Anda di halaman 1dari 16

1

Ibu Omas yang Berumur 14 Tahun


dengan Keluhan Nyeri Perut dan Tidak
Haid Selama 2 Bulan



Yulius Adipratama Ciputra
102010089
Kelompok C1
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jakarta Barat
5 Juni 2013
Jl. Kepu TImur no 173
nebukadnezar@hotmail.co.id
2

Pendahuluan
1
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai
fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau
implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan
berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender
internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana terimester kesatu berlangsung
dalam 12 minggu, trismester kedua 15 minggu ( minggu ke-13 hingga ke-27) dan trimester
ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40).
Untuk melakukan asuhan antenatal yang baik, diperlukan pengetahuan dan
kemampuan untuk mengenali perubahan fisiologik yang terkait dengan proses kehamilan.
Perubahant ersebut mencakup perubahan produksi dan pengaruh hormonal serta perubahan
anatomik dan fisiologik selama kehamilan. Pengenalan dan pehaman tentang perubahan
fisiologik tersebut menjadi modal dasar dalam mengenali kondisi patologik yang dapat
menganggu status kesehatan ibu ataupun bayi yang dikandungnya. Dengna kemampuan
tersebut, penolong atau petugas kesehatan dapat mengambil tindakan yang tepat dan perlu
untuk memperoleh luaran yang optimal dari kehamilan dan persalinan.
Anamnesis
Data Umum Pribadi
Nama
Usia
Alamat
Pekerjaan Ibu/Suami
Lamanya menikah
Kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan
Keluhan Saat ini
Jenis dan sifat gangguan yang dirasakan ibu
LAmanya mengalami gangguan tersebut
Riwayat HaidHAri pertama Haid terakhir (HPHT)
Usia kehamilan dan taksiran persalinan ( Rumus Naegele : tanggal HPHT
ditambah 7 dan bulan dikurangi 3)
Riwayat Kehamilan dan persalinan
3

Asuhan Antenatal, persalinan, dan nifas kehamilan sebelumnya
Cara persalinan
Jumlah dan jenis kelamin anak hidup
Berat badan lahir
Cara pemberian asupan bagi bayi yang dilahirkan
Informasi dan saat persalinan atau keguguran terakhir
Riwayat kehamilan saat ini
identifikasi kehamilan
Identifikasi penyulit
Penyakit lain yang diderita
Gerakan bayi dalam kandungan
Riwayat penyakit dalam Keluarga
Diabetes Mellitus, Hipertensi atau hamil Kembar
Kelainan bawaan
RIwayat penyakit Ibu
Penyakit yang pernah diderita
DM, HDK, Infeksi saluran kemih
PEnyakit jantung
Infeksi virus berbahaya
ALergi obat dan makanan tertentu
Pernah mendapat tranfusi darah dan indikasi tindakan tersebut
Inkompatibilitas Rhesus
Paparan sinar X/ Rontgen
Riwayat Penyakit yang memerlukan tindakan pembedahan
DIlatasi dan kuretase
Reparasi vagina
SC
Serviks inkompeten
Operasi non-ginekologi
Riwayat mengikuti program keluarga berencana
Riwayat Imunisasi
Riwayat menyusui

4

Pemeriksaan
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
tandavital
Pemeriksaan jantung dan paru
Pemeriksaan payudara
Kelainan otot dan rangka serta neurologik
Pemeriksaan abdomen
Inspeksi
Bentuk dan ukuran abdomen
Parut bekas operasi
Tanda-tanda kehamilan
gerakan janin
Varises atau pelebaran vena
Hernia
Edema
Palpasi
TInggi fundus
Punggung bayi
presentasi
Sejauh mana bagian terbawah bayi masuk pintu atas panggul
Aukulatasi
10 minggu dengan doppler
20 minggu dengan fetoskop Pinard
Inspekulo vagina untuk identifikasi vaginitis pada Trismester I/II
Pemeriksaan Obstetri
Pemeriksaan Luar
1-4
Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. Bila berkontraksi, harus ditunggu sampai
dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan teliti. Agar tidak terjadi kontraksi dinding
perut akibat perbedaan suhu dengan tangan pemeriksa, Sebelum palpasi kedua tangan
pemeriksa digosokkan dahulu.
5

Cara pemeriksaan yang umum digunakan adalah cara Leopold. Pada pemeriksaan
Leopold I, II, III, pemeriksa menghadap kearah muka ibu, sedangkan leopol IV ke arah kaki.
Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri sehingga usia kehamilan dapat
dikeathui. Selain secara anatomi, tinggi fundus uteri dapat ditentukan dengan pita pengukur.
Bandingkan usia kehamilan yang didapat dengan hari pertama haid terakhir. Selain itu
tentukan pula bagian janin pada fundus uteri, Kepala teraba sebaai benda keras dan bulat,
sedangkan bokong lunak dan tidak bulat.

Gambar 1. Tinggi fundus
2
Dengan pemeriksaan Leopold II ditentukan batas samping uterus dan posisi punggung
pada bayi letak memanjang. Pada letak lintang ditentukan letak kepala. Pemeriksaan Leopold
III mennetukan bagian janin yang berada di bawah. Leopold IV, selain menentukan bagian
janin yang berada dibawah, juga bagian kepala yang telah masuk pintu atas panggul. Bila
kepala belum masuk pap teraba balotemen kepala.
Dengarkan BJJ pada daerah punggung janin dengan stetoskop Dioppler/ LAenec
Taksiran Berat Janin (TBJ) = [Tinggi Fundus uteri (dalam cm)- N]x155
N= 13 bila kepala belum melewati pintu atas panggul
N=12 bila kepala masih berada di atas spina iskiadika
N=11 bila kepala masih berada dibawah spina iskiadika
6


Gambar 1. Leopold Manuever
4
Pemeriksaan Dalam
1
Siapkan ibu dalam posisi litotomi lalu bersihkan daerah vulva dan perineum dengan
larutan antiseptik. Inspeksi vulva dan vagina apakah terdapat luka, varises radang dan tumor.
Selanjutnya lakukan pemeriksaan inspekulo. Lihat ukuran dan warna porsio, dinding dan
sekret vagina. Lakukan pemeriksaan colok vagina dengna memasukkan telunjuk dan jari
tengah. rada adanya tumor atau pembesaran kelenjar di liang vagina. Perisa adanya massa di
adneksa dan parametrium.
Perhatikan letak, bentuk dan ukuran uterus serta periksa konsistensi, arah, panjang
porsio, dan pembukaan serviks. Pemeriksaan dalam ini dilakukan dengan cara palpasi
bimanual. Ukuran uterus wanita yang tidak hamil-kira-kira sebesar telur ayam. Pada
kehamilan 8 minggu sebesar telur bebek, 12 minggu sebesar telur angsa, dan 16 minggu
sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa.
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Analisis urin rutin
Analisis tinja rutin
Hb MCV
Golongan darah
7

Hitung jenis seld arah
Gula darah
Antigen hepatitis B virus
Antibodi Rubela
HIV/VDRL
Ultrasonografi- Rutin pada kehamilan 18-22 minggu untuk identifikasi kelainan janin

Diagnosis Banding
5
Amenonrea
Adalah tidak terjadi haid pada seorang perempuan dengan mencakup salah satu tiga
tanda sebagai berikut
Tidak terjadi haid sampai usia 14 tahun, disertai tidak adanya pertumbuhan atau
perkembangan tanda kelamin sekunder
Tidak terjadi haid sampai usia 16 tahun disertai adanya pertumbuhannormal dan
perkembangan tanda kelamin sekunder
Tidak terjadi haid untuk sedikitnya selama 3 bulan berturut-turut pada perempuan
yang sebelumnya pernah haid
Kompartemen I : Gangguan pada uterus dan patensi
Kompartemen II: Gangguan pada ovarium
Kompartemen III : gangguan pada hipofisis
Kompartemen IV: gangguan pada hipotalamus/ssp
Evaluasi Amenorea
Sindroma Asherman
terjadi kerusakan endometrium akibat tindakan kuret berlebihan terlalu dalam
sehingga terjadi perlekatan intrauteri. Perlekatan akan menyebabkan obliterasi lengkap atau
partial pada rongga utrus, ostium uteri interna dan kanalis servikalis. Hetometra tidak terjadi
karena endometrium menjadi tidak sensitif terhadap stimulus.
8

Penanganan sindroma Asherman dilakukan dengan melakukan dilatasi kuret untuk
menghilangkan perlekatan. Saat ini visualisasi langsung menggunakan histeroskopi dan
dengna memakai alat gunting dan kateter untuk menghilangkan perlekatan emberikan hasil
lebih baik dibandingkan tindakan dilatasi kuret secara membuta. Selanjutnya, dipasang IUD
untuk mencegah perlekatan pasca operasi.
Penggunaan kateter pediatri FOley yang idisi cairan 3 ml dan dipasang di dalam
rongga uterus selama 7 hari bisa menjadi alternatif. Untuk memacu pertumbuhan
endometrium dan mengembalikan siklus haid diberikan stimulus estrogen 2,5 mg setiap hari
selama 3 mingggu dan progestin 10 mg setiap hari pada minggu ke-3
Gejala Dugaan Hamil

Gambar 3. Diagnosis banding dengan dugaan kehamilan
5
Diagnosis Kehamilan
1
Perubahan Fisiologik dan Hormonal pada Kehamilan
Penentuan dan dugaan terhadap kehamilan sangat terkait padengna pengetahuan
tentang fisiologi awal kehamilan. Pengenalan ini juga penting bagi penapisan terhadap
kelianan yang mungkin terjadi selama kehamilan.
9

Tanda-tanda presumtif adalah perubahan fisiologik pada ibu atau seorang perempuan
yang mengindikasikan bahwa ia telah hamil. Tanda-tanda tidak pasti ataut erduga hamil
adalah perubahan anatomik dan fisiologik selain dari tanda-tanda presumtif yang dapat
dideteksi atau dikenali pemeriksa. tanda-tanda kehamilan adlah data atau kondisi yang
mengindikasikan adanya buah kehamilan atau bayi yang diketahui melalui pemeriksaan dan
direkam oleh pemeriksa
Setelah ovum dikeluarkan dari folikel deGraf matang diovarium maka folikel ini akan
berubah menjadi korpus luteum yang berperan dalam siklus menstruasi dan mengalami
degenerasi setelah terjadinya menstruasi. Bila ovum dibuahi oleh spermatozoa maka korpus
luteum akan dipertahankan oleh korionik gonadotropin yang dihasilkan oleh sinsitiotrofoblas
di sekitar blastokis menjadi korpus luteum kehamilan.
Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum sangat diperlukan untuk menyiapkan
proses implantasi di dinding uterus dan proses kehamilan dalam terimester pertama sebelum
nantinya fungsi ini diambil alih oleh plasenta pada trimester kedua. Progesteron yang
dihasilkan dari korpus luteum juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh basal yang terjadi
setelah ovulasi akn tetap bertahan.
Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan
sehingga amenore atau tidak datangnya haid dianggap sebagai tanda kehamilan. Namun hal
ini tidak dapat dianggap sebagai tanda pasti kehamilan karena amenore dapat juga terjadi
pada beberapa penyakit kronik, tumor hipofise, perubahan faktor-fakotr lingkungan,
malnutrisis dan yang paling sering gangguan emosional terutama pada mereka yang tidak
ingin hamil atau malahan mereka yang ingin sekali hamil.
Konsentrasi tinggi estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh plasenta
menimbulkan perubahan pada payudara (tegang dan membesar), pigmentasi kulit dan
pembesaran uterus. Adanya hCG digunakan sebagai dasar uji imonologik kehamilan.
Secara spesifik estrogen akan merangsang pertumbuhan sistem penyaluran air susu
dan jaringan payudara. Progesteron berperan dalam perkembangan sistem alveoli kelenjar
susu. Hipertrofi alveoli yang terjadi sejak 2 bulan pertmaa kehamilan menyebabkan sensasi
nodular pada payudara. Hipertrofi kelenjar sebasea berupa tuberkel Montgomery atau folikel
di sekitar areola mulai terlihat jelas sejak dua bulan pertama kehamilan. Pembesaran
10

berlebihan payudara dapat menyebabkan striasi. Selain membesar dapat pula terluhat
gambaran vena bawah kulit payudara.
Bagian kulit yang paling sering mengalami hiperpigmentasi adalah puting susu dan
aerola sekitarnya. Chloasma gravidarum adalah hiperpigmentasi pada daerah wajah. Area
atau daerah kulit yang mengalami hiperpigmentasi akan kembali menjadi normal setelah
kehamilan berakhir.
Hal lain yang terkait dengan perubahan hormonal dan dikaitkan dengan tanda
kehamilan adalah rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis. Walaupun
demikian, kondisi ini juga tidak dapat dikategorikan sebagai tanda pasti kehamilan karena
berbagai penyebab metabolik lain dapat pula menimbulkan gejala serupa.
Gejala metabolik lain adalah rasa lelah dan fatique. Kondisi ini disebabkan
menurunya BMR dalam trimester pertama kehamilan. Dengan meningkatnya aktivitas
metabolik produk kehamilan sesuai dengna berlanjutnya usia kehamilan, maka rasa lelah ang
terjadi trimester pertama akan menghilang.

Gambar 4. Diagnosis Kehamilan
2
Manifestasi Klinis
1
Pembesaran uterus merupakan perubahan anatomik yang paling nyata pada ibu hamil.
Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada kehamilan akan
11

menyebabkan hipertrofi miometrium. Hipertrofi tersebut dibarengi dengan peningkatan yang
nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa sehingga struktur dinding
uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. Hipertrofi miometrium juga disertai
dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh limfatik peningkatan vaskularisasi, kongesti
dan edema jaringan dinding uterus dan hipertrofi kelenjar servik menyebabkan berbagai
perubahan yang dikenali sebagai tanda Chadwick, GOodell dan Hegar.
Tanda Chadwik adalah perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan pada vulva
vagina dan serviks. Tanda Goodell adakah perubahan konsistensi serbiks dibandingkan
dengan konsistensi kenyal pada saat tidak hamil. tanda Hegar adalah pelunakan dan
kompresibilitas ismus serviks sehingga ujung-ujung jari seakan dapat ditemukan apabila
ismus ditekan daria rah yang ebrlawanan.
Pelunakan dan kompresibilitas serviks menyebabkan berkurangnya kemampuan
bagian ini untuk menahan beban yang disebabkan oleh pembesaran uterus dan sebagai
kompensasinya, uterus terjatuh ke depan (hiperantefleksio) dalam tiga buan pertama
kehamilan. Dengan posisi tersebut di atas, akan terjadi dorongan mekanik fundus uteri ke
kandung kemih sehingga timbul gejala sering berkemih selama periode trismester pertama.
gejala ini akan berkurang setelah usia kehamilan memasuki trimester pertama. gejala ini akan
berkurang setelah usia kehamilan memasuki trimester kedua di mana uterus semakin
membesar dan keluar dari rongga pelvik sehingga tidak lagi terjadi dorongan fundus pada
kandung kemih.
Bentuk uterus yang seperti buah avokad kecil akan berubah bentuk menjadi globuler
pada awal kehamilan dan ovoid. apakah kehamilan memasuki trimester kedua. Setelah 3
bulan kehamilan, volume uterus menjadi cepat bertamabha sebagai akibat pertumbuhan yang
cepat pula dari konsepsi dan produk ikutannya. Seiring dengan semakin membesar uterus,
korpus uteri dan fundus semakin keluar dari rongga pelvik sehingga lebih sesuai untuk
disebut sebagai organ abdomen.
Pertumbuhan uterus ke arah kavum abdomen disertai dengan sedikit rotasi ke arah
kanan sumbu badan ibu atau dikenal dengan istilah dektrorotasi. Kondisi ini disebabkan oleh
adanya kolon rektosigmid yang mengisi sebagian besar ruang abdominal pelvikum kiri.
Kecepatan pembesaran uterus pada primigravida dan multigravida dapat sedikit ebrbeda dan
hal ini menimbulkan variasi dalam estimasi besar uterus pada awal pemeriksaan kehamilan
awal ataut era usia kehamilan dengan menggunakan titik anatomik tertentu
12

Pembesaran dinding abdoemn sering dianggap sebagai tanda dari terjadinya
kehamilan. Pembesaran tersebut dikaitkan dengan terjadinya pembesaran uterus di rongga
abdomen. Penonjolan dinding abdomen biasanya dimulai pada usia kehamilan 16 minggu
dimana uterus beralih dari organ pelvik menjadi orgna abdomen. Penonjolan dinding
abdomen lebih nyata pada ibu hamil dengan posisi berdiri jika dibandingkan dengna posisi
berbaring. Juga lebih terlihat pada multipara jika dibandingan dengna nulipara atau
primigravida akibat kendurnya otot-otot dinding perut. Apabila uterus jatuh ke arah depan
dan bawah, maka dinding perut akan menonjol seperti bandul dan hal ini disebut sebagai
perut pendulu,. Pada kasus yang ekstrim, kondisis ini dapat menganggu kemajuan proses
persalinan.
Pemebesaran uterus pada awal kehamilan biasanya tidak secara simetris. Secara
normal ovum yang telah dibuahi akan berimplantasi pada segmen atas uterus, terutama pada
idnding posterior. Bila lokasi implantasi ebrada di dekat kornu, maka daerah ini akan lebih
cepat membesar jika dibandingkan dengan bagian uterus lainnya. Pembesaran asimetri dan
penonjolan salah satu kornu tersebut dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual pelvik
pada usia kehamilan delapan hingga sepuluh minggu. Keadaan oini dikenal sebagai tanda
Piskacek.
Tanda kehamilan lain adalah kontraksi Braxton Hicks yang terjadi akibat peregangan
miometrium yang disebabkan oleh terjadinya pembesaran uterus. Peningkatan aktomiosin
dalam miometrium juga menjadi penyebab dari meningkatnya kontraktilitas uterus. Kontraksi
Braxton Hicks bersifat non-ritmik, sporadik tanpa disertai adanya rasa nyeri, mulai timbul
sejak kehamilan enam minggu dan tidak terdeteksi melalui pemeriksaan bimanual pelvik.
Kontraksi ini baru dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual pelvik pad kehamilan
trimester kedua dan pemeriksaan palpasi abdomen pada kehamilan trimester ketiga. Dengan
semakin meningkatnya usia kehamilan, terjadi pula peningkatan frekuensi alam dan intensitas
kontraksi Braxton Hicks. Mendekati usia kehamilan term, kontraksi ini menjadi lebih teratur
dan reguler sehingga disalah artikan sebagai kontraksi perlasilan. Persalinan palsu (false
labor) sangat erat kaitannya dengna kontraksi Braxton HIcks pada kehamilan aterm.
Pembesaran uterus yang disertai penipisan dindingnya juga memudahkan pemeriksa
untuk mengenali kehamilan secara lebih dini. Dari dinding yang pada dan kavum yang sempit
kemudian kapasitasnya berkembangan hingga 500-1000 kali dari ukuran semula dan
penipisan dinding menjadi sekitar 5 mm mulai trimester kedua kehamilan menyebabkan
13

deteksi kehamilan menjadi lebih mudah dari periode sebelumnya. Hal ini juga membuat
denyut jantung janin dapat dideteksi melalui auskultasi dan gerak janin mulai dirasakan oleh
ibu hamil . Pengembangan kapasitas dan penipisan dinding uterus lebih cepat terjadi pada
multipara sehingga deteksi kehamilan dapat dilakukan lebih awal dibandingan dengan
primigravida.
Jantung janin mulai berdenyut sejak awal minggu keempat setelah fertilisasi, tetapi
baru pada usia kehamilan 20 minggu bunyi jantung janin dapat dideteksi dengan fenoskop .
dengan menggunakan teknik ultrasound atau sistem Doppler bunyi jantung janin dapat
dikenali lebih awal. Bunyi jantung janin harus dapat dibedakan dengan pulsasi maternal
bising usus, gerakan janin dan bising arteri uterina. Bising funikuli umumnya seirama dengan
bunyi jantung janin.
Gerakan janin juga bermula pada usia kehamilan mencapai 12 minggu, tetapi baru
dapat dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 16-20 minggu karena di usia kehamilan
tersebut, dinding uterus mulai menipis dan gerakan janin menjadi lebih kuat. Pada kondisi
tertentu, ibu hamil dapat merasakan gerakan halus hingga tendangan kaki bayi di usia
kehamilan 16-18 minggu.
Bagian-bagian tubuh bayi juga dapat dipalpasi dengan mudah mulai usia kehamilan
20 minggu.Fenomena bandul atau pantulan balik yang disebut ballotemen juga merupakan
tanda adanya janin dalam uterus. Jenis lain dari fenomena bandul adalah ballotement kepala
yaitu hanya kepala janin yang terdorog dan memantul kembali ke dinding uterus atau ke
tangan pemeriksa setelah memindahkan dan menerima tekanan balik cairan ketuban.
Penanganan
Nutrisi yang adekuat
Kalori
Jumlah kalori yang diperlukan bagi ibu hamil untuk setiap ahrinya adalah 2500 kalori.
Pengetahuan tentang berbagai jenis makanan yang dapat memerikan kecukupan kalori
tersebut sebaiknya dapat dijelaskan secara rinci dan bahasa yang dimengerti oleh para ibu
hamil dan keluarganya. Jumlah kalori yang berlebih dapat menyebabkan obesitas dan hal ini
merupakan faktor presdiposisi untuk terjadinya preeklampsia. Jumlah pertambahan berat
badan sebaiknya tidak melebihi 10-12 kg selama hamil.
14

Protein
Jumlah protein yang diperlukan oleh ibu hamil adalah 85 gram perhari. Defisiensi
protein dapat menyebabkan prematur, anemia, edema.
Kalsium
Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 g per hari. Dibutuhkan untuk pertumbuhan
janin, terutama bagi pengembangan otot dan rangka. Defisiensi kalsium dapat menyebabkan
riketsia pada bayi dan osteomalasia pada ibu.
Zat besi
Metabolisme yang tinggi pada ibu hamil memerlukan kecukupan oksigenasi jaringan
yang diperoleh dari pengikatan dan pengantaran oksigen melalui hemoglobin di dalam sel-sel
darah merah. Untuk menjaga konsentrasi hemoglobin yang normal, diperlukan asupan zat
besi bagi ibu hamil dengan 30 mg/ hari terutamma setelah terismester kedua.
Asam folat
Jumlah asam folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil adlaah 400 mikrogram per hari.
Perawatan Payudara
Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapat segera berfungsi
dengan baik pada saat diperlukan. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan
membuka duktus dan sinus laktiferus, sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan benar karena
pengurutan yang salah dapat menimbulkan kontraksi pada rahim sehingga terjadi kondisi
seperti pada uji kesejahteraan janin menggunakan uterotonika. Untuk sekresi yang mengering
lakukan pembersihan dengna menggunakan campuran gliserin dan alkohol. Karena payudara
memegang sensitif dan menjadi lebih berat. maka sebaiknya gunakan penopa payudara yang
sesuai.
Perawatan gigi
Paling tidak dibutuhkan dua kali pemeriksaan selama kehamilan yaitu pada trimester
pertama dan ketiga. Penjadualan untuk trimester pertama terkait dengan hiperemesis dan
ptialisme (produksi air liur berlebihan) sehingga kebersihan rongga mulut harus selalu
terjaga. Sementara itu, pada trismeters ketiga, terkait dengan adanya kebutuhan kalsium
15

untuk pertumbuhan janin sehingga perlu diketahui apakah teeerdaaapat pengaruh yang
merugikan pada gigi ibu hamil. Dianjurkan selalu menyikat gigi setelah makan karena ibu
hamil rentan terhadap terjadnya carries dan gingivitis.
Kebersihan tubuh dan pakaian
Perubahan anatomik pada perut, area genitalia dan payudara menyebabkan kulit
menjadi lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme. Sebaiknya gunakan
pancuran atau gayung pada saat mandi dan tidak dianjurkan berendam dan melakukan
vaginal douche. Gunakan pakaian yang longgar bersih dan nyaman. Lakukan gerak tubuh
ringan, misalnya berjalan kaki pada pagi hari. Jangan melakukan pekerjaan rumah tangga
yang berat dan jindarkan aktivitas fisik yang menimbulkan kelelahan berlebihan. Beristirahat
cukup, minimal 8 jam pada malam hari dan 2 jam pada siang hari. tidak diperkenankan
merokk sleama hamil karena dapat menimbulkan vasopspasme yang berakibat anoksia janin
BBLR, prematuritas, kelainan kongenital dan solusio plasenta.
Prognosis
Prognosis baik, apabila didukung oleh lingkungan dan komunikasi yang terpercaya
antara dokter dan pasien.
Kesimpulan
Ny O mengalami kehamilan karena telat haid 2 bulan, untuk memastikan bahwa Ny O
hamil diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis
kerja.

Daftar pustaka
1) Wiknjosastro H, Saiffuddin AB, Rachimhadhi T, ed.Ilmu kebidanan sarwono
parwirohardjo.Jakarta:Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo.2012.p:213-87.
2) Baziad A, Prabowo RP.Ilmu kandungan.Jakarta:Bina pustaka Sarwono
Prawirohardjo.2012.p: 173-81.
3) Mansjoer A, Triyanti K, ed.Kapita selekta kedokteran.Jakarta: Media
Aesculapius.2009.p:253-7.
4) Manuaba IBG.Pengantar kuliah Obstetri.Jakarta:EGC.2007.p:161-8.
16

5) Benson RC.Buku saku obstetri dan ginekologi.Jakarta:EGC.p: 104.