Anda di halaman 1dari 7

Vaksin BCG Pada Bayi dan Kontraindikasinya

March 12, 2013 By nursewian 1 Comment


BCG (Bacillus Calmete Guerin) adalah salah satu dari berbagai jenis vaksin yang terdapat dalam
program pemerintah. Vaksin BCG adalah vaksin berbentuk beku kering yang mengandung
mycobacterium bovis hidup yang sudah dilemahkan.
Vaksin BCG diberikan untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosa atau untuk mencegah
penyakit TBC. Vaksin BCG dianjurkan agar diberikan kepada bayi saat berusia 1-3 bulan, apabila
diberikan pada anak usia diatas 3 bulan maka dianjurkan untuk uji sensitivitas terhadap mikobakteria,
atau uji tuberculin dulu (mantoux test). Apabila hasilnya positif terinfeksi sebelum imunisasi, maka
pembentukan antibody setelah diimunisasi kurang maksimal.
Bayi yang baru lahir tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit TBC, untuk itulah sangat penting
bagi para ibu agar memberikan imunisasi BCG pada bayinya. Imunisasi BCG cukup dilakukan satu
kali saja. Karena imunisasi ini berisi kuman hidup yang membuat antibodi yang dihasilkan cukup
tinggi. Keberhasilan imunisasi ini biasanya ditandai dengan munculnya bisul kecil dan bernanah di
daerah bekas suntikan dan akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut.

Kemasan vaksin BCG
Kemasan ampul, beku kering, 1 box berisi 10 ampul vaksin.
Setiap ampul vaksin dilarutkan dengan 4 ml NaCl 0,9% sama dengan 80 dosis, namun
efektivitas dilapangan 2-3 dosis.
Dosis dan cara pemberian vaksin BCG
Sebelum disuntikan vaksin BCG dilarutkan terlebih dahulu dengan 4 ml NaCl 0,9%, dengan
menggunakan alat suntik steril.
Dosis pemberiannya yaitu 0,05 ml, sebanyak satu kali untuk bayi usia 1 tahun
Disuntikan secara intracutan didaerah lengan kanan atas (insertion musculus deltoideus),
dengan menggunakan alat suntik dosis tunggal yang steril. Ukuran jarum suntiknya no. 26 G.
Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 3 jam.
Kontraindikasi
Tidak diberikan pada mereka yang sedang menderiat penyakit TBC
Adanya penyakit berat dan menahun seperti eksim, furunkulosis.
Efek samping
Imunisasi BCG tidak menyebabkan reaksi yang bersifat umum seperti demam 1-2 minggu, kemudian
akan timbul indurasi dan kemerahan ditempat suntukan yang akan berubah menjadi pustule,
kemudian pecah dan menjadi ulkus (bisul kecil yang bernanah dan menimbulkan luka parut). Luka ini
tidak perlu pengobatan karena akan sembuh dengan sendirinya.























Bacillus Calmette-Gurin
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Gambar mikroskopik dari baksil Calmette-Gurin. Ziehl-Neelsen stain. Pembesaran:1.000x
Bacille Calmette-Gurin (BCG) adalah vaksin untuk tuberkulosis yang dibuat dari baksil
tuberkulosis (Mycobacterium bovis) yang dilemahkan dengan dikulturkan di medium buatan
selama bertahun-tahun. Vaksin BCG 80% efektif dapat mencegah selama 15 tahun, tetapi
efeknya bervariasi tergantung kepada kondisi geografis.
Dokter Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin, berhasil menemukan
vaksin untuk mencegah penyakit TBC, yang dinamakan vaksin Bacillus Calmette
Guerin atau BCG.
[1]
Penelitian mereka untuk menemukan vaksin ini telah dimulai sejak
tahun 1906, ketika Guerin menemukan bahwa ketahanan terhadap penyakit TBC berkaitan
dengan adanya virus tubercle bacili yang hidup di dalam darah.
[1]

Pada 1921, mereka berhasil mengembangkan jenis basil yang tidak brbahaya bagi manusia,
setelah ditemukan vaksin ini mereka ujicobakan kepada bayi-bayi di Paris.
[1]
Namun, pada 1930,
program vaksinasi BCG sempat menimbulkan bencana dengan meninggalnya sejumlah bayi
di Jerman akibat TBC, justru setelah mereka divaksin.
[1]

Pada 1950, University Illinois di Amerika Serikat mendapat lisensi untuk memproduksi vaksin ini
dan menjualnya di AS. Namun, karena masih kuatnya penentangan masyarakat AS, vaksin ini
tidak digunakan secara rutin.
[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]
1. ^
a

b

c

d

e
Susilo, Taufik Afdi. Ensiklopedi Pengetahuan Dunia Abad 20. Javalitera. Yogyakarta
2010. Halaman 24








Written on AT by KESEHATAN ANAK
Imunisasi BCG
Filed under KESEHATAN ANAK - IMUNISASI{NO COMMENTS}
Pengertian imunisasi BCG
Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit TB( tuberculosis). BCG
singkatan dari BBacille Calmette-Guerin. 3 tahun sehingga didapatkan basil yang
tidak virulen tetapi masih mempunyai imunogenitas(dapat merangsang timbulnya
kekebalan tubuh).
Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycbacterium bovis yang dibiak
berulang selama 1-Penyakit TB adalah penyakit yang disebabkan kuman
Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. Tuberkulosis paling sering
mengenai paru-paru tetapi dapat juga mengenai organ organ lainnya seperti
selaput otak, tulang, kelenjar getah bening dan organ lain. Tuberculosis dapat
diobati dengan obat anti tuberkulosis(OAT) yang diminum selama minimal 6 bulan.
OAT ini tersedia gratis loh dipuskesmas se Indonesia. Walau OAT ini tersedia gratis,
Indonesia masih merupakan salah satu negara dengan penderita TB terbanyak di
dunia.
Manfaat imunisasi BCG
Imunisasi BCG tidak mencegah infeksi tuberculosis tetapi mengurangi risiko
terjadinya tuberkulosis berat seperti meningitis TB (penyakit radang selaput otak
oleh kuman TB). Efektivitas imunisasi BCG bervariasi antara 0% 80%. Hal ini
berhubungan dengan beberapa faktor yaitu mutu vaksin yang dipakai dan kondisi
anak itu sendiri seperti umur, keadaan gizi dan lain lain. Efek proteksi akan timbul
setelah 8-12 minggu setelah penyuntikan.
Cara imunisasi BCG
Imunisasi BCG adalah imunisasi yang
paling menyakitkan bagi anak karena cara penyuntikan vaksinnya yang harus
intradermal (vaksin harus disuntikkan hanya ke dalam lapisan kulit saja, tidak boleh
terlalu dalam hingga menembus lapisan kulit). Karena disuntikan kedalam lapisan
kulit yang penuh dengan reseptor syaraf maka suntikkannya lebih sakit dibanding
imunisasi lainnya.Imunisasi BCG biasanya disuntikkan didaerah lengan kanan atas.
Vaksin BCG diberikan secara intradermal 0,1 mL untuk anak dan 0,05 untuk bayi
baru lahir.
Bekas imunisasi BCG
Imunisasi BCG biasanya akan menimbulkan bekas berupa jaringan parut bulat
berdiameter 4-8 mm akibat proses penyembuhan luka/borok yang timbul setelah 3-
6 minggu setelah penyuntikan. Borok akan sembuh sendiri dalam 2-3 bulan, tidak
perlu terapi apapun. Perlu diingat, imunisasi BCG yang tidak menimbulkan
borok/bekas tidak berarti imunisasinya gagal.

Jadwal imunisasi BCG
Imunisasi BCG diberikan untuk semua bayi. Pemberiannya dijadwalkan sebelum bayi
usia 3 bulan. Bila diberikan pada bayi usia lebih dari 3 bulan maka si bayi harus
dilakukan tes mantoux terlebih dahulu.
Cara penyimpanan vaksin BCG
Vaksin BCG tidak boleh terkena sinar matahari, harus disimpan pada suhu 2-8
o
C,
tidak boleh beku. Vaksin yang telah diencerkan harus dipergunakan dalam waktu 8
jam.
Anak yang tidak boleh di imunisasi BCG
Bila hasil tes mantoux > 5 mm
Menderita infeksi HIV
Sedang meminum obat imunosupresi atau sedang mendapat radioterapi
Menderita penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem
limfe
Menderita gizi buruk
Menderita demam tinggi.
Referensi : Pedoman imunisasi di Indonesia.IDAI.2008