Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN STUDI KELAYAKAN

TAMBANG KAOLIN















TUGAS MATA KULIAH STUDI KELAYAKAN TAMBANG



Oleh :

YOAN SYAHPUTRA 03091002008
RIKI SYAPUTRA 03091002010
REKO JULIANTO 03091002021
DIAN EKO SAPUTRA 03091002026
KIAGUS HUSNI T 03091002056




JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat
akan kebutuhan kaolin, maka merupakan peluang usaha pertambangan yang
menguntungkan bila dilakukan penambangan kaolin.
Potensi dan cadangan kaolin yang besar di Indonesia terdapat di
Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung, serta
potensi lainnya tersebar di Pulau Sumatera,Pulau Jawa, dan Sulawesi
Utara. Dalam hal ini, kami focus di Pulau Belitung, tepatnya di di Desa Air
Selumar Kecamatan Sijuk.
Kaolin banyak dipakai sebagai bahan pengisi (filler), pelapis (coater),
barang-barang tahan api, dan isolator. Kegunaan kaolin sangat tergantung pada
karakteristiknya karena karakteristik berpengaruh terhadap kualitasnya.
Kaolin dipakai di keramik, obat, melapisikertas, sebagai bahan
tambahan makanan, odol, sebagai bahan menyebarkan sinar di bola lampu pijar
agar putih, bahan kosmetik, serta dipergunakan di cat dan mengubah tingkat
kilauan.Oleh karena itu, dilakukanlah Kegiatan Perencanaan Tambang Kaolin
ini.

I.2 Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini dilakukan untuk merencanakan penambangan dari
endapan kaolin dan pemurnian kaolin tersebut, serta untuk mengetahui
keekonomisan kaolin tersebut.


I.3 Ruang Lingkup dan Metode Studi
1. PenyelidikanUmum
a. Studi Pustaka
Pengumpulan data dan informasi sekunder berupa studi
literature perpustakaan atau dokumentasi dari Departemen
Pertambangan dan Sumber Daya Energi.
Dari data sekunder tersebut diketahui Pulau Belitung terletak
di 107
0
35' 108
0
18' garis lintang dan 2
0
30' 3
0
15' bujur Timur.
panjang diameter dariTimur ke Barat kira-kira
79 km dan dari Utara ke Selatan kira-kira 77 km. Total luas daratan
kira-kira 480.060 hektar.
Belitung dikelilingi oleh 189 pulau-pulau kecil. Beberapa
diantaranya cukup besar dan terdapat beberapa desa. Mereka adalah
pulau Mendanau, pulau Seliu, pulau Nadu, pulau Selanduk, dan pulau
Batu Dinding.
Pulau Belitung berbatasan dengan:
1) Sebelah Utara dibatasi dengan oleh Laut Tiongkok Selatan
2) Sebelah Selatan dibatasi oleh Laut Jawa
3) Sebelah Timur dibatasi oleh Selat Karimata
4) Sebelah Barat dibatasi oleh Selat Gaspar











GAMBAR 1
PETA KENAMPAKAN PULAU BELITUNG
b. Cek Lapangan
Setelah mendapat SIPP (Surat Izin Peninjauan Pendahuluan),
dilakukan peninjauan Rona Lingkungan Awal dari daerah sekitar
untuk mengidentifikasi rencana kegiatan penambangan yang
kemungkinan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik
yang bersifat positif maupun negatif.
Setelah mendapat SKIP (Surat Keterangan Izin Penyelidikan)
dilakukan penyelidikan singkapan batuan yang diperkirakan
mengandung kaolin dengan cara melakukan observasi
lapangan,dengan melihat langsung kondisi lapangan daerah penelitian,
luas, serta mencocokkan dengan data-data awal yang diperoleh
berdasarkan studi pustaka dimana kemungkinan pada daerah itu
terdapat endapan kaolin.
Setelah itu, mengambil perconto batuan dari singkapan.Jika
hasil dari tes di laboratorium menunjukkan bahwa terdapat kandungan
kaolin, maka dilanjutkan ketahap penyelidikan pendahuluan.
2. Penyelidikan Pendahuluan
Hasil dari laboratorium menunjukkan bahwa secara umum,
endapan kaolin daerah tersebut mengandung Al
2
O
3
sebanyak
37 40%, SiO
2
45 50%, Fe
2
O
3
0,92 1,2%, TiO
2
>0,04%,
MgO 0,04-0,1%, CaO 0,05-0,06%, dan K
2
O 1,7-1,8%.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa endapan kaolin layak untuk
ditindak lanjuti, maka setelah mendapatkan Kuasa Pertambangan
Eksplorasi dilakukan kegiatan meliputi:
a. Memetakan Daerah Kegiatan
Yaitu pemetaan daerah kegiatan eksplorasi.















GAMBAR 2
DAERAH KEGIATAN TAMBANG KAOLIN











GAMBAR 3
PETA PENYEBARAN MNERAL DI BELITUNG






BAB II
KEADAAN UMUM
II.1 Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa Pertambangan ( KP )
Adapun lokasi dan luas Kuasa Pertambangan (KP) PT Asian Kaolin
Raya , yaitu sebagai berikut :










GAMBAR 4
LOKASI TAMBANG KAOLIN BELITUNG

PT Asian Kaolin Raya adalah suatu perusahaan yang bergerak
dalam bidang penambangan dan pemurnian bahan galian kaolin yang
berlokasi di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.
Perusahaan ini yang berdiri pada 1986 mempunyai maksud dan
tujuan secara khusus menjalankan usaha penambangan bahan galian kaolin
dan industri tepung kaolin, kemudian memasarkannya guna memenuhi
kebutuhan industry, baik dalam negeri (Jakarta, Tangerang, Bogor,
Semarang, Surabaya, Pontianak, dan Banjarmasin) maupun luar negeri
(Jepang, Taiwan, Thailand, Srilangka dan Korea).
Secara umum bertujuan untuk membantu usaha pemerintah untuk
mengurangi pengangguran dengan jalan meningkatkan pendapatan asli
daerah, dan menunjang program pemerintah dalam menggalakkan ekspor
nonmigas

II.2Kesampaian Daerah dan Sarana Perhubungan Setempat
Proyek penambangan kaolin berada di Desa Air Selumar,
Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, berjarak
18 km dari kota Tanjung Pandan ke arah Timur Laut.
Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan bermotor dari kota
Tanjung Pandan selama 20 menit,melalui jalan berasapal dan berada 3 km
dari pemukiman penduduk.

II.3Keadaan Daerah
1. Lokasi dan Topografi
Proyek penambangan kaolin berada di Desa Air Selumar,
Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, berjarak
18 km dari kota Tanjung Pandan ke arah Timur Laut.
Topografi daerah Air Selumar pada umumya relatif datar, termasuk
satuan daratan bergelombang dan satuan perbukitan landai dengan
ketinggian berkisar antara 2 m 13 m (tinggi rata-rata) dari permukaan
laut.
Seluruh wilayah berupa hutan muda, terdiri dari bermacam-macam
tumbuhan diantaranya samak, mentangor dan seru, dengan diameter
batang kurang dari 5 cm dan disekelilingi oleh semak belukar.
Pola aliran sungai di daerah ini pada umumnya dendritik, meliputi
sungai-sungai kecil, seperti Merunang.Sungai Mensayat dan Sungai
Pandan Berdaun.Pada beberapa bagian kecil terdapat rawa-rawa.

2. Iklim dan Cuaca
Pulau Belitung, khususnya Desa Air Selumar tempat lokasi
penambangan beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 3169
mm/tahun dan jumlah hari hujan mencapai 126 hari/tahun untuk periode 5
tahun (1996-2000), suhu udara berkisar antara 22,3
0
32,6
0
, kecepatan
angin rata-rata berkisar antara 2 6 m/s dengan arah utara,tenggara,
selatan,dan barat.
Sedangkan kelembaban udara berkisar antara 77 % - 91 %.Curah
hujan tertinggi antara bulan Oktober sampai dengan bulan Juni, sedangkan
curah hujan terendah bulan Juli sampai dengan bulan September.
Di Pulau Belitung terkenal dengan musim angin barat dimana
kecepatan angin tinggi dan gelombang laut besar, sedangkan pada saat
musim angin timur kecepatan angin relatif rendah dan gelombang laut
relatif kecil.
Tahun 2007 kelembaban udara di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung berkisar antara 77,4 % sampai dengan 87,3 % dengan rata-rata
perbulan mencapai 83,1 %, dengan curah hujan antara 58,3 mm sampai
dengan 476,3 mm dan tekanan udara selama tahun 2007 sekitar 1.010,1
MBS. Rata-rata suhu udara selama tahun 2007 di provinsi ini mencapai
26,7
0
C dengan rata-rata suhu udara maksimum 29,9
0
C dan rata-rata suhu
udara minimum 24,9
0
C. Suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada
Bulan Oktober dengan suhu udara 31,7
0
C, sedangkan untuk suhu udara
minimum terendah terjadi pada Bulan Februari dan Maret dengan suhu
udara sebesar 23,2
0
C.
Kepulauan Bangka Belitung memiliki Iklim tropis yang
dipengaruhi angin musim yang mengalami bulan basah selama tujuh bulan
sepanjang tahun dan bulan kering selama lima bulan terus menerus. Tahun
2007 bulan kering terjadi pada Bulan Agustus sampai dengan Oktober
dengan hari hujan 11-15 hari per bulan.Untuk bulan basah hari hujan 16-
27 hari per bulan, terjadi pada Bulan Januari sampai dengan Bulan Juli dan
Bulan November sampai Bulan Desember.
3. Keadaan Tanah
Keadaan tanah Kepulauan Bangka Belitung secara umum
mempunyai PH atau reaksi tanah yang asam rata-rata dibawah 5, akan
tetapi memiliki kandungan aluminium yang sangat tinggi. Di dalamnya
mengandung banyak mineral biji timah dan bahan galian berupa pasir,
pasir kuarsa, batu granit, kaolin, tanah liat dan lain-lain. Keadaan tanah
terdiri dari:
1.Podsolik dan Litosol:
Warnanya coklat kekuning-kuningan berasal dari batu plutonik
masam yang terdapat di daerah perbukitan dan pegunungan, kuarsa,
batu granit, kaolin, tanah liat dan lain-lain.
2.Asosiasi Podsolik:
Warnanya coklat kekuning-kuningan dengan bahan induk
kompleks batu pasir kwarsit dan batuan plutonik masam.
3.Asosiasi Aluvial, Hedromotif dan Clay Humus serta regosol:
Berwarna kelabu muda, berasal dari endapan pasir dan tanah liat.
4. Hidrologi
Daerah Kepulauan Bangka Belitung dihubungkan oleh perairan
laut dan pulau-pulau kecil. Secara keseluruhan daratan dan perairan
Bangka Belitung merupakan satu kesatuan dari bagian dataran Sunda,
sehingga perairannya merupakan bagian Dangkalan Sunda (Sunda Shelf)
dengan kedalaman laut tidak lebih dari 30 meter.
Sebagai daerah perairan, Kepulauan Bangka Belitung mempunyai
dua jenis perairan, yaitu perairan terbuka dan perairan semi
tertutup.Perairan terbuka yang terdapat di sekitar pulau Bangka terletak di
sebelah utara, timur dan selatan pulau Bangka.Sedangkan perairan semi
tertutup terdapat di selat Bangka dan teluk Kelabat di Bangka
Utara.Sementara itu perairan di pulau Belitung umumnya bersifat perairan
terbuka.
Di samping sebagai daerah perairan laut, daerah Kepulauan
Bangka Belitung juga mempunyai banyak sungai seperti :sungai
Baturusa, sungaiBuluh, sungai Kotawaringin, sungaiKampa, sungai
Layang, sungai Manise dan sungai Kurau.





II.4 Morfologi Daerah
Berikut ini bentuk-bentuk morfologi daerah tambang kaolin Belitung :

















GAMBAR
PETA GEOLOGI DAERAH BELITUNG







BAB III
GEOLOGI DAN KEADAAN ENDAPAN
III.1 Geologi
1. Litologi
Kaolin merupakan salah satu anggota dari beberapa kelompok
mineral lempung. Grim (1953) menyebutkan bahwa kaolin merupakan
kelompok kristalin dalam mineral lempung berdasarkan struktur kimia
mineralnya. Kaolin dapat terbentuk oleh dua proses (Harben & Kuzvart,
1996), yaitu :
a. Proses alterasi hidrotermal
b. Proses pelapukan.
1) Sifat Fisik Kaolin
Kaolin mempunyai sifat yang khas, yaitu :Warna putih,
Kekerasan (skala Mohs) 2 2,5, Berat jenis 2,60 2,63, Daya
hantar listrik dan panas rendah, Belahan sempurna pada satu arah
(001), Bersifat anisotropik.
2) Struktur Kimia Kaolin
Mineral lempung mempunyai dua struktur atom dasar, yaitu
alumina-magnesia octahedron dan silica tetrahedron.
Secara regional daerah ini tersusun atas batuan yang termasuk ke
dalam formasi Mandalika.Untuk daerah ini sendiri tersusun oleh litologi
yang berupa batuan beku mikro diorit dan diorit.
Apabila akan dilakukan eksplorasi maka metode eksplorasi yang
mungkin dapat dilakukan adalah dengan metode eksplorasi metode
geologi yaitu dengan melakukan survei permukaan, dalam hal ini dengan
melakukan pemetaan geologi. Hal ini karena pada daerah ini banyak
singkapan yang dapat memberikan informasi kaolin.
Eksploitasi dari kaolin ini dilakukan dengan cara yang masih
sangat sederhana, dengan melakukan penambangan terbuka oleh rakyat
sekitar. Cara penambangannya pun masih sangat sederhana, karena hingga
tulisan ini disusun, tambang kaolin ini hampir belum tersentuh oleh alat-
alat berat, sepertihalnya dalam penambangan terbuka yang lain.
Kaolin ini oleh masyarakat ditambang dengan menggunakan
cangkul dan sekop, dan dikerjakan dengan tenaga manusia. Kaolin yang
ada tidak diolah secara langsung di daerah ini tetapi hasil penambangan ini
dikirim ke daerah lain, untuk selanjutnya diolah. Jika pengolahan yang
dilakukan menurut prosedur maka tahapan dalam pengolahan kaolin ini
akan mengikuti tahapan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dari
pengolahan ini kaolin yang dihasilkan digunakan unuk bahan dasar
keramik.

2. Struktur
Keadaan alam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar
merupakan dataran rendah, lembah dan sebagian kecil pegunungan dan
perbukitan. Ketinggian dataran rendah rata-rata sekitar 50 meter di atas
permukaan laut dan ketinggian daerah pegunungan antara lain untuk
Gunung Maras mencapai 699 meter di Kecamatan Belinyu (P. Bangka),
Gunung Tajam Kaki ketinggiannya kurang lebih 500 meter diatas
permukaan laut di Pulau Belitung. Sedangkan untuk daerah perbukitan
seperti Bukit Menumbing ketinggiannya mencapai kurang lebih 445 meter
di Kecamatan Mentok dan Bukit Mangkol dengan ketinggian sekitar 395
meter di atas permukaan laut di Kecamatan Pangkalan Baru.
III.2 Keadaan Endapan
1. Sifat dan Kualitas Endapan
Endapan kaolin pada tambang kaolin PT. Asian Kaolin Raya
termasuk golongan kaolin primer atau bila didasarkan pada tempat
terjadinya disebut juga kaolin residual, merupakan hasil dari proses
pelapukan dari batuan granit yang terjadi pada permukaan tanah. Batuan
granit ini terdiri dari feldspar, kuarsa dan sedikit biotit yang telah
mengalami proses pelapukan, feldspar berubah menjadi kaolin sedangkan
kuarsa tetap dan mudah dipisahkan untuk mendapatkan kaolin. Granit
yang mengalami kaolinisasi adalah porphyririk biotit granit yang
komponen mineralnya adalah:
1.Mineral Utama
- Potassium feldspar, umumya mikrolin dan ortoklas
- Plagioklas, kebanyakan albit
- Kuarsa
- Biotit
2.Mineral Ikutan ; muskovit, monazite, tourmaline, zircon, kasitrit jumlah
< 1%
Dari hasil pengamatan di lapangan pada saat eksplorasi, diketahui
bahwa sebagian besar wilayah pertambangan milik PT. Asian Kaolin Raya
ditutupioleh tanah humus, hanya beberapa tempat saja yang ditutupi oleh
lapisan pasir kuarsa.
Berdasarkan topografi di daerah dimana endapan bentonit
menempati satuan perbukitan yang penyebarannya cukup merata maka
sistem penambangan yang cocok diterapkan adalah sistem Tambang
Terbuka. Hal ini disebabkan oleh karena endapan bentonit cukup dekat
dengan permukaan bumi disamping lapisan tanah penutup tidak begitu
tebal berkisar antara 1 - 1,5 meter.

2. Area dan Jumlah Cadangan
Berdasarkan data laboratorium PT. Asian Kaolin Raya , derah yang
telah dilakukan pemboran eksporasi dibagi menjadi blok-blok yang
berjumlah lima blok. Ketebalan endapan kaolin berkisar antara 3,0 meter
sampai dengan 4,6 meter dan ketebalan lapisan tanah penutup antara 1,0
meter sampai dengan 2,8 meter berikut ini tabelnya.



BLOK LUAS
( m
2
)
TEBAL
KAOLIN
(m)
TEBAL
TANAH
PENUTUP
(m)
VOLUME
CRUDE
KAOLIN
( m
3
)
VOLUME
TANAH
PENUTUP
( m
3
)
VI
VII
VIII
IX
X
152500
145000
266250
70000
11225
4,64
4,47
3,77
3,00
3,32
2,40
2,48
1,50
1,00
2,77
707.600
648.150
1.003.574
210.000
365.200
366.000
359.600
399.300
70.000
304.700
JUMLAH 2.934.524 1.499.600

Perhitungan umur tambang kaolin di PT.Asian Kaolin Raya
didasarkan pada efesiensi kerja di penambangan, serta recovery
penambangan yang dapat dihasilkan. Recovery penambangan adalah
jumlah crude kaolin yang dapat ditambang secara maksimum dengan
menggunakan alat-alat mekanis. Hal ini mengingat jumlah air tanah dan
curah hujan yang cukup tinggi sehingga menggangu operasi penambangan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan diperkirakan recovery
tambang yang dicapai PT, Asian Kaolin Raya adalah 90%. Maka umur
tambang dapat diperhitungkan dengan rumus:
V x R c
LT =
F x n x Eff
Dimana : LT = Umur maksimum tambang (tahun)
V = Volume crude kaolin ( m
3
) = 2.934.524 m
3
Rc = 90%
F = Umpan Pabrik pemurinian = 601,34 m
3
n = Hari kerja = 361 hari
eff = Efisiensi kerja = 67,67 %
jadi umur tambang adalah


2.934.524 m
3
x 0,9
LT =
601,34 m
3
/harix 361 hari x 0,6767

= 18 tahun

Crude kaolin digunakan untuk memenuhi umpan pabrik pemurnian
sehingga diperoleh tepung kaolin dengan target produksi 8000 ton tepung
kaolin/bulan tepung kaolin , nilai recovery pemurnian sebesar 20 % serta
jumlah hari dalam satu bulan adalah 30 hari, maka suplay crude kaolin yang
diperlukan sebanyak

8000ton/bulan
= = 40.000 ton/bulan
20 %
atau
40.000ton/bulan
= = 1.333,33 ton/hari = 56 ton/jam
30 hari/bulan

Crude kaolin sebesar 56 ton/jam ini merupakan jumlah umpan
yang harus masuk ke pabrik pemurnian tiap satu jam. Dengan waktu kerja
pabrik pemurnian sebesar 19,08 jam/hari (lampiran) , jumlah hari kerja 361
hari per tahun dan dalam perkiraan terjadi kehilangan dalam pengangutan
sebesar 10 % serta persediaan crude kaolin di tempat penimbunan sebanyak
20 % maka sasaran pemindahan crude kaolin dari tempat penimbunan ke
pabrik pemurnian dalam satu tahun.

130/100 x 56 ton/jam x 19,08 jam/hari x 361 hari
=
1,95 ton/m
3

= 257147,52 m
3
/tahun
Dengan adanya data diatas dapat dihitung sasaran produksi
pemindahan crude kaolin dari tambang dengan waktu kerja efektif 13,53
jam (lihat lampiran) dan jumlah hari kerja tambang dalam satu tahun 361
hari serta factor pengembangan crude kaolin sebesar 84,42 % (lampiran),
maka :
= Target produksi pabrik x factor pengembangan
= 257147,52 m
3
/tahun x 84,42 %
= 217083,94 m
3
/tahun
atau
217083,94 m
3
/tahun
=
361 hari/tahun
= 601,34 m
3
/hari
atau

601,34 m
3
/hari
=
13,53 jam/hari
= 44,44 m
3
/jam
Jadi, target produksi pemindahan crude kaolin di tambang
adalah
44,44 m
3
/jam x 1,95 m
3
/ton = 86,66 ton/jam