Eksim Popok pada Balita Sehat di Milenium III. Jakarta:
FKUI.
Supartini, 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.
Sunjanatiputra. 2007. Vasektomi. Jakarta: Yayasan Bunga Rampai.
Suriadi, Yuliani Rita. 2006. Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta:Percetakan
Penebar Swadaya.
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya.
Robbins, Stephen P. 2007. Perilaku Organisasi. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Utami, R. 2000. Seri I Mengenai ASI Ekslusif. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Varney, Hellen. 2008. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Wirakusumah, 2004. Perencanaan Menu Anemia Gizi Besi. Jakarta: Pustaka
Pembangunan Swadaya Nusantara.
Widodo. 2000. Pedoman Perawatan Kesehatan Ibu dan Janin selama Hamil.
Bandung: Pioner Jaya.
Wiknjosastro, H. 2005. Ilmu Kebidanan. Edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.
Wisnu. 2006. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Widoyono. 2008. Penyakit Tropis, Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
Wong. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Yoannes, Y. Laban. 2008. TBC. Yogyakarta: Kanisius.
Yupi, S. 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak.Jakarta: EGC.
D-6 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap
Indeks
I-2 Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap