Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

BUSSINES PLAN SALON MIROR


Dosen : Rosma, SE

Disusun Oleh :
Nama

: Mukti Cahayaningsih

Nip

: 14.03.0092

Kelas

: C /KM /V

MANAJEMEN RUMAH SAKIT


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
STIKES SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2006

BAB I
TINJAUAN PUSTAKA

I.

Pengertian
Diabetes Millitus (DM) merupakan suatu penyakit kronik yang
melibatkan

kelainan

metabolisme

karbohidrat,

protein

dan

lemak,

berkembangnya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis.


II.

Klasifikasi Dm Dan Intoleransi Glukosa (WHO 1985)

Insulin Dependent Diabetes Millitus (IDDM)

Non Insulin Dependent Diabetes Millitus (NIDDM)

Malnutrition Related Diabetes Millitus (MRDM)

Tipe DM lain yang berhubungan dengan kondisi dan sindrom tertentu,


penyakit pancreas, akibat hormonal, sebab obat, kelainan insulin atau
reseptor sindroma genetic tertentu.

III.

Penatalaksanaan Diabetes Millitus


1.

Penatalaksanaan makan
a.

Jumlah kalori tepat


Pasien kurus diet 2100-2500 kalori
Pasien sedang diet 1700-1900 kalori
Pasien gemuk diet 1100-1500 kalori

b.

Makanan yang mengandung serat tinggi, misalnya :


sayur-sayuran dan buah

c.

Komposisi makanan : Protein 15-20 %, lemak 20-25 %,


karbohidrat 60-70 %.

d.
2.

Gula dan produk lain dari gula tidak dianjurkan.


Latihan Jasmani

- Memperbaiki sel-sel tubuh dan pemakaian glukosa oleh sel tubuh


menjadi baik

- Latihan jasmani yang disenangi dapat meningkatkan kebugaran tubuh


dan otot-otot besar
- Dilakukan sesudah makan 3-5 kali seminggu
- Jenis olahraga : Jalan, jogging, berenang dan bersepeda.
3.

Obat-obatan
- Diberikan bila perencanaan makan dan latihan jasmani tidak
menurunkan kadar gula darah
- Jenis obat hiperglikemi oral dan insulin

4.

Penyuluhan
Sangat perlu untuk motivasi pasien dalam pelaksanaan Diabetes
Millitus dan tidak terjadi komplikasi.
Pengetahuan yang perlu diberikan antara lain :
- Pengertian DM dan komplikasi
- Penatalaksanaan DM
- Perencanaan makan
- Latihan jasmani/olahraga
- Monitoring kadar gula darah
- Perawatan kaki

IV.

KOMPLIKASI DIABETES MILLITUS


Akut

: Hyperglikemi dan Ketoasidosis

Kronis

: Dapat terjadi dari kepala sampai kaki yang disebabkan oleh


kelainan vaskuler.

BAB II
KONSEP DASAR KEPERAWATAN
PENGKAJIAN
I.

II.

Biodata Pasien
Nama

: Sarikem

Umur

: 37 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Suku bangsa

: Jawa/Indonesia

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: Ibu Rumah tangga

Alamat

: Jl. Monjali no. 89a Sleman Yogyakarta

Biodata keluarga (Penanggung jawab pasien)

III.

IV.

Nama

: Sarijan

Umur

: 43 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Pedagang

Alamat

: Jl. Monjali no. 89a Sleman Yogyakarta

Data Umum
a. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pada tahun 1990 pasien dinyatakan sakit Cyste ginjal sebelah kiri
dan berobat ke RSUP SARJITO secara teratur (tidak operasi) dan
sembuh. Tahun 1998 pasien dinyatakan sakit Diabetes Millitus dan
mendapat terapi insulin 1x20 unit siang hari dn tahun 2001 paien
dinyatakan menderita darah tinggi dengan tekanan darah 160/90.

b.

Riwayat Kesehatan Sekarang


Satu bulan sebelum masuk RSUP SARJITO pasien timbul lecet
pada jari kiri ke II dan III sebelah kanan kemudian lecet bertambah
dibawa ke RSUP SARJITO dengan luka bernanah pada jari ke II kaki
kanan dan lecet pada jari ke III dan dikatakan Creatinin dan disertai
BAK menjadi sedikit dan malam hari sering BAK 5x, ada keluhan
cepat haus dan nafsu makan menurun.

c.

Kesehatan Keluarga
Anggota keluarga pasien tidak ada yang mendarita penyakit yang
serupa, tidak ada yang menderita penyakit menurun.

V.

Pola Fungsi Kesehatan


1.

Pola Nutrisi
Sebelum sakit pasien makan 3x sehari, makanan pokok nasi
dengan lauk pauk dan sayur yang bervariasi kadang ditambah buahbuahan. Pasien minum 7-8 gelas/hari (1500-2000 ml) berupa air putih
dan teh.
Selama sakit pasien mendapat diet RPRG. Porsi selalu habis,
pasien minum 1000-1500 ml perhari berupa air putih dan teh.

2.

Pola Eliminasi
Sebelum sakit pasien biasa BAB 1x sehari dengan konsistensi
normal (lunak berbentuk dan bau khas feses) tanpa keluhan, pasien BAK
5-6 kali perhari dengan warna dan jumlah normal.
Selama sakit pasien BAB 1x sehari dengan konsistensi normal
dan BAK pada malam hari 5x.

3.

Pola aktivitas istirahat tidur


Sebelum sakit pasien beraktivitas baik dan dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari secara mandiri, pasien biasa tidur 7-8 jam dalam
sehari tanpa obat tidur.

Selama sakit pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari


seperti BAK, BAB dibantu keluarga, pada tangan pasien terpasang
infuse, pasien tidur 6-8 jam sehari semalam.
4.

Pola kebersihan diri


Selama sakit pasien mandi 2x sehari.

5.

Pola konsep diri


Pasien mampu mengenali identitasnya, pasien menyadari bahwa
sekarang sedang sakit, harga diri stabil, pasien mau dan mampu
berkomunikasi dengan pengunjung maupun tim medis.

6.

Pola kognitif perceptual


Sebelum sakit status mental pasien sadar.
Selama sakit status mental pasien sadar dan pasien mengerti dan
dapat berkomunikasi dengan perawat.

7.

Pola seksual reproduksi


Selama sakit masalah menstruasi pasien normal.

8.

Pola peran berhubungan


Selama sakit pasien dapat berkomunikasi dengan perawat, pasien
ditunggui oleh suami dan anaknya.

9.

Pola nilai dan kepercayaan


Pasien dan keluarga beragama islam dan percaya bahwa Allah
SWT akan memberikan kesembuhan.

VI.

Pemeriksaan Fisik
a.

Keadaan umum

1. Kesadaran

: Compos mentis

2. Status gizi

: BB : 60 kg
TB : 158 cm

* Tanda-tanda Vital
Suhu

: 37 C

Nadi

: 100 x/menit

Pernafasan

: 20 x/menit

Tekanan darah : 140/90 mm Hg


b.

Pemeriksaan secara sistemik


1.

Kepala
Bentuk mesocephal, kulit kepala bersih, hitam dan lebat.
a.Mata
Konjungtiva hiperemi, sclera tidak ikterik.
b. Telinga
Tidak ada serumen, fungsi pendengaran baik.
c.Hidung
Bentuk simetris, terdapat secret yang keluar (pilek), fungsi
pembauan terganggu.
d. Mulut
Tidak ada stomayitis, terdapat secret dalam mulut dan gigi ada
yang tanggal.

2.

Dada
Bentuk normal, simetris, tidak mengalami nyeri tekan.

3.

Perut
Supel, Peristaltik normal, tidak ada nyeri.

4.

Ekstermitas
Ekstremitas atas dan bawah lengkap, tidak ada cacat bawaan, ada
ulkus pada jari kaki II dan III.

VII.

VIII.

Pemeriksaan Penunjang
-

Pemeriksaan Laboratorium : -

Pemeriksaan Rontgen
Pengobatan yang Didapat

a. Diet RPRG
b. Infus Martos Lini

:-

IX.

Pengelompokan Data
a. Data Subyektif
-

Pasien menyatakan ada luka pada jari II dan III

Ada ulkus pada jari II dan III

b.

X.

Data Obtektif
-

Ada ulkus pada jari II dan III

Pasien gelisah /raut muka bingung


Diagnosa Keperawatan

1.

Gangguan integritas kulit berhubungan dengan ulkus


diabetikum ditandai dengan adanya luka dan ulkus pada jari II dan III.

2.

Cemas berhubungan dengan penyakitnya ditandai dengan


pasien gelisah/raut muka bingung serta pasien selalu menanyakan
tentang penyakitnya.

DAFTAR PUSTAKA

Tara Elizabeth, MD & Soetrisno Eddy. BUKU PINTAR TERAPI DIABETES


MELLITUS. Taramedia & Restu Agung ; Jakarta.
Ranakusuma, DR, 1987. DIABETES MELLITUS. UI Press ; Jakarta.
Muda Ahmad A.K, 2003. KAMUS LENGKAP KEDOKTERAN. Gitamedia
Press; Surabaya.