Anda di halaman 1dari 5

Senyawa Kompleks dalam Air,

Pengaruh pH pada Pengomplekan Ion Logam dalam Air



















OLEH
Ni Made Inki Aryanti P07134013004
A.A. Ayu Trisna Pradnyandari P07134013028
Ayu Nur Fitriyani P07134013038





KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDINESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2014

Senyawa Kompleks dalam Air,
Pengaruh pH pada Pengomplekan Ion Logam dalam Air

Senyawa Kompleks
Senyawa kompleks atau sering disebut dengan kompleks koordinasi adalah senyawa
yang mengandung paling tidak satu ion kompleks, baik atom atau ion (biasanya logam) yang
dikelilingi oleh molekul atau anion. Ion kompleks terdiri dari satu atom pusat berupa logam
transisi ataupun logam pada golongan utama, yang mengikat anion atau molekul netral yang
disebut ligan atau agen pengompleks. dengan ikatan koordinasi. Dalam hal ini ion logam
bertindak sebagai akseptor elektron dalam membentuk senyawa kompleks (Intan, 2013)

Istilah-Istilah dalam Senyawa Kompleks
Agar senyawa kompleks dapat bermuatan netral, maka ion kompleks dari senyawa
tersebut, akan bergabung dengan ion lain yang disebut counter ion. Jika ion kompleks bermuatan
positif, maka counter ion pasti akan bermuatan negative dan sebaliknya.
1. Ion Kompleks
Ion kompleks dideskripsikan sebagai ion logam dan beberapa jenis ligan yang terikat olehnya.
Struktur dari ion kompleks tergantung dari 3 karakteristik, yaitu bilangan koordinasi, geometri
dan banyaknya atom penyumbang setiap ligan:
a. Bilangan Koordinasi
Bilangan koordinasi adalah jumlah dari ligan-ligan yang terikat langsung oleh atom
pusat. Bilangan koordinasi dari Co
3+
dalam senyawa [Co(NH
3
)
6
]
3+
adalah 6, karena enam
atom ligan (N dari NH
3
) terikat oleh atom pusat yaitu Co
3+
. Umumnya, bilangan
koordinasi yang paling sering muncul adalah 6, tetapi terkadang bilangan koordinasi 2
dan 4 juga dapat muncul dan tidak menutup kemungkinan bilangan yang lebih besar pun
bisa muncul.
b. Geometri
Bentuk (geometri) dari ion kompleks tergantung pada bilangan koordinasi dan ion logam
itu sendiri. Sebuah ion kompleks yang mana ion logamnya memiliki bilangan koordinasi
2, seperti [Ag(NH
3
)
2
]
+
, memiliki bentuk yang linier.
c. Atom Pusat
Tidak semua logam membentuk senyawa kompleks. hanya logam-logam yang memiliki
orbital kosong untuk menampung donor dari ligan.
Atom Pusat : atom yang menyediakan tempat bagi elektron yang didonorkan. Biasanya
berupa ion logam, terutama logam golongan transisi (Fe
2+
, Fe
3+
, Cu
2+
, Co
3+
, dll)) yang
memiliki orbital (d) yang kosong.
d. Ligan
Ligan adalah molekul/ion yang mengelilingi logam dalam ion kompleks. harus memiliki
PEB. interaksi antar atom logam dan ligan dapat dibayangkan bagaikan reaksi asam basa-
lewis. (Intan, 2013)
Ligan-ligan yang didapat pada air alami dan air buangan mengandung berbagai gugus
fungsi, antara lain:
Karboksilat
Heterosiklik nitrogen
Peroksida
Amino aromatik dan alifatik
Fosfat
Ligan-ligan ini dapat membentuk kompleks dengan ion-ion logam dalam air dan sistem
biologi, seperti:
Mg
2+

Ca
2+

Mn
2+

Fe
2+

Cu
2+

Zn
2+

Ligan-ligan ini juga dapat membentuk kompleks dengan ion-ion logam pencemar,
seperti:
Co
2+

Ni
2+

Sr
2+

Cd
2+

Ba
2+


Senyawa Kompleks dalam Air
Pada awal perkembangan senyawa-senyawa kompleks atau senyawa koordinasi
umumnya dibuat dari unsur-unsur transisi sebagai atom pusat. Disamping itu, senyawa yang
dibentuk dari logam transisi selalu memiliki bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi positif.
Namun kini senyawa kompleks atau senyawa koordinasi atom pusatnya tidak harus dari
unsur transisi. logam alkali, alkali tanah dan logam utama lainnya dapat digunakan sebagai atom
pusat untuk mensintesis senyawa komplek atau senyawa koordinasi. Misalnya NaCl yang
dikonsumsi sehari-hari dalam kuah masakan merupakan suatu kompleks. NaCl di dalam air
membentuk ion heksaaquanatrium(I), [Na(H
2
O)
8
]
+
. Ion tetrakloroaluminat(III) [AlCl],
Be(NO
3
)
2
.4H
2
O dan BeSO
4
.4H
2
O yang mengandung ion komplek tetraaquaberilium,
[Be(H
2
O)
4
]
2+
, merupakan beberapa senyawa kompleks yang dibentuk dari unsur-unsur bukan
unsur transisi.
Misalnya saja pada garam kompleks, jika senyawa CuSO
4
.4NH
3
.H
2
O dilarutkan dalam
air, maka senyawa tersebut tidak akan terurai menjadi ion Cu
2+
, tetapi akan menghasilkan spesi
terlarut berupa ion kompleks [Cu(H
2
O)
2
(NH
3
)
4
]
2+
yang stabil. Senyawa-senyawa yang
mengandung ion kompleks semacam ini disebut sebagai senyawa kompleks. Dari contoh-contoh
tersebut dapat dinyatakan bahwa senyawa kompleks, tidak hanya dibuat dengan unsur transisi
sebagai atom pusat, tetapi dapat pula dibuat dengan unsur-unsur lain atau unsur-unsur logam
golongan utama (Day,1993)

Pengaruh pH pada Pengompleksan Ion Logam dalam Air
Pengompleksan ion logam dalam air dipengaruhi juga oleh faktor pH, yakni sebagai berikut:
1. Suasana terlalu asam
Proton yang dibebaskan pada reaksi yang terjadi dapat mempengaruhi pH, dimana jika
H
+
yang dilepaskan terlalu tinggi, maka hal tersebut dapat terdisosiasi sehingga kesetimbangan
pembentukkan kompleks dapat bergeser ke kiri, karena terganggu oleh suasana sistem titrasi
yang terlalu asam. Pencegahan dapat dilakukan pada sistem titrasi yang perlu didapar untuk
mempertahankan pH yang diinginkan.
2. Suasana terlalu basa
Bila pH sistem titrasi terlalu basa, maka kemungkinan akan terbentuk endapan hidroksida
dari logam yang bereaksi.
Mn
+
+ n(OH)
-
M(OH)n
Sehingga jika pH terlalu basa, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, sehingga
pada suasana basa yang banyak akan terbentuk endapan.
a. Pengomplekan oleh EDTA maksimal pada pH 11
Dasar reaksi titrasi pengomplekan dengan EDTA ialah terbentuknya senyawa kompleks
antara beberapa logam (misalnya: CA, Mg, Ni, Zn,Cu, dsb) dengan EDTA. Logam-logam
akan membentuk kompleks dengan EDTA pada pH yang berbeda-beda. Ca
2+
dan
Mg
2+
bereaksi baik pH 8-10. Pembentukan kompleks antara ion-ion logam dengan EDTA
tergantung pada pH larutan. Sementara, pengomplekan oleh EDTA maksimal pada pH
11. EDTA (Etilen Diamine Tetra Asetat) merupakan asam berbasa 4 (H4Y). Akan tetapi
yang sering digunakan adalah garam natriumnya (Na2H2Y). Pembentukan kompleks
antara ion-ion logam dengan EDTA tergantung pada pH larutan.
b. Pengomplekan oleh NTA maksimal pada pH 8
Keberadaan NTA dalam sitem akuatik bersumber terutama dari penggunaan detergen,
sehingga terjadi pelarutan logam-logam berat yang bersifat toksik
(Kusumawardhani,2013)

DAFTAR PUSTAKA

Day, M. Clyde dan Jr. Joel Selbin. 1993. Kimia Anorganik Teori. Edisi Pertama. Gadjah
Mada University Press : Yogyakarta. Bab 10.Halaman 543.
Intan, Pandini Nurul.2013. Media kimia Indonesia [Senyawa Kompleks]. Online.
http://www.planetkimia.com/2013/03/senyawa-kompleks [Diakses 9 September 2014]
Fajri.2013. Senyawa Kompleks. Online. http://elfafajri.blogspot.com/2011/06/senyawa-
kompleks.html[Diakses 9 September 2014]
Kusumawardhani.2013. Kompleksometri. Online. http://evelyta-
appe.blogspot.com/2013/06/kompleksometri.html[Diakses 9 September 2014]